BAB I
ORIENTASI UMUM
PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR DAN RUANG LINGKUP KAJIAN
ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu budaya dasar adalah suatu pengetahuan yang menelaah berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan menggunakan pengertian
pengertian dari berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong dalam pengetahuan budaya.
Adapun tujuannnya adalah :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru terutama dengan lingkungan kerja mereka.
2. Memberi kesempata bagi mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya, serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan – persoalan yang meyangkut kedua hal tersebut.
3. Sebagai calon pemimpin bangsa dan negara, serta ahli dalam bidang disiplin masing – masing dikehendaki agar mereka jangan jatuh kedalam sifat – sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang tepat.
4.Berusaha menjembatani akademisi kita, agar lebih dapat berdialog satu sama lain, dengan memiliki bekal yang sama diharapkan agar para
akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi.
RUANG LINGKUP KAJIAN
Ada dua masalah yang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk mempertimbangkan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar.
1.berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan
masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antara bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2. Hakikat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing – masing zaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan – kesamaan, akan tetapi ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran dan persamaan, tingkah laku, Dan kelakuan mereka.
Menilik masalah pokok yang biasa terjadi dalam mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR tersebut diatas, Nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian manusia tidak saja sebagai subjek akan tetapi sekaligus objek kajian bagaimana hubungan manusia degngan alam, sesama manusia, dirinya sendiri, nilai – nilai manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan tuhan menjadi sentral dalam ILMU BUDAYA DASAR.
ILMU ALAMIAH DASAR (IAD), ILMU SOSIAL DASAR (ISD), ILMU BUDAYA DASAR (ISD)
Biasanya yang termasuk IAD adalah : Fisika, Kimia, Astronomi, Geologi, Meteorologi dan Biologi.
Lima yang terdahulu mewujudkan ilmu – ilmu fsis, dan yang terakhir ilmu biotis (Zologi, Fitologi, Fisiologi manusia)
ISD meliputi dua kelompok utama : studi manusia dan masyarakat dan studi lembaga – lembaga sosial. Seperti psikologi, sosiologi, antropologi, ekonomi, dan politik.
IBD biasanya dibagi atas tiga kelompok, pertama seni : sastra, musik, seni rupa, seni tari, dan pidato. Kedua: Sejarah ketiga: agama dan flsafat
ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI KOMPONEN MATA KULIAH DASAR UMUM
Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia
ini berarti bahwa pembangunan seharusnya mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. Menumbuhkan sikap hidup yang seimbang, serasi, berkepribadian utuh. Memiliki moralitas serta integritas sosial yang tinggi. Manusia yang takwa kepada tuhan yang maha esa.
Oleh karena itu IBD perlu bagi setiap mahasiswa. Sehingga perlu mempelajarinya. IBD juga dimasukkan ke dalam satu mata kuliah dasar umum (MKDU) yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa di perguruan tinggi.
Tujuannya ialah untuk membentuk manusia yang :
1. Takwa kepada tuhan YME, Bersikap dan bertindak sesuai agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
2. Berjiwa pancasila, sehingga segala keputusan dan tindakannya
mencerminkan pengamalan nilai – nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahului kepentingan nasional dan kemanusian sebagai sarjana Indonesia.
3. Memiliki wawasan kehidupan yang luas dalam kehidupan bermasyarakat
4. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam
menyikapi permasalahan baik sosial , ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.
HUBUNGAN IBD DENGAN ILMU – ILMU EKSAK
Pengetahuan budaya dasar itu berkaitan sekali dengan ilmu – ilmu teknik, justru teknologi itu adalah hasil dari busaya manusia. Karena itu tidak mengherankan, jika karya budaya itu menuntut kekuatan, keindahan,
kepraktisan dan sebagainya. Hal itu dapat kita perhatikan pada hasil yang berbentuk bangunan – bangunan, seperti bangunan rumah, bangunan jembatan, motor, robot, dan lain sebagainya.
HUBUNGAN IBD DENGAN ILMU – ILMU PERTANIAN
Sesuai dengan hubungan IBD dengan ilmu – ilmu teknologi, maka hubungan IBD dengan ilmu – ilmu pertanian juga sama.
tanah sebagai fokusnya, Pada tanam – tanaman, Pada hama dan
penyakitnya dan berperhatian kepada perekonomiannya dan seterusnya.
Bahasan mengenai tanam – tanaman pun sering menjadi masalah yang rumit untuk diatasi. Hal itu terasa sekali ketika kita akan mengubah tanaman padi jenis wulu dengan tanaman padi jenis PB. Begitulah pula bagaimana cara kita menjelaskan untuk dapat izin menanam jenis tanaman tertentu dicampur dengan tanaman lain yang berguna, tetapi tidak
merugikan tanaman yang pokok.
Jelas tidak benar jika para budayawan akan mencapai tujuannya itu dengan cara melawan adat. Disinilah para budayawan pertanian berperan sekali untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengembangan disektor pertanian. Untuk meningkatkan pengembangan itu para ahli yang berbudaya selalu menghasilkan penelitiannya terhadap tanam - tanaman. Yang cocok dengan tanah kita.
HUBUNGAN IBD DENGAN ILMU KEDOKTERAN
Sejak dengan ilmu – ilmu kedokteran yang sifatnya lebih kearah manusia. Maka sudah jelas kiranya bahwa pengetahuan budaya yang
berkaitan dengan hasil kesadaran manusia akan parallel dengan ilmu – ilmu kedokteran.
Segala penalaran dokter sebagai manusia akan sama dengan
penalaran budi manusia. Ilmu kedokteran yang selalu memikirkan jasmani dan rohani manusia akan selalu dituntut oleh keadaan lingkungan
masyarakat. Salah pikir dari seorang dokter berarti akan bertentangan dengan hati nurani manusia yang melekat dalam pribadi sang dokter. Sebaliknya kesuksesan dokter akan selalu menjunjung tinggi dan
mengangkat nama harumnya. Karena segala kesuksesan itu tentu dilandasi oleh budi manusia secara sadar.
Justru karena itulah, fakultas kedokteran akan selalu parallel dan tidak akan seimbang dengan penalaran manusia.
Contoh – contoh kehidupan sang dokter, mereka tidak akan pilih kasih menghadapi pasiennya. Sang dokter akan puas sekali, jika ia mampu
KONSEP ILMU DASAR DAN FILSAFAT
Filsafat (bahasa indonesia) dari kata PHILOO (yunani) berarti mencintai dan SOPHIA (yunani) berarti kebijaksanaan. Secara riil flsafat berarti
pengetahuan dari segala sesuatu, tentang sebab - sebab yang sedalam – dalamnya tercapai dengan budi.
BEDA FILSAFAT DENGAN PENGETAHUAN LAIN
Filsafat / Filosof mempunyai objek material yang sama dengan jenis pengetahuan keturunan phisycal sciences (Fisika, Biologi, Dll) tetapi yang dikaji tidak sama (Berbeda). Filosof memandang atau mengkaji sebab – sebab yang sedalam – dalamnya. Sedangkan pada pengetahuan lain tersebut dalam memandang objek formal tidak begitu dalam. Jika
pengetahuan lain tadi sudah sampai batasnya, Pada flosof baru mulai. Jika dibandingkan dengan theology (pengetahuan ketuhanan) objeknya kadang kadang sama tapi cara memandangnya yang berbeda. Theologi memandang dengan melalui wahyu sedangkan flsafat melalui budi murni.
PEMBAGIAN FILSAFAT :
Filsafat teoritis (spekulatif) yang terdiri dari :
a. Metafsika umum = Ontologi (Ilmu yang berhubungan dengan hakikat hidup manusia)
b. Metafsika khusus
1) Kosmologi (Ilmu kejadian alam)
2) Psikologi (Ilmu yang berkaitan dengan proses mental normal / abnormal)
3) Teodice (Teologi)
Filsafat praktis (Buat pegangan kerja)
a. Logika (Tentang pemikiran)
Filsafat teoritis terus menambah pengetahuan yang mengutamakan teoritis namun dapat dilanjutkan dengan praktek. Sedangkan flosof praktek itu mengutamakan prakteknya seperti bagaimana kita menggunakan pikiran dan kehendak dengan benar. Maka dari itu flosof teoritis digunakan sebagai bahan pengetahuan praktek hidup.
DIsamping tinjauan flosof dalam bentuk teoritis dan praktik, ada tinjauan flosof dari segi sejarah dan sistematika. Tinjauan sejarah ini mengikuti perkembangan sejarah dari satu zaman beralih kezaman berikutnya, dari satu daerah kedaerah lainnya, maka dari itu ada flsafat tiongkok, india barat, yunani, jaman abad tengah, jaman batu dan jaman modern.
Sedangkan tinjauan dari sistem tertentu (sistematik) ialah :
1. Tinjauan yang memetingkan hakikat, objek segala sesuatu dan jenis ini dikenal sebagai metafsika.
2. Filsafat logika yaitu dalam mendasarkan sesuatu berdasarkan akal.
3. Filsafat mengenal yaitu dalam meninjau segala sesuatu itu dari prosesnya, kita menyadari barang sesuatu itu dipikirkan dan direnungkan.
4. Filsafat ilmu pengetahuan yaitu dalam menghadapi sesuatu dicari sebab – sebabnya, menguasai hokum – hukumnya, kebiasaannya, pedomannya.
5. Filsafat alam kodrat
6. Filsafat kebudayaan itu merenungkandan mengkaji kebudayaan hasil pengolohan manusia.
7. Filsafat sejarah
8. Estetika yaitu mengenai baik buruknya, melalui rasa, rasa - rasa keindahan, harmoni manusia dengan sekitarnya.
BAB II
MASALAH KEBUDAYAAN
PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN PERADABAN
Kebudayaan (culture) bahasa inggris berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan dan mengembangkan terutama mengolah tanah atau bertani.
Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa. Dan kebudayaan adalah hasil dari cipta karsa dan rasa tersebut.
Hasil buah budi (budaya) manusia itu dapat kita bagi menjadi dua macam :
1. Kebudayaan material (lahir) , yaitu kebudayaan yang berwujud
2. Kebudayaan immaterial (spiritual = batin) yaitu kebudayaan, adat – istiadat, bahasa, ilmu pengetahuan dan sebagainya.
KEBUDAYAAN DAN PERADABAN
Peradaban berasal dari kata adab yang artinya kesopanan,
kehormatan, budi bahasa, etiket, dan sebagainya. Lawannya yaitu biadab = kasar, kurang ajar, tidak tahu pergaulan dll.
Menurut ahli antropologi dee haan, peradaban diperlawankan dengan kebudayaan. Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi dan ilmu teknik. Jadi semua bidang kehidupan untuk kegunaan praktis. Sedangkan kebudayaan adalah semua yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih tinggi dan murni yang berada diatas tujuan praktis dalam
hubungan masyarakat. Misalnya music, puisi, etik, agama, ilmu flsafat dll. Jadi lapisan atas adalah kebudayaan dan lapisan bawah adalah peradaban.
PENGABURAN PERADABAN DAN KEBUDAYAAN
Pada masa sekarang kedua istilah ini boleh dikatakan kabur dalam pemakaiannya. Pengertian yang umum dipakai yaitu bahwa peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang bertujuan untuk meudahkan dan mensejahterakan hidup.
Misalnya :
1. Ilmu teknik yang melahirkan alat – alat atau mesin – mesin untuk mempraktiskan, memberi comfort pada manusia.
2. Auto mobil sebagai pengganti pikulan, memberi comfort.
3. Pulpen sebagai pengganti bulu , memberi comfort dan sebagainya.
Wujud kebudayaan dan unsur – unsurnya
Prof. Dr. koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam, yaitu :
2. Wujud kebudayaan sebagai salah satu kompleks aktiftas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3. Wujud kebudayaan sebagai benda – benda hasil karya manusia
Adapun unsur kebudayaan yang bersifat universal yang dapat kita sebut sebagai isi pokok tiap kebudayaan didunia ini, ialah :
1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia sehari – hari. Misalnya pakaian, perumahan, alat – alat rumah tangga.
2. Sistem mata pencaharian dan sistem ekonomi. Misalnya pertanian, peternakan, sistem produksi.
3. Sistem kemasyarakatan. Misalnya kekerabatan, sistem perkawinan, sistem perkawinan.
4. Bahasa sebagai media komunikasi, baik lisan maupun tulis
5. Ilmu pengetahuan
6. Kesenian. Misalnya seni suara, seni rupa, seni gerak.
7. Sistem religi.
Masing masing unsur budaya universal ini pasti menjelma kedalam ketiga wujud budaya tersebut diatas, yaitu wujud budaya, sistem budaya, sistem sosial, dan unsur budaya fsik.
Perlu dimengerti bahwa bukan hanya sekedar merupakan jumlah dari unsur – unsur saja. Melainkan merupakan keseluruhan dari unsur – unsur tersebut yang saling berkaitan erat (integrasi) yang membentuk kesatuan yang harmonis. Masing – masing unsur saling mempengaruhi secara timbal balik apabila terjadi salah satu perubahan pada suatu unsur, maka akan menimbulkan perubahan pada unsur yang lain pula.
Contohnya :
menghilangkan berbagai macam upacara tradisional. Misalkan sesaji kepada dewi sri, bersih desa, selametan dan sebagainya. Dengan faktor itu bisa terjadi pengangguran dan kegoncangan dalam masyarakat.
HUBUNGAN MANUSIA, MASYARAKAT, KEBUDAYAAN
Masyarakat tidak dapat dipisahkan dari pada manusia, karena hanya manusia saja yang hidup bermasyarakat yaitu hidup bersama – sama
dengan manusia lain dan saling memandang sebagai penanggung kewajiban dan hak. Sebaiknya manusiapun tidak dapat dipisahkan dari masyarakat.
Seorang manusia yang tidak pernah mengalami hidup bermasyarakat tidak dapat menunaikan bakat – bakat manusianya yaitu mencapai
kebudayaan. Dengan kata lain, dimana prang hidup bermasyarakat, pasti akan timbul kebudayaan.
PENGARUH BARAT DAN KEBUDAYAAN NASIONAL
Pertemuan dengan bangsa – bangsa eropa telah memperkenalkan kepada kita unsur – unsur budaya seperti : Iptek, sistem sosial ekonomi, peralatan, bahasa, kesenia, dan agama keristen. Disamping itu mereka juga memperkenalkan huruf dan tulisan.
Sistem pengetahuan dan teknologi ekonomi barat telah mampu
memecahkan problema sosial masyarakat di eropa. Demikian juga hal yang sama pasti bisa kita terapkan kepada masyarakat kita. Masyarakat Indonesia yang sudah ditakdirkan hidup di tengah alam yang berlimpah ini. Agaknya telah terbuai oleh karunia tersebut. Ungkapan – ungkapan tradisional jawa agaknya bisa menggambarkan situasi itu.
“Ana dina Ana upa “ “Ada hari ada nasi”
“Akeh anak akeh rejekine” “Banyak anak banyak rejeki”
Masyarakat yang sudah dimanja oleh alam, akan lemah dalam
ketimpangan. menghadapi kenyataan ini tidak bisa tidak kita harus berani melepaskan diri dari buaian yang menjerumuskan itu, dan bangkit untuk menaklukkan alam, demi mempertahankan hidup.
Cara satu – satunya adalah meguasai teknologi modern itu. Metode tradisional sudah ditinggalkan karena tidak relavandan tidak mampu lagi memecahkan masalah kehidupan sosial ekonomi yang emakin menekan ini.
KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA
Kebudayaan nasional adalah berupa puncak dari budaya suku yang menghuni bumi nusantara ini.
Menurut sejarah perkembangan kebudayaan Indonesia sebagaimana telah terpapar dimuka, Nampak jelas betapa heterogenitas bangsa Indonesia ini. Berbagai macam ras yang datang. Gelombang demi gelombang diikuti pula dengan pencampur bauran darah antara penduduk setempat maka makin memantapkan keragaman tersebut. Isolasi geografs dan sistem ekonomi juga berpengaruh.
Bila kita amati lebih lanjut, akan Nampak bahwa dari perbedaan itu akan Nampak adanya kesamaan. Kesamaan yang bisa diterima dan dihayati oleh seluruh bangsa Indonesia secara nasional. Inilah yang dimaksud
kebudayaan nasional itu. Sesuatu yang sudah diterima menjadi milik nasional.
Misalnya :
-Pancasila
-UUD 1945
-Sumpah pemuda 28 oktober 1928
-Bendera merah putih, Lagu Indonesia raya, Burung garuda
-Bahasa Indonesia
-Percaya pada roh nenek moyang
-Sikap ramah dan gotong royong
KEBUDAYAAN DAN AGAMA
Agama sumbernya adalah wahyu dari tuahn sedangkan kebudayaan sumbernya dari manusia. Jadi agama tidak dapat dimasukkan ke dalam lingkungan kebudayaan. Selama manusia menganggap bahwa tuhan tidak dapat dimasukkan ke dalam hasil cipta manusia.
Orang – orang atheis umumnya beranggapan bahwa tuhan adalah ciptaan manusia yang timbul dari perasaan takutnya. Semuanya bersumber pada materi. Jadi tuhan juda hasil perkembangan perpautan materi – materi akal manusia. Oleh golongan ini agama di pandang sebagai cabang
kebudayaan karena agama merupakan cara berpikir dan merasa dalam kehidupan. Suatu kesatuan sosial mengenai hubungan dengan yang maha kuasa. Agama ini dapat diidtilahkan “agama budaya” seperti animisme, dinamisme, naturalism, spiritualisme, konghucu, sinto, hindu, budha.
AGAMA ISLAM SEBAGAI SUMBER KEBUDAYAAN
Untuk memberi gambaran bahwa islam itu agama yang lengkap sebagai sumber kebudayaan dapatlah dibuktikan bahwa isi alquran itu meliputi segala persoalan hidup dan kehidupan. Diantaranya:
1. Dasar dasar kepercayaan dan ideology
2. Hikmah dan flsafat
3. Budi pekerti, kesenian dan kesusteraan
4. Sejarah umat dan biograf nabi – nabi
5. Undang – undang masyarakat
6. Kenegaraan dan pemerintah
7. Kemiliteran dan undang – undang perang
8. Hukum perdata (Mu’amalat)
9. Hukum pidana (Jinayat
Mengenai kebudayaan, Bnagsa bangsa mana yang lebih tinggi, tidak ada perbedaan dalam islam. Bagi islam ketinggian itu hanya di dalam takwanya kepada tuhan.
BAB III
Dalam kamus umum bahasa Indonesia, kasih sayang diartikan dengan perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kasih sayang ini sadar atau tidak dari masing – masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Jika salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya tanggung jawab, maka retaklah rumah tangga itu. Kasih sayng yang tidak disertai kejujuran, akan terancam kebahagiaan rumah tangga itu.
Dapat disimpulkan bahwa kasih sayang dialami oleh setiap manusia, karena kasih sayang merupakan bagian hidup manusia. Sejak lahir anak telah mengenal kasih sayang, meskipun ada pula kelahiran anak tidak diharapkan, umumnya bukan lahir karena kasih sayang . Kasih sayang yang berlebihan cenderung berupa pemanjaan. Pemanjaan anak cenderung kurang baik, karena anak yang terlalu dimanjakan umumnya akan menjadi sombong, pemboros, tidak saleh, dan tidak menghormati orang tua.
KASIH SAYANG DALAM KELUARGA
Bila percintaan pria dan wanita diakhiri dengan perkawinan. Maka didalam kehidupan berumah tangga, keluarga ini akan menemukan kebahagiaan mereka. Cinta yang semula hanya terbatas pada muda – mudi. Kini berkembang dengan kasih sayang terhadap si buyung mungil.
Zaman sekarang ini banyak orang merasakan bahwa kebahagiaan itu adalah suatu keadaan abstrak yang sulit dicapai. Sebetulnya masih ada banyak jalan untuk menemukan kebahagiaan atau setidaknya untuk mengurangi pukulan badai kehidupan. Memang seringkali manusia tidak dapat lolos darikesulitan ekonomi dan sosial. Namun dengan membangun kasih sayang yang erat dalam keluarga maka setidaknya kita mempunyai suatu tempat damai dan teduh ditengah kemerlutnya persoalan hidup.
MAKNA KEMESRAAN
kehidupan manusia terdapat berbagai kasus kemesraan. Kemesraan dapat membangkitkan daya kreatiftas manusia untuk menciptakan atau menikmati seni budaya, seni sastra, seni musik, seni tari, seni lukis, dan sebagainya.
MAKNA PEMUJAAN
Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia kepada tuhan. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini, dikarenakan pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai, dan makna kehidupan, yang sebenarnya. Penyebab hal itu terjadi adalah karena tuhan pencipta alam semesta.
a. cara pemujaan
Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan kondisi, dan situasi. Sembah yang dirumah, dimasjid, di gereja, di pura. Bahkan di tempat tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada tuhan atau yang dianggap tuhan. Oleh karena itu, penujaan – pemujaan itu sebenarnya karena manusiaingin berkomunikasi dengan tuhannya. Hal itu berarti manusiamemohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukan jalan yang benar, dan lain – lain.
b. Tempat pemujaan
Masjid, gereja, candi, pura, dan lain – lain lagi adalah tempat manusia berkomunikasi dengan tuhannya atau yang dianggap tuhan. Di tempat itu dianggap tuhannya “berada” karena itu orang islam menganggap masjid “rumah allah” maka wajarlah tempa – tempat itu dibuat sebagus mungkin, sesuai dengan kemampuan masing – masing. Dan karena tempat itu dianggap suci, maka tidak pantas dan wajar jika tempat itu digunakan untuk segala keperluan, kecuali keperluan untuk membesarkan nama allah.
Apabila masyarakat berhasil membangun tempat memuja, tempat manusia berkomunikasi dengan tuhan atau yang dianggap tuhan sebesar dan seindah mungkin, maka banggalah masyarakat itu. Kebanggaan itu adalh kepuasan batinnya akan kemaksilmalaan cintanya, pengabdiannya kepada tuhan.
Cinta menimbulkan daya kreatiftas pencintanya. Kreatiftas adalah mencipta. Dalam seni pahat banyak kita jumpai arca – arca yang menggambarkan dewa – dewa atau sesuatu yang dipuja. Sudah tentu tinggi rendahnya hasil seni itu bergantung kepada kemampuan menciptannya.
Seni taripun ada juga yang bersifat mengagungkan tuahan. Misalnya tari sanghyang dadari dan tari sanghyang jaran dibali adalah tarian bersifat agama. Tari tersebut hanya boleh ditonton oleh sedikit orang dan ditarikan pada waktu dini hari dan tidak sembarang waktu.
MAKNA BELAS KASIHAN
Menurut yohanes cinta dibagi menjadi 3 macam
1. Cinta manusia kepada tuhan (cinta agape)
2. Cinta kepada ayah, ibu, saudara (cinta philia)
3. Cinta antara pria dan wanita (Cinta eros / amor)
Cinta eros = Cinta antara kodrat laki – laki dan perempuan
Cinta amor = Cinta karena unsur – unsur yang sulit dinalar
Ex : perempuan cantik mencintai dan mau dinikahi oleh pria jelek.
4. Cinta kepada tanah air
5. Cinta sesama = cinta karena penderitaan (Belas kasihan)
Misalkan kasihan kepada orang tua, orang yang sakit – sakitan, yatim, piatu, penyakit yang diderita. Dll
CINTA KASIH EROTIS
BAB IV
MANUSIA DAN KEINDAHAN
Makna Keindahan
Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tak indah. Karena itu tiruan lukisan monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
a. Apakah keindahan itu ?
berbicara tentang keindahan mau tak mau kita harus menengok jauh kebelakang yaitu ke jaman yunani kuno, abad ke-18. Pada saat itu
pengertian keindahan telah dipelajari oleh para flsuf. Menurut the Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (flsafat keindahan) dalam bahasa Inggrisnyakeindahan itu diterjemahkan “beautifull”, perancis “beau”, italia dan spanyol “bello”, kata-kata itu berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “ bellum”.
Menurut cakupannya orang harus membedakan antara kein dahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk membedakan ini dalam bahasa Inggris sering digunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal yang indah).
Dalam pembahasan flsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampur adukkan saja. Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian : 1.
Keindahan dalam arti luas. 2. Keindahan dalam arti estetik murni. 3. Keindahan dalam artiterbatas dalam hubungannnya dengan penglihatan.
Plotinus mengatakan tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tetapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam Arti estetik disebutnya “symmetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada seni pahat dan arsitektur) dan “harmonia” untuk keindahan berdasarkan pendengaran musik.
Jadi pengertian yang seluas-luasnya meliputi : - Keindahan seni
- Keindahan alam - Keindahan moral - Keindahan intelektual
2. keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. keindahan dalam arti yang terbatas mempunyai arti yang lebih
disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna.
Dalam pembagian dan pembedaan terhadap keindahan tersebut di atas masih belum jelas apakah sesungguhnya keindahan itu. ini memang persoalan flsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban ialah mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda atau kualitas hakiki atau dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity),
keseimbangan(balance), dan kebalikan (contrast).
Dari ciri-ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu
kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.
Filsuf seni dewasa ini merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara penerapan-penerapan indera ( beauty is unity of formal realitions of our sense perceptions).
b. Nilai estetik
halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Masalah sekarang ialah apakah nilai estetik itu ? dalam bidang flsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhagaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam “Dictionary of
sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
“The believed capacity of any object to saticgy a human desire. The quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group”
(kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia; sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata relita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang)
dianggap terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti letak kebenarannya. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (‘instrumental/contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat untuk membantu. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, atau pun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh :
1. puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat,benda) puisi itu disebut nilai intrinsik.
2. Tari, tarian damarwulan – Minakjinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak-geriknya adalah tari perang antara Damarwulan-Minakjinggo merupakan nilai ekstrinsik. Sedang pesan yang disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan
merupakan nilai instrinsik.
c. Apa sebab manusia mencipta keindahan ?
kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis, meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.
Dapat disimpulkan bahwa :
Keindahan berasal dari kata “indah” berati bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, dimana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama: abadi dan mempunyai bdaya tarikyang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan bersifat universal.
Makna Renungan
Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sama lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
Setiap kegiatan untuk merenungkan atau mengevaluasi segenap pengetahuanyang telah dimiliki dapat disebut beflsafat. Akan tetapi tidak semua orang mampu berfkir keflsafatan. Pemikiran keflsafatan
mendasarkan diri kepada penalaran. Penalaran adalah proses berpikir logik dan analitik.
Penalaran merupakan kegiatan berpikir yang juga menyandarkan diri kepada suatu analisis. Analisis adalah kegiatan berpikir berdasarkan
langkah-langkah tertentu, sehingga pengetahuan yang diperoleh disebut pengetahuan tidak langsung. Pemikiran ilmiah (keilmuan) dan pemikiran keflsafatan mendasarkan diri kepada logika analitik. Hanya saja pemikiran keflsafatan mempunyai karakteristik sendiri yang berbeda dengan karakter keilmuan.
Pemikiran keflsafatan mempunyai 3 macam ciri, yaitu :
- Menyeluruh artinya pemikiran yang luas, bukan hanya ditinjau dari sudut pandangan tertentu. Pemikiran keflsafatan ingin mengetahui hubungan antara ilmu yang satu dengan ilmu-ilmu lain, hubungan ilmu dengan moral, seni dan tujuan hidup.
- Spekulatif artinya hasil pemikiran yang dapat dijadikan dasar untuk pemikiran-pemikiran selanjutnya. Hasil pemikiran selalu dimaksudkan sebagai dasar untuk menjelajah wilayah pengetahuan yang baru.
Metafsika adalah cabang flsafat yang paling umum, mendasar dan kritik spekulatif.
Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan atau penciptaan keindahaan didasarkan atas 3 macam teori ialah teori
pengungkapan, teori metafsika, dan teori psikologis. Masing-masing teori itu ada tokohnya. Dalam teori pengungkapan dikatan oleh Benetto Croce,
bahwa seni adalah pengungkapan kesan-kesan.
Dalam teori metafsika, plato mendalikan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi, sebagai realita illahi itu. karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan imitasi (tiruan) dari realita dunia. Sedangkan dalam dalam teori psikologik dinyatakan bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan, keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Adapun karya seninya itu adalah bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.
Dari teori permainan yang tergolong teori psikologik dengan tokohnya Frisdick Schiller dan Herbert Spencer; Schiller menyatakan, bahwa asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse).
Dalam proses jiwa seniman pada waktu merenung dalam rangka menciptakan seni, menurut keats selalu diliputi rasa ragu-ragu, takut, ketidaktentuan, misterius. Justru seniman yang tidak memiliki negatif tidak mampu menciptakan keindahan. Kemampuan negatif ini identik dengan proses mencari. Mencari yang dimaksud adalah mencari keindahan, karena yang bersangkutan merasa belum puas atas keindahan yang telah
diciptakan.
Selain daripada itu keats menyatakan, bahwa untuk mengatasi ketakutan adalah berkuasanya hal-hal yang sesaat. Baginya hal-hal sesaat itu
merupakan pelatuk yang meledakkan imajinasi, dan imajinasi ini membentuk konsep keindahan.
Selanjutnya konsep keindaha adalah abstrak. Konsep itu baru dapat berkomunikasi setelah diberi bentuk. Seperti halnya Gesang, setelah ia bermain bengawan Solo ia merenung, ia menemukan konsep keindahan. Tetapi konsep keindahan belum berkomunikasi, barulah berkomunikasi setelah diberi bentuk, yaitu lagu “Bengawa Solo” yang terkenal itu.
Keserasian berasal dari kata serasi; serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok, sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran, dan seimbang. Perpaduan misalnya orang berpakaian antara kulit dan warna yang diapakai cocok. Sebaliknya orang hitam memakai baju warna hijau, tentu makin hitam. Warna hijau pantas dipakai oleh orang berkulit kuning.atau kepasar mempergunakan pakaian pesta, atau sebaliknya berpesta mempergunakan pakaian santai, dan lain-lain.hal ini tentu tidak serasi atau kurang kena. Dan tentu akan dikatakan oleh setiap orang “sayang” atau kata-kata lain yang menunjukkan kekecewaan.
Karena itu dalam keindahan ini, sebagian ahli pikir menjelaskan, bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualita/pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kualita yang paling disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony),kesetangkupan ( synmetry), keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast). Selanjutnya dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan pertentangan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Tetapi adapula yang berpendapat
bahwa keindaha adalau suatu kumpulan hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.
Pendapat lain mengatakan, bahwa pengalaman estetik sebagai suatu keselarasan dinamik dan perenungan yang menyenangkan. Dalam
keselarasan itu seseorang memiliki perasaan seimbang dan tenang dan mempunyai citarasa akan sesuatu yang berakhir dan merasa hidup sesaat di tengah-tengahkesempurnaan yang menyenangkan hati dan ingin
memperpanjangnya.
Dengan ini dapat disimpulkan bahwa keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi yang artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok, kena, dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan,
pertentangan ukuran, dan seimbang.
Dalam memadu rumah dan halaman orang harus mempertimbangkan perbandingan ukuran, kalau tidak tentu hasilnya akan mengecewakan orang yang melihatnya.
Makna Kehalusan
dalam menghadapi orang lain. Lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap anggota badan lainnya.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku, sikap orang yang sedang bermusuhan.
Sikap halus dan lembut merupakan gambaran hati yang tulus serta cinta kasih terhadap sesama. Sebab itu orang yang bersikap halus atau lembut biasanya suka memperhatikan kepentingan orang lain, dan suka menolong orang lain. Sikap lembut merupakan perwujudan pola dari sifat-sifat ramah, sopan, sederhana dalam pergaulan.
Sikap halus juga dimiliki orang yang bersikap rendah hati. Karena orang yang bersikap rendah hati adalah orang yang halus tutur bahasanya, sopan tingkah lakunya, tidak sombong, tidak membedakan pangkat, dan derajat dalam pergaulan.
Menurut Alex Guntur dalam bukunya yang berjudul “etika”
menjelaskan, bahwa anggota badan yang melahirkan sikap kehalusan dan kekasaran ialah: kaki, tangan, kepala, mulut, bahu, bibir, mata, roman muka.
Kaki dapat digerakkan, dan gerakan kaki dapat menggambarkan tingkah laku orang, seperti melipat kaki, mengangkang kaki, menggoyang-goyangkan kaki, dan sebagainya. Orang yang kesadaran etisnya tinggi sikap kakinya akan dikendalikan sebaik-baiknya tidak akan mengganggu atau merugikan orang lain.
Tangan, termasuk jari-jarinya, dapat mewujudkan macam-macam sikap dengan gerakan-gerakannya, seperti meraba, mengusap, memukul, berjabat-tangan, mengerjakan sesuatu dan sebagainya.
Bahu, juga dapat melahirkan beberapa wuju tingkah laku, misalnya mengangkat bahu, membuka atau melebarkan bahu.
Kepala, dapat mewujudkan macam-macam sikap tingkah laku dengan gerakan-gerakannya, seperti gerakan mengangguk tanda setuju,
menggeleng-gelengkan tanda tidak setuju dan sebagainya.
Mulut, bibir dan matajuga dapat mewujudkan beberapa tingkah laku; dengan gerakan-gerakannya, seperti mata terbuka lebar, melihat ke sana-sini, mulut menganga, terkatub, bibir mencong dan sebagainya.
Bahasa melahirkan sikap Perkataan
Tentang perkataan, Alex Guntur menjelaskan, bahwa perkataan yang tersusun dalam kalimat-kalimat merupakan ungkapan atau gambaran isi hati, maksud keinginan, pendapat/buah pikiran atau sikap kita terhadap orang lain. Perkataan itu keluarnya melalui 2 saluran yakni saluran lisan dan tulisan.
Bagian-bagian rohaniah yang melahirkan sikap
Kemauan
Kemauan merupakan salah satu unsur yang terdapat dalam bagian rohaniah manusia. Unsur kemauan itu penting, karena kemaunlah yang menentukan pilihan, yakni :
- Berbuat atau tidak berbuat sesuatu - Berbuat baik atau tidak berbuat baik
Perasaan
Perasaan juga datangnya dari jiwa manusia, yang terwujud luarnya tampak pada tingkah lakunya, perbuatan atau tindakan. Karena itu, perasaan pun merupakan salah satu sikap.
Perasaan yang disini adalah perasaan yang ada jiwa atau yang lazim ada pada hati manusia. Karena dia menyuruh hati manusia, maka perasaan yang ada pada jiwa atau yang lazim ada pada hati manusia. Sebab itu
perasaan perlu dikendalikan dengan baik.
Pikiran
Pikiran adalah bagian rohani manusia yang dapay menciptakan pengetahuan, gagasan, pendapat, ide, daya upaya (akal), teori,
pertimbangan, ruangan, kesadaran kebijaksanaan, dan sebagainya,
demikian penjelasa Alex Guntur dalam bukunya yang berjudul “ETIKA”. Dari semua itu lahir macam-macam sikap, seperti sikap tahu dan ingin tahu, sikap mengerti, sadar, rasional, dan sebagainya.antara pikiran dan badaniah tak dapat dipisahkan, karena merupakan kesatuan.
Kelembutan dalam Pergaulan
keloyalan. Dan bagi orang tua harus berpegang kepada satu komando dan kesatuan sikap.
Pergaulan dalam Masyarakat
Keluarga adalah masyarakat, sudah tentu masyarakat terkecil. Namun keluarga itu peranannya dalam masyarakat sangat penting. Hal itu, karena masyarakat itu sebenarnya terjadi dari keluarga-keluarga kecil. Sebab antara keluarga dan masyarakat saling berpengaruh.
Keindahan Objektif dan Subjektif
ternyata bahwa dalam urusan keindahan itu tersangkut dua pihak, yaitu benda atau apa saja yang berperan sebagai objek dan siapa yang menanggapi sebagai pihak yang berperan sebagai sinjek. Tidak setiap objek yang indah akan diterima atau ditanggapi oleh setiap sunjek sebagai yang indah. Sebaliknya tidak setiap yang indah bagi seseorang akan dinilai indah pula bagi orang lain. Bukan tidak mungkin sesuatu yang sebenarnya tidak indah akan diterima sebagai yang indah oleh seseorang.
Atas dasar itu, sebenarnya keindahan itu menurut kenyataannya dapat dibedakan menjadi dua macam; yaitu keindahan objektif dan keindahan subjektif. Dengan keindahan objektif dimaksudkan ialah keindahan yang secara hakiki ada pada suatu benda atau apa saja. Keberadaan keindahan objektif ini tidak bergantung pada pihak-pihak luar benda atau objek itu. dengan kata lin, disenangi atau tidak objek tersebut tetap indah. Menurut Alexius Meinong (1838-1914) dan juga Christian Ehrenfels (1859-1932). “keindahan adalah kekayaan yang melekat pada objek itu sendiri”. Sejalan dengan pendapat diatas adalah ialah pendapat Pater Dick Hartoko. Menurut Pater Dick, “keindahan merupakan sesuatu yang melekat pada segala
sesuatu yang ada, baik pada Tuhan maupun makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Selanjutnya oleh Pater Dick dikatakan bahwa sifat-sifat keindahan seperti itu disebutkan sebagai keindahan trasendental, yang mengatasi batas-batas yang memisahkan segala sesuatu yang ada. Keberadaannya tidak dapat dan tidak boleh diterapkan secara “univoque” melainkan secara “analog”.
Keindahan sebutir mutiara berbeda dengan keindahan sekuntum bunga mawar atau anggrek, berbeda pula pula dengan keindahan sebuah bangunan artistik dari suatu gedung modern, tidak sama pula dengan keindahan jiwa seseorang yang saleh. Dalam hubungan ini S. Suharianto dalam bukunya “Menuju Manusia Berbudaya” menambahkan, sejauh benda-benda tersebut belum berubah dari bentuk atau keadaannya semula
dirusak, hutan itu akan kehilangan keindahaannya. Keindahan objektif tidak terikat oleh perkembangan mode atau perubahan zaman. Ia pun tidak
bergantung kepada asas manfaat lahiriah atau kegunaan yang bersifat material.
Berbeda halnya dengan keindahan subjektif. Keberadaan keindahan ini sangat bergantung kepada asas manfaat. Keindahan subjektif sangat
bergantung kepada kepentingan-kepentingan subjek penanggapnya. Karena itu sesuatu benda mungkin dianggap indah oleh seseorang, tetapi dianggap orang lain sebagai sesuatu yang tidak indah. Hal itu terjadi karena bagi orang pertama, benda tersebut mendatangkan manfaat atau
menyenangkannya, sedangkan bagi orang kedua justru sebaliknya. Itulah sebabnya keindahan subjektif sangat relatif.
Sekitar Masalah Kesenian
Banyak pernyataan tentang kesenian telah dilahirkan oleh para tokoh kesenian. Semuanya menunjuk tentang hasil karya seni (art) atau kesenian (arts) dan apa-apa yang dapat diberikan hasil karya kesenian tadi bagi para penghayat (penghayatannnya adalah manusia bukan anjing atau kerbau). Pernyataan tentang kesenian ini biasanya kita katakan batasan (defnisi) atau pengertian (conception) misalnya : “kesenian adalah karya cipta rasa dan karsa manusia untuk memberi rasa nikmat atau keindahan”,”seni itu indah dan dapat memberi kehalusan perasaan dan budi manusia”,”seni itu pancaran hati yang halus”,seni itu indah mempesona” dan banyak lagi yang lain.
Jika melihat batasan seni atau kesenian menurut Read diturunkan pembagiannya sebagai berikut :
- Seni Visual
Seni yang hanya dapat ditangkap oleh mata (khas) yaitu seni lukis karena lukisan hanya bisa ditangkap oleh indera mata.
- Seni Plastis
Seni jenis ini mestinya dapat digolongkan juga seni visual, seperti misalnya seni gerak dan patung, juga arsitektur serta pahat. - Musik
Hasil dari susunan (komposisi) lagu dan karya musik dalam ekspresi bunyi. Yang termasuk ialah musik instrumen dan vokal serta koor.
- Sastra yang termasuk karya-karya sastra meliputi : a. Tertulis misalnya :
2. cerpen, novel,esesi, dan 3. Drama
b. lesan
BAB V
MANUSIA DAN PENDERITAAN
Makna Penderitaan
Penderitaan dari kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan itu dapat lahir atau batin. Yang termasuk penderitaan itu antara lain keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain.
Baik dalam Al-Qur’an maupun kitab suci lain banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami manusia itu sebagai peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya
manusia itu kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.
Hal itu, misalnya dalam surat Al-Balad ayat 4 dinyatakan “manusia ialah makhluk yang hidupnya penuh dengan perjuangan”. Ayat tersebut diartikan, bahwa manusia bekerja keras untuk dapat melangsungkan
hidupnya. Untuk kelangsungan hidupnya manusia harus menghadapi alam dan tidak boleh lupa untuk bertaqwa pada Tuhan.
Hampir semua karya besar dalam bidang seni dan flsafat lahir dari imajinasi penderitaan. Epos Ramayana dan Mahabrata merupakan cerita yang penuh penderitaan.
Dalam epos ini kita dihadapkan pada sifat-sifat manusia yang tamak,kejam,amoral,tidak manusiawi,dengki, dan lain-lain. Tetapi juga dihadapkan dengan pada sifat-sifat manusia yang sabar,jujur,, menerima takdir (tawakal), mengalah, tak mudah putus asa dan harga diri. Kita semua dapat menilai tokoh-tokoh epos itu.
Dalam riwayat Nabi Muhammad SAW, diceritakansebagai anak yatim, dan kemudian yatim piatu; dibesarkan kakeknya kemudian
Nabi Isa As pun hidupnya penuh dengan penderitaan. Bahkan lahirnyapun di palungan.
Dalam riwayat hidup Budha Gautama yang dipahatkan dalam bentuk relief pada dinding candi Borobudur kita melihat juga adanya penderitaan. Biarpun berupa Relief, namun hati kita pilu dan haru, pada saat melihatnya. Seorang pangeran (sidarta) yang meninggalkan istana yang bergemerlapan, masuk hutan dan menjadi biksu dan makan dengan cara mengemis.
Mengembara di hutan yang penuh penderitaan dan tantangan.
Kalau kita baca buku riwayat hidup (biograf) dan riwayat hidup diri sendiri (otobiograf) orang-orang besar, semuanya dimulai dengan
penderitaan, jarang ada orang yang besar yang langsung saja menjadi orang besar.
Makna Siksaan
Berbicara tentang siksaan, maka terbayang pada ingatan kita tentang neraka dan dosa, dan akhirnya frman Tuhan dalam kitab suci Al-Qur’an. Seperti kita maklumi di dalam kitab suci Al-Qur’an terdapat banyak sekali surat dan ayat yang membicarakan tentang siksaan ini.
Macam siksaan dan bentuk siksaan bertebaran antara 69 buah dari surat Al-Ankabut, antara lain ayat 40 yang menyatakan :
“masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada di antaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat
seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan kedalam tanah seperti Qarun, dan adapula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh. Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena dosa-dosanya”.
Berbicara tentang siksaan terbayang dibenak kita sesuatu yang sangat mengerikan, bahkan mungkin mendirikan bulu kuduk kita. Betapa tidak, di dalam benak kitaterbayang seseorang yang tinggi besar, kokoh kuat dan dengan muka yang seram sedang memegang cemeti yang siap
dicambukkan ke orang yang disiksa dan lain-lain sebagainya.
Siksaan semacam itu banyak terjadi dan banyak dibaca diberbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis dihalaman pertama dengan judul huruf besar, dan kadang-kadang disertai gambar si korban.
Siksaan manusia ini ternyata menimbulkan kreatiftas baik bagi yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tulisan baik berupa berita,
cerpen,, ataupun novel yang mengisahkan siksaan orang. Bahkan siksaan itu juga banyak diflmkan.
Dengan membaca hasil seni yang berupa siksaan kita akan dapat mengambil hikmahnya. Karena kita dapat menilai manusia, harga dikuasai nafsu setan, kesadisan, tidak mengenal peri kemanusiaan, dan sebagainya.
Kita dapat menilai diri kita sendiri, di mana kita berdiri, dimana kita berpihak, dan sejauh mana ketakwaan kita.
Makna Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang tidak enak bagi sipenderita. Rasa sakit akibat menderita penyakit, atau sakit. Sakit perut akibatnya terasa sakit perutnya. Sakit gigi akibatnya terasa nyeri. Sakit hati akibatnya hatinya terasa sakit. Sakit cinta akibatnya hati selalu dirungdung rasa ingin ketemu orang yang dicintainya, dan sebagainya.
Segala macam rasa sakit atau penyakit yang diderita manusia tak dapat dipisahkan dari kehidupan, karena setiap orang mengalami rasa sakit atau penyakit. Bermacam rasa sakit yang diderita manusia. Sakit hati, sakit syaraf, dan sakit fsik. Setiap rasa sakit ada sebabnya, tetapi tidak semua rasa sakit atau penyakit mudah diketahui sebabnya.
Rasa sakit atau penyakit dapat menimbulkan daya kreatiftas manusia. Banyak hasil budaya seperti cerpen, novel, flm, ataupun seni foto yang mengungkapkan berbagai rasa sakit.
Rasa sakit banyak hikmahnya, antara lain dapat mendekatkan diri penderita KEPADA Tuhan, dapat menimbulkan rasa kasihan terhadap penderita, dapat membuka rasa keprihatinan manusia, rasa sosial, rasa dermawan, dan sebagainya.
Tiap rasa sakit atau penyakit ada obatnya. Hanya tergantung kepada penderita atau keluarga penderita, apa ada usaha atau tidak. Bagi yang berusaha sungguh-sungguh dengan disertai mendekatkan diri kepada Tuhan dan Pasrah kepada-Nya, maka Tuhan akan mengabulkan doa dan usahanya.
Neraka
Jelaslah bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan terdapat hubungan dan tak dapat dipisahkan satu sama lain. Empat hal itu merupakan rangkaian sebab-akibat.
Pengertian neraka sering kali dihubungkan dengan dengan kematian. Neraka sesudah mati dibahas oleh para agama. Penderitaan hidup yang sering pula dikatakan “neraka dunia” di bicarakan dalam bagian ini.
Banyak penderitaan yang di alami orang di dunia. Karena hebatnya penderitaan itu tak ubahnya dengan :”neraka” saja. Karena itu banyak orang yang mengatakan misalnya si A itu hidupnya bagaikan di neraka saja.
Neraka atau penderitaan yang hebat itu menimbulkan daya kreatiftas manusia. Banyak seniman yang menganggap penderitaan yang hebat atau neraka sebagai budaya yang menggambarkan manusia di “neraka”.
Selain itu banyak media massa yang mengkomunikasikan penderitaan yang hebat membuat pilu dan haru membacanya, sehingga banyak orang yang mengulurkan tangannya untuk meringankan beban sesama.
Jadi, karya budaya, tulisan dan penderitaan dapat mengubah sikap mental manusia.
Beberapa Kasus Penderitaan
Kata penderitaan berasal dari kata derita. Menurut Suyadi derita berasal dari bahasa sansekerta “dhra” yang berarti menahan atau
menanggung (Suyadi 1985). Kata ini dapat pula diberi makna merasakan. Persoalan yang muncul adalah mengapa manusia mengalami
penderitaan, apakah penderitaan itu membahayakan kesehatan, dan jika penderitaan itu membahayakan kehidupan manusia persoalan berikutnya adalah bagaimana upaya untuk dapat menghindari dari penderitaan.
Banyak dari beberapa kasus bahwa penderitaan yang berat dan yang tidak tertahankan lagi, dapat meletus berupa kemarahan dan tindakan-tindakan yang eksplosif. Penderitaan yang tidak tertahankan lagi dapat mendorong timbulnya emosi yang dapat berakibat menutup pertimbangan-pertimbangan akal sehat. Lalu, ada juga penderitaan seseorang yang harus terpaksa berpisah dengan orang yang dicintai. Jika penderitaan itu dirasakan begitu berat dan sampai meninggalkan emosi keadaan ini dapat
menyebabkan fungsi organ lain tidak dapat bekerja dengan baik seperti sulit atau tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
Ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik menyangkut kasus-kasus penderitaan ini yaitu :
- Penderitaan dapat muncul karena adanya konfik antara ciri-ciri kepribadian dengan kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan harapannya, berpisah dengan sesuatu yang dicintai, dan adanya rasa ketakutan.
- Penderitaan terjadi apabila manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya (biologis, psikologis, dan sosial) mengalami hambatan.
- Penderitaan yang dialami dan dirasakan terlalu berat dapat meningkatkan dan dapat mengganggu jiwa seseorang
- Penderitaan itu dapat dihilangkan.
Sumber Penderitaan 1. Hakikat Manusia
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk hidup yang memiliki kepribadian yang tersusun dari perpaduan dan saling hubungan dan pengaruh antara unsur-unsur jasmani dan rohani. Karena itu oenderitaan dapat pula terjadi pada tingkat jasmani maupun rohani.
Jasmani disebut juga sebagai tubuh, badan, badan wadaq, jasad, materi, wadah, atau unsur konkrit dari pada pribadi. Jasmani merupakan unsur yang hidup pada pribadi manusia
Rohani sering disebut dengan istilah lain seperti misalnya jiwa, badan halus, dan mind merupaka unsur yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera manusia. Dalam kehidupan seharihari rohani menjiwai, mendasari, dan memimpin unsur pribadi manusia. Rohani memiliki alat dan
kemampuan. Alat dan kemampuan itu adalah : - Nafsu
- Perasaan - Pikiran - Kemauan
Dalam rangka pembicaraan mengenai penderitaan ini akan dibahas sedikit mendasar tentang nafsu.
Nafsu adalah semua dorongan yang yang ditimbulkan oleh segala macam kebutuhan, termasuk pula instink, sehingga menimbulkan keinginan. Batas antara nafsu dan keinginan tidak terlalu jelas. Poedjawijatna (1984) menyamakan antara keinginan dan nafsu. Nafsu dapat menimbulkan gairah hidup pada manusia. Jika nafsu dipenuhi akan menimbulkan kepuasan
dengan rasa enak dan senang
keempat macam yang lebih dahulu, yang secara keseluruhan disebut “sedulur papat lima pancer”. Lima macam nafsu ialah : 1. Mutmainah 2. Ammarah 3. Supiah 4. Lawwanah 5. Kombinasi dari empat nafsu.
Kelima nafsu itu dimiliki atau berada dalam pribadi manusia. Tetapi tidak memiliki kekuasaan atau pengaruh yang sama. Intensitas pengaruh masing-masing nafsu itu pada diri manusia dipengaruhi oleh proses
sosialisasinya, khususnya sosialisasi pada masa anak-anak.
Perasaan merupakan gejala psikis. Perasaan menyangkut suasana batiniah manusia. Kalau seorang merasa cinta, benci dan sebagainya perasaan cinta atau benci ini tinggal didalam batin manusia. Perasaan itu timbul akibat dari kontak antara manusia dengan lingkungannya. Adanya rangsangan dari lingkungan yang menibulkan reaksi dalam kaitanya reaksi ini adalah emosional. Reaksi emosional ini dapat sesuai dengann kehendak pribadi atau akan melahirkan rasa puas, senang, dan sikap positif, tetapi dapat pula terjadi pula reaksi emosional ini tidak sesuai dengan kehendak pribadi sehingga akibat yang ditimbulkannya yaitu rasa tidak senang, marah, sikap negative. Rasa seperti marah, tidak senang dan sikap negative inilah salah satu penderitaan batiniah manusia.
2. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan sebagai sumber penderitaan Untuk mempertahankan keberadaan dan kehidupanya, manusia di tuntut untuk memenuhi kebutuhannya baik kebutuhan fsik, maupun kebutuhan psikis, dan social. Dorongan memenuhi kebutuhan ini juga
sebagai sumber penderitaan. Di dalam usaha memenuhi kebutuhan ini nafsu memegang peran penting. Nafsu atau dorongan ini cenderung menuntut untuk dipenuhinya kepuasan dan keinginan. Dalam usaha memenuhi dorongan atau nafsu ini menusia menggunakan daya kehendak dan akal budi serta perasaan yang di milikinya untuk memilih dan
mempertimbangkan jalan untuk objek yang di tuju. Kehendak akal dan budi mempertimbangkan jalam dan meteri yang merangsang manusia untuk di realisasikan dalam bentuk perbuatan.
Upaya Menghindarkan diri dari Penderitaan
Menurut Huijbers (1986) hidup objetif mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan hidup, dalam mengejarnya dan dalam
menghayatinya. Hidup efektif atau ersaan justru menjadi motor yang kuat untuk mengembangkan suatu hidup menjadi bagian suatu situasi hidup yang telah dicapai. Perkembangan hidup menusia terjalin dengan eratnya dengan hidup emosionalnya. Bila hidup emosionalnya baik maka kemungkinan
sebagian besar hidupnya akan baik pula. semua apa yang ada pada diri manusia sesungguhnya bisa dirubah, begitu pula dengan penderita.
Meskipun banyak yang berpendapat bahwa penderitaan adalah suatu takdir yang telah di tentukan dari yang maha kuasa, namun penderitaan ini bisa kita hindari, tentunya ada upaya atau usaha yang orang lakukan untuk menghindari suatu penderitaan, meskipun manusia hidup tidak akan pernah terlepas dari penderitaan. pada dasarny banyak upaya yang orang bisa lakukan untuk menghidari penderitaan, antara lain upaya yang bisa orang lakukan optimis, yaitu seseorang dalam melangkah atau melakukan sesuatu harus mampu bersifat optimmis, dari bersifat optimis inilah seseorang akan mampu menepis rasa takut yang bisa menyebabkan penderitaan. Seseorang yang mampu menahan diri untuk menjaga nafsu terutama nafsu kejelekan itu akan menghindarkan diri seseorang dari penderitaan. Kita tahu
bahwasanya manusia hidup tidak akan pernah terlepas dari penderitaan, namun setidaknya kita bisa meminimalisir penderitaan tersebut.
BAB VI
MANUSIA DAN KEADILAN
Manusia adalah makhluk Tuhan tertinggi dikarenakan memiliki tiga jenis gejala istimewa yakni akal, rasa, dan kehendak asal. Rasa dan kehendak ini menyatu dalam diri manusia yang terdiri atas jiwa dan raga yang kemudian menjadikan sumber kemampuan, kecerdasan atau kecakapan manusia dalam mengatur hidupnya. Manusia berpikir untuk memenuhi hasrat memperoleh pengetahuan, untuk mencapai kebenaran dan kenyataan, berusaha untuk memenuhi hasrat memperoleh seni dalam arti luas, untuk mencapai keindahan, kehendak, untuk memenuhi hasrat memperoleh hal yang baik dan kebaikan. Semua hal tersebut menjadi sumber kemampuan manusia untuk menciptakan sesuatu dalam kebutuhan hidupnya baik jasmani dan rohani.
Manusia adalah makhluk individu yang merupakan bagian dari makhluk sosial. Manusia dianggap sebagai makhluk individu karena dapat mengatur kehidupannya sendiri, sedangkan manusia dianggap sebagai makhluk sosial karena manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain.
Manusia selain menjadi makhluk individu dan makhluk sosial juga merupakan makhluk Tuhan. Manusia dalam mengatur hubungan dengan kodrat manusia perlu adanya keserasian, keseimbangan, kesesuaian ataupun kesamaan dalam tingkah laku yang adil yang menjadi tujuan manusia dalam hidupnya.
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Masing- masing orang menginginkan hak hidup mereka dengan cara bekerja keras dan berusaha tanpa merugikan orang lain. Orang lain juga memiliki hak hidup untuk kehidupan mereka sendiri, maka dari itu kita sebagai orang yang ingin mempertahankan hak hidup kita harus memberikan kesempatan pada orang lain juga. Keadilan disini mencakup keseimbangan dan keharmonisan antara hak dan kewajiban masyarakat.
macamnya. Bahkan ada manusia yang demi keadilan dan cinta kasih rela mengurangi dan mengorbankan hak sendiri untuk kepentingan umum demi kepentingan negara dan bangsanya, yang disebut sebagai rela berkorban. Jika seseorang atau golongan tertentu hanya mementingkan hak dan kewajiban sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain akan menimbulkan keadilan semu. Contoh keadilan semu yaitu :
Bagi pengusaha keadilan akan tercipta jika keuntungan terbesar jatuh pada pihak pedagang atau pengusaha.
Bagi buruh keadilan akan tercipta jika upah dibayar tepat waktu dan dibagi wajar pada kaum buruh.
Khong Hu Tsu, seorang flosof China menuturkan : “Bila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya, maka itulah keadilan.” Lewat perkataan beliau menjelaskan bahwa jika masing-masing melakukan tugas mereka dengan baik maka akan tercipta keadilan dalam hidup.
Aristoteles mengatakan bahwa keadilan adalah suatu kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan disini dimaksudkan titik tengah diantara kedua ekstrim baik dikiri atau dikanan.
Plato menganggap bahwa keadilan adalah kewajiban tertinggi dalam kehidupan negara yang baik, sedangkan orang yang adil adalah orang yang mampu mengendalikan diri, perasaannya dikendalikan oleh akan sehat.
Menurut Ensiklopedi Indonesia adil berarti :
Tidak berat sebelah atau tidak memihak kesalah satu pihak.
Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya.
Mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan mana yang salah, bertindak jujur dan tepat menurut peraturan atau syarat dan rukun yang telah ditetapkan. Tidak sewenang-wenang dan tidak maksiat atau berbuat dosa.
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil, orang melakukan pekerjaan sesuai sifat dasar yang cocok dengan dirinya. Plato menyebutnya sebagai keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal. Keadilan akan terlaksana jika masing-masing orang mengerjakan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan baik tanpa ikut campur atau ikut ambil bagian dalam pekerjaan orang lain yang tidak cocok dengan dirinya
2. Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana jika hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama. Contoh : Ali bekerja selama 10 tahun di PT. ABECE, Budi bekerja selama 5 tahun di PT. ABECE. Jika Ali menerima komisi sebesar 100.000, maka Budi seharusnya menerima 50.000.
3. Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Aristoteles mengatakan bahwa keadilan adalah asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Di dalam masyarakat sendiri pun terdapat petunjuk agar warga bisa hidup tentram, damai, dan sejahtera. Masing-masing masyarakat diwajibkan berbuat adil terhadap sesamanya agar menciptakan ketertiban dalam masyarakat.
Keadilan dan ketidakadilan sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak karya sastra yang lahir dari visualisasi keadilan dan ketidakadilan seperti dalam seni drama, seni puisi, novel, musik, flm, flasafat dll.
1. Kejujuran dan kebenaran
harus selaras dengan perbuatan nyata. Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberanian dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti.
Kebenaran atau benar dalam arti moral berarti tidak palsu, tidak munafk, yakni bila perkataannya sesuai dengan keyakinan batin atau hatinya. Kebenaran dan kejujuran yang dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi adalah kesadaran tentang akan sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap perbuatan salah. Kesadaran moral adalah kesadaran tentang diri sendiri, kesadaran melihat dirinya sendiri berhadapan dengan pilihan hal yang baik dan buruk, yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Kejujuran dan kebenaran merupakan landasan untuk keadilan.
Hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur yaitu pengaruh lingkungan, sosial ekonomi, ingin populer, dan lain sebagainya. Untuk mempertahankan kejujuran berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan orang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai pada batas yang dibenarkan.
2. Kecurangan
Kecurangan atau curang artinya apa yang dikatakan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap orang yang berlebih dalam materi atau hal lainnya dan senang jikalau masyarakatnya disekitarnya hidup menderita. Padahal agama apa pun tidak membenarkan orang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, apalagi dengan jalan yang tidak seharusnya.
3. Pemulihan Nama Baik
Nama baik adalah salah satu tujuan utama orang hidup, nama yang tidak tercela. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan masyarakat dalam hidupnya. Yang dimaksud dengan tingkah laku atau perbuatan itu antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik pada hakikatnya sesuai dengan kodrat manusia yaitu :
Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral.
Ada aturan yang berdiri sendiri yang harus di patuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
Pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya , bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai akhlak. Akhlak berasal dari bahasa Arab dalam bentuk jamak “khuluq” dari akar kata “khlaq” yang berarti penciptaan. Tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan akhlak yang baik.
Terdapat tiga macam godaan yang derajat/pangkat, harta dan wanita. Bila orang tidak dapat mengendalikan dirinya, tidak dapat menguasai hawa nafsunya, maka akan terjerumus ke hal-hal negatif seperti haus akan harta, wanita dan menghal-halalkan segala cara untuk mendapat jabatan tertentu.
Untuk memulihkan nama baik, manusia harus tobat atau minta maaf. Tentunya tobat bukan hanya dimulut saja, tetapi direalisasikan dalam tingkah laku yang sopan, ramah, berbudi budi darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kekpada sesama hidup dengan penuh kasih sayang, tanpa pamrih, takwa kepada Tuhan, mempunyai sikap rela, jujur, dll.
4. Pembalasan
Pembalasan pun meliputi pembalasan negatif dan pembalasan positif. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma untuk mewujudkan moral itu. Perbuatan amoral disebabkan oleh pengaruh lingkungan masyarakat.
BAB VII
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
1. Manusia dan Tanggung Jawab
Pertanggungjawaban berasal dari kata tanggung jawab yaitu beban psikis (kejiwaan) yang melandasi pelaksanaan kewajiban (atau dalam melakukan kewajiban) dari tugas tertentu. Kesanggupan seseorang terhadap suatu tugas wajib disebut kewajiban, akan berakibat pada suatu celaan atau menerima akibat tertentu karena tidak dilaksanakan.
Dalam agama islam ada tugas yang bersifat :
1. Wajib (fardhu), artinya suatu tugas yang harus dilaksanakan atau tugas yang tidak boleh ditinggalkan kalau tidak dikerjakan menerima sanksi berupa dosa. 2. Sunnah artinya tugas atau perintah Allah, yang bila
dikerjakan mendapat pahala, dan jika tidak dikerjakan tidak berdosa.
Lahirnya kewajiban karena adanya hubungan hidup manusia diantaranya :
Tanggung jawab dapat diperoleh sebagai makhluk Tuhan, karena menerima perintah untuk berbakti pada Allah. Kemudian kewajiban juga timbul dari dalam diri sendiri dikaitkan dengan nilai yang diterima dalam dirinya lalu dijadikan sebagai harapan hidup.
Kebutuhan hidup manusia meliputi : kebutuhan hidup jasmani, rohani (kejiwaan), kebutuhan hidup sosial kemasyarakatan. Di Amerika terdapat pendidikan 4 H yaitu : hean (daya pikir), heart (daya perasaan), hand (daya keterampilan motorik), health (kesehatan). Pendidikan tersebut dapat dilakukan oleh orang tua, kaum agama, guru, dll. Mendidik anak merupakan tanggung jawab orang tua, tetapi orang tua yang memiliki keterbatasan pengetahuan melimpahkan tanggung jawabnya pada orang lain yaitu guru di sekolah atau guru les.
Menurut Prof. Drijarkara mengatakan manusia jika dilihat dari hubungannya dengan tanggung jawab mempunyai hukum kodrat. Setiap manusia dikatakan baik jika memiliki sikap dasar yang dapat membentuk karakter itu. Salah satu sikap dasar itu adalah tanggung jawab. Tanggung jawab bila dihubungkan dengan kewajiban memiliki arti bahwa tanggung jawab dapat digunakan sebagai landasan untuk melakukan kewajiban.
Anak kecil belum mampu diberikan tanggung jawab, dikarenakan masih belum dapat menghayati nilai tanggung jawab. Apabila dipandang dari segi kemerdekaan individu, maka tanggung jawab berarti sikap atau pendirian yang menyebabkan seseorang menetapkan bahwa ia hanya akan menggunakan kemerdekaan untuk melaksanakan perbuatan susila, karena manusia sadar dan mengerti akan tuntutan kodratnya.
2. Makna Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia adalah makhluk pribadi yang memiliki pendapat sendiri, perasaan sendiri dan dengan itulah manusia bertindak atau berbuat. Manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang disengaja ataupun tidak.
Keluarga adalah suami, istri, ayah, ibu, dan anak-anak, dan orang lain yang menjadi anggota keluarganya. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada
keluarganya. Tanggung jawab merupakan
kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
b. Tanggung jawab kepada masyarakat
Manusia adalah makhluk sosial merupakan anggota masyarakat, karena itu dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara , dsb yang terikat dengan masyarakat. Tingkah laku dan perbuatan masyarakat harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat luas.
c. Tanggung jawab kepada bangsa/negara
Manusia juga merupakan warga negara, maka dari itu sebagai warga negara yang baik tiap individual terikat oleh norma atau ukuran yang dibuat oleh negara. Setiap tingkah laku warga negara yang melanggar norma maka harus bertanggung jawab pada negara.
d. Tanggung jawab kepada Tuhan
Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Dalam frman Tuhan juga dikatakan bahwa manusia dalam hidupnya harus bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya. Jika manusia tidak bekerja keras dalam hidup ini maka mereka akan menanggung sendiri hasil perbuatan mereka sendiri.
3. Makna Pengabdian
atau kasih sayang. Pengabdian merupakan rasa tanggung jawab seseorang.
a. Pengabdian kepada keluarga
Manusia hidup berkeluarga yang didasarkan atas cinta dan kasih sayang. Didalam kasih sayang terdapat pengorbanan dan pengabdian. Tidak ada kasih sayang tanpa pengabdian. Jika terdapat kasih sayang tanpa pengabdian, maka kasih sayang tersebut adalah semu. b. Pengabdian kepada masyarakat
Manusia adalah anggota masyarakat, tidak dapat hidup sendiri dan saling membutuhkan. Kita harus saling membaur dalam masyarakat tidak boleh mengasingkan diri. Anggota masyarakat harus mengabdi pada masyarakat.
c. Pengabdian kepada negara
Manusia adalah bagian dari bangsa atau negara. Warga negara harus mencintai negaranya dengan cara artinya merasa, tahu, ingat kepada keadaan yang sebenarnya, ingat akan dirinya, siuman, bangun dari pingsan. Contoh kesadaran yaitu rakyat telah sadar akan bahaya korupsi. Secara umum makna kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikiran yang telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakan.