hasil observasi kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
D. Mass Wasting (Pergerakan massa tanah/batuan)
Mass wasting adalah perpindahan massa batuan atau tanah karena pengaruh gaya berat. Prosesnya sama seperti erosi, ada pelepasan massa batuan, pemindahan batuan yang terkikis (transportasi) dan pengendapan (sedimentasi).
Bentuk-bentuk mass wasting yaitu :
Rayapan (creeping) : soil creep, rock creep.
Aliran (flowing) : earth flow, mud flow, soil fluction
Longsoran (sliding) : debris slide, rock slide, debris avalanche Runtuhan (falling) : rock foll, debris foll, slumping
Sub sidence
Lampiran 2 :
Lembar Pengamatan Sikap
No. Nama Siswa Syukur Rasa ingin tahu Tanggung jawab Keterangan
3 2 1 3 2 1 3 2 1 1. 2. 3. Dst Skor Maksimal = 9
Nilai = (Skor Perolehan : Skor Maksimal) x 100 Rubrik Penilaian Sikap
No. Aspek yang dinilai Rubrik
1. Menunjukkan sikap syukur terhadap penciptaan bumi sebagai karunia Tuhan Yang Maha Pengasih
3 : menunjukkan sikap syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dengan mencari fenomena alam yang terjadi di jagad raya.
2 : belum menunjukkan sikap syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, namun menaruh minat terhadap kebesaran Tuhan saat refleksi
1 : belum menunjukkan ekspresi rasa syukur dan belum menaruh minat terhadap terhadap kebesaran Tuhan saat refleksi
2. Menunjukkan rasa ingin tahu dalam mempelajari hakekat ilmu dan peran geografi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
3 : menunjukkan sikap antusias dan mau bertanya dalam kegiatan pembelajaran
2 : menunjukkan sikap antusias dan mau bertanya dalam kegiatan pembelajaran setelah didorong untuk terlibat 1 : belum menunjukkan sikap antusias dan malu bertanya
dalam kegiatan pembelajaran walaupun telah didorong untuk terlibat
3. Menunjukkan sikap tanggung jawab terhadap penyelesaian tugas-tugas dalam pembelajaran geografi
3 : menunjukkan sikap tanggung jawab dan disiplin waktu terhadap penyelesaian tugas-tugas dalam pembelajaran geografi
2 : menunjukkan sikap tanggung jawab akan tetapi tidak disiplin waktu terhadap penyelesaian tugas-tugas dalam pembelajaran geografi
1 : belum menunjukkan sikap tanggung jawab dan tidak disiplin waktu terhadap penyelesaian tugas-tugas dalam pembelajaran geografi
Lembar Penilaian Proses dan Aktivitas Siswa
No kelompok
Kriteria
Skor Total Penyampaian Penampilan Komunikasi Tanggapan
3 2 1 3 2 1 3 2 1 3 2 1
Skor Maksimal = 12
Nilai = (Skor Perolehan : Skor Maksimal) x 100
Rubrik Penilaian Presentasi Dan Tanya Jawab No. Aspek yang
dinilai
Rubrik
1. Penyampaian 3 : presentasi siswa tampak alami dan santai tanpa mengurang keseriusan 2 : siswa dapat menyampaikan dan tidak membaca materi presentasi 1 : penyajian siswa tergantung banyak pada catatan, siswa lebih banyak
membaca daripada melakukan presentasi
2. Penampilan 3 : penampilan diri sesuai dengan konteks dan penuh semangat 2 : penampilan diri sesuai dengan konteks dan cukup semangat
1 : penampilan diri kurang sesuai dengan konteks dan kurang semangat 3. Komunikasi 3 : pengucapan baik sehingga presentasi mudah dipahami
2 : pengucapan cukup baik sehingga presentasi cukup mudah dipahami 1 : pengucapan kurang baik sehingga presentasi kurang dipahami 4. Tanggapan 3 : tanggapan terhadap pertanyaan peserta terfokus dan relevan
2 : tanggapan terhadap pertanyaan peserta pada umumnya relevan, tetapi penjelasan masih kurang
1 : tanggapan terhadap pertanyaan peserta kurang dan masih kurang penjelasan
Lampiran 7. Ringkasan Materi Siklus I
Tenaga Eksogen
Eksogen, ialah tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifatnya merusak atau merombak permukaan bumi yang sudah terbentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen juga
mengakibatkan bentuk-bentuk muka bumi. Tenaga eksogen dapat berasal dari tenaga air, angin, dan organisme yang menyebabkan terjadinya proses pelapukan, erosi, denudasi, dan sedimentasi. Contoh seperti bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.
Di permukaan laut, bagian litosfer yang muncul akan mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen yaitu dengan jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula bukit dihancurkannya melalui tenaga pelapukan, kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin, gletser atau dengan hanya grafitasi bumi. Hasil pengangkutan itu kemudian diendapkan, ditimbun di bagian lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan bantuan hancur dari yang kasar sampai yang halus.
Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan pantai menjadi dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit batu yang kian hari semakin kecil akibat tiupan angin.
Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:
• Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin
• Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya
• Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Proses pengubahan muka bumi ini membutuhkan waktu yang tidak pendek, di antaranya melalui proses pelapukan, pengikisan, dan pengendapan.
A. Pelapukan
Pelapukan adalah proses penghancuran batuan atau permukaan bumi oleh proses kimia, fisika, dan biologi. Pelapukan dibagi dalam tiga macam, yaitu:
1. Pelapukan Mekanis (fisis)
Pelapukan mekanis adalah penghancuran batuan secara fisik tanpa mengalami perubahan kimiawi. Penghancuran batuan tersebut salah satunya disebabkan oleh faktor berikut :
a. perbedaan suhu antara siang dan malam yang sangat besar, misalnya di daerah gurun. Pada siang hari, suhu sangat tinggi sehingga batuan mengalami pemuaian, sedangkan pada malam hari suhu udara sangat rendah sehingga batuan mengerut. Perubahan suhu ini menyebabkan batuan mudah retak dan akhirnya pecah menjadi bagian yang lebih kecil.
b. pembekuan air di dalam celah-celah batuan. Air dalam keadaan cair dapat meningkat volumenya jika membeku menjadi Kristal-Kristal es. Oleh karena itu batuan bisa pecah/hancur karena air yang membeku di dalam celah-celah batuan dapat menekan
batuan sehingga menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Peristiwa Pelapukan Fisis 2. Pelapukan Kimia
Pelapukan kimia adalah Proses penghancuran massa batuan yang disertai perubahan struktur kimia batuan.Peristiwa seperti pelarutan batuan oleh air, oksidasi, dan hidrolisis mengakibatkan terjadinya pelapukan secara kimiawi.
Pelapukan kimia dapat ditemui pada daerah kapur. Contoh bentuk kenampakan alam hasil pelapukan kimia salah diantaranya gua, uvala, dolina, dan aliran sungai bawah tanah.
3. Pelapukan Biologis (organis)
Pada hakikatnya pelapukan organis merupakan paduan antara proses pelapukan mekanis dan pelapukan kimiawi. Pada peristiwa pelapukan ini, terjadi proses penghancuran massa batuan yang disebabkan oleh binatang dan tumbuhan. Akar tumbuh-tumbuhan yang memanjang dapat menembus dan menghancurkan batuan. Selainitu, batuan juga bias hancur karena bakteri, cendawan, dan lumut dengan menutupi permukaan batuan.
Peristiwa Pelapukan Biologis B. Erosi
Erosi atau pengikisan adalah proses terlepasnya partikel batuan secara alamiah oleh tenaga pengangkut yang ada di permukaan bumi antara lain angin dan air.
Berdasarkan penyebabnya ada empat macam erosi yaitu :
1. Erosi aliran permukaan
Terjadi jika intensitas dan atau lamanya hujan melebihi kapasitas infiltrasi. Oleh karena itu, laju erosi permukaan dipengaruhi oleh kecepatan permukaan dan turbulensi aliran. Erosi ini menyebabkan terjadinya lembah dalam, ngarai, dan jurang yang dalam (canyon). Misalnya, Grand Canyon dengan Sungai Colorado, USA (Grand Canyon of Colorado).
2. Erosi angin
Erosi yang disebabkan oleh tenaga angin, biasanya terjadi di padang pasir atau di pantai berpasir. Erosi angin di daerah berpasir mengakibatkan terjadinya bukit-bukit pasir (gumuk pasir) yang biasa disebut sand dunes.Korasi atau deflasi adalah proses erosi yang dilakukan oleh angin yang mengandung atau membawa pasir melintasi batuan-batuan sehingga batuan tersebut terkikis, misalnya terbentuknya batu cendawan atau batu jamur di padang pasir atau gurun pasir.
Sand dunes
3. Erosi gletser
Erosi gletser adalah erosi yang disebabkan oleh gletser yang bergerak dari lereng pegunungan menuju ke bawah. Erosi ini dapat terjadi di pegunungan tinggi yang tertutup salju seperti Pegunungan Himalaya, Alpen dan Rocky.
4. Erosi air laut
Erosi air laut disebut juga abrasi atau erosi marine. Erosi ini disebabkan oleh gelombang yang mampu mengikis batuan yang ada di pantai kemudian diendapkan di sekitar pantai tersebut. Bentukan lahan akibat abrasi yaitu cliff, relung dan dataran abrasi.
Gambar Cliff C. Sedimentasi
Sedimentasi adalah pengendapan material hasil erosi karena kecepatan tenaga media pengangkutnya berkurang (menjadi lambat). Media pengangkut yang berbeda menjadikan bentukan alamnya berbeda pula.
1. Sedimentasi fluvial, adalah proses pengendapan materi yang diangkut air sepanjang aliran sungai. Makin ke hilir, ukuran butiran batuan makin kecil. Bentukannya berupa dataran banjir dan kipas aluvial.
2. Sedimentasi aeolis, adalah proses pengendapan materi yang dibawa atau diangkut oleh angin. Bentukan alam berupa gumuk pasir (sand dunes).
3. Sedimentasi marine, adalah proses pengendapan material hasil abrasi di sepanjang pantai. Hasil bentuk sedimentasinya adalah gosong (timbunan pasir hasil pengikisan air laut) dan tombolo (gosong yang menghubungkan pulau dengan daratan utama) serta Beach, timbulnya puing puing batu karang di pantai akibat pemecahan oleh gelombang laut.
Proses terbentuknya tombolo D. Mass Wasting (Pergerakan massa tanah/batuan)
Mass wasting adalah perpindahan massa batuan atau tanah karena pengaruh gaya berat. Masswasting adalah pemindahan massa batuan atau tanah berat (secara besar-besaran) ke tempat yang lebih rendah. Prosesnya sama seperti erosi, ada pelepasan massa batuan, pemindahan batuan yang terkikis (transportasi) dan pengendapan (sedimentasi). Perbedaan masswasting dengan erosi terletak pada tenaga yang menyebabkan proses pemindahan massa batuan atau tanah yang terlepas dari bahan induk. Jadi, masswasting disebabkan karena adanya pengaruh gravitasi.
Bentuk-bentuk mass wasting yaitu :
Rayapan (creeping) : soil creep, rock creep.
Aliran (flowing) : earth flow, mud flow, soil fluction
Longsoran (sliding) : debris slide, rock slide, debris avalanche Runtuhan (falling) : rock foll, debris foll, slumping
Sub sidence
Lampiran 8. Pembagian Kelompok Investigasi Siklus I
Pembagian kelompok siklus satu
Kelompok 1 Ahmad S. Yuddin (02) Ikhwan Syafrullah (11) Moh. Ashraff (13) Tamara Nadya W (21) Kelompok 2 Annisa taqiyatul (03) Chika Mutia P (07) Muhammad yumna (15) Prayogo firdzaky P (18) Kelompok 3
Carolina Gracia Chandra (06) Nadya Hasya fadlih (17) Putri laksmi marwa kamila (19) Yatsabita Nabila andriyana (24)
Kelompok 4
Adenia Rochmah G. ( 01 ) Ardianingputri Laili ( 04) Fajar Dimas Sasmito ( 10) Salsabila Nisaa A (20) Kelompok 5 Erfinda Anis ( 09) M. Aldi Alif (14) Vina Adhi (22) Yerisha Maharani (24) Kelompok 6 Bunga Veronika M (5) Dzikrillah Khoirun N (8) Julian Faris Wahyu T (12) Nadhifah Artyadini A (16) Octavia Sekar (25)
Lampiran 9. Lembar Investigasi Kelompok Siklus I Lembar investigasi kelompok
Topik :
Landasan teori/ penyelidikan
Objek penyelidikan Hasil penyelidikan kesimpulan Kelompok : Nama Anggota : 1. ………..…/….. 5. ………..…/….. 2. ………..…/….. 6. ………../….. 3. ………..…/….. 7. ………../….. 4. ………..…/…..
KISI-KISI SOAL TES BERPIKIR KRITIS SIKLUS I