2. Data Sekunder
5.3 Matriks SWOT
Strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Desa Buntu Batu Kabupaten Enrekang dapat dilakukan dengan beberapa contoh alternatif, penentuan alternatif strategi yang sesuai dengan pengembangan yaitu dengan cara membuat matriks SWOT. Matriks SWOT yang menggambarkan dengan jelas bagaimana peluang dan ancaman yang akan dihadapi dapat diselesaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki terdapat pada Tabel 16.
65
Tabel 16. Matriks SWOT Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Arabika di Desa Buntu Mondong Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang. Faktor Internal
Faktor Eksternal
Kekuatan (S)
1. Tersedianya lahan
pertanian yaitu
dengan luas lahan dengan 2496 Ha
2. Kopi arabika
memiliki cita rasa khas unik yaitu rasa kecut
3. Tersedianya sumber
daya manusia
seperti tersedianya tenaga kerja dari
desa Buntu
Mondong itu sendiri 4. Petani kopi arabika memiliki cara unik
dalam pengolahan
pasca panen yaitu
tidak memisahkan
biji kopi dengan
kulit kopi saat
disangrai
5. Masa produksi
jangka panjang
karena kopi bisa bertahan hingga 20 tahun
6. Daerah penghasil
kopi arabika mudah
diakses karena merupakan jalan akses menuju Gunung Latimojong dan temapt persinggahan
pengunjung dari luar
daerah Kabupaten
Enrekang separti
Palopo, Toraja
Makassar.
Kelemahan (W)
1. Petani kopi arabika
sulit mendapatkan
bibit yang berkualitas
karena masih menggunakan bibit dari penyamaian sendiri 2. Teknologi yang digunakan petani
belum modern hanya menggunakan
teknologi semprot
manual, parang,
cangkul.
3. Tingkat pemeliharaan kopi rendah karena masih menggunakan
teknologi yang
sederhana karena
hanya membiarkan
tumbuh dan hanya merawat jika hanya menjelang panen saja
Pekuang (O)
1. Permintaan kopi
Strategi S - O
1. Menembah luas lahan
Strategi W – O
66
arabika sangat besar karena kopi banyak
diminati oleh
masyarakat luas baik di daerah itu sendiri maupuan dari luar daerah seperti Kalosi dan Toraja.
2. Memberikan
keuntungan atau laba yang besar dalam menjalankan
usahatani kopi
arabika. 3. Menghasilkan
kualitas kopi arabika terbaik karena proses penjemurannya dilakukan diatas atap rumah
pertanian untuk
memenuhi permintaan yang terus meningkat (S1, S3, 02)
2. Menambah sumber
daya manusia yang berkualitas dan trampil
agar mempermudah
dalam memproduksi
kopi arabika di Desa Buntu Mondong ( O2 dan O3)
yang berkualitas untuk
menghasilkan kopi
arabika berkualitas
(W1,O2, O3, 04) 2. Peningkatan
penggunaan teknologi yang modern untuk
mengatasi perubahan
harga yang tidak stabil (W2,W3, 02, O3, O4)
Ancaman (T)
1. Banyaknya pesaing dari kecamatan lain
seperti Kecamatan
Bungin, Enrekang
dan Baraka.
2. Pengaruh perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu
3. Serangan hama dan penyakit
4. Harga yang tidak
menentu yang
hampir setiap hari mengalami penurunan Strategi S – T 1. Meningkatkan kopi arabika yang berkualitas untuk mengurangi pesaing
dari kecamatan lain
seperti Kecamatan
Bungin, Baraka dan Enrekang.( T1, T3, T4)
Strategi W – T
1. Meningkatan
pemeliharaan kopi
arabika dari serangan hama dengan cara mengurangi naungan,
pemangkasan dan
panen yang serentak
untuk mengurangi
serangan hama dan
penyakit, adapun
hama yang dimaksud seperti hama bubuk buah, hama kutu buah
adapun penyaskit
yang menyerang
tanaman kopi seperti karat daun dan bercak daun. (W2, W3, T3, T4)
67
Berdasarkan Tabel 17 diatas, alternatif strategi pengembangan usahatani kopi Arabika di Desa Buntu Mondong Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang yang diterapkan oleh petani responden yaitu:
a. Strategi S-O
1. Menambah Lahan Petanian di Desa Buntu Mondong Untuk Memenuhi Permintaan Yang Terus Meningkat.
Petani kopi arabika di Desa Buntu Mondong Kecamatan Buntu Batu Kabupaten Enrekang memiliki luas lahan pertanian yaitu 2496 Ha, dengan memperluas kembali lahan pertanian dengan menambah antara 30 sampai 50 Ha untuk ditanami kembali kopi agar produksi kopi arabika di Desa Buntu Mondong meningkat sehingga memenuhi permintaan konsumen yang tidak terbatas, karena semakin luas lahan pertanian maka potensi produksi juga besar dan jika potensi produksi kopi meningkat maka akan meningkatkan permintaan produksi kopi arabika dan akan memenuhi permintaan kopi yang terus meningkat di Desa Buntu Mondong. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Akhmad dkk (2017) yang menyatakan bahwa yang menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman (SO) yaitu meningkatkan produksi kopi dengan memanfaatkan ketersediaan lahan yang cukup dan SDM yang terampil.
2. Menambah Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Terampil Agar Mempermudah Dalam Memproduksi Kopi Arabika di Desa Buntu Mondong.
68
Menambah sumber daya manusia yang berkualitas dan trampil akan mempermudah dalam memproduksi kopi arabika di Desa Buntu Mondong karena semakin banyak sumber daya manusia yang bekualitas dan berketampilan maka akan mempermudah dalam memproduksi kopi arabika.
b. W-O
1. Penggunaan Bibit yang Berkualitas Untuk Menghasilkan Kopi Arabika Berkualitas.
Penggunaan bibit yang berkualitas di Desa Buntu Mondong yaitu untuk menghasilkan kopi arabika yang berkualitas, karena dengan meningkatkan bibit yang berkualitas maka tingkat pemeliharaan kopi akan semakin tinggi, permintaan kopi arabika di Desa Buntu Mondong juga akan semakin besar, menambah keuntungan yang besar dalam menjalankan bisnis kopi arabika di Desa Buntu Mondong dan akan menghasilkan kopi arabika yang terbaik. Peningkatan bibit yang berkualitas sangat penting dalam keberhasilan usahatani kopi arabika, dalam penggunaan bibit yang unggul di awal penanaman sangat berpengaruh terhadap mutu produk kopi arabika yang dihasilkan nantinya.
2. Penggunaan Teknologi yang Modern.
Meningkatkan penggunaan teknologi yang modern di Desa Buntu Mondong dengan meningkatkan penggunaan teknologi yang modern seperti penggunaan sprayer dalam proses penyemprotan, mesin babat rumput mempermudah dalam pembersihan lahan.
69
1. Meningkatkan Kopi Arabika yang Berkualitas untuk Mengurangi Pesaing dari Kecamatan Lain Seperti Kecamatan Bungin, Enrekang dan Baraka.
Dalam meningkatkan kualitas kopi arabika di Desa Buntu Mondong, petani harus meningkatkan produksi dan mutu yang baik, memperhatikan
perlindungan tanaman terhadap hama dan penyakit, karena dengan
memperhatikan peningkatan produksi hingga pengelolaaan yang optimal kopi arabika di Desa Buntu Mondong maka dapat mengurangi pesaing dari kecamatan lain seperti Kecamatan Bungin, Baraka dan Enrekang.
2. W-T
1. Meningkatan Pemeliharaan Kopi Arabika dari Serangan Hama Dengan Cara Mengurangi Naungan, Pemangkasan dan Panen yang Serentak Untuk Mengurangi Serangan Hama dan Penyakit, Adapun Hama yang Dimaksud Seperti Hama Bubuk Buah, Hama Kutu Buah Adapun Penyaskit yang Menyerang Tanaman Kopi Seperti Karat Daun dan Bercak Daun.
Meningkatkan pemeliharaan kopi arabika di Desa Buntu Mondong untuk mengurangi serangan hama dan penyakit, adapun hama yang menyerang tanaman kopi seperti bubuk buah yang serangannya adalah buah kopi yang mulai mengeras, akibat gerekan hama tersebut biji kopi berlubang sehingga berdampak pada mutu kopi menjadi rendah. Hama yang kedua yaitu hama kutu buah dimana hama ini menyerang bagian buah kopi hingga buahnya terlihat seperti terlilit bubuk putih. Biasanya, hama ini menyerang karena adanya pohon naungan yang terlalu gelap. Adapun penyakit yang menyerang kopi arabika di Desa Buntu Mondong seperti karat daun dimana gejala awal penyakit karat daun terlihat
70
seperti bercak berwarna kuning muda pada permukaan bawah daun yang berubah menjadi kuning tua, cara pengendalian penyakit pada karat daun yaitu dengan cara pemupukan dilakukan secara berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman agar mengurangi intensitas serangan. Penyakit yang kedua yaitu bercak daun dimana penyakit ini menyerang tanaman kopi selama masa pembibitan sampai tanaman kopi berbuah. Penyakit bercak daun dapat menyerang bagian daun tanaman kopi maupun buahnya serangan tanaman daun di tandai dengan munculnya bercak-bercak berwarna kuning. Cara pengendaliannya yaitu memberi menuangan yang cukup dan pemupulan yang berimbang.