• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Loker Peralatan Belajar Peserta didik

Setiap peserta didik pasti mempunyai peralatan belajar berupa buku atau peralatan sekolah. Seharusnya, setiap peserta didik mempunyai loker khusus dan setiap peserta didik memegang kunci loker tersebut sehingga peserta didik tidak perlu membawa pulang semua peralatan belajarnya.

b. Pojok Buku Kelas

Pojok buku kelas adalah tempat meletakkan buku-buku yang bisa dinikmati oleh seluruh penghuni kelas. Buku-buku ini bisa didapatkan dari perpustakaan sekolah yang bisa diganti secara teratur sebulan sekali atau dari peserta didik dan guru yang membawanya dari rumah. Buku-buku tersebut pastikan diminati sehingga dapat dibaca oleh peserta didik ketika ada masa jeda.

c. Majalah Dinding

Majalah dinding mempunyai banyak fungsi seperti untuk memasang kosakata baru yang dipelajari setiap minggu dalam pelajaran Bahasa Indonesia, memajang karya-karya peserta didik, seperti cerita pendek, resensi, puisi, dan sebagainya. Hal lain yang tidak kalah penting dari majalah dinding adalah fungsinya sebagai wahana informasi berkenaan dengan kegiatan-kegiatan sekolah.

2. Sumber Belajar Daring

a. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia:

https://www.perpusnas.go.id/

b. Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

https://perpustakaan.kemdikbud.go.id/

c. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki bahan literasi berjenjang untuk peserta didik PAUD hingga SMA:

http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/

d. Kanal YouTube Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa:

https://www.youtube.com/channel/UCb5o3hDhdhYpMlqFBCsk8jg e. Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

http://repositori.kemdikbud.go.id/

f. Rumah Belajar: https://belajar.kemdikbud.go.id/

g. Harian Kompas: https://kompas.id/

h. Cerpen Kompas Minggu:

https://kompas.id/kategori/sastra/cerpen-hiburan/

i. Kanal YouTube Teater Koma:

https://www.youtube.com/channel/UCBbvCVNbfkTKJC-lUWPleLg j. CNN Indonesia TV:

https://www.cnnindonesia.com/tv#livestreaming

I. Proyek di Kelas XI

Penilaian berupa proyek di kelas XI memadukan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dengan kegiatan yang memadukan kolaborasi antarpeserta didik atau kelompok peserta didik. Dalam proyek ini, peserta didik berpartisipasi memecahkan permasalahan, membahas topik tertentu yang aktual, atau bekerja sama dalam berkreasi mencipta sebuah karya. Proyek kelas XI dapat bersifat lintas mata pelajaran karena memang keterampilan berbahasa tidak bisa dilepaskan dari bidang lain.

Berikut ini beberapa alternatif proyek di kelas XI yang biasanya menjadi bagian penutup dari pembahasan setiap bab. Walaupun begitu, tidak tertutup kemungkinan guru dan peserta didik dari berbagai daerah mengadaptasi atau membuat proyek yang sesuai dengan kebutuhan di lingkungan sekolah, kekhasan budaya di tempat tinggal peserta didik, atau minat peserta didik.

1. Bab 1 Membuat Poster

Pada bab 1 ini peserta didik akan membuat poster untuk mem-promosikan produk pangan lokal yang menjadi tema pada bab ini.

Ingatkan peserta didik tentang unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam membuat poster, seperti pemilihan warna, penempatan gambar, serta penyusunan kalimat persuasif. Setelah itu, ajaklah peserta didik berdiskusi tentang produk pangan lokal yang ada di daerah sekitar mereka yang belum banyak diketahui oleh orang tentang berbagai potensi produk pangan yang sehat dan bergizi. Promosikan produk tersebut dalam bentuk poster sehingga masyarakat mengetahui produk pangan lokal yang berasal dari daerah peserta didik..

2. Bab 2 Membuat Vlog

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, internet, dan media sosial, banyak orang menggunakan kanal YouTube untuk membagikan informasi, memperkenalkan produk tertentu, atau mengajak orang lain melakukan sesuatu. Mereka disebut vlogger atau naravlog, yaitu orang-orang yang membuat vlog dan diunggah di kanal YouTube.

Pastikan peserta didik memahami hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat vlog yang baik, perhatikan tahap persiapan terutama pemilihan konten dan tema yang spesifik sehingga jelas tujuannya.

Peserta didik akan membuat vlog secara berkelompok dengan mendokumentasikan dan membagi informasi tentang tema yang berhubungan dengan bab 2, yaitu tentang inovasi. Ajak peserta didik mengenali inovasi yang dilakukan oleh orang-orang muda di lingkungan sekolah, tempat tinggal, atau dari daerah peserta didik berasal. Setelah menemukan inovasi yang menarik, peserta didik akan membuat vlog untuk memperkenalkan hal tersebut kepada khalayak umum.

3. Bab 3 Menulis Cerita Pendek

Proyek untuk bab 3 adalah proyek individual. Bentuk proyek individual ini, yaitu peserta didik menulis cerita pendek dengan tema yang bisa diambil dari fakta atau kejadian sehari-hari yang mereka temui. Guru harus memastikan tentang hal-hal utama yang ada pada cerita pendek dan struktur penulisan cerita pendek. Untuk penentuan tema cerita pendek, ajak peserta didik untuk peka melihat fakta-fakta atau kejadian yang dia alami atau dialami oleh orang lain. Fakta-fakta dan kejadian ini dapat diangkat menjadi sebuah kisah cerita pendek. Untuk menulis cerita pendek ini memang dibutuhkan daya kreativitas dalam mengangkat fakta kehidupan sehari-hari ke dalam bentuk cerita fiksi. Setelah proyek individu menulis cerita pendek selesai, setiap peserta didik akan menulis resensi berdasarkan cerita pendek yang dibuat oleh temannya. Daya kritis peserta didik dibutuhkan untuk menilai karya milik temannya dengan mengacu kepada aturan penulisan resensi.

4. Bab 4 Menulis Puisi Berdasarkan Cerita Pendek yang Dibaca

Salah satu bentuk karya sastra adalah puisi. Peserta didik akan diajak membuat proyek menulis puisi yang ide dan gagasannya diambil dari cerita pendek yang dibaca. Guru akan memperkenalkan ciri-ciri dan karakteristik karya puisi dibanding dengan bentuk karya sastra yang lain, seperti prosa. Kemudian, peserta didik akan membaca sebuah cerita pendek dan mengidentifikasi tema dan pesan dari cerpen tersebut. Tema dan pesan yang dibahas dalam cerpen tersebut akan digunakan sebagai tema dalam menulis puisi. Ingatkan peserta didik tentang unsur-unsur puisi sebelum mereka menulis puisi tersebut. Selanjutnya, peserta didik akan bekerja dalam kelompok untuk membuat musikalisasi puisi.

5. Bab 5 Membuat Pementasan Drama Kelas

Proyek ini akan melibatkan seluruh kelas sehingga bisa dikatakan sebagai produksi kelas (class production). Bentuk produksi kelas berupa membuat pertunjukan drama berdasarkan cerita pendek yang diberikan. Pastikan peserta didik bisa bekerja sama dan berbagi peran dalam mempersiapkan proyek ini. Pastikan pula setiap peserta didik dari kelas tersebut berkontribusi dalam persiapan pertunjukan ini.

Ide, gagasan, dan kreativitas seluruh peserta didik sangat diperlukan

sehingga kelas bisa tampil maksimal dalam proyek ini. Hal utama yang harus dilakukan guru adalah menjelaskan dengan baik langkah-langkah yang harus peserta didik kerjakan dan rubrik penilaian yang digunakan sehingga peserta didik mengerti sejauh mana ekspektasi yang diinginkan guru.

6. Bab 6 Menulis Karya Ilmiah

Untuk proyek pada bab 6 ini, secara berkelompok peserta didik akan membuat laporan karya ilmiah yang menampilkan tema tentang kekayaan flora dan fauna Indonesia. Guru menekankan definisi karya ilmiah, strukturnya, dan kaidah-kaidah yang harus diikuti sehingga dapat disebut sebagai karya ilmiah. Dalam pemilihan tema, peserta didik dapat mengambil kekayaan flora dan fauna yang ada di daerah masing-masing yang belum terlalu dikenal di daerah lain sehingga orang akan mengetahui bagaimana kekayaan hayati dari berbagai daerah di Indonesia.