• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Leafleat

Dalam dokumen Penentuan Prioritas Masalah Di Pkm Bareng (Halaman 57-66)

PERENCANAAN PEMECAHAN MASALAH

DAFTAR PUSTAKA

4. Media Leafleat

5. Materi

1. Pengertian MP-ASI

MP-ASI atau Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI diberikan mulai usia 6-24 bulan. Semakin meningkat usia bayi/anak, kebutuhan akan zat gizi semakin bertambah karena tumbuh kembang, sedangkan ASI yang dihasilkan kurang memenuhi gizi. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secra bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak.

Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang pesat pada periode ini. Bertambah umur bayi, bertambah pula kebutuhan gizinya. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan ke atas, beberapa elemen nutrisi seperti karbohidrat, protein, dan beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI atau susu formula tidak lagi mencukupi. Sebab itu sejak usia 6 bulan, kepada bayi selain ASI mulai diberi makananpendamping ASI (MP-ASI) agar kebutuhan gizi bayi/anak terpenuhi.

Dalam pemberian MP-ASI perlu diperhatikan waktu pemberian MP-ASI, frekuensi porsi, pemilihan bahan makanan, cara pembuatan dan cara

pemnberiannya. Disamping itu perlu pula diperhatikan pemebrian makanan pada waktu anak sakit dan bila ibu bekerja diluar rumah. Pemberian MP-ASI yang tepat diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi bayinya, namun juga merangsang keterampilan makan dan meranmgsang rasa percaya diri.

Setelah usia 6 bulan, ASI hanya memenuhi 60-70% kebutuhan gizi bayi. Jadi bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pemeberian makanan padat pertama ini harus memperhatikan kesiapan bayi, antara lain keterampilan motorik, keterampilan mengecap, dan mengunyah, plus penerimaan terhadap rasa dan bau. Oleh karena itu pemberian makanan padat pertama perlu dilakukan secara bertahap. Misalnya, untuk melatih indra pengecapnya, berikan bubur susu atau rasa dulu, baru kemudian dicoba yang multi rasa.

Disini kami akan membahas mengenai cara pengenalan yang baik pemberian makanan pendamping ASI kepada bayi mengingat organ pencernaan bayi yang belum sempurna seperti orang dewasa, sehingga jika salah memberikan pengenalan makanan bayi ini dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada bayi seperti terjadinya sembelit atau perut kembung.

Memberikan MP-ASI sebaiknya diberikan secra bertahap, baik dilihat dari jenis makanannya, tekstur dan jumlah porsinya. Kekentalan makanan bayi dan jumlah harus disesuaikan dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi harus diberi makanan semi padat, sedangkan makanan padat diberikan ketika bayi sudah mulai tumbuh gignya.

Porsi makanan juga berangsur, mulai dari satu sendok hingga sesuai dengan porsi bayi. Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya pisang, alpukat, dan pepaya. Kemudian setelah diberi makanan bayi tersebut, perhatikan respon dari bayi, apakah bayi menerima makanan yang diberikan atau tidak. Jika bayi menolak, biasanya dengan cara memuntahkan makanan, jangan dipaksakan, berikan makanan bayi pendamping lainnya. Biasanaya bayi lebih menyukai makanan yang rasanya manis, oleh karena itu berikan makanan bayi seperti buah-buahan pada ujung loidah dan sayuran pada bagian tengah. Utamakan pemberian sayuran diabnding buah-buahan, karena citarasa sayuran cenderung langu dan kurang dinikmati bayi. Jikalau terus-menerus bayi dikenalkan

2. Persyaratan MP-ASI

Kriteria yang harus dimiliki oleh MP-ASI: a Nilai gizi dan kandungan proteinnya tinggi

b Memiliki nilai suplementasi yang baik, mengandunng vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup

c Dapat diterima oleh bayi dengan baik

d Sebaiknya dapat diproduksi dari bahan-bahan yang tersedia secara alami e Bersifat pada gizi (kandungan serta kasar/bahana lain sukar dicerna terlalu banyak justru akan mengganggu pencernaan hati)

3. Cara Pemberian MP-ASI pada bayi

a Berikan secra hati-hati sedikit demi sedikit dari bentuk encer kemudian yang lebih kental secara berangsur-angsur.

b Makanan diperkenalkan satu-persatu sampai bayi benar-benar dapat menerimanya.

c Makanan yang dapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir dan harus dicoba sedikit demi sedikit misalnya telur, cara pemberiannya kuningnya lebih dahulu setelah tidak ada reaksi alergi, maka hari berikutnya putihnya. d Pada pemeberian makanan jangan dipaksa, sebaliknya diberikan pada waktu lapar (Notoatmodjo, 1998:138)

e Jangan memberikan makanan pendamping dekat dengan waktu menyusui.

f Berikan makanan yang bervariasi agar tidak bosan.

4. Indikator bahwa bayi siap untuk menerima makanan padat

a Kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk tegak tanpa disangga.

b Menghilangnya refleks menjulurkan lidah

c Bayi mampu menunjukkan anggota tubuhnya kedepan untuk menunjukkan rasa lapar, dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan

5. Beberapa masalah pada pemberian MP-ASI

Dari hasil beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan penanganan tidak hanya, tetapi dengan pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan masyarakat, selain itu ibu-ibu kurang menyadari bahwa setelah bayi berumur 6 bulan memerlukan MP-ASI dalam jumlah dan mutu yang semakin bertambah, sesuai dengan pertambahan umur bayi dan kemampuan alat cernanya.

6. Beberapa permasalahandalam pemberian makanan bayi/anak umur 0-24 bulan a Pemberian makanan pralaktal (makanan sebelum ASI keluar) makanan pralaktal adalah jenis makanan seperti arir kelapa, air tajin, aor teh, madu, pisang, yang diberikan pada bayi yang baru lahir sebelum ASI keluar. Hal ini mengganggu keberhasilan menyusui.

b Kolostrum yang dibuang, kolostrum adalah ASI yang keluar pada hari-hari pertama, kental dan berwarna kekuning-kuningan. Masih banyak ibu-ibu yang tidak memberikan kolostrum pada bayinya. Kolostrum menegndung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan mengandung zat gizi tinggi. Oleh karena itu kolostrum jangan dibuang.

c Pemberian MP-ASI terlalu dini atau terlambat (sebelum bayi berumur 6 bulan) menurunkan konsumsi ASI dan ganggu pencernaan/diare. Kalau pemberian MO-ASI terlambat bayi sudah lewat usia 6 bulan dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan anak.

d MP-ASI diberikan pada periode 6-24 bulan sering tidak tepat dan tidak cukup baik kualitas maupun kuantitasnya. Adanya kepercayaan bahwa anak tidak boleh makan ikan dan kebiasaan tidak menggunakan santana atau minyak pada makanan anak dapat menyebabkan anak menderita kurang gizizi terutama energi dan protein serta beberapa vitamin yang penting yang larut dalam lemak. e Pemberian MP-ASI sebelum ASI, berarti kemampuan bayi utnuk

f Frekuensi pemberian MP-ASI kurang, berakibat kebutuhan anak kurang terpenuhi.

g Pemberian ASI terhenti karena ibu bekerja 7. Contoh jenis-jenis MP-ASI

Umur 6 bulan : ASI, bubur lunak/ sari buah, bubut tepung beras. 1-2x/hari Umur 7 bulan : ASI, buah-buahan, biskuit, sayuran, air tajin. 1-2x/hari Umur 9 bulan :ASI, buah-buahan, bubur/roti, sari buah tanpa gula. 1-2x/hari Umur 12 bulan/lebih : Makanan pada umunya termasuk telur dengan kuningya,

buah-buahan, dll. 1-2x/hari.

(www.google.co.id/midewife_ipeah: SAP MP-ASI, akses tanggal 6 Januari 2011)

6. Evaluasi

Pertanyaan dari audien dan menjawab pertanyaan 1. Mengapa anak saya umur 3 tahun susah makan?

Jawaban:

- Ibu bisa memfariasikan menu makanan, sekreatif mungkin bentuk dan tampilan makanan agar anak tertarik untuk makan,anak dilatih ngemil disela sela jam makan bisa dengan buah (pisang,pepaya,jeruk dll), biskuit, dan makanan ringan lainnya tapi jangan makan snack terlalu sering.

- Bisa memberikan suplemen penambah nafsu makan.

2. Mengapa anak saya setelah makan telur horn kok bisulan? Jawaban:

- Anak ibu berarti alergi dengan telur horn jadi bisa makan telur selain telur horn seperti telur bebek, telur ayam kampung.

3. Mengapa anak saya minum ASI tapi kok sakit-sakitan, katanya ASI mengandung kekebalan tubuh?

Jawaban:

- Ibu anak sakit-sakitan itu bisa disebabkan oleh keadaan lingkungan yang tidak indusif seperti lingkungan yang kotor, kumuh, dan lembab.

- Pola hidup orang-orang disekitar bayi seperi perokok, keluarga yang juga mengidap penyakit menular (TBC,Hepatitis B).

- Keadaan cuaca yang buruk seperti setelah musim hujan tiba-tiba berganti musim panas.

4. Mengapa anak saya susah BAB?

- Itu berarti anak ibu kurang makanan serat, nah makanan berserat itu ada di sayuran dan buah. Jadi agar anak ibu tidak susah buang air besar ya harus makan makanan yang mengandung banyak serat.

FORMAT UNDANGAN PELAKSANAAN USG DAN CARL

Jombang, 05 Januari 2011 Perihal : Undangan Rapat

Lamp :

-Kepada

Yth. Bapak/Ibu di tempat

Sehubungan dengan dilaksanakannya presentasi mengenai pelaksanaan penyusunan USG dan CARL dalam manajemen organisasi di Puskesmas Bareng, dengan ini kami mengundang Bapak/ibu pada :

Hari / Tanggal : Rabu, 05 Januari 2011

Tempat : Ruang pertemuan Puskesmas Bareng Waktu : Pukul 10.30 WIB

Dikarenakan besarnya manfaat yang didapat dalam acara tersebut, maka kami sangat mengharapkan kesedian dan partisipasi Bapak/ibu sekalian untuk menghadiri acara presentasi tersebut.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatian dan dukungannya, kami ucapkan banyak terima kasih.

Hormat Kami Mahasiswa semester 5

Dalam dokumen Penentuan Prioritas Masalah Di Pkm Bareng (Halaman 57-66)

Dokumen terkait