22 Mekanisme Evaluasi dan Pelaporan Kinerja terdiri dari tiga tahap, yaitu: a. Evaluasi pencapaian kinerja Pegawai Lainnya, Kepala Satker, Staf Ahli,
dan Kepala Unit Organisasi;
b. Evaluasi pencapaian kinerja BPK Wide; dan
c. Penyusunan laporan dan penyampaian laporan capaian kinerja.
Tahapan Evaluasi dan Pelaporan Kinerja
Gambar 5.1
Tahapan Evaluasi dan Pelaporan Kinerja
Evaluasi pencapaian kinerja pegawai lainnya, kepala satker, staf ahli dan kepala unit organisasi
Evaluasi pencapaian kinerja BPK Wide Penyusunan laporan dan penyampaian laporan capaian kinerja Target IKU/IK
Data Capaian IKU/IK
Laporan pencapaian kinerja BPK Wide, unit organisasi dan satker yang telah direviu Itama
NKP dan NKPP Pegawai lainnya Gambar Tahapan Evaluasi dan Pelaporan Kinerja
23 Evaluasi pencapaian kinerja meliputi:
a. evaluasi pencapaian kinerja BPK Wide, evaluasi pencapaian kinerja Pimpinan Unit Organisasi, evaluasi pencapaian kinerja Staf Ahli oleh Badan sesuai kewenangannya bersama dengan Pimpinan Unit Organisasi dan Staf Ahli terkait;
b. evaluasi pencapaian kinerja Pimpinan Satker oleh Pimpinan Unit Organisasi bersama dengan Pimpinan Satker terkait; dan
c. evaluasi pencapaian kinerja Pegawai lainnya oleh Pimpinan Satker bersama Pegawai terkait.
Evaluasi pencapaian kinerja
24 Badan melakukan evaluasi pencapaian kinerja BPK Wide setelah berakhirnya periode penilaian kinerja.
Evaluasi Pencapaian Kinerja BPK Wide
25 Evaluasi pencapaian kinerja Pimpinan Unit Organisasi, Staf Ahli, Pimpinan Satker, dan Pegawai lainnya dilakukan oleh atasan langsungnya, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pimpinan Unit Organisasi melakukan evaluasi pencapaian kinerja Pimpinan Satker dibawahnya paling lambat satu bulan setelah periode penilaian kinerja berakhir (tahun t+1);
b. Anggota yang membidangi melakukan evaluasi kinerja Pimpinan Unit Organisasi dan Staf Ahli sesuai kewenangannya paling lambat satu setengah bulan setelah periode penilaian kinerja berakhir (tahun t+1);
Evaluasi pencapaian kinerja Pimpinan Unit Organisasi, Pimpinan Satker, dan Pegawai lainnya
Pedoman Manajemen Kinerja Bab V
c. Pimpinan Satker melakukan evaluasi pencapaian kinerja Pegawai sesuai kewenangannya dengan mengacu kepada perangkat lunak terkait; dan
d. Pegawai lainnya melakukan evaluasi pencapaian kinerja Pegawai sesuai kewenangannya secara berjenjang dengan mengacu kepada perangkat lunak terkait.
26 Direktorat PSMK dan Biro SDM memfasilitasi Forum Evaluasi Pengelolaan Kinerja secara periodik untuk diikuti oleh pihak-pihak terkait dalam rangka evaluasi atas pengelolaan kinerja di BPK. Evaluasi atas pengelolaan kinerja di BPK ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem manajemen kinerja secara makro dan mendapatkan masukan perbaikan untuk masa yang akan datang.
Forum Evaluasi Pengelolaan Kinerja
27 Mekanisme penyusunan Laporan Pencapaian Kinerja sebagai berikut:
a. Pimpinan Unit Organisasi menyusun dan menandatangani Laporan Pencapaian Kinerja unit organisasinya yang sekurang-kurangnya menyajikan target dan realisasi untuk setiap IKU/IK serta analisis atas ketercapaian/ketidaktercapaian Target IKU/IK masing-masing serta rencana perbaikan untuk periode berikutnya. Laporan ini diterbitkan paling lambat satu setengah bulan setelah periode penilaian kinerja berakhir (tahun t+1);
b. Staf Ahli menyusun dan menandatangani Laporan Pencapaian Kinerja yang sekurang-kurangnya menyajikan target dan realisasi untuk setiap IKU/IK serta analisis atas ketercapaian/ketidaktercapaian Target IKU/IK masing-masing serta rencana perbaikan untuk periode berikutnya. Laporan ini diterbitkan paling lambat satu setengah bulan setelah periode penilaian kinerja berakhir (tahun t+1);
c. Pimpinan Satker menyusun dan menandatangani Laporan Pencapaian Kinerja Satker yang sekurang-kurangnya menyajikan target dan realisasi untuk setiap IKU/IK serta analisis atas ketercapaian/ketidaktercapaian Target IKU/IK masing-masing serta rencana perbaikan untuk periode berikutnya. Laporan ini diterbitkan paling lambat satu bulan setelah periode penilaian kinerja berakhir (tahun t+1);
d. Pegawai Lainnya menyusun dan menandatangani Laporan Pencapaian Kinerja pegawai yang sekurang-kurangnya menyajikan target dan realisasi untuk setiap IKU/IK serta analisis atas ketercapaian/ketidaktercapaian Target IKU/IK masing-masing serta rencana perbaikan untuk periode berikutnya. Laporan ini merupakan sumbangan bahan untuk penyusunan Laporan Pencapaian Kinerja Satker;
Penyusunan Laporan Pencapaian Kinerja
e. Laporan Pencapaian Kinerja unit organisasi, Staf Ahli, dan satker merupakan bahan penyusunan Laporan Pencapaian Kinerja BPK Wide. Selanjutnya, Direktorat PSMK menyusun konsep Laporan Pencapaian Kinerja BPK Wide yang sekurang-kurangnya menyajikan target dan realisasi untuk setiap IKU serta analisis atas ketercapaian/ketidaktercapaian Target IKU masing-masing serta rencana perbaikan untuk periode berikutnya. Laporan ini ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal dan diterbitkan paling lambat dua bulan setelah periode penilaian kinerja berakhir (tahun t+1).
28 Mekanisme penyampaian pelaporan pencapaian kinerja sebagai berikut: a. Pimpinan Unit Organisasi menyampaikan Laporan Pencapaian Kinerja
masing-masing kepada Anggota yang membidangi dengan tembusan kepada Ditama Revbang. Selanjutnya, Laporan Pencapaian Kinerja unit organisasi direviu oleh Inspektorat Utama dengan mengacu pada perangkat lunak terkait;
b. Staf Ahli menyampaikan Laporan Pencapaian Kinerja masing-masing kepada Anggota yang membidangi dengan tembusan kepada Ditama Revbang. Selanjutnya, Laporan Pencapaian Kinerja staf ahli direviu oleh Inspektorat Utama dengan mengacu pada perangkat lunak terkait;
c. Pimpinan Satker menyampaikan Laporan Pencapaian Kinerja Satker kepada atasan masing-masing dengan tembusan kepada Direktorat PSMK. Selanjutnya, Laporan Pencapaian Kinerja Satker direviu oleh Inspektorat Utama dengan mengacu pada perangkat lunak terkait; dan d. Pegawai Lainnya menyampaikan Laporan Pencapaian Kinerja pegawai
kepada atasan masing-masing.
Penyampaian Laporan Pencapaian Kinerja
29 Reviu oleh Inspektorat Utama:
a. Inspektorat Utama melakukan reviu atas Laporan Pencapaian Kinerja Pimpinan Unit Organisasi, Staf Ahli, dan Pimpinan Satker, serta mereviu konsep Laporan Pencapaian Kinerja BPK Wide, untuk memberikan keyakinan mengenai akurasi, keandalan, dan keabsahan informasi kinerja yang disampaikan dalam laporan;
b. Inspektorat Utama membuat surat pernyataan telah melakukan reviu dan memberikan simpulan reviu. Surat pernyataan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Pencapaian Kinerja BPK Wide;
Reviu oleh Inspektorat Utama
Pedoman Manajemen Kinerja Bab V
c. Setelah direviu oleh Inspektorat Utama, Direktorat PSMK menyampaikan Laporan Pencapaian Kinerja BPK Wide yang telah ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal kepada pihak eksternal terkait, dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Direktorat PSMK juga menyampaikan Laporan Pencapaian Kinerja Pimpinan Unit Organisasi, Staf Ahli, dan Pimpinan Satker kepada Biro SDM sebagai bahan penyusunan laporan implementasi manajemen kinerja individu.
30 Penyusunan Laporan Implementasi Manajemen Kinerja Individu oleh Biro SDM:
a. Berdasarkan Laporan Pencapaian Kinerja Pimpinan Unit Organisasi, Staf Ahli, Pimpinan Satker, dan Pegawai Lainnya, Biro SDM menyusun Laporan Implementasi Manajemen Kinerja Individu yang memuat informasi terkait penyusunan SKP tahun berjalan oleh pegawai, pelaksanaan penilaian kinerja PNS tahun sebelumnya, update, dan validasi dokumen riwayat penilaian kinerja untuk disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian;
b. Sebagai output penilaian kinerja secara individual, Biro SDM menyusun dan menyampaikan NKP dan NPKP seluruh Pegawai untuk ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.
Pedoman Manajemen Kinerja Lampiran I
LAMPIRAN I : KEPUTUSAN SEKJEN BPK-RI
NOMOR : 289/K/X-XIII.2/6/2016
TANGGAL : 24 JUNI 2016
GLOSARIUM
Alignment Proses untuk menjamin bahwa sasaran strategis, indikator kinerja, dan kegiatan yang telah dibuat selaras dengan unit yang di atas (vertical alignment) dan unit yang sejajar (horizontal alignment).
Badan Badan Pemeriksa Keuangan RI yang terdiri atas 9 orang anggota yang ditetapkan oleh Presiden.
Bimbingan Komunikasi yang berkesinambungan yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan untuk memantau, mengevaluasi, dan memberikan rekomendasi pengembangan individu yang bertujuan untuk membina ketercapaian target kinerja dan perilaku kerja.
BPK Wide Pelaksana BPK dalam konteks sebagai organisasi.
Cascading Proses penurunan SS, IKU dan/atau IK ke level unit yang lebih rendah.
Capaian kegiatan Perbandingan antara realisasi kegiatan dengan targetnya.
Capaian kinerja Perbandingan antara realisasi IKU dan/atau IK dengan targetnya.
Indikator Kinerja (IK)
Ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan dan sasaran yang telah ditetapkan serta menjelaskan secara kuantitatif dan/atau kualitatif mengenai apa yang diukur untuk menentukan apakah tujuan sudah tercapai. IK ditetapkan berdasarkan tugas dan fungsi Pimpinan Unit Organisasi, Staf Ahli, Pimpinan Satker, atau pegawai dalam OTK dan uraian jabatan.
Indikator Kinerja Utama (IKU)
Seluruh indikator kinerja yang ada di level BPK Wide disebut IKU. Seluruh indikator kinerja Pimpinan Unit Organisasi, Staf Ahli, Pimpinan Satker, atau pegawai yang merupakan cascading dari IKU BPK Wide disebut IKU.
Kegiatan Berbagai aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran (output).
Kinerja Unjuk kerja yang diwujudkan dalam melakukan suatu program atau kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu selama periode tertentu.
Kinerja organisasi Kinerja yang terdiri atas kinerja BPK Wide, kinerja level unit organisasi, dan kinerja level satker.
Kinerja Pegawai Kinerja pegawai secara individual.
Konsultasi Komunikasi yang berkesinambungan, yang dilakukan bawahan kepada atasan mengenai kendala dan perkembangan kegiatan pelaksanaan tugas.
Kreativitas Kemampuan Pegawai untuk menciptakan suatu gagasan/metode pekerjaan yang bersangkutan yang bermanfaat bagi unit organisasi, organisasi, atau negara.
Laporan
Pencapaian Kinerja BPK Wide
Ikhtisar yang menjelaskan secara lengkap tentang capaian kinerja BPK Wide selama periode tertentu.
Laporan
Pencapaian Kinerja Pimpinan Satker
Ikhtisar yang menjelaskan secara lengkap tentang capaian kinerja Pimpinan Satker dalam satu periode.
Pedoman Manajemen Kinerja Lampiran I
Laporan
Pencapaian Kinerja Pimpinan Unit
Organisasi
Ikhtisar yang menjelaskan secara lengkap tentang capaian kinerja Pimpinan Unit Organisasi dalam satu periode.
Manual Penilaian Kinerja
Dokumen yang berisi penjelasan IKU, IK, dan Kegiatan yang berisi informasi mengenai definisi, tujuan, formula, pembobotan, sumber data, satuan pengukuran, polarisasi data, penanggung jawab, periode pelaporan, dan informasi lainnya yang diperlukan
untuk melakukan pengukuran IKU, IK, dan kegiatan tersebut.
Nilai Perilaku Hasil penilaian atas perilaku pegawai sehari-hari untuk mendukung kinerjanya yang didasarkan pada standar kompetensi perilaku yang telah ditetapkan di lingkungan BPK.
Nilai Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
Nilai Sasaran Kerja Pegawai yang merupakan rata-rata hasil perbandingan realisasi dengan target kegiatan.
Nilai Kinerja (NK) Nilai Kinerja adalah hasil perbandingan realisasi dengan target kinerja berdasarkan formula yang diatur dalam manual penilaian kinerja dan dihitung dengan mempertimbangkan bobot dari setiap Perspektif, SS, IKU, dan IK (jika ada).
Nilai Kerja Pegawai (NKP)
Nilai Kerja Pegawai adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap capaian kinerja Pegawai dan perilaku kerja yang merupakan nilai kinerja individu Pegawai, yang diukur dengan formulasi NKP = 70% (NK + Nilai Tugas Tambah + Nilai Kreativitas) + 30% (Nilai Perilaku)
Nilai Prestasi Kerja PNS (NPKP)
Nilai Prestasi Kerja PNS adalah hasil penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja PNS yang merupakan nilai kinerja individu Pegawai, yang diukur dengan formulasi NPKP = 60% (NK + Nilai Tugas Tambah + Nilai Kreativitas) + 40% (Nilai Perilaku)
OTK Dokumen Organisasi dan Tata Kerja Pegawai Pelaksana BPK.
Pegawai Lainnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan BPK selain dari Pimpinan Unit Organisasi, Staf Ahli, dan Pimpinan Satker.
Pejabat Fungsional Pegawai yang mempunyai kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang pegawai yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dalam rangka melaksanakan tugas Badan Pemeriksa Keuangan.
Penanggung Jawab Pengelolaan Kinerja unit organisasi dan satker
Pegawai yang ditunjuk oleh Pimpinan Unit Organisasi dan Pimpinan Satker sebagai penanggung jawab pengelolaan kinerja di unit organisasi atau satker masing-masing dengan peran dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Pedoman Manajemen kinerja.
Penanggung Jawab
Pengelolaan Kinerja Satker
Pegawai yang ditunjuk oleh Pimpinan Satker sebagai penanggung jawab pengelolaan kinerja di satker terkait.
Penanggung Jawab
Pengelolaan Kinerja Unit Organisasi
Pegawai yang ditunjuk oleh Pimpinan Unit Organisasi sebagai penanggung jawab pengelolaan kinerja di unit organisasi terkait.
Pengelola Kinerja Organisasi
Satker yang bertanggung jawab dalam mengelola kinerja BPK Wide, kinerja unit organisasi dan kinerja satker di BPK (dhi. Direktorat PSMK).
Pedoman Manajemen Kinerja Lampiran I
Pengelolaan Kinerja
Suatu pendekatan untuk mewujudkan visi dan misi organisasi melalui penggunaan sumber daya yang tersedia dalam melaksanakan berbagai kegiatan organisasi. Dalam pedoman ini pengelolaan kinerja meliputi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap monitoring & penilaian, dan tahap evaluasi & pelaporan.
Perangkat lunak Pedoman/POS/juklak/juknis atau dokumen lainnya yang mengatur tata cara pelaksanaan suatu proses bisnis di BPK.
Periode penilaian Suatu rentang waktu yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja untuk melaksanakan Penilaian Kinerja.
Perjanjian Kinerja (PK)
Lembar/dokumen perencanaan kinerja yang berisikan penugasan dari atasan kepada bawahannya untuk melaksanakan program/kegiatan. Dokumen perjanjian kinerja sekurang-kurangnya menyajikan informasi antara lain sebagai berikut:
1. Pernyataan kesanggupan pegawai; 2. Peta Strategi;
3. IKU/IK dan Target IKU/IK; 4. Program dan Anggaran; dan 5. Sasaran Kerja Pegawai (SKP).
Perspektif Arah atau orientasi kinerja, yaitu perspektif pemangku kepentingan, proses internal, learning and growth.
Pimpinan Satker Pegawai yang menduduki jabatan Pimpinan Satker.
Pimpinan Unit Organisasi
Pegawai yang menduduki jabatan Pimpinan Unit Organisasi.
PPK Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) adalah Sekretaris Jenderal BPK.
Rencana Implementasi Renstra (RIR)
Dokumen yang menjabarkan Rencana Strategis yang akan dilakukan oleh BPK selama periode lima tahun dalam mencapai Sasaran Strategis (SS) yang kesuksesannya diukur melalui Indikator Kinerja Utama (IKU). Dalam RIR, Rencana Strategis dijabarkan ke dalam rincian kegiatan yang akan dilakukan, hasil, dan keluaran yang diharapkan dari masing-masing kegiatan, jadwal pelaksanaan setiap kegiatan dan satker pelaksananya, bentuk koordinasi dan komunikasi, serta sumber dan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk masing-masing kegiatan.
Rencana Kinerja Tahunan (RKT)
Dokumen yang menjabarkan sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Renstra dan RIR dan akan dilaksanakan oleh unit organisasi atau satker melalui berbagai kegiatan tahunan.
Renstra Rencana Strategis BPK RI yang ditetapkan setiap lima tahun yang berisi Visi, Misi, Tujuan Strategis, Sasaran Strategis, dan Indikator Kinerja Utama.
RKP Rencana Kegiatan Pemeriksaan (RKP) adalah dokumen yang memuat rencana pemeriksaan yang meliputi pengelompokkan tema pemeriksaan, waktu, kebutuhan pemeriksaan, anggaran, dan infrastruktur lainnya.
RKSP Rencana Kegiatan Setjen dan Penunjang (RKSP) dokumen yang memuat rencana kegiatan pada Sekretariat Jenderal (Setjen), Direktorat Utama (Ditama), dan Inspektorat Utama (Itama).
Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
Rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS.
Sasaran Strategis Suatu pernyataan yang diringkas dan padat yang menjelaskan apa yang harus dicapai/dilakukan/dimiliki. SS merupakan terjemahan dari visi, misi, dan tujuan strategis yang ditetapkan dalam Renstra.
Direktorat Perencanaan Strategis dan Manajemen Kinerja Tanggal Terbit 24 Juni 2016