“GORONTALO AMAN”
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI GORONTALO
2016
Jln. MH. Thamrin Kelurahan Ipilo Kec.Kota Timur Kota Gorontalo
V i s i :
Puji syukur pertama-tama kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidyah-Nya sehingga penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo tahun 2015 dapat diselesaikan.
Dengan disusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo tahun 2015 ini kiranya dapat dijadikan sebagai barometer pengukuran kinerja pemerintah khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo untuk semakin mendayagunakan seluruh potensi yang dimiliki demi peningkatn pelaksanaan tugas di masa mendatang.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (LAKIP) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo tahun 2015 ini masih belum sempurna serta terdapat hal-hal yang mungkin masih kurang, oleh sebab itu kritik dan saran yang positif dari semua elemen sangat kami harapkan untuk perbaikan dan kesempurnaan Laporan ini.
Gorontalo, Maret 2016
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo
Drs. Hi. ADRIAN LAHAY, M.Si PEMBINA UTAMA MADYA
NIP. 19601207 198203 1 008
KATA PENGANTAR
Kata Pengantar…… ……… i
Daftar Isi ………… ……….... ii
Daftar Tabel………. ……….... iv
Ringkasan Eksekutif……….... v
BAB I. : PENDAHULUAN………. 1
1.1. Latar Belakang ……… 1
1.2. Tugas Pokok dan Fungsi……… 2
1.3. Sumber Daya……… 3
1.3.1. Sumber Daya Manusia……… 3
1.3.2. Sarana Prasarana………. 5
1.3.3. Sumber Daya Finansial……… 6
BAB II. : PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA……….…. 7
2.1. Rencana Strategis Tahun 2012-2017……… 7
2.1.1. Visi……… 7
2.1.2. Misi……… 8
2.1.3. Tujuan dan Sasaran……… 10
2.1.4. Strategi dan Arah Kebijakan……… 12
2.1.5. Indikator Kinerja Utama……….. 15
2.2 Rencana Kinerja Tahun 2015……… 17
2.3 Perjanjian Kinerja……….. 19
BAB III. : AKUNTABILITAS KINERJA……….…. 23
3.1. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2015..……… 23
3.2. Analisa Capaian Kinerja………... 26 3.3.
DAFTAR ISI
Tebel 1.1. Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan……… 4
Tebel 1.2. Komposisi Pegawai Menurut Pangkat dan Golongan……… 5
Tebel 1.3. Komposisi Pegawai Menurut Tingkat Pendidikan……….. 5
Tebel 1.4. Sarana dan Prasarana………. 6
Tebel 2.1. Indikator Kinerja Utama………. 16
Tebel 2.2. Rencana Kerja Tahun 2015………. 16
Tebel 2.3. Perjanjian Kinerja Tahun 2015…..………. 19 Tebel 3.1. Pengukuran Kinerja Tahun 2015…..………. ..
Tebel 3.2. Indikator Keberhasilan Target.……….………. ..
Tebel 3.3. Persenatse Partisipasi Politik PILKDA 2015..………. ..
Tebel 3.4. Persenatse Partisipasi Politik PILPRES 2015..………. ..
Tebel 3.5. Alokasi Anggaran Tahun 2012- 2015..………. ..
Tebel 3.6. Realisasi Fisik dan Keuangan Tahun2015..………. ..
DAFTAR TABEL
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo sebagai Lembaga Teknis Daerah yang mempunyai tugas pokok Gubernur Gorontalo dalam penyelenggaran pemerintahan dalam Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik . Dalam Dokumen Rencana Strategis 2012-2017dengan Visi yang hendak dicapai adalah “GORONTALO AMAN” dan dijabarkan dalam 4 (empat) Misi, yaitu; 1). Meningkatkan Kualitas Demokrasi; 2). Menciptakan Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib dan Kondusif; 3). Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Dalam Mendukung dan Mensukseskan Percepatan Pembangunan Provinsi Gorontalo; 4). Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur dan Kualitas Pelayanan Publik.
Untuk mencapai Visi dan Misi, maka ditetapkan beberapa tujuan dan sasaran yakni sebagai berikut;
Tujuan :
1) Menumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang bermatabat dalam hal ini menitikberatkan pada kebijakan mengunakan hak-hak konstitusional (hak sipil dan hak politik) sebagaimana di amanatkan dalam undang-undang;
2) Meeningkatkan efektivitas peran dan fungsi supra politik dan infra politik;
3) Mengantisipasi sejak dini potensi-potensi konflik berupa kondisi laten dan actual dalam interaksi sosial kemamasyarakatan yang dapat memproduksi rasa ketidak puasan terhadap pihak lain (sikap/perlakuan, kebijakan);
4) Memantapkan pemahaman masyarakat tetang 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UU RI 1945, NKRI, dan Bhineka Tungal Ika;
5) Memantapkan ketahanan budaya dan ekonomi masyarakat;
6) Memberdayakan dan memperkuat peran lembaga-lembaga non pemerintah (LSM/Orkemas, FPK,FKUB, dan FKDM);
RINGKASAN EKSEKUTIF
7) Mewujudkan aparatur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo yang professional;
8) Menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam menunjang pelaksanaan program dan kegiatan bidang kesatuan bangsa dan politik;
9) Meningkatkan koordinasidan singkronisasi program/kegiatan.
Sasaran :
Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah :
1) Meningkatnya pemahaman dan partisipasi politik masyarakat;
2) Meningkatnya sikap dan prilaku masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, berjiwa Nasionalism, dan Cinta Tanah Air;
3) Meningkatnya peran serta masyarakat, LSM/Ormas dan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM);
4) Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif;
5) Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan;
6) Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian;.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, pada tahun 2015 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo melaksanakan 9 (sembilan) program dengan 19 (Sembilan belas) kegiatan yang dibiyai oleh APBD Provinsi Gorontalo sebesar Rp. 4.550.000.000,- (Empat Miliyar Lima ratus Lima Puluh Juta Rupiah), dengan Realisasi Fisik sebesar 100 % dan Realisasi Keuangan sebesar 95,29 % atau sebasar Rp. 4.431.167. 724,-.
Pada 2015 walaupun dari beberapa perjanjian Kinerja yang diperjanjikan masih terdapat Indikator Kinerja yang ada belum mencapai target seperti peningkatan peran serta LSM/Ormas dan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM) yang baru mencapi 67 %,. Belum tercapainya target tersebut disebabkan oleh beberapa faktor antara lain seperti ; 1)Tidak menetapnya lokasi
sekretariat LSM/Ormas dan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM); 2) kuranya koordinasi Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM) terkait perpindahan lokasi secretariat organisasinya ke Kesbang Pol; 3) Kurang aktifnya kegiatan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM), namun secara keseluruhan sasaran dan tujuan program dan kegitan tahun 2015 telah tercapai.
1.1. LATAR BELAKANG
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo merupakan Lembaga teknis daerah yang merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah berbentuk badan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pembentukan Lembaga-Lembaga Teknis Daerah dan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat khusus dibidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri sebagai bagian urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2013, struktur Organisasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:
1. Kepala Badan 2. Sekretariat
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
Sub Bagian Keuangan
Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi 3. Bidang Fasilitasi Pembinaan Politik
Sub Bidang Pendidikan Budaya Politik
Sub Bidang Kelembagaan Politik
4. Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan
Sub Bidang Pembauran dan Wawasan Kebangsaan
Sub Bidang Kerjasama Intelijen Daerah 5. Bidang Ketahanan Sosial dan Ekonomi
BAB. I PENDAHULUAN
Sub Bidang Ketahanan Ekonomi
Struktur Organisasi Badan Kesbang dan Politik Provinsi Gorontalo (Perda Nomor 13 Tahun 2013)
1.2. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Berdasarkan Peraturan Gubernur Gorontalo Nomor 16 Tahun 2014 tentang tugas pokok dan fungsi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut :
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo mempunyai tugas melaksanakan kewenangan otonomi daerah dalam rangka tugas desentralisasi dan dekonsentrasi dibidang Kesatuan Bangsa dan Politik.
Dalam penyelenggaraan tugas, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo mempunyai fungsi:
KEPALA BADAN
SEKRETARIS
SUB BAGIAN KEUANGAN
BIDANG BINA IDEOLOGI DAN WAWASAN
KEBANGSAAN
SUB BAGIAN PERENCANAAN & EVALUASI
BIDANG FASILITASI PEMBINAAN POLITIK
SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN
BIDANG KETAHANAN SOSIAL DAN EKONOMI
SUB BIDANG PENDIDIKAN BUDAYA POLITIK
SUB BIDANG KELEMBAGAAN POLITIK
SUB BIDANG PEMBAURAN &
WAWASAN KEBANGSAAN
SUB BIDANG KERJASAMA INTELIJEN DAERAH
SUB BIDANG ORGANISASI SOSIAL
SUB BIDANG KETAHANAN EKONOMI
a. Menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan fasilitasi dibidang pembinaan politik
b. Menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta fasilitasi dibidang ideology dan wawasan kebangsaan.
c. Menyiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta fasilitasi dibidang ketahanan sosial dan ekonomi.
d. Perumusan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dibidang fasilitasi pembinaan politik, bina ideology dan wawasan kebangsaan serta fasilitasi bidang ketahanan sosial dan ekonomi.
e. Koordinasi, penyusunan kebijakan dan program.
f. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan program kesatuan bangsa dan politik.
g. Pelaksanaan administrasi badan.
Untuk melaksanakan fungsi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo mempunyai kewenangan sebagai berikut:
a. Penyusunan kebijakan teknis serta program kerja dibidang fasilitasi pembinaan politik, bidang bina ideologi dan wawasan kebangsaan, serta fasilitasi bidang ketahanan sosial dan ekonomi.
b. Penunjang penyelenggaraan pemerintah daerah dan tugas dekonsentrasi.
1.3 SUMBER DAYA SKPD
1.3.1. SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya aparatur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo sampai dengan 31 Desember 2015 adalah berjumlah 44 Orang dengan Jumlah PNS Laki-Laki adalah berjumlah 31 (Tigapuluh satu) Orang dan PNS Wanita 13 (tiga belas) Orang dan 9 (Sembilan) orang tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 1.1
Komposisi Aparatur ASN Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo berdasarkan Jabatan
No. Jabatan Jumlah Jenis Kelamin
Laki-Laki Perempuan
1. Kepala Badan 1 Org 1 Org -
2 Sekretaris 1 Org 1 Org -
3 Kepala Bidang 2 Org 2 Org -
4 Kepala Sub
Bagian/Bidang 9 Org 6 Org 3 Org
5 Staf 31 Org 21 Org 10 Org
Total Jumlah 44 Org 31 Org 13 Org
Tabel 1.2
Komposisi Aparatur ASN Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo Pangkat/Golongan
Status Kepegawaian Pria Wanita Jumlah
Golongan IV 4 Org - 4 Org
Golongan III 18 Org 9 Org 27 Org
Golongan II 8 Org 4 Org 12 Org
Golongan I 1 Org - 1 Org
Total Jumlah 31 Org 13 Org 44 Org
Tabel 1.3
Komposisi Aparatur ASN Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo Menurut Tingkat Pendidikan
Status Kepegawaian Pria Wanita Jumlah Ket.
Setingkat Magister (Strata II) 6 1 7 Setingkat Sarjana (Strata I) 16 6 22 Setingkat Diploma (D.III) 1 4 5
Setingkat SMA/SMK 7 2 9
Setingkat SMP 1 - 1
Total Jumlah 31 13 44
1.3.2. SARANA DAN PRASARANA
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dalam menjalankan tugas dan fungsi serta dalam mendukung penyelenggaraan proses administrasi didukung oleh sarana dan prasarana yang cukup memadai. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politi Provinsi Gorontalo sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1.4
Sarana dan Prasarana
No Jenis/Nama Aset Nilai Aset
(Rp) Ket.
1. Tanah 54.870.000,-
2. Gedung dan Bangunan 1.332.084.000,- 3. Peralatan dan Mesin 1.666.830.000,- 4. Jalan, Jaringan & Instalasi 31.777.500,- J u m l a h 3.085.561.500,-
1.3.3. SUMBER DAYA FINANSIAL
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo pada tahun 2015 memperoleh alokasi anggaran APBD sebesar Rp.
4.550.000.000,- (Empat Milyar Lima Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) dan APBD – Perubahan sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Total anggaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo tahun 2015 adalah sebesar Rp. 4.650.000.000,-. Capaian tahun 2015 adalah realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangan sebesar Rp. 4.431.167.724,- (95,29 %)
2.1. RENCANA STRATEGIS TAHUN 2012-2017
Dalam sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional dan global, dan tetap berada dalam tatanan sistem administrasi Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerja.
Dokumen rencana strategis Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo 2012-2017 memuat visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi yang meliputi kebijakan dan program.
2.1.1 V I S I
Visi merupakan gambaran masa depan yang menantang tentang keadaan masa depan suatu instansi pemerintah untuk dapat berkarya, tetap konsisten dan eksis, antisipasi, inovatif dan produktif untuk menuju cita dan citra yang ingin diwujudkan.
Untuk mewujudkan gambaran cita-cita masa depan tersebut maka Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo menetapkan visi
GORONTALO AMAN
BAB. II PERENCANAAN KINERJA
Penjelasan atas Visi tersebut diatas adalah ;
Merupakan Suatu Target Untuk Mempertahankan Situasi Dan Kondisi Daerah Yang Aman Dan Kondusif Sehingga Percepatan Pembangunan Di Provinsi Gorontalo Terlaksana Dengan Sukses.
2.1.2. M I S I
Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan instansi pemerintah, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan.
Untuk mewujudkan visi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo, maka ditetapkan misi sebagai berikut:
Penjelasan Misi diatas adalah sebagai berikut:
Misi Pertama
Diarahkan untuk menumbuhkembangkan demokrasi yaitu perwujudan nilai-nilai demokrasi yang bermartabat, beretika dan berlandaskan nilai-nilai budaya local.
Misi Kedua
Merupakan suatu upaya dalam melaksanakan pencegahan potensi konflik dan peningkatan pencegahan penyakit-penyakit masyarakat.
Misi Ketiga
Diarahkan untuk mengerahkan seluruh komponen dan elemen masyarakat baik LSM, Orkemas, Forum Pembauran Kebangsaan
1. Meningkatkan kualitas demokrasi
2. Menciptakan stabilitas daerah yang aman, tertib dan kondusif 3. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung dan
mensukseskan percepatan pembangunan Provinsi Gorontalo
4. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Aparatur dan Kualitas Pelayanan Publik
(FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai mitra pemerintah dalam mensukseskan percepatan pembangunan di Provinsi Gorontalo.
Misi Keempat
Diarahkan untuk peningkatan kapasitas aparatur Badan Kesbang dan Politik Provinsi Gorontalo dalam menunjang peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan pelayanan administrasi dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dalam menunjang pelaksanaan program dan kegiatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo.
Dalam melaksanakan misi dimaksud, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo menjabarkan dalam:
1. Pelaksanaan sebagian kewenangan pemerintah daerah dibidang kesatuan bangsa dan politik.
2. Penyiapan dan perumusan kebijakan teknis dibidang kesatuan bangsa dan politik.
3. Penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan fasilitasi dibidang hubungan antar lembaga.
4. Penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan fasilitasi dibidang wawasan kebangsaan dan penanganan konflik.
5. Penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan fasilitasi dibidang pengembangan pendidikan politik.
6. Penyiapan, perumusan dan pelaksanaan kebijakan fasilitasi dibidang permasalahan kemasyarakatan.
7. Pelaksanaan tugas lain yang berkaitan dangan bidang kesatuan bangsa dan politik yang diberikan oleh Gubernur.
2.1.3. TUJUAN DAN SASARAN
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dalam operasionalisasi visi dan misi 2012-2017 , dan berdasarkan isu-isu strategis tujuan yang ingin dicapai dalam mewujudkan Gorontalo aman 2012-2017 adalah sebagai berikut:
1. Menumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang bermartabat dalam hal ini menitikberatkan pada kebijakan menggunakan hak-hak konstitusional (hak sipil dan hak politik) sebagaimanan diamanatkan dalam undang-undang.
2. Meningkatkan efektivitas peran dan fungsi supra politik dan infra politik.
3. Mengantisipasi sejak dini potensi-potensi konflik berupa kondisi laten dan actual dalam interaksi sosial kemasyarakatan yang dapat memproduksi rasa ketidakpuasan terhadap pihak lain (sikap/perlakuan, kebijakan).
4. Memantapkan pemahaman masyarakat tentang 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.
5. Memantapkan ketahanan budaya dan ekonomi masyarakat.
6. Memberdayakan dan memperkuat peran lembaga-lembaga non pemerintah (LSM/Orkemas, FPK, FKUB dan FKDM untuk mendukung akselerasi pembangunan daerah.
7. Mewujudkan aparat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo yang profesional.
8. Menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam menunjang pelaksanaan program dan kegiatan bidang Kesatuan Bangsa dan Politik.
9. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi program/kegiatan Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik.
Sasaran jangka menengah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya pemahaman dan partisipasi politik masyarakat.
2. Meningkatnya sikap dan perilaku masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, berjiwa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air.
3. Meningkatnya peran serta masyarakat, LSM/Ormas dan Forum- Forum (FPK, FKUB dan FKDM).
4. Meningkatnya stabilitas daerah yang aman, tertib dan kondusif.
5. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan.
6. Meningkatnya pelayanan jasa administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana prasarana serta pengelolaan kepegawaian.
7.2.1.4. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Untuk tercapainya visi, misi, tujuan dan sasaran serta dengan memperhatikan faktor internal dan eksternal , maka strategi yang akan dijalankan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan kedewasaan politik masyarakat yang diwujudkan untuk menumbuhkembangkan partisipasi politik masyarakat sehingga proses demokrasi berjalan sesuai dengan harapan masyarakat.
2. Menumbuhkembangkan semangat persatuan dan kesatuan guna untuk menciptakan situasi daerah yang kondusif yang diarahkan untuk mendukung integrasi rasa kebersamaan, menghormati hak asasi manusia, memahami wawasan kebangsaan dan cinta tanah air serta menjamin terciptanya stabilitas keamanan.
3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam penanggulangan permasalahan kemasyarakatan yang diarahkan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam aktifitasnya guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
ARAH KEBIJAKAN
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dalam mendukung pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan pada kurun waktu 2012-2017 telah merumuskan arah kebijakan sebagai berikut:
1. Kebijakan Penguatan kapasitas sumber daya manusia yang diarahkan pada:
Memfasilitasi peningkatan pendidikan politik kepada masyarakat secara terus menerus melalui sosialisasi politik, workshop dan penyaluran kepentingan serta komunikasi dan informasi politik secara riil akan meningkatkan kesadaran dan partisipasi politik
masyarakat dan meningkatkan berbagai kelompok dan golongan masyarakat mendukung integrasi dan persatuan, menghormati hak asasi manusia serta menjamin terciptanya stabilitas keamanan.
Optimalisasi pelaksanaan PEMILU/PILKADA agar berlangsung secara demokratis, aman dan tertib melalui:
Memfasilitasi kegiatan persiapan, tahapan pemilu serta menciptakan situasi daerah yang kondusif agar pelaksanaan Pemilu berlangsung dengan sukses.
Meningkatkan koordinasi antar Unit/Lembaga Penyelenggara Pemilu sehingga pelaksanaannya bisa efektif dan efisien.
Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap etika dan budaya politik.
2. Kebijakan Peningkatan kualitas pemahaman dan implementasi nilai- nilai Kebangsaan, Agama, Budaya yang diarahkan pada :
Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi yang menangani masalah keamanan Polda, Kodim, Kejati, BIN, secara terus menerus agar penanganan dan pemahaman dalam suatu masalah dapat dilaksanakan secara terpadu.
Optimalisasi pelaksanaan Forum-forum maupun lokakarya yang mampu membangkitkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keamanan bagi suatu daerah.
Peningkatan kerja sama dan hubungan yang harmonis antar Umat beragama, melalui peranan dari Forum Kerukunan Antar Umat beragama, sehingga tercipta harmonisasi kehidupan beragama, peningkatan aktivitas keagamaan dan peningkatan aktifitas keagamaan dan peningkatan intensitas dialog
keagamaan sehingga dapat meredam masalah yang timbul di internal.
Peningkatan wawasan kebangsaan bagi masyarakat untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya arti kehidupan bersama atas dasar persamaan hak dan kewajiban dihadapan hukum serta sebagai pembentukan cara pandang yang sehat dan wajar mengenai masa depan bangsa yang bersatu, berdaulat dan sejahtera.
Optimalisasi pengkajian masalah aktual di Bidang ekonomi politik sosial budaya dan Hankam, hal ini dilaksanakan secara terus menerus agr dapat dideteksi masalah aktual di masyarakat sehingga setiap issue-issue, gejolak sosial dapat diketahui agar tidak menimbulkan konflik horizontal maupun konflik vertikal.
Tersedianya peta rawan konflik di Provinsi Gorontalo, hal ini dapat memudahkan dalam rangka pemantauan daerah-daerah yang dianggap berpotensi konflik.
Peningkatan ketersediaan dukungan sistem informasi setiap Kabupaten/Kota sampai di Tingkat Desa harus didukung dengan teknologi informasi dan komunikasi yang handal khusus dalam mengakomodir masalah-masalah atau issue-issue yang ada di masyarakat sehingga secepat mungkin tertangani.
3. Kebijakan Peningkatan pemahaman masyarakat akan bahaya penyakit masyarakat dan kesenjangan sosial yang akan diarahkan pada :
Peningkatan kewaspadaan tentang bahaya Narkoba dan Miras hal ini dilaksanakan sampai ke tataran bawah generasi muda agar dapat dipahami tentang budaya dan pengaruh akibat narkoba dan miras.
Peningkatan pemahaman terhadap akibat dari kesenjangan sosial yang disebabkan oleh tak meratanya pendapatan kegiatan masyarakat.
2.1.5. INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
Indikator Kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD 2012-2017 yang tertuang dalam Rencana Strategis 2012-2017 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:
Indikator kinerja utama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo yang tertuang dalam Rencana Strategis (RENSTRA) 2012 – 2017 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Indikator Kinerja Utama
No. SASARAN INDIKATOR
KINERJA UTAMA
PENJELASAN 1 Meningkatnya
Pemahaman dan Partisipasi Politik
Masyarakat
Jumlah Masyarakat yang memperoleh pendidikan politik
-Jumlah peserta sosialisasi pendidikan Politik
-Jumlah masyarakat pendengar dan Pembaca Persentase partisipasi
politik masyarakat dalam PILKADA, PILPRES dan PILEG
Jumlah masyarakat wajib pilih yang menggunakan hak pilih pada PILKADA, PILEG dan PILPRES
2 Meningkatnya sikap dan perilaku
masyarakat yang
berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Berjiwa
Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Jumlah sosialisasi Wasbang, Cinta Tanah Air, Kesatuan Bangsa dan Ketahanan Bangsa
Jumlah pelaksanaan sosialisasi yang berkaitan
dengan wawasan
kebangsaan, cinta tanah air, kesatuan dan ketahanan bangsa
3 Meningkatnya peran serta masyarakat, LSM/Ormas dan Forum- Forum (FPK, FKUB dan FKDM)
Jumlah Rapat Koordinasi 3 Kali
Jumlah Sosialisasi 1 Kali
Jumlah LSM/Ormas yang diberi penguatan
75 LSM/Ormas
Jumlah Dokumen Data Base LSM/Ormas
1 Dokumen
4 Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif
Persentase antisipasi potensi Konflik Yang Tepat
Potensi Konflik Yang Dapat Diantisipasi berbanding Potensi Konflik Yang Timbul
2.2. RENCANA KINERJA TAHUN 2015
Rencana Kinerja Tahun 2015 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo adalah sebagai berikut:
Tabel. 2.2
Rencana Kinerja Tahun 2015
No. SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA UTAMA
TARGET 2015
1 2 3 4
1
Meningkatnya
Pemahaman dan
Partisipasi Politik Masyarakat
Jumlah Masyarakat yang memperoleh pendidikan politik
15.300 Orang
Persentase Partisipasi Politik masyarakat dalam PILKADA,
PILRES dan PILEG 82 % 2 Meningkatnya sikap dan
perilaku masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Berjiwa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Jumlah sosialisasi yang dilaksanakan
4 Kali
3 Meningkatnya peran serta masyarakat,
LSM/Ormas dan
Jumlah Rapat Koordinasi 3 Kali Jumlah Sosialisasi 1 Kali
Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM)
Jumlah LSM/Ormas yang diberi penguatan
75 LSM/Ormas
Jumlah Dokumen Data Base LSM/Ormas
1 Dokumen
4 Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif
Persentase antisipasi potensi Konflik Yang Tepat
90 %
5
Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan
Jumlah Dokumen Perencanaan
1 Dokumen Jumlah Dokumen
Evaluasi 3 Dokumen
Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan
100
Hasil penilaian AKIP SKPD oleh Inspektorat Provinsi
B
Jumlah Laporan Keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP
5 Dokumen
Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi keuangan
90 %
6
Meningkatnya
pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan
kepegawaian
Jumlah Jasa Kantor yang tersedia tepat waktu
7 kegiatan
Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia
66 Unit
Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi jasa perkantoran dan sarana prasarana
90 %
Persentase pegawai yang mengikuti diklat
100 %
Persentase
kelengkapan database kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu
90 %
Jumlah Dokumen Kepegawaian
5 Dokumen Persentase tingkat
kepuasan pegawai terhadap pengelolaan kepegawaian
90 %
2.3. PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015
Perjanjian kinerja adalah perjanjian antara Gubernur Gorontalo selaku kepala daerah dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai Indikator Kinerja Utama (IKU) sesuai dengan sasaran yang termuat dalam Rencana Strategis Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo 2012 - 2017. Perjanjian kinerja tersebut tertuang dalam dokumen Penetapan Kinerja (PK) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo Tahun 2015.
Penetapan kinerja (PK) merupakan pernyataan tekad dan janji dalam bentuk kinerja yang akan dicapai, antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima amanah/tanggung jawab/kinerja dengan pihak yang memberikan amanah/tanggung jawab/kinerja.
Penetapan kinerja ini akan menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh suatu instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan Kinerja merupakan kesepakatan antara pengemban tugas dengan atasannya (Performance Agreement). Penetapan Kinerja merupakan ikhtisar Rencana Kinerja Tahunan, yang telah
disesuaikan dengan ketersediaan anggarannya, yaitu setelah proses anggaran (budgeting process) selesai. Dokumen Penetapan Kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi tahun 2015 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.3
Perjanjian Kinerja tahun 2015 PERJANJIAN KINERJA
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI GORONTALO TAHUN 2015
No. SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA UTAMA
TARGET 2015
1 2 3 4
1
Meningkatnya
Pemahaman dan
Partisipasi Politik Masyarakat
Jumlah Masyarakat yang memperoleh pendidikan politik
15.300 Orang
Persentase Partisipasi Politik masyarakat dalam PILKADA,
PILRES dan PILEG 82 %
2 Meningkatnya sikap dan perilaku masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Berjiwa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Jumlah sosialisasi yang dilaksanakan
4 Kali
3 Meningkatnya peran serta masyarakat,
LSM/Ormas dan
Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM)
Jumlah Rapat Koordinasi 3 Kali
Jumlah Sosialisasi 1 Kali
Jumlah LSM/Ormas yang
diberi penguatan 75 LSM/Ormas Jumlah Dokumen Data
Base LSM/Ormas 1 Dokumen
4
Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif
Persentase antisipasi potensi Konflik Yang Tepat
90 %
5 Meningkatnya kualitas Jumlah Dokumen 1 Dokumen
evaluasi kinerja serta
akuntabilitas keuangan Jumlah Dokumen
Evaluasi 3 Dokumen
Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan
100
Hasil penilaian AKIP SKPD oleh Inspektorat Provinsi
B
Jumlah Laporan Keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP
5 Dokumen
Persentase tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi keuangan
90 %
6
Meningkatnya
pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan
kepegawaian
Jumlah Jasa Kantor yang
tersedia tepat waktu 7 kegiatan Jumlah sarana dan
prasarana yang tersedia
66 Unit Persentase tingkat
kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi jasa perkantoran dan sarana prasarana
90 %
Persentase pegawai yang mengikuti diklat sesuai rencana
100 %
Persentase kelengkapan database kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu
90 %
Jumlah Dokumen Kepegawaian
5 Dokumen Persentase tingkat
kepuasan pegawai terhadap pengelolaan kepegawaian
90 %
Program Anggaran Ket.
1. Pendidikan Politik Masyarakat 1. Rp. 1.453.248.500,- 2. Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan 2. Rp. 387.581.000,-
Lingkungan
3. Pengembangan Wawasan Kebangsaan 3. Rp. 215.760.000,- 4. Kemitraan Pengembangan Wawasan 4. Rp. 113.985.000,-
Kebangsaan
5. Pemberdayaan Masyarakat untuk 5. Rp. 160.674.000,- Menjaga Ketertiban dan Keamanan
6. Peningkatan Ketahanan Sosial dan 6. Rp. 395.174.000,- Ketahanan Budaya Masyarakat
7. Peningkatan Ketahanan Ekonomi 7. Rp. 135.630.000,- 8. Pelayanan Administrasi, Sarana 8. Rp. 1.402.225.500,-
Prasarana dan SDM Aparatur
9. Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan 9. Rp. 285.722.000,- Pelaporan
3.1. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2015
Pengukuran Kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran dimaksud merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematik dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator-indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak.
Pada tahun 2015, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo telah menetapkan 5 (lima) sasaran yang ingin dicapai dengan melaksanakan 9 (Sembilan) program dan 19 (sembilanbelas) kegiatan.
Pengukuran tingkat capaian kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator sasaran dan realisasinya. Tingkat capaian kinerja masing-masing indikator sasaran tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel. 3.1
Pengukuran Kinerja Tahun 2015 No
.
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
UTAMA
TARG ET 2015
CAPAIAN 2015
REALI SASI (%)
1 2 3 4 5 6
1
Meningkatnya Pemahaman dan Partisipasi
Politik Masyarakat
Jumlah
Masyarakat yang memperoleh pendidikan politik
15.300 Orang
15.550 Org 102
BAB.
III AKUNTABILITAS KINERJA
Persentase
Partisipasi Politik masyarakat
dalam PILKADA, PILRES dan PILEG
82 %
PILKADA Kab.
Gorontalo (77,13)
Kab.
Pohuwato (79,16) Kab. Bonbol
(87,64)
94 % 97 % 107 %
2 Meningkatnya sikap dan perilaku
masyarakat yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Berjiwa Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Jumlah sosialisasi yang
dilaksanakan
4 Kali 4 Kali 100
3 Meningkatnya peran serta masyarakat, LSM/Ormas dan Forum-Forum (FPK, FKUB dan FKDM)
Jumlah Rapat Koordinasi
3 Kali 3 Kali 100
Jumlah Sosialisasi 1 Kali 1 Kali 100 Jumlah
LSM/Ormas yang diberi penguatan
75 LSM /Orma
s
75
LSM/Ormas 100 Jumlah Dokumen
Data Base
LSM/Ormas
1 Dok 1 Dokumen 100
4
Meningkatnya Stabilitas Daerah Yang Aman, Tertib Dan Kondusif
Persentase
antisipasi potensi Konflik Yang Tepat
90 % 90% 100
5
Meningkatnya kualitas
perencanaan dan evaluasi kinerja serta
Jumlah Dokumen Perencanaan
1 Dok 1 Dok Jumlah Dokumen
Evaluasi 3 Dok 3 Dok 100
Persentase 100 100 100
keuangan pelaksanaan program dengan dokumen
perencanaan Hasil penilaian AKIP SKPD oleh Inspektorat
Provinsi
B CC
Jumlah Laporan Keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP
5 Doku
men
5 Dokumen
100
Persentase
tingkat kepuasan pegawai
terhadap pelayanan administrasi keuangan
90 % 85%
5
Meningkatnya pelayanan
administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian
Jumlah Jasa Kantor yang tersedia tepat waktu
7 Keg 7 Keg 100
Jumlah sarana dan prasarana yang tersedia
66 Unit 67 Unit 102
Persentase
tingkat kepuasan pegawai
terhadap pelayanan
administrasi jasa perkantoran dan sarana prasarana
90 % 85 %
Persentase
pegawai yang mengikuti diklat sesuai rencana
100 % 70 % 70 %
Persentase kelengkapan database
90 % 85%
kepegawaian yang dapat diselesaikan tepat waktu
Jumlah Dokumen Kepegawaian 5
Doku men
5 Dokumen 100
Persentase
tingkat kepuasan pegawai
terhadap pengelolaan kepegawaian
90 % 82 % 91%
3.2. ANALISIS CAPAIAN KINERJA
Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2015 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dievaluasi dengan memberikan nilai capaiannya dari masing-masing indikator kinerja sasaran dalam skala penilaian sebagai berikut:
Tabel 3.2
Indikator Keberhasilan Target No. Pencapaian Target Sasaran
1 85 % - 100 % Sangat Berhasil
2 70 % - 84 % Berhasil
3 55 % - 69 % Cukup Berhasil
4 < 55 % Kurang Berhasil
Dengan melihat skala penilaian capaian target dan sasaran diatas, maka analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2015 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo dapat dijelaskan sebagai berikut:
Indikator Target 2017
Target Realisasi 2014 2015 2014 2015 Jumlah masyarakat
yang memperoleh pendidikan politik
107.635
Orang 1.000 15.300 Orang
790
Orang 15.550 Orang Persentase partisipasi
politik masyarakat dalam PILKADA, PILPRES dan PILEG
82 % 78,54 81,57 78,54 81,57
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa untuk indikator pertama secara umum dapat tercapai, hanya pada tahun 2014 mengalami kendala dalam mencapai target karena terganjal adanya regulasi yang tidak memperbolehkan lagi SKPD menganggarkan dan melaksanakan kegiatan publikasi program dan kegiatan maupun peliputan melalui media massa sehingga berpengaruh terhadap capaian target yang tentunya hal ini akan berpengaruh pada capaian target akhir nanti ditahun 2017.
Partipasi politik masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya baik dalam PILKADA, PILEG dan PILPRES selama 4 tahun mengalami fluktuasi. Pada tahun 2015 dari hasil partisipasi politik pada pelaksanaan PILKADA di 3 (tiga) daerah Kabupaten, maka memperoleh hasil rata-rata yaitu 81,57 % yang itu artinya hampir mnedekati target yang diharapkan. Pada tahun 2014 angka partisipasi politik yang mendekati target adalah pada pemilihan anggota legislatif yang mencapai 81,97 % dan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden hanya 75, 11 SASARAN 1 : MENINGKATNYA PEMAHAMAN DAN
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT
‘- Tumbuhnya nilai-nilai demokrasi yang bermanfaat
- Efektifnya peran dan fungsi supra dan infra politik
% sehingga memperoleh angka rata-rata partisipasi politik untuk PILEG dan PILPRES adalah 78,54 %. Untuk tahun 2013 adalah pelaksanaan PILKADA Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Pelaksanaan PILKADA Kabupaten Gorontalo Utara partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya cukup baik yaitu 81, 40 %.
Capaian kinerja sasaran diatas pada tahun 2015 diukur dengan Indikator kinerja jumlah masyarakat yang memperoleh pendidikan politik dalam rangka peningkatan partisipasi politik PILEG, PILKADA dan PILPRES dengan capaian rata-rata 100 %. Pencapaian target indikator tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Jumlah Masyarakat yang memperoleh Pendidikan Politik
Kegiatan Pendidikan Politik yang dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik pada tahun 2015 adalah antara lain untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat khususnya pada 3 (tiga) daerah yaitu Kab. Gorontalo, Kab. Bone Bolango dan Kab.
Pohuwato yang melaksanakan PILKADA serentak. Program Pendidikan Politik Masyarakat yang terdiri atas beberapa kegiatan yaitu :
1. Sosialisasi Etika dan Budaya Politik berbasis Budaya Lokal yang dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato dan Kab. Bone Bolango dengan peserta sebanyak 200 Orang yang terdiri atas Pelajar, Mahasiswa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Camat, Penyelenggara PEMILU, Badan Kesbang dan Politik Kab/Kota.
Kegiatan yang dilaksanakan pada halaman Badan Kesbang dan Politik Provinsi Gorontalo juga menghadirkan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati dari 3 (tiga) daerah pemilihan yang
melalui media elektronik ini diharapkan dapat didengar oleh seluruh masyarakat masyarakat Gorontalo yang dapat dijangkau oleh siaran RRI.
2. Forum Dialog Masyarakat dan Pemerintah dalam mengantisipasi Konflik Politik yang dilaksanakan di Kota Gorontalo sebanyak 3 Kali Kegiatan. Kegiatan selanjutnya dilaksanakan di AD Centre Gorontalo dengan menghadirkan 2000 Peserta yang terdiri atas masyarakat umum, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, parpol.
Terakhir kegiatan ini dilaksanakan di Bele li Mbui Kota Gorontalo dengan menghadirkan peserta berjumlah 250 orang yang berasal dari Badan Kesbang Kab/Kota, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Akademisi, Partai Politik.
3. Monitoring dan Pemantauan Proses PEMILUKADA Kab.
Pohuwato, Kab. Bone Bolango dan Kab. Gorontalo. Pada kegiatan ini terdapat pula kegiatan QUICK COUNT atau hitung cepat suara perolehan pada saat PILKADA di 3 (tiga) Kabupaten.
Monitoring dilaksanakan sejak dari pelaksanaan tahapan awal PILKADA hingga selesainya pelaksanaan PILKADA. Secara keseluruhan pelaksanaan PILKADA di 3 (tiga) Kabupaten berlangsung secara aman dan sukses.
4. Verifikasi Administrasi Bantuan Keuangan Partai Politik dan Pendampingan Lembaga Legislatif. Target pada kegiatan ini adalah 9 (Sembilan) Partai Politik yang mendapat kursi di DPRD Provinsi Gorontalo. Realisasi pada kegiatan ini hanya 7 (tujuh) Partai Politik yang memperoleh fasilitasi administrasi bantuan keuangan hal ini disebabkan oleh adanya masalah Internal Partai Politik tersebut yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mempunyai dualisme kepemimpinan dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang sehingga akhir tahun anggaran tidak berhasil memilih Ketua DPD PAN Provinsi Gorontalo yang berakibat penundaan pemberian bantuan keuangan. Sehingga target yang dicapai hanya 7 Partai atau 78 %.
Persentase Partisipasi Politik Masyarakat dalam PILKADA, PILEG dan PILPRES
Pada tahun 2015 dilaksanakan Pilkada serentak diseluruh Indonesia, Provinsi Gorontalo ada 3 (tiga) daerah yang melaksanakan Pilkada serentak tersebut yaitu Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato dan Kabupaten Bone Bolango. Partipasi politik pada pemilihan Bupati/Wakil Bupati di 3 (tiga) Kabupaten adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3 Persentase Partisipasi Politik Pada PILKADA 2015
No Kabupaten DPT Yang
menggunakan Hak Pilih
%
1 Gorontalo 282.262 219.109 77,13
2 Pohuwato 98.317 79.113 79,96
3 Bone Bolango 108.159 95.716 87,64
Partipasi politik pada tiga daerah ini mengalami kenaikan dibandingkan pada saat pemilihan Presiden/Wakil Presiden Rebuplik Indonesia tahun 2014. Prosentase partisipasi pemilih pada PILEG tahun 2014 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.4 Persentase Partisipasi Politik pada PILPRES 2014 No
. Kabupaten/Kota
Data PILPRES 2014 Data %
Pemilih
Pengunaan Hak Pilih
1 Kabupaten Gorontalo 280.357 208.397 74,33 2 Kabupaten Boalemo 97.902 76.787 78,43 3 Kabupaten Bone Bolango 106.654 86.124 80,75 4 Kabupaten Pohuwato 97.147 70.403 72,47 5 Kabupaten Gorontalo
Utara
83.337 60.784 72,94
6 Kota Gorontalo 138.068 100.953 73,12
TOTAL JUMLAH 803.465 603.448 75,11