• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mata Kuliah : Psikososial dan Budaya dalam Keperawatan

PROFESI NERS

5. Mata Kuliah : Psikososial dan Budaya dalam Keperawatan

Beban Studi : 2 sks

Prasyarat :

Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini membahas tentang konsep-konsep psikososial dalam praktik keperawatan yang mencakup konsep diri, kesehatan spiritual, seksualitas, stress adaptasi dan konsep kehilangan, kematian dan berduka konsep teoritis antropologi kesehatan yang mencakup pembahasan terkait kebudayaan secara umum, kebudayaan rumah sakit, etiologi penyakit ditinjau dari kebudayaan dan persepsi sehat sakit serta respon sehat sakit berbasis budaya.Selain itu juga membahas tentang konsep teoritis transkultural dalam keperawatan yang mencakup perspektif transkultural dalam keperawatan, teori culture care Leininger, pengkajian budaya dan aplikasi keperawatan transkultural pada berbagai masalah kesehatan dan sepanjang daur kehidupan manusia.

Sasaran Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran mata kuliah ini, mahasiswa mampu : 1. Menerapkanberbagai konsep psikososial dalam praktik keperawatan yang

mencakup konsep diri, kesehatan spiritual, seksualitas, stress adaptasi dan konsep kehilangan, kematian dan berduka.

2. Menerapkan konsep teoritis antropologi kesehatan dalam pemberian asuhan keperawatan yang peka budaya kepada pasien

3. Menerapkan konsep teoritis keperawatan transkultural dalam pemberian asuhan keperawatan yang peka budaya kepada pasien

AIPNI 114

No Sasaran Pembelajaran Bahan kajian Metoda

1 Menerapkanberbagai konsep

psikososial dalam praktik keperawatan yang mencakup konsep diri, kesehatan spiritual, seksualitas, stress adaptasi dan konsep kehilangan, kematian dan berduka.

1. Konsep diri 2. Kesehatan spiritual 3. Konsep seksualitas 4. Konsep stres adaptasi

5. Konsep kehilangan, kematian dan berduka

Collaborative learning Case study

2 Menerapkan konsep teoritis antropologi kesehatan dalam

pemberian asuhan keperawatan yang peka budaya kepada pasien

Antropologi Kesehatan: 1. kebudayaan,

2. masyarakat rumah sakit dan kebudayaan,

3. etiologi penyakit, 4. persepsi sehat sakit 5. peran dan perilaku pasien 6. Respon sakit/nyeri pasien

Minilecture

Collaborative learning

3. Menerapkan konsep teoritis keperawatan transkultural dalam pemberian asuhan keperawatan yang peka budaya kepada pasien

Transkultural dalam Keperawatan

1. Globalisasi & perspektif transkultural;

2. diversity dalam masyarakat; 3. teori Culture Care Leininger; 4. Pengkajian budaya

5. Aplikasi transcultural nursing

Case study

Problem based learning

AIPNI 115

No Sasaran Pembelajaran Bahan kajian Metoda

sepanjang daur kehidupan manusia;

6. Aplikasikeperawatan transkultural dalam berbagai masalah

AIPNI 116

Daftar Rujukan:

1. Andrew, MM & Boyle, J.S (2008). Transcultural Concepts in Nursing Care. 5th ed. Lippincott, USA

2. Leininger, MM & McFarland, MR. (2006). Culture Care Diversity and

Universality: A worldwide Nursing Theory. 2th ed. Jones & Bartlett Publisher. 3. Sagar, P. (2012).Transcultural Nursing Theory and Models: Aplication in nursing

education, practice and administration.

4. Foster, George M. and B.G. Anderson (2006). Antropologi kesehatan.

Terjemahan Prianti Pakan Suryadarma & Meutia F. Hatta Swasono. Jakarta: UI Press.

6.Keperawatan Maternitas 1

Mata kuliah/kelompok Bahan Kajian: Keperawatan Maternitas 1

Beban Studi: 4 SKS (2T; 1P; 1PL) Prasyarat : -

Deskripsi Mata Kuliah/kelompok bahan kajian :

Mata kuliah ini membahas tentang upaya meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan usia subur, ibu hamil, melahirkan, nifas, diantara dua masa kehamilan dan bayi baru lahir fisiologis dengan penekanan pada upaya preventif dan promotif yang menggunakan pendekatan proses keperawatandengan memperhatikan aspek legal dan etis ditatanan klinik maupun komunitas.

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah:

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran keperawatan maternitas, bila diberi data/kasus mahasiswa mampu :

1. Melakukan asuhan keperawatan wanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearingdengan memperhatikan aspek legal dan etis.

2. Melakukan simulasi pendidikan kesehatan padawanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearingdengan memperhatikan aspek legal dan etis.

AIPNI 117 3. Mengintegrasikan hasil penelitian yang berhubungandengan wanita usia subur

(usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearingdengan memperhatikan aspek legal dan etis.

4. Melakukan simulasi pengelolaan asuhan keperawatan padawanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearingdengan memperhatikan aspek legal dan etis.

5. Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada wanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearing dengan memperhatikan aspek legal dan etis.

AIPNI 118

No Sub Kompetensi Bahan kajian Metoda

1 Melakukan asuhan

keperawatan wanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearingdengan

memperhatikan aspek legal dan etis.

1. Lingkup Kesehatan Perempuan a. Anatomi dan Fisiologi Reproduksi

1) Sistem reproduksi perempuan 2) Respon seksual

b. Kehamilan

1) Kehamilan, konsepsi, dan perkembangan janin 2) Anatomi dan Fisiologi Kehamilan

3) Nutrisi Ibu dan Janin

4) Asuhan keperawatan pada ibu hamil c. Persalinan

1) Faktor esensial dan proses persalinan 2) Manajemen nyeri

3) Pengkajian janin

4) Asuhan keperawatan intranatal d. Post partum

1) Fisiologi post partum

2) Asuhan keoperawatan pada post partum 3) Home visite

e. Remaja

1) Seksualitas pada remaja 2) Kehamilan pada remaja

3) Menjadi orang tua pada masa remaja

Mini Lecture, Case Study, Small Group Discussion, Project Based Learning (PjBL), Skills Laboratory Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preceptor Diskusi kasus

AIPNI 119

No Sub Kompetensi Bahan kajian Metoda

f. Prinsip-prinsip etika keperawatan : otonomi,

beneficience, justice, non maleficience, moral right, nilai dan norma masyarakatNursing advocacy 2. Asuhan Keperawatan Sistem Reproduksi

a. PengkajianSistem Reproduksi

b. Diagnosa keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi

c. Perencanaan/implementasi/evaluasi keperawatan pada gangguan Sistem Reproduksi

d. Dokumentasi asuhan keperawatan 2 Melakukan simulasi pendidikan

kesehatan pada wanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearing serta masalah-masalah yang berhubungan

1. Pengkajian dan Promosi Kesehatan Wanita 2. Upaya-upaya pencegahan primer, sekunder, dan

tersier pada sistem reproduksi a. Exercise

b. Kegel exercise c. Nutrisi

d. Manajemen stress

Mini Lecture, Case Study, Small Group Discussion, Project Based Learning (PjBL), Skills Laboratory Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preceptor Diskusi kasus

AIPNI 120

No Sub Kompetensi Bahan kajian Metoda

dengan seksualitas dan

reproduksi dengan

memperhatikan aspek legal dan etis.

3 Mengintegrasikan hasil peneitian yang berhubungan wanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearing serta masalah-masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan

reproduksi dengan

memperhatikan aspek legal dan etis.

1. Trend dan Issue Keperawatan maternitas: Family centered maternity care

2. Evidence based practice dalam keperawatan maternitas

Telaah Jurnal, Case Study, Small Group Discussion

4 Melakukan simulasi

pengelolaan asuhan

Manajemen kasus pada Sistem Reproduksi (klasifikasi kasus sistem reproduksi dan prioritas masalah sistem

Case Study, Small Group Discussion

AIPNI 121

No Sub Kompetensi Bahan kajian Metoda

keperawatan pada wanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga dengan wanita pada masa childbearing serta masalah-masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan

reproduksi dengan

memperhatikan aspek legal dan etis

reproduksi) Pre dan post

conference Tutorial individual yang diberikan preceptor Diskusi kasus 5 Mendemonstrasikan intervensi keperawatan pada wanita usia subur (usia reproduksi), pasangan usia subur, wanita dalam masa childbearing (hamil, melahirkan, dan setelah melahirkan) dan bayinya sampai usia 28 hari, keluarga

1. Manuver Leopold dan penghitungan denyut jantung janin

2. Mengukur tinggi fundus uteri kehamilan 3. Menentukan usia kehamilan

4. Melakukan periksa dalam

5. Menolong partus normal, meliputi :

a. Melakukan observasi kemajuan persalinan (partograf)

Skill Laboratory Pre dan post conference Tutorial individual yang diberikan preceptor Diskusi kasus

AIPNI 122

No Sub Kompetensi Bahan kajian Metoda

dengan wanita pada masa childbearing serta masalah-masalah yang berhubungan dengan seksualitas dan

reproduksi dengan

memperhatikan aspek legal dan etis.

b. Melakukan observasi kontraksi c. Manajemen nyeri persalinan d. Melakukan amniotomi e. Melakukan episiotomi f. Menolong kelahiran bayi

g. Membersihkan jalan nafas bayi segera setelah lahir

h. Menghitung nilai Apgar bayi

i. Melahirkan plasenta dan memeriksa kelengkapannya

j. Mencegah perdarahan pada kala IV k. Menjahit luka episiotomi (perineorafi) l. Memfasilitasi bonding & attachment (inisiasi

dini)

6. Memasang CTG (cardiotocography) 7. Melakukan pemeriksaan umum nifas 8. Teknik menyusu

9. Melakukan perawatan perineal 10. Manajemen laktasi

11. Memandikan bayi baru lahir dan merawat tali pusat

AIPNI 123

No Sub Kompetensi Bahan kajian Metoda

13. Memberikan edukasi kesehatan 14. Melakukan konseling keluarga 15. Senam hamil

AIPNI 124 Daftar rujukan:

Green C.J. (2012). Maternal Newborn Nursing Care Plans. Second edition. Malloy.Inc Klossner, J.,(2006), Introductory Maternity Nursing, Lippincott Williams & Wilkins Lowdermilk, D.L. & Perry, S.E. (2006). Maternity Nursing, (7th.ed ). St. Louis: Mosby, Inc. Lowdermilk, Perry &Cashion (2010). maternity nursing, (8th.ed). Mosby. inc

Wong, Perry & Hockenberry (2003). Maternal Child Nursing Care. St. Louis: Mosby, Inc.

7. Mata kuliah : Keselamatan Kesehatan Kerja dan Keselamatan Pasien dalam Keperawatan

Beban Studi : 2 SKS

Prasyarat : -

Deskripsi Mata Kuliah :

Fokus mata kuliah ini adalah pada pemenuhan kebutuhan kesehatan dan keselamatan perawat saat memberikan asuhan keperawatan klien serta keselamatan pasien. Aspek penting yang harus menjadi perhatian adalah mengatur lingkungan pelayanan keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan yang aman dari hazard dan risiko kesehatan di tempat kerja baik di dalam maupun di luar gedung, serta keselamatan pasien. Konsep dasar kesehatan kerja diterapkan dalam setiap tahap proses keperawatan sejak pengkajian hingga evaluasi. Pembahasan ditekankan pada upaya mengenali hazard dan risiko serta berbagai upaya meminimalkannya pada setiap tahap proses keperawatan. Proses pembelajaran dilakukan melalui belajar berdasarkan pertanyaan/ question based learning (QBL), collaborative learning (CL), belajar berdasarkan kasus atau masalah/ case orproblem based learning (CBL or PBL), klarifikasi narasumber melalui ceramah interaktif, danrole play.

Kompetensi/ Capaian Pembelajaran Terminal

Saat dihadapkan pada kasus terkait kesehatan dan keselamatan kerja keperawatan serta keselamatan pasien, mahasiswa mampu merencanakan upaya meningkatkkan kesehatan dan keselamatan perawat dalam setiap tahap proses keperawatan sesuai standar kesehatan dan keselamatan kerja serta keselamatan pasien .

Sub-Kompetensi/ Capaian Pembelajaran Penunjang Mahasiswa mampu:

1. Membedakan berbagai risiko dan hazardK3 dalam setiap tahap pemberian asuhan keperawatan

2. Mengidentifikasi manajemen risiko K3 dalam keperawatan

3. Mengidentifikasi upaya pencegahan penyakit akibat kerja dalam keperawatan

4. Menentukan upaya pencegahan risiko dan hazard pada setiap tahap asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi

5. Menunjukkan praktik K3 individu selama proses pembelajaran seperti upaya memutus rantai infeksi, pencegahan bahaya fisik, radiasi, kimia, ergonomik, dan psikososial

AIPNI 125 6. Menganalisis konsep dan prinsip patient safety serta faktor-faktor yang

mempengaruhinya

AIPNI 126

No Sub Kompetensi Bahan kajian Metoda

1. Membedakan berbagai risiko dan hazard K3 dalam setiap tahap pemberian asuhan keperawatan

1. K3 dalam keperawatan: pentingnya, tujuan, manfaat, & etika.

2. Ruang lingkup K3 dalam keperawatan 3. Kebijakan K3 yang berkaitan dengan

keperawatan di Indonesia

4. Konsep dasar K3: sehat, kesehatan kerja, risiko &hazard dalam pemberian asuhan

keperawatan (somatik, perilaku, lingkungan, ergonomik, pengorganisasian pekerjaan, budaya kerja)

5. Risiko &hazard dalam pengkajian asuhan keperawatan

6. Risiko &hazard dalam perencanaan asuhan keperawatan

7. Risiko &hazard dalam implementasi asuhan keperawatan

8. Risiko &hazard dalam evaluasi asuhan keperawatan QBL 2. Mengidentifikasi manajemen risiko K3 dalam keperawatan

1. Pentingnya manajemen risiko 2. Proses manajemen risiko 3. Hirarki pengendalian risiko

4. Manajemen risiko K3 di dalam gedung 5. Manajemen risiko K3 di luar gedung

CL 3. Mengidentifikasi upaya pencegahan penyakit akibat kerja dalam keperawatan

1. Penyakit akibat kerja pada perawat: penyakit menular & tidak menular

2. Penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja pada perawat

3. Upaya pencegahan penyakit akibat kerja pada perawat

CBL

4. Menentukan upaya

pencegahan risiko dan hazard pada setiap tahap asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, perencanaan, implementasi,

1. Upaya mencegah dan meminimalkan risiko dan hazard pada tahap pengkajian asuhan keperawatan

2. Upaya mencegah dan meminimalkan risiko dan hazard pada tahap perencanaan asuhan keperawatan

3. Upaya mencegah dan meminimalkan risiko dan hazard pada tahap implementasi asuhan keperawatan

4. Upaya mencegah dan meminimalkan risiko dan hazard pada tahap evaluasi asuhan keperawatan

AIPNI 127

No Sub Kompetensi Bahan kajian Metoda

dan evaluasi 5. Menunjukkan praktik K3 individu selama proses pembelajaran seperti upaya memutus rantai infeksi, pencegahan bahaya fisik, radiasi, kimia, ergonomik, dan psikososial

1. Upaya memutus rantai infeksi: precaution 2. Upaya mencegah hazard fisik-radiasi 3. Upaya mencegah hazardkimia

4. Upaya mempertahankan ergonomik pada posisi berbaring, duduk, berdiri, dan berjalan 5. Upaya mencegah hazard psikososial

Role Play

6. Menganalisis konsep dan prinsip patient safety serta faktor-faktor yang

mempengaruhinya

1. Prinsip dan konsep patient safety 2. Pengaruh faktor lingkungan dan

manusia pada patient safety

3. Cara untuk meningkatkan patient safety dengan menggunakan metode peningkatan kualitas

4. EBP untuk peningkatan patient safety

5. Budaya dalam lingkup kerja perawat dalam peningkatan patient safety 6. Peran manajemen risiko dalam

patient safety

7. Mengenali, dan berespon terhadap adverse events

8. Penggunaan teknologi dalam peningkatan patient safety

9. Peran kerja tim untuk patient safety 10. Peran pasien dan keluarga sebagai

partner di pelayanan kesehatan untuk mencegah terjadinya bahaya dan adverse events

11. Aplikasi pengontrolan dan pencegahan infeksi, prosedur invasif 12. Penyebab terjadinya adverse

eventsterkait prosedur invasif 13. medication safety

AIPNI 128 Daftar Rujukan:

1. J.B Herington F.S Gill,(2005), Buku Saku Kesehatan (terjemahan), edisi 3, EGC, Jakarta 2. Aditama, T.Y.,Hastuti, T., ( 2002), Health induatrial higienne safety medicine industrial

works environment, Universitas Indonesia, Jakarta

2. Reese, C.D., (2003), Occupational Health and Safety management, Lowes Publisher, USA

3. Undang Undang nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

4. Philip, B ( 2007), Managing occupational and Safety: Mutidiciplinary approach, second ed., maccmillian Publhiser, Australia

5. Undang Undang Kesehatan RI nomor 36 tahun 2009.

6. Fabre, June. 2009. Smart Nursing: Nurse Retention & Patient safety Improvement Strategies. New York: Springer Pulishing Company.

7. Lyer, Patricia W. 2006 . Business Principles for Legal Nurse Consultants. New York: Springer Publishing Company

8. Levin, Rona F.2006. Teaching Evidence-based Practice in Nursing: a Guide for Academic and Clinical Settings. New York: Springer Publishing Company.

9. Lisa, Carroll,2006. Acute Medicine A Handbook for Nurse Practitioners. Chichester: John Wiley & Sons Ltd.

10. Vincent, C. 2011. Essential Patient Safety.

AIPNI 129

Semester 4:

1. Mata kuliah: Keperawatan Maternitas II

Dokumen terkait