• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Belajar Mandiri Terbimbing (sesuai peminatan program di madrasah)244

BAB IV : PAPARAN DAN HASIL PENELITIAN

PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN

3. Materi Belajar Mandiri Terbimbing (sesuai peminatan program di madrasah)244

a) MIA (Matematika dan Ilmu Alam): Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

b) IIS (Ilmu-Ilmu Sosial): Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan Sejarah. c) IBB (Ilmu Budaya dan Bahasa): Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. d) Keagamaan (MAKBI): Tafsir-Ilmu Tafsir, Hadits-Ilmu Hadits,

Fiqh-Ushul Fiqh, Ilmu Kalam, dan Akhlaq.

243

Tim Penyusun, Buku Panduan Pesantren Al-Qalam ………. hlm. 23-29. Lihat pula Brosur Pesantren Al-Qolam Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang.

244

Pesantren memfasilitasi materi belajar mandiri terbimbing tanpa terstruktur dalam jadwal khusus, karena program ini diberikan sebagai pendukung materi pelajaran di madrasah. Teknisnya dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan siswa pada bidang-bidang mata pelajaran tertentu saja. Belajar mandiri terbimbing ini dikhususkan pada permasalahan yang dialami santri dalam pelajaran yang akan diikuti esoknya di madrasah.

176 4. Pembinaan Membaca Al-Qur’an

a) Tahsin Qira’atil Qur’an b) Tahfidzul Qur’an. 5. Pembinaan Ubudiyah

a) Shalat Berjama’ah: khususnya shalat shubuh, maghrib dan isya’. b) Tadhribul Imamah (latihan menjadi imam)

c) Qiyamul Lail d) Puasa-Puasa Sunnah 6. Pembinaan Keterampilan

a) Pidato Bahasa Arab dan Inggris b) Kuliah Tujuh Menit (Kultum)

Pada tahun ajaran 2014-2015, Madrasah Terpadu MAN 3 Malang menggunakan 2 bentuk kurikulum yang di tiap jenjangnya mengunakan teknik yang berbeda. Pada kelas X menggunakan K-13 non SKS (reguler) kemudian kelas XI dan XII masih menggunakan KTSP 2006. KTSP 2006 relatif lebih dapat dikuasai oleh para guru, tetapi dalam K-13, masih banyak kesulitan yang dialami dalam implementasinya. Pada tahun ajaran berikutnya 2015-2016, pada siswa baru nantinya sudah akan diterapkan K-13 dengan sistem SKS. Tahun-tahun ajaran ini merupakan tahun peralihan dari KTSP ke K-13 secara penuh.

Dalam kurikulum madrasah, bidang keahlian atau penjurusan sudah dimulai dari kelas X s/d kelas XII dalam 4 jurusan, yaitu: a) Sains, b) Sosial, c) Bahasa dan d) MAKBI. Seperti halnya di madrasah, pesantren Al-Qolam juga membuka jurusan peminatan untuk para santri. Ini dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan wali santri yang menginginkan spesifikasi keahlian agama yang mumpuni bagi anak-anaknya setelah lulus dari pesantren. Jurusan yang dibuka adalah: a) kelas reguler (umum pada semua materi agama), b) kelas takhosus, c) kelas MAKBI (khusus siswa jurusan

177

MAKBI), dan d) kelas tahfidz. Semua jurusan tesebut dibuka dari kelas X sampai dengan kelas XI, kecuali hanya jurusan tahfidz tidak dibuka di kelas XII.

Dalam paparan materi kurikulum di atas, dapat dilihat persamaan pada kedua kurikulum, yaitu pada materi inti yang diajarkan, yaitu: a) materi

Dirasah Islamiyyah yang sama-sama diberikan. Di madrasah pembelajaran

berbasis buku paket dan LKS (Lembar Kerja Siswa), sedangkan di pesantren diberikan dalam pembelajaran kitab kuning sebagaimana layaknya di pesantren salaf maupun modern. b) Materi bahasa asing Arab dan Inggris sama-sama diberikan pula. Di madrasah ataupun pesantren menggunakan buku paket dari madrasah, dan khusus untuk bahasa Arab, di pesantren diberi tambahan materi Qira’ah Rasyidah 1, dan Qira’ah Rasyidah 2, Nahwu Wadhih, dan Amtsilah Tashrifiyyah. c) Materi inti penjurusan/peminatan madrasah (sains, sosial, bahasa dan keagamaan) yang diberikan pula di pesantren dalam bentuk bimbingan belajar secara tidak terstruktur/terjadwal. Khusus santri/siswa keagamaan (MAKBI) dapat dikatakan mengalami integrasi penuh, karena semua siswanya diasramakan dan materi pelajarannya disajikan dalam pembidangan yang sama seluruhnya dengan materi pelajaran di madrasah.

Dari paparan dokumen struktur kurikulum madrasah dan pesantren di atas, terdapat integrasi pengorganisasian isi kurikulum pada pembentukan materi pelajaran ke dalam beberapa kelompok: a) Pendidikan Agama Islam (Al-Qur’an, Hadits, Fiqh, dan Akhlaq) di pesantren seperti halnya yang

178

diberikan di madrasah, b) materi pelajaran Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Inggris), c) materi peminatan penjurusan di madrasah (matematika dan sains, sosial, bahasa, dan keagamaan) dengan belajar terbimbing sesuai dengan kebutuhan santri dan d) pembinaan amaliyah ibadah sehari-hari. Sesuai dengan data pada dokumen kurikulum pesantren Al-Qolam:

“Secara garis besar, Kurikulum Pesantren Al Qalam terintegrasi dengan Kurikulum MAN 3 Malang. Pesantren Al Qalam hanya berorientasi pada pengembangan dalam bidang materi agama (dirasah islamiyah) dan bahasa asing (Arab dan Inggris) serta praktik pengamalan agama islam secara komprehensip.”245

Dengan kata lain, secara written, kurikulum pesantren Al-Qolam tertuang dalam materi-materi pelajaran agama Islam (dirasah Islamiyah) dan bahasa asing (Arab dan Inggris). Sedangkan secara hidden, tertuang dalam pembinaan praktik pengamalan agama Islam secara komprehensif. Agar lebih dapat dicermati secara lebih mudah, maka dibawah ini dijelaskan terintegrasinya pengorganisasian isi kurikulum antara madrasah dan pesantren dalam bentuk tabel.

Tabel 4.5: Integrasi Pengorganisasian Isi Kurikulum Madrasah Terpadu MAN 3 Malang dan Pesantren Al-Qolam

No. Bidang Keilmuan

Madrasah Pesantren Al-Qalam

1.

Materi PAI (Pendidikan Agama Islam) [untuk semua jurusan] c) Mapel. Fiqih

b) Fiqih (Kitab Safinatun Najah, Safinatun Najah Tarjamah, Fathul Qarib, dan At-Tahdzib)

d) Mapel. Aqidah Akhlaq

d) Akhlaq (Kitab Taisirul Kholaq, Taisirul Kholaq Tarjamah, Ta’limul Muta’allim, Ta’limul Muta’allim Tarjamah)

e) Mapel. Qur’an dan Hadits

e) Tajwid (Kitab Tajwid Praktis dan Tajwid Zarkasyi Gontor), Tahfidzul Qur’an (hafalan surat-surat tertentu dalam Al-Qur’an) dan Hadits (Kitab ‘Arba’in Nawawi)

245

179 2.

Materi Bahasa Asing (Bahasa Arab dan Inggris) [untuk semua jurusan]

d) Mapel. Bahasa Arab

b) Bahasa Arab, meliputi materi: a) kalam, b) qira’ah, dan c) nahwu sharaf (Kitab Qira’ah Rasyidah 1, Qira’ah Rasyidah 2, dan Buku Paket Madrasah)

e) Mapel. Bahasa Inggris d) Bahasa Inggris (Buku Paket Madrasah)

3.

Materi Program Peminatan Bahasa

Pemberian materi Bahasa (Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Asing/Arab) diatur dalam belajar mandiri terbimbing dengan tidak terjadwal secara pasti. Pendampingan materi diberikan sesuai dengan kebutuhan santri dalam kelompok-kelompok belajar.

4.

Materi Program Peminatan MIA (Matematika dan Ilmu Alam) Pemberian materi MIA (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi) diatur dalam belajar mandiri terbimbing dengan tidak terjadwal secara pasti. Pendampingan materi diberikan sesuai dengan kebutuhan santri dalam kelompok-kelompok belajar.

5.

Materi Program Peminatan IIS (Ilmu-Ilmu Sosial)

Pemberian materi IIIS (Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan Sejarah) diatur dalam belajar mandiri terbimbing dengan tidak terjadwal secara pasti. Pendampingan materi diberikan sesuai dengan kebutuhan santri dalam kelompok-kelompok belajar.

6.

Materi Program Peminatan MAKBI (Madrasah Keagamaan Bertaraf Internasional)

Pemberian materi Keagamaan (Tafsir-Ilmu Tafsir, Hadits-Ilmu Hadits, Fiqh-Ushul Fiqh, Ilmu Kalam, dan Akhlaq) diatur dalam belajar mandiri terbimbing dengan tidak terjadwal secara pasti. Pendampingan materi diberikan sesuai dengan kebutuhan santri dalam kelompok-kelompok belajar.

Dalam tabel di atas, disajikan beberapa aspek materi yang diajarkan di madrasah sekaligus diajarkan di pesantren. Untuk selebihnya tidak dipaparkan karena ada materi-materi yang diajarkan di madrasah atau di pesantren saja, tetapi tidak pada kedua lembaga. Ada 6 (aspek) materi yang terintegrasi antara organisasi isi kurikulum pesantren dengan madrasah. Dua diantaranya adalah materi inti kurikulum pesantren, yaitu pertama materi Pendidikan Agama Islam/Dirasah Islamiyah yang meliputi pelajaran: 1)

180

Fiqih, 2) Akhlaq, 3) Al-Qur’an dan 4) Hadits. Kedua adalah materi bahasa asing, yang meliputi pelajaran: 1) Bahasa Arab dan 2) Bahasa Inggris. Kedua materi ini terjadwal secara formal dalam kelas-kelas pembelajaran pada jenjang dan jurusan tertentu.

Kemudian yang ketiga, adalah empat materi selanjutnya merupakan materi pendalaman sebagaimana peminatan di madrasah, yaitu materi program peminatan bahasa, dengan rincian mata pelajaran: 1) Bahasa dan Sastra Indonesia, 2) Bahasa dan Sastra Inggris dan 3) Bahasa dan Sastra Asing/Arab. Keempat adalah materi program peminatan MIA (Matematika dan Ilmu Alam), yang meliputi mata pelajaran: 1) Matematika, 2) Fisika, 3) Kimia dan 4) Biologi. Kelima, adalah materi program peminatan IIS (Ilmu-Ilmu Sosial), yang meliputi mata pelajaran: 1) Ekonomi, 2) Geografi, 3) Sosiologi, dan 4) Sejarah. Kemudian keenam, adalah materi program peminatan MAKBI (Madrasah Keagamaan Bertaraf Internasional), yang meliputi mata pelajaran: 1) Tafsir-Ilmu Tafsir, 2) Hadits-Ilmu Hadits, 3) Fiqh-Ushul Fiqh, 4) Ilmu Kalam, dan 5) Akhlaq. Lima pembidangan materi program peminatan di atas tidak terinci dalam jadwal secara terstruktur dan pelaksanaannya dilaksanakan di malam hari setelah semua materi pelajaran di kelas ta’lim selesai. Teknis pelaksanaannya sangat fleksibel, tergantung permintaan dan kebutuhan santri. Biasanya mereka berkelompok sesuai kelas dan jurusan di madrasah, setelah itu mereka mengajukan permintaan materi dan tutornya kepada bagian pendidikan pesantren. Setelah itu pihak pesantren menghubungi tutor yang bersangkutan dan menjadwalkan waktu belajarnya.

181

Dari semua penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan adanya integrasi dalam pengorganisasian isi kurikulum Madrasah Terpadu MAN 3 Malang dengan pesantren Al-Qolam-nya. Yaitu terletak pada penyandingan antara materi kurikulum madrasah dan kurikulum pesantren agar saling melengkapi dan mendukung. Materi kurikulum diorganisasikan dalam bidang-bidang mata pelajaran, yaitu pertama pada materi agama Islam (Fiqih, Akhlaq, Al-Qur’an dan Hadits) secara terstruktur, kedua bahasa asing (Arab dan Inggris) dalam pelajaran terstruktur dan ketiga materi pelajaran peminatan/penjurusan madrasah (ilmu alam, ilmu sosial, bahasa dan keagamaan) yang disajikan secara terstruktur di madrasah dan disajikan secara tidak terstruktur di pesantren Al-Qolam.

2. Pelaksanaan Kurikulum Integratif Madrasah--Pesantren di Madrasah