BAB II. KAJIAN TEORiTIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL
5. Media Audio Visual
(a) Pengertian Media Audio Visual
Media merupakan alat bantu yang sangat bermanfaat bagi para siswa dan pendidik dalam proses belajar mengajar. Pada mulanya media pembelajaran hanyalah dianggap sebagai alat untuk membantu guru dalam kegiatan mengajar (teaching aids). Alat bantu mengajar yang mula-mula digunakan adalah alat bantu visual seperti gambar, model, grafis atau benda nyata lainnya. Media visual media yang paling familiar dan sering dipakai oleh guru dalam pembelajaran. Media jenis ini berkaitan denganindera
22
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010), cet. ke-13, hlm.15
23
penglihatan. Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan anatara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkanpada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi. Sekitar pertengahan abad 20 usaha pemanfaatan alat visual mulai dilengkapi dengan peralatan audio, maka lahirlah audio visual pembelajaran.
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yaitu baik media auditif dan media visual. Menurut Yudhi Munadi Media audiovisual adalah media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses.24 Sifat pesan yang dapat disalurkan melalui media dapat berupa pesan verbal dan non verbal yang terlihat layaknya media visual juga pesan verbal dan non verbal yng terdengar layaknya media audio. Pesan visual yag terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program audiovisual seperti film documenter, film drama, dan lain-lain. Semua program tersebut dapat disalurkan melalui peralatan seperti film, video dannjuga televisi dan dapat disambungkan pada alat proyeksi (projectable aids). Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua jenis media baik auditif dan juga visual. Penggunaan audio visual sangat efektif dilakukan dalam hal pemanfaatan alat inderanya adalah yang terbanyak didalam setiap kelas. Artinya peserta didik dapat dan mampu mengikuti pelajaran dengan menggunakan lebih dari satu alat inderanya, yaitu indera pendengaran dan indera penglihatan.
24
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), h.56
(b)Karakteristik dan Manfaat Audio Visual
Media Audio Visual terbagi menjadi dua jenis, yaitu : (1) Media Audio Visual murni
Media ini dilengkapi dengan fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit.
Contoh : Film gerak (movie) bersuara, televisi dan video (2) Media audio visual tidak murni
Media ini hanya berupa slide atau gambar. Biasanya disajikan bersamaan dengan suara dari rekaman kaset. Contoh : Slide, Opaque, OHP.
Media audio visual terutama film dapat memberikan efek yang kuat. Dilihat dari indera yang terlihat media audio visual yang sangat membantu proses pembelajaran efektif. Apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang hanya dapat dibaca saja atau didengar saja. Manfaat dan karakteristik dari media audio visual (film) dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran diantaranya adalah :
(1) Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu
(2) Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu singkat.
(3) Film dapat membawa anak dari negara yang satu kenegara yang lain.
(4) Film dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan. (5) Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat. (6) Mengembangkan pikiran dan pendapat para peserta didik.
(7) Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistik
(8) Sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang.
(9) Film sangat baik menjelaskan suatu proses dan dapat menjelaskan suatu keterampilan dan lain-lain.
(10) Semua peserta didik dapat belajar dari film, baik yang pandai maupun yang kurang pandai.
(11) Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.
(c) Macam-macam media audiovisual
Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu guru dan siswa dalam memahami materi pembelajaran. Berikut ini adalah macam-macam media audiovisual.
a) Film
Film merupakan media yang menyajikan pesan audio visual dan gerak, sehingga memberikan kesan yang impresif dan atraktif bagi penikmatnya. Media film disajikan sebagai media pengajaran untuk mengambil pesan dari alur cerita sesuai dengan tema dan subjek pelajaran yang diajarkan, sehingga anak didik akan dengan mudah memahami dan mengambil pelajaran dari film yang ditonton.
Film animasi dua dimensi atau tiga dimensi dapat digunakan sebagai sarana informasi, pendidikan, dokumentasi maupun hiburan. Film animasi dapat ditayangkan melalui televisi, internet maupun hiburan di rumah, film animasi dapat digunakan untuk presentasi, modeling, documenter, dan lain-lain.25 Kelebihan media film adalah memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata olehsiswa; sangat baik untuk menerangkan suatu proses, mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, lebih realistis, dapat diulang-ulang dan duhentikan sesuai dengan kebutuhan, dan memberikan kesan yang mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa. Selain itu media film juga memberikan hiburan tersendiri bagi anak didik sehingga mereka merasa tidak bosan saat mengikuti sesi pembelajaran tersebut, namun mereka akan mendapatkan pesan yang diajarkan dari media film ini. Sedangkan kekurangan dari media ini adalah harga produksinya cukup mahal,
25
Munir, Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan, (Bandung: Alfabeta,2012), hlm. 10.
pembuatannya memerlukan proses yang lama sehingga menyita banyak waktu dan tenaga, memerlukan penggelapan ruangan, dan pengoperasiannyapun harus dilakukan oleh orang yang khusus. Menurut Ahmad Sabri dikutip dari buku HM. Musfiqon, film dalam pendidikan dan pembelajaran di kelas berguna untuk:
a. Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa. b. Menambah daya ingat pada pelajaran.
c. Mengembangkan daya fantasi anak didik. d. Mengembangkan minat dan motivasi belajar. e. Mengatasi pembatasan dalam jarak waktu. f. Memperjelas dalam jarak waktu.
g. Memperjelas sesuatu yang masuh bersifat abstrak. h. Memberikan gambaran pengalaman yang lebih realistik.26
Film untuk konteks pembelajaran mempunyai banyak jenis yang variatif, diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Film Dokumenter Menurut Heinich dkk dalam Yudhi Munadi, film-film documenter adalah film-film yang dibuat berdasarkan fakta bukan fiksi dan bukan pula memfiksikan yang fakta.37 Point penting dalam film itu, menurutnya adalah menggambarkan permasalahan kehidupan manusia meliputi bidang ekonomi, budaya, hubungan antar manusia, etika dan lain sebagainya. Misalnya, film tentang dampak globalisasi terhadap terhadap sosial budaya di suatu daerah pedalaman, kehidupan nelayan didaerah pesisir, system pendidikan di pesantren dan lain-lain. Film documenter juga bisa menampilkan rekaman penting dari sejarah manusia.
2) Docudrama yakni film-film documenter yang membutuhkan pengadegan. Dengan demikian kisah-kisah yang ada dalam docudrama adalah kisah yang diangkat dari kisah nyata dari kehidupan nyata, bisa diambil dari sejarah. Misalnya, kisah
26Ibid , h. 106
teladan para nabi dan rosul, walisongo, ulama dan tokoh terkenal, dan kisah tentang orang-orang shaleh lainnya.
3) Film drama dan semi drama keduanya melukiskan human relation. Tema-temanya bisa dari kisah nyata dan bisa juga tidak yakni dari nilai-nilai kehidupan yang kemudian diramu menjadi sebuah cerita. Misalnya tentang penyesalan orang kafir, dihukum karena pelit, indahnya hidup damai dan lain-lain.
b) Video
Video merupakan salah satu jenis media audiovisual. Pemanfaatan video dalam proses pembelajaran disekolah bukan lagi sesuatu yang aneh. Saat ini banyak sekolah yang telah memiliki dan memanfaatkan program video pembelajaran disekolah. Sebagai media audiovisual, video dapat menampilkan suara, gambar dan gerakan sekaligus. Sehingga media ini efektif untuk menyajikan berbagai topik pelajaran yang sulit disampaikan melalui informasi verbal. Kemampuan video untuk memanipulasi waktu dan ruang dapat mengajak siswa melanglang buana walaupun dibatasi oleh dinding ruang kelas. Objek-objek yang terlalu kecil, terlalu besar atau objek langka dan berbahaya dapat dihadirkan ke ruang kelas. Bahkan video dapat menghadirkan obyek yang hanya ada dilain benua dan luar angkasa.
Pendeknya, media ini mampu “membawa dunia kedalam
kelas”. Pesan yang dapat disajikan melalui video dapat
bersifat (obyek, kejadian atau informasi nyata), dapat pula bersifat fiktif. Pada mata pelajaran yang banyak empelajari keterampilan motorik, media video sangat diperlukan. Dengan kemampuannya untuk menyajikan gerakan lambat ( slow
motion), maka media ini akan memudahkan siswa
mempelajari prosedur gerakan tertentu secara lebih rinci dan jelas. Sekarang, media ini biasanya dikemas dalam bentuk
VCD ( Video Compact Disk). Media video ini layak kita jadikan salah satu pilihan untuk dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
c) Televisi
Televisi juga merupakan media yang dapat menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audiovisual dengan disertai unsure gerak. Televisi adalah system elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang.
Televisi mampu meningkatkan kemampuan belajar, bukan saja untuk anak-anak, melainkan juga untuk semua tingkatan usia. Harus diingatkan kembali bahwa televisi bagaimanapun hanya
merupakan “alat atau media”. Karena itu dalam proses belajar
mengajar tergantung dari baik buruknya program siaran yang di buat. Menurut Dina Indriana media televisi mempunyai beberapa jenis, yakni:
1) Televisi Terbuka
Televisi terbuka adalah media audiovisual bergerak yang berfungsi menyampaikan pesan melalui pancara gelombang elektromagnetik dari satu stasiun, kemudian pesan tersebut diterima oleh pemirsa melalui pesawat televisi. Media ini sering kali dilihat di rumah-rumah. Media televisi bisa dijadikan sebagai media pembelajaran secara mandiri dirumah bagi anak didik dengan melihat berbagai acara pembelajaran yang ditayangkan di setiap stasiun televisi. Media ini juga bisa dijadikan sebagai media pengajaran secara langsung. Namun demikian, tentu saja ada kendala, yakni mengenai pemilihan waktu pengajaran dengan program acara yang akan dijadikan sebagai media pengajaran. Itupun tergantung pada stasiun televisi tertentu yang akan menayangkan program yang mendidik dan memberikan pembelajaran tertentu pada anak didik. Contoh dari hal ini adalah program Jago Matika di Trans 7 untuk pengajaran matematika yang ditayangkan dipagi hari,
program petualangan atau Discovery Channel, atau program-program acara televisi lainnya.
2) Televisi siaran terbatas/CCTV
Televisi siaran terbatas atau CCTV adalah media audiovisual gerak yang penyampaian pesannya di distribusikan melalui kabel yang sifatnya lokal. Dengan kata lain, kamera televisi mengambil suatu objek di studio, misalnya guru sedang mengajar, kemudian hasil pengambilan gambar tadi didistribusikan melalui kabel ke pesawat televisi atau monitor yang ada di ruangan kelas.
3) Video cassette Recorder (VCR)
Proses rekaman media ini menggunakan kaset video, sedangkan penayangannya bisa dilakukan melalui televisi. Dengan demikian, VCR bisa diputar menggunakan pemutar kaset video yang tampilan visualnya memakai televisi. Karena memakai pemutar video sendiri, maka penayangan VCR di pesawat televisi bisa dilakukan secara berulang-ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga akan mempermudah proses pengajaran dan pembelajaran. Hasilnya, anak didik akan mendapatkan penjelasan yang jauh lebih komprehensif dibandingkan televisi. Selain itu, anak didik langsung bisa merespon pesan yang disampaikan. Guru dapat menerangkan dengan menghentikan tayangan video televisi itu, kemudian melanjutkan kembali tayangan tersebut.
(d)Kelebihan dan kekurangan Media Audiovisual
Media audiovisual mempunyai manfaat dan karakteristik yang berbeda. Selain mempunyai kelebihan-kelebihan, juga mempunyai kelemahan-kelemahan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan media audiovisual.
a. Film
1)Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa.
2)Sangat baik untuk menerangkan suatu proses. 3)Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. 4)Lebih realistis.
5)Dapat diulang-ulang dan dihentikan sesuai kebutuhan.
6)Memberikan kesan yang mendalam yang dapat mempengaruhi sikap siswa.
Menurut Dina Indriana kekurangan media film adalah: 1)Harga produksinya cukup mahal dan bahkan sangat mahal. 2)Pembuatannya memerlukan proses yang lama sehingga menyita
banyak waktu dan tenaga.
3)Memerlukan penggelapan ruangan.
4)Pengoperasiannyapun harus dilakukan oleh orang yang khusus. b. Video
Menurut Yudhi Munadi kelebihan media video banyak kemiripannya dengan media film, diantaranya adalah:
1) Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.
2) Video dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan. 3) Pesan yang disampaikannya cepat dan mudah diingat. 4) Mengembangkan imajinasi peserta didik.
5) Mengembangkan pikiran dan pendapat para siswa. 6) Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran
yang lebih realistis.
7) Sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang.
8) Sangat baik menjelaskan suatu proses dan keterampilan, mampu menunjukkan rangsangan yang sesuai dengan tujuan dan respon yang diharapkan dari siswa.
9) Semua peserta didik dapat belajar dari video, baik yang pandai maupun yang kurang pandai.
11)Dengan video penampilan siswa dapat segera dilihat kembali untuk dievaluasi.27
Menurut Yudhi Munadi kelemahan video adalah:
1) Terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangan materi.
2) Masih sedikit sekali video dipasaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran di sekolah.
3) Produksi video membutuhkan waktu dan biaya yang cukup lama.
c. Televisi
Menurut HM. Musfiqon kelebihan media televisi adalah:
1) Televisi bisa menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi siswa.
2) Televisi dapat membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa melalui penyiaran langsung atau rekaman.
3) Televisi dapat memberikan kepada siswa peluang untuk melihat dan mendengar diri sendiri.
4) Televisi dapat menyajikan program-program yang dapat dipahami oleh siswa dengan usia dan tingkatan pendidikan yang berbeda-beda.
5) Televisi dapat menyajikan visual dan suara yang amat sulit diperoleh dalam dunia nyata. Misalnya ekspresi wajah, dental operation, dan lain-lain.
6) Televisi dapat menghemat waktu guru dan siswa.
7) Televisi merupakan medium yang menarik, modern dan selalu siap diterima oleh anak-anak.
8) Televisi dapat mengikat perhatian sepenuhnya dari penonton. 9) Hampir setiap mata pelajaran dapat di TV-kan.
10)Televisi dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan gurudalam hal mengajar.
27
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Gaung persada Press, 2008), h.56
Menurut HM. Musfiqon kelemahan media televisi adalah: 1. Harga pesawat televisi relatif mahal.
2. Sifat komunikasinya hanya satu arah.
3. Jika akan memanfaatkan di kelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran di sekolah seringkali sulit disesuaikan.
Program diluar kontrol guru.
4. Besarnya gambar di layar relatif kecil dibanding dengan film. 5. Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada
kesempatan untuk memahami pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individual siswa.
6. Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan.