• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masa Kecanduan (Tahun 1981-1990)

Film asing yang pada dekade sebelumnya memperoleh kelonggaran sebagai akibat dari kebijakan pemerintah Orde Baru. Berdampak pada meningkatnya pertumbuhan bioskop yang ada di Surakarta. Bioskop yang ada pada peridode antara tahun 1970 – 1979 yang sebagian besar berada dipusat kota dan hanya dinikmati oleh kalangan tertentu. Memasuki periode antara tahun 1981-1990 semua berubah berkat inisiatif jemput bola yang diterapkan pengusaha bioskop, membuat bioskop banyak tersedia dengan berbagai kelas dan tersebar hingga sudut- sudut kota serta pelosok – pelosok kampung. Tersedianya bioskop dengan berbagai kelas dari kelas atas sampai kelas bawah memungkinkan semua masyarakat baik kalangan atas maupun masyarakat kalangan menengah ke bawah dapat menikmati hiburan film di bioskop.

31 Menurut Ari film koboi membawa dampak bagi gaya busana sehari-hari masyarakat Surakarta, banyak aksesoris dan busana ala koboi yang dijual seiring dengan merebaknya film-film koboi. Flayer – flayer film koleksi Ari Headbang

commit to user commit to user

Film asing yang banyak diputar di bioskop lama-kelamaan menjadi idola bagi masyarakat khususnya dikalangan remaja Surakarta. Setelah mengalami pengenalan dengan kehidupan masyarakat asing dengan masuknya kembali film asing yang diputar di bioskop. Pada dekade 1980 – 1990 dengan maraknya pemutaran film asing membuat masyarakat lebih menyenangi hingga ketagihan dengan kebudayaan asing dari film. Pemeran dalam film asing yang terlihat keren dan menawan, mempengaruhi masyarakat terutama anak muda Surakarta yang terinsprasi semua hal yang dilakukan maupun digunakan oleh idolanya dalam film. Tema film asing pada dekade 1980an yang diputar pada bioskop dominan dengan tema-tema kehidupan anak muda masyarakat asing terutama budaya barat yang kental dengan tren gaya hidup hippies.32

Penggunaan teknologi baru dalam hal komunikasi, trasnportasi, dan perkembangan inovasi lainnya yang dikenalkan lewat film. Membuat anak muda Surakarta ingin memakai dan turut merasakan teknologi yang sudah menjadi populer di kalangan masyarakat internasional. Terlebih pada dekade 1980 – 1990an budaya pop menemukan media baru yaitu video. Ditemukannya alat pemutar kaset video membuat masyarakat lebih dekat dengan film selain menonton pada bioskop.

Dominannya film asing dalam bioskop yang mengalahkan pamor film nasional. Memaksa Film Indonesia pada kurun waktu antara tahun 1984-1985, berusaha bertahan pada bioskop dengan membuat film bertema kehidupan liar

32 Wawacara dengan Ari pada tanggal 24 Februari 2018 commit to user commit to user

anak muda, vulgar hingga seks.33 Kualitas film nasional yang menurun dan budaya hippies yang banyak dikenalkan dalam kemasan film asing.34 Membuat gaya hidup yang berpengaruh dan muncul di kalangan masyarakat sangat beraneka macam. Terlebih dengan kondisi perpolitikan pemerintah Orde Baru yang mulai menunjukan sikap represif terhadap kehidupan masyarakat, karena mulai mengalami krisis mendekati awal tahun 1990-an. Kecederungan itu memunculkan beberapa macam dan atribut gaya hidup di kalangan masyarakat Surakarta pada periode antara tahun 1980 - 1990 antara lain:

a. Breakdance

Breakdance merupakan pertunjukan tari jalanan yang pernah hits di kalangan anak muda Surakarta.35 Seiring dengan kemunculan film-film yang mengangkat tarian jalanan yang kala itu tengah populer dikalangan remaja Amerika. Film yang bertemakan tarian jalanan anatara lain:

Flashdance (1983), Wild Style (1982), Body Rock (1984), dan yang terkenal populer adalah Breakdance (1984: Breakin’ 1 dan 2). Berkat film yang mengangkat tentang tarian breakdance, membuat breakdance dapat

33 Garin Nugroho, Op.Cit., halaman 190

34 Hippies adalah sub-kultur yang berkembang di Amerika serikat yang mulai berkembang pada tahun 1970, hippies bermula sebutan bagi kaum hipster adalah kalangangan kelas menengah yang memiki gaya hidup antimainstream, bbas, pecandu narkoba, menggunakan bahasa slang, dan menyukai musik blues dan jazz. Baca tulisan Alexander Kusuma Pradja, 2015, Before it Was Cool: An Introdution to Hipster Culture, Yogyakarta: PT Bentang Pustaka, halaman 18

35 Breakdance, awalnya berasal dari Budaya Barat, tercatat tarian tersebut lahir di wilayah semrawut dan miskin di kawasan Bronx Selatan, New York.

Breakdance sudah mengisi jalanan New York sejak awal 1970-an. Cikal bakalnya dibawa oleh budak dari Afrika ke benua baru, Amerika. Di Amerika Serikat, breakdance kemudian menggantikan pola kerusuhan fisik antargeng yang sering terjadi di pemukiman Negro. Majalah Tempo, 5 Januari 1985, halaman 67

commit to user commit to user

direspon baik oleh banyak anak muda di Indonesia. Produksi film nasional ikut terpengaruh untuk membuat film dengan tema breakdance yang berjudul “Gejolak Kawula Muda”. Film ini diperankan oleh Rico Tampatty, Ikang Fawzi, Titi DJ, Ria Irawan dan Chicha Koeswoyo.

Kemunculan film-film tersebut membuat kalangan anak muda Kota Surakarta ikut larut dalam hiruk pikuk tren breakdance.36

Breakdance dahulu dikukuhkan oleh Afrika Bambataa, seorang MC dan Disco-Jockey di Bronx. Ia mendirikan kelompok bernama Zulu Nation, sekumpulan anak muda beranggotakan sekitar 10.000 orang dari Bronx dan Manhattan. Mereka dengan disiplin tinggi mempelajari tarian dari Afrika, mempelajari mimik pantomim, dengan gerakan yang meledak-ledak.37

Gaya anak muda dalam breakdance menarik perhatian bagi masyarakat Surakarta. Fashion khas anak breakdance yang khas dengan kaos putung lengan dipadukan dengan luaran yang terlihat keren seperti jaket satin atau jaket kulit. Dipadukan dengan celana panjang yang menyatu bersama kaos kaki dengan sepatu kets merk Nike, Adidas, Puma, Fila. Aksesoris juga menjadi hal wajib bagi pecinta breakdance mulai dari topi khas hip hop, bandana/ikat kepala, anting-anting, kalung, sarung tangan kulit ferari yang berkenop, hingga gelang kulit dan ikat pingga

36“Gejolak Kawula Muda”, Majalah Film, 7 Mei 1985, halaman 57

37Si Bambataa menangkap peluang dan perkelahian yang sering terjadi di Bronx diganti dengan adu tarian, tanpa saling menyentuhbertanding saling melakukan gerakan yang sulit dan lawannya harus dapat menirukan atau menyaingi gerakan yang lebih sulit. Majalah Tempo, 5 Januari 1985, halaman 67

commit to user commit to user

yang penuh besi duri mengkilap (Spec). Aksesoris breakdance dahulu banyak dijual ketika pasar malam Sekaten diadakan.38

Breakdance sering diadakan di tempat yang terang dan rata seperti dipinggiran jalanan, tempat parkir, dan tanah yang lapang. Mereka berkumpul menggelar alas atau tikar dengan sebuah compo (tape recorder lengkap dengan pengeras suara) yang memutar lagi hip-hop, rock, atau musik yang berlatar beat yang kuat. Bergantian menampilkan jurus jurus tarian yang merupakan gerakan campuran dari gerakan bela diri, pantomim, akrobat, dan disko. Gerakan - gerakan itu diadopsi dari film yang telah ditonton. Berbagai model jurus seperti : Gerakan patah – patah, mack, back spin, chain wave, eletric boogie, kickworm, egytian hingga head spin dibawakan sesuai skill yang dimiliki masing-masing.

Breakdance bukan sekedar tarian yang hanya mengandalkan otot, tapi dibutuhkan keluwesan tubuh, stamina yang kuat, dan penghayatan ritme.39 Bahkan karena maraknya breakdance di kalangan masyarakat Surakarta sempat diadakan beberapa kompetisi antar kelompok breakdance.

Kelompok yang keluar menjadi pemenang nantinya akan diperlombakan kembali di tingkat provinsi hingga tingkat nasional.40

38Wawacara dengan Ari pada tanggal 24 Februari 2018

39 Majalah Tempo, 5 Januari 1985, halaman 62-65

40 Wawacara dengan Ari pada tanggal 24 Februari 2018 commit to user

commit to user

Gambar 21. Pemain film Gejolak Kawula Muda menunjukan gerakan breakdance Sumber : Majalah Film, 1985: 57

b. Ngebreak

Aktivitas ngebreak pernah menjadi kesenangan dan menjadi ajang gaul bagi masyarakat Surakarta. Ngebreak adalah bentuk komunikasi antar perorangan dengan mengunakan sarana kanal/frekuensi radio atau dikenal dengan nama radio amatir. Ngebreak sempat populer di kalangan masyarakat Surakarta berkat film film yang mempengaruhi mereka untuk melakukan aktivitas ini. Film Ngebreak yang terkenal seperti dipraktekan pada film

commit to user commit to user

Chips (1977) yang kemudian diadopsi menjadi cerita komedi film Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro) dengan judul yang sama pada tahun (1982). 41

Gambar 22. Anggota RAPI bersiaga di atas gunung Sumber: Koleksi pribadi Tris

Komunikasi menggunakan radio amatir yang miliki banyak penggemar di kalangan masyarakat. Membuat pemerintah turun tangan untuk membuat organisasi yang mewadahi penggemar Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) di Indonesia. Terdapat dua organisasi yang menjadi fasilitas untuk melayani aktivitas ini antara lain adalah Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Masing – masing memiliki fungsi yang berbeda, ORARI yang menjadi wadah fasilitas teknis radio amatir. Sedangkan, RAPI menjadi wadah untuk membantu

41 Koleksi flayer-flayer dan poster film koleksi Ari Headbang.

commit to user commit to user

pemerintah dan melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan radio amatir.42

Secara teknis penggunaan komunikasi radio antar penduduk telah diatur pemerintah dalam Peraturan Menteri Kominfo Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2009 tentang pedoman penggunakan Band Frekuensi.

Terdapat dua jenis frekuensi yang resmi yaitu High Frequency (HF) yang menyediakan pita frekuensi antara 26,0960 – 27.410 MHz yang dibagi kedalam 40 alur spasial dan Very High Frequency yang menyediakan pita frekuensi antara 142,000 – 143,600 MHz dengan alur spasial 20 KHz. 43

Gambar 23. Plakat Nama Panggil (NP)/ Kolsen di salah satu rumah di jalan Sumber: Koleksi pribadi penulis

42 RAPI aktif dalam kegiatan sosial dalam membantu masyarakat maupun khalayak ramai, sesuai tujuan dibentuknya organisasi RAPI yaitu membantu pemerintah di bidang komunikasi radio dalam menangani masalah sosial, terutama dalam penanggulangan bencana alam yang terjadi di tanah air. RAPI aktif membantu dalam hal komunikasi untuk keselamatan jiwa bagi SAR, harta benda, ketertiban masyarakat, kecelakaan, dan komunikasi gawat darurat.

Wawancara dengan Kris pada tanggal 12 Juli 2019

43Pengprov RAPI Jateng, 2012, Buku Panduan Radio Antar Penduduk Indonesia Jawa Tengah, Jawa Tengah : Pengurus Provinsi RAPI daerah II, halaman 28

commit to user commit to user

Alur spasial itu merupakan alur resmi yang disediakan pemerintah yang dipimpin dan diawasi oleh seorang admin alur Net Control Station (NET) atau yang populer dengan sebutan “Lurah”. Jika ada orang yang ingin menggunakan harus memiliki Ijin Komunikasi Radio Antar Penduduk (IKRAP). Orang yang telah memenuhi persyaratan untuk mendirikan dan menggunakan stasiun KRAP akan mendapat haknya dari Ditjen Postel ORARI berupa nama panggil/ Kolsen (Call-sign) dengan awalan YG dan YD.44 Namun, kebanyakan orang tidak mau susah dan melanggar aturan itu sehingga menggunakan alur radio amatir secara ilegal. Maka dahulu sering diadakan razia dan penyitaan perangkat bagi masyarakat yang menggunakan secara ilegal. Perangkat yang digunakan untuk melakukan Ngebreak antara lain:

i. Alat radio amatir : RIG, HT, dan Interkom ii. Antena : 25 m, 18 m, 11 m, dan 2 m iii. Alur Frekuensi resmi

iv. Nama panggilan radio amatir

Barulah breaker dapat berkomuniasi dengan baik, santun, padat dan berbicara seperlunya saja. Jika perlu dapat menggunakan kode fonetik misal untuk mengeja nama, dalam pemberian berita. Terdapat dua daftar kode fonetik antara lain:45

Menurut International Telecommunication Union (ITU) :

44 Ibid.,halaman 34

45 Ibid., halaman 37- 48

commit to user commit to user

Menurut versi RAPI dan ORARI :

Kenyataannya tidak semua masyarakat mampu membeli perangkat yang lengkap karena harganya yang mahal. Kalangan masyarakat kelas bawah hanya bisa merakit alat yang menggunakan interkom dengan jaringan kabel tembaga yang menumpang pada kabel PLN atau masyarakat Surakarta lazim menyebutnya rong meteran (dua meteran). Interkom yang awalnya hanya

A: Alpha

digunakan antar rumah kemudian terhubung hingga antar RT dalam satu kabel, terhubung lagi hingga antar kampung. Sampai akhirnya kabel interkom pun bersliweran membeli-belit dengan rumit hingga antar kelurahan.46 Para breaker tidak selamanya menggunakan radio amatir dengan bijak. Breaker ilegal tanpa Kolsen bebas berganti nama samaran dan berkelana di udara dengan menggunakan alur frekuensi senaknya.47

Gambar 24. Peralatan untuk melakukan ngebreak Sumber : Koleksi Pribadi Tris

Model breaker seperti itu biasanya digunakan untuk mencari "Way El"

(YL alias Young Lady) atau wanita yang masuk bisa diajak ngobrol. Dengan modal suara yang menggoda ditambah gombal-gombal dan bualan manis, hingga sang korban masuk jebakan. Setelah korban terpikat diajaklah pindah ke frekuensi yang lebih sepi supaya dapat mengobrol lebih panjang dengan

46 Wawancara dengan Kris pada tanggal 12 Juli 2019

47 Wawancara dengan Kris pada tanggal 12 Juli 2019 commit to user

commit to user

intens (dalam isitilah kerennya: “mojok”). Apabila cocok dapat berlanjut ke hubungan yang lebih serius sebagai pacar di udara. 48

Begitulah potret jaman para gaya hidup breaker yang kemudian tertuang dalam lagu yang dipopulerkan oleh Farid Hardja yang berjudul bercinta di udara. Berikut lirik dari lagu Bercinta di Udara :49

Berkenalan nama samaran lewat gelombang radio Lima sembilan tujuh tiga angka untuk kamu Ber-QSO lalu cerio

cup ah cup ah cup ah

Di udara kita bertemu kupanggil namamu Papa Alpha Carlie Alpha Romeo

Mengajakmu gombal di udara Memang cinta asyik dimana saja Walau di angkasa...

Hahaha.. break break

Hahahahahahahahaha.. break break Hahaha.. break break

Hahahahahahahahaha.. break dong

48 Wawacara dengan Ari pada tanggal 24 Februari 2018

49 Lirik Farid Hardja, Bercinta Di Udara,

https://www.musixmatch.com/lyrics/Farid-Hardja/Bercintadiudara diakses pada tanggal 11 Agustus 2019 pukul 15.00

commit to user commit to user

c. Geng-Gengan, Balapan liar, dan Gravity

Genre film yang banyak ditiru sebagian kelompok masyarakat Surakarta adalah film yang bertemakan Mafia, Gangster, Aksi, Race, dan film yang bertemakan kebebasan anak muda kota. Film yang populer seperti Godfather(1972), Scareface (1983), Goodfellas (1990) sangat digemari oleh masyarakat Surakarta.50 Populernya film-film tersebut membawa pengaruh lebih terhadap kehidupan kalangan tertentu yang sering kali dirasa membuat risih masyarakat lain. Munculnya beberapa nama yang mengukuh kelompoknya menjadi seolah gerombolan gangster seperti dalam film.

Beberapa Geng-Gengan (sebutan Gangster dari masyarakat Surakarta) yang pernah eksis di Surakarta antara lain : Gojack, Gobang, Gondes, Schrt, dll.51

Bersamaan dengan munculnya Geng-Gengan, ajang balapan liar juga sempat menjadi hal yang populer di kalangan masyarakat Surakarta. Film-film bergenre balapan seperti Easy Rider(1969), Mad Max (1979,1981,1985), The Blues Brothers (1980), The Driver (1978), Gone in 60 Second (1974), HD and Malboroman (1991) dan beberapa film nasional yang diperankan oleh Junaidi Salat dengan judul “Ali Topan Anak Jalanan”(1977), Rhoma Irama berjudul

50 Koleksi flayer-flayer dan poster film koleksi Ari Headbang.

51 Geng adalah sekelompok orang (biasanya remaja) yang kebanyakan berkonotasi kurang baik aktifitasnya. Kita tahu bahwa usia remaja adalah masa-masa puber, dimana mereka baru mencari jati diri. Remaja yang tanpa kontrol orang tua salah satunya masuk ke dalam geng. Mereka bangga bisa dikatakan

“wah” atau lebih dari yang lain. Segerombolan Geng memiliki stigma negatif di masyarakat karena sering dianggap memberbahayakan bagi orang lain, karena mereka biasanya suka berbuat onar, berkelahi dengan orang/kelompok geng lain dan lain-lain. Sedangkan faktor ekonomi tidak menjadi faktor dominan seseorang masuk geng.

commit to user commit to user

“Darah Muda” (1977), “Berkenala” (1978), “Camelia” (1979) dan aktor laga lainnya.

Gambar 25. : Poster film “Ali Topan Anak Jalanan” menampilkan Junaedi Salam dan Yenny Octavia

Sumber : Koleksi flayer Edy Kuncoro

Film Indonesia juga turut andil untuk mempengaruhi masyarakat Surakarta untuk mengikuti tren mengendarai motor kebut-kebutan terutama

commit to user commit to user

setelah tren penggunaan motor jenis trail. Selain itu untuk menunjukan eksistensinya beberapa Geng dan kelompok anak jalanan seringkali mencorat coret nama kelompoknya pada dinding tembok dengan cat semprot sesukanya atau yang dikenal dengan vandalisme menggunakan seni graffiti.52

Seperti halnya di kota-kota lainnya, di kota Surakarta aksi grafiti lebih dominan dilakukan oleh geng-geng remaja, baik itu oleh geng-geng di level kampung hingga geng besar di level kota. Coretan-coretan grafiti geng-geng besar di kota Surakarta macam GDZ atau DMC marak di kota Surakarta. Gondhez (Gondhrong Ndeso ) dengan nama tagginginisial GDZ di tahun 1990an, Hourex atau HRX, Children Cuex Genk atau CCG, hingga beberapa grafiti dari geng-geng kecil generasi baru lainnya di wilayah Surakarta, macam HFT, TTM, P360S Klaten dan lain sebagainya. Mereka adalah nama-nama geng yang coretan-coretan grafitinya memenuhi tembok-tembok kota pada masa itu. Karena coretan grafitinya marak dimana-mana, tidak heran bila kemudian nama mereka akrab di telinga masyarakat kota Surakarta.53

Graffiti menjadi tenar seiring dengan kepopuleran film film tentang seni graffiti seperti Graffiti (1985), Wild Style (1982), Style Wars (1984),

52 Grafiti memiliki beragam jenis, di antaranya adalah tagging grafiti, yaitu jenis grafiti berupa tanda tangan yang sering dipakai untuk ketenaran seseorang atau kelompok, dan grafiti Geng yang berfungsi sebagai identifikasi daerah kekuasaan lewat tulisan nama geng, beserta anggota-anggotanya.

53 Irul Hidayat, Jurnal: Seni Grafiti sebagai media Propaganda dan Eksistensi Komunitas Suporter Bola di Surakarta,

http://irulhidayatindonesia.blogspot.com/2017/03/jurnal-seni-grafiti-sebagai-media.html, diakses tanggal 27 Agustus 2019 pukul 12.00

commit to user commit to user

American Graffiti (1973), dll.54 Bahkan untuk menggambarkan perilaku menyimpang anak muda pada masa ini. Penyanyi kenamaan Nicky Astria pernah pada tahun 1985 pernah mempopulerkan lagu yang berjudul “Tangan - Tangan Setan” dengan lirik yang menggambarkan gaya hidup anak muda kota pada saat itu. Berikut adalah lirik-lirik dari Tangan Tangan Setan:55

Tangan-tangan setan t’lah mulai

54Koleksi flayer-flayer dan poster film koleksi Ari Headbang.

55 Lirik Tangan Tangan Setan, Nicky Astria

https://lirik.kapanlagi.com/artis/nicky-astria/tangan-tangan-setan/, diakses tanggal 28 Agustus 2019 pukul 20.00

commit to user commit to user

d. Tindak Kriminal

Diantara masyarakat Surakarta penikmat film bioskop tidak semuanya dapat menerima film dengan baik dan menyadari bahwa sajian film hanya sekedar adegan perupa semu atau khayal. Film – film yang bertemakan kehidupan anak muda barat, mafia, gengster, dan perkelahian jalanan, tanpa disadari menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.

Film-film bertemakan tersebut bagi kalangan masyarakat tertentu ditangkap sebagai pembelajaran untuk melakukan tindak kriminal. Film yang dipahami secara salah mempengaruhi masyarakat untuk melakukan kebiasaan buruk seperti perjudian menggunakan mesin.56

Pengaruh film yang muncul merasuki masyarakat hingga pada ranah untuk melakukan modus tindak kejahatan di Surakarta. Beberapa tindak modus kejahatan yang banyak diadopsi oleh masyarakat Surakarta dari fiilm dalam beberapa kasus yang pernah terjadi seperti penodongan, perampokan, perampasan, pencurian pemberatan (Curat), hingga berbagai model tindak pembunuhan.57Tindak kriminal yang ada di Surakarta akibat dari salah memahami tontonan yang ada di dalam film. Menimbulkan perilaku menyimpang bagi masayrakat Surakarta terutama pada usia remaja. Terjadinya tindak kriminal pada periode 1980an akan dapat ditujukan melalui tabel berikut ini:

56Wawancara dengan Mufti Rahardjo pada tanggal 24 Juni 2019

57Wawacara dengan Ari pada tanggal 24 Februari 2018 commit to user

commit to user

Tabel. 19 Jumlah Kasus Kenakalan Remaja di Surakarta 1978 -1980

Sumber : Laporan Kapolersta Surakarta: Badan Pusat Stastik Surakarta Menurut data yang ada pada tabel. 19 diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah kasus kenakalan remaja di Surakarta pada tahun 1980 dan tahun 1985. Peningkatan pertama terjadi pada tahun 1980 sebesar 1.040 (85,7%) kasus kenakalan remaja di Surakarta. Kenaikan kasus kenakalan remaja di Surakarta pada tahun 1980 ditengarai sebagai imbas masuknya film yang bertemakan gangster, balapan liar, dan kehidupan hura-hura masyarakat asing yang marak pada dekade 1970an akhir.

Setelah memasuki dekade 1980an, masyarakat yang terpapar sajian film mulai terinspirasi dengan pola perilaku menjadi karakter dalam film.

Film bertemakan gangster balapan liar, dan kehidupan hura-hura anak muda juga terdapat pada produksi film nasional pada dekade 1980an.

Terlebih pada pertengahan tahun 1980an demi untuk bertahan dari commit to user commit to user

persaingan dengan film asing yang masuk. Produk film - film nasional yang muncul adalah film film yang vulgar dan bertemakan seks, mafia, hingga kekerasan. Keadaan peredaran perfilman nasional yang terwujud film yang berisi menurunnya moral dan hilangnya norma dalam kehidupan. Berpengaruh pada kehidupan masyarakat surakarta sehingga terjadi penyimpangan sosial. Meningkatnya jumlah kasus kenalakan remaja secara drastis pada tahun 1985 sebesar 2.717 (92%) kasus yang terdiri dari 158 kejahatan dan 5.508 pelanggaran. Hal itu menjadi bukti bahwa terdapat masyarakat yang salah memahami film dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Kesalahpahaman masyarakat akan sajian sebuah film dapat berujung pada tindakan kriminal.

e. Budaya Melek Bengi

Surakarta sejak dulu telah dikenal menjadi destinasi kota plesiran.

Berbagai bentuk jenis hiburan tersedia di kota menjadi kebanggaan masyarakat Surakarta dan tidak jarang menarik perhatian masyarkat luar untuk datang. Beberapa hiburan yang pertunjukannya sering kali diadakan hingga larut malam bahkan dini hari. Membuat masyarakat Surakarta terbiasa untuk mempersempit waktu istirahatnya di malam hari hanya sekedar menikmati hiburan malam. Mereka meluangkan waktu hanya sekedar menikmati malam dengan berkumpul, mengobrol, dan menikmati minuman / kudapan ringan (dalam bahasa umum masyarakat Surakarta disebut “Nongkrong”) dan ajang menjadi berkencan. Sedangkan tempat yang untuk berkumpulnya biasanya disebut Tongkrongan.

commit to user commit to user

Gambar 26. : potret masyarakat Surakarta sedang ketika terdapat hajatan Sumber : Koleksi pribadi Mochtar

Tongkrongan menjadi hal prestise ketika memiliki suasana yang mewah dan nyaman. Selain menonton di bioskop dengan midnight

Tongkrongan menjadi hal prestise ketika memiliki suasana yang mewah dan nyaman. Selain menonton di bioskop dengan midnight

Dokumen terkait