1. Pengertian Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Merupakan keberhasilan suatu perusahaan berdasarkan keahliannya dalam mengendalikan strategi pemasaran yang dimiliki. Konsep pemasaran mempunyai seperangkat alat pemasaran yang sifatnya dapat dikendalikan yaitu lebih dikenal dengan bauran pemasaran. Kotler memberikan definisi mengenai marketing mix (bauran pemasaran) sebagai perangkat alat
20Hendra Riofita, sistem ekonomi islam, (Pekanbaru, PT.Suntra Benta Perkasa,2013), hlm.23
22
pemasaran. Faktor yang dapat dikendalikan diantaranya product, price, promotion, place yang dipadukan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel–variabel yang dapat dikontrol oleh perusahaan yang digunakan untuk mempengaruhi perilaku pembeli pada pasar sasaran.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah ujung tombak strategi pemasaran yang mengimplementasikan segmen pasar, target pasar, dan posisi pasar yang menitikberatkan pada masalah produk, harga, kualitas produk, media promosi, dan bentuk saluran distribusi serta pelayanan yang diperuntukkan bagi pasar yang sudah menjadi target atau sasaran.
Bauran pemasaran harus dilakukan secara efektif dan efisien dengan tujuan agar dapat mempercepat terjadinya penjualan karena variabel tersebut merupakan variabel inti yang dapat dikontrol dan digunakan untuk mempengaruhi konsumen dalam menetapkan suatu pembelian terhadap suatu produk atau jasa.
Sehingga bauran pemasaran dapat diartikan sebagai perpaduan seperangkat alat pemasaran yang sifatnya dapat dikendalikan oleh
23
perusahaan sebagai bagian dalam upaya mencapai tujuan pada pasar sasaran. 21
2. Variabel – variabel Marketing Mix (Bauran Pemasaran)
Bauran pemasaran pada produk barang terdapat pada 2 sisi, yaitu sisi penjual dan sisi pembeli. Pada sisi penjual terdapat 4P yaitu : product, price, promotion, dan place. Sementara pada sisi pembeli terdapat 4C yaitu : customer solution, customer cost, convinionce, dan communication.
Berikut variabel – variabel bauran pemasaran dari sisi penjual, diantaranya :
a. Product (produk)
Menurut kotler produk diartikan sebagai apa saja yang dapat ditawarkan pada suatu pasar untuk mendapat perhatian untuk dibeli, dipakai atau dikonsumsi yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan demikian benda fisik, jasa, layanan, orang, tempat, lokasi ide,
21Philip Kotler, Manajemen Pemasaran Jilid 1 terj.Benyamin Molan. (Jakarta : Indeks Gramedia ,2005), hlm.19
24
teknologi, dan apa saja yang laku dijual dapat dikategorikan sebagai produk.22
Menurut Fandi Tjiptono produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
b. Price (harga)
1. Pengertian Harga
Menurut Kotler dan Keller yang dialih bahasakan oleh Bob Sabran (2009:67), harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, elemen lain menghasilkan biaya. Harga merupakan elemen termudah dalam program pemasaran untuk disesuaikan, fitur produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan banyak waktu.
Menurut Fandy Tjiptono (2008:151) menyebutkan bahwa harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan.
22 Charlie Bernando, Jurnaal pengaruh persepsi harga dan promosi terhadap keputusan pembelian produk enervon c, (Jurnal ilmiah manajemen dan bisnis Vol 1 No 3, 2015), hlm.2
25
Sedangkan menurut Kotler dan Amatrong (2008:345) harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa.23
Dari definisi diatas dapat dijelaskan bahwa harga adalah sejumlah nilai uang termasuk barang dan jasa yang ditawarkan untuk mengganti hak milik suatu barang dan jasa kepada pihak lain.
2. Penetapan Harga
Penetapan harga merupakan suatu masalah ketika perusahaan harus menentukan harga untuk pertama kali.
Hal ini terjadi ketika perusahaan mengembangkan atau memperoleh suatu produk baru, ketika ia memperkenalkan produk lamanya kesaluran distribusi baru atau kedaerah geografis baru.24
Perusahaan haruslah mempertimbangkan beberapa faktor dalam menyusun kebijakan penetapan harga, diantaranya :
23 Charlie Bernando, Jurnaal pengaruh persepsi harga dan promosi terhadap keputusan pembelian produk enervon c ..., hlm.3
24 Thamrin Abdullah, Manajemen Pemasaran, (Jakarta : PT.Rajagrafindo Persada, 2012), hlm.171
26
a. Memilih sasaran harga. Perusahaan pertama-tama harus merumuskan apa yang ingin ia capai dengan suatu produk tertentu. Jika perusahaan tersebut telah memilih posisi pasarnya dengan cermat, maka strategi bauran pemasarannya, termasuk harga akan cukup mudah.
b. Menentukan permintaan. Setiap harga yang ditentukan perusahaan akan membawa kepada tingkat permintaan yang berbeda terhadap sasaran permintaannya.
Schedule permintaan menggambarkan sejumlah unit yang akan dibeli oleh pasar pada periode tertentu atas alternatif harga yang mungkin ditetapkan selama periode itu.
c. Memperkirakan harga. Permintaan umumnya membatasi harga tertinggi yang dapat ditentukan perusahaan bagi produknya. Dan perusahaan menetapkan biaya terendah. Perusahaan ingin menetapkan harga yang dapa menutupi biayanga dalam menghasilkan, mendistribusikan, dan menjual produk termasuk pendapatan yang wajar atas usaha dan resiko yang dihadapinya. 25
25Thamrin Abdullah, Manajemen Pemasaran..., hlm.171
27 3. Tujuan penetapan harga
Penentuan harga yang akan ditetapkan harus disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Adapun tujuan penentuan harga oleh suatu perusahaan secara umum adalah sebagai berikut26 :
a. Survival (bertahan hidup). Penentuan harga dilakukan semurah mungkin, agar produk atau jasa yang ditawarkan laku di pasaran dengan harga murah, tetapi masih dlam kondisi yang menguntungkan.
b. Maximum Current Profit (laba sekarang maksimum). Perusahaan memilih tujuan ini akan memperkirkan permintaan dan biaya yang berkaitan dengan berbagai alternatif harga dan memilih harga yang akan menghasilkan laba sekarang, arus kas, atau tingkat pengembalian investasi yang maksimum.
c. Maximum Market Share (pangsa pasar maksimum).
Perusahaan yang memilih tujuan ini yakin bahwa volume penjualan yang lebih tinggi akan menghasilkan biaya per-unit yang lebih rendah dan laba jangka panjang yang lebih tinggi. Perusahaan
26 Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta : Rajawali Press,2014), hlm.191
28
menetapkan harga terendah dengan asumsi bahwa pasar akan peka terhadap perubahan harga.
d. Maximum Market Skimming (menyaring pasar secara maksimum). Dalam tujuan ini perusahaan menetapkan harga tertinggi bagi setiap produk naru yang dikeluarkan, dimana kemudian secara berangsur-angsur perusahaan menurunkan harga untuk menarik segmen lain yang peka terhadap harga.
e. Product Quality Leadeship (kepemimpinan mutu produk). Tujuan ini dipilih jika perusahaan ingin menjadi pemimpin pasar dalam hal kualitas produk, dan harga yang ditetapkan menjadi relatif tinggi untuk menutupi biaya penelitian dan pengembangan biaya untuk menghasilkan mutu produk yang tinggi.
Sedangkan menurut Tjijono, terdapat 2 macam tujuan penetapan harga , yaitu tujuan umum dan tujuan spesifik. Adapun masing – masing tujuan tersebut yaitu27 :
a. Tujuan umum penetapan harga
1. Mengurangi resiko ekonomi dari percobaan produk.
27 Panji Tjipjono, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta : Andi, 2015), hlm.185
29
2. Menawarkan nilai yang lebih baik dibandingkan bentuk / kelas produk pesaing.
3. Meningkatkan frekuensi konsumsi.
4. Menambah apilikasi / pemakaian dalam situasi yang lebih banyak.
5. Melayani segmen yang berorientasi pada harga.
6. Menawarkan versi produk yang lebih mahal.
7. Menggunakan harga untuk mengidentifikasikan kualitas tinggi.
8. Mengalahkan keunggulan harga pesaing.
9. Menaikkan penjualan produk komplementer
b. Tujuan spesifik harga
1. Menghasilkan surplus sebesar mungkin.
2. Mencapai tingkat target spesifik tetapi tidak berusaha memaksimumkan laba.
3. Menutup biaya teralokasi secara penuh termasuk biaya overhead institutional.
4. Menutup biaya penyediaan suatu kategori jasa atau produk tertentu setelah dikurangi biaya.
5. Menutup biaya penjualan incremental kepada satu konsumen ekstra.
30
6. Mengubah harga sepanjang waktu untuk memastikan permintaan sesuai dengan penawaran.28
4. Indikator harga
Terdepat beberapa indikator – indikator harga, diantaranya sebagai berikut :
a. Keterjangkauan harga. Harga yang terjangkau adalah harapan konsumen sebelum mereka melakukan pembelian. Konsumen akan mencari produk yang harganya dapat mereka jangkau.
b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk. Untuk produk tertentu, biasanya konsumen tidak keberatan apabila harus membeli dengan harga relatif mahal asalkan kualitas produk baik. Namun konsumen lebih meningkatkan produk dengan harga murah dan kualitas baik.
c. Daya Saing Harga. Perusahaan menetapkan harga jual suatu produk dengan mempertimbangkan harga produk yang dijual oleh pesaingnya agar produknya dapat bersaing dipasar.
28 Panji Tjipjono, Strategi Pemasaran ..., hlm.185
31
d. Kesesuaian Harga dengan manfaat. Konsumen terkadang mengabaikan harga suatu produk namun lebih mementingkan manfaat dari produk tersebut.29 5. Pengaruh harga terhadap pembelian
Dalam membeli suatu produk konsumen tidak hanya mempertimbangkan kualitas saja, tetapi juga memikirkan kelayakan harga. Harga merupakan salah satu penentu pemilihan produk yang nantinya berpengaruh pada minat pembelian. Harga sering dikaitkan dengan kualitas, konsumen cenderung menggunakan harga sebagai indikator kualitas dan kepuasan suatu produk.
Bila suatu produk mengharuskan konsumen mengeluarkan biaya yang lebih besar dari manfaat yang diterima, maka produk tersebut memiliki nilai negatif.
Sebaliknya apabila konsumen menganggap bahwa manfaat yang diterima lebih besar, maka produk tersebut memiliki nilai positif. Harga yang pantas berarti nilai yang dipersiapkan pantas pada saat transaksi dilakukan.30
6. Harga dalam pandangan islam
29Suri Amilia, Pengaruh citra merek harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian handphone xiaomi dikota langsa , (Jurnal Manajemen dan Keuangan, Vol VI, No 2, 2017), hlm.122
30 Rani Puspa, Pengaruh harga dan lokasi terhadap keputusan pembelian studi kasus perumahan ciujung river park Banten, (Jurnal ilmu manajemen dan bisnis, Vol 3 No 2, 2017), hlm.207
32
Islam sangat menjunjung tinggi keadilan, termasuk juga dalam penentuan harga. Adanya suatu harga yang adil telah menjadi pegangan yang mendasar dalam transaksi yang islami. Pada prinsipnya transaksi bisnis harus dilakukan dengan harga yang adil, sebab ia adalah cerminan dari komitmen syariah islam terhadap keadilan yang menyeluruh.
Secara umum harga yang adil adalah harga yang tidak menimbulkan eksploitasi atau penindasan sehingga merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak lain.
Harga harus mencerminkan manfaat bagi pembeli dan penjual secara adil,yaitu penjual memperoleh keuntungan yang normal dan pembeli memperoleh manfaat yang setara dengan harga yang dibayarkan.
Penentuan harga haruslah adil, sebab keadilan merupakan salah satu prinsip dasar dalam semua transaksi yang islami. Bahkan keadilan seringkali dipandang sebagai inti dari ajaran islam dan dinilai Allah sebagai perbuatan yang lebih dekat dengan ketaqwaan.31
31Yusuf Qhardawi, peran dan nilai moral dalam perekonomian islam, cetakan keempat, (Jakarta :Robbani Press ,2004), hlm. 351
33
Islam menghargai hak penjual dan pembeli untuk menentukan harg. Islam membolehkan melakukan intervensi harga, kebolehan intervensi harga antara lain :
a. Intervensi harga menyangkut kepentingan masyarakat yaitu melindungi penjual dalam hal tambahan keuntungan dan melindungi pembeli dari purchasing power
b. Bila tidak dilakukan intervensi maka penjual dapat menaikkan harga dengan cara ikhtikar yang mana akan menzalimi pembeli
c. Pembeli biasanya mewakili masyarakat yang lebih luas, sedangkan penjual mewakili masyarakat yang lebih kecil, sehingga intervensi harga melindungi kepentingan masyarakat yang lebih luas. 32
c. Promotion (promosi)
Menurut Lupiyoadi Hamdani promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk jasa.
Menurut Buchari Alma promosi adalah sejenis komunikasi yang memberikan penjelasan yang meyakinkan calon konsumen tentang barang dan jasa.
32Heri Sudarsono, Konsep ekonomi islam suatu pengantar , (Yogyakarta : Ekonomisia,2002), hlm.203
34
Jadi promosi merupakan suatu ungkapan dalam arti luas tentang kegiatan yang secara aktif dilakukan oleh perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan.33
Kebijakan pembauran pemasaran tentu akan lebih berhasil jika jika apa yang telah kita program dikomunikasikan dengan baik. Mengkomunikasikan program perusahaan kepada konsumen dapat dilakukan dengan 4 variabel, yaitu :
1. Periklanan (advertising). Merupakan bentuk presentasi dan promisi non probadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu
2. Publisitas. Merupakan pendorong permintaan secara non probadi untuk suatu produk , jasa atau ide dengan menggunakan berita komersial di dalam media massa dan sponsor tidak membebani sejumlah bayaran secara langsung.
3. Personal selling. Merupakan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan satu calon pembeli atau lebih yang ditujukan untuk menciptakan penjualan.
33Doni Marlius, Pengaruh bauran pemasaran jasa terhadap minat nasabah dalam menabung pada bank nagari cabang muaralabuh, (Jurmak, Vol 03, No 01, 2016), hlm.14-15
35
4. Promosi penjualan (sales promotion). Merupakan kegiatan pemasaran yang mendorong pembelian konsumen.34
d. Place (tempat/lokasi)
1. Pengertian lokasi
Lokasi adalah suatu ruang dimana berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk yang diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran. Faktor lokasi juga berpengaruh terhadap keputusan yang diambil konsumen untuk membeli suatu produk. Lokasi yang mudah dijangkau oleh pembeli dan dekat dengan pusat keramaian merupakan lokasi yang tepat untuk suatu usaha.
Lokasi yang strategis bagi konsumen akan memperkecil pengorbanan energi dan waktu.
Lokasi memegang peranan yang penting dalam melakukan usaha. Karena berkaitan dengan dekatnya lokasi penjualan dengan pusat keramaian, mudah dijangkau, aman, dan tersedianya tempat parkir yang luas, pada umumnya lebih disukai konsumen. Lokasi yang strategis membuat konsumen lebih mudah dalam menjangkau dan
34Rina Rachmawati, pengaruh bauran pemasaran terhadap peningkatan penjualan sebuah kajian terhadap bisnis restoran..., hlm.146
36
juga keamanan yang terjamin. Sehingga dengan demikian, ada hubungan antara lokasi yang strategis dengan daya tarik konsumen untuk melakukan suatu produk.
Keputusan dalam pemilihan lokasi pelayanan cenderung merupakan bagian pentig dari seluruh strategi pemasaran untuk menyampaikan produk atau pelayanan kepada pelanggan. Perusahaan tidak dapat menyederhanakan survei karakteristik demografi dan membangun fasilitas pada lokasi dengan tanda penting dari pelanggan yang merupakan bagian dari keputussan pemilihan lokasi. 35
2. Faktor-faktor dalam pemilihan lokasi
Terdapat beberapa faktor-faktor dalam pemilihan lokasi yang ideal , yaitu sebagai berikut :
a. Lalu lintas kendaraan. Faktor lebar jalan, kondisi jalan dan kemacetan akan menjadi nilai tambah atau nilai kurang bagi pengendara. Jalan yang lebar, mulus dan tidak begitu macet akan menjadi potensi yang baik bagi peritel. Sebaiknya, jalan yang selalu macet meski lebar dan mulus akan mengurangi daya tarik suatu toko yang berlokasi disana.
35Wahyu Ariani, Manajemen Operasional Jasa, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2009), hlm.245
37
b. Fasilitas parkir. Untuk kota besar, pertokoan atau pusat perbelanjaan yang memiliki fasilitas parkir yang mamadai bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi peritel dibandingkan dengan pusat perbelanjaan yang fasilitas parkirnya tidak memadai.
c. Transportasi umum. Transportasi umum berupa bis dan angkot yang melintas didepan pertokoan akan memberi daya tarik yang lebih tinggi karena banyak konsumen yang dengan mudah langsung masuk ke area perbelanjaan . pertokoan yang menjual produk kebutuhan pribadi atau rumah tangga bisa dikunjungi praktis oleh semua lapisan masyarakat, baik yang bermobil maupun yang memakai transportasi umum.
d. Letak berdirinya toko. Lokasi atau tempat dimana sebuah gerai didirikan perlu dipertimbangkan. Letak berdirinya gerai seringkali dikaitkan dengan visibility (keterlihatan), yaitu mudah terlihatnya toko dan plang namanya oleh pejalan kaki dan pengendara.36
36 Rani Puspa, Pengaruh harga dan lokasi terhadap keputusan pembelian studi kasus perumahan ciujung river park Banten ..., hlm.209
38 3. Indikator Lokasi
Terdapat beberapa faktor dalam pemilihan tempat atau lokasi, yaitu :
a. Akses adalah kemudahan untuk menjangkau lokasi yang meliputi : lokasi yang mudah dijangkau dan kondisi jalan menju lokasi b. Lalu lintas, banyaknya orang yang lalu
lalang bisa memberikan peluang besar terhadap terjadinya impluse buying.
Kepadatan dan kemacetan lalu lintas bisa juga menjadi hambatan
c. Tempat parkir yang luas aman dan terjamin keamanannya. 37
4. Pengaruh lokasi terhadap pembelian
Terdapat beberapa indikator pengaruh lokasi terhadap pembelian, diantaranya :
a. Lokasi penjualan, lokasi penjualan merupakan merupakan bagian penting dalam saluran distribusi. Lokasi yang baik menjamin tersedianya akses dengan cepat, dan sejumlah besar konsumen dan cukup
37Tjiptono, Strategi Pemasaran Edisi 2, (Yogyakarta : Andi, 2007), hlm.219
39
kuat untuk mengubah pola berbelanja dan pembelian konsumen.
b. Jangkauan distribusi, maksudnya adalah adanya jarak yang diperlukan oleh konsumen dalam berkunjung dan berbelanja.
Jarak bisa berupa jarak geografis yang disebabkan oleh perbedaan lokasi penjualan dengan tempat konsumen.
c. Pengangkutan, untuk memungkinkan kelancaran dalam kegiatan berbelanja maka fungi pengangkutan atau transportasi sangatlah pentig bagi penjual dan konsumen.38
5. Lokasi dalam pandangan islam
Perusahaan memilih saluran distribusi atau menetapkan tempat untuk kegiatan bisnis. Dalam perspektif barat, para penyalur produk berada dibawah pengaruh produsen, atau bahkan sebaliknya para penyalur dapat melakukan tekanan-tekanan yang mengikat kaum produsen, sehingga produsen tidak bisa lepas dari ikatan penyalur.
38Kadek Ria Mariska, Pengaruh lokasi dan harga terhadap keputusan berbelanja pada mini market sastra mas tabanan, ( Jurnal Pendidikan Ekonomi, Vol.4 No.1 , 2014), hlm.4
40
Nabi Muhammad SAW melarang orang-orang atau perantara memotong jalur distribusi dengan melakukan pencegatan terhadap pedagang dari desa yang ingi menjual barangnya kekota. Mereka dicegah dipinggih kota dan mengatakan bahwa harga barang bawaan mereka sekarang harganya jatuh, dan lebih baik barang itu dijual kepada mereka yang mencegah. Hal ini sangat dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabda Nabi:
Artinya : “dari ibnu Mas’ud RA berkata, bahwa Rasulullah SAW melarang menghadang kafilah dagang (ditengah perjalanan untuk membeli barang dagangannya)”. (Muttafaqun Alaih)
Secara tekstual hadis diatas melarang melakukan perdagangan barang yang dibawa oleh para pedagang kesebuah pasar. Penghadangan terhadap pelaku usaha lain untuk masuk kepasar merupakan tindakan yang merusak pasar. Persaingan tidak lagi dalam kondisi persaingan sempurna, dan pasar menjadi terdistori.39
39 Azhari Karim, Syariah Marketing, (Bandung : Mizan, 2006), hlm.27
41
Berikut variabel – variabel bauran pemasaran dari sisi pembeli, diantaranya40 :
a. Customer Solution (berkorelasi dengan produk). customer solution berkaitan reat dengan produk.
Setiap produk memiliki siklus hidup, yang terdiri dari fase pertumbuhan , fase dewasa hingga hingga fase penurunan. pemasar harus memperhatikan dan memproyeksikan panjangnya siklus hidup produk tersebut, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang berbeda untuk setiap siklus.
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam dan selalu berkembang, maka penciptaan produk harus dikembangkan. juga bisa dilakukan variasi produk atau melakukan bauran produk. Produk - produk yang akan ditawarkan ini hendaknya merupakan solusi yang dibutuhkan oleh konsumen untuk memuaskan kebutuhannya.
b. Customer cost (berkorelasi dengan harga).
Customer cost berkaitan erat dengan harga , yakni berapa besar harga yang akan dikeluarkan produsen untuk
40 M Risal. pengaruh bauran pemasaran (4ps) dalam meningkatkan kinerja pemasaran (studi kasus industri kecil pengolahan rumput laut di provinsi sulawesi selatan. (Jurnal Balance, Vol. XIV No.1,2017), hlm.3-4
42
memproduksi barang tersebut dan berapa besar harga yang harus dibayar oleh konsumen.
Dalam menentukan harga suatu produk, perlu diperhatikan nilai produk bagi konsumen. Besarnya harga juga menjadi pertimbangan dalam menentukan segmen pasar yang dibidik, apakah dapat terjangkau atau tidak oleh konsumen. Dengan demikian juga dapat diperhitungkan target penjualan yang akan dicapai oleh suatu perusahaan.
c. Convinience (berkorelasi dengan lokasi).
Convinience berkaitaitan erat dengan pentingnya jaringan distribusi yang akan berkorelasi dengan kemudahan konsumen mendapatkan barang tersebut (ketersediaan barang).
Lokasi bermakna menyediakan produk pada suatu tempat yang memberikan kenyamanan bagi konsumen untuk mengaksesnya. lokasi juga bisa disamakan dengan chanel atau distribusi. penyebaran outlet di berbagai tempat strategis termasuk salah satu upaya untuk memenuhi kenyamanan konsumen.
d. Communication (berkorelasi dengan promosi) yang dilakukan oleh perusahaan.
Promosi dalam arti luas adalah tahap komunikasi.
hal ini penting untuk diperhatikan agar pada tahap promosi
43
ini perusahaan dapat mengkomunikasikan dengan benar tentang sebuah produk. sehingga konsumen tidak mengarah hanya pada promosi dalam arti sempit seperti potongan harga, bonus, hadiah langsung dan lainnya
C. Pasar
1. Pengertian Pasar
Pasar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tempat orang yang berjual beli. Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu, serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Dalam ilmu ekonomi pengertian pasar tidak harus dikaitkan dengan suatu tempat yang dinamakan pasar dalam pengertian sehari-hari. Suatu pasar dalam ilmu ekonomi adalah dimana saja terjadi transaksi antara penjual dan pembeli.41
Pasar adalah tempat atau keadaan yang mempertemukan antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) untuk setiap jenis barang, jasa, atau sumber daya. Pembeli meliputi konsumen yang membutuhkan barang dan jasa, sedangkan bagi industri membutuhkan tenaga kerja, modal dan barang baku produksi baik untuk memproduksi barang maupun jasa. Penjual termasuk juga
41Boediono,Ekonomi Mikro, (Yogyakarta : BPFE,2015), hlm.43
44
untuk industri menawarkan hasil produk atau jasa yang diminta oleh pembeli. Pekerja menjual tenaga dan keahliannya, pemilik lahan menjual atau menyewakan asetnya, sedangkan pemilik modal menawarkan pembagian keuntungan dari kegiatan bisnis tertentu. Secara umum semua orang akan berperan ganda yaitu sebagai penjual dan pembeli.42
Pasar secara fisik adalah tempat pemusatan beberapa pedagang tetap dan tidak tetap yang terdapat pada suatu ruangan terbuka atau tertutup atau sebagian terbuka atau sebagian bahu jalan. Selanjutnya pengelompokan para pedagang eceran tersebut menempati bangunan dengan kondisi temporer, semi permanen atau permanen.43
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pasar sekarang ini tidak hanya berupa tempat untuk berjual beli tetapi keadaan dimana saja yang mempertemukan pembeli dan penjual untuk setiap jenis barang, jasa, dan sumber daya.
2. Pasar Tradisional
Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 112 tahun 2007 mendefinisikan pasar tradisional sebagai pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, BUMN
42Adiwarman Karim, Ekonomi Mikro Islam Edisi Kelima, (Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada,2007), hlm.6
43Rismayani, Manajemen Pemasaran Cetakan Keenam, (Bandung : Mizzan,1999), hlm.61
45
dan BUMD termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki / dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi
dan BUMD termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los, dan tenda yang dimiliki / dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi