BAB II TINJAUAN TEORETIS. ........................................................... (15-45)
C. Mata Pelajaran PAI di SD
PAI (Pendidikan Agama Islam) dapat dipahami sebagai suatu program pendidikan yang menanamkan nilai-nilai Islam melalui proses pembelajaran, baik di kelas maupun diluar kelas yang dikemas dalam bentuk mata pelajaran dan diberi nama Pendidikan Agama Islam.59 PAI merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran pokok (dasar) yang menjadi satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain.60 Dalam kurikulum nasional,
58Abdul Haling, dkk., Belajar dan Pembelajaran(Cet. II; Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar, 2007), h.102-105.
59Syarifuddin K., Inovasi Baru Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (Cet. I; Yogyakarta: Deepublish, 2018), h. 14.
60Rianawati, Implementasi Nilai-Nilai Karakter pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Madrasah (Pontianak: IAIN Pontianak Press, 2014), h. 11.
mata pelajaran PAI merupakan mata pelajaran wajib pada Sekolah Umum mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Kurikulum PAI disusun dan dirancang yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi penjenjangan Pendidikan.61
2. Dasar PAI di SD
Dasar dalam pelaksanaan PAIsebagai mata pelajaran dan pendidikan disiplin ilmu pada garis besarnya ada tiga yaitu al- Qur’an, Hadist dan Ijtihad.62
a. al-Qur’an
al-Qur’an sumber ajaran Islam yang pertama didalamnya mengandung berbagai petunjuk untuk meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Salah satu petunjuk al-Qur’an yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia adalah perintah membaca. Membaca adalah kunci kesuksesan, baik kesuksesan di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, Allah subh}a>nahu> wa ta‘a>la>menurunkan ayat pertama di dalam al-Qur’an perintah membaca.63 QS. al-‘Alaq/ 96 : 1-5
Terjemahnya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah; Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam; Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.64
61 Syarifuddin K., Inovasi Baru Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, h. 14.
62H. Syahruddin Usman, Ilmu Pendidikan Islam (Perspektif Teoritis) (Cet. I; Makassar: Alauddin University Press, 2013), h. 8.
63H. Syahruddin Usman, Ilmu Pendidikan Islam (Perspektif Teoritis), h. 9.
64Departemen Agama RI, al-Qur’an dan Terjemahnya, Edisi Tahun 2002 (Cet. XI; Jakarta: CV Darus Sunnah, 2011), h. 598.
Ayattersebut menggambarkan dalam pelaksanaan proses pendidikan terdapat beberapa komponen yang harus ada, diantaranya satu komponen dengan komponen yang lain saling terkait yaitu pendidik, peserta didik, metode pendidikan, media pendidikan, dan kurikulum (materi) serta tujuan pendidikan.
b. Hadist
Sunnah menurut para ahli hadis sama dengan hadist yaitu segala sesuatu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad s}allalla>hu ‘alaihi wa sallammelalui perkataan, perbuatan, penetapan atau taqrir, dan akhlak serta sifat-sifat yang terpuji.65
Di dalam al-Qur’an dikemukakan beberapa ayat yang menerangka tentang kedudukan sunnah sebagai salah satu sumber ajaran Islam antara lain QS. al-Hasyr/59: 7.66
Terjemahnya
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.67
65H. Syahruddin Usman, Ilmu Pendidikan Islam (Perspektif Teoritis), h. 10.
66H. Syahruddin Usman, Ilmu Pendidikan Islam (Perspektif Teoritis), h. 11.
67Departemen Agama RI, al-Qur’an dan Terjemahnya, Edisi Tahun 2002 (Cet. XI; Jakarta: CV Darus Sunnah, 2011), h. 598.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa menaati Allah berarti mengikuti petunjuk al-Qur’an. Sedangkan menaati rasul berarti mengikuti sunnahnya. Ini berarti sunnah berada pada tingkat yang kedua sesudah al-Qur’an.
c. Ijtihad
Ijtihad menurut bahasa berasal dari kata ‚jahada‛ artinya mencurahkan segala kemampuan atau menanggung beban kesulitan. Para ulama mengemukakan pengertian ijtihad secara terminologi ini, bahwa ijtihad adalah segala upaya yang dilakukan oleh mujtahid dalam berbagai bidang ilmu termasuk bidang teologi, filsafat dan tasawuf. al-Syaukani mengemukakan ijtihad adalah mencurahkan kemampuan guna mendapatkan hukum syara’ yang bersifat operasional dengan cara istimbat (mengambilkeputusan hukum).68
Ijtihad dalam pendidikan harus tetap bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah yang diolah oleh akal yangsehat dari para ahli pendidikan Islam. Ijtihad tersebut haruslah dalam hal-hal yang berhubungan langsung dengan kebutuhan hidup di suatu tempat pada kondisi dan situasi tertentu. Teori-teori pendidikan baru hasil ijtihad harus dikaitkan dengan ajaran Islam dan kebutuhan hidup.69
Dengan dasar tersebut dapat dipahami bahwa PAI itu selain berdasarkan al-Qur’an dan sunnah juga berdasarkan ijtihad dalam menyusun kebutuhan bangsa yang selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dimana pendidikan Agama Islam itu berlangsung.
68H. Syahruddin Usman, Ilmu Pendidikan Islam (Perspektif Teoritis), h. 23.
69Zakiah Daradjat, dkk, Ilmu Pendidikan Islam (Cet. VII; Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 21-22.
3. Tujuan PAI di SD
Di dalam GBHN tujuan Pendidikan Nasional dikemukakan dengan jelas, bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Tujuan Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila juga merupakan tujuan PAI,karena peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana yang dimaksud GBHN, hanya dapat dibina melalui Pendidikan Agama yang interaktif dan efektif.70
Tujuan PAI di SD/MI yang di kutip di Badan Standar Nasional Pendidikan antara lain sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah subh}a>nahu> wa ta‘a>la>.
b. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunikasi sekolah.71
70Zakiah Daradjat, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, h. 88-89.
71Badan Standar Nasional Pendidikan, Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah(Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2006), h. 2.
4. Ruang Lingkup PAI di SD
Ruang lingkup PAI meliputi aspek-aspek yaitu al-Qur’an dan Hadits, aqidah, akhlak, fiqih dan tarikh dan Kebudayaan Islam.72Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah subh}a>nahu> wa ta‘a>la, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.73\
5. Silabus PAI Kelas IV
Berdasarkan Kurikulum 2013, maka panduan yang ditetapkan kompetensi inti dan kompetensi dasar untuk kelas IV SD adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Silabus PAI Kelas IV SD 186 Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone Kompetensi Inti Kompetensi Dasar PembelMateri
ajaran
Aloka si Wakt
u 1. Menerima dan menjalankan ajaran
agama yang dianutnya.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan disekolah. 4. Menyajikan pengetahuan faktual
dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam
1.1 Terbiasa membaca al-Qur’an dengan tartil 3.1 Memahami QS al- Falaq dengan baik dan benar. 4.1.1 Membaca QS al-Falaq dengan tartil. 4.1.2 Menulis kalimat – kalimat dalam QS al-Falaq dengan benar. QS al-Falaq 4 x 35 menit
72Badan Standar Nasional Pendidikan, Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, h. 2.
73Badan Standar Nasional Pendidikan, Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, h. 2.
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
4.1.3 Menunjukkan hafalan QS al-Falaq dengan lancar. Sumber Data: Kurikulum 2013
Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa, silabus mata pelajaran PAI kelas IV yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada silabus yang dibuat oleh sekolah SD 186 Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone yang berpatokan pada Kurikulum 2013.