• Tidak ada hasil yang ditemukan

Margin laba kotor =

Dalam dokumen BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 31-48)

Margin laba kotor =

Tabel 3.3 Margin Laba Kotor PT Matahari Department Store Tbk

Tahun Laba Kotor Penjualan Margin Laba Kotor 2010 Rp 2.143.276 Rp 3.302.000 0,65 2011 Rp 3.105.496 Rp 4.674.208 0,66 2012 Rp 3.706.143 Rp 5.581.700 0,66 2013 Rp 4.363.052 Rp 6.717.260 0,65 2014 Rp 5.048.040 Rp 7.880.169 0,64

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk. tahun 2010 sampai 2014, diolah

Tabel 7.3 Rata-rata Industri Margin Laba Kotor Tahun MDS RALS MAPI Rata-rata

2010 0,65 0,35 0,51 0,50

2011 0,66 0,35 0,52 0,51

2012 0,66 0,35 0,51 0,51

2013 0,65 0,36 0,50 0,50

2014 0,64 0,35 0,47 0,49

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk tahun 2010 sampai 2014, diolah

Berdasarkan tabel 3.3 margin laba kotor yang dihasilkan PT Matahari Department Store Tbk menunjukkan tingkat margin agak

fluktuatif. Namun margin laba kotor masih cukup stabil. Karena setiap tahunnya penjualan perusahaan terus meningkat dengan diiringi oleh meningkatnya laba kotor yang dihasilkan dari penjualan pula. Margin laba kotor pada tahun 2010 menunjukkan angka 0,65 yang berarti setiap Rp 1 penjualan perusahaan memuat Rp 0,35 harga pokok penjualan dan turut berkontribusi menciptakan 0,65 laba kotor.

Sementara di tahun 2011 dan 2012 margin laba kotor menunjukkan angka yang sama sebesar 0,66 yang berarti untuk setiap Rp 1 penjualan perusahaan memuat Rp 0,34 harga pokok penjualan dan turut berkontribusi menciptakan 0,66 laba kotor. Laba kotor peusahan meningkat sebesar 962 milliar dari tahun 2010 dan penjualan meningkat sebesar 1,37 trilliun. Kemudian di tahun 2012 laba kotor dan penjualan perusahaan, keduanya meningkat sebesar 19,4% sehingga margin laba kotor masih sama dengan tahun 2011.

Meskipun penjualan meningkat pada tahun 2013 dan 2014 namun margin laba kotor cenderung menurun karena meningkatnya beban pokok pendapatan pada dua tahun tersebut. Margin laba kotor menurun 15% di tahun 2013 dan sama halnya pada tahun 2014.

d) Margin Laba Operasional (Operating Profit Margin)

Margin laba kotor =

Tabel 3.4 Margin Laba Operasional (Operating Profit Margin) PT Matahari Department Store Tbk

Tahun Laba Operasional Penjualan Margin Laba Operasional 2010 Rp692.916 Rp 3.302.000 0,21 2011 Rp1.241.301 Rp 4.674.208 0,27 2012 Rp1.584.351 Rp 5.581.700 0,28 2013 Rp1.814.868 Rp 6.717.260 0,27 2014 Rp2.083.912 Rp 7.880.169 0,26

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk. tahun 2010 sampai 2014, diolah

Tabel 7.4 Rata-rata Industri Margin Laba Operasional Tahun MDS RALS MAPI Rata-rata

2010 0,21 0,08 0,10 0,13

2011 0,27 0,07 0,11 0,15

2012 0,28 0,08 0,10 0,15

2013 0,27 0,07 0,08 0,14

2014 0,26 0,05 0,04 0,12

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk tahun 2010 sampai 2014, diolah

Berdasarkan tabel 3.4 margin laba operasional PT Matahari Department Store Tbk menunjukkan besaran angka yang agak fluktuatif dalam rentang lima tahun yang dianalisis. Sedangkan peningkatan untuk penjualan dan laba operasional tidak begitu signifikan sehingga menyebabkan sedikit kenaikan dan penurunan

margin laba operasional. Di tahun 2010 margin laba operasional menunjukkan angka 0,21 yang berarti setiap Rp 1 penjualan turut menciptakan Rp 0,21 laba operasional. Di tahun selanjutnya margin laba operasional meningkat menjadi 0,27 karena di tahun 2011 perusahaan tidak lagi menanggung kerugian lainnya sebesar tahun sebelumnya.

Pada tahun 2012 margin laba operasional meningkat menjadi 0,28 yang berarti setiap Rp 1 penjualan turut berkontribusi menciptakan Rp 0,28 laba operasional. Margin laba operasional di tahun 2013 turun menjadi 0,27 disebabkan oleh meningkatnya beban pokok pendapatan. Segitu pula dengan margin laba operasional di tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 0,27. Hal ini disebabkan adanya kerugian lainnya di tahun 2014 yaitu penyesuaian pajak periode lalu, berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya perusahaan mendapatkan keuntungan lainnya.

e) Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Tabel 3.5 Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) PT Matahari Department Store Tbk

Tahun Laba Bersih Penjualan Bersih Net Profit

Margin 2010 Rp 62.617 Rp 3.302.000 0,02 2011 Rp 465.648 Rp 4.674.208 0,10 2012 Rp 770.881 Rp 5.581.700 0,14 2013 Rp 1.150.160 Rp 6.717.260 0,17 2014 Rp 1.419.118 Rp 7.880.169 0,18

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk. tahun 2010 sampai 2014, diolah

Tabel 7.5 Rata-rata Industri Margin Laba Bersih Tahun MDS RALS MAPI Rata-rata

2010 0,02 0,06 0,05 0,04

2011 0,10 0,06 0,07 0,08

2012 0,14 0,06 0,07 0,09

2013 0,17 0,05 0,04 0,09

2014 0,18 0,04 0,01 0,08

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk tahun 2010 sampai 2014, diolah

PT Matahari Department Store Tbk dikenal sebagai perusahaan ritel terbesar di Indonesia yang memiliki banyak gerai tersebar di seluruh Indonesia. Tercatat sampai 31 Desember 2014, perusahaan telah memiliki 131 gerai. Hal ini memungkinkan untuk perusahaan menciptakan laba bersih yang tinggi. Luasnya area bisnis, pelayanan

yang memadai dan barang dagangan yang berkualitas membuat PT Matahari Department Store Tbk memimpin di sektor bisnisnya.

Berdasarkan tabel 3.5, margin laba bersih terendah berada di tahun 2010 yaitu sebesar 0,02. Angka ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1 penjualan bersih turut berkontribusi menciptakan Rp 0,02 laba bersih. Dan rasio tertinggi terdapat di tahun 2014 sebesar 0,18 yang berarti setiap Rp 1 penjualan bersih turut berkontribusi menciptakan Rp 0,18 laba bersih. Margin laba bersih setiap tahun juga terus meningkat, seiring dengan meningkatnya penjualan bersih dan laba bersih perusahaan. Secara keseluruhan, margin laba bersih perusahaan berada diatas rata-rata industri sejenis kecuali pada tahun 2010, menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menciptakan laba bersih.

4. Rasio Aktivitas

Rasio yang digunakan menilai efektivitas perusahaan dalam menggunakan aset yang dimilikinya, termasuk untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

a) Rasio Perputaran Piutang Usaha (Accounts Receivable Turn Over)

Rasio Perputaran Piutang Usaha =

Tabel 4.1 Rasio Perputaran Piutang Usaha (Accounts Receivable

Turn Over) PT Matahari Department Store Tbk

Tahun Penjualan Rata-rata Rasio

(Kali) Rasio (Hari) 2010 Rp 3.302.000 Rp 13.004 254 1 2011 Rp 4.674.208 Rp 30.176 155 2 2012 Rp 5.581.700 Rp 51.464 108 3 2013 Rp 6.717.260 Rp 45.220 149 2 2014 Rp 7.880.169 Rp 38.924 202 2 Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk.

tahun 2010 sampai 2014, diolah

Tabel 8.1 Rara-rata Industri Rasio Perputaran Piutang Usaha

Tahun MDS RALS MAPI Rata-rata Rasio(Hari)

2010 254 211 31 165 2

2011 155 229 31 139 3

2012 108 341 32 161 2

2013 149 340 33 174 2

2014 202 236 32 157 2

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk tahun 2010 sampai 2014, diolah

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa rasio perputaran piutang usaha pada PT Matahari Department Store mengalami fluktuasi. Dari lamanya rata-rata penagihan piutang usaha, dalam kurun waktu 5 tahun rata-rata penagihan piutang yaitu 2 hari. Dibandingkan dengan rata-rata industri sejenisnya, penagihan

piutang PT Matahari Department Store Tbk sudah sebanding dengan perusahaan sejenisnya meskipun di tahun 2012 sehari lebih lama.

Pada tahun 2010 merupakan tahun dimana aktivitas penagihan piutang perusahaan yang terbaik yaitu 1 hari saja. Di tahun 2011, 2013, dan 2014 lamanya rata-rata penagihan piutang usaha perusahaan sebanding dengan perusahaan sejenis yaitu 2 hari. Sedangkan tahun 2012 penagihan piutang usaha perusahaan kurang baik karena lebih lama dari rata-rata industri yaitu 3 hari. Hal ini disebabkan oleh kenaikan rata-rata piutang usaha tahun 2012 sebesar 71% dari tahun 2011. Sehingga rasionya mengalami penurunan yang berakibat pada bertambah lamanya rata-rata penagihan piutang perusahaan.

b) Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over)

Tabel 4.2 Perputaran Persediaan (Inventory Turn Over) PT Matahari Department Store Tbk

Tahun Penjualan Bersih Rata-rata Persediaan Rasio Perputaran Persediaan Rasio (Hari) 2010 Rp 3.302.000 Rp 382.424 9 42 2011 Rp 4.674.208 Rp 431.399 11 34 2012 Rp 5.581.700 Rp 490.807 11 32 2013 Rp 6.717.260 Rp 621.705 11 34 2014 Rp 7.880.169 Rp 839.520 9 39 Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk.

tahun 2010 sampai 2014, diolah

Tabel 8.2 Rata-rata Industri Perputaran Persediaan (Inventory Turn

Over)

Tahun MDS RALS MAPI

Rata-rata Rasio(Hari) 2010 9 9 4 7 52 2011 11 9 4 8 45 2012 11 10 4 8 43 2013 11 10 4 8 45 2014 9 9 3 7 49

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk tahun 2010 sampai 2014, diolah

Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa rasio perputaran persediaan PT Matahari Department Store mengalami fluktuasi, meskipun di tiga tahun pertengahan rasio cenderung stabil. Di tahun 2010 rasio perputaran persediaan menunjukkan angka 9 dengan lamanya perputaran persediaan yaitu 42 hari. Rasio ini lebih baik

dari rata-rata industri yang lamanya perputaran persediaan sampai 52 hari.

Rasio perputaran persediaan di tahun 2011-2013 menunjukkan angka yang sama yaitu 11, meskipun lamanya perputaran persediaan memiliki sedikit selisih yaitu antara 32 dan 34 hari. Besarnya rasio ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai angka 9. Diantara industri sejenisnya, rasio perputaran persediaan perusahaan tahun 2011-2013 masih memimpin jauh lebih cepat rata-rata industrinya yaitu 45 hari.

Di tahun 2014, rasio perputaran persediaan mengalami sedikit penurunan disebabkan oleh meningkatnya persediaan dengan jumlah yang cukup signifikan untuk memenuhi persediaan barang dagang di gerai-gerai baru. Meskipun penjualan juga meningkat, jumlahnya yang hanya sedikit tetap menyebabkan rasio perputaran persediaan menurun. Rasio menunjukkan angka 9 dengan lamanya perputaran persediaan yaitu 39 hari. Artinya perusahaan rata-rata dapat menjual barang dagangannya dalam kurun waktu 39 hari. Perputaran persediaan tahun 2014 berada di atas rata-rata industrinya yaitu 49 hari.

Meskipun dalam kurun waktu 5 tahun, rasio perputaran persediaan mengalami fluktuasi, namun secara keseluruhan lamanya perputaran persediaan perusahaan masih diatas industri sejenisnya.

Dan dapat dikatakan aktivitas penjualan yang dilakukan manajemen telah cukup efektif dengan strategi bisnisnya.

c) Rasio Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turn Over)

Tabel 4.3 Rasio Perputaran Modal Kerja PT Matahari Department Store Tbk

Tahun Penjualan Rata-rata Aset Lancar Rasio Perputaran Modal Kerja 2010 Rp 3.302.000 Rp 1.176.678 2,81 2011 Rp 4.674.208 Rp 1.545.829 3,02 2012 Rp 5.581.700 Rp 1.655.778 3,37 2013 Rp 6.717.260 Rp 1.723.644 3,90 2014 Rp 7.880.169 Rp 1.910.287 4,13 Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk.

tahun 2010 sampai 2014, diolah

Tabel 8.3 Rata-rata Industri Rasio Perputaran Modal Kerja

Tahun MDS RALS MAPI Rata-rata

2010 2,81 2,58 2,51 2,63

2011 3,02 2,50 2,75 2,76

2012 3,37 2,56 2,67 2,87

2013 3,90 2,56 2,50 2,98

2014 4,13 2,31 2,44 2,96

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk tahun 2010 sampai 2014, diolah

Dilihat dari tabel 4.3 rasio perputaran modal kerja pada PT Matahari Department Store Tbk telah cukup baik, besarnya rasio terus meningkat setiap tahunnya. Dalam lima tahun analisis, semuanya menunjukkan bahwa rasio perputaran modal kerja perusahaan telah berada diatas rata-rata industri sejenisnya. Hal ini dikarenakan peningkatan yang stabil dari penjualan maupun aset lancar perusahaan.

Rasio tertinggi berada pada tahun 2014 yaitu sebesar 4,13 yang berarti bahwa setiap Rp 1 aset lancar turut berkontribusi menciptakan Rp 4,13 penjualan. Sedangkan rasio terendah sebesar 2,81 di tahun 2010 yang berarti bahwa setiap Rp 1 aset lancar turut berkontribusi menciptakan Rp 2,81 penjualan. Walaupun rasio terendah dalam periode 5 tahun, tetapi besarnya rasio masih berada diatas rata-rata industri sejenisnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan telah menggunakan modal kerjanya secara efektif untuk dapat menghasilkan penjualan.

d) Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turn Over)

Tabel 4.4 Rasio Perputaran Aset Tetap PT Matahari Department Store Tbk

Tahun Penjualan Rata-rata Aset Tetap Rasio Perputaran Aset Tetap 2010 Rp 3.302.000 Rp 559.593 5,90 2011 Rp 4.674.208 Rp 597.495 7,82 2012 Rp 5.581.700 Rp 658.448 8,48 2013 Rp 6.717.260 Rp 710.596 9,45 2014 Rp 7.880.169 Rp 726.570 10,85 Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk.

tahun 2010 sampai 2014, diolah

Tabel 8.4 Rata-rata Industri Rasio Perputaran Aset Tetap

Tahun MDS RALS MAPI Rata-rata

2010 5,90 4,53 3,83 4,76

2011 7,82 4,43 4,17 5,47

2012 8,48 4,86 4,30 5,88

2013 9,45 4,53 4,27 6,09

2014 10,85 4,16 4,64 6,55

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk tahun 2010 sampai 2014, diolah

Berdasarkan tabel 4.4 rasio perputaran aset tetap pada tahun 2010 yang menunjukkan angka 5,9 merupakan rasio terendah. Rasio ini berarti bahwa setiap Rp 1 aset tetap turut berkontribusi menciptakan Rp 5,9 penjualan. Dan rasio terendah berada di tahun 2014 sebesar 10,85 dengan kata lain bahwa setiap Rp 1 aset tetap turut berkontibusi menciptakan Rp 10,85 aset tetap. Setiap tahunnya

perusahaan selalu membuka gerai baru, maka diperlukan tambahan aset tetap untuk mendukungnya seperti peralatan dan instalasi. Dan bertambahnya jumlah gerai membuat penjualan PT Matahari Department Store Tbk pun semakin meningkat.

Rasio perputaran aset tetap PT Matahari Department Store Tbk pada tahun 2010-2014 menunjukkan tren yang terus meningkat. Setiap tahun total aset tetap dan penjualan terus meningkat dan membuat rasio perputaran aset tetap perusahaan memimpin di antara perusahaan sejenisnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan telah menggunakan aset tetapnya secara maksimal untuk menciptakan penjualan.

e) Rasio Perputaran Total Aset (Total Assets Turn Over)

Tabel 4.5 Rasio Perputaran Total Aset PT Matahari Department Store Tbk.

Tahun Penjualan Rata-rata Total Aset Rasio Perputaran Total Aset 2010 Rp 3.302.000 Rp 1.884.487 1,75 2011 Rp 4.674.208 Rp 2.333.828 2,00 2012 Rp 5.581.700 Rp 2.676.112 2,09 2013 Rp 6.717.260 Rp 2.933.317 2,29 2014 Rp 7.880.169 Rp 3.172.627 2,48

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk. tahun 2010 sampai 2014, diolah

Tabel 8.5 Rata-rata Industri Rasio Perputaran Total Aset

Tahun MDS RALS MAPI Rata-rata

2010 1,75 1,43 1,32 1,50

2011 2,00 1,40 1,44 1,62

2012 2,09 1,46 1,45 1,66

2013 2,29 1,42 1,40 1,70

2014 2,48 1,31 1,42 1,74

Sumber : Laporan Keuangan PT Matahari Department Store Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk tahun 2010 sampai 2014, diolah

Berdasarkan tabel 4.5 menunjukkan bahwa rasio perputaran total aset pada PT Matahari Department Store Tbk mengalami peningkatan rasio cukup stabil. Penyebabnya yaitu peningkatan penjualan yang disertai oleh kenaikan total aset yang dimiliki perusahaan pula. Dan seluruh rasio berada diatas rata-rata industri perusahaan sejenisnya. Peningkatan total aset perusahaan meningkat terutama dalam memenuhi kebutuhan untuk gerai-gerai baru yang terus dibuka oleh perusahaan seperti persediaan barang dagangan, aset tetap dan sewa jangka penjang.

Di tahun 2010 rasio perputaran total aset menunjukkan angka 1,75. Hal ini berati bahwa setiap Rp 1 total aset turut menciptakan Rp 1,75 penjualan. Di tahun selanjutnya pertumbuhan tingkat rasio perputaran total aset mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 2,00 yang berarti untuk setiap Rp 1 total aset turut berkontribusi menciptakan Rp 2 penjualan. Rasio terbaik

berada di tahun 2014 yaitu sebesar 2,48. Dilihat dari tabel 8.5 rasio perputaran total aset perusahaan selalu berada diatas rata-rata industri sejenisnya. Dan dapat dikatakan bahwa perusahaan telah dapat menggunakan keseluruhan aset yang dimiliki untu menghasilkan penjualan sebanyak-banyaknya.

C. Temuan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan penulis terhadap laporan keuangan PT Matahari Department Store Tbk pada tahun 2010-2013 dengan menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas, dapat ditemukan beberapa poin penting terkait dengan kinerja perusahaan dalam rentang lima tahun yang dianalisis, antara lain yaitu :

1. Kelebihan

a. Laba bersih perusahaan mengalami peningkatan yang cukup memuaskan karena penjualan terus meningkat setiap tahunnya. Meskipun laba bersih di tahun 2010 terbilang kecil, perusahaan melakukan pergerakan yang cukup cepat dengan pencapaian laba bersih di tahun berikutnya mencapai 7,3 kali.

b. Gerai-gerai baru yang terus dibuka setiap tahunnya oleh PT Matahari Department Store Tbk membuat persediaan barang dagang yang dibutuhkan perusahaan semakin meningkat. Rasio perputaran persediaan perusahaan yang terus mempimpin diatas rata-rata industri

sejenis membuat aktivitas penjualan persediaan barang dagang yang dilakukan perusahaan dapat dikatakan telah efektif dan efisien.

c. Penggunaan modal kerja perusahaan telah dimanfaatkan dengan baik untuk menciptakan penjualan, bahkan mencapai 4 kali dari rata-rata aset lancar di tahun 2014.

d. PT Matahari Department Store Tbk memiliki area penjualan terbesar dan terluas di Indonesia, dengan beragam produk yang ditawarkan berasal dari pemasok dalam negeri membuat aktivitas penjualan perusahaan lancar karena tidak ada kesulitan maupun lama menunggu mendapatkan pasokan persediaan barang dagangan.

e. Luasnya area penjualan PT Matahari Department Store Tbk juga membuat produk-produknya dikenal baik oleh konsumen dan menjadi pilihan sebagian besar konsumen terutama dikalangan menengah keatas karena kualitas produk yang bagus dan dengan pelayanan memadai dari karyawan perusahaan serta kenyamanan dalam berbelanja.

2. Kelemahan

a. Rasio likuiditas perusahaan seluruhnya berada dibawah rata-rata industri sejenisnya untuk rasio likuiditas disebabkan total kewajiban lancar perusahaan terus meningkat setiap tahunnya, sehingga perusahaan dapat dikatakan masih kurang likuid.

b. Rasio solvabilitas perusahaan terutama di rasio utang terhadap aset dan rasio utang terhadap modal masih sangat kurang karena total aset maupun total modal, keduanya belum bisa menutup seluruh total utang perusahaan.

c. PT Matahari Department Store mengalami saldo ekuitas negatif pada tahun 2010-2013 karena dampak dari aktivitas penggabungan perusahaan dengan PT Meadow Indonesia. Hal ini menyebabkan saldo utang perusahaan lebih besar dibanding saldo aset sehingga saldo ekuitas menjadi negatif.

d. Pembukaan gerai-gerai baru yang dilakukan PT Matahari Department Store Tbk membuat perusahaan memerlukan tambahan lokasi untuk pembukaan garai dan berakibat pada semakin membengkaknya biaya sewa perusahaan setiap tahunnya.

Dalam dokumen BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Halaman 31-48)

Dokumen terkait