• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seterika listrik digunakan untuk melicinkan/menghaluskan pakaian agar dapat lebih rapi dipakai, umumnya setelah dicuci dan dikeringkan. Terkadang lipatan-lipatan pakaian cukup sulit untuk dihilangkan sehingga memerlukan sedikit air untuk membasahi bagian yang terlipat, terlebih untuk bahan-bahan dari wol.

Pada saat-saat seperti ini kehadiran seterika dengan penyemprot uap sangat diperlukan. Bagian utama seterika listrik meliputi: elemen pemanas, plat dasar/alas (sole plate), besi  pemberat, tutup, pemegang, terrminal dan kabel penghubung

Seterika memerlukan adanya panas untuk memudahkan dalam melicinkan pakaian tersebut. Tenaga panas ini diperoleh dari tenaga listrik. Tegasnya, tenaga listrik diubah menjadi tenaga panas. Tinggi panas yang diproduksi tergantung dari besar daya yang dipakai.

Semakin besar daya listrik yang dipakai, semakin tinggi panas yang diperoleh. Sebagai sumber panas, digunakan elemen pemanas. Elemen pemanas dipasang antara plat dasar dengan  besi pemberatnya. Panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas secara konduksi (dihantarkan)

kepada plat dasarnya yang dibuat dari logam yang segera akan menjadi panas pula.

Elemen pemanas dalam seterika dengan penyemprot uap tidak hanya dipakai untuk meningkatkan panas pada sole plate; tetapi juga mendidihkan air, sehingga uap dapat dikeluarkan dari lubang-lubang dalam sole-plate tersebut.

Plat dasar dibuat dari logam tahan karat atau dilapisi dengan bahan tahan karat, agar tidak mengotori atau merusakkan bahan yang diseterika. Pemegang seterika dibuat dari bahan isolasi bakelit atau ebonit; ada juga yang dibuat dari kayu. Hubungan dengan kabel penghubung ke terminal elemen pemanas dilakukan melalui tusuk kontak atau secara langsung.

El emen pemanas kawat spir al dengan sel ongsong peli ndun g

tuangan 

El emen pemanas yang dil il it pada lembaran mi ka  kawat nikelin terminal terminal  batu mika

Gambar . Bentu k-bentu k E lemen Pemanas untu k Seter ik a L istri k

Ada dua macam elemen pemanas yang biasa dipakai, yaitu kawat nichrom bentuk pita yang dililitkan pada lembaran mika; dibentuk serupa bentuk sole plate, sehingga panasnya merata, serta kawat nichrom dililit spiral dan dimasukkan dalam selongsong/pipa sebagai  pelindungnya. Untuk menyekat kawat dari logam pelindung, kawat spiral dilapis/dibungkus

oksida magnesium yang merupakan bahan isolasi. Elemen ini dipakai untuk tegangan 110V-220V dengan daya berkisar antara 250-750 watt.

Thermostat,  adalah alat pengatur suhu, berfungsi memutuskan dan menyambungkan rangkaian seterika listrik dengan sumber arusnya. Bekerjanya otomatik sesuai dengan pengaturan kita. Salah satu jenis thermostat seperti nampak dalam gambar di bawah.

Cara bekerjanya thermostat adalah sebagai berikut:

Mula-mula seterika kita hubungkan dengan sumber tegangan, kemudian tombol pengatur  panas ditempatkan pada suatu kedudukan tertentu. Setelah seterika bekerja dan suhu telah

melampaui batas suhu yang ditetapkan, thermostat membuka kontak-kontaknya dan arus listrik tidak mengalir lagi. Kemudian jika suhu telah turun di bawah batas penetapannya, thermostat akan menutup kontak-kontaknya lagi.

Memutar tombol pengatur panas pada dasarnya mengatur tekanan pegas. Hal ini akan menentukan jarak/jauhnya bilah thermostat membengkok sebelum kontak-kontaknya membuka dan berarti pekerjaan ini menetapkan suhu yang dikehendaki.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian seterika dengan penyemprot uap.

Untuk menjaga agar seterika tidak lekas rusak, terutama dengan adanya air yang digunakan sebagai bahan pembuat uap, perlu ditetapkan syarat-syarat pemakaiannya, yaitu:

Paling baik digunakan air suling (air destilata).

Jika terpaksa menggunakan air yang mengandung mineral dan alkali, air perlu didihkan terlebih dahulu kemudian disaring dengan kain bersih.

Selesai pemakaian air harus dituang sampai habis. Pasang seterika untuk beberapa saat agar sisa-sisa air yang mungkin masih ada dapat menjadi kering sama sekali.

Bacalah petunjuk-petujuk khusus dari setiap alat yang dikeluarkan oleh pabrik  pembuatnya.

Bagian-bagian Seterika Listrik yang Mudah Rusak

Untuk memudahkan atau mempercepat dalam mencari kesalahan atau kerusakan, perlu mengetahui bagian-bagian yang mudah rusak dari suatu pesawat. Dengan demikian upaya

 perbaikannya juga dapat lebih dipercepat. Jika kita akan memperbaiki suatu pesawat, maka kita akan memeriksa bagian-bagian yang mudah rusak terlebih dahulu, baru kemudian bagian yang lain jika pesawat belum dapat bekerja dengan baik.

Bagian-bagian seterika listrik yang mudah rusak antara lain:

3. El emen pemanas, hal ini dapat terjadi karena biasanya dipakai secara berlebihan, misalnya  pada seterika yang tidak memakai pengatur panas. Atau terjadi kerusakan pada termostat

sehingga tidak berfungsi dengan baik. Ada kemungkinan juga salah pemakaian tegangan, terutama seterika yang baru dibeli/dipakai. Kejadian-kejadian diatas dapat mengakibatkan kawat elemen rusak/putus, isolasi mika rusak sehingga dapat menyebabkan terjadinya hubung badan.

4. Kawat penghubun g, kerusakan ini dapat terjadi misalnya, karena:

Salah satu atau kedua-dua kawat putus akibat sering terpuntir waktu menggunakannya atau dilipat-lipat waktu menyimpannya. Lebih mudah rusak yang berisolasi karet, sedang yang berisolasi plastik lebih tahan.

Kabel terlalu kecil yang berakibat menjadi terlalu panas jika digunakan. Isolasi menjadi rusak, dapat menyebabkan kabel hubung pendek.

Letak sumber tegangan/stop kontak yang tidak sesuai dengan pemakaian, berakibat kabel selalu terpuntir. Seharusnya bagi orang yang biasa bekerja dengan tangan kanan, sumber tegangan dipasang di sebelah kanan pemakai. Bagi orang kidal letak stop kontak di sebelah kiri.

6. Terminal, yang dimaksud dengan terminal adalah tempat persambungan antara ujung kawat elemen pemanas dengan kabel penghubung dari sumber arus. Terminal ini ada dua macam, sambungan langsung dan yang melalui tusuk kontak. Kerusakan terjadi karena:

Panas yang berlebihan, terminal menjadi hangus.

Porselen tusuk kontaknya pecah atau pegas/penjepit hangus atau meregang sehingga tidak akan terjadi kontak hubungan yang baik.

7. Tusuk k ontak (pada kabel penghubung), porselinnya pecah sebab sering jatuh. Sambungan kabelnya putus/terlepas karena sewaktu mencabut tusuk kontak yang ditarik kabelnya, seharusnya tusuk kontaknya.

8. Termostat, ialah pengatur panas. Termostat ini dapat rusak, jika pemakai kurang mentaati aturan pemakaiannya. Pemakai seharusnya bekerja untuk bahan-bahan yang tipis dan lunak, kemudian meningkat ke bahan yang lebih tebal dan keras. Dengan demikian pengaturan  panasnya mula2 dari tingkat yang rendah ke tingkat yang lebih tinggi.

Untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya dalam memperbaiki kesalahan suatu pesawat, memerlukan keterampilan khusus. Keterampilan ini dapat ditunjang dengan menggunakan metode-metode yang benar, terutama dalam mencari kesalahan. Tegasnya, perbaikan akan dapat dilaksanakan secara efisien jika kesalahannya telah diketahui; kesalahan akan dapat cepat diketahui jika digunakan cara2 yang benar.

 Pemeriksaan hubungan terbuka, gunakan AVO, setlah pada skala Rx1k. Cabutlan tusuk kontak pesawat dari sumbernya. Ukurlah pada ujung2 dari tusuk kontak pesawat dengan AVO. Jika AVO menunjukkan harga tak terhingga, berarti rangkaian terbuka, tetapi jika AVO menunjukkan harga tertentu hingga beberapa kilo, berarti ada lingkaran arus tertutup. Harus terjadi rangkaian tertutup jika pengatur panas seteri ka diputarkan.

 Pemeriksaan hubungan badan, gunakan AVO, setlah pada skala Rx1. Cabut tusuk kontak  pesawat dari sumbernya. Ukurlah antara salah satu ujung2 kontak pada steker dengan bodi  pesawat. Jika AVO menunjukkan harga tak terhingga, berarti tidak terjadi hubung badan, tetapi jika AVO menunjukkan harga tertentu, berarti terjadi kontak dengan badan pesawat. Seterika harus dibongkar untuk meneliti penyebab terjadinya hubung badan.

Perbaikan seterika listrik dengan penyemprot uap dapat dilaksanakan sbb:

Setiap kali selesai menggunakan seterika dengan penyemprot uap, sisa air yang ada harus dibuang hingga tuntas. Kemudian memasukkan tusuk kontaknya pada KK lagi selama beberapa saat, sehingga bagian dalam seterika menjadi kering sama sekali. Kalau air yang digunakan sebagai pengisi seterika air suling/air lunak (aquades) tidak perlu dikhawatirkan tentang  pengendapan mineral dalam seterika tersebut. Tetapi jika digunakan air berat atau air leding yang  belum dipanaskan, mineral akan mengendap dalam seterika. Banyaknya endapan mineral yang terjadi tergantung dari berat/air (bersih air). Dalam hal ini seterika memerlukan pemeliharaan dengan membersihkan bagian dalam tangki air dan lubang-lubang jalan uap secara teratur. Kalau tidak akan cepat terjadi penutupan lubang2 uap, sehingga penyemprot uap tidak berfungsi lagi. Untuk menghindari kemungkinan terjadinya pengendapan, dianjurkan untuk menggunakan air suling atau setidak-tidaknya air leding yang sudah didihkan kemudian didinginkan. Sebelum dimasukkan ke dalam seterika sebaiknya disaring terlebih dahulu.

Cara pembersihannya dapat dilakukan sbb:

Buatlah campuran air dengan cuka dalam perbandingan 1:1. Masukkan campuran tersebut ke dalam seterika. Panaskan seterika 150  selama 0,5 jam. Setelah seterika menjadi dingin kembali buanglah air tersebut. Seterika perlu dibilas dengan air bersih beberapa kali. Terakhir, panaskan seterika sehingga sisa air hilang sama sekali.

6. Bongkar seterika, sesuai prosedur.

7. Lepaskan bagian-bagian yang perlu dan tabirnya (screen). 8. Keroklah hingga bersih endapan yang ada.

9. Bersihkan tabir dan alirkan air melalui pipa-pipa saluran sampai benar2 bersih, tidak tersumbat.

10. Setelah selesai dan kering semuanya, pasang kembali sebaagi semula (gantilah gasket bila  perlu). Dalam memasang gasket ini harus tepat pada tempatnya dan tabir dapat melekat  padanya.

Kipas Angin

Bagian-Bagian utama kipas angin yaitu: f. Motor penggerak

g. Bagian kipas h. Rumah kipas i. Rumah motor

 j. Stand atau dudukan kipas lengkap dengan pengatur kecepatan

Sebelum Anda memperbaiki beberapa pesawat, yakinkan bahwa pesawat sedang menerima sumber daya--kekurangan daya adalah sebagian besar penyebab gangguan pesawat. Sebelum Anda mulai proses pengujian dan diagnosis, ambillah 3 (tiga) tahapan persiapan sebagai berikut:

Ceklah untuk meyakinkan bahwa pesawat benar-benar telah dimasukkan ke sumber tegangan sebagaimana mestinya, dan bahwa kabel, steker dan kotak-kontak (KK) kerja dengan baik. Jika KK dikontrol dengan sakelar, yakinkan bahwa sakelar sudah ON. Tentukan kembali bahwa KK bekerja, teslah dengan tester tegangan, sehingga terperinci menurut pengetesan listrik.

Ceklah untuk meyakinkan bahwa sekering dan/atau CB (circuit breaker) pada rangkaian kontrol tidak terputus atau belum trip. Mungkin ada lebih dari 1 panel masukan untuk rumah Anda, khususnya untuk pesawat 220-240V seperti halnya kompor dan AC - Cek untuk terputusnya sekering atau tripnya CB pada kedua panel distribusi. Jika perlu, perbaiki rangkaian.

Ceklah untuk meyakinkan sekering dan/atau CB di dalam pesawat tidak putus atau trip. Tekanlah tombol reset ON seperti pada pesawat pengolah sampah, pencuci,  pengering, dan kompor. Beberapa kompor mempunyai jenis steker bersekering secara

Jika pesawat menggunakan gas atau air, ceklah untuk meyakinkan bahwa penerimaan supply cukup memadai.

Ceklah manual penggunaan pesawat Anda; pabrik memasukkannya, dan itu sangat membantu seperti chart untuk memecahkan permasalahan. Jika Anda tidak mempunyai manual untuk pesawat tersebut, Anda mungkin dapat memperoleh salah satu - setiap pesawat yang sudah usang atau tak terpakai lagi - dari pabrik bagian servis pelanggan.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Kompetensi Kejuruan Kelas / Semester : XI / 4

Pertemuan ke : 16 s/d 17

Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

Standart Kompetensi : Merawat Peralatan Rumah Tangga Listrik Kode Kompetensi : KK –  011 - 05

Kompetensi Dasar : Memahami data sheet komponen peralatan rumah tangga Yang menggunakan alat pemanas dan motor listrik

Indikator : 1. Mengidentifikasikan jenis  –   jenis perawatan pada peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

2. Mengidentifikasi jenis - jenis peralatan yang digunakan dalam perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

3. Menguasai prosedur penggunaan peralatan yang digunakan dalam perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

4. Menguasai prosedur pembongkaran dan perakitan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

I. Tujuan Pembelajaran

Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar peserta didik :

1. Memiliki kemampuan mengidentifikasikan jenis  –   jenis perawatan pada peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

2. Memiliki kemampuan mengidentifikasi jenis - jenis peralatan yang digunakan dalam  perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor 3. Memiliki kemampuan menguasai prosedur penggunaan peralatan yang digunakan

dalam perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

4. Memiliki kemampuan menguasai prosedur pembongkaran dan perakitan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

II. Materi Ajar

Pembelajaran ini mencakup pencapaian kompetensi konsep rangkaian listrik dengan materi sebagai berikut :

1. Jenis –  jenis perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

2. Jenis –  jenis peralatan yang digunakan dalam perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

3. Prosedur penggunaan peralatan yang digunakan dalam perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor

4. Prosedur pembongkaran dan perakitan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan pemanas dan motor

III. Metode Pembelajaran 1. Ceramah

2. Tanya Jawab 3. Diskusi

4. Demonstrasi / peragaan

IV. Langkah –  langkah Pembelajaran A. Pendahuluan

1. Guru meminta ketua kelas memimpin temannya untuk menyiapkan kelas dan  berdoa terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai.

2. Guru mengabsen peserta didik yang hadir mengikuti pembelajaran. 3. Peserta didik menyimak silabus pembelajaran.

4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.

5. Guru menjelaskan kemanfaatan materi bagi peserta didik.

6. Guru meminta peserta didik untuk menyimak dan memperhatikan materi yang akan diberikan.

B. Kegiatan Inti

1. Peserta didik menyimak materi yang harus dipelajari.

2. Guru menjelaskan materi tentang Jenis  –   jenis perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor, jenis  –   jenis peralatan yang digunakan dalam perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat  pemanas dan motor, prosedur penggunaan peralatan yang digunakan dalam  perawatan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan alat pemanas dan motor, prosedur pembongkaran dan perakitan peralatan rumah tangga listrik yang menggunakan pemanas dan motor.

3. Guru memperagakan bahan materi yang sedang dijelaskan.

4. Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya perihal materi yang disampaikan guru.

5. Peserta didik mencatat spesifikasi materi pembelajaran yang diberikan guru.

6. Guru memberikan tugas latihan kepada peserta didik tentang materi yang diberikan. 7. Peserta didik melakukan peragaan atau mempraktekkan materi yang diberikan.

di ruang praktikum.

8. Guru memberikan penilaian hasil kerja siswa untuk melihat pencapaian hasil dan tujuan pembelajaran.

C. Penutup

1. Melakukan refleksi proses pembelajaran secara keseluruhan dengan cara meminta  peserta didik memberikan komentar tentang proses pembelajaran yang telah  berlangsung dan guru memberikan resume keseluruhan pembelajaran untuk  peningkatan dan penguatan pencapaian hasil dan tujuan pembelajaran.

2. Pemberian tugas terstruktur berdasarkan materi yang telah disampaikan. 3. Menutup pelajaran dengan berdoa.

V. Alat / Bahan / Sumber Belajar A. Alat

~ Komputer / Note Book dan LCD B. Sumber Belajar

~ Buku –  buku yang relevan ~ Jobsheet ~ Internet VI. Penilaian Lembaran Soal  Nama : ... Kelas : ... Kompetensi Dasar : ...

 No Soal Uraian Jawaban Skor

Maks

Skor Siswa 1. Apa fungsi kapasitor pada

 peralatan motor listrik ?

Untuk menstabilkan dan mengurangi kerugian faktor daya pada kerja motor

20 2. Sebutkan peralatan rumah

tangga listrik yang menggunakan motor listrik !

Kipas angin, mesin cuci,

 blender, mixer, dll 20

3. Sebuah peralatan Kipas angin  bekerja dengan daya 75 watt yang diberi tegangan 220 Volt,  berapa arus yang mengalir pada

kipas angin tersebut ?

Dik : P = 75 W V = 220 V Dit : I ?

I = P/V = 75/220 = 0,34 A

20

4. Apa fungsi timer yang ada pada  peralatan Mesin cuci ?

Fungsinya adalah untuk mengatur waktu yang terpakai oleh kerja peralatan mesin cuci tersebut

20

5. Sebutkan komponen-komponen yang ada pada peralatan mesin cuci ?

Motor listrik pencuci, motor listrik pengering, timer  pengatur waktu

20

Jumlah Skor Maksimal 100

 Nilai Siswa = Jumlah skor didapat X 10 Jumlah skor maksimal

Jakarta , Juli 2012 Mengetahui,

Kepala SMK KEMALA BHAYANGKARI 1 Guru Mata Pelajaran

Drs.Bambang Suprijanto, M.M Jarot Widodo, S. Pd

Materi Ajar

Seterika listrik digunakan untuk melicinkan/menghaluskan pakaian agar dapat lebih rapi dipakai, umumnya setelah dicuci dan dikeringkan. Terkadang lipatan-lipatan pakaian cukup sulit untuk dihilangkan sehingga memerlukan sedikit air untuk membasahi bagian yang terlipat, terlebih untuk bahan-bahan dari wol.

Pada saat-saat seperti ini kehadiran seterika dengan penyemprot uap sangat diperlukan. Bagian utama seterika listrik meliputi: elemen pemanas, plat dasar/alas (sole plate), besi  pemberat, tutup, pemegang, terrminal dan kabel penghubung

Seterika memerlukan adanya panas untuk memudahkan dalam melicinkan pakaian tersebut. Tenaga panas ini diperoleh dari tenaga listrik. Tegasnya, tenaga listrik diubah menjadi tenaga  panas. Tinggi panas yang diproduksi tergantung dari besar daya yang dipakai.

Semakin besar daya listrik yang dipakai, semakin tinggi panas yang diperoleh. Sebagai sumber panas, digunakan elemen pemanas. Elemen pemanas dipasang antara plat dasar dengan  besi pemberatnya. Panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas secara konduksi (dihantarkan)

kepada plat dasarnya yang dibuat dari logam yang segera akan menjadi panas pula.

Elemen pemanas dalam seterika dengan penyemprot uap tidak hanya dipakai untuk meningkatkan panas pada sole plate; tetapi juga mendidihkan air, sehingga uap dapat dikeluarkan dari lubang-lubang dalam sole-plate tersebut.

Plat dasar dibuat dari logam tahan karat atau dilapisi dengan bahan tahan karat, agar tidak mengotori atau merusakkan bahan yang diseterika. Pemegang seterika dibuat dari bahan isolasi  bakelit atau ebonit; ada juga yang dibuat dari kayu. Hubungan dengan kabel penghubung ke

terminal elemen pemanas dilakukan melalui tusuk kontak atau secar a langsung. Mixer

Mixer digunakan untuk mengaduk atau mencampur bahan dalam menyiapkan suatu makanan. Pengocok digerakkan oleh sebuah motor universal, dan biasanya banyak variasi kecepatan mixer yang disediakan, mengaduk, memukul, atau mengocok seperti yang dibutuhkan. Ada tiga jenis mixer dalam kegunaan umumnya: dipegang tangan, tegak-lurus, dan dapat diatur (convertible). Mixer tegak lurus adalah yang terbesar; jenis ini terdiri dari mixer yang dipasang dengan alas/landasan, yang juga menyangga papan putar (piringan putar) mangkuk pencampur. Mixer pegang tangan dan convertible keduanya lebih kecil dan lebih ringan; ada perbedaan kecil antara keduanya, diharapkan yang jenis convertible dapat diset pada landasan atau hand-held. Ketiga jenis mixer bekerja dengan prinsip yang sama.

Pembersihan dan Pelumasan

Banyak mixer yang mempunyai bagian tampungan minyak pada rakitan motor bagian atas. Lumasilah setiap bagian dengan meminyaki pada tahanan panas setiap 2-3 bulan, atau lebih sering jika mixer Lebi sering dipakai. Bersihkan sisa-sisa makanan pada motor dengan kain halus; jangan menggunakan kertas amplas. Sekali setahun, bersihkan bantalan dan lumasilah dengan minyak yang agak encer atau minyak mesin jahit. Setiap 12-18 bulan, keluarkan plat  penguat dan bersihkan roda gigi, seperti diuraikan di bawah; kemudian lumasilah dengan lumas

roda gigi silikon. Papan Putar

Pada beberapa mixer yang beralas (berkaki), ada tuas kecil di bawah papan putar; tuas ini mengatur kecepatan pada gerakan papan putar. Jika tuas keluar jalur ( tidak pada tempatnya ),  papan putar mungkin Masuk dan tidak bisa berputar. Putar tuas secara ringan (perlahan) dan

atur kembali papan putar; jika ini belum berhasil, bawalah mixer ke servis profesional.

Jika papan putar bekerja tetapi mangkuk tidak berputar, pengocok dapat diset pada putaran rendah, turunkan mangkuk secara perlahan dan hentikan. Atur pengocok, iringkan rumah  bagian atas dari landasan; carilah sekrup pengatur pengocok pada bagian atas landasan. Putar sekrup searah jarum jam untuk mengangkat pengocok, berlawanan arah jarum jam untuk lebih menurunkannya. Jika pengocok bengkok atau rusak, itu tidak dapat diperbaiki. Gantilah dengan pengocok yang baru yang sejenis. Roda gigi ditempatkan segaris di atas  pengocok, dan dipegang di suatu tempat oleh plat penahan. Lepaskan sekrup plat untuk

mendapatkan roda gigi (gear), dan telitilah gear dari keausan atau kerontokan gigi. Gigi-gigi yang rontok dapat menimbulkan gangguan saat mixer beroperasi, atau dapat menyebabkan salah satu pengocok berhenti berputar. Jika gigi-gigi gear rontok, gantilah kedua gear, setiap ada kerusakan walaupun hanya satu, belilah gear pengganti yang sejenis.

Alat Pelengkap Mixer

Pelengkap mixer seperti halnya penggiling kopi, pembuat juice, dan penghancur es tidak bekerja dengan gear yang sama pada gear pengocok. Jika gangguan terjadi dengan  beberapa alat pelengkap ini, ceklah gear ini masihkah bisa dipakai atau rusak. Gear-gear

ditempatkan di dalam alat pelengkap itu sendiri; buka plat penutup untuk mendapatkannya. Jika gear sudah aus atau hancur, gantilah dengan gear yang baru yang sejenis. Angkat gear yang lama ke luar, dan ambil gear yang baru, masukkan ke tempatnya. Jagalah alat pelengkap  bekerja dengan baik, bersihkan gear dan minyakilah dengan pelumas gear silikon pada setiap

Blender

Blender, seperti halnya mixer, adalah peralatan dapur yang sangat pokok, untuk  pemotong, pencampur, pengental, dan pencair makanan. Blender terdiri dari sebuah botol

(stopfles) kaca atau plastik pada bagian dasarnya sebagai rumah motor universal, dan bilah  pemotong dirakit di dalam stopfles, digerakkan oleh motor pada bagian bawah. Kebanyakan

Dalam dokumen RPP Merawat Peralatan Rumah Tangga Listrik (Halaman 32-43)

Dokumen terkait