• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.2. Landasan Teori

2.2.10 Mathematical Theory of Communication

Mathematical Theory of Communication (1949), adalah salah satu pelopor

teori komunikasi yang dicetuskan oleh Shannon dan Weaver, dan juga dianggap sebagai salah satu teori komunikasi yang tertua. Teori ini juga salah satu contoh yang paling jelas dari mahzab proses, yaitu aliran yang melihat komunikasi sebagai transmisi pesan.

Fokus utama teori ini adalah untuk menentukan cara di mana saluran (channel) komunikasi dapat digunakan secara efisien. Mereka mencetuskan teori yang memungkinkan mereka mendekati masalah bagaimana mengirim sejumlah informasi yang maksimum melalui saluran yang ada, dan bagaimana mengukur kapasitas dari suatu saluran yang ada untuk membawa informasi. Mereka menggunakan asumsi bahwa komunikasi antar manusia (human communication) itu ibarat hubungan melalui telepon dan gelombang radio.

Shannon dan Weaver mengindentifikasi tiga level masalah (noise) dalam studi komunikasi. Ketiga hal tersebut adalah :

1. Level A (Masalah Teknis) ibarat sedang berkomunikasi lewat telepon, gangguan teknis adalah tentang apakah telepon kita berfungsi baik atau tidak. Jika telepon yang kita gunakan sinyalnya tidak jelas atau putus-putus, sehingga suara kita tidak terdengar dengan jelas atau putus-putus, sehingga suara kita tidak terdengar dengan jelas oleh lawan bicara kita, maka hal ini termasuk ke dalam gangguan (noise) teknis

2. Level B (Masalah Semantik) Gangguan level Semantik adalah sejauh mana kata-kata komunikasi yang kita lakukan melalui telepon tadi dapat di pahami atau ditangkap sesuai apa yang kita maksudkan. Mungkin secara teknis, suara kita sudah dapat di dengar dengan cukup jelas oleh lawan biacara kita, tapi belum tentu apa maksud dari pembicaraan atau dari kata-kata kita dipahami atau ditangkap secara baik oleh lawan bicara kita itu.

3. Level C (Masalah keefektifan) sedangkan pada level yang ketiga, gangguan masalah ke efektifan adalah persoalan tentang sejauh mana kata-kata atau komunikasi yang kita lakukan terhadap lawan bicara kita mampu mempengaruhi tingkah laku orang tersebut agar mau melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak kita. Gangguan pada level ini adalah persoalan behavioral.

Tidak dapat di pungkiri sosial media, Instagram, memberikan kontribusi yang besar terhadap media komunikasi di dunia. Menurut perspektif

Mathematical Theory, maka Instagram dapat mengatasi permasalahan komunikasi

keefektifan (level C), karena dengan Instagram, komunikasi dengan orang lain yang terpaut perbedaan jarak dan waktu dapat teratasi. Dengan adanya postingan foto dan komentar foto yang jelas, dapat mengikis masalah keefektifan kata-kata atau komunikasi yang kita lakukan yang mampu mempengaruhi tingkah laku lawan kita agar mengerti pesan yang kita sampaikan sesuai dengan kehendak kita.

Sehingga kita dapat memanfaatkan fasilitas Instagram, sebagai media komunikasi pemasaran bisnis onlineshop. Kemudahan dan kemurahan serta jangkauan yang luas dirasa dapat menjadi media komunikasi pemasaran yang efisien, apalagi pada saat ini Instagram sangat populer di seluruh kalangan. Ketika postingan foto produk oleh penjual di posting di Instagram dengan tampilan yang menarik, dapat memberikan pengaruh seperti yang di inginkan user terhadap pengguna Instagram lainnya, maka dapat dikatakan bahwa Instagram dapat menjadi media komunikasi yang efektif ( level C ).

2.3 Kerangka Berpikir

Sosial media merupakan salah satu media yang saat ini sering digunakan oleh manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya, contohnya Instagram, beberapa sosial media saat ini sedang populer di Indonesia, aplikasi Instagram ini salah satunya yang sedang diminati oleh para pengguna sosial media.

Semenjak kemunculannya Instagram pada tanggal 6 oktober 2010 di Apple Store aplikasi ini langsung diburu oleh pengguna Apple. Terbukti pada akhir desember 2010 pengguna instagram telah mencapai 1 juta pengguna dan pada juni 2011 telah mencapai 5 juta pengguna dengan total 150 juta photo pada bulan agustus 2011. Dan pada saat ini, Berdasarkan data terbaru yang dilansir oleh

Instagram Presss Center, Pew Internet and American Life Project, dan

Populagram; Instagram tercatat memiliki 100 juta pengguna aktif setiap bulannya. Menariknya, ada 40 juta foto yang diupload ke server Instagram setiap harinya dengan kucuran 8500 like per detik dan 1000 komentar per detiknya. Karena itu semakin banyak yang menggunakan Instagram, semakin banyak orang ingin memiliki sosial media Instagram ini untuk memposting fotonya.

Fenomena yang marak terjadi saat ini para pengguna menggunakan fasilitas aplikasi Instagram sebagai sarana untuk melakukan komunikasi pemasaran produk pada online shop.

Alasan lain penggunaan sosial media Instagram sebagai media pemasaran adalah merupakan alternatif bagi usaha kecil dan menengah dengan anggaran promosi yang terbatas. Instagram sebagai media pemasaran yang mudah diaplikasikan oleh pengguna dan perlu di perhitungkan oleh pengguna .

Instagram atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan IG adalah

sebuah aplikasi foto dari smartphone iphone yang sekarang semakin populer karena kegunaannya yang banyak menarik pengguna untuk menggunakan aplikasi ini sekarang menjadi jejaring sosial yang sedang popular di gunakan oleh para pecinta gadget smartphone, sekarang tidak hanya untuk iphone saja tetapi, Android, iPad, iPod touch sudah bisa menggunakan menggunakan aplikasi ini.

Meskipun Instagram ini masi baru tapi pengguna aplikasi ini melebihi 7 juta pengguna, dan memposting foto mereka disetiap mereka melakukan kegiatan. Teknologi informasi sekali lagi menunjukkan ke ajaibannya, dengan bertambah banyaknya pengguna Instagram dari tahun ke tahun membuat media jejaring sosial tersebut di gunakan sebagai bisnis online demi efisiensi komunikasi pemasaran yang mudah sampai kepada konsumen yang dituju.

Komunikasi menggunakan Instagram ini tidak hanya membawa dampak pada perluasan jaringan informasi namun juga dapat mempengaruhi kebiasaan persepsi dan berpikir penggunanya. IG yang mulanya hanya di gunakan sebagai aplikasi posting foto, dan situs pertemanan untuk mendapatkan komen dari foto yang di postingnya kini sudah bertambah fungsi menjadi media komunikasi online yang dapat membantu pemasaran suatu produk.

Dokumen terkait