• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. Definisi Operasional

2. Media Pembelajaran

a. Definisi Media Pembelajaran

Kata “media” berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah” atau “pengantar”. Secara harfiah bahasa tersebut mempunyai pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan (Azhar, 2011: 3). Kemudian telah banyak pakar organisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian media. Beberapa diantaranya mengemukakan bahwa media adalah sebagai berikut (Susilanan & Cepi, 2007: 5):

1) Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru. 2) National Education Asociation (NEA) memberikan batasan

bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya.

3) Briggs berpendapat media merupakan alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar.

4) Segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk penyaluran pesan.

5) Berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

6) Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, kemauan siswa untuk belajar.

Berdasarkan kedua pendapat di atas, bahwasannya media adalah pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan supaya terjadi proses pembelajaran.

Menurut Sukmadinata (2003: 155) belajar adalah pengalaman yang berbentuk interaksi dengan orang lain atau lingkungannya. Lebih lanjut menurut Susilanan & Cepi (2007: 1) mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan sumber untuk belajar.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran itu adalah suatu proses atau usaha untuk mengorganisasikan dan membimbing siswa dalam proses belajar.

“Media pembelajaran merupakan wadah dari pesan, materi yang ingin disampaikan adalah pesan pembelajaran, tujuan yang ingin dicapai ialah proses pembelajaran (Rudi & Cepi, 2007:7). Sedangkan, menurut Rossi dan Breidle mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainya (Sanjaya, 2012: 204).

Media pembelajaran adalah alat atau materi lain yang menyajikan bentuk informasi secara lengkap dan dapat menunjang proses belajar mengajar. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa media pembelajaran tidak hanya berupa buku, alat peraga, pengeras suara, melainkan meliputi semua alat atau materi lain yang

19

menyajikan bentuk informasi secara lengkap dan dapat menunjang proses belajar mengajar.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tentang media pembelajaran dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tercapainya proses pembelajaran dan menyajikan bentuk informasi secara lengkap dan dapat menunjang proses belajar mengajar.

b. Klasifikasi dan Jenis Media Pembelajaran

Menurut Sanjaya (2012: 211-212) mengatakan media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya.

1) Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam:

a) Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio dan rekaman suara.

b) Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Media ini misalnya film slide, foto, transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis.

c) Media audiovisual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua unsur jenis media yang pertama dan kedua.

2) Dilihat dari kemampuan jangkauannya, media dibagi ke dalam: a) Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak

seperti radio dan televisi. Melalui media ini siswa dapat mempelajari hal-hal yang kejadian-kejadian yang faktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruang khusus. b) Media yang memiliki daya liput yang terbatas oleh ruang dan

waktu, seperti film slide, film, video, dan lain sebagainya. 3) Dilihat dari cara atau teknik pemakainnya, media dibagi ke

dalam:

a) Media yang diproyeksikan, seperti film, slide, film strip, transparansi, dan lain sebagainya. Jenis media yang demikian memerlukan proyeksi khusus, seperti film projector untuk

memproyeksikan film slide. Over Head Projector (OHP) untuk memproyeksikan transparansi. Tanpa dukungan alat proyeksi semacam ini, maka media semacam ini tidak akan berfungsi.

b) Media yang tidak diproyeksikan, seperti gambar, foto, lukisan, radio, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Media Pembelajaran menurut Leshin, Pollock & Reigeluth (dalam Arsyad, 2011: 36) mengklasifikasikan media ke dalam lima kelompok, yaitu:

1) Media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main-peran, kegiatan kelompok, Field-Trip).

2) Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan, alat bantu kerja dan lembaran lepas).

3) Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, slide).

4) Media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tipe, televisi).

5) Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer, intraktif video, hypertext).

Klasifikasi dan jenis media dari beberapa penjelasan di atas dapat dibagi ke dalam 3 bentuk, yaitu media audio, visual, dan audio visual. Penggunaan satu media dalam proses pembelajaran belum cukup, untuk itu kita harus bisa mengkombinasikan pemakaian media supaya penyampaian materi pelajaran yang lebih efektif. Media yang dikembangkan oleh peneliti adalah media visual dalam bentuk media cetak berupa media pembelajaran buku saku (pocket

book) matematika.

c. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran

Menurut Rudi & Cepi (2007: 9) mengatakan bahwa kegunaan media pembelajaran sebagai berikut:

1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.

2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga dan daya indera. 3) Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara

murid/siswa dengan sumber belajar.

4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, ouditori dan kinestiknya.

21

5) Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.

6) Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke dalam lingkungan belajar. Misalnya guru menjelaskan dengan menggunakan gambar atau program televisi tentang binatang-binatang buas seperti gajah, jerapah, dinosahurus, dan seterusnya.

7) Menampilkan objek yang terlalu besar seperti kapal laut, pesawat terbang, pasar, candid dan sebagainya.

Kontribusi Media dalam proses pembelajaran Rudi & Cepi (2007: 9):

1) Pembelajaran dapat lebih menarik.

2) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar.

3) Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar. 4) Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek. 5) Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.

Menurut Sanjaya, (2012: 207-208) mengatakan bahwa fungsi dan peran media pembelajaran sebagai berikut:

1) Menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu. 2) Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek tertentu.

3) Menambah gairah dan motivasi belajar siswa media pembelajaran memiliki nilai praktis.

Selain itu, menurut Munadi (2013: 36) mengatakan bahwa fungsi media pembelajaran sebagai berikut: 1) media pembelajaran berfungsi sebagai sumber belajar, 2) fungsi semantik yaitu media dalam menambah perbendaharaan kata (simbol verbal) yang makna atau maksudnya benar-benar pahami anak didik (tidak verbalistik), 3) fungsi manipulatif didasarkan pada ciri-ciri (karateristik) umum yang dimilikinya berdasarkan dua kemampuan yakni mengatasi batas-batas ruang dan waktu dan mengatasi keterbatasan inderawi, 4) fungsi psikologis, dan 5) fungsi sosio-kultural.

Dari dua pendapat di atas fungsi media pembelajaran adalah secara umum sebagai sumber belajar agar siswa benar-benar paham dan menambah gairah serta motivasi dalam proses pembelajaran.

Menurut Arsyad (2011: 26-27) manfaat dari media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: 1) media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil belajar, 2) media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi, 3) media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu, 4) media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan.

Manfaat media pembelajaran menurut peneliti secara umum berdasarkan uraian di atas untuk menangkap suatu objek dan memberi ransangan kepada siswa agar menimbulkan gairah belajar siswa dan informasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Media pembelajaran yang dikembangkan harus bisa membantu guru dalam menyampaikan materi dan memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru.

d. Prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media

Sanjaya (2012: 224) mengatakan ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan media, diantaranya :

1) Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 2) Pemilihan media harus berdasarkan konsep yang jelas.

3) Pemilihan media harus disesuaikan dengan karateristik siswa. 4) Pemilihan media harus sesuai dengan gaya belajar siswa serta

gaya dan kemampuan guru.

5) Pemilihan media harus sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.

Prinsip pokok penggunaan media pembelajaraan yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering

23

media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. (Sanjaya, 2012: 226)

Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran yang dikembangkan harus sesuai dengan krteria pemilihan dan penggunaan media. Berdasarkan uraian di atas pemilihan dan penggunaan media yang dikembangkan harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, konsep yang jelas, dan dipandang dari sudut kebutuhan siswa.

e. Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran

Menurut Arsyad (2011: 38-39) mengatakan media

pembelajaran yang berupa media cetak juga mempunyai kelebihan media pembelajaran berupa media cetak adalah:

1) Siswa dapat belajar dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing.

2) Di samping dapat mengulangi materi dalam media cetakan siswaakan mengikuti urutan pikiran secara logis.

3) Perpaduan teks dan gambar dalam halaman cetak sudah merupakan hal lumrah, dan ini dapat menambah daya tarik, serta dapat memperlancar pemahaman informasi yang disajikan dalam dua format, verbal, dan visual.

4) Meskipun isi informasi media cetak harus diperbaharui dan direvisi sesuai dengan perkembangan dan temuan-temuan baru dalam bidang ilmu itu, materi tersebut dapat direproduksi dengan ekonomis dan distribusikan dengan mudah.

Dari pendapat Arsyad (2011: 77-78) setiap media pembelajaran juga ada memiliki kekurangan media pembelajaran berupa media cetak yaitu:

1) Sulit menampilkan gerak dalam halaman media cetakan.

2) Biaya pencetakan akan mahal apabila ingin menampilkan ilustrasi, gambar, atau foto yang berwarna warni.

3) Proses pencetakan yang lama dikarenakan kerumitan informasi pada hal cetakan.

4) Pembagian pelajaran dalam media cetak harus dirancang sedemikian rupa sehingga tidak membosankan bagi siswa. 5) Jika tidak dirawat dengan baik , media cetakan cepat rusak atau

Dari penjabaran media pembelajaran di atas, maka salah satu media pembelajaran yang bisa dijadikan sebagai penunjang untuk proses pembelajaran adalah pocket book matematika.

3. Buku saku (Pocket book)

Dokumen terkait