• Tidak ada hasil yang ditemukan

Matriks Boston Consulting Group (BCG)

METODE PENELITIAN

4.6 Matriks Boston Consulting Group (BCG)

Dalam menerapkan BCG, diperlukan adanya data mengenai penjualan PT. Pertamina (Persero) Tbk. pertahunnya, berikut ini adalah gambar yang menerangkan mengenai konsumsi produk PT. Pertamina (Persero) Tbk. dari tahun2009-2012.

Gambar 4.1 Konsumsi premium, minyak tanah, dan solar tahun 2010 [2]

Sedangkan untuk mengetahui market share PT. Pertamina (Persero) Tbk., digunakan data mengenai market share PT. Pertamina (Persero) Tbk. yang hanya meliputi marketshare untuk bahan bakar non subsidi. Adapun market share PT. Pertamina (Persero) Tbk. adalah 71.19% [3].

Kelompok IV 34 Data market share yang digunakan adalah data non-subsidi. Data ini diasumsikan sama dengan data premium bersubsidi, karena di Indonesia, yang memberikan subsidi adalah pemerintah dan distributornya hanyalah 1 yaitu PT. Pertamina (Persero) Tbk. Oleh karena itu, sebenarnya dapat dikatakan bahwa Untuk menghitung sumbu X yang merupakan tingkat pertumbuhan pasar, Data yang digunakan untuk menghitung pertumbuhan pasar adalah premium pada tahun 2011 dan 2012. Sehingga matriks BCG yang dihitung merupakan perhitungan pertumbuhan konsumsi premium dari tahun 2011 ke 2012.

Sedangkan untuk mengetahui market share PT. Pertamina (Persero) Tbk., digunakan data mengenai market share PT. Pertamina (Persero) Tbk. yang hanya meliputi marketshare untuk bahan bakar non subsidi. Adapun market share PT. Pertamina (Persero) Tbk. adalah 71.19% [3].

Data market share yang digunakan adalah data non-subsidi. Data ini diasumsikan sama dengan data premium bersubsidi, karena di Indonesia, yang memberikan subsidi adalah pemerintah dan distributornya hanyalah 1 yaitu PT. Pertamina (Persero) Tbk. Oleh karena itu, sebenarnya dapat dikatakan bahwa market share pertamina untuk bahan bakar bersubsidi adalah 100%. Namun dikarenakan ada kompetitor lain yang bergerak di penjualan minyak non subsidi, maka data market share yang digunakan adalah 71.19%. Data ini dianggap relevan untuk menggambarkan posisi PT. Pertamina (Persero) Tbk. bsaat ini di para pesaingnya.

Berdasarkan perhitungan dan data-data yang ada, maka dapat disimpulkan sumbu X terletak di 3,55% dan sumbu Y terletak di 71.19%. Berikut adalah posisi pertamina pada matriks BCG:

Kelompok IV 35

Gambar 4.2 Matriks BCG PT. Pertamina (Persero) Tbk.

Berdasarkan letak matriks BCG di atas, dapat dilihat bahwa PT. Pertamina (Persero) Tbk. terletak pada kuadran stars dimana memiliki pertumbuhan positif dan memiliki pangsa pasar yang luas serta PT. Pertamina (Persero) Tbk. dianggap sudah melakukan aktivitas usaha dengan baik serta memiliki peluang yang yang terbuka lebar dan sangat bagus di depan. Adapun strategi alternatif yang bisa dipilih pasa posisi ini adalah integrated strategy, dimana PT. Pertamina (Persero) Tbk.

bisa mengakuisisi supplier atau distributor. Strategi alternatif yang kedua adalah

intensive strategy, dimana PT. Pertamina (Persero) Tbk. disarankan untuk

mengembangkan produknya agak lebih baik lagi. Strategi alternatif yang ketiga adalah dengan melakukan joint ventures dengan perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di bidang perminyakan untuk membuat sebuah anak perusahaan baru yang bisa dijadikan ujung tombak baru dalam rangka meningkatkan market share dan market growth.

Kelompok IV 36

4.7 Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)

Analisis QSPM yang dilakukan terhadap PT. Pertamina (Persero) Tbk. ini

didasarkan pada key external factors dan key internal factors yang sebelumnya telah dijabarkan pada analisis SWOT. Kemudian key internal factors dan key externalfactors ini dikelompokan sesuai rumpun yang ada pada analisis QSPM yaitu:

Key external factors:

Economy Political/Legal/Governmental Social/Cultural/Demographic/Environmental Technological Competitive

Key internal factors:

Management Marketing Finance/Accounting Production/Operations

Research and Development

Computer Information Systems

Berikut merupakan daftar pengelompokan key internal factors dan keyexternal

factors dari analisis SWOT yang akan digunakan pada perhitungan QSPM:

Key external factors:

Economy: O1, O6, O7, T15

Political/Legal/Governmental: O8, O10, O14, T3, T4, T5

Social/Cultural/Demographic/Environmental: O1, O2, O3, O4, O9, O11, O12, T1, T8, T9, T10

Technological: O15, T14

Competitive: O13, T2, T6, T7, T11, T12, T13 Key internal factors:

Management: S5, S6, S7, S8, S9, S10, S13, W1, W5, W10, W11, W13 Marketing: S1, S3, S4, S14, W7

Finance/Accounting : S11, S15, W2

Production/Operations : S12, W3, W4, W6, W8, W9, W11, W14

Research and Development : S2, S16

Kelompok IV 37 Setelah dilakukan pengelompokan terhadap key internal factors dan key external factors seperti diatas, kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan metode QSPM yang menilai tiga strategi alternatif yang akan digunakan. Ketiga strategi alternative tersebut didapakan dari hasil analisis pada matriks BCG. Berikut ini merupakan hasil matriks QSPM dari tiga strategi tersebut.

Tabel 4.10 Matriks QSPM Tiga Strategi Alternatif Pada PT. Pertamina (Persero) Tbk.

Integrated Intensive

Key Factors Weight Strategy Strategy Joint Ventures

AS TAS AS TAS AS TAS

External Factors Economy 0.137529 4 0.550117 4 0.5501166 2 0.2750583 Political/Legal/Governmental 0.228438 4 0.913753 4 0.9137529 3 0.6853147 Social/Cultural/Demographic/Environmental 0.377622 4 1.51049 4 1.5104895 2 0.7552448 Technological 0.067599 1 0.067599 2 0.1351981 4 0.2703963 Competitive 0.188811 2 0.377622 2 0.3776224 4 0.7552448 Total 1 3.41958 3.4871795 2.7412587 Internal Factors Management 0.49197 3 1.47591 4 1.96788 3 1.47591 Marketing 0.22299 4 0.89196 4 0.89196 4 0.89196 Finance/Accounting 0.03218 3 0.09654 4 0.12872 3 0.09654 Production/Operations 0.20689 4 0.82756 4 0.82756 4 0.82756

Research and Development 0.04598 1 0.04598 1 0.04598 4 0.18392

Computer Information Systems 0 1 0 2 0 4 0

Total 1 3.33795 3.86210 3.47589

Dari matriks QSPM diatas, dapat dilihat bahwa yang memiliki skor akhir tertinggi adalah strategi alternatif kedua yaitu intensive strategy. Oleh karena itu, strategi ini yang kemudian bisa dipakai oleh PT. Pertamina (Persero) Tbk. Pada strategi ini (intensive strategy) yang utama harus dilakukan adalam mengimprove pruduk dan service dari PT. Pertamina (Persero) Tbk. berikut ini merupakan beberapa langkah yang bisa dilakukan PT. Pertamina (Persero) Tbk.

Kelompok IV 38 Tabel 4.11 Pilihan action pada Strategi Intesif PT. Pertamina (Persero) Tbk. No. Strategi Intensif

1

Pertamina mempercepat riset dalam hal pembuatan bahan bakar baru, terutama

pengganti bahan bakar fosil 2

Peningkatan kualitas produk seperti meningkatkan kualitas produk jenis

premium (meningkatkan angka oktan) karena kedepannya premium akan tidak

disubsidi lagi oleh pemerintah.

3 Peningkatan kualitas pelayanan di SPBU

4 Peningkatan kualitas pelayanan di tingkat agen LPG 5 Peningkatan varian produl LPG, misalnya LPG 5 kg

Analisis Perusahaan Pesaing.

Tentang PT. Adi Surya Sempurna

Adi Surya Sempurna adalah Distributor Resmi Pelumas Shell di Indonesia. Yang berlokasi di Jalan Rungkut Industri III / 26 Surabaya dan berdiri sejak 1983. Adi Surya Sempurna melayani kebutuhan perusahaan perkapalan, industri, dan transportasi khususnya di wilayah Jawa Timur. Secara terus menerus, Adi Surya Sempurna memajukan pelayanan kepada Pelanggan, dan selalu menempatkan diri sebagai salah satu perusahaan yang dicari untuk partner bisnis.

VISI

Mengikuti pertumbuhan bisnis Shell di Indonesia dengan menjadi sumber terbaik bagi pelanggan untuk mendapatkan produk Shell.

Kelompok IV 39 MISI

Menjadi parter bisnis yang dapat di andalkan baik bagi Shell dan Pelanggan.

Memberikan pelayanan terbaikdan membina hubungan kerjasama jangka panjang.

Mempertahankan dan terus mengembangkan market share demi kelangsungan tingkat pelayanan terbaik.

Mengembangkan sikap profesionalisme dalam perusahaan dan membangun reputasi sebagai sumber terbaik untuk mendapatkan produk Shell di Indonesia.

Bersikap dinamis dan inovatif untuk kepuasan pelanggan.

TUJUAN

1. Memenuhi target penjualan total 2.5 Juta KL pada 2013 untuk semua channel.

2. Pertumbuhan pelanggan baru tiap bulannya hingga 20% dari total pelanggan.

3. Katersediaan stok barang selalu ready dengan stok minimal 20% dari kuota yang telah di tentukan tiap jenisnya dengan sistem pemantauan tiap hari. 4. Memangkas birokrasi hingga 20% lebih efisien di akhir 2013 dengan

penggunaan Open ERP.

5. Selling skill dan Technical skill untuk para Distributor Sales Representative meningkat minimal 20% tiap kuartal ditunjukan dengan hasil tes Selling Skill dan Technical Skill tiap kuartal.

Dokumen terkait