• Tidak ada hasil yang ditemukan

GORONTALO AMAN. V i s i : Jln. MH. Thamrin Kelurahan Ipilo Kec.Kota Timur Kota Gorontalo Tlp

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GORONTALO AMAN. V i s i : Jln. MH. Thamrin Kelurahan Ipilo Kec.Kota Timur Kota Gorontalo Tlp"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

“GORONTALO AMAN”

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI GORONTALO

2016

Jln. MH. Thamrin Kelurahan Ipilo Kec.Kota Timur Kota Gorontalo

V i s i :

(2)

Puji syukur pertama-tama kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidyah-Nya sehingga penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo tahun 2015 dapat diselesaikan.

Dengan disusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo tahun 2015 ini kiranya dapat dijadikan sebagai barometer pengukuran kinerja pemerintah khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo untuk semakin mendayagunakan seluruh potensi yang dimiliki demi peningkatn pelaksanaan tugas di masa mendatang.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo tahun 2015 ini masih belum sempurna serta terdapat hal-hal yang mungkin masih kurang, oleh sebab itu kritik dan saran yang positif dari semua elemen sangat kami harapkan untuk perbaikan dan kesempurnaan Laporan ini.

Gorontalo, Maret 2016

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo

Drs. Hi. ADRIAN LAHAY, M.Si PEMBINA UTAMA MADYA

NIP. 19601207 198203 1 008

KATA PENGANTAR

(3)

Kata Pengantar…… ……… i

Daftar Isi ………… ……….... ii

Daftar Tabel………. ……….... iv

Ringkasan Eksekutif……….... v

BAB I. : PENDAHULUAN………. 1

1.1. Latar Belakang ……… 1

1.2. Tugas Pokok dan Fungsi……… 2

1.3. Sumber Daya……… 3

1.3.1. Sumber Daya Manusia……… 3

1.3.2. Sarana Prasarana………. 5

1.3.3. Sumber Daya Finansial……… 6

BAB II. : PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA……….…. 7

2.1. Rencana Strategis Tahun 2012-2017……… 7

2.1.1. Visi……… 7

2.1.2. Misi……… 8

2.1.3. Tujuan dan Sasaran……… 10

2.1.4. Strategi dan Arah Kebijakan……… 12

2.1.5. Indikator Kinerja Utama……….. 15

2.2 Rencana Kinerja Tahun 2015……… 17

2.3 Perjanjian Kinerja……….. 19

BAB III. : AKUNTABILITAS KINERJA……….…. 23

3.1. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2015..……… 23

3.2. Analisa Capaian Kinerja………... 26 3.3.

DAFTAR ISI

(4)

Tebel 1.1. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan……… 4

Tebel 1.2. Komposisi Pegawai Menurut Pangkat dan Golongan……… 5

Tebel 1.3. Komposisi Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan……….. 5

Tebel 1.4. Sarana dan Prasarana………. 6

Tebel 2.1. Indikator Kinerja Utama………. 16

Tebel 2.2. Rencana Kerja Tahun 2015………. 16

Tebel 2.3. Perjanjian Kinerja Tahun 2015…..………. 19 Tebel 3.1. Pengukuran Kinerja Tahun 2015…..………. ..

Tebel 3.2. Indikator Keberhasilan Target.……….………. ..

Tebel 3.3. Persenatse Partisipasi Politik PILKDA 2015..………. ..

Tebel 3.4. Persenatse Partisipasi Politik PILPRES 2015..………. ..

Tebel 3.5. Alokasi Anggaran Tahun 2012- 2015..………. ..

Tebel 3.6. Realisasi Fisik dan Keuangan Tahun2015..………. ..

DAFTAR TABEL

(5)

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo sebagai Lembaga Teknis Daerah yang mempunyai tugas pokok Gubernur Gorontalo dalam penyelenggaran pemerintahan dalam Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik . Dalam Dokumen Rencana Strategis 2012-2017dengan Visi yang hendak dicapai adalah “GORONTALO AMAN” dan dijabarkan dalam 4 (empat) Misi, yaitu; 1). Meningkatkan Kualitas Demokrasi; 2). Menciptakan Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib dan Kondusif; 3). Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Dalam Mendukung dan Mensukseskan Percepatan Pembangunan Provinsi Gorontalo; 4). Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur dan Kualitas Pelayanan Publik.

Untuk mencapai Visi dan Misi, maka ditetapkan beberapa tujuan dan sasaran yakni sebagai berikut;

Tujuan :

1) Menumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang bermatabat dalam hal ini menitikberatkan pada kebijakan mengunakan hak-hak konstitusional (hak sipil dan hak politik) sebagaimana di amanatkan dalam undang-undang;

2) Meeningkatkan efektivitas peran dan fungsi supra politik dan infra politik;

3) Mengantisipasi sejak dini potensi-potensi konflik berupa kondisi laten dan actual dalam interaksi sosial kemamasyarakatan yang dapat memproduksi rasa ketidak puasan terhadap pihak lain (sikap/perlakuan, kebijakan);

4) Memantapkan pemahaman masyarakat tetang 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UU RI 1945, NKRI, dan Bhineka Tungal Ika;

5) Memantapkan ketahanan budaya dan ekonomi masyarakat;

6) Memberdayakan dan memperkuat peran lembaga-lembaga non pemerintah (LSM/Orkemas, FPK,FKUB, dan FKDM);

RINGKASAN EKSEKUTIF

(6)

7) Mewujudkan aparatur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo yang professional;

8) Menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam menunjang pelaksanaan program dan kegiatan bidang kesatuan bangsa dan politik;

9) Meningkatkan koordinasidan singkronisasi program/kegiatan.

Sasaran :

Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah :

1) Meningkatnya pemahaman dan partisipasi politik masyarakat;

2) Meningkatnya sikap dan prilaku masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, berjiwa Nasionalism, dan Cinta Tanah Air;

3) Meningkatnya peran serta masyarakat, LSM/Ormas dan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM);

4) Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif;

5) Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan;

6) Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian;.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, pada tahun 2015 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo melaksanakan 9 (sembilan) program dengan 19 (Sembilan belas) kegiatan yang dibiyai oleh APBD Provinsi Gorontalo sebesar Rp. 4.550.000.000,- (Empat Miliyar Lima ratus Lima Puluh Juta Rupiah), dengan Realisasi Fisik sebesar 100 % dan Realisasi Keuangan sebesar 95,29 % atau sebasar Rp. 4.431.167. 724,-.

Pada 2015 walaupun dari beberapa perjanjian Kinerja yang diperjanjikan masih terdapat Indikator Kinerja yang ada belum mencapai target seperti peningkatan peran serta LSM/Ormas dan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM) yang baru mencapi 67 %,. Belum tercapainya target tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain seperti ; 1)Tidak menetapnya lokasi

(7)

sekretariat LSM/Ormas dan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM); 2) kuranya koordinasi Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM) terkait perpindahan lokasi secretariat organisasinya ke Kesbang Pol; 3) Kurang aktifnya kegiatan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM), namun secara keseluruhan sasaran dan tujuan program dan kegitan tahun 2015 telah tercapai.

(8)
(9)
(10)

1.1. LATAR BELAKANG

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo merupakan Lembaga teknis daerah yang merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah berbentuk badan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pembentukan Lembaga-Lembaga Teknis Daerah dan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat khusus dibidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri sebagai bagian urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2013, struktur Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:

1. Kepala Badan 2. Sekretariat

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi 3. Bidang Fasilitasi Pembinaan Politik

Sub Bidang Pendidikan Budaya Politik

Sub Bidang Kelembagaan Politik

4. Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

Sub Bidang Pembauran dan Wawasan Kebangsaan

Sub Bidang Kerjasama Intelijen Daerah 5. Bidang Ketahanan Sosial dan Ekonomi

BAB. I PENDAHULUAN

(11)

Sub Bidang Ketahanan Ekonomi

Struktur Organisasi Badan Kesbang dan Politik Provinsi Gorontalo (Perda Nomor 13 Tahun 2013)

1.2. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Gubernur Gorontalo Nomor 16 Tahun 2014 tentang tugas pokok dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut :

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo mempunyai tugas melaksanakan kewenangan otonomi daerah dalam rangka tugas desentralisasi dan dekonsentrasi dibidang Kesatuan Bangsa dan Politik.

Dalam penyelenggaraan tugas, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo mempunyai fungsi:

KEPALA BADAN

SEKRETARIS

SUB BAGIAN KEUANGAN

BIDANG BINA IDEOLOGI DAN WAWASAN

KEBANGSAAN

SUB BAGIAN PERENCANAAN & EVALUASI

BIDANG FASILITASI PEMBINAAN POLITIK

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN

BIDANG KETAHANAN SOSIAL DAN EKONOMI

SUB BIDANG PENDIDIKAN BUDAYA POLITIK

SUB BIDANG KELEMBAGAAN POLITIK

SUB BIDANG PEMBAURAN &

WAWASAN KEBANGSAAN

SUB BIDANG KERJASAMA INTELIJEN DAERAH

SUB BIDANG ORGANISASI SOSIAL

SUB BIDANG KETAHANAN EKONOMI

(12)

a. Menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan fasilitasi dibidang pembinaan politik

b. Menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta fasilitasi dibidang ideology dan wawasan kebangsaan.

c. Menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta fasilitasi dibidang ketahanan sosial dan ekonomi.

d. Perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dibidang fasilitasi pembinaan politik, bina ideology dan wawasan kebangsaan serta fasilitasi bidang ketahanan sosial dan ekonomi.

e. Koordinasi, penyusunan kebijakan dan program.

f. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan program kesatuan bangsa dan politik.

g. Pelaksanaan administrasi badan.

Untuk melaksanakan fungsi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo mempunyai kewenangan sebagai berikut:

a. Penyusunan kebijakan teknis serta program kerja dibidang fasilitasi pembinaan politik, bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan, serta fasilitasi bidang ketahanan sosial dan ekonomi.

b. Penunjang penyelenggaraan pemerintah daerah dan tugas dekonsentrasi.

1.3 SUMBER DAYA SKPD

1.3.1. SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber daya aparatur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo sampai dengan 31 Desember 2015 adalah berjumlah 44 Orang dengan Jumlah PNS Laki-Laki adalah berjumlah 31 (Tigapuluh satu) Orang dan PNS Wanita 13 (tiga belas) Orang dan 9 (Sembilan) orang tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) dengan rincian sebagai berikut:

(13)

Tabel 1.1

Komposisi Aparatur ASN Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo berdasarkan Jabatan

No. Jabatan Jumlah Jenis Kelamin

Laki-Laki Perempuan

1. Kepala Badan 1 Org 1 Org -

2 Sekretaris 1 Org 1 Org -

3 Kepala Bidang 2 Org 2 Org -

4 Kepala Sub

Bagian/Bidang 9 Org 6 Org 3 Org

5 Staf 31 Org 21 Org 10 Org

Total Jumlah 44 Org 31 Org 13 Org

Tabel 1.2

Komposisi Aparatur ASN Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo Pangkat/Golongan

Status Kepegawaian Pria Wanita Jumlah

Golongan IV 4 Org - 4 Org

Golongan III 18 Org 9 Org 27 Org

Golongan II 8 Org 4 Org 12 Org

Golongan I 1 Org - 1 Org

Total Jumlah 31 Org 13 Org 44 Org

(14)

Tabel 1.3

Komposisi Aparatur ASN Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo Menurut Tingkat Pendidikan

Status Kepegawaian Pria Wanita Jumlah Ket.

Setingkat Magister (Strata II) 6 1 7 Setingkat Sarjana (Strata I) 16 6 22 Setingkat Diploma (D.III) 1 4 5

Setingkat SMA/SMK 7 2 9

Setingkat SMP 1 - 1

Total Jumlah 31 13 44

1.3.2. SARANA DAN PRASARANA

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dalam menjalankan tugas dan fungsi serta dalam mendukung penyelenggaraan proses administrasi didukung oleh sarana dan prasarana yang cukup memadai. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politi Provinsi Gorontalo sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 1.4

Sarana dan Prasarana

No Jenis/Nama Aset Nilai Aset

(Rp) Ket.

1. Tanah 54.870.000,-

2. Gedung dan Bangunan 1.332.084.000,- 3. Peralatan dan Mesin 1.666.830.000,- 4. Jalan, Jaringan & Instalasi 31.777.500,- J u m l a h 3.085.561.500,-

(15)

1.3.3. SUMBER DAYA FINANSIAL

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo pada tahun 2015 memperoleh alokasi anggaran APBD sebesar Rp.

4.550.000.000,- (Empat Milyar Lima Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) dan APBD – Perubahan sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Total anggaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo tahun 2015 adalah sebesar Rp. 4.650.000.000,-. Capaian tahun 2015 adalah realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 4.431.167.724,- (95,29 %)

(16)

2.1. RENCANA STRATEGIS TAHUN 2012-2017

Dalam sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional dan global, dan tetap berada dalam tatanan sistem administrasi Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerja.

Dokumen rencana strategis Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo 2012-2017 memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi yang meliputi kebijakan dan program.

2.1.1 V I S I

Visi merupakan gambaran masa depan yang menantang tentang keadaan masa depan suatu instansi pemerintah untuk dapat berkarya, tetap konsisten dan eksis, antisipasi, inovatif dan produktif untuk menuju cita dan citra yang ingin diwujudkan.

Untuk mewujudkan gambaran cita-cita masa depan tersebut maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo menetapkan visi

GORONTALO AMAN

BAB. II PERENCANAAN KINERJA

(17)

Penjelasan atas Visi tersebut diatas adalah ;

Merupakan Suatu Target Untuk Mempertahankan Situasi Dan Kondisi Daerah Yang Aman Dan Kondusif Sehingga Percepatan Pembangunan Di Provinsi Gorontalo Terlaksana Dengan Sukses.

2.1.2. M I S I

Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan instansi pemerintah, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan.

Untuk mewujudkan visi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo, maka ditetapkan misi sebagai berikut:

Penjelasan Misi diatas adalah sebagai berikut:

Misi Pertama

Diarahkan untuk menumbuhkembangkan demokrasi yaitu perwujudan nilai-nilai demokrasi yang bermartabat, beretika dan berlandaskan nilai-nilai budaya local.

Misi Kedua

Merupakan suatu upaya dalam melaksanakan pencegahan potensi konflik dan peningkatan pencegahan penyakit-penyakit masyarakat.

Misi Ketiga

Diarahkan untuk mengerahkan seluruh komponen dan elemen masyarakat baik LSM, Orkemas, Forum Pembauran Kebangsaan

1. Meningkatkan kualitas demokrasi

2. Menciptakan stabilitas daerah yang aman, tertib dan kondusif 3. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung dan

mensukseskan percepatan pembangunan Provinsi Gorontalo

4. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur dan Kualitas Pelayanan Publik

(18)

(FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai mitra pemerintah dalam mensukseskan percepatan pembangunan di Provinsi Gorontalo.

Misi Keempat

Diarahkan untuk peningkatan kapasitas aparatur Badan Kesbang dan Politik Provinsi Gorontalo dalam menunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan pelayanan administrasi dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dalam menunjang pelaksanaan program dan kegiatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo.

Dalam melaksanakan misi dimaksud, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo menjabarkan dalam:

1. Pelaksanaan sebagian kewenangan pemerintah daerah dibidang kesatuan bangsa dan politik.

2. Penyiapan dan perumusan kebijakan teknis dibidang kesatuan bangsa dan politik.

3. Penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan fasilitasi dibidang hubungan antar lembaga.

4. Penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan fasilitasi dibidang wawasan kebangsaan dan penanganan konflik.

5. Penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan fasilitasi dibidang pengembangan pendidikan politik.

6. Penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan fasilitasi dibidang permasalahan kemasyarakatan.

7. Pelaksanaan tugas lain yang berkaitan dangan bidang kesatuan bangsa dan politik yang diberikan oleh Gubernur.

(19)

2.1.3. TUJUAN DAN SASARAN

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dalam operasionalisasi visi dan misi 2012-2017 , dan berdasarkan isu-isu strategis tujuan yang ingin dicapai dalam mewujudkan Gorontalo aman 2012-2017 adalah sebagai berikut:

1. Menumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang bermartabat dalam hal ini menitikberatkan pada kebijakan menggunakan hak-hak konstitusional (hak sipil dan hak politik) sebagaimanan diamanatkan dalam undang-undang.

2. Meningkatkan efektivitas peran dan fungsi supra politik dan infra politik.

3. Mengantisipasi sejak dini potensi-potensi konflik berupa kondisi laten dan actual dalam interaksi sosial kemasyarakatan yang dapat memproduksi rasa ketidakpuasan terhadap pihak lain (sikap/perlakuan, kebijakan).

4. Memantapkan pemahaman masyarakat tentang 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

5. Memantapkan ketahanan budaya dan ekonomi masyarakat.

6. Memberdayakan dan memperkuat peran lembaga-lembaga non pemerintah (LSM/Orkemas, FPK, FKUB dan FKDM untuk mendukung akselerasi pembangunan daerah.

7. Mewujudkan aparat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo yang profesional.

8. Menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam menunjang pelaksanaan program dan kegiatan bidang Kesatuan Bangsa dan Politik.

(20)

9. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi program/kegiatan Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik.

Sasaran jangka menengah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya pemahaman dan partisipasi politik masyarakat.

2. Meningkatnya sikap dan perilaku masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, berjiwa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air.

3. Meningkatnya peran serta masyarakat, LSM/Ormas dan Forum- Forum (FPK, FKUB dan FKDM).

4. Meningkatnya stabilitas daerah yang aman, tertib dan kondusif.

5. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan.

6. Meningkatnya pelayanan jasa administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana prasarana serta pengelolaan kepegawaian.

(21)

7.2.1.4. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

Untuk tercapainya visi, misi, tujuan dan sasaran serta dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal , maka strategi yang akan dijalankan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan kedewasaan politik masyarakat yang diwujudkan untuk menumbuhkembangkan partisipasi politik masyarakat sehingga proses demokrasi berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.

2. Menumbuhkembangkan semangat persatuan dan kesatuan guna untuk menciptakan situasi daerah yang kondusif yang diarahkan untuk mendukung integrasi rasa kebersamaan, menghormati hak asasi manusia, memahami wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta menjamin terciptanya stabilitas keamanan.

3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam penanggulangan permasalahan kemasyarakatan yang diarahkan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam aktifitasnya guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ARAH KEBIJAKAN

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dalam mendukung pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan pada kurun waktu 2012-2017 telah merumuskan arah kebijakan sebagai berikut:

1. Kebijakan Penguatan kapasitas sumber daya manusia yang diarahkan pada:

Memfasilitasi peningkatan pendidikan politik kepada masyarakat secara terus menerus melalui sosialisasi politik, workshop dan penyaluran kepentingan serta komunikasi dan informasi politik secara riil akan meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik

(22)

masyarakat dan meningkatkan berbagai kelompok dan golongan masyarakat mendukung integrasi dan persatuan, menghormati hak asasi manusia serta menjamin terciptanya stabilitas keamanan.

Optimalisasi pelaksanaan PEMILU/PILKADA agar berlangsung secara demokratis, aman dan tertib melalui:

Memfasilitasi kegiatan persiapan, tahapan pemilu serta menciptakan situasi daerah yang kondusif agar pelaksanaan Pemilu berlangsung dengan sukses.

Meningkatkan koordinasi antar Unit/Lembaga Penyelenggara Pemilu sehingga pelaksanaannya bisa efektif dan efisien.

Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap etika dan budaya politik.

2. Kebijakan Peningkatan kualitas pemahaman dan implementasi nilai- nilai Kebangsaan, Agama, Budaya yang diarahkan pada :

Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi yang menangani masalah keamanan Polda, Kodim, Kejati, BIN, secara terus menerus agar penanganan dan pemahaman dalam suatu masalah dapat dilaksanakan secara terpadu.

Optimalisasi pelaksanaan Forum-forum maupun lokakarya yang mampu membangkitkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keamanan bagi suatu daerah.

Peningkatan kerja sama dan hubungan yang harmonis antar Umat beragama, melalui peranan dari Forum Kerukunan Antar Umat beragama, sehingga tercipta harmonisasi kehidupan beragama, peningkatan aktivitas keagamaan dan peningkatan aktifitas keagamaan dan peningkatan intensitas dialog

(23)

keagamaan sehingga dapat meredam masalah yang timbul di internal.

Peningkatan wawasan kebangsaan bagi masyarakat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya arti kehidupan bersama atas dasar persamaan hak dan kewajiban dihadapan hukum serta sebagai pembentukan cara pandang yang sehat dan wajar mengenai masa depan bangsa yang bersatu, berdaulat dan sejahtera.

Optimalisasi pengkajian masalah aktual di Bidang ekonomi politik sosial budaya dan Hankam, hal ini dilaksanakan secara terus menerus agr dapat dideteksi masalah aktual di masyarakat sehingga setiap issue-issue, gejolak sosial dapat diketahui agar tidak menimbulkan konflik horizontal maupun konflik vertikal.

Tersedianya peta rawan konflik di Provinsi Gorontalo, hal ini dapat memudahkan dalam rangka pemantauan daerah-daerah yang dianggap berpotensi konflik.

Peningkatan ketersediaan dukungan sistem informasi setiap Kabupaten/Kota sampai di Tingkat Desa harus didukung dengan teknologi informasi dan komunikasi yang handal khusus dalam mengakomodir masalah-masalah atau issue-issue yang ada di masyarakat sehingga secepat mungkin tertangani.

3. Kebijakan Peningkatan pemahaman masyarakat akan bahaya penyakit masyarakat dan kesenjangan sosial yang akan diarahkan pada :

Peningkatan kewaspadaan tentang bahaya Narkoba dan Miras hal ini dilaksanakan sampai ke tataran bawah generasi muda agar dapat dipahami tentang budaya dan pengaruh akibat narkoba dan miras.

(24)

Peningkatan pemahaman terhadap akibat dari kesenjangan sosial yang disebabkan oleh tak meratanya pendapatan kegiatan masyarakat.

2.1.5. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

Indikator Kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD 2012-2017 yang tertuang dalam Rencana Strategis 2012-2017 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:

Indikator kinerja utama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo yang tertuang dalam Rencana Strategis (RENSTRA) 2012 – 2017 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Indikator Kinerja Utama

No. SASARAN INDIKATOR

KINERJA UTAMA

PENJELASAN 1 Meningkatnya

Pemahaman dan Partisipasi Politik

Masyarakat

Jumlah Masyarakat yang memperoleh pendidikan politik

-Jumlah peserta sosialisasi pendidikan Politik

-Jumlah masyarakat pendengar dan Pembaca Persentase partisipasi

politik masyarakat dalam PILKADA, PILPRES dan PILEG

Jumlah masyarakat wajib pilih yang menggunakan hak pilih pada PILKADA, PILEG dan PILPRES

2 Meningkatnya sikap dan perilaku

masyarakat yang

berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Berjiwa

Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Jumlah sosialisasi Wasbang, Cinta Tanah Air, Kesatuan Bangsa dan Ketahanan Bangsa

Jumlah pelaksanaan sosialisasi yang berkaitan

dengan wawasan

kebangsaan, cinta tanah air, kesatuan dan ketahanan bangsa

(25)

3 Meningkatnya peran serta masyarakat, LSM/Ormas dan Forum- Forum (FPK, FKUB dan FKDM)

Jumlah Rapat Koordinasi 3 Kali

Jumlah Sosialisasi 1 Kali

Jumlah LSM/Ormas yang diberi penguatan

75 LSM/Ormas

Jumlah Dokumen Data Base LSM/Ormas

1 Dokumen

4 Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif

Persentase antisipasi potensi Konflik Yang Tepat

Potensi Konflik Yang Dapat Diantisipasi berbanding Potensi Konflik Yang Timbul

2.2. RENCANA KINERJA TAHUN 2015

Rencana Kinerja Tahun 2015 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:

Tabel. 2.2

Rencana Kinerja Tahun 2015

No. SASARAN

STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA UTAMA

TARGET 2015

1 2 3 4

1

Meningkatnya

Pemahaman dan

Partisipasi Politik Masyarakat

Jumlah Masyarakat yang memperoleh pendidikan politik

15.300 Orang

Persentase Partisipasi Politik masyarakat dalam PILKADA,

PILRES dan PILEG 82 % 2 Meningkatnya sikap dan

perilaku masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Berjiwa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Jumlah sosialisasi yang dilaksanakan

4 Kali

3 Meningkatnya peran serta masyarakat,

LSM/Ormas dan

Jumlah Rapat Koordinasi 3 Kali Jumlah Sosialisasi 1 Kali

(26)

Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM)

Jumlah LSM/Ormas yang diberi penguatan

75 LSM/Ormas

Jumlah Dokumen Data Base LSM/Ormas

1 Dokumen

4 Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif

Persentase antisipasi potensi Konflik Yang Tepat

90 %

5

Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan

Jumlah Dokumen Perencanaan

1 Dokumen Jumlah Dokumen

Evaluasi 3 Dokumen

Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan

100

Hasil penilaian AKIP SKPD oleh Inspektorat Provinsi

B

Jumlah Laporan Keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP

5 Dokumen

Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi keuangan

90 %

6

Meningkatnya

pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan

kepegawaian

Jumlah Jasa Kantor yang tersedia tepat waktu

7 kegiatan

Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia

66 Unit

Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi jasa perkantoran dan sarana prasarana

90 %

Persentase pegawai yang mengikuti diklat

100 %

(27)

Persentase

kelengkapan database kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu

90 %

Jumlah Dokumen Kepegawaian

5 Dokumen Persentase tingkat

kepuasan pegawai terhadap pengelolaan kepegawaian

90 %

2.3. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015

Perjanjian kinerja adalah perjanjian antara Gubernur Gorontalo selaku kepala daerah dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) sesuai dengan sasaran yang termuat dalam Rencana Strategis Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo 2012 - 2017. Perjanjian kinerja tersebut tertuang dalam dokumen Penetapan Kinerja (PK) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo Tahun 2015.

Penetapan kinerja (PK) merupakan pernyataan tekad dan janji dalam bentuk kinerja yang akan dicapai, antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima amanah/tanggung jawab/kinerja dengan pihak yang memberikan amanah/tanggung jawab/kinerja.

Penetapan kinerja ini akan menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan Kinerja merupakan kesepakatan antara pengemban tugas dengan atasannya (Performance Agreement). Penetapan Kinerja merupakan ikhtisar Rencana Kinerja Tahunan, yang telah

(28)

disesuaikan dengan ketersediaan anggarannya, yaitu setelah proses anggaran (budgeting process) selesai. Dokumen Penetapan Kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi tahun 2015 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja tahun 2015 PERJANJIAN KINERJA

BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI GORONTALO TAHUN 2015

No. SASARAN

STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA UTAMA

TARGET 2015

1 2 3 4

1

Meningkatnya

Pemahaman dan

Partisipasi Politik Masyarakat

Jumlah Masyarakat yang memperoleh pendidikan politik

15.300 Orang

Persentase Partisipasi Politik masyarakat dalam PILKADA,

PILRES dan PILEG 82 %

2 Meningkatnya sikap dan perilaku masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Berjiwa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Jumlah sosialisasi yang dilaksanakan

4 Kali

3 Meningkatnya peran serta masyarakat,

LSM/Ormas dan

Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM)

Jumlah Rapat Koordinasi 3 Kali

Jumlah Sosialisasi 1 Kali

Jumlah LSM/Ormas yang

diberi penguatan 75 LSM/Ormas Jumlah Dokumen Data

Base LSM/Ormas 1 Dokumen

4

Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif

Persentase antisipasi potensi Konflik Yang Tepat

90 %

5 Meningkatnya kualitas Jumlah Dokumen 1 Dokumen

(29)

evaluasi kinerja serta

akuntabilitas keuangan Jumlah Dokumen

Evaluasi 3 Dokumen

Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan

100

Hasil penilaian AKIP SKPD oleh Inspektorat Provinsi

B

Jumlah Laporan Keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP

5 Dokumen

Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi keuangan

90 %

6

Meningkatnya

pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan

kepegawaian

Jumlah Jasa Kantor yang

tersedia tepat waktu 7 kegiatan Jumlah sarana dan

prasarana yang tersedia

66 Unit Persentase tingkat

kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi jasa perkantoran dan sarana prasarana

90 %

Persentase pegawai yang mengikuti diklat sesuai rencana

100 %

Persentase kelengkapan database kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu

90 %

Jumlah Dokumen Kepegawaian

5 Dokumen Persentase tingkat

kepuasan pegawai terhadap pengelolaan kepegawaian

90 %

(30)

Program Anggaran Ket.

1. Pendidikan Politik Masyarakat 1. Rp. 1.453.248.500,- 2. Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan 2. Rp. 387.581.000,-

Lingkungan

3. Pengembangan Wawasan Kebangsaan 3. Rp. 215.760.000,- 4. Kemitraan Pengembangan Wawasan 4. Rp. 113.985.000,-

Kebangsaan

5. Pemberdayaan Masyarakat untuk 5. Rp. 160.674.000,- Menjaga Ketertiban dan Keamanan

6. Peningkatan Ketahanan Sosial dan 6. Rp. 395.174.000,- Ketahanan Budaya Masyarakat

7. Peningkatan Ketahanan Ekonomi 7. Rp. 135.630.000,- 8. Pelayanan Administrasi, Sarana 8. Rp. 1.402.225.500,-

Prasarana dan SDM Aparatur

9. Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan 9. Rp. 285.722.000,- Pelaporan

(31)

3.1. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2015

Pengukuran Kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak.

Pada tahun 2015, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo telah menetapkan 5 (lima) sasaran yang ingin dicapai dengan melaksanakan 9 (Sembilan) program dan 19 (sembilanbelas) kegiatan.

Pengukuran tingkat capaian kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator sasaran dan realisasinya. Tingkat capaian kinerja masing-masing indikator sasaran tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel. 3.1

Pengukuran Kinerja Tahun 2015 No

.

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

UTAMA

TARG ET 2015

CAPAIAN 2015

REALI SASI (%)

1 2 3 4 5 6

1

Meningkatnya Pemahaman dan Partisipasi

Politik Masyarakat

Jumlah

Masyarakat yang memperoleh pendidikan politik

15.300 Orang

15.550 Org 102

BAB.

III AKUNTABILITAS KINERJA

(32)

Persentase

Partisipasi Politik masyarakat

dalam PILKADA, PILRES dan PILEG

82 %

PILKADA Kab.

Gorontalo (77,13)

Kab.

Pohuwato (79,16) Kab. Bonbol

(87,64)

94 % 97 % 107 %

2 Meningkatnya sikap dan perilaku

masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Berjiwa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Jumlah sosialisasi yang

dilaksanakan

4 Kali 4 Kali 100

3 Meningkatnya peran serta masyarakat, LSM/Ormas dan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM)

Jumlah Rapat Koordinasi

3 Kali 3 Kali 100

Jumlah Sosialisasi 1 Kali 1 Kali 100 Jumlah

LSM/Ormas yang diberi penguatan

75 LSM /Orma

s

75

LSM/Ormas 100 Jumlah Dokumen

Data Base

LSM/Ormas

1 Dok 1 Dokumen 100

4

Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif

Persentase

antisipasi potensi Konflik Yang Tepat

90 % 90% 100

5

Meningkatnya kualitas

perencanaan dan evaluasi kinerja serta

Jumlah Dokumen Perencanaan

1 Dok 1 Dok Jumlah Dokumen

Evaluasi 3 Dok 3 Dok 100

Persentase 100 100 100

(33)

keuangan pelaksanaan program dengan dokumen

perencanaan Hasil penilaian AKIP SKPD oleh Inspektorat

Provinsi

B CC

Jumlah Laporan Keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP

5 Doku

men

5 Dokumen

100

Persentase

tingkat kepuasan pegawai

terhadap pelayanan administrasi keuangan

90 % 85%

5

Meningkatnya pelayanan

administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian

Jumlah Jasa Kantor yang tersedia tepat waktu

7 Keg 7 Keg 100

Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia

66 Unit 67 Unit 102

Persentase

tingkat kepuasan pegawai

terhadap pelayanan

administrasi jasa perkantoran dan sarana prasarana

90 % 85 %

Persentase

pegawai yang mengikuti diklat sesuai rencana

100 % 70 % 70 %

Persentase kelengkapan database

90 % 85%

(34)

kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu

Jumlah Dokumen Kepegawaian 5

Doku men

5 Dokumen 100

Persentase

tingkat kepuasan pegawai

terhadap pengelolaan kepegawaian

90 % 82 % 91%

3.2. ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2015 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dievaluasi dengan memberikan nilai capaiannya dari masing-masing indikator kinerja sasaran dalam skala penilaian sebagai berikut:

Tabel 3.2

Indikator Keberhasilan Target No. Pencapaian Target Sasaran

1 85 % - 100 % Sangat Berhasil

2 70 % - 84 % Berhasil

3 55 % - 69 % Cukup Berhasil

4 < 55 % Kurang Berhasil

Dengan melihat skala penilaian capaian target dan sasaran diatas, maka analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2015 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dapat dijelaskan sebagai berikut:

(35)

Indikator Target 2017

Target Realisasi 2014 2015 2014 2015 Jumlah masyarakat

yang memperoleh pendidikan politik

107.635

Orang 1.000 15.300 Orang

790

Orang 15.550 Orang Persentase partisipasi

politik masyarakat dalam PILKADA, PILPRES dan PILEG

82 % 78,54 81,57 78,54 81,57

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk indikator pertama secara umum dapat tercapai, hanya pada tahun 2014 mengalami kendala dalam mencapai target karena terganjal adanya regulasi yang tidak memperbolehkan lagi SKPD menganggarkan dan melaksanakan kegiatan publikasi program dan kegiatan maupun peliputan melalui media massa sehingga berpengaruh terhadap capaian target yang tentunya hal ini akan berpengaruh pada capaian target akhir nanti ditahun 2017.

Partipasi politik masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya baik dalam PILKADA, PILEG dan PILPRES selama 4 tahun mengalami fluktuasi. Pada tahun 2015 dari hasil partisipasi politik pada pelaksanaan PILKADA di 3 (tiga) daerah Kabupaten, maka memperoleh hasil rata-rata yaitu 81,57 % yang itu artinya hampir mnedekati target yang diharapkan. Pada tahun 2014 angka partisipasi politik yang mendekati target adalah pada pemilihan anggota legislatif yang mencapai 81,97 % dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden hanya 75, 11 SASARAN 1 : MENINGKATNYA PEMAHAMAN DAN

PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT

‘- Tumbuhnya nilai-nilai demokrasi yang bermanfaat

- Efektifnya peran dan fungsi supra dan infra politik

(36)

% sehingga memperoleh angka rata-rata partisipasi politik untuk PILEG dan PILPRES adalah 78,54 %. Untuk tahun 2013 adalah pelaksanaan PILKADA Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Pelaksanaan PILKADA Kabupaten Gorontalo Utara partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya cukup baik yaitu 81, 40 %.

Capaian kinerja sasaran diatas pada tahun 2015 diukur dengan Indikator kinerja jumlah masyarakat yang memperoleh pendidikan politik dalam rangka peningkatan partisipasi politik PILEG, PILKADA dan PILPRES dengan capaian rata-rata 100 %. Pencapaian target indikator tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Jumlah Masyarakat yang memperoleh Pendidikan Politik

Kegiatan Pendidikan Politik yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik pada tahun 2015 adalah antara lain untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat khususnya pada 3 (tiga) daerah yaitu Kab. Gorontalo, Kab. Bone Bolango dan Kab.

Pohuwato yang melaksanakan PILKADA serentak. Program Pendidikan Politik Masyarakat yang terdiri atas beberapa kegiatan yaitu :

1. Sosialisasi Etika dan Budaya Politik berbasis Budaya Lokal yang dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato dan Kab. Bone Bolango dengan peserta sebanyak 200 Orang yang terdiri atas Pelajar, Mahasiswa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Camat, Penyelenggara PEMILU, Badan Kesbang dan Politik Kab/Kota.

Kegiatan yang dilaksanakan pada halaman Badan Kesbang dan Politik Provinsi Gorontalo juga menghadirkan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati dari 3 (tiga) daerah pemilihan yang

(37)

melalui media elektronik ini diharapkan dapat didengar oleh seluruh masyarakat masyarakat Gorontalo yang dapat dijangkau oleh siaran RRI.

2. Forum Dialog Masyarakat dan Pemerintah dalam mengantisipasi Konflik Politik yang dilaksanakan di Kota Gorontalo sebanyak 3 Kali Kegiatan. Kegiatan selanjutnya dilaksanakan di AD Centre Gorontalo dengan menghadirkan 2000 Peserta yang terdiri atas masyarakat umum, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, parpol.

Terakhir kegiatan ini dilaksanakan di Bele li Mbui Kota Gorontalo dengan menghadirkan peserta berjumlah 250 orang yang berasal dari Badan Kesbang Kab/Kota, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Akademisi, Partai Politik.

(38)

3. Monitoring dan Pemantauan Proses PEMILUKADA Kab.

Pohuwato, Kab. Bone Bolango dan Kab. Gorontalo. Pada kegiatan ini terdapat pula kegiatan QUICK COUNT atau hitung cepat suara perolehan pada saat PILKADA di 3 (tiga) Kabupaten.

Monitoring dilaksanakan sejak dari pelaksanaan tahapan awal PILKADA hingga selesainya pelaksanaan PILKADA. Secara keseluruhan pelaksanaan PILKADA di 3 (tiga) Kabupaten berlangsung secara aman dan sukses.

4. Verifikasi Administrasi Bantuan Keuangan Partai Politik dan Pendampingan Lembaga Legislatif. Target pada kegiatan ini adalah 9 (Sembilan) Partai Politik yang mendapat kursi di DPRD Provinsi Gorontalo. Realisasi pada kegiatan ini hanya 7 (tujuh) Partai Politik yang memperoleh fasilitasi administrasi bantuan keuangan hal ini disebabkan oleh adanya masalah Internal Partai Politik tersebut yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mempunyai dualisme kepemimpinan dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sehingga akhir tahun anggaran tidak berhasil memilih Ketua DPD PAN Provinsi Gorontalo yang berakibat penundaan pemberian bantuan keuangan. Sehingga target yang dicapai hanya 7 Partai atau 78 %.

Persentase Partisipasi Politik Masyarakat dalam PILKADA, PILEG dan PILPRES

Pada tahun 2015 dilaksanakan Pilkada serentak diseluruh Indonesia, Provinsi Gorontalo ada 3 (tiga) daerah yang melaksanakan Pilkada serentak tersebut yaitu Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Bone Bolango. Partipasi politik pada pemilihan Bupati/Wakil Bupati di 3 (tiga) Kabupaten adalah sebagai berikut:

(39)

Tabel 3.3 Persentase Partisipasi Politik Pada PILKADA 2015

No Kabupaten DPT Yang

menggunakan Hak Pilih

%

1 Gorontalo 282.262 219.109 77,13

2 Pohuwato 98.317 79.113 79,96

3 Bone Bolango 108.159 95.716 87,64

Partipasi politik pada tiga daerah ini mengalami kenaikan dibandingkan pada saat pemilihan Presiden/Wakil Presiden Rebuplik Indonesia tahun 2014. Prosentase partisipasi pemilih pada PILEG tahun 2014 adalah sebagai berikut:

Tabel 3.4 Persentase Partisipasi Politik pada PILPRES 2014 No

. Kabupaten/Kota

Data PILPRES 2014 Data %

Pemilih

Pengunaan Hak Pilih

1 Kabupaten Gorontalo 280.357 208.397 74,33 2 Kabupaten Boalemo 97.902 76.787 78,43 3 Kabupaten Bone Bolango 106.654 86.124 80,75 4 Kabupaten Pohuwato 97.147 70.403 72,47 5 Kabupaten Gorontalo

Utara

83.337 60.784 72,94

6 Kota Gorontalo 138.068 100.953 73,12

TOTAL JUMLAH 803.465 603.448 75,11

Referensi

Dokumen terkait

potensi yang ada di Kota Gorontalo (wajib pajak) yang belum terangkul oleh KPP Pratama Gorontalo yang ada di Kota Gorontalo hal ini bisa dimaksimalkan lagi

Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar siswi kelas X SMUN 4 Malang memiliki aktivitas sedenter yang tinggi, tingkat stress sedang, dan tingkat depresi minimal.. Untuk

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa hasil belajar pada siklus I sudah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan peneliti baik dilihat dari nilai rata-rata

Dalam pencapaian sasaran strategis ini, Biro Pemerintahan Setda Provinsi Gorontalo mengidentifikasikan 1 (Satu) indikator kinerja yaitu; Jumlah Kabupaten/Kota yang

Menurut Kepala kepolisian Resor Gorontalo Kota Kasat lantas, bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi 3 tahun terakhir di Kota Gorontalo

Ada beberapa indikator kinerja yang belum mencapai target rata- rata tahunan.Berdasarkan indikator kinerja yang ditetapkan, ada empat indikator yang masih dibawah target

Oleh karena itu, saran yang dapat diberikan kepada pemerintah adalah pemerintah harus melakukan (1) peninjauan ulang seuai teori perkembangan dalam psikologi bagaimana

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui terdapat hubungan yang positif, yakni penggunaan terapi kelasi besi yang dilakukan secara rutin pada pasien thalassemia