BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1.5 Market Value Added
Young & O’Byrne (2001:26) menyatakan bahwa Market Value
Added (MVA) adalah perbedaan antara nilai pasar perusahaan (termasuk ekuitas
dan utang) dan modal keseluruhan yang diinvestasikan dalam perusahaan. MVA secara teknis diperoleh dengan cara mengalikan selisih antara harga pasar per lembar saham (stock price per share) dan nilai buku per lembar saham (book value per share). Nilai pasar adalah nilai perusahaan. Yakni jumlah nilai pasar
dari semua tuntutan modal terhadap perusahaan oleh pasar modal pada tanggal tertentu. MVA meningkat hanya jika modal yang diinvestasikan mendapatkan
angka pengembalian lebih besar dari pada biaya modal. Semakin besar MVA, semakin baik. MVA yang negatif berarti nilai dari investasi yang dijalankan manajemen kurang dari modal yang diserahkan kepada perusahaan oleh pasar modal, yang berarti bahwa kekayaan telah dimusnahkan (Young, 2001:27).
MVA merupakan suatu ukuran yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam memaksimalkan kekayaan pemegang saham dengan mengalokasikan sumber-sumber yang sesuai. MVA juga merupakan indikator yang dapat mengukur seberapa besar kekayaan perusahaan yang telah diciptakan untuk investornya atau MVA menyatakan seberapa besar kemakmuran yang telah dicapai.
MVA dihitung dengan rumus:
MVA= Nilai pasar saham – Ekuitas modal yang diberikan oleh pemegang saham
MVA = (saham beredar)(harga saham) – Total ekuitas saham biasa
Selain MVA, analisis rasio keuangan juga mampu sebagai landasan bagi investor untuk menetapkan keputusan berinvestasi pada perusahaan. Rasio Ukuran Pasar Rasio ini disebut juga market meansure (Wild, Subramanyam. 2010:45).
Analisis rasio keuangan yang menjadi obyek penelitian bagi peneliti adalah Price Earning Ratio (PER). PER merupakan salah satu rasio ukuran pasar yang
sering digunakan investor. Price Earning Ratio (PER) adalah rasio pasar yang berhubungan dengan laba per saham. PER yang tinggi menunjukkan prospek yang
baik pada harga saham, namun semakin tinggi pula resikonya. PER yang rendah dapat berarti laba perusahaan yang tinggi, dan potensi dividen yang tinggi pula.
2.1.6 Price Earning Ratio
Price Earning Ratio (PER) merupakan salah satu rasio ukuran pasar yang
sering digunakan investor. Price Earning Ratio (PER) adalah rasio pasar yang berhubungan dengan laba per saham. PER yang tinggi menunjukkan prospek yang baik pada harga saham, namun semakin tinggi pula resikonya. PER yang rendah dapat berarti laba perusahaan yang tinggi, dan potensi dividen yang tinggi pula. Sedangkan, menurut Stice, et al (2009:807) “rasio yang tinggi biasanya dikaitkan dengan perusahaan yang diramalkan memiliki pertumbuhan pesat di masa yang akan datang”.
Price Earning Ratio (PER) menurut Wild, Subramanyam (2010:45)
dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Price to Earning Ratio =
Menurut Stice, et al (2009:810) rumus ini menggambarkan “jumlah yang akan dibayarkan investor untuk setiap dolar dari laba. Price to Earning Ratio Mengindikasikan potensi pertumbuhan pada perusahaan”.
2.2 Tinjauan Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama Judul Variabel Hasil Penelitian
1. Raden Tinneke (2007). Analisis Pengaruh Economic Value Added(EVA) dan Faktor-Faktor Fundamental Perusahaan lainnya Terhadap Return Saham Variabel independen: Price earning ratio (PER), price to book value (PBV), EVA, DER, ROE Variabel Dependen: Return Saham Hasil penelitian membuktikan PER berpengaruh negatif secara signifikan terhadap return saham, PBV berpengaruh positif secara
signifikan, EVA dan DER berpengaruh secara positif tetapi tidak signifikan, ROE harus dikeluarkan dari analisis karen multikolinier dengan PBV. 2. Yogi Marshal (2009) Pengaruh Economic Value Added, Market Value Added dan Arus Kas Operasi terhadap Return Saham Variabel independen: Economic value added, market value added, dan arus kas operasi
Variabel dependen: Return saham Hasil penelitian menunjukkan bahwa Economic value added, market value added, dan arus kas operasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. 3. Wahyuni Peni Padan (2012) Pengaruh Informasi Keuangan Terhadap Return Saham pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Variabel independen: Price earning ratio, Price to book value dan
Secara simultan variabel independen Price earning ratio, Price to book value dan Debt to equity Ratio berpengaruh
Efek Jakarta Debt to equity Ratio Variabel Dependen: Return saham secara signifikan terhadap return saham. Sedangkan, Secara parsial hanya variabel PBV, DER yang berpengaruh signifikan terhadap Return Saham saham. 4. Subekti Puji Astuti (2006) Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental, EVA, dan MVA terhadap Return Saham Variabel independen: Current ratio, PBV, TATO dan kinerja keuangan alternatif ( EVA dan MVA) variabel dependen: Return saham Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel current ratio, PBV dan TATO secara
Parsial signifikan berpengaruh terhadap return saham. kinerja keuangan alternative yang
tercermin melalui EVA dan MVA menunjukkan
pengaruh yang lemah.
Sumber data diolah penulis (2013)
Yogi Marshal (2009) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Economic Value Added, Market Value Added dan Arus Kas Operasi Terhadap
Return Saham. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Economic Value Added, Market Value Added dan Arus Kas Operasi Variabel
dependen dalam penelitian ini adalah Return Saham. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2004 sampai dengan 2007
secara simultan maupun parsial variabel Economic Value Added, Market Value Added dan Arus Kas Operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Raden tinneke (2007) melakukan penelitian dengan judul Analisis Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Faktor-Faktor Fundamental Perusahaan
Lainnya Terhadap Return Saham. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Price earning ratio (PER), price to book value (PBV), EVA, DER, ROE. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Return Saham. Penelitian ini dilakukan pada perusahaansektor industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dari tahun 2002 sampai dengan 2005 dengan sampel sebayak 77 perusahaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa PER berpengaruh negatif secara signifikan terhadap return saham, PBV berpengaruh positif secara sinifikan terhadap return saham, EVA berpengaruh positif terhadap return saham tetapitidak signifikan, dan DER berpengaruh positif terhadap return saham tetapi tidak signifikan, sementara ROE harus dikeluarkan dari analisis karena multikolinear dengan PBV.
2.3 Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual adalah suatu model yang menerangkan bagaimana hubungan suatu model yang menerangakan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor-faktor yang penting yang telah diketahui dalam suatu masalah tertentu. Kerangka konseptual akan menghubungkan secara teoritis antara variable-variabel penelitian yaitu variabel bebas dengan variable terikat.
Berdasarkan landasan teori dan asil penelitian sebelumnya serta permasalahan yang dikemukakan, berikut disajikan kerangka konseptual yang dituangkan dalam model penelitian seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut
ini: H1 H2 H3 H4 Gambar 2.1 Kerangka Konseptual
Pada kerangka konseptual diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. H1 menjelaskan apakah terdapat pengaruh, Price Earning Ratio, Economic Value Added dan Market Value Added secara simultan terhadap
return saham.
2. H2 menjelaskan apakah terdapat pengaruh, Price Earning Ratio secara parsial terhadap return saham.
3. H3 menjelaskan apakah terdapat pengaruh Economic Value Added secara parsial terhadap return saham
4. H4 menjelaskan apakah terdapat pengaruh Market Value Added secara parsial terhadap return saham.
Variabel Independen:
Price Earning Ratio (X1)
Economic Value Added (X2)
Market Value Added
(X3) Variabel dependen: RETURN SAHAM (Y)
2.3 Hipotesis Penelitian
Menurut Sugiyono (2007:51) “hipotesis dikembangkan dari telaah teoritis sebagai jawaban sementara dari masalah atau pernyataan penelitian yang memerlukan ujian secara empiris. Hipotesis merupakan jawaban sementara dari penelitian yang akan dilakukan”.
H1 : terdapat pengaruh Price Earning Ratio, Economic Value Added dan Market Value Added secara simultan terhadap return saham
H2 : terdapat pengaruh Price Earning Ratio secara parsial terhadap return saham H3 : terdapat pengaruh Economic Value Added secara parsial terhadap return saham