BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Media Sosial
Perkembangan teknologi kental dengan mulai bermunculannya aplikasi –
aplikasi media sosial yang beragam. Mandibergh mendefinisikan media
sosial sebagai "media yang mewadahi kerja sama di antara pengguna yang
menghasilkan konten (User generated content)".29
Media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut:
a. Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa
keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun
internet.
b. Pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper.
c. Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat di banding media
lainnya.
d. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.
Media sosial yang sedang populer belakangan ini adalah YouTube, dibuktikan dengan banyaknya para Youtuber (sebutan bagi konten creator di
Youtube) baru. Media sosial dapat memberikan manfaat jika digunakan sebagaimana mestinya, begitupun yang sedang marak belakangan ini yaitu
video blog atau vlog yang diunduh di YouTube.
29
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si. 2015 .Media Sosial : Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Hlm 11
2.4.1 YouTube
YouTube adalah portal website yang menyediakan layanan video sharing. Pengguna (user) yang telah mendaftar dan meng-upload video
miliknya ke server YouTube, agar dapat dilihat oleh khalayak Internet di seluruh dunia.30 YouTube juga merupakan salah satu penyedia layanan video terbesar saat ini. YouTube termasuk media sosial untuk upload video secara gratis. YouTube juga sangat cocok bagi kita yang ingin mencari informasi tanpa harus membaca artikel. Umumnya video-video di YouTube adalah klip, video klip, acara televisi, film, serta video buatan para penggunanya sendiri.31
YouTube didirikan oleh tiga orang mantan karyawan PayPal: Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim. YouTube didirikan pada bulan Februari 2005, dan menyediakan fasilitas berbagi video sehingga para
penggunanya dapat memuat, menonton, dan berbagi video klip secara gratis.
Menurut Internet Hitwise (sebuah perusahaan penelitian internet), pada bulan
Mei 2006 YouTube memiliki pangsa pasar sebesar 43%.32
Kehadiran YouTube membawa pengaruh luar biasa kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang memiliki gairah di bidang pembuatan video,
mulai dari film pendek, dokumenter, hingga video blog, tetapi tidak memilik
lahan “untuk mempublikasikan karyanya”. YouTube mudah dipergunakan, tidak memerlukan biaya yang besar dan dapat diakses dimanapun, tentunya
dengan gadget yang kompatibel. Hal itu membuat pembuat video amatir
30
Asdani Kindarto. 2008. Belajar Sendiri YouTube. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Hal 1
31
Ibid. Hlm 1 32
dapat dengan bebas mengunggah konten-konten video mereka untuk
dipublikasikan. Salah satu konten video yang sedang viral di YouTube adalah
video blogg atau vlog.
2.4.2 Video Blogg
Video-Blogg, atau bisa disingkat vlog (diucapkan Vlog, bukan V-log), atau
vidblogging, merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas penggunaan teks atau audio sebagai
sumber media utama. Berbagai perangkat seperti ponsel berkamera, kamera
digital yang bisa merekam video, atau kamera murah yang dilengkapi dengan
mikrofon merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video
blogging. Video blog masih dapat disebut sebagai bentuk lain dari televisi internet. Video blog biasanya ada juga yang dilengkapi dengan keterangan teks atau gambar foto, serta untuk beberapa video blog, menyantumkan metadata lainnya.33
Video blog sendiri dapat dibuat dalam bentuk rekaman satu gambar atau rekaman yang dipotong ke beberapa bagian. Dengan perangkat lunak yang
tersedia, seseorang dapat menyunting video yang mereka buat dan
memadukannya dengan audio, serta menggabungkan beberapa rekaman ke
dalam satu gambar, sehingga menjadi suatu rekaman video blogging yang
padu. YouTube termasuk dari sekian banyak situs dengan content management system yang dapat mengelola masukan video, dan mempersilahkan para penggunanya untuk memiliki serta mengelola halaman
33
http://net.educause.edu/ir/library/pdf/ELI7005.pdf diakses pada 4 Juni 2017 Pukul 1.00 AM.
video milik mereka sendiri. Selain konten video yang lain, video blog juga merupakan kategori konten video yang sedang populer di situs YouTube.
Video blog menawarkan pengalaman situs yang lebih kaya dibandingkan dengan blog dalam bentuk teks, karena ia mengkombinasikan video, suara, gambar, dan teks. Selain itu juga video blog meningkatkan kandungan informasi serta emosi, yang dibagi melalui videonya. Media seperti ini
membuat para penggunanya menjadi lebih bisa mengeksplorasi berbagai cara
baru dalam berkomunikasi, dimana kebanyakan pengguna yakin bahwa video
akan menghasilkan ekspresi yang lebih alami daripada tulisan. Vlog pada awalnya menjadi sarana untuk mengekspresikan diri dan pendapat kepada
publik. Menurut artikel dari Educase Learning Initiative mengenai VideoBlog
berikut ini adalah kelebihan dari Vlog:
a. Mudah dibuat.
b. Lebih dinamis daripada konten berbasis teks.
c. Mengembangkan opsi berkomunikasi.
d. Berpotensi menjadi sarana komersil yang mutakhir.
e. Bisa menjadi sarana mengekspresikan diri.
Konten Vlog dalam YouTube adalah sebuah isi dan penyampaian pesan video yang membahas tentang kegiatan sehari-hari seseorang yang
menunjukkan kredibilitas, daya tarik dan kekuasaannya sebagai Vlogger
dimana isi dan penyampaian pesan video harus menarik, dapat dimengerti dan
diterima penonton. Vlog akan memberikan kesan inspiratif bagi penikmatnya. Namun sebaliknya, jika pembuatan vlog kurang mengindahkan efek negatif
maka akan memunculkan perilaku menyimpang. Misalnya vlog yang sebagian besar isinya berupa pamer gaya hedonisme para remaja.
2.4.3 Video Blog Gita Savitri Devi
Gita Savitri Devi adalah salah satu mahasiswi Indonesia yang sedang
menempuh pendidikan di Freie Universität Berlin jurusan kimia murni. Gita menetap di Jerman sejak tahun 2011 dan saat ini sedang menyusun
skripsi untuk meraih gelar sarjananya. Sebelum akhirnya terjun ke dunia
YouTube, Gita lebih dulu menulis di akun blog miliknya. Akun YouTube
milik Gita Savitri Devi ini menarik perhatian penulis karena isi konten yang
ditampilkan dalam Vlog-nya berbeda dengan akun Youtuber lainnya. Disaat
vlogger lain menampilkan isi vlog tentang kehidupan konsumtif remaja, gaya pacaran, tutorial make up dan lain sebagainya, Gita menyuguhkan
kisah-kisah inspiratif dan informasi menarik mengenai Jerman.
Dalam Vlog atau Video Blogg nya Gita banyak memberikan informasi tentang pengalamannya di Jerman, termasuk konsukuensinya jika ingin
melanjutkan studinya di Jerman. Bahwa kuliah di luar negeri khusunya
Jerman tidak semudah dan semenyenangkan apa yang kita pikirkan
sebelumnya. Selain sistem pendidikannya yang sangat ketat dan disiplin,
ternyata kuliah di Jerman juga butuh niat dan tekad yang bulat serta kesiapan
menghadapi segala konsekuensi.
Butuh kulit yang tebal dan mental baja karena suatu hari kita bisa saja
dipermalukan di depan kelas oleh orang Jerman karena kita tidak mengerti
umur 25 tahun kita bisa mendapatkan gelar bachelor. Menurut Gita yang ia sampaikan dalam Vlog nya Jerman bukan tempat yang tepat untuk orang-orang yang sekedar minat, sekedar ingin terlihat keren, atau sekedar ingin
kuliah di luar negeri. Jerman itu tempat untuk orang-orang yang mau belajar
hidup. Seperti yang dikatakan Gita dalam salah satu Vlog-nya yang bertema
“Tentang Jerman” :
“Kuliah di Jerman pada umumnya itu bukan buat senang-senang.
Mungkin di Instagram atau Facebook terlihatnya keren. Tapi, sebenarnya itu bukan hal yang bisa disamakan dengan kuliah di Indonesia. Rasanya beda. Kesulitan yang harus dihadapi juga beda. Kapan lagi kita bisa merasakan datang ke mata kuliah dan di sana kita tidak mengerti apapun yang profesor katakan karena dia berbicara 'bahasa alien'?”
Tentang Jerman adalah salah satu konten yang ada di dalam akun youtube
Gita. Tentang Jerman memiliki viewers terbanyak, terutama tentang Jerman
episode satu, dengan viewers sebanyak 736.672 views. Tentang Jerman episode satu menjelaskan tentang sistem pendidikan di Jerman dan beberapa
tips mengenai hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan studi
ke Jerman.
Gambar 2.2