• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASYARAKAT, LSM/ORMAS DAN FORUM- FORUM-FORUM (FPK, FKUB DAN FKDM)

‘- Tumbuhnya nilai-nilai demokrasi yang bermanfaat

- Efektifnya peran dan fungsi supra dan infra politik

Gorontalo sehingga menyulitkan dalam memberikan informasi terkait kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan LSM/Ormas yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo

Pencapaian Sasaran 3, pada tahun 2015 ini dapat dilihat dengan pelaksanan 3 (tiga) Program dan 5 (lima) kegiatan. Adapun pelaksanaan program dan kegiatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan dengan Kegiatan Rapat Koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).

Dalam rangka memantapkan Pembauran dan Ketahanan Bangsa maka Kementerian Dalam Negeri mengamanatkan pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sesuai dengan Permendagri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan Di Daerah. Forum Pembauran Kebangsaan ini telah terbentuk dari tingkat Provinsi sampai Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Melalui Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi FPK. Rapat ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi serta penguatan terhadap Forum ini. Rapat ini dilaksanakan sebanyak 1 Kali dengan peserta terdiri dari Para Pengurus FPK Provinsi/Kab/Kota, Aparat Badan Kesbang Kab/Kota dan Pengurus Paguyuban-paguyuban yang ada di Provinsi Gorontalo.

2. Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan dengan Kegiatan Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dibentuk sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat. Kegiatan Penguatan Forum FKDM ini adalah wajib dilaksanakan setiap tahunnya mengingat besarnya peran forum ini dalam melaksanakan deteksi dini terhadap potensi-potensi konflik yang akan terjadi didaerah masing-masing. FKDM ini telah terbentuk sampai ditingkat Kab/Kota dan kecamatan. Untuk mencapai target sasaran dan kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo maka dilaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan melalui kegiatan Rapat Koordinasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat yang dilaksanakan sebanyak 2 Kali dengan peserta berjumlah 150 Orang. Kegiatan ini menghadirkan peserta dari anggota FKDM Provinsi/Kab/Kota dan Aparat Badan Kesbang dan Politik Kab/Kota.

3. Program Peningkatan Ketahanan Sosial dan Ketahanan Budaya Masyarakat

Pada program ini dilaksanakan 3 (tiga) kegiatan yaitu:

a. Penguatan LSM/Orkemas dan Pembuatan Data Base LSM/Orkemas

Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya karena merupakan amanat Permendagri Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendaftaran Ormas diLingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah dan Permendagri Nomor 44 Tahun 2009 tentang Pedoman Kerjasama Depdagri dan PEMDA dengan Ormas dan Lembaga Nirlaba Lainnya dalam Bidang Kesbang dan Politik Dalam Negeri.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada LSM/Orkemas yang telah terdaftar pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo sehingga mengambil peran dalam percepatan pembangunan di Provinsi Gorontalo. Setiap tahun dilakukan pula update data LSM/Orkemas yang dituangkan dalam directory atau data base LSM/Orkemas mengingat banyaknya LSM/Orkemas yang telah terdaftar akan tetapi dalam perjalanannya LSM/Orkemas tersebut tidak aktif lagi, atau adanya perubahan susunan pengurus dan lokasi secretariat yang tidak dilaporkan kembali sehingga menyulitkan dalam pendataan. Sehingga target 75 LSM/Ormas yang memperoleh penguatan hanya mencapai target 50 LSM/Ormas.

b. Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pencegahan aksi-aksi kekerasan, premanisme dan aliran sesat.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan sesuai dengan amanat Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman pelaksanaan tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan FKUB dan pendirian rumah ibadat. Rapat Koordinasi FKUB dilaksanakan 1 (satu) kali dan sosialisasi tentang pencegahan aksi-aksi kekerasan, premanisme dan aliran sesat. Selain pelaksanaan Rakor FKUB dan sosialisasi juga dilaksanakan pemantauan terhadap aliran sesat dan pelaksanaan hari-hari besar keagamaan.

c. Sosialisasi Pencegahan Pornografi dan Pornoaksi.

Sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengantisipasi semakin maraknya pornografi dan pornoaksi yang merusak generasi bangsa. Sosialisasi ini dilaksanakan 1 (satu) kali dengan jumlah

peserta sebanyak 125 Orang yang terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh adat. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya perilaku masyarakat yang tanggap terhadap penyebarluasan pornografi.

Selain kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pencapaian sasaran-sasaran tersebut diatas, terdapat kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mencapai visi dan misi, yaitu berkaitan dengan ketahanan ekonomi dalam rangka terciptanya stabilitas keamanan daerah. Kegiatan yang berkaitan dengan ketersediaan bahan dan harga kebutuhan pokok serta pemantauan/distribusi BBM dari praktek penimbunan, penggelapan dan penyelundupan. Pemantauan ini dilaksanakan untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang kelangkaan bahan kebutuhan pokok di pasaran.

Sasaran strategis yang berkaitan dengan kegiatan rutin kantor yaitu pelayanan jasa administrasi perkantoran, peningkatan sarana, peningkatan kapasitas SDM serta perencanaan dan penatausahaan keuangan secara keseluruhan telah mencapai target walaupun ada beberapa indikator kinerja yang belum tercapai yaitu peningkatan kapasitas sumber daya aparatur hanya terealisasi sebanyak 7 orang dari 10 orang yang ditargetkan dalam Renstra dan Renja. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan anggaran yang belum bisa mengakomodir keikutsertaan aparat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik pada kegiatan Diklat/Bimtek.

Indikator Target 2017

Target Realisasi 2014 2015 2014 2015

Persentase antisipasi potensi

Konflik Yang Tepat 95 % 85 % 90% 85 % 90%

Pencapaian sasaran 4 ini merupakan penjabaran dari misi yang kedua, berdasarkan data diatas, pencapaian Sasaran 4 melaui indikator persentase antisipasi potensi konflik yang tepat baik pada tahun 2014 maupun pada tahun 2015 menunjukan hasil yang baik dari target yang ada.

Capaian kinerja sasaran 4 tersebut diatas, khususnya pada tahun 2015 yang mencapai 100% dari target yang ada. Hal ini dapat dilihat dari beberapa langka antisipasi potensi konflik yang dilakukan yakni sebagai berikut :

Antisipasi Potensi Konflik Sara

Menindak lanjuti Surat Menteri Dalam Negeri RI Nomor : 220/3957.DIII tanggal 30 November 2012 perihal Penjelasan Syatus Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) dan Kawat Dirjend KebangPol Nomor : 220/1091.DIII perihal Munculnya Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR), tanggal 18 Desember 2014 di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dilaksanakan Rapat Pembahasan Keberadaan Organisasi Gerakan Fajar Nusantara SASARAN 4: MENINGKATNYA STABILITAS DAERAH YANG

AMAN, TERTIB DAN KONDUSIF

‘- Tumbuhnya nilai-nilai demokrasi yang bermanfaat

- Efektifnya peran dan fungsi supra dan infra politik

Dokumen terkait