JUDUL NARASUMBER HASIL PENELITIAN
Strategi Public
Relations PT Angkasa Pura II (Persero) Untuk
Menjaga dan
Meningkatkan Citra
Perusahaan Melalui
Program Airport Visit.
(Studi Kasus Airport Visit : Di Bandara Sultan Iskandar Muda, Bandara Sultan Syarif
Kasim II, Bandara
Kualanamu, Bandara
Sultan Mahmud
Baddaruddin II, dan
Bandara Supadio
Periode Maret – April 2013) 1. Bapak Kristanto Andreas 2. Bapak Bambang Dwi Djumpeno 3. Ibu Widya Pertiwi 4. Bapak Adam Kurniawan 5. Bapak Angga Pranata
Analisis yang dilakukan sebelum program Airport Visit 2013 di Bandara Sultan Iskandar Muda, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Bandara Kualanamu, Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II, dan Bandara Supadio, karena
tahun 2013 adalah tahun
pembangunan sehingga perlu adanya bentuk upaya untuk
menginformasikan kepada
stakeholder terkait dengan
pembangunan beberapa bandara. Peluang strategi PR yang Humas
yaitu dapat menjaga dan
meningkatkan citra perusahaan.
Tidak ada hambatan yang
dihadapi dalam menjalankan
program Airport Visit 2013. Adanya bentuk dukungan dari
pihak General Manager dari setiap cabang bandara.
Partisipasi yang terlibat di dalam program yaitu dari team humas dan puskom publik kemenhub. Antuasias dari para wartawan
sangat tinggi terkait program Airport Visit 2013.
Tujuan utama Humas melakukan strategi PR melalui program
Airport Visit 2013, ingin menunjukan kepada wartawan
mengenai progress
pengembangan di beberapa
bandara untuk meningkatkan citra perusahaan.
Sasaran yang di tetapkan yaitu para stakeholder.
Kinerja yang ingin ditunjukan
oleh Humas yaitu ingin
menunjukan inovasi terbaik bagi perusahaan.
Informasi yang dihasilkan
mengurai reaksi pro dari
stakeholder.
Tampilan pesan yang
disampaikan yaitu dengan
mekibatkan para wartawan
sebagai mediator
penginformasian pesan kepada stakeholder.
Taktik yang digunakan Humas yaitu melalui media nasional. Jangka waktu yang digunakan
untuk melaksanakan program Airport Visit 2013, yaitu pada bulan Maret – April 2013.
Evaluasinya yaitu dengan
melakukan closing setelah acara, dengan mengumpulkan kembali para wartawan.
Harapan untuk program Airport Visit 2013 dapat berkelanjutan untuk tahun kedepannya.
6. Bapak Budi Nugraha
Suara Suara Merdeka berdiri sejak tahun 1946
Suara Merdeka menjadi Partner PT Angkasa Pura II (Persero) sejak tahun 2002.
Peluang yang didapatkan
wartawan dari program Airport Visit 2013, yaitu wartawan dapat
melihat dari segi fasilitas,
perpanjangan runway, fasilitas travel, parkir.
Persepsi yang didapatkan yaitu
dapat memberikan informasi
terbaru kepada wartawan
sehingga dapat menyebarluaskan
informasi hasil perluasan
pengembangan beberapa
bandara.
Komunikasi yang di lakukan PT
Angkasa Pura II (Persero)
kepada wartawan, yaitu dengan
memberikan penjelasan
komperehensif, dan penguasaan materi.
Harapan yang diharapkan yaitu program Airport Visit dapat dilanjutkan.
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian diatas peneliti dapat mengetahui bahwa melalui program Airport Visit 2013 di Bandara Sultan Iskandar Muda, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Bandara Kualanamu, Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II, dan Bandara Supadio, merupakan program utama yang baru dilaksanakan oleh Humas, dan merupakan strategi Public Relations bagi PT Angkasa Pura II (Persero) yang dapat menjaga dan meningkatkan citra perusahaan.
Seiring dengan perkembangan industri penerbangan di Indonesia yang semakin meningkat, dan juga kebutuhan publik akan informasi, membuat
perusahaan mencanangkan program pertama, sebagai sarana untuk
menginformasikan melalui bantuan para wartawan media nasional. Melalui program Airport Visit ini, wartawan merasa lebih dekat dengan perusahaan, wartawan lebih mengetahui secara real kondisi seperti apa yang sedang terjadi di cabang – cabang bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (Persero).
Dengan pelaksanaan program Airport Visit 2013, disadari bahwa program ini merupakan salah satu strategi Public Relations untuk bisa mempublish kepada stakeholder, sehingga masyarakat lebih mengetahui bandara yang dikelola oleh perusahaan, penginformasian tersebut dilakukan dengan menggunakan media sebagai perantaranya, terkait dengan penambahan infrastruktur yang dikelola oleh masing – masing cabang bandara.
Dalam bab pembahasan ini, peneliti menggunakan teori dan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan melalui wawancara mendalam (indept interview) dengan menggunakan teori Ronald Smith dalam bukunya “Strategic Planning for Public Relations”, dengan sembilan langkah strategi PR, yang terbagi dalam empat bagian, hal tersebut akan dikaitkan untuk mencari persamaan, perbedaan dan triangulasi sumber dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan 6 narasumber.
1. Step 1 : A. Analyzing the Situation yaitu analisis situasi yang dilakukan sebelum melakukan program Airport Visit 2013.
A. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai analisis yang dilakukan sebelum melakukan program Airport Visit 2013, narasumbernya adalah Bapak Kristanto Andreas, selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura II (Persero), yang terjun langsung dan bertanggung jawab di dalam program, dan sekaligus sebagai pencetus atau yang mencanangkan program Airport Visit 2013, menemukan
bahwa dengan dicanangkannya tahun 2013 sebagai tahun
pembangunan, membuat beliau berfikir mengapa tidak melakukan program Airport Visit 2013, yang dirasa perlu sebagai bentuk strategi PR, dimana dalam kaitannya dengan penambahan infrastruktur yang ada di beberapa bandara yang dikelola oleh perusahaan, yang di jembatani oleh wartawan media nasional untuk mempublish progress yang dilakukan oleh perusahaan kepada stakeholder, dengan point utamanya yaitu untuk menjaga dan meningkatkan citra perusahaan.
B. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai analisis yang dilakukan sebelum melakukan program Airport Visit 2013, narasumbernya adalah Bapak Bambang Dwi Djumpeno, selaku Supervisor Humas 1 PT Angkasa Pura II (Persero), yang ikut terjun langsung dan bertanggung jawab di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Iskandar Muda, menemukan bahwa dengan penambahan infrastrukutur yang ada di Bandara Sultan Iskandar Muda, perlunya alat untuk mempublikasikan progress ini kepada stakeholder.
C. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai analisis yang dilakukan sebelum melakukan program Airport Visit 2013, narasumbernya adalah Ibu Widya Pertiwi, selaku Staff Humas PT Angkasa Pura II (Persero), yang ikut terjun langsung dan bertanggung jawab di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Syarif Kasim II, menemukan bahwa kurangnya terinformasikan dengan baik kepada stakeholder mengenai pembangunan yang ada di Bandara Sultan Syarif Kasim II, untuk itu kebutuhan akan media sangat dibutuhkan.
D. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai analisis yang dilakukan sebelum melakukan program Airport Visit 2013, narasumbernya adalah Bapak Adam Kurniawan Rumanda, selaku Staff Humas PT Angkasa Pura II (Persero), yang ikut terjun langsung dan bertanggung jawab di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Supadio, menemukan bahwa seringkalinya situasi dan kondisi serta progress pembangunan infratsutktur yang ada di cabang tidak diketahui oleh
banyak orang, dan juga seringkali pemberitaan, salah satunya di Bandara Supadio selalu salah dan tidak tepat, untuk itu dirasa perlu dilaksanakan program Airport Visit 2013 ini, agar bisa terinformasikan dengan baik kepada masyarakat.
E. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai analisis yang dilakukan sebelum melakukan program Airport Visit 2013, narasumbernya adalah Bapak Angga Pranata, selaku Staff Humas PT Angkasa Pura II (Persero), yang ikut terjun langsung di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin, menemukan bahwa terjadi progress kaitannya dengan pembangunan hotel, dan juga peningkatan infrastruktur yang ada di Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II, sehingga perlunya media untuk mempublikasikannya.
Persamaan dari kelima narasumber dalam tahap Analyzing the Situations yaitu dengan melalukan analisis sebelum pelaksanaan program di kelima bandara yang didasari untuk mempublish berita yang terkait dengan penambahan infratsruktur yang ada di bandara agar lebih diketahui oleh masyarakat, dengan dukungan wartawan yang menjembatani perusahaan dengan media, dalam hal ini kelima narasumber menyadari bahwa dengan dilakukan program Airport Visit 2013 ini, dapat menjaga dan meningkatkan citra perusahaan.
Perbedaan dari kelima narasumber dalam tahap Analyzing the Situations yaitu tidak ditemukan perbedaan dalam tahap Analyzing the Situations.
Triangulasi dari kelima narasumber dalam tahap Analyzing the Situation mengenai analisis yang dilakukan sebelum melakukan program Airport Visit 2013, yaitu analisis situasi dianggap penting sebelum pelaksanaanya program yang dijalankan oleh PT Angkasa Pura II (Persero), terlebih khusus analisis yang dilakukan terkait dengan situasi atau keadaan real yang ada di masing – masing bandara yang bisa menjadi pertimbangan untuk melakukan program Airport Visit 2013.
Step 1 : B. Analyzing the Situation yaitu analisis situasi mengenai peluang strategi PR, di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013.
A. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai peluang strategi PR di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Kualanamu, narasumbernya yaitu Bapak Kristanto Andreas, menemukan bahwa dengan melakukan program Airport Visit di Bandara Kualanamu menciptakan peluang strategi Humas yang baik, diibaratkan sambil menyelam minum air, perusahaan makin dekat dengan wartawan, dan wartawanpun makin dekat dengan perusahaan, dan dapat meminimalisir penginformasian berita negatif, dikarenakan wartawan melihat sendiri keadaan real dari progress infrastruktural di Bandara Kualanamu.
B. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai peluang strategi PR di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Iskandar Muda, narasumbernya yaitu Bapak Bambang Dwi Djumpeno, menemukan bahwa dengan adanya program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan
Iskandar Muda menciptakan peluang bagi team Humas untuk mempublikasikan informasi kepada para stakeholder.
C. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai peluang strategi PR di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Syarif Kasim II, narasumbernya yaitu Ibu Widya Pertiwi, menemukan bahwa adanya celah untuk mempublikasikan ke media mengenai pembangunan bandara melalui program ini.
D. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai peluang strategi PR di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Supadio, narasumbernya yaitu Bapak Adam Kurniawan Rumanda, menemukan bahwa adanya kesempatan untuk mempromosikan bandara yang di cabang yang saat sedang mengalami progress dalam hal pembangunan yang ada di Bandara Supadio.
E. Pada tahap Analyzing the Situation mengenai peluang startegi PR di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II, narasumbernya yaitu Bapak Angga Pranata, menemukan bahwa adanya celah untuk menjalin hubungan dengan forum wartawan perhubungan.
Persamaan dari kelima narasumber dalam tahap Analyzing the Situation mengenai peluang strategi PR di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, yaitu adanya celah atau jalan untuk menginformasikan terkait dengan penambahan infrastruktur di dalam pelaksanaan program.
Perbedaan dari kelima narasumber dalam tahap Analyzing the Situation mengenai peluang strategi PR di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, tidak menemukan perbedaan.
Triangulasi dari kelima narasumber dalam tahap Analyzing the Situation mengenai peluang strategi PR di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, yaitu program Airport Visit dinilai sangat efektif untuk sarana atau celah mempublikasikan bandara – bandara yang kurang terinformasikan kepada masyarakat, melalui dukungan dari para wartawan yang ikut terjun langsung di dalam program ini.
Step 1 : C. Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013.
A. Pada tahap Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Kualanamu, Narasumbernya yaitu Bapak Kristanto Andreas, menemukan bahwa adanya hambatan yaitu terkait soal waktu, jadi team Humas sebelumnya harus menyesuaikan jadwal kepada wartawan yang terlibat, tetapi hambatan itu sangat kecil adanya sehingga tidak mengganggu kelancaran di dalam pelaksnaan program.
B. Pada tahap Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di
dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Iskandar Muda, narasumbernya yaitu Bapak Bambang Dwi Djumpeno, menemukan bahwa tidak adanya hambatan yang terjadi di dalam pelaksnaan program karena sebelum melakukan program sudah menghubungi General Manager di cabang Bandara Sultan Iskandar Muda. C. Pada tahap Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Syarif Kasim II, narasumbernya yaitu Ibu Widya Pertiwi, menemukan bahwa tidak ada hambatan yang terjadi sebelum dan disaat program berlangsung. D. Pada tahap Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat
adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Supadio, narasumbernya yaitu Bapak Adam Kurniawan Rumanda, menemukan bahwa tidak ada hambatan yang beratti karena sudah berkoordinasi dengan baik kepada beberapa pihak yang terlibat.
E. Pada tahap Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II, narasumbernya yaitu Bapak Angga Pranata, menemukan bahwa tidak ada hambatan yang terjadi karena sebelumnya sudah melayangkan surat ke General Manager kantor cabang Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II.
Persamaan dari kelima narasumber pada tahap Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, yaitu mengenai tidak adanya hambatan yang berarti sebelum dan di saat pelaksanaan program dikelima perusahaan.
Perbedaan dari kelima narasumber pada tahap Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, tidak menemukan perbedaan.
Triangulasi dari kelima Pada tahap Analyzing the Situation yaitu analisis situasi untuk melihat adakah hambatan yang dirasakan Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam pelaksanaan program Airport Visit 2013, yaitu tidak adanya hambatan yang terjadi dikelima bandara yang dikelola oleh perusahaan.
Step 2 : Analyzing the Organization terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahapan Intrernal Environment, Public Perception, dan Ekstrenal Environment
1. A. Tahapan yang pertama : Internal Environment yaitu melihat adakah bentuk dukungan dari Manajemen yang di berikan kepada Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Kualanamu, narasumbernya yaitu Bapak Kristanto Andreas, menemukan bahwa pelaksanaan program sangat didukung oleh General Manager di setiap cabang bandara.
B.Tahapan yang pertama : Internal Environment yaitu melihat adakah bentuk dukungan dari Manajemen yang di berikan kepada Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Iskandar Muda, narasumbernya yaitu Bapak Bambang Dwi Djumpeno, menemukan bahwa dukungan yang diberikan Manajemen untuk program ini, yaitu dana SPJ, yang semua kegiatan, biaya operasional semua di tanggung oleh perusahaan.
C. Tahapan yang pertama : Internal Environment yaitu melihat adakah bentuk dukungan dari Manajemen yang di berikan kepada Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Syarif Kasim II, narasumber Ibu Widya Pertiwi, menemukan bahwa dukungan dari Direktur Utama yang diberikan kepada team humas menambahkan suport kami untuk melaksanakan program di Bandara Sultan Syarif Kasim II.
D. Tahapan yang pertama : Internal Environment yaitu melihat adakah bentuk dukungan dari Manajemen yang di berikan kepada Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Supadio, narasumbernya yaitu Bapak Adam Kuriawan Rumanda, menemukan bahwa kegiatan ini sangat di suport oleh kantor cabang dan di dukung langsung oleh Direktur Utama.
E. Tahapan yang pertama : Internal Environment yaitu melihat adakah bentuk dukungan dari Manajemen yang di berikan kepada Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam program Airport Visit 2013, di
Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II, narasumbernya yaitu Bapak Angga Pranata, menemukan bahwa dengan penyetujuan program dari Manajemen itu merupakan salah satu bentuk dukungan yang dapat memperlancar kegiatan di Bandara SMB II.
Persamaan dari kelima narasumber dalam tahapan yang pertama : Internal Environment yaitu melihat adakah bentuk dukungan dari Manajemen yang di berikan kepada Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam program Airport Visit 2013, yaitu adanya bentuk dukungan yang di berikan Manajemen kepada team Humas yaitu baik dari segi dana, dan suport oleh pihak Manajemen dan juga Direktur Utama di dalam program ini.
Perbedaan dari kelima narasumber dalam tahapan yang pertama : Internal Environment yaitu melihat adakah bentuk dukungan dari Manajemen yang di berikan kepada Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam program Airport Visit 2013, tidak ditemukan perbedaan.
Triangulasi dari kelima narasumber dalam tahapan yang pertama : Internal Environment yaitu melihat adakah bentuk dukungan dari Manajemen yang di berikan kepada Humas PT Angkasa Pura II (Persero) di dalam program Airport Visit 2013, yaitu dengan adanya dukungan dapat memperlancar program yang akan dijalani.
2. A. Tahapan yang kedua : Public Perception yaitu mengenai apakah hingga saat ini citra PT Angkasa Pura II (Persero) dimata masyarakat mengalami penaikan atau mengalami penurunan dalam program Airport Visit 2013, di
Bandara Kualanamu, narasumbernya yaitu Bapak Kristanto Andreas, menemukan bahwa sampai saat ini citra dari perusahaan berangsur – angsur meningkat, terlebih di saat pelaksanaan program Airport Visit. B. Tahapan yang kedua : Public Perception yaitu mengenai apakah hingga saat ini citra PT Angkasa Pura II (Persero) dimata masyarakat mengalami penaikan atau mengalami penurunan dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Iskandar Muda, narasumbernya yaitu Bapak Bambang Dwi Djumpeno, menemukan bahwa citra perusahaan meningkat ini bisa di buktikan dengan pembangunan Green Design.
C. Tahapan yang kedua : Public Perception yaitu mengenai apakah hingga saat ini citra PT Angkasa Pura II (Persero) dimata masyarakat mengalami penaikan atau mengalami penurunan dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Syarif II, narasumbernya yaitu Ibu Widya, menemukan bahwa citra perusahaan meningkat terlebih khusus dengan adanya program ini.
D. Tahapan yang kedua : Public Perception yaitu mengenai apakah hingga saat ini citra PT Angkasa Pura II (Persero) dimata masyarakat mengalami penaikan atau mengalami penurunan dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Supadio, narasumbernya Bapak Adam Kurniawan Rumanda, menemukan bahwa citra perusahaan dimata masyrakat perlahan – lahan mulai diketahui oleh masyarakat luas.
E. Tahapan yang kedua : Public Perception yaitu mengenai apakah hingga saat ini citra PT Angkasa Pura II (Persero) dimata masyarakat mengalami
penaikan atau mengalami penurunan dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Mahmud Baddaruddin II, narasumbernya Bapak Angga Pranata, menemukan bahwa citra perusahaan perlahan – lahan mulai meningkat.
Persamaan dari kelima narasumber pada tahap Public Perception yaitu mengenai apakah hingga saat ini citra PT Angkasa Pura II (Persero) dimata masyarakat mengalami penaikan atau mengalami penurunan dalam program Airport Visit 2013, yaitu team Humas memiliki persepsi bahwa dengan diadakannya program ini dapat meningkatkan citra perusahaan.
Perbedaan dari kelima narasumber pada tahap Public Perception yaitu mengenai apakah hingga saat ini citra PT Angkasa Pura II (Persero) dimata masyarakat mengalami penaikan atau mengalami penurunan dalam program Airport Visit 2013, tidak mengalami perbedaan.
Triangulasi dari kelima narasumber pada tahap Public Perception yaitu mengenai apakah hingga saat ini citra PT Angkasa Pura II (Persero) dimata masyarakat mengalami penaikan atau mengalami penurunan dalam program Airport Visit 2013, yaitu hingga saat ini pencapaian citra yang di raih oleh perusahaan perlahan – lahan makin meningkat, sehingga makin banyak masyarakat yang lebih mengetahui perusahaan.
3. A. Tahapan yang ketiga : External Environment terbagi menjadi tiga pertanyaan yaitu mengenai partisipasi siapa saja yang terlibat guna mendukung di dalam program Airport Visit 2013, seberapa besar antusias
wartawan terhadap program Airport Visit 2013, dan seberapa besar pengaruh wartawan di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Kualanamu, narasumbernya yaitu Bapak Kristanto Andreas, di dalam pertanyaan pertama menemukan bahwa partisipasi yang terlibat dari team Humas, Puskom Publik Kemenhub, dan beberapa media nasional dari Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Bisnis Indonesia, Kompas, Majalah Angkasa, Detik.com, yang ikut mendukung program Airport Visit. Di dalam pertanyaan kedua Bapak Kristanto Andreas, menemukan bahwa besarnya antusias wartawan di dalam pelaksanaan program sangat tinggi, karena tidak hanya di berikan edukasi mengenai bandara – bandara yang sedang dalam tahap pembangunan, tetapi juga kami memberikan penunjang kepada team dan wartawan seperti pemberian seragam, gody bag di saat pelaksanaan program. Dan di dalam pertanyaan ketiga, Bapak Kristanto Andreas, menemukan bahwa pengaruh wartawan di dalam pelaksanaan program sangat menentukan, karena di dalam pelaksanannya kita membutuhkan wartawan sebagai jembatan untuk mempublikasikan terkait dengan pengeluaran baru dari Bandara Polonia menjadi Bandara Kualanamu, yang dalam kaitan ini adalah penambahan infrastruktur di bandara yang baru.
B. Tahapan yang ketiga : External Environment yaitu mengenai partisipasi siapa saja yang terlibat guna mendukung di dalam program Airport Visit 2013, di Bandara Sultan Iskandar Muda, narasumbernya yaitu Bapak Bambang Dwi Djumpeno, menemukan bahwa partisipasi yang ikut terlibat
yaitu wartawan dari media dari Harian Terbit, Rakyat Merdeka, Radar Surabaya, Pos kota, Bisnis Indonesia, Indonesia Finance Today, dan team Humas dari perusahaan.
C. Tahapan yang ketiga : External Environment yaitu mengenai partisipasi siapa saja yang terlibat guna mendukung di dalam program Airport Visit