• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

7.2.3 Bagi Masyarakat

1. Diharapkan masyarakat dapat mengolah kembali air minum isi ulang sebelum

dikonsumsi

2. Diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan kebersihan tempat atau depot air minum isi ulang sebelum membeli

Achmadi U. F., 2001. Peranan Air dalam Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Disampaikan dalam Peringatan Hari Air Sedunia No. 4 Tahun

XXVIII 2001 . Jakarta. Departemen Kimpraswil. pp. 2-3.

Abdilanov, D. 2012. Pelaksanaan Penyelenggaraan Hygiene Sanitasi dan Pemeriksaan Kualitas Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kota Padang Tahun 2012. Skripsi. USU

Arisman 2009. Buku Ajar Ilmu Gizi :Keracunan Makanan. Jakarta:EGC

Asfawi, Supriyono. 2004. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang pada Tingkat Produsen di Kota Semarang Tahun 2004. Skripsi. Universitas Diponegoro.

Astari, Rahmita dan Iqbal, Rofiq. 2009. Kualitas Air dan Kinerja Unit Pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Minum ITB.

Athena, Sukar & Haryono 2004. Kandungan Bakteri Total Coli Dan Escherichia Coli/Fecal Coli Air Minum Dari Depot Air Minum Isi Ulang Di Jakarta, Tangerang Dan Bekasi. Puslitbang Ekologi Kesehatan, Badan Litbangkes. Bakari, R. Joseph, W.B.S. Sondakh, R.C. 2014. Higiene Sanitasi dan Kualitas

Bakteriologis Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kecamatan Wenang Kota Manado Tahun 2014. Jurnal Medika Kesehatan. Februari 2015. Vol 3 No 1

BPOM 2014. Grafik Kasus Keracunan Nasional Yang Terjadi Di Tahun 2014 Berdasarkan Kelompok Penyebab. Jakarta.

BTKL. 2013. Profil Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit Kelas I Palembang.

Cahyaningsih, C. T., Kushadiwijaya, H. & Tholib, A. 2009. Hubungan Higiene Sanitasi Dan Perilaku Penjamah Makanan Dengan Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan Pada Warung Makan. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat, Vol. 25, No. 4, Desember 2009, 180-188.

Chandra, Budiman. 2007. Pengantar Kesehatan Masyarakat. In: Widyastuti, P. (Ed.). Jakarta: EGC.

Dahlan, Sofiyuddin. 2012. Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan Deskriptif, Bivariat, Dan Multivariat:Jakarta, Salemba Medika.

Dinas Kesehatan. 2014. Rekapitulasi Penderita Diare Di Kota Palembang Tahun

2014

Dilapanga, M.R. Joseph, W.B.S. Loho, Hengky. 2015. Higiene Sanitasi dan Kualitas Bakteriologis Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang

DOH. 2011. Coliform Bacteria and Drinking Water. Washington State Department of Health Environtment Public Health Office of Drinking Water.

Fauziah. 2013. Hubungan Faktor Individu dan Karakteristik Sanitasi Air dengan Kejadian Diare pada Balita Umur 10-59 Bulan di Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi Tahun 2013. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Indirawati, Sri Malem. 2009. Analisis Higiene Sanitasi dan Kualitas Air Minum Isi Ulang Berdasarkan Sumber Air Baku pada Depot Air Minum di Kota Medan. Tesis. USU

Indrati, Retno & Gardjito, Mrdijati. 2014. Pendidikan Konsumsi Pangan Aspek Pengolahan dan Keamanan. Jakarta: Kencana

Jawetz, Melnick & Adelberg 1996. Mikrobiologi Kedokteran Jakarta, Egc.

Jayadisastra, Y. S. 2013. Hubungan Pengetahuan, Kebiasaan, Dan Keberadaan, Bakteriologis, E.Coli Dalam Air Minum Dengan Kejadian Diare Pada Konsumen Air Minum Isi Ulang Yang Berkunjung Ke Puskesmas Ciputat Tahun 2013. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Karame, M. Joseph, W.B.S. Sondakh, R.C. 2015. Hubungan Antara Higiene Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang dengan Kualitas Bakteriologi pada Air Minum Isi Ulang dengan Kualitas Bakteriologi pada Air Minum di Kelurahan Bailang dan Molas Kota Manado. Jurnal Medika Kesehatan. Februari 2015. Vol 3 No 1

Kemenkes, RI 2010. Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Hygiene Sanitasi Depot Air MinumIn: Lingkungan, D. P. (Ed.). Jakarta.

Kemenkes, RI. 2011. Situasi Diare Di Indonesia. Jakarta.

Kepmenkes, RI. 2002. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

907/Menkes/Sk/Vii/2002 Tentang Syarat-Syarat Dan Pengawasan

Kualitas Air Minum. Jakarta.

Kepmenperindag, RI . 2004. Keputusan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan Ri Nomor: 651/Mpp/Kep/10/2004 Tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum Dan Perdagangannya. Jakarta.

Kharismajaya, Theo. 2010. Pengawasan Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Banyumas Terhadap Kualitas Air Minum Usaha Depot Air Minum Isi Ulang (Tinjauan Yuridis Pasal 10 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736/MENKES/PER/IV/2010). Skripsi. Universitas Jenderal Soedirman. Khoeriyah, Ari. Anies. Sunoko, Henna R. 2013. Aspek Kualitas Bakteriologi dan

Kurniadi. Saam, Y. Afandi, dkk. 2013. Faktor Kontainasi Bakteri E. Coli pada Makanan Jajanan di Lingkungan Kantin Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Bangkinang. Jurnal Ilmu Lingkungan. Universitas Riau

Kurniawan, A. Joseph, W. Bernadus, J. 2015. Higiene Sanitasi dan Kualitas Bakteriologis Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kecamatan Tuminting Kota Manado Tahun 2014. Jurnal Media Kesehatan Februari 2015, Vol 3 No 1.

Lemeshow, S. dkk. 1997. Besar Sampel Dalam Penelitian Kesehatan.

Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Maier, R. M., Pepper, I. L. & Gerba, C. P. 2007. Environmental Microbiology. China: British Library.

Maharani, Atika Dewi. 2007. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Jepara. Skripsi. Universitas Diponegoro

Marpaung, Manuel D dan Marsono, Bowo D. 2013. Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Sukolilo Surabaya Ditinjau dari Perilaku dan Pemeliharaan Alat. Jurnal Teknik POMITS Vol. 2, No. 2, (2013).

Mirza, M. Navis. 2014. Hygiene Sanitasi dan Jumlah Coliform Air Minum. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Kemas 9 (2) (2014) 167-173

Natalia, Lidya Ayu. 2014. Kajian Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Blora Melalui Metode Most Probable Number. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Novita, Emma. 2004. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Air Minum Isi Ulang Di Kota Palembang Tahun 2004. Tesis. Universitas Indonesia.

Nuria, Maulita C. Rosyid A. Sumantri. 2009. Uji Kandungan Bakteri Escherichia Coli pada Air Minum Isi Ulang di Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian, Vol 5. No 1, 2009 Hal 27-35.

Pangandaheng, C.I. Sinolungan, J.V.S. Joseph, W.B.S. 2015. Hubungan Antara Sanitasi dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang. Jurnal Medika Kesehatan. Februari 2015. Vol 3 No 1

Peraturan Pemerintah. 2001. Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Jakarta.

Permenkes. Nomor 492/Menkes/Per/Iv/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta.

Puspita, Ika. et al. 2013. Hubungan Praktik Higiene Sanitasi Penjamah Makanan Terhadap Cemaran Escherichia Coli pada Makanan Gado-Gado di Sepanjang Jalan Kota Manado. Jurnal Medika Kesehatan. Agustus 2013. Vol 1 No 7

Radji, Maksum. Oktavia, Heria. Suryadi, Herman. 2008. Pemeriksaan Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Beberapa Depot Air Minum Isi Ulang di Daerah Lenteng Agung dan Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. V, No. 2 Agustus 2008.

Rahadi, Aprian E. Kardena, Edwan. 2010. Kualitas Air pada Proses Pengolahan

Air Minum di Instalasi Pengolahan Air Minum Lippo Cikarang.

Rahayu, C. S., Setiani, O. & Nurjazuli 2013. Faktor Risiko Pencemaran Mikrobiologi Pada Air Minum Isi Ulang Di Kabupaten Tegal. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, Vol. 12 No.1.

Randang, Genda E.K. et al. 2014. Higiene Sanitasi dan Kualitas Bakteriologis Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) di Kecamatan Tikala Kota Manado Tahun 2014. Jurnal Medika Kesehatan. Oktober 2014. Vol 2 No 3

Salvato, J. A. et al. 2003. Environmental Engineering. Canada: John Wiley & Sons. Fifth Edition

Sembiring, Firdaus Y. 2008. Manajemen Pengawasan Sanitasi Lingkungan dan Kualitas Bakteriologis pada Depot Air Minum Isi Ulang Kota Batam.

Tesis. USU

Setyorini, Endah. 2013. Hubungan Praktik Higiene Pedagang dengan

Keberadaan Escherichia Coli pada Rujak yang di Jual di Sekitar Kampus Universitas Negeri Semarang. Unnes Journal of Public Health 2 (3) (2013) Skipton, Sharon O. 2014. Drinking Water: Bacteria. Neb Guide. University of

Nebraska-Lincoln Extenstion.

Susanna, Dewi dan Hartono, Budi. 2003. Pemantauan Kualitas Makanan

Ketoprak dan Gado-gado di Lingkungan Kampus UI Depok, Melalui Pemeriksaan Baktereiologis. Makara, Seri Kesehatan, Vol. 7 No. 1, Juni 2003

Wandrivel, R., Suharti, N. & Lestari, Y. 2012. Kualitas Air Minum Yang Diproduksi Depot Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Bungus Padang Berdasarkan Persyaratan Mikrobiologi. Jurnal Kesehatan Andalas.

World Gastrotritis Organization. 2012. Acute Diarrhea In Adults And Children: A Global Perspective.

Rumah Padang Kota Manado dan Kota Bitung. JIKMU, Vol. 5, No. 2, April 2015.

Hubungan Higiene Sanitasi denganKontaminasi Bakteri Coliform padaAir Minum Isi Ulang di Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang Tahun 2015

Nama Depot : Tanggal : Kelurahan:

No. Pelaksanaan Higiene Sanitasi Bobot Ya Tidak Ket

A. Kelengkapan fasilitas sanitasi

1 Tersedianya tempat mencuci tangan

2 Tersedianya sarana air bersih dan mengalir

3 Tersedianya sabun yang digunakan untuk mencuci

tangan penjamah

4 Tersedianya saluran pembuangan air kotor (air limbah)

5 Tersedianya tempat sampah yang memadai dan

tertutup

6 Tersedianya toilet

B. Higiene Pelayanan Konsumen

1 Wadah/galon yang akan diisi dalam keadaan

bersih

2 Proses pencucian wadah/galon di sediakan oleh

pengelola

3 Melakukan pencucian wadah/galon dalam

ruangan tertutup

4 Wadah/galon yang sudah diisi ditutup dengan

penutup wadah yang bersih

5 Wadah/galon langsung diberikan kepada

pelanggan C. Personal Hygiene

1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melayani

Ulang di Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang Tahun 2015

Nama Depot : Tanggal : Kelurahan:

No. Pelaksanaan Higiene Sanitasi Bobot Ya Tidak Ket

A. Sarana Pengolahan Air Minum 1 Terbuat dari bahan tara pangan

2 Tahan korosi

3 Tidak bereaksi dengan kimia

4 Alat yang digunakan masih dalam masa pakai

5 Bahan sarana tidak terbuat dari logam berat yang larut dalam air

B. Air Baku

1 Air baku di ambil dari sumber air bersih seperti sumur gali atau PDAM

2 Dilakukan uji kualitas air baku

3 Pengangkutan air baku paling lama 12 jam

sampai ke depot air minum

4 Disimpan kurang dari 3 hari

5 Tempat penyimpanan air baku terlindung dari

sinar matahari

6 Penampungan air baku bebas dari bahan yang

Gambar Lampiran 1. Beberapa Depot di Kecamatan Seberang Ulu 1

Gambar Lampiran 3. Tabung Filter

Gambar Lampiran 4. Micro Filter

Gambar Lampiran 6. Tempat Pencucian Galon Terbuka

Gambar Lampiran 7. (Cool box)

a. Box merah untuk pengambilan sampel dari depot-depot b. Box biru untuk sampel dibawa ke laboratorium

Gambar Lampiran 8. Beberapa botol sampe steril yang sudah diberi label

Gambar Lampiran 9. Beberapa botol sampel yang sudah berisi air dansiap dibawa ke laboratorium

Analisis Univariat

1. Gambaran akses terhadap fasilitas sanitasi

Akses_thd_fasilitas_sanitasi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Memenuhi syarat 7 23.3 23.3 23.3

Tidak Memenuhi Syarat 23 76.7 76.7 100.0

Total 30 100.0 100.0

2. Gambaran sarana pengolahan air minum

Sarana_pengolahan_air_minum

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Memenuhi Syarat 24 80.0 80.0 80.0

Tidak Memenuhi Syarat 6 20.0 20.0 100.0

Total 30 100.0 100.0

3. Gambaran air baku

Air_baku

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Memenuhi Syarat 12 40.0 40.0 40.0

Tidak Memenuhi Syarat 18 60.0 60.0 100.0

Frequency Percent Valid Percent Percent

Valid Memenuhi Syarat 13 43.3 43.3 43.3

Tidak Memenuhi Syarat 17 56.7 56.7 100.0

Total 30 100.0 100.0

5. Gambaran perilaku mencuci tangan

Mencuci_tangan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Mencuci Tangan 8 26.7 26.7 26.7

Tidak Mencuci Tangan 22 73.3 73.3 100.0

Total 30 100.0 100.0

Normalitas Data Numerik

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

Jumlah_Bakteri .213 30 .001 .896 30 .007

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

tran_bakteri .292 23 .000 .837 23 .002

Ranks

Akses_thd_fasilitas_sanita

si N Mean Rank Sum of Ranks

Jumlah_Bakteri Memenuhi syarat 7 6.79 47.50

Tidak Memenuhi Syarat 23 18.15 417.50

Total 30 Test Statisticsb Jumlah_Bakteri Mann-Whitney U 19.500 Wilcoxon W 47.500 Z -3.066

Asymp. Sig. (2-tailed) .002

Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .001a a. Not corrected for ties.

b. Grouping Variable: Akses_thd_fasilitas_sanitasi

2. Hubungan sarana pengolahan air minum dengan bakteri coliform

Ranks

Sarana_pengolahan_air_

minum N Mean Rank Sum of Ranks

Jumlah_Bakteri Memenuhi Syarat 24 13.88 333.00

Tidak Memenuhi Syarat 6 22.00 132.00

Z -2.073

Asymp. Sig. (2-tailed) .038

Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .044a a. Not corrected for ties.

b. Grouping Variable:

Sarana_pengolahan_air_minum

3. Hubungan air baku dengan bakteri coliform

Ranks

Air_baku N Mean Rank Sum of Ranks

Jumlah_Bakteri Memenuhi Syarat 12 12.08 145.00

Tidak Memenuhi Syarat 18 17.78 320.00

Total 30 Test Statisticsb Jumlah_Bakteri Mann-Whitney U 67.000 Wilcoxon W 145.000 Z -1.779

Asymp. Sig. (2-tailed) .075

Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .087a a. Not corrected for ties.

Jumlah_Bakteri Memenuhi Syarat 12 12.08 145.00

Tidak Memenuhi Syarat 18 17.78 320.00

Total 30 Test Statisticsb Jumlah_Bakteri Mann-Whitney U 67.000 Wilcoxon W 145.000 Z -1.779

Asymp. Sig. (2-tailed) .075

Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .087a a. Not corrected for ties.

b. Grouping Variable: Air_baku

5. Hubungan perilaku mencuci tangan dengan bakteri coliform

Ranks

Personal_hygiene N Mean Rank Sum of Ranks

Jumlah_Bakteri Mencuci Tangan 8 6.56 52.50

Tidak Mencuci Tangan 22 18.75 412.50

Total 30 Test Statisticsb Jumlah_Bakteri Mann-Whitney U 16.500 Wilcoxon W 52.500 Z -3.437

Asymp. Sig. (2-tailed) .001

Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000a a. Not corrected for ties.

Dokumen terkait