• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANUSIA DAN HARAPAN

Dalam dokumen Makalah ilmu budaya dasar Aceh (Halaman 55-60)

Setiap manusia memiliki sangat banyak keinginan dan harapan-harapan yang harus di wujudkan. Harapan adalah sesuatu yang ingin di capai pada masa yang akan datang, dengan melakukan berbagai usaha yang dapat mencapaian harapan tersebut.

1. Pelbagai Contoh dalam kehidupan

“Mohammad Husni Thamrin” merupakan seorang tokoh pejuang, yang di dalam sebuah buku di ceritakan tentang awal kehidupannya bahwa ketika ia masih kanak-kanak, Ibunya mengharapkan anaknya agar menjadi anak yang pandai dan dapat memanfaatkan kepandaianya untuk memikirkan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Mengenai kehidupan bersama di sekitar pada masa itu keadaan yang sangat menyedihkan akibat penjajahan serta menunjukan situasi penderitaan.

Harapan sang ibu ternyata terkabul, setelah M.Husni Thamrin

Praja. Kemudian ia berhenti, dan di terima bekerja sebagai karyawan perusahaan perkapalan.

Dengan latar belakang pengalaman hidupnya, M.Husni Thamrin dapat menghayati penderitaan rakyat, maka ia bertekad untuk menghilangkan penderitaan tersebut.

Seperti Ibu dari Muhammad Husni Thamrin, banyak orang tua yang

menginginkan anak-anaknya berhasil dan menjadi seorang yang disegani. Seperti, menjadi pegawai.

Mengenai penderitaan, ada contoh lain seperti penderitaan seorang ibu yang akan melahirkan. Rasa sakit saat akan bersalin sering di lukiskan oleh tokoh Ibu sebagai seribu rasa sakit yang berpadu jadi satu dalam satu waktu. Yang di harapkan oleh Ibu adalah anaknya lahir dengan selamat dan sehat. Setelah lahir, Ibu akan memeluk dan menyusui buah hatinya dengan penuh kasih sayang dan rasa syukur.

Penderitaan lainnya seperti penderitaan orang yang sedang sakit, mereka pergi berobat ke dokter hingga bisa sehat kembali. Kemudian penderitaan para pejuang kemerdekaan yang pantang menyerah merebut

kemerdekaan walaupun nyawa menjadi taruhannya, penderitaan para mahasiswa yang sedang menimba ilmu dengan pengorbanan

waktu,tenaga dan biaya. Serta penderitaan para bujangan dan gadis yang memasuki periode perkembangan jasmani dan rohani tertetu untuk

bertemu dengan pujaan hati.

Upaya untuk mewujudkan harapan menimbulkan pemikiran, teori dan hipotesis yang berbeda. Sehingga membentuk beberapa blok dan cara berbeda untuk mewujudkan harapan. Setiap teori untuk mencapai kebahagiaan didukung oleh argumen yang kuat.

Perbedaan-perbedaan itu sering menciptakan penderitaan yang luar biasa bagi umat manusia, seperti pembunuhan yang terjadi di Asia dan Afrika. 2. Nilai- Nilai Budaya sebagai Tolok Ukur Harapan

Di dalam suatu sastra terkandung nilai budaya, pada hakikatnya

memantapkan harapan seseorang tentang ide mereka yang terwakili di dalam sastra tersebut. Seperti di dalam Sastra Jawa, terdapat nilai budaya berupa Nilai Kejuangan dan semangat pengorbanan. Nilai Kejuangan yang dapat menjadi tolok ukur di harapkan di miliki oleh warga masyarakat, berupa Kesetiaan,kesungguhan, mengutamakan mengabdi kepada

tugas, memberi penghargaan kepada setiap pekerjaan,disiplin dan berwatak pejuang.

Ada pula nilai Kerumah tanggaan yang di harapkan berkembang di dalam setiap rumah tangga ialah di bentuk melalui proses pernikahan menurut agama, hubungan suami dan istri berdasarkan cinta kasih, jati diri yang baik dan benar, hubungan antara orang tua dan anak menurut kewajiban dan hak masing-masing, pembinaan keluarga sejahtera. Nilai-nilai lainnya yang harus di miliki yaitu kemandirian kaum wanita yang suatu saat akan menjadi seorang Ibu, yang harus mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya.

Terdapat istilah-istilah dalam sastra Jawa mengenai nilai- nilai kejuangan, kerumah tanggaan, dan kemandirian tersebut, yaitu mantep,tenan,taberi (mantap, serius, tekun), Patitis(teliti,cermat), Satuhu (setia), nasiti, ngati ati, merak ati (berencana,berhati-hati,menarik),dan mawa denga lawan watara (penuh perhitungan), serta masih banyak lagi.

Dalam bahasa Jawa “Kudangan” ialah harapan yang terpendam di dalam hati orang tua mengenai masa depan anaknya. Merupakan kristalisasi aspirasi seorang Ayah atau Ibu mengenai sosok kemanusiaan dan kedudukan yang diharapkan pada sang anak. Kudangan dirumuskan berdasarkan perbendaharaan yang hidup di dalam diri dan persepsi mengenai kenyataan yang ada dalam masyarakat.

Pengalaman Bangsa Indonesia yang mengalami perubahan fsik serta mental selama masa penjajahan menyebabkan lahirnya suatu nilai baru yaitu keberanian dan kesedian pengorbanan demi kehormatan bangsa, menimbulkan kudangan untuk menjadi Jendral, prajurit atau tentara, setelah memasuki kemerdekaan.

Mengenai “Manusia Pembangunan” adalah manusia yang atas kemauannya sendiri melakukan tindakan untuk menyempurnakan sesuatu dalam hidupnya yang masih kurang memadai.

3. Makna Harapan

Harapan (Kata Harap) artinya keinginan agar sesuatu terjadi, hati yang mempunyai harapan atau keinginan, setiap manusia memiliki harapan yang bermacam-macam.

Jika seseorang putus harapan berarti ia tidak dapat diharapkan.Untuk mewujudkan harapan harus di sertai usaha yang maksimal, agar hasilnya

sesuai dengan yang diharapkan. Namun, tetap Tuhan yang menentukan hasilnya.

Menurut kodratnya di dalam diri manusia ada 2 dorongan, yaitu dorongan kodrat dan dorongan hidup (kebutuhan). Dorongan kodrat ialah

menangis, tertawa,berpikir,berkata, mempunyai keturunan dan bercinta. Sedangkan dorongan hidup beruupa kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani seperti pangan, sandang,papan dan kebutuhan rohani seperti kebahabiaan,kesejahteraan,kepuasan serta hiburan.

Menurut Abraham Malow ada 5 macam kebutuhan sekaligus harapan manusia, yaitu:

1. Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival) 2. Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)

3. Harapan untuk memilki hak dan kewajiban untuk mencintai 4. Harapan memperoleh status, diterima dan diakui lingkungan 5. Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita.

4. Makna Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Semakin besar kewibawaan dan kejujuran seseorang maka makin besar pula kepercayaan orang kepada berita yang ia sampaikan.

Kepercayaan di dalam agama adalah keyakinan yang paling besar.

Keyakinan seseorang di dalam suatu agama harus di hormati. Karena hak atas keyakinan pribadi merupakan dasar dan penghargaan yang di sebut toleransi.

Apakah Kebenaran itu?

Kebenaran menurut Poedjawiyatna di dalam buku Etika Filsafat Tingkah Laku merupakan Cita-cita orang yang tahu.Maksudnya cita-cita orang yang mengetahui sesuatu yang benar. Kebenaran yang dimaksud adalah kebenaran yang logis. Tidak ada seorangpun yang suka akan

kekeliruan, maka orang rela bersusah payah, dan mengeluarkan biaya untuk mencapai kebenaran.

Manusia memiliki bahasa sebagai alat komunikasi dalam pergaulan, yang di rangkai dari kata-kata menjadi suatu kalimat, dengan berbicara

tersampaikanlah suatu keputusan yang merupakan hasil pengetahuan. Seperti pengetahuan mengenai segitiga siku-siku.

Manusia yang bertindak menurut keyakinannya baik dan benar maka dia merupakan manusia susila. Sedangkan manusia yang berkepribadian etis adalah manusia yang dalam tindakannya memilih yang baik dan benar

sesuai dengan penerangannya. Jika tidak ada kesesuaian antara putusan dan objek maka ada 2 kemungkinan, yaitu: orang yang mengatakan putusan itu keliru atau orang yang mengutarakan sengaja mengatakan yang tidak sesuai.

Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya.

Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan terbagi menjadi:

1. Kepercayaan kepada diri sendiri

Percaya kepada diri sendiri menganggap diri benar, menang, mampu mengerjakan yang diserahkan dan dipercayakan kepadanya.

2. Kepercayaan kepada orang lain

Percaya terhadap kata hati, perbuatan yang sesuai dengan kata hati terhadap kebenaran, terhadap ucapan orang lain.

3. Kepercayaan kepada pemerintah

Percaya kepada pemerintah baik pemerintah di suatu lembaga atau negara, seperti Presiden, Raja, direktur atau menejer.

4. Kepercayaan kepada Tuhan

Percaya kepada Tuhan sangat penting, karena menghubungkan antara Tuhan dengan manusia. Karena Tuhan selalu menyertai dan memberi pertolongan. Untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, manusia

melakukan usaha yang sesuai dengan pribadi, kondisi dan situasi. Usaha yang dapat di lakukan, seperti meningkatkan ketakwaan

dengan cara beribadah,meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, meningkatkan rasa cinta kepada sesama manusia, mengurangi nafsu pengumpulan harta, menjauhi perasaan negatif.

PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN

Dalam dokumen Makalah ilmu budaya dasar Aceh (Halaman 55-60)

Dokumen terkait