commit to user BAB IV
3. Media Luar Ruang
commit to user
Media luar ruang yang digunakan oleh English First (EF) Solo berupa midi board, umbul-umbul, spanduk, banner, poster serta menyebar brosur. Media tersebut ditempatkan di tempat-tempat strategis sehingga akan terlihat dengan jelas.
Ike Suryo Koesumo menjelaskan sebagai berikut:
“Untuk media luar ruang ada flayer, brosur, kemudian poster juga kita cetak untuk dipasang di sekolah-sekolah. Untuk midi board kita ada 8 titik, tempatnya di perempatan pasar kembang, perempatan pasar legi, depan sekolah St. Yosef serta beberapa di titik lain.”
Model promosi dengan media luar ruang cukup efektif, terutama sebagai fungsi untuk mengingatkan karena sifatnya yang tersebar dan tidak terkonsentrasi pada satu tempat; fleksibel; pembeberan bisa berkali-kali; biaya murah dan persaingan sedikit (Kolter, 1992:297).
Namun, selain memiliki kelebihan, media luar ruang juga memiliki kekurangan seperti yang diungkapkan oleh Renald Kasali (1995:141) sebagai berikut:
1. Papan reklame efektif bagi pengendara sepeda motor.
2. Papan reklame efektif bagi mereka yang duduk di jok depan kendaraan roda empat.
3. Papan reklane menjadi sangat efektif di negara maju, karena lebih banyak orang mengemudikan sendiri kendaraannya.
4. Di Indonesia, sopir terekspos oleh papan reklame, sedang bos baca Koran.
5. Bis dan kendaraan umum lainnya tidak memberikan ruang pandang yang cukup bagi penumpangnya.
Pemasangan media luar ruang ini haruslah sesuai dengan peraturan yang ada seperti yang diungkapkan oleh Renald Kasali (1995:136) berikut ini:
“ Pada prinsipnya izin dari Pemerintah Daerah untuk media luar ruang komersial mempersyaratkan lokasi dan penyelenggaraan yang harus
commit to user
memenuhi syarat-syarat 7K: keindahan, kesopanan, ketertiban umum, kesusilaan, keagamaan, kesehatan, dan kebersihan.”
Dengan mentaati peraturan yang ada, maka media luar ruang yang digunakan oleh English First (EF) Solo akan lebih menarik khalayak dan akan mampu membentuk citra positif bagi perusahaan.
Untuk penggunaan media luar ruang ini digunakan brosur, poster, standing banner, midi board serta umbul-umbul.
Selama penelitian pada bulan April-Juli 2010, penggunaan media luar ruang adalah sebagai berikut:
Brosur
Pembagian brosur pada tanggal 19 Juli 2010 di SMAN 1 Surakarta, SMAN 3 Surakarta, SD Shifa Budi Surakarta, Singaphore Piaget Accademy dan juga SMPN 5 Surakarta.
Bilboard
Pemasangan billboard di Jalan Slamet Riyadi pada tanggal 25 Juli 2010 berisikan akan dibukannya kelas baru.
Poster.
Pemasangan poster di hamper seluruh sekolah di Surakarta pada bulan Mei 2010.
Midi Board
Midi board dipasang di delapan titik strategis seperti di perempatan pasar kembang, perempatang pasar legi, depen sekolah St. Yosef dan sebagainya.
commit to user
Standing Banner
Standing banner selalu ditempatkan di pintu masuk gedung English First (EF) Solo. selain itu juga saat mengadakan open boad ataupun menjadi sponsor di sekolah. Open boat diadakan pada:
April : SMA Warga (1 April), SD 1 (8 April).
Mei : SMPN 1 (3 Mei), SMAN 4 (27 Mei).
Juni : TK Al Firdaus (3 Juni).
Juli : -
Sedangkan untuk menjadi sponsor, selama bulan April-Juli diadakan pada:
April : St. Yosef (10 April) Mei : SMAN 2 (15 Mei) Juni : SMAN 3 ( 5 Juni) Juli : SMP 6 (31 Juni)
Umbul-umbul
Selama penelitian, umbul-umbul dipasang sepanjang jalan di dekat English First (EF) Solo pada tanggal 25-30 Juli 2010.
Dari media iklan yang digunakan, baik media cetak, elektonik maupun media luar ruang, diharapkan akan mampu mencitrakan English First (EF) sebagai lembaga kursus Bahasa inggris yang terbesar dan terdepan. Sebuah perusahaan haruslah sering mengiklankan produknya. Hal ini akan berguna untuk membentuk pola pikir masyarakat tentang produk tersebut dan membentuk citra yang positif bagi perusahaan.
commit to user
Dari ketiga media iklan tersebut, English First (EF) Solo lebih menekankan kepada media luar ruang untuk pemasangan iklannya. Memang benar, menurut yang disampaikan oleh pihak English First (EF) Solo media iklan yang paling efektif adalah media iklan luar ruang.
Penjualan Pribadi
Penjualan pribadi adalah aktivitas promosi yang dilaksanakan dengan mengadakan interaksi secara langsung kepada calon konsumen dengan maksud agar melakukan transaksi.
Penjualan pribadi ini memiliki keunggulan kita bisa langsung mengetahiu respon dari konsumen tentang produk yang kita tawarkan. Dengan begitu, kita bisa langsung mengambil inisiatif tindakan untuk menyesuaikan dengan respon tersebut. Penjualan pribadi lebih fleksibel karena kita bisa langsung tahu seperti apa keinginan konsumen karena kita behadapan langsung.
Yang termasuk dalam kategori personal selling ini adalah: door to door selling, mail order, telephone selling dan direct selling (Gitosudarmo, 1994: 240).
Personal selling di English First (EF) Solo, kebanyakan dilakukan oleh Customer service atau yang disebut Course Counsultant. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan yang disampaikan oleh Novika Intan Permata, sebagai berikut:
“Kita lebih cenderung ke telepon atau memberi penjelasan pada customer yang datang langsung ke English First (EF) Solo tentang program kita.”
Penjualan pribadi ini akan sangat terasa berguna saat menanggapi complain dari pelanggan. Sehingga perusahaan bisa langsung menanggapi
commit to user
komplain yang ada dan secara otomatis akan timbul kepercayaan yang besar apabila komplain tersebut bisa segara ditangani dengan baik. Seperti yang dikatakan oleh Philip Kotler (1995:342):
“Penjualan personal juga merupakan alat yang paling efektif pada tahap-tahap tertentu dalam proses pembelian, misalnya dalam tahap-tahap pendididkan-pembeli, negosiasi dan tahap penutupan penjualan.”
Penjualan pribadi yang dilakukan di English First (EF) Solo berupa telephone selling dan pelayanan langsung ketika konsumen datang.
Sukses tidaknya pemasaran, bisa dilihat dari respon masyarakat yang didapatkan. Misalnya saat memasang iklan dengan media baliho, aka nada yang merespon lewat telepon. Untuk penelepon yang hanya sekedar menanyakan informasi saja, sudah dimasukkan dalam prospektif customer.
Pihak English First (EF) Solo selalu menekankan setiap ada yang menelepon, untuk dimintai datanya. Hal ini dimaksudkan agar bisa dihubungi ketika ada promo program.
Untuk jumlah siswa yang ditargetkan dalam tiga bulan adalah antara 30-50 siswa. Marketing lebih kepada menjaring calon konsumen sebanyak-banyaknya, sedangkan Course Consultant lebih kepada sales.
Dalam hal ini diperlukan customer service yang memenuhi standar agar pelayanan yang diberikan maksimal.
Publisitas
Publisitas adalah sejumlah infornasi yang disebarluaskan ke masyarakat dengan cara membuat berita.
commit to user
Suatu stimulasi non-personal terhadap permintaan suatu produk, jasa atau unit dagang dengan menyebarkan berita-berita komersial yang penting mengenai kebutuhan akan produk tertentu di suatu media yang disebar-sebarkan atau menghasilkan suatu sosok kehadiran yang menarik mengenai produk itu di radio, televise atau panggung yang tidak dibayar oleh pihak sponsor (Kotler, 1992:242).
Sedangkan tujuan publisitas adalah menyampaikan pesan kepada khalayak untuk memelihara image dari perusahaan. Seorang pelaksanan promosi haruslah bisa melakukan tugas publisitas dengan baik (Kotler, 1992:328):
“Memastikan tersedianya ruang editorial, yaitu ruang yang bukan ruang bertarif, di semua media yang dibaca, ditonton atau didengarkan oleh konsumen atau calon konsumen, untuk dipakai dengan tujuan spesifik membantu mencapai sasaran-sasaran penjualan.”
Publisitas yang dilakukan oleh English First (EF) Solo adalah publisitas murni, yaitu dengan mengaktifkan dan mengharmoniskan hubungan dengan kalangan pers.
“Pure publicity (publisitas murni) yaitu bentuk publisitas yang sama dengan nilai berita (news) yang muncul di media pers. Misalnya pihak PR mengeluarkan news atau press release, dan termasuk ada suatu kegiatan event atau peristiwa tertentu mengandung nilai berita yang kemudian diberitakan (atas inisiatif) oleh media pers bersangkutan (Ruslan, 2000:5).
Kerjasama yang dibangun antara English First (EF) Solo dan media-media ini cukup efektif. Kerjasama yang terbangun dalam bentuk mengenal sesama institusi. English First (EF) Solo memperkenalkan diri kepada media dengan cara datang ke media. Selama penelitian pada bulan April-Juli 2010, pihak English First (EF) Solo mendatangi Solo Pos dan Solo Radio sebanyak satu kali pada bulan Mei 2010. Sedangkan pihak media diundang untuk meliput event
commit to user
sebanyak satu kali pada bulan April untuk meliput acara Kartini Day. Setiap kali ada kegiatan, diajukan press release. Diundang saat aka nada event, hal ini akan terbentuk hubungan yang saling menguntungkan. Pihak media mendapatkan berita dan pihak English First (EF) Solo mendapatkan publikasi.
Khusus untuk Solo Radio, English First (EF) Solo akan menjadi sponsor setiap kali diadakan acara.
Event yang diadakan English First (EF) Solo pada tahun 2010 ini antara lain: spelling bee, kartini day, helloween party, Valentine’s day, Life Club, Sumer fun dan sebagainya.
Namun tidak semua press release yang dikirimkan dimuat. Karena dimuat atau tidaknya suatu berita merupakan wewenang dari pihak media. Hal ini terbukti dari tidak dimuatnya press release yang dimuat pada bulan April-Juli 2010.
Berita semacam ini akan lebih bisa mempengaruhi khalayak, hal ini disebabkan tidak adanya campur tangan dari perusahaan dan bersifat bebas.
Seperti yang dikatakan oleh Indriyo Gitosudarmo (1993:239) berikut ini:
“Berita macam ini lebih efektif karena berita macam ini bersifat bebas yang pada umumnya oleh konsumen dianggap lebih dapat dipercaya akan kebenarannya daripada informasi yang datangnya dari para pengusaha sendiri dalam bentuk iklan ataupun cara promosi yang lain.”
Seorang pelaksana promosi haruslah bisa menciptakan sebuah cerita menarik dari suatu event agar media juga tertarik untuk memuatnya. Saat berita yang dimuat menarik maka opini masyarakat yang terbentuk tentang event atau acara yang diberitakan akan positif. Hal ini tidak jauh berbeda dengan hal yang diungkapkan oleh Indriyo Gitosudarmo (1993:240) berikut:
commit to user
“Publisitas merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat secara cepat, sehingga sering disebut sebagai suatu usaha untuk “mensosialisasikan” atau “memasyarakatkan” suatu produk.”
Saat ini press release yang dibuat oleh pihak English First (EF) Solo kebanyakan adalah memuat tentang event yang diadakan.
Seperti yang diungkapkan oleh Imam Odianto berikut ini:
“Iya, kita ada press release. Kita kirim ke Solo Pos, juga Solo Radio.
Namun kadang juga kita undang. Yang baru-baru ini kita keluarkan press releasenya waktu peringatan Kartini Day.”
Namun menurut pihak English First (EF) Solo memasang iklan rutin di surat kabar tidak selalu efektif. Karena setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda. Misalnya, English First (EF) Solo tidak mungkin memasang iklan atau mengirimkan press release saat Lebaran. Karena orang akan lebih tertarik dan focus untuk berbelanja. Saat Natal dan tahun baru juga English First (EF) Solo jarang mengiklankan diri di media cetak.
Namun berbeda saat tahun ajaran baru. Tahun ajaran baru merupakan moment yang paling bagus untuk memasang iklan secara besar-besaran.
Sales Promotion
Sales Promotion merupakan cara promosi yang dilakukan dengan peragaan, pertunjukan dan pameran, demonstrasi dan berbagai usaha penjualan yang tidak bersifat rutin. Promosi penjualan ini berfungsi untuk memotivasi pembelian secara langsung dengan memberikan penawaran khusus di tempat-tempat penjualan atau tempat-tempat tertentu lainnya dan dilakukan dalam jangka waktu pendek.
commit to user
Promosi penjualan yang dilakukan oleh English First (EF) Solo antara lain mengikuti pameran, membuka stan di event sekolah-sekolah atau menjadi sponsor dan mengadakan program school visit.
Untuk pameran besar yang diikuti pada tahun ini, bertempat di Solo Square dan SMP Bintang laut. Selebihnya English First (EF) Solo membuka stan di event sekolah atau dengan kegiatan open boat. Open boat adalah membuka stan kecil di sekolah, walaupun tidak ada event di sekolah tersebut.
Dalam satu bulan, ada sekitar lima sampai enam proposal yang masuk.
Dengan tujuan meminta English First (EF) Solo menjadi sponsor. Dengan begitu, English First (EF) Solo bisa memilah mana yang prospeknya bagus. Bisa juga semua proposal yang masuk disetujui untuk menjadi sponsor.
Sedangkan untuk School Visit, English First (EF) Solo lebih menyesuaikan jadwal dari sekolah. Karena program school visit mengambil jam pelajaran Bahasa Inggris. Namun target yang ditentukan dalam satu bulan adalah tiga sekolah.
Pada penelitian bulan April-Juli, kegiatan Sales Promotion yang dilakukan adalah:
School visit
April : SMAN 3 (6 April), SMPN 5 (13 April), SMPN 1 (22 April), Pelita Nusantara Kasih (27 April).
Mei : SD Al Firdaus (6 Mei), TK Al Firdaus (10 Mei), PG TK Shifa Budi (12 Mei), SD Shifa Budi (17 Mei).
Juni : -
commit to user
Juli : SMP Bintang Laut (28 Juli), SMA Warga (29 Juli).
Open Boat
April : SMA Warga (1 April), SD 1 (8 April).
Mei : SMPN 1 (3 Mei), SMAN 4 (27 Mei).
Juni : TK Al Firdaus (3 Juni).
Juli : -
Menjadi Sponsor di sekolah
April : St. Yosef (10 April) Mei : SMAN 2 (15 Mei) Juni : SMAN 3 ( 5 Juni) Juli : SMP 6 (31 Juni)
Pameran
Mengikuti pameran di Solo Square pada tanggal 14 April.
Ike Suryo Koesumo mengatakan:
“Paling efektif ya nomor satu school visit. Soalnya siswa merasakan sendiri seperti apa teachernya mengajar. Jadi bukan hanya dari media yang mereka lihat atau mereka dengar. Selain itu juga tidak mengeluarkan banyak biaya, sama sekali tidak malah. Kita hanya menjalin kerjasama dengan pihak sekolah saja.”
Hal senada diungkapkan oleh Sri Wahyuningsih:
“Kalo menurut saya, media yang paling efektif apa ya… Kalo saya sih sebagai orang yang pegang uang kalo bisa yang uangnya sedkit tapi efeknya besar. Mungkin School Visit ya… Soalnya kan, gak pakai uang tapi efeknya besar.”
Untuk mengikuti pameran dan membuka stan, English First (EF) Solo memberikan diskon atau voucher untuk calon kunsumen agar tertarik.
Menurut Ike Suryo Koesumo sebagai berikut:
commit to user
“Kalo sponsor, kita sering memberikan voucher untuk peserta atau pemenang.”
Sedangkan untuk shool visit, pengajar English First (EF) Solo datang di sekolah dan mengajar dengan menerapkan metode pembelajaran di English First (EF). Hal ini dimaksudkan agar calon konsumen bisa merasakan sendiri metode pembelajaran English First (EF).
Dengan memadukan antara promosi penjualan dengan langkah promosi yang lain, maka peluang English First (EF) Solo untuk mendapatkan customer akan lebih banyak.
“Promosi penjualan merupakan alat untuk meruntuhkan loyalitas pembeli terhadap merek barang. Sedangkan iklan merupakan alat untuk membina loyalitas terhadap merek barang tersebut”(Kotler, 1992: 316).
Dengan demikian, bagian marketing English First (EF) Solo yang menangani promosi haruslah pandai-pandai memadukan langkah-langkah promosi yang sudah ada. Selain untuk membentuk citra perusahaan, mendapatkan konsumen juga mendapatkan loyalitasnya.
Analisis Program Unggulan Yang Dipromosikan
Untuk dapat bersaing dengan competitor, maka sebuah perusahaan harus memiliki sesuatu yang berbeda dari kompetitornya. Menurut Brett William Lowe, bahwa factor utama dari jatuhnya banyak perusahaan adalah karena jumlah bisnis yang serupa terlalu banyak (Lowe, 1993:xii).
Hal itulah yang membuat English First (EF) Solo mengadakan program-program unggulan. Selain untuk dapat bersaing dengan competitor, hal ini diharapkan untuk bisa menjaring pelanggan baru dan mendapatkan loyalitasnya.
commit to user
Pada bab penyajian data telah disebutkan bahwa program yang diunggulkan adalah:
a. Metode pembelajaran yang merupakan metode berstandar internasional.
Ini yang membedakan dan merupakan keunggulan dibanding lembaga kursus bahasa Inggris yang lain.
Hal ini disampaikan oleh Ike Suryo Koesumo sebagai berikut:
“Metodelogi yang benar-benar kurikulumnya merupakan standarisasi internasional. Membuat kita lebih unggul, lebih matang. Metode ini kita sebut dengan metode Efekta, dimanan menggabungkan antara buku-buku terbitan EF sendiri, audio-video juga komputer multimedia.”
Mengenai hal tersebut juga disampaikan oleh Imam Odianto sebagai berikut:
”Yang kita unggulkan tuh metode pembelajarannya yang memiliki standar internasional. Hal ini membuat kita memiliki gambaran yang jelas dalam hal belajar bahasa Inggris.”
Metode pembelajaran Efekta™ ini yang membedakan English First (EF) dengan lembaga kursus bahasa Inggris yang lain. Metode pembelajaran multi dimensional Efekta™ mengkombinasikan seluruh aspek kursus agar seluruh siswa mendapatkan pondasi yang solid dalam berbahasa Inggris.
Guru-guru terbaik membantu anak membangun kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Teknologi inovatif i-Lab memungkinkan anak berlatih dan memfokuskan diri pada kebutuhan unik mereka sendiri. Sedangkan aktivitas Life Club menjadi kesempatan sempurna bagi anak untuk mempraktekkan bahasa Inggris mereka di kehidupan nyata secara santai dan tanpa tekanan.
Metode berstandar internasional di sini adalah mendapat pengakuan di lebih dari 60 negara di dunia. English First (EF) memiliki cabang di lebih dari 60 negara. Metode pembelajaran bahasa Inggris yang sesuai dengan
commit to user
standarisasi Eropa. Sertifikat English First (EF), bisa dibaca dan dimengerti hampir di seluruh negara. Kurikulum yang digunakan di English First (EF) di seluruh dunia sama, sesuai dengan standarisasi Eropa. Ini bukti mengapa English First (EF) berani mengatakan bahwa metode pembelajarannya berstandar internasional. Tidak ada kursus bahasa Inggris lain di Indonesia yang memiliki jaringan dan pengalaman sebanyak English First (EF).
Kebanyakan lembaga pendidikan lain menggunakan embel-embel internasional walaupun hanya bekerjasama dengan satu Negara. Lebih mengherankan lagi, abeberapa lembaga menggunakan kata internasional tanpa menjalin hubungan dengan Negara manapun.
b. Pelayanan yang prima (Service of excellence)
Service of Exellence merupakan sebuah standar yang akan diberikan untuk memuskan pelanggan. Ini sangat penting karena dalam perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan sangatlah penting.
Hal ini disampaikan oleh Imam Odianto sebagai berikut:
“Karena kita jasa, customer service kita juga harus excellence. Untuk itu kita tiap tahun dua kali ada training untuk staff baik tingkat lokal maupun nasional.”
Pelayanan yang baik terdiri atas pelayanan yang diberikan oleh pihak English First (EF) Solo dan menyediakan fasilitas yang memuaskan.
Pelayanan yang diberikan, keramahan merupakan modal utama. Kemudian English First (EF) Solo, lebih menanggapi masalah daripada menawarkan produk. Ini yang membedakan pelayanan di English First (EF) Solo dengan tempat yang lain. Hal ini dimaksudkan agar pelanggan atau calon pelanggan
commit to user
merasa lebih dihargai. Hal kecil seperti inilah yang akan mengubah pandangan pelanggan kepada English First (EF) Solo.
Setelah memberikan solusi dari masalah yang dihadapi, pelanggan kemudian diantarkan untuk melihat fasilitas yang ada. Hal ini bertujuan untuk lebih meyakinkan pelanggan tentang apa yang akan didapatkan. Kebanyakan di tempat lain hanya berhenti pada penawaran produk saja.
Selain pelayanan yang diberikan, Service of Exellence meliputi penyediaan fasilitas. Fasilitas yang diberikan berupa fasilitas fisik maupun non fisik. Fasilitas fisik di sini meliputi:
Fasilitas Gedung
Gedung yang dimiliki English First (EF) Solo, didesain secara minimalis dan sangat nyaman. Dengan ruang tunggu yang sangat nyaman. Tempat siswa menunggu kelas dan bercengkrama dengan guru ataupun teman mereka.
Kebanyakan fasilitas gedung dari tempat kursus lain merupakan sebuah bangunan yang dikondisikan untuk tempat kursus. Bukan benar-benar tempat yang dibangun untuk tempat kursus. hal ini tentu saja berbeda dalam hal kenyamanan.
Tenaga pengajar native
Peran guru dalam proses pembelajaran bahasa Inggris sangatlah besar. Semua guru EF diharuskan memegang kualifikasi mengajar khusus. Guru EF juga telah mengikuti latihan pengaplikasian system Efekta™. Tetapi yang membuat guru EF berbeda adalah
commit to user
mereka secara ketat diseleksisatu per satu berdasarkan kepribadian, antusiasme, kreativitas, kemampuan memotivasi dan komitmen mereka untuk melihat siswa EF sukses. Native saja tidak cukup, tetapi harus memnuhi standar yang telah ditentukan.
Ruang Kelas
Dengan ruang kelas yang nyaman, siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Selain itu gedung yang dikonsep minimalis akan tampak unik dan menarik. Penataan gedung yang indah dan rapi juga akan menambah kenyamanan siswa. Classroom Companion Unit (CCU), ini merupakan perangkat multimedia inovatif yang dapat menampilkan video cerita, memutar audio permainan dan lain-lain. Ini membuat pelajaran tatap muka lebih interaktif dan tidak membosankan. Ruang kelas ini juga berstandar internasional.
Sebagai contohnya, ruang kelas English First (EF) Solo standarnya sama dengan English First di China, atau di Inggris.Bahkan di kelas Small Stars, ruang kelasnya mempunyai pembersih virus dan bakteri.
i-Lab
Teknologi i-Lab di EF merevolusi cara belajar bahasa Inggris anak.
i-Lab memiliki lebih dari 200 jam latihan online yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja menggunakan komputer yang terhubung dengan akses internet. Materi latihan iLAB juga tersinkronisasi dengan buku dan kurikulum kursus di dalam kelas.
commit to user
iLab hanya dipunyai English First (EF) Solo. English First (EF) Solo satu-satunya lembaga pendidikan non formal yang mempunyai fasilitas belajar melalui internet.
Seperti yang diutarakan oleh SP 4 berikut:
“Kita punya i-Lab, yaitu lab online. Jadi anak-anak bisa belajar Bahasa Inggris dimanapun dan kapanpun. Jadi boleh dibilang proses belajar di EF itu 24 jam. Itu sebabnya kita terus memacu siswa untuk terus menggunakan i-Labnya, supaya kemampuan Bahasa Inggrisnya lebih meningkat.”
Buku, CD serta kelengkapan belajar mengajar yang lain.
Buku dan CD yang merupakan kelengkapan yang didapatkan siswa juga sama di seluruh dunia. Jadi kursus di English First (EF) Solo, materi yang didapatkan akan sama dengan yang didapatkan di English First di Amerika.
Sedangkan fasilitas non fisik yang merupakan keunggulan English First (EF) Solo, berupa materi yang disampaikan, cara penyampaian materi serta program-program tambahan.
Program EF Extra ini adalah program yang diperuntukkan bagi siswa English First (EF) Solo yang merasa masih ada kekurangan dengan materi dari
Program EF Extra ini adalah program yang diperuntukkan bagi siswa English First (EF) Solo yang merasa masih ada kekurangan dengan materi dari