VII. FORMULASI STRATEGI
7.3 Matriks Internal-External (IE)
Tahap selanjutnya dari hasil evaluasi dan analisis yang telah dilakukan sebelumnya, maka akan lebih dipertajam dengan analisis internal-eksternal yang menghasilkan matriks Internal-External (IE) sehingga dapat diketahui posisi perusahaan. Matriks ini selanjutnya bisa digunakan untuk mempermudah dalam memberikan pemilihan alternatif strategi. Informasi spesifik tentang lingkungan internal maupun eksternal perusahaan mengacu pada satu cara untuk mendapatkan suatu kemampuan strategi antar peluang eksternal dan kekuatan internal.
Pemetaan posisi perusahaan sangat penting bagi pemilihan alternatif strategi dalam menghadapi persaingan dan perubahan yang terjadi dalam usaha restoran. Dengan nilai matriks IFE sebesar 3,093 maka Death By Chocolate &
Spageti Restaurant memiliki faktor internal yang berada pada kondisi kuat dalam memanfaatkan faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan. Nilai matriks EFE sebesar 2,359 memperlihatkan respon yang diberikan perusahaan terhadap lingkungan eksternal tergolong sedang atau rata-rata.
Apabila masing-masing total skor dari faktor internal maupun eksternal dipetakan kedalam matrik IE, maka posisi perusahaan saat ini adalah pada Sel IV dapat dilihat pada Gambar 10. Pada sel ini posisi perusahaan berada pada daerah tumbuh dan kembang (growth and build) yang terdiri dari strategi intensif atau integrasi. Pada posisi ini perusahaan di tuntut agar dapat meningkatkan kemampuan perusahaan seiring perkembangan usaha dengan melihat faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang terjadi di perusahaan. Pada sel IV daerah tumbuh dan kembang terdapat beberapa strategi yang dapat dijalankan yaitu strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan pasar, strategi pengembangan produk, strategi integrasi ke belakang, strategi integrasi ke depan dan strategi integrasi horizontal.
Strategi penetrasi pasar ini maksudnya adalah dengan meningkatkan pangsa pasar untuk produk yang sudah ada melalui pemasaran yang lebih gencar lagi. Misalnya dengan melakukan promosi secara intensif melalui pemasangan plank penunjuk lokasi di jalan-jalan utama yang menunjukan keberadaan Death By Chocolate & Spageti Restaurant, penyebaran kupon potongan harga, ikut dalam event-event festival makanan, dan sebagainya. Startegi pengembangan pasar yaitu strategi memperkenalkan produk atau jasa yang sudah ada ke wilayah geografis yang baru. Sedangkan untuk strategi pengembangan produk yaitu dengan memperbaiki atau memodifikasi produk yang sudah ada untuk meningkatkan penjualan. Misalnya dengan menciptakan produk baru untuk menambah variasi menu, memperbaiki rasa produk agar lebih baik lagi, dan sebagainya.
Integrasi ke belakang maksudnya adalah strategi yang mencari kepemilikan atau kendali lebih besar pada perusahaan pemasok. Integrasi ke depan yaitu strategi yang memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali pada distributor atau pengecer. Sedangkan integrasi horizontal yaitu merujuk kepada strategi mencari kepemilikan dari atau kendali yang lebih besar atas perusahaan pesaing.
Skor IFE
4.0 Kuat 3.0 Rata-Rata 2.0 Lemah 1.0 4.0
Tinggi I II III
3.0 Skor EFE Sedang 2.0 Lemah 1.0
Gambar 10. Matriks IE Death By Chocolate & Spageti Restaurant
Strategi yang dihasilkan pada matrik IE hanya menghasilkan alternatif strategi secara umum tanpa adanya implementasi strategi yang lebih teknis pada
IV
DBC&Spageti Restauran
V VI
VII VII IX
tingkat perusahaan. Oleh karena itu matriks IE dilengkapi oleh matriks SWOT yang berupa langkah-langkah kongkrit yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan berdasarkan pengembangan dari matiks IE.
7.4 Analisis Matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) Analisis menggunakan matriks SWOT adalah identifikasi sistematis atas kondisi internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan serta lingkungan eksternal yang menjadi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Dengan analisis ini diharapkan perusahaan dapat menyusun strategi bersaing berdasarkan kombinasi antar faktor internal dan eksternal yang telah disajikan dalam matriks IFE dan EFE, sehingga pada akhirnya didapatkan strategi yang sesuai berdasarkan posisi dan kondisi perusahaan.
Strategi ini terdiri dari Strategi S-O, Strategi S-T, Strategi W-O, Dan Strategi W-T. Hasil analisis matriks SWOT Death By Chocolate & Spageti Restaurant dapat dilihat pada Tabel 15. berdasarkan analsis matriks SWOT dapat dirumuskan empat alternatif strategi yang terdiri dari :
Strategi S-O (Strengths-opportunities)
Strategi S-O merupakan strategi yang menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal yang ada guna memperoleh keuntungan oerusahaan. Ada beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-O yaitu :
1. Mempertahankan kualitas dan keunggulan produk untuk menarik konsumen. Keunggulan produk yang beragam dapat dimanfaatkan oleh Death By Chocolate & Spageti Restaurant sebagai strategi pemasaran untuk membuat image produk yang berkualitas sehingga dapat menarik konsumen agar loyalitas pelanggan dapat terbentuk sehingga menguntungkan Death By Chocolate & Spageti Restaurant.
2. Melayani pangsa pasar menengah ke bawah.
Selama ini pangsa pasar yang dituju oleh Death By Chocolate & Spageti Restaurants sangat jelas yaitu kalangan menengah atas. Keberadaan kalangan menengah ke bawah juga tidak menuntup kemungkingan menjadi pangsa pasar selanjutnya, sebab kalangan menengah ke bawah
umumnya memiliki jumlah yang lebih besar dari pada kalangan menengah ke atas. Melihat dari hal tersebut sebaiknya pihak manajemen mulai memikirkan untuk menciptakan produk untuk menangkap potensi masyarakat menengah ke bawah. Misalnya menciptakan produk dengan porsi-porsi khusus, atau pun pengadaan paket-paket hemat dan sebagainya .
Strategi W-O (Weakness-opportunities)
Strategi W-O adalah strategi yang menggunakan peluang yang ada untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Ada beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-O yaitu :
1. Meningkatkan kegiatan pemasaran untuk meningkatkan penjualan.
Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh Death By Chocolate & Spageti Restaurant hingga saat ini masih bersifat spontaitas. Kegiatan pemasaran yang intensif dan berkelanjutan perlu dilakukan guna meningkatkan penjualan dan memperluas pasar. Usaha kegiatan pemasaran yang intensif dan berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh Death By Chocolate &
Spageti Restaurant misalnya dengan penyebaran kupon discount, pemasangan spanduk dan papan penunjuk lokasi Death By Chocolate &
Spageti Restaurant di jalan-jalan utama, pemberian sampel gratis dan sebagainya.
Strategi S-T (Strengths-Threats)
Strategi ini bertujuan untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman-ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan-kekuatan internal yang ada. Ada beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-T yaitu :
1. Melakukan diversifikasi produk.
Diversifikasi produk perlu dilakukan guna mengatasi ancaman dari pesaing dan produk-produk subtitusi atau pengganti. Dengan melakukan diversivikasi produk menjadikan variasi produk yang ditawarkan lebih beragam sehingga konsumen bisa memilih produk dengan banyak pilihan yang sesuai dengan keinginan mereka.
2. Meningkatkan loyalitas
Loyalitas pelanggan terhadap suatu perusahaan sangat penting, akan tetapi untuk menjadikan konsumen loyal kepada perusahaan kita merupakan suatu pekerjaan yang tidaklah mudah. Loyalitas konsumen tercipta tidak hanya tertuju pada rasa dan kualitas makanan saja akan tetapi pelayanan yang memuaskan juga mempengaruhi keloyalitasan konsumen kepada perusahaan. Melihat dari hal tersebut maka Death By Chocolate & Spageti Restaurant selalu memberikan yang terbaik kepada para konsumen dengan tidak lain tujuannya adalah keloyalitasan konsumen terhadap Death By Chocolate & Spageti Restaurant.
Strategi W-T (Weakness-Threats)
Strategi W-T adalah strategi yang berusaha untuk meminimalkan kelemahan yang dimiliki serta dapat menghindari ancaman dari luar. Ada beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-T yaitu :
1. Meningkatkan kemampuan manajemen untuk mencari pangsa pasar yang lebih besar.
Melalui peningkatan kemampuan manajemen yang baik maka jalannya perusahaan akan semakin baik. Selain itu dengan peningkatan kemampuan manajemen, pangsa pasar yang lebih besar untuk produk-produk Death By Chocolate & Spageti Restaurant akan dapat diraih perusahaan. Usaha peningkatan kemampuan manajemen perusahaan dapat diraih misalnya dengan koordinasi diantara karyawan harus terjalin dengan baik dan memperkerjakan orang yang benar-benar menguasai manajemen perusahaan dengan baik. Selain itu juga bisa dengan diadakannya pelatihan-pelatihan untuk karyawan sehingga kemampuannya dapat meningkat.
Tabel 15. Matriks SWOT Death By Chocolate & Spageti Restaurant
Kekuatan (strengths) Kelemahan (weakness)
Faktor Internal
Faktor Eksternal
1. Modal sepenuhnya modal sendiri
2. Situasi yang nyaman 3. Rasa dan kualitas
produk yang baik
4. Pelayanan konsumen yang memuaskan
5. Pelanggan yang loyal
1. Pencapaian target penjualan yang belum stabil
2. Masih kurangnya kegiatan promosi
3. Kurang efektifnya kegiatan pemasaran
4. Belum adanya pemasok bahan baku
5. Pangsa pasar yang masih rendah
Peluang (opportunities) Strategi S-O Strategi W-O 1. Perubahan pola dan
gaya hidup masyarakat 2. Pasar yang masih
terbuka untuk usaha restoran
3. Banyaknya masyarakat yang menggemari
1. Mempertahankan kualitas dan keunggulan produk untuk menarik konsumen.
(S1,S2,S3,S4,S5, O2,O3,O4,O5)
2. Melayani pangsa pasar menengah kebawah (S4,O1,O3,O4)
1. Meningkatkan kegiatan pemasaran untuk meningkatkan penjualan.
(W1,W2,W3,W5,O1,O 2,O5)
Ancaman (Threaths) Strategi S-T Strategi W-T 1. Tingkat persaingan
diantara pengusaha restoran
2. Ancaman masuknya pendatang baru
3. Hambatan untuk masuk industri makanan relatif rendah
4. Kenaikan harga bahan baku
5. Ancaman produk subtitusi atau pengganti
1. Melakukan diversifikasi produk.
(S1,S3,S4,T1,T2,T3,T5) 2. Meningkatkan loyalitas
pelanggan
Sumber : Wawancara Dengan Pihak Death By Chocolate & Spageti Restaurant.