• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

E. Materi Pembelajaran Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Polutan adalah zat yang dapat mencemari lingkungan dan dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk hidup.

 Sifat Polutan:

1. Merusak untuk sementara dan setelah bereaksi dengan lingkungan, zatnya tidak merusak lagi.

2. Merusak setelah jangka waktu tertentu, misalnya logam berat (Pb dan Hg).

 Syarat suatu zat dikatakan sebagai polutan yaitu:

Jumlahnya melebihi batas normal, berada pada waktu dan tempat yang tidak semestinya, mengganggu kesehatan dan bisa menimbulkan penyakit.

1. Pencemaran Udara

Pencemaran udara terjadi karena masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam, sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Tabel 1. Bahan-bahan pencemar udara

No Bahan Pencemar Keterangan

1. CO

(Karbonmonoksida)

 Timbul dari proses pembakaran yang tidak sempurna

 Tidak berbau, tidak berasa,dan tidak stabil

 Lebih mudah berikatan dengan Hb 2. CO2

(Karbondioksida)

 Hasil pembakaran bahan bakar fosil, kebakaran hutan

 Salah satu gas yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. 3 NO (Nitrogen Oksida) NO2 (Nitrogen Dioksida) SO (Sulfur Oksida) SO2 (Sulfur Dioksida)

 Gas-gas ini bila bereaksi dengan air hujan dapat mengakibatkan terjadinya hujan asam

 Hujan asam menyebabkan tumbuhan dapat mati, barang-barang dari besi dan logam mudah berkarat, serta bangunan seperti candi dan jembatan mudah rusak

4 CFC(Chloro Fluoro Carbon)

 Terdapat pada pendingin AC, kulkas, dispenser, kosmetik, bahan penyemprot (parfum dan hairspray)

 Dapat bereaksi dengan ozon membentuk lubang pada atmosfer

Dampak Pencemaran Udara

58

b. Pemanasan global c. Penyakit pernapasan

d. Penurunan IQ (tingkat kecerdasan) anak e. Stres dan penurunan tingkat produktivitas

2. Pencemaran Air

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam air atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Dampak Pencemaran Air

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan makhluk hidup di dalamnya diantaranya yaitu:

1) Penurunan kualitas lingkungan

2) Gangguan kesehatan akibat jamur, virus, bakteri maupun mikroorganisme lainnya

3) Mengganggu pemandangan (bau dan keruh airnya)

4) Mempercepat proses kerusakan benda, seperti perkaratan pada besi akibat adanya gas H2S

Tabel 2. Bahan pencemar air

No Nama Bahan

Pencemar

Contoh Keterangan

A. Mengakibatkan Gangguan Kesehatan

1. Infectious agent

Bakteri, virus, dan parasit

Bahan pencemar yang dapat

menyebabkan gangguan kesehatan manusia (penyakit)

Berupa bakteri patogen

Keberadaan bakteri patogen dapat dideteksi dengan bakteri Escherichia coli 2. Zat kimia organik Pestisida, plastik, minyak, bensin, detergen

Zat kimia organik yang dimaksud adalah yang mempunyai toksisitas yang tinggi yang apabila berkontaminasi dengan air dapat mengganggu kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem dalam perairan

3. Pencemar anorganik

Asam, basa, dan logam

Bahan pencemar yang dalam kadar relatif kecil sudah dapat menyebabkan pencemaran

Asam dan basa dapat menyebabkan perubahan pH air yang dapat mengganggu kehidupan dalam air 4. Zat radioaktif Thorium,

uranium, cesium, iodine, dan radon

Pengaruh radioaktif ini dapat mengakibatkan gangguan pada proses pembelahan sel, rusaknya kromosom, dan lebih jauh dalam waktu yang lama dapat terjadi kerusakan sistem

reproduksi dan sel tubuh.

B. Mengakibatkan Gangguan Ekosistem

1. Sedimen Tanah dan

lumpur

Sedimen menimbulkan pendangkalan air sungai

Menyebabkan kekeruhan air 2. Nutrisi (unsur

hara)

Nitrat, fosfat, dan amonium

Dapat menyebabkan terjadinya

Eutrofikasi (peningkatan produktivitas primer yang ditimbulkan oleh adanya air dengan unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan) 3. Zat-zat pengikat oksigen Pupuk kandang dan residu tumbuhan

Masuknya sisa makanan atau bahan organik lain meningkatkan jumlah organisme dalam perairan

Parameter dalam Air Limbah

1. Biochemichal Oxygen Demand (BOD)

Biochemical Oxygen Demand merupakan banyaknya oksigen dalam mg/l yang diperlukan oleh mikroba untuk menguraikan bahan organik pada suhu 20 °C selama lima hari. Kadar oksigen terlarut dalam air alami berkisar antara 5–7 ppm. Satu ppm adalah 1 mg oksigen yang terlarut dalam 1 liter air.

2. ChemicalOxygen Demand (COD)

Chemical Oxygen Demand menunjukkan total jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk proses oksidasi bahan organik secara kimiawi baik yang biodegradable maupun yang nonbiodegradable.

3. Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen = DO)

Dissolved Oxygen menunjukkan jumlah kandungan oksigen di dalam air yang diukur dalam 1 mg/1 lt. DO dapat digunakan sebagai indikasi seberapa besar jumlah pengotoran limbah. Semakin tinggi oksigen terlarut, semakin kecil tingkat pencemarannya.

4. Kekeruhan (Turbidity)

Kekeruhan air dapat diukur dengan menggunakan efek cahaya. Kekeruhan air disebabkan oleh tercampurnya air dengan bahan organik di dalam air

5. pH air

pH air alami berkisar antara 6,5–8,5. Pencemaran air dapat menyebabkan naik atau turunnya pH air. Setiap kenaikan 1 angka pada skala pH menunjukkan kenaikan kebasaan 10 kali. Setiap penurunan 1 angka pada skala pH menunjukkan penurunan keasaman 10 kali.

6. Indikator Biologi

Beberapa makhluk hidup atau mikroorganisme dapat dijadikan indikator untuk mengetahui ada tidaknya pencemaran di perairan. Misalnya cacing Planaria sp. mudah dijumpai di lingkungan perairan yang belum tercemar. Contoh lainnya yaitu Tubifex sp., serangga air, ganggang, bentos, dan mikroinvertebrata.

60

Pencemaran tanah merupakan pencemaran yang disebabkan oleh masuknya polutan yang berupa zat cair (hujan asam atau hujan yang sudah mengandung bahan pencemar) atau zat padat (plastik, kaleng, kaca) ke dalam tanah.

Berikut ini adalah cara memulihkan tanah yang terkontaminasi oleh bahan kimia dengan menggunakan metode:

a) Penyimpanan, yaitu tanah yang terkontaminasi digali dan dibawa ke gudang penyimpanan untuk disimpan sementara sampai ditemukan cara mengolah yang tepat.

b) Teknik insitu, yaitu pengolahan tanah terkontaminasi di tempat dengan konversi biologi dan kimia, pemisahan daerah terkontaminasi agar tidak mencemari lingkungan lainnya.

c) Teknik exsitu, yaitu pengolahan tanah terkontaminasi digali dan diolah di suatu unit pengolahan. Pengolahan yang dapat dilakukan antara lain:

- memisahkan bahan pencemar dengan tanah - penguraian kontaminan dengan mikroba

- pemanfaatan energi panas yang dapat menguapkan kontaminan dari tanah ekstraksi kontaminan dari tanah

4. Pencemaran Suara

Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan (di atas 50 dB).

Jenis-jenis kebisingan ada empat macam, yaitu:

a) kebisingan yang terus-menerus dengan jangkauan frekuensi yang sempit, misalnya, mesin gergaji;

b) kebisingan yang terputus-putus, misalnya, suara arus lalu lintas atau pesawat terbang;

c) kebisingan impulsif, misalnya, tembakan, bom, atau suara ledakan;

d) kebisingan impulsif berulang, misalnya, suara mesin tempa.

Dampak Pencemaran Suara (Kebisingan)

Suara bising dapat menyebabkan terganggunya pendengaran manusia. Dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai keluhan pada tubuh kita, misalnya, pusing, mual, jantung berdebar-debar, sulit tidur, badan kaku, tuli, dan naiknya tekanan darah bahkan sampai meninggal dunia.

Klasifikasi Limbah

Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Karakteristik limbah adalah sebagai berikut:

1. Berukuran mikro

2. Dinamis

3. Berdampak luas (penyebarannya)

4. Berdampak jangka panjang (antar generasi) 1) Berdasarkan Jenis Senyawa

a. Limbah Organik

 Limbah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob.

 Mempunyai sifat kimia yang stabil, sehingga zat tersebut akan mengendap ke dalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya.

Contoh: kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, kertas, dan sisa tumbuhan mati

b. Limbah Anorganik

 Limbah ini tidak dapat diuraikan oleh organisme detrivor atau dapat diuraikan tetapi dalam jangka waktu yang lama.

 Limbah ini tidak dapat membusuk. Contoh : plastik, logam, dan kaca

2) Berdasarkan Wujud

a. Limbah Cair

Segala jenis limbah yang berwujud cairan, berupa air beserta bahan bahan buangan lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air

 Limbah cair domestik: limbah cair hasil buangan dari rumah tangga, bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis.

 Limbah cair industri: contoh sisa pewarnaan kain, sisa pembuatan tahu.

 Rembesan dan luapan: limbah cair yang berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau luapan dari permukaan.

 Air hujan: limbah cair yang berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah.

b. Limbah Padat

 Limbah yang terbanyak di lingkungan.

 Biasanya disebut sebagai sampah. Klasifikasi sampah:

1. Sampah organik mudah busuk (garbage): limbah semi padat, berupa bahan-bahan organik yang mudah busuk

2. Sampah organik dan anorganik tak membusuk (rubbish): sulit terurai organisme, sehingga sulit membusuk. Contoh: kaca, plastik, kertas, dan logam.

3. Sampah abu (ashes): hasil pembakaran 4. Sampah bangkai binatang (dead animal)

5. Sampah sapuan (street sweeping): hasil sapuan jalanan yang berisi berbagai sampah yang tersebar di jalanan

6. Sampah industri (industrial waste): semua limbah padat buangan industry c. Limbah Gas

 Terdiri dari berbagai macam senyawa kimia, misalnya karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), Nitrogen oksida (NOx), Sulfur dioksida (SO2), asam klorida (HCl), Amonia (NH3), Metan (CH4), Klorin (Cl2).

 Limbah gas yang dibuang ke udara biasanya mengandung partikel-partikel bahan padatan yang disebut materi Partikulat.

3) Berdasarkan Sumber

a. Limbah Alam: Limbah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami.

b. Limbah Manusia: Hasil-hasil pencernaan manusia

62

d. Limbah Nuklir : hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium

e. Limbah Industri : buangan hasil proses industri

f. Limbah Pertambangan : berasal dari kegiatan pertambangan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) merupakan limbah yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia.

Karakteristik limbah B3 diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Mudah meledak 2. Mudah terbakar 3. Bersifat reaktif 4. Beracun 5. Menyebabkan infeksi 6. Bersifat korosif

Contoh: tumpahan minyak di laut, limbah laboratorium, oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus.

Pengurangan Limbah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani limbah yang jumlahnya semakin hari semakin banyak seiring dengan semakin banyaknya kebutuhan manusia. Berdasarkan prinsip ekologi, ada beberapa cara menangani limbah yang dikenal dengan istilah 4R.

1. Recycle (Pendaurulangan)

- Limbah organik dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk meningkatkan produksi pertanian. Contohnya adalah limbah kotoran ternak dan sisa-sisa tumbuhan dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos. Kompos sebagai pupuk organik memiliki banyak kelebihan, diantaranya yaitu: mampu mengembalikan unsur hara tanah, memperbaiki struktur tanah, dan memperbaiki kehidupan mikroorganisme dalam tanah. Selain itu, limbah organik dapat pula dimanfaatkan untuk membuat pestisida organik.

- Limbah anorganik seperti plastik, kaleng, potongan kayu dapat dimanfaatkan lebih lanjut menjadi produk baru seperti tas plastik, tempat menanam bibit tanaman (polibag), tabungan, mainan kayu dan macam-macam kerajinan. Selain dapat mengurangi jumlah sampah, mendaur-ulang limbah anorganik juga dapat meningkatkan kreativitas untuk membuat produk-produk lainnya.

2. Reuse (Penggunaan Kembali)

Reuse adalah upaya penggunaan kembali sampah anorganik yang tidak bisa diuraikan oleh mikroba. Contohnya yaitu botol bekas sirup dapat dimanfaatkan kembali sebagai tempat sirup atau air minum dengan dicuci dan disterilkan dulu dengan air panas sebelum digunakan kembali.

3. Reduce

Reduce adalah melakukan pengurangan atau penghematan bahan yang bisa menyebabkan sampah. Sebagai contohnya saat berbelanja ke pasar sebisa mungkin diupayakan membawa tas belanja, sehingga tidak perlu meminta kantong plastik terus kepada setiap penjual yang kita kunjungi.

4. Repair

Repair adalah melakukan upaya pemeliharaan. Contohnya adalah membuang sampah di tempat sampah dan membuang sesuai dengan pemisahan sampah organik dan anorganik.

Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan

1. Melakukan reboisasi pada hutan-hutan gundul akibat penebangan liar.

2. Diadakan pengelompokan pembuangan sampah sesuai dengan jenisnya, sehingga sampah organik, misalnya kertas atau sisa makanan dapat di daur ulang menjadi kompos.

3. Pemberian penyuluhan kepada masyarakat oleh instansi terkait.

4. Melakukan pelestarian hutan, antara lain dengan perencanaan pengelolaan hutan yang baik. Hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan hutan lindung, hutan produksi, hutan rekreasi, dan hutan perkebunan dalam rangga pencegahan terjadinya erosi dan bahaya banjir serta pemeliharaan kesuburan tanah.

5. Melakukan tindakan yang tegas terhadap perusakan lingkungan sesuai dengan Undang-Undang No. 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengolahan Lingkungan Hidup.

6. Air sungai harus dijaga kebersihannya agar tidak tercemar, karena sungai merupakan tempat hidup berbagai jenis ikan dan binatang air, disamping untuk usaha perikanan, irigasi, dan sebagai sumber air bagi PAM (Perusahaan Air Minum).

7. Pengurangan intensitas limbah rumah tangga dan pabrik-pabrik.

8. Mewajibkan semua industri untuk memiliki dan menggunakan alat pengelolaan limbah cair (water treatment) sebelum membuang limbahnya agar tidak mencemari air tanah, air sungai, air danau, dan air laut.

9. Pembatasan gas emisi dari kendaraan bermotor dan pabrik.

10.Menggunakan serta penerapan teknologi-teknologi baru yang lebih ramah lingkungan.

F. Metode, pendekatan dan metode pembelajaran

Model : cooperative learning, project based learning

Pendekatan : ilmiah

Metode : penjelasan langsung, pengamatan, diskusi, tugas proyek

G. Langkah-langkah pembelajaran

Pertemuan 1

Tahap Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu

Guru Siswa

Pendahu-luan

1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam

2. Guru meminta salah satu siswa untuk

memimpin berdo’a sebelum kegiatan

pembelajaran dimulai 3. Guru menyampaikan tujuan

pembelajaran 4. Apersepsi

Guru menunjukkan beberapa gambar

1. Siswa menjawab salam 2. Siswa menjawab

pertanyaan yang diajukan oleh guru

10 menit

64

contoh peristiwa pencemaran lingkungan kemudian bertanya,

“Apakah kalian pernah melihat atau menjumpai fenomena ini di sekitar tempat tinggal atau lingkungan

sekolah?”

Kemudian guru memberi pertanyaan selanjutnya,

“Menurut kalian, Apakah peristiwa

tersebut berhubungan dengan aktivitas manusia? apakah fenomena tersebut dapat dihindari?”

Inti Eksplorasi

1. Guru memberi penjelasan materi tentang pencemaran lingkungan 2. Guru membagi kelas menjadi 8

kelompok.

3. Guru membagikan lembar diskusi pada masing-masing kelompok 4. Guru meminta siswa untuk membaca

dan memahami perintah dalam lembar diskusi. 1. Siswa mendengarkan penjelasan materi 2. Siswa membentuk kelompok 3. Siswa membaca

perintah dan petunjuk pada lembar diskusi

60 menit

Elaborasi

1. Guru memotivasi siswa untuk bekerja sama menyelesaikan pertanyaan pada lembar diskusi.

2. Guru membimbing siswa dalam mengamati gambar peristiwa pada lembar kerja diskusi, sehingga siswa mampu mengetahui aktivitas manusia yang berpengaruh terhadap

lingkungan, jenis-jenis pencemaran serta jenis bahan pencemar.

3. Guru membimbing siswa mengaitkan hasil pengamatan gambar peristiwa mengenai keberadaan bahan pencemar tersebut dengan dampaknya terhadap lingkungan.

4. Guru meminta salah satu perwakilan dari masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi

kelompoknya.

1. Siswa bekerja sama melaksanakan perintah dalam lembar diskusi 2. Siswa mengamati

gambar peristiwa yang terdapat pada lembar diskusi agar dapat mengetahui aktivitas manusia yang

berpengaruh terhadap lingkungan, jenis-jenis pencemaran dan jenis bahan pencemarnya. 3. Siswa bertanya pada

guru apabila menemui kesulitan dalam mengerjakan lembar diskusi

4. Siswa dalam tiap kelompok berdiskusi dan menganalisis keterkaitan aktivitas manusia dengan pengaruhnya terhadap lingkungan, jenis pencemaran dan bahan pencemar lingkungan

5. Salah satu siswa dari masing-masing kelompok

mempresentasikan hasil diskusi dan siswa lain mendengarkan Konfirmasi

1. Guru memberikan informasi

pendukung berdasarkan hasil diskusi dan memperbaiki miskonsepsi dari penjelasan siswa untuk meningkatkan pemahaman siswa

2. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai materi yang dipelajari.

1. Siswa menyakan kepada guru tentang hal-hal yang belum dipahami

Penutup 1. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari pembelajaran.

2. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya.

3. Guru menutup pelajaran dengan salam.

1. Siswa membuat kesimpulan

2. Siswa menjawab salam 10 menit

Pertemuan 2

Tahap Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu

Guru Siswa

Pendahu-luan

1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam.

2. Guru meminta salah satu siswa untuk

memimpin berdo’a sebelum kegiatan

pembelajaran dimulai. 3. Guru menyampaikan tujuan

pembelajaran. 4. Apersepsi

“Saat istirahat kalian pergi ke kantin

untuk membeli makanan/jajan. Kalian tahu bungkus apa saja yang dipakai? Apa kalian tahu bagaimana proses pembuatannya? Menurut kalian bungkus itu bisa terurai/membusuk

tidak?”

(tahap penentuan pertanyaan mendasar)

1. Siswa menjawab salam 2. Siswa menjawab

pertanyaan yang diajukan guru

5 menit

Inti Eksplorasi

1. Guru menunjukkan beberapa contoh bungkus makanan dan membimbing siswa menjawab pertanyaan

sebelumnya dan menyampaikan informasi bagaimana akibat

65 menit

66

penggunaan bungkus tersebut terhadap lingkungan.

2. Guru membagi kelas menjadi 8 kelompok dan membagikan lembar kerja siswa.

Elaborasi

1. Guru memberikan informasi tentang jenis-jenis limbah berdasarkan klasifikasinya sambil menunjukkan beberapa contoh limbah.

2. Guru memotivasi siswa untuk bekerja sama menyelesaikan tugas dalam lembar diskusi.

 Tugas 1 diskusi kelompok untuk mengklasifikasikan jenis-jenis limbah dan cara mendaur ulang limbah.

 Tugas 2 membuat produk daur ulang limbah.

3. Guru membimbing siswa dalam melakukan diskusi sehingga siswa dapat mengklasifikasikan jenis-jenis limbah dan menganalisis cara mendaur ulang limbah tersebut.

4. Guru membimbing siswa dalam penyusunan rencana pembuatan produk daur ulang limbah meliputi pembagian tugas masing-masing anggota kelompok dan waktu pengerjaan pembuatan produk.

(tahap mendesain perencanaan proyek dan menyusun jadwal)

5. Guru memberikan motivasi untuk bekerja sama dan mengeluarkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk

merancang produk daur ulang limbah. 6. Guru memberikan arahan dan saran

dalam membuat rancangan produk daur ulang (tahap memonitor siswa dan kemajuan proyek).

7. Guru meminta salah satu siswa perwakilan dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi.

1. Siswa menyimak dan memperhatikan penjelasan guru serta mengajukan

pertanyaan apabila ada hal-hal kurang

dipahami.

2. Siswa bekerja sama dalam menyelesaikan tugas pada lembar diskusi.

3. Siswa dalam tiap kelompok melakukan diskusi untuk

mengklasifikasikan jenis-jenis limbah yang ada di sekitar

lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka (kotoran ternak, sisa konveksi, sisa pembuatan tahu) kemudian mendiskusikan cara penanganannya. 4. Siswa melakukan diskusi untuk mengetahui cara mendaur ulang limbah tersebut berdasarkan prinsip ekologi (Recycle, Reduce, Reuse, Repair). 5. Siswa mendiskusikan

apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah pencemaran lingkungan berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari. 6. Siswa berdiskusi

membuat rancangan produk daur ulang limbah, membagi tugas masing-masing dan waktu pengerjaan produk.

7. Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami dalam materi maupun pengerjaan tugas.

8. Salah satu siswa perwakilan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Konfirmasi

1. Guru memberikan informasi

pendukung berdasarkan hasil diskusi dan memperbaiki miskonsepsi dari penjelasan siswa untuk meningkatkan pemahaman siswa.

2. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai tugas 2 atau materi yang dipelajari.

1. Siswa menanyakan kepada guru hal-hal yang belum dipahami

Penutup 1. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari pembelajaran.

2. Guru menyampaikan kegiatan belajar pertemuan selanjutnya.

3. Guru menutup pelajaran dengan salam.

1. Siswa membuat kesimpulan

2. Siswa menjawab salam 10 menit

Pertemuan 3

Tahap Kegiatan Pembelajaran Alokasi

waktu

Guru Siswa

Pendahu-luan

1. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam.

2. Guru meminta salah satu siswa untuk

memimpin berdo’a sebelum kegiatan

pembelajaran dimulai.

3. Guru menanyakan kembali materi yang sudah dipelajari.

1. Siswa menjawab salam 2. Siswa menjawab

pertanyaan guru

5 menit

Inti Eksplorasi

1. Guru menyampaikan acara kegiatan pembelajaran hari ini yaitu

mempresentasikan produk daur ulang yang dikerjakan. 1. Siswa memperhatikan arahan guru 2. Masing-masing kelompok 40 menit

68

2. Guru menyiapkan urutan presentasi dan lembar penilaian (tahap menguji hasil).

3. Teknis presentasi produk:

a. Presentasi dilakukan dengan teknik semi pameran dan panel dengan dibagi menjadi 2 tahap (4 kelompok tampil dahulu kemudian 4 kelompok selanjutnya).

b. Masing-masing kelompok diwakili oleh 2 siswa.

c. Produk dan poster sebelumnya telah dipajang di depan kelas.

d. Satu per satu kelompok maju mempresentasikan produk secara panel.

e. Setelah semua kelompok selesai, tiap siswa memiliki hak menilai produk masing-masing kelompok dengan menggunakan stiker emoji tiga ekspresi (jadi tiap siswa memegang 8 set stiker emoji).

f. Kelompok dengan perolehan emoji terbaik yang paling banyak

mendapatkan penghargaan.

mempersiapkan diri untuk melalukan presentasi.

Elaborasi

1. Guru memotivasi siswa untuk percaya diri dalam mempresentasikan produk daur ulang.

2. Guru memberikan kesempatan tiap siswa untuk memberikan penilaian terhadap produk yang dihasilkan. 3. Guru memberikan apresiasi kepada

masing-masing kelompok yang melakukan presentasi.

4. Guru memberikan evaluasi pada masing-masing kelompok terhadap produk maupun penampilan dalam presentasi. (tahap evaluasi

pengalaman)

1. Masing-masing kelompok presentasi produk daur ulang limbah yang dihasilkan. 2. Kelompok lain memperhatikan kelompok yang melakukan presentasi dan memberikan pendapat. 3. Tiap siswa memberikan penilaian terhadap produk yang dibuat.

Konfirmasi

1. Guru memberikan informasi tambahan mengenai pembelajaran materi

pencemaran lingkungan.

2. Guru memberikan evaluasi tes untuk mengukur penguasaan materi.

1. Siswa menanyakan kepada guru hal-hal yang belum dipahami. 2. Siswa mengerjakan

soal evaluasi dengan sungguh-sungguh.

30 menit

Penutup 1. Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari

1. Siswa membuat kesimpulan.

pembelajaran.

2. Guru menutup pelajaran dengan salam.

2. Siswa menjawab salam.

Dokumen terkait