BAB IV Temuan Penelitian berisi analisis wacana, dalam materi
B. Masa Sekolah dan Kuliah Anies Rasyid Baswedan
Semasa SMP dan SMA Anies Rasyid Baswedan aktif berorganisasi baik intra maupun ekstra sekolah. Kepemimpinan Anies terlihat ketika ia menjabat sebagai wakil Osis SMA Negeri 2 pada tahun 1985. Ketika itu Anies mewakili sekolahnya untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan di Jakarta. Acara tersebut diikuti oleh para ketua OSIS SMA se-Indonesia. Delegasi dari Yogyakarta sendiri ada 10 siswa sedangkan keseluruhannya ada 300 siswa dari seluruh Indonesia. Anies yang saat itu masih wakil ketua
5
Adhe Riyanto, ... Hal: 11 6
Adhe Riyanto, ... Hal: 10 7
OSIS dan kelas satu terpilih untuk memimpin para peserta yang rata-rata merupakan siswa kelas dua atau tiga.8
Selanjutnya pada tahun 1987, kegemarannya memepelajari bahasa Inggris membuatnya terpilih menjadi peserta AFS Intercultural Program, Program Pertukaran Pelajar Indonesia-Amerika yang diselenggarakan oleh Bina Antarbudaya selama satu tahun di Amerika Serikat. Pemilihan tersebut sangat ketat karena harus mengikuti berbagai tes. Anies dan Rina, siswi SMA Muhammadiyah 1 yang terpilih mewakili daerah Yogyakarta. Di Amerika Anies tinggal bersama salah satu keluarga di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.9
Sekembalinya dari AS pada tahun 1988 Anies Rasyid Baswedan mengalami pergolakan batin. Ia mulai menemukan banyak ketidakadilan, hal yang tidak masuk akal, dan ketidakpuasan terhadap lingkungan baik sekolah maupun lingkungannya. Anies kala itu menjadi pribadi yang memberontak. Namun berkat kesabaran ibunya yang mendengarkan keluh kesahnya dan memberinya pengertian-pengertian tentang realitas di lingkungannya yang harus diperjuangkan bukan untuk dimusuhi.10 Anies akhirnya menyadari pentingnya memperjuangkan lingkungannya bukan justru mengacuhkan atau memusuhinya.
Sikap pemberontakan dan kritis Anies terlihat saat Anies Rasyid Baswedan membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di kantor polisi. Proses pembuatan SIM mensyaratkan Surat Keterengan Dokter, formulir
8
Adhe Riyanto, ... Hal: 17-18 9
Adhe Riyanto, ... Hal: 19 10
pendaftaran dan sebagainya disertai pembayaran dan formulir. Hal tersebut bukanlah masalah bagi Anies. Ia memberontak ketika mengambil SIM yang sudah jadi petugas menyodorkan sebuah kotak agar membayar tanpa disertai kwitansi. Perbuatan petugas tersebut Anies laporkan kepada komandan bagian pembuatan SIM. Mengetahui hal tersebut komandannya tidak saja menerima pengaduan Anies namun justru turun tangan mengambilkan SIM Anies. 11 Keberanian Anies ini makin mematangkan pribadinya untuk
bertindak “tidak” pada ketidakadilan. Kesabaran pengajaran ibunya
membuahkan hasil karena Anies Rasyid Baswedan berkembang menjadi pribadi yang mampu mengatasi berbagai persoalannya.
Pengalaman demi pengalaman yang Anies dapatkan dari lingkungannya semakin meningkat tatkala ia melatih kemampuan jurnalistiknya. Pada tahun 1989 TVRI Stasiun Yogyakarta yang dipimpin oleh Ishadi SK merekrut anak-anak muda untuk mewawancarai tokoh-tokoh nasional untuk acara yang bertajuk Tanah Merdeka. Anies Rasyid Baswedan muda sangat bersemangat karena ia selalu mengagumi orang-orang besar. Diantara tokoh-tokoh nasional yang berhasil ia wawancarai adalah Sultan Hamengku Buwono IX, Tien Soeharto, Sudomo, WS Rendra, Emil Salim, Taufiq ismail dan tokoh-tokoh lainnya. Bahkan wawancara Anies Rasyid Baswedan dengan Ibu Negara Tien Soeharto merupakan rekaman wawancara dengan durasi terlama dan terus menerus diputar di TVRI saat Ia wafat. Kekagumannya dengan tokoh-tokoh besar bahkan
11
menghantarkan Anies untuk sebisa mungkin hadir dalam pemakaman para tokoh besar meski Anies tidak mengenalnya secara personal dan meski ia harus berjalan dua kilometer seperti saat ia menghadiri pemakaman Sri Sultan Hamengku Buwono IX.12
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA Negri 2 Yogyakarta, Anies Rasyid Baswedan sedikit bimbang memilih kampus. Seperti biasa, ia berdiskusi dengan kedua orang tuanya, ia kemudian memutuskan untuk memilih Faultas Ekonomi Universitas Gajahmada (UGM). Anies Rasyid Baswedan tidak ingin hanya kuliah dan menimba ilmu, ia juga aktif dalam organisasi mahasiswa sehingga ia terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa UGM. Berkat kecerdasannya Anies Rasyid Baswedan mendapatkan kesempatan beasiswa dari Japan Airlines Foundation (JAF). Beasiswa ini menghantarkan Anies sekali lagi menimba ilmu dengan kuliah musim panas bidang Asian Studies di Universitas Sophia, Tokyo, Jepang. Pada tahun 1995, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas (PAU) Studi Ekonomi UGM. Kecerdasannya dalam bidang akademik membawanya sekali lagi memperoleh beasiswa Fullbright untuk pendidikan Master dalam bidang International Security dan Ekonomic Policy di Universitas Maryland, College park, Amerika Serikat. Anies Rasyid Baswedan melanjutkan studi strata dua pada tahun 1997. Setahun kemudian, tepatnya tahun 1998 Anies Rasyid Baswedan mendapatkan penghargaan William P. Cole III Fellowship dari School of Public Policy University of Maryland. Di tahun
12
sama, ia mendapatkan ASEAN Student Awards Program dari USAID –
USIA – NAFSA.13
Anies Rasyid Baswedan menikah dengan Fery Farhati Ganis14 yang tidak lain adalah keponakan Ibunya, Aliyah pada tahun 1996. Pernikahannya dikaruniai dua orang anak saat Anies mendapatkan beasiswa Master di Universitas Maryland, College Park, AS. Berbeda dengan saat kuliah di UGM, Anies tidak terlalu aktif dalam organisasi. Anies dan istrinya harus hidup hemat dan rajin belajar untuk terus dapat meneruskan kuliah. Beasiswa mengharuskan mereka untuk terus mendapat nilai IPK minimal 3,75 karena jika tidak maka beasiswa dapat dicabut. Tidak heran jika kemudian Anies Rasyid Baswedan harus terus menimba ilmu dan membaca setidaknya 1000-1500 halaman buku dalam waktu satu minggu.15
Menyelesaikan gelar Master tidak membuat Anies Rasyid Baswedan puas akan keilmuannya. Tahun 1999 Anies Rasyid Baswedan melanjutkan kuliah di Departemen ilmu politik, Northen Illionis university, Amerika Serikat. Sekali lagi Anies kuliah doktoral dengan program beasiswa dari Universitas tersebut. Anies menyelesaikan kuliah doctoralnya pada tahun 2004. Ia menulis disertasi mengenai “Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia”.16
Semasa kuliah doktoral, Anies aktif dalam menulis berbagai
13
Adhe Riyanto, ... Hal: 24-25
14
Fery juga mendapat gelar Master Parenting Wducation dari Northen Illionis University, USA. Pernikahan mereka dikaruniai empat orang anak yaitu Mutiara Annisa, Mikail Azizi, Kaisar Hakam, dan Ismail Hakim. (Muhammad Muhibbudin, Kisah Inspiratif 7 Anak Kampung,
Yogyakarta: Mantra Books, 3013, h. 142) 15
Adhe Riyanto, ... Hal: 25-26 16
http://aniesbaswedan.com/biografi-anies-baswedan, diakses pada tanggal 16/01/2014 pukul 22:33
jurnal yang dimuat di majalah-majalah international. Tema-tema yang biasa ia tulis antara lain adalah tentang desentralisasi, demokrasi dan politik Islam di Indonesia.17 Selain menulis, Anies Rasyid Baswedan juga menjadi pembicara dalam berbagai konferensi internasional.18