BAB II KAJIAN PUSTAKA KAJIAN PUSTAKA
PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
B. Temuan Penelitian
2. Masalah-maslah yang dihadapi PSK Tegal Panas antaralain sebagai berikut
faktor lingkungan keluarga sebagai penyebab dia bisa masuk ke dunia prostitusi, berikut pengakuannya
“Faktor lingkungan mas, pengaruh pergaulan dengan teman-teman saya yang menyebabkan saya di sini. Teman-teman-teman saya juga banyak yang bekerja seperti saya. Namun tidak semua tinggal di Tegal Panas, kita tinggal di temat yang berbeda”.
2. Masalah-maslah yang dihadapi PSK Tegal Panas antaralain sebagai berikut
a. Pelanggan datang keika waktu salat
Tamu atau pelanggan yaang datang ke Tegal Panas memang tak mengenal waktu. Tidak sedikit mereka yang datang di Tegal Panas untuk mencari kepuasan biologis saat tiba waktu ibadah. Berikut jawaban N seorang PSK yang kami tanya mengenai masalah-masalah yang ada ketika akan melaksanakan ibadah, N memberi keterangan sebagai berikut.
“Masalah ada mas, ketika di dalam room( ruang kamar atau ruang karaoke) lalu masuk waktu salat, maka tidak bisa salat mas karena pada saat nyanyi pasti mabuk, selesai mabuk sudah teler(lemas karena pengaruh alkohol) mas”.
b. Ketika waktu shalat tiba masih di dalam ruang karaoke atau kamar tidur bersama pelanggan.
Ada pendapat lain yang berbeda dari sebelumnya, yakni pendapat D yang menyatakan bahwa masalah yang dihadapi adalah ketika waktu ibadah tiba msih dalam keadaan melayani tamu di ruang karaoke, berikut penjelasan
lxxiii
dari D ketika kami tanya menegenai masalah-masalah yang mereka hadapi ketika ingin melaksanakan ibadah mahdhah di lingkungan Tegal Panas..
“Laranagn keras orang tua mas, saya disini baru satu minggu karena kabur dari rumah. Ibu (tiri) saya germo, saya ingin di jual oleh ibu saya. Sebelum saya kesini saya pernah kabur dan kerja di salah satu pabrik di sekitar sini. Namun ibu (tiri) menemukan saya dan saya di paksa pulang. Waktu dirumah ketika saya sedang baca Al Quran di kamar saya, tiba-tiba ibu saya mendobrak pintu kamar dan merobek-robek Al Quran yang sedang saya baca di depan mata saya mas, sakit sekali mas. Tidak cuma itu, semua ijazah dan surat-surat penting yang saya miliki juga di bakar ibu saya. Harapan saya untuk kembali bekerja di pabrik sudah sirna mas. Akhirnya saya di ajak teman untuk bekerja di sini. Selama disini saya belum pernah salat mas, karena lingkungan yang tidak mendukung. Tapi suatu saat saya tetap akan salat lagi mas”.
Larangan beribadah dari orang tua yang dialami D merupakan suatu tindakan yang disayangkan. Sebagai orang tua seharusnya membuat anaknya lebih baik darinya bukan membuat anak seperti dirinya. Usaha D sudah cukup keras untuk menentang orangtuanya.
Sekarang D memutuskan untuk hidup di Tegal Panas dengan status pemandu karaoke, D hanya mau melayani tamu yang minta ditemani untuk bernyanyi (karaoke) karena D belum berani untuk melayani tamu yang meminta untuk berhubungan seks. D pun menjelaskan untuk satu minggu di Tegal Panas belum bisa melaksanakan ibadah. Lingkungan yang kotor dan pengaruh teman-teman yang rata-rata juga jarang beribadah yang membuat D masih mengikuti alur yang ada di Tegal Panas. ketika D ingin beribadah pun D sedang melayani tamu atau pelanggan. Karena waktu beribadah tiba ketika D masih berada di ruang karaoke, tentu juga dengan kondisi mabuk akibat minuman beralkohol. Pengetahuan D tentang agama juga cukup baik, karena
lxxiv
D tau jika sedang dalam pengaruh minuman beralkohol di larang untuk beribadah.
Perasaan D sudah sangat hancur saat ini, jalan hidup dan masa depannya sudah tidak terlihat lagi. D mungkin sudah kecewa berat dengan perlakuan ibunya, ibu yang dulu dikenal baik dan menyekolahkan hingga lulus SMA ternyata tega melakukan hal seperti itu. Air mata tak terbendung tak kuasa menahan betapa skitnya hati D saat ini. Di usia yang masih 18 tahun, D harus mencari uang sendiri dengan cara yang tidak dia sukai.
Dalam hal ini pemerintah harus sesegera mungkin mengambil tindakan terkait masalah-masalah yang terjadi pada PSK di Tegal Panas. Mungkin pemerintah bisa memberikan solusi yang tepat untuk kasus semacam D supaya nasibnya tidak seperti PSK yang lainnya yang sudah terlanjur dalam mengarungi dunia prostitusi. Penulis menyayangkan jika suatu saat kehormatan orang seperti D ini hancur di tangan laki-laki yang tidak bertanggungjawab.
Wanita muda dengan kesadaran beragama yang tinggi harus mengorbankan hidupnya di dunia hitam karena faktor orangtua yang tidak memiliki sikap keberagamaan. Orangtua yang seharusnya memberi contoh yang baik justru sebaliknya.
c. Pengaruh minuman beralkohol dan Tidak berani dengan ibu asuh ketika menolak pelanggan.
lxxv
Tiada hari tanpa minuan beralkohol di Tegal Panas, hampir setiap ingin melakukan pekerjaannya, para PSK selalu meneguk minuman beralkohol tersebut bersama pelanggannya. Minuman beralkohol sudah menjadi minuman sehari-hari. Berikut merupakan pengakuan salah satu PSK yaitu RY yang memberikan keterangan bahwa masalah yang dihadapi adalah faktor minuman beralkohol yang setiap hari mereka konsumsi.
Biasa mas pas mau salat tamu datang. Dulu disini saya sering salat
mas, tapi ada yang bilang “PK kok salat”, semenjak itu saya jarang salat
di masjid. Untuk puasa saya pernah mas sudah puasa seharian, eh..jam 5 sore ada pelanggan yaang mengajak saya untuk ditemani minum, karena tidak enak sama ibu asuh saya dengan terpaksa saya membatalkan puasa dengan minuman beralkohol .
Masalah utam dari RY selain karena fakto minuman beralkohol juga karena ada rasa yang tidak enak jika menolak pelanggan. Karena ibu asuh dari RY ini orangnya sangat baik tidak seperti ibu asuh yang lainnya. Karena kebaikannya itu yang membuat RY tidak kuasa untuk menolak perintah ibu asuh sekalipun ingin melaksanakan ibadah, RY tetap memilih menemani pelanggan
3. Langkah-langkah PSK di Tegal Panas Desa Jati Jajar Kecamatan