Periode sejarah evaluasi program ini mencakup abad kesembilan belas. Masa ini adalah masa Revolusi Industri dengan berbagai perubahan ekonomi dan teknologi yang menyertainya, yang mentransformasikan hampir semua
struktur masyarakat. Mengutip Pinker (1971)1, mereka
mengatakan bahwa masa ini adalah periode perubahan sosial yang utama, reformasi dan revisionisme yang berhati-hati. Masa ini merupakan masa perubahan drastis dari segi penampilan dan kesehatan mental, kehidupan dan kesadaran sosial, serta dari segi keseluruhan struktur agen sosial. Pada masa inilah berdengung filsafat laissez-faire Bentham dan filsafat humanitarian para philanthropists (dermawan). Ini merupakan periode yang ditandai oleh berbagai upaya berkesinambungan namun sering berlarut-larut dalam mereformasi program pendidikan dan sosial serta berbagai agensi baik di Inggris maupun di Amerika Serikat.
Di Inggris selama abad ke-19 berlangsung upaya yang berkelanjutan untuk mereformasi pendidikan, hukum yang tak berkeadilan, rumah sakit, rumah yatim-piatu, dan kesehatan masyarakat. Evaluasi terhadap badan dan fungsi sosial ini sifatnya informal dan impressionistis (lebih memberikan ide umum daripada fakta khusus). Sering evaluasi itu berbentuk komisi pemerintah yang ditunjuk untuk menyelidiki berbagai aspek dari bidang yang sedang dipertimbangkan. Misalnya, Komisi Kerajaan (Royal Commission) untuk investigasi Primary
Education di Irlandia di bawah pimpinan the Earl of Powis,
setelah menerima kesaksian dan bukti penelitian, menyimpulkan bahwa “kemajuan anak-anak pada sekolah nasional di Irlandia berada jauh di bawah standar yang diharapkan.” Untuk memulihkannya, komisi Powis lalu merekomendasikan skema “payment by results” (pengupahan berdasarkan pada hasil) yang sudah diterapkan di Inggris, dan yang menggantungkan gaji guru sebagian pada hasil ujian tahunan di bidang membaca, mengeja, menulis, dan aritmetika (Kellaghan & Madaus, 1982).2 Contoh lain dari pendekatan
1 Pinker , R. (1971). Social theory and social policy. London: Heinemann
Educational Books.
2 Kallaghan, T. & Madaus, G.F. (1982). Trends in educational standards in
Great Britain and Ireland . Dalam G.R. Austin & H. Garber. The rise and fall of
evaluasi ini adalah Komisi Kerajaan tahun 1882 untuk Rumah Sakit Cacar dan Demam yang merekomendasikan bahwa rumah sakit untuk penyakit menular seharusnya terbuka dan bebas bagi semua warga negara (Pinker, 1971).3
Saat ini, Komisi Kerajaan masih digunakan di Inggris, untuk mengevaluasi berbagai bidang yang sedang menjadi perhatian. Imbangan padanannya di AS adalah Komisi Kepresidenan (misalnya, Komisi Kepresidenan untuk Pendanaan Sekolah), White House Panels (misalnya, panel gedung putih untuk Non Public Education), dan dengar pendapat Konggres. Di sepanjang sejarahnya, Komisi Kerajaan, Komisi Kepresidenan, Dengar pendapat Kongres telah berfungsi sebagai alat untuk mengevaluasi berbagai program layanan kemanusiaan melalui bukti penelitian yang dikumpulkan oleh komisinya atau yang disajikan oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Meskipun demikian, pendekatan terhadap evaluasi ini kadang-kadang hanya bersifat emblematic
(perlambang) atau simbolis.
Di Inggris, selama periode ini, pada saat berbagai program reformasi ditata, bukan hal yang aneh bila ada permintaan evaluasi setiap tahun melalui sistem laporan tahunan yang disampaikan oleh inspektorat. Misalnya, dalam pendidikan terdapat beberapa inspektur sekolah yang tugasnya mengunjungi sekolah setiap tahunnya dan memberikan laporan mengenai kondisi dan prestasi siswa. Serupa dengan itu, para komisioner Poor Law punya inspektur kecil yang diupah untuk mengawasi kepatuhan pada UU Amandemen
Poor Law tahun 1834 (Pinker, 1971).4 Sistem pemeliharaan
inspektorat eksternal untuk memeriksa dan mengevaluasi upaya sekolah saat ini terdapat di Inggris dan Irlandia. Di AS, para inspektur eksternal dipekerjakan pada beberapa negara dan badan federal. Misalnya, OSHA (Occupational Safety and
Health Administration) mempekerjakan para inspektur untuk
3Op. Cit. 4Ibid.
memantau ancaman kesehatan di tempat kerja. Menariknya, sistem inspektur eksternal sebagai model evaluasi hanya mendapat perhatian kecil di dalam pustaka mengenai evaluasi. Bidang evaluasi pendidikan dapat memperoleh keuntungan dari observasi lebih detil terhadap sistem inspektorat formal.
Dalam sejarah evaluasi, sepanjang periode ini, perlu diperhatikan dua perkembangan lain di Inggris. Pertama, selama pertengahan abad ke-19 muncul sejumlah asosiasi yang dibentuk untuk investigasi sosial. Asosiasi ini menemukan dan mempublikasikan beberapa persoalan sosial yang sangat besar pengaruhnya untuk merangsang pembahasan. Kedua, sering dalam menjawab private reports ini, birokrasi yang dibentuk untuk mengelola program sosial kadangkala mengangkat komite investigasi. Komite ini merupakan komite investigasi resmi yang disponsori pemerintah untuk program sosial, seperti
provincial workhouses (Pinker, 1971). Kedua contoh ini penting
dengan dasar alasan bahwa contoh itu merupakan benih lahirnya pendekatan empirisme terhadap evaluasi program.
Di AS, mungkin upaya formal paling awal untuk mengevaluasi kinerja sekolah muncul di Boston pada tahun 1845. Peristiwa ini, dalam sejarah evaluasi termasuk peristiwa penting karena merupakan awal dimulainya tradisi panjang pemakaian skor tes siswa sebagai sumber data pokok untuk mengevaluasi efektivitas program sekolah atau pengajaran. Lalu, atas desakan Samuel Gridley, diperkenalkan ujian essei
tertulis di Boston Grammar Schools oleh Horace Mann dan Board
of Education. Seolah-olah ujian essei diperkenalkan untuk
mengganti ujian lisan atau viva voce. Modus ujian yang terakhir ini, dengan semakin banyaknya siswa, secara administratif menjadi janggal dan juga dianggap tidak adil karena tak dapat distandardisasikan untuk semua siswa. Hal yang menarik mengenai evaluasi program adalah agenda kebijakan tersembunyi di balik pergeseran menuju ujian tertulis, yaitu, pengumpulan data agar dapat dilakukan perbandingan antar- sekolah yang pada akhirnya dapat digunakan dalam berbagai keputusan mengenai pengangkatan kepala sekolah. Howe dan
Mann mencoba membangun differential school effects dan menggunakan data ini untuk menyingkirkan kepala sekolah yang menentang mereka dalam hal penghapusan hukuman badan. Ini merupakan contoh awal yang menarik mengenai politisasi data evaluasi.
Antara tahun 1887 dan 1898, Joseph Rice melaksanakan apa yang pada umumnya dikenal sebagai evaluasi program pendidikan formal yang pertama di Amerika. Ia melakukan kajian komparatif mengenai nilai drill (latihan) dalam pengajaran spelling (mengeja) pada sejumlah school districts. Ia menggunakan skor tes sebagai ukuran kriterianya dalam evaluasi pengajaran mengeja. Ia berpendapat bahwa tak ada perolehan pembelajaran yang signifikan antara sistem yang membutuhkan waktu 200 menit seminggu untuk belajar mengeja dengan yang hanya menggunakan waktu sedikitnya 10 menit/minggu. Akibatnya, Rice berhasil mendorong para pendidik untuk menguji-ulang dan akhirnya merevisi pendekatan yang dipakai untuk pengajaran mengeja. Hal yang lebih penting dari sudut pandang sejarah evaluasi program ini adalah argumentasinya bahwa para pendidik harus menjadi tenaga ahli di bidang eksperimen dan sebagai pemikir kuantitatif, juga pemakaian desain riset komparatif untuk mengkaji prestasi siswa. Rice adalah pendahulu pendekatan desain eksperimen pada evaluasi yang pertama-tama diajukan oleh Linquist pada 1953 dan diperjuangkan oleh Campbell & Stanley pada 1963, 1969. dan pada tahun 1970-an.
Perkembangan lain seharusnya disebutkan sebelum meninggalkan pembahasan singkat mengenai apa yang dicirikan sebagai abad reformasi. Dasar akreditasi atau pendekatan judgement profesional pada evaluasi secara langsung dapat ditelusuri ke pembentukan North Central
Association of Colleges& Secondary Schools di akhir tahun 1980-
an. Meskipun demikian, gerakan akreditasi tidak mendapat reputasi yang cukup baik hingga tahun 1930-an ketika dibentuk enam asosiasi akreditasi regional di seluruh negeri. Sejak itu gerakan akreditasi meluas dan memperoleh pengaruh
serta kredibilitas yang besar sebagai sarana pokok untuk mengevaluasi keandalan institusi pendidikan.