• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII. FORMULASI DAN PEMILIHAN STRATEGI

7.4 Matriks IE dan SWOT

Hasil yang diperoleh dari matriks IFE dan matriks EFE, maka dapat disusun selanjutnya dalam matriks Internal-Eksternal. Analisis Matriks IE ini digunakan untuk mengetahui posisi usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya”

binaan koperasi BMT Al-Ikhlaash saat ini. Matriks IE didasarkan pada nilai tertimbang yang diperoleh pada matriks EFE dan IFE. Nilai tertimbang IFE sebesar 2.154 yang menggambarkan perusahaan berada pada kondisi internal rata- rata, tidak terlalu kuat dan tidah terlalu lemah. Nilai tertimbang EFE sebesar 2.068

menggambarkan respon yang diberikan oleh usaha kecil keripik pisang kepada lingkungan eksternalnya tergolong sedang dalam memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman. Matriks IE dari usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya”

dapat terlihat pada Gambar 13.

Total Nilai Tertimbang IFE (2,154)

Total Tinggi Nilai 3,0-4,0 Tertimbang EFE (2,069) Rata-Rata 2,0-2,99 Rendah 1,0-1,99

Gambar 13. Matriks IE Usaha Kecil Keripik Pisang“Kondang Jaya”

Berdasarkan Gambar 15 posisi dari usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya” berada pada sel V (Hold and Maintain). Sehingga strategi yang sebaiknya diterapkan usaha tersebut pada posisi ini adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Penetrasi pasar yaitu mencari pangsa pasar yang lebih besar dari produk yang sudah ada sekarang melalui usaha pemasaran yang lebih gencar. Pengembangan produk yaitu mencoba meningkatkan penjualan dengan memperbaiki produk yang sudah ada atau mengembangkan yang baru.

Berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal usaha maka dapat diformulasikan alternatif strategi yang dapat dilaksanakan. Formulasi strategi ini dilakukan dengan menggunakan alat analisis SWOT, yang nantinya akan menjadi 3,0-4,0 ____________2,0-2,9 ________ 1,0-1,99

Kuat Rata- Rata Lemah

I II III

IV Usaha Kecil Keripik Pisang KOperasi BMT

Al-Ikhlaash(Hold and Maintain)

VI

bahan acuan dalam penggunaan Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai penentu prioritas strategi. Formulasi strategi pada usaha kecil keripik pisang

Kekuatan (S-Strenghts)

1. Keharmonisan hubungan antar pemilik dan pekerja 2. Kondisi modal yang

relatif tercukupi 3. Kualitas produk 4. Letak usaha yang

strategis

Kelemahan (W-Weakness) 1. Keterbatasan dalam

pencatatan keuangan 2. Harga relatif mahal 3. Belum memiliki sertifikat

halal dan izin Depkes 4. Penggunaan alat produksi

yang masih sederhana 5. Kemasan produk yang

relatif sederhana

6. Daerah pemasaran masih terbatas

7. Kegiatan Promosi produk 8. Inovasi produk

Peluang (O-Oppurtuities)

1.Adanya kredit bagi usaha kecil

2.Kota Bogor sebagai daerah tujuan wisata wilayah transit, mampu membangkitkan sektor industri makanan

Strategi S-O

1. Mempertahankan kualitas produk keripik pisang yang berbahan baku alami, bermutu dan bergizi tinggi untuk memenuhi permintaan keripik pisang (S1, S2, S3, S4, O1, dan O2) Strategi W-O 1. Meningkatkan dan memperkuat jaringan pemasaran (W1,W2, W3, W4, W5,W6,W7,W8, O1, dan O2,) 2. Memperbaiki sistem manajemen usaha (W1, W3, W4,W5,W6,W7,W8, dan O1) Ancaman (T-Threats)

1.Harga bahan baku yang semakin meningkat 2.Bargaining position

pembeli kuat 3.Pasokan bahan

baku pisang jenis kepok banggala relatif tidak kontinu

4.Barang subtitusi tinggi 5.Jaringan pemasaran

pesaing lebih luas 6.Tidak ada hambatan bagi

pendatang baru untuk memasuki industri

Strategi S-T

1. Mengupayakan ketersediaan bahan baku utama secara kontinu (S2, S3, S4, T1, T5 dan T6) 2. Melakukan efisiensi biaya produksi (S1,S2,S3, T1, T2, T3,T4,T5, T6) Strategi W-T 1. Melakukan mengembangan atau diversifikasi produk untuk menghadapi barang subtitusi yang tinggi ((W1,W2, W3, W4, W5,W6,W7,W8, T1, T2, T3,T4,T5, dan T6) 2. Memperbaiki bentuk kemasan serta mengupayakan sertifikat halal dan izin Depkes untuk Meningkatkanimage produk

(W4,W5,W7,T2,T3,T4,T5)

Gambar 14. Analisis Matriks SWOT Usaha Kecil Keripik Pisang “Kondang Jaya”

EKSTERN AL

INTERNA L

Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT pada Gambar 8, maka, maka dapat diperoleh beberapa alternatif strategi yang dapat dijalankan oleh usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya” binaan koperasi BMT Al-Ikhlaash, yaitu Strategi S-O, Stategi W-O, Strategi S-T dan Strategi W-T.

STRATEGI SO

Strategi S-0 adalah strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal. Strategi S-0 bagi usaha kecil keripik pisang“Kondang Jaya” dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Mempertahankan kualitas produk keripik pisang yang berbahan baku alami, bermutu dan bergizi tinggi untuk memenuhi permintaan keripik pisang

Produk usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya” berasal dari bahan baku alami, tanpa bahan pengawet dan tanpa ditambah pewarna buatan. Mempertahankan kualitas produk dapat dilakukan oleh usaha kecil keripik pisang ini dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki, sebagai salah satu contohnya perusahaan tetap menggunakan bahan baku pisang kepok jenis Banggala dalam proses produksinya, sehingga kualitas produksi dapat terus dipertahankan. Usaha keripik pisang ini harus dapat mempertahankan kualitas produk tersebut sehingga kepuasan konsumen dapat terpenuhi. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa harga yang ditetapkan pada prduk keripik pisang ini relatif tinggi, namun

dengan kualitas produk yang baik produk keripik pisang ”Kondang Jaya” ini

dapat terus ditingkatkan pengembangannya.

Strategi W-0 adalah strategi yang bertujuan memperbaiki kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal. Strategi W-0 bagi usaha kecil

keripik pisang ”Kondang Jaya”terdiri dari:

1. Meningkatkan dan memperkuat jaringan pemasaran

Pemasaran produk keripik pisang“Kondang Jaya” yang ada saat ini masih terfokus pada beberapa minimarket dan warung-warung kecil di Kota Bogor. Perusahaan dapat mencoba mencari pasar baru seperti jalur puncak yang merupakan jalur daerah wisata, dimana di sepanjang jalur tersebut terdapat banyak cafe-cafe, toko-toko makanan ringan dan mini market. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan penguasaan pangsa pasar.

Pada strategi ini usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya” diharapkan dapat terus menjalin hubungan baik dengan konsumen, bahkan untuk kedepannya diharapkan usaha ini dapat menjalin hubungan kepada Pemerintah Daerah Kota Bogor khususnya Dinas Perindustian dan Perdagangan Kota Bogor. Hubungan yang baik akan membentuk citra yang baik pula bagi perusahaan, sehingga jaringan yang ada semakin mudah dibentuk dan dikembangkan. Strategi pengembangan pasar dilakukan untuk merebut peluang pasar yang belum tergarap atau dengan memenuhi permintaan pasar tersebut. Posisi suatu perusahaan di pasar ditentukan seberapa besar usaha yang bersangkutan menguasai pasar yang ada. Potensi yang dimiliki usaha kecil keripik pisang ini sangat mendukung untuk melakukan strategi ini.

2. Memperbaiki sistem manajemen usaha

Strategi ini bertujuan membenahi struktur usaha yang telah dijalankan secara lebih baik dan terarah. Dalam usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya”,

kegiatan manajemen seluruhnya dilakukan oleh pemilik perusahaan, hal ini dapat menyebabkan tidak tersusun dan hanya mengandalkan pada satu orang yaitu pemilik usaha saja, sehingga dirasa perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam usaha kecil keripik pisang tersebut. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia merupakan salah satu faktor penting yang dapat menunjang keberhasilan usaha. Cara untuk memperbaiki sistem manajemen dalam perusahaan adalah dengan menjalankan bagian-bagian fungsional dalam manajemen usaha seperti bagian produksi dengan memberikan tugas dan fungsi yang jelas dan juga keteraturan dalam bagian keuangan, dengan adanya perbaikan pada sistem manajemen ini diharapkan usaha kecil keripik pisang mampu menggunakan peluang-peluang yang ada untuk mengembangkan usahanya.

STRATEGI ST

Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. Strategi S-T bagi usaha kecil keripik pisang”Kondang Jaya” adalah :

1. Mengupayakan ketersediaan bahan baku secara kontinu

Strategi ini diperlukan untuk menjamin keberlanjutan usaha kecil keripik pisang ini. Selama ini sulitnya bahan baku masih menjadi persoalan dalam usaha keripik pisang ini, karena jenis pisang yang digunakan sebagai bahan baku cukup langka. Selama ini bahan baku keripik pisang pada usaha kecil keripik pisang

“Kondang Jaya” berasal dari wikayah-wilayah di sekitar Bogor, antara lain: Luewiliang, Parung Aleng, dan Kampung Pasir dan juga wilayah-wilayah di luar Bogor seperti Cianjur dan Lampung. Bahan baku yang berasal dari luar wilayah

Bogor umumnya dapat diakses jika jumlah pembeliannya dalam jumlah besar. Namun karena selama ini tingkat pembelian bahan baku relatif kecil jumlahnya, maka pemilik usaha kecil keripik pisang ini hanya dapat mengandalkan bahan baku yang bersumber dari daerah Bogor saja. Berdasarkan hal tersebut, maka hal yang harus dilakukuan untuk mempermudah akses terhadap bahan baku adalah memperluas pasar produk keripik pisang terlebih dahulu. Saat pasar produk sudah besar maka bahan baku dapat diakses dengan lebih efisien.

2. Melakukan efisiensi biaya produksi

Kenaikan harga minyak goreng, mentega dan kenaikan bahan baku minyak (BBM) membuat usaha kecil keripik pisang ini harus melakukan efisiensi biaya produksi. Kenaikan harga BBM menyebabkan industri-industri cenderung melakukan konversi bahan bakarnya dari minyak tanah kepada gas, tidak terkecuali usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya”. Untuk melindungi industri-industrinya, Pemerintah Kota Bogor melalui Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), secara resmi minyak tanah (mitan) di Bogor sebesar Rp 2.300,- per liter. Kebijakan itu dilakukan guna menstabilkan harga eceran minyak tanah di sejumlah agen yang ada di Bogor. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan keputusan bersama Disperindag, agen, DPRD dan perwakilan konsumen di Kota Bogor. Usaha kecil keripik pisang ”Kondang Jaya” harus dilibatkan dalam program pemerintah tersebut, agar efisiensi biaya produksi dalam proses produksi dan operasi dapat tercapai dan akhirnya usaha ini mampu bersaing dengan pesaing.

Strategi W-T adalah strategi yang bertujuan mengurangi kelemahan internal yang dimiliki untuk menghindari ancaman lingkungan. Strategi W-T bagi usaha kecil keripik pisang ini adalah :

1. Melakukan pengembangan atau diversifikasi produk untuk menghadapi barang subtitusi yang tinggi

Pengembangan produk dilakukan agar konsumen mempunyai alternatif untuk membeli produk-produk yang dihasilkan. Strategi pengembangan produk mempunyai tujuan agar perusahaan yang ada di dalam suatu industri dapat meningkatkan penjualan dengan cara mebuat suatu perbedaan atau memodifikasi produk-produk yang ada. Hingga saat ini usaha kecil keripik pisang ”Kondang Jaya” belum melakukan diversifikasi terhadap produk yang dihasilkan, yaitu usaha ini hanya menghasilkan satu rasa keripik pisang yaitu rasa asin alami. Padahal dalam proses produksi keripik pisang dapat dibuat inovasi produk keripik dengan beraneka rasa yiatu rasa manis dengan rasa coklat, rasa asin dengan rasa keju seperti yang dilakukan usaha keripik pisang Suseno di Bandar Lampung. Sehingga untuk pengembangan ke depannya perlu dilakukan penganekaragaman rasa dari produk keripik pisang yang dihasilkan usaha kecil keripik pisang ini. 2. Memperbaiki bentuk kemasan serta mengupayakan sertifikasi halal dan

izin Depkes untuk meningkatkanimage produk

Produk usaha kecil keripik pisang “Kondang Jaya” perlu memperbaiki

kondisi kemasan yaitu kemasan harus didesain lebih menarik, misalnya dengan memberi warna yang menarik pada kemasan. Selain itu upaya untuk memperoleh sertifikasi halal dan izin Depkes harus terus dilakukan. Upaya ini diperlukan untuk meningkatkan kemudahan bagi pemilik usaha dalam memasarkan

produknya, karena saat ini masyarakat cenderung berhati-hati terhadap produk yang dibelinya.

Dokumen terkait