• Tidak ada hasil yang ditemukan

MECHANISMS OF FILLING THE POSITIONS OF HIGH LEADERSHIP THROUGH AN OPEN

SELECTION IN KUBU RAYA REGENCY

Nama : Nirmala Khrisna Dewi

Unit Kerja : Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya Diklat : Diklat Gelar 2015

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengenai mekanisme pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama melalui seleksi terbuka di Kabupaten Kubu Raya. Fokus pada penelitian ini adalah pada proses serta tahapan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dan apa saja kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama melalui seleksi terbuka secara umum sudah berjalan dengan baik, hal ini didasarkan atas kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan tata cara dan pedoman serta tidak ditemukannya praktek-praktek transaksional dalam penentuan pejabat yang terpilih. Selain itu hasil dari pelaksanaan seleksi juga dijadikan sebagai acuan bagi Kepala Daerah dalam melaksanakan promosi dan mutasi pejabat.

Kata kunci: Pengisian jabatan, jabatan pimpinan tinggi pratama, seleksi terbuka, merit sistem.

PHRD 55

ABSTRACT

This study was conducted to determine the mechanisms of filling the positions of high leadership through an open selection in Kubu Raya. The focus of this research is in the process and stage charging of filling leadership positions and stage charging and what are the constraints facing. The method used in this study is a qualitative research method with data collection was conducted through interviews, observation and documentation.

The results showed that the implementation of filling high leadership positions through an open selection in general has been running well, it’s based on the suitability of the activities with the procedures and guidelines and there is no transactional practices in the determination of elected officials. In addition the results of the implementation of selection is also used as a reference for the Regional Head in carrying out promotions and transfers of officials.

Sesuai dengan UU ASN, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama harus dilakukan melalui seleksi terbuka. Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mulai melaksanakan seleksi terbuka pada 3 (tiga) jabatan kosong tersebut. Dalam melakukan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama, terdapat beberapa tahapan yang dilaksanakan antara lain tahap persiapan, tahap pelaksanaan serta tahap monitoring dan evaluasi.

Tahap persiapan dimulai dengan pembentukan panita seleksi yang dibentuk oleh Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian di daerah melalui koordinasi dengan Kepala Aparatur Sipil Negara (KASN). Panitia seleksi terdiri dari unsur internal dan eksternal, dimana pada unsur internal diisi oleh 2 (dua) orang pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Kubu Raya sedangkan unsur eksternal diisi oleh 3 (tiga) orang akademisi atau profesional.

Masalah lain yang ditemui adalah dalam tahap pelaksanaan dimana sampai batas waktu pendaftaran yang ditentukan, pegawai yang mendaftarkan diri hanya sebanyak 22 (dua puluh dua) orang. Ini terdiri dari 4 (empat) orang mendaftarkan diri pada jabatan Kepala Dinas Pendapatan Daerah, 8 (delapan) orang mendaftarkan diri pada jabatan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu serta 10 (sepuluh) orang mendaftarkan diri pada jabatan Kepala Badan Lingkungan Hidup.

Jumlah pegawai yang mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi jabatan tersebut masih tidak sesuai dengan ekspektasi karena dari pendataan yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kubu Raya, paling tidak terdapat 80 (delapan puluh) orang pegawai yang memenuhi syarat yang dapat mengikuti seleksi jabatan tersebut. Tapi ternyata, jumlah pegawai yang mengikuti seleksi terbuka tersebut tidak lebih dari 50 persen dari target yang diharapkan oleh Pemerintah Daerah. Dari jumlah tersebut dapat dilihat bahwa ternyata masih banyak pegawai yang enggan untuk mengikuti seleksi terbuka ini sehingga pelaksanaan seleksi terbuka ini menjadi tidak se-kompetitif seperti yang diharapkan.

Tahapan pelaksanaan dilanjutkan dengan serangkaian seleksi mulai dari seleksi administrasi, seleksi kompetensi, wawancara serta tes psikologi. Setelah berbagai tahapan seleksi tersebut, maka kemudian Panitia Seleksi menentukan 3 (tiga) nama dari masing-masing jabatan untuk kemudian diserahkan kepada Bupati. Bupati memiliki kewenangan penuh untuk menentukan siapa dari 3 (tiga) nama tersebut yang akan dipilih untuk menduduki jabatan. Kewenangan penuh Bupati dalam memilih pejabat tersebut juga kemudian menjadi celah bagi terjadinya praktek-praktek transasional. Tahapan terakhir adalah monitoring dan evaluasi dimana pada tahap ini pejabat yang terpilih akan diberikan orientasi tugas oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (Bupati)

PHRD 57

dan pejabat yang berwenang untuk melaksanakan orientasi tugas selama satu bulan. Rangkaian tes yang begitu panjang berdampak tidak hanya pada keharusan untuk mengalokasikan waktu yang lebih pada pelaksanaan kegiatan juga berimplikasi pada penyediaan dana yang juga cukup besar.

Selain itu, belum adanya Peraturan Pemerintah mengenai pelaksanaan pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dinilai oleh pelaksana sebagai suatu kendala. Sesuai dengan UU ASN pasal 74 bahwasanya pengembangan karier, pengembangan kompetensi, pola karier, promosi dan mutasi sebagaimana diatur dalam pasal 69 sampai pasal 73 diatur dalam Peraturan Pemerintah. Hal ini menyebabkan tidak adanya aturan operasional baku dalam teknis pelaksanaan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut sehingga dimungkinkan terjadinya multiinterpretasi dalam pelaksanaannya utamanya dalam proses maupun cara serta parameter penilaian. Walaupun dalam pelaksanaannya seleksi terbuka dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pengisian Jabatan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah namun idealnya pelaksanaan seleksi terbuka hendaknya didasarkan pada Peraturan Pemerintah yang sampai saat ini belum dapat disahkan karena masih dilakukan pembahasan.

Berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang dituangkan dalam bentuk tesis dengan judul Mekanisme Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Melalui Seleksi Terbuka di Kabupaten Kubu Raya

Berdasarkan latar belakang diatas, masih terdapat berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan pengisian jabatan. Adapun beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah tentang pengisian jabatan yang dilaksanakan secara tertutup dirasakan sudah tidak lagi ideal. Dari perumusan masalah tersebut di atas, maka kemudian pertanyaan penelitian adalah bagaimana mekanisme pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama melalui seleksi terbuka di Kabupaten Kubu Raya? Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan serta masukan dalam bentuk karya ilmiah khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengenai pelaksanaan seleksi terbuka dalam pengisian jabatan tinggi pratama dalam rangka pelaksanaan civil service reform di tingkat daerah.