PELAKSANAAN OPERASIONAL
D. Mekanisme Pengelolaan Informasi dan Pelaporan
Pengelolaan informasi dan pelaporan dalam Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana untuk status keadaan darurat bencana kabupaten/kota diatur melalui mekanisme seperti pada lampiran 11 dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Pos Lapangan PDB mengumpulkan data dan Informasi terkait perkembangan situasi dan penanganan darurat bencana yang dilakukan di wilayah kerjanya. Sedangkan Pos Pendukung PDB mengumpulkan data dan informasi terkait dengan bantuan yang diterima dan didistribusikan ke Posko PDB Kabupaten/Kota maupun Pos Lapangan PDB.
2. Pos Lapangan PDB dan Pos Pendukung PDB berkewajiban menyampaikan laporan (laporan harian, tertentu, dan akhir kegiatan) sesuai kebutuhan tentang perkembangan situasi dan pelaksanaan operasi penanganan darurat bencana kepada Posko PDB Kabupaten/Kota.
3. Sub Bagian Pengelolaan Data, Informasi, dan Komunikasi pada Posko PDB Kabupaten/Kota berkewajiban untuk membuat data salinan dari seluruh informasi yang disampaikan oleh Pos Lapangan PDB dan Pos Pendukung PDB.
4. Komandan Posko PDB Kabupaten/Kota berwenang untuk mengeluarkan informasi ke publik dan media massa.
5. Posko PDB Kabupaten/Kota berkewajiban menyampaikan informasi dan laporan (laporan harian, tertentu, dan akhir kegiatan) sesuai
51 kebutuhan tentang perkembangan situasi dan pelaksanaan operasi penanganan darurat bencana kepada BPBD Kabupaten/Kota dengan tembusan kepada perangkat kerja daerah/lembaga terkait di tingkat kabupaten/kota.
6. BPBD Kabupaten/Kota berkewajiban menyampaikan informasi dan laporan (laporan harian, tertentu, dan akhir kegiatan) sesuai kebutuhan tentang perkembangan situasi dan pelaksanaan operasi penanganan darurat bencana kepada Bupati/Walikota dengan tembusan kepada organisasi perangkat daerah/lembaga terkait di tingkat kabupaten/kota, BPBD Provinsi/Pos Pendamping Provinsi PDB, dan BNPB/Pos Pendamping Nasional PDB.
7. BPBD Provinsi berkewajiban menyampaikan informasi dan laporan (laporan harian, tertentu, dan akhir kegiatan) sesuai kebutuhan tentang perkembangan situasi dan pelaksanaan operasi penanganan darurat bencana serta pelaksanaan pendampingan yang dilakukan oeh Provinsi kepada Gubernur dengan tembusan BNPB/Pos Pendamping Nasional PDB.
8. Bila Pos Pendamping PDB Provinsi dibentuk, maka Pos Pendamping PDB Provinsi berkewajiban menyampaikan informasi dan laporan (laporan harian, tertentu, dan akhir kegiatan) sesuai kebutuhan tentang pelaksanaan pendampingan operasi penanganan darurat bencana kepada BPBD Provinsi dengan tembusan kepada organisasi perangkat daerah/lembaga terkait Provinsi.
9. Bila Pos Pendamping Nasional PDB dibentuk, maka Pos Pendamping Nasional PDB berkewajiban untuk menyampaikan informasi pelaksanaan kegiatannya kepada BNPB dengan tembusan kepada Kementerian/Lembaga terkait.
10. Bila Pos Pendamping Nasional PDB membentuk Pos Pendukung PDB, maka Pos Pendukung PDB yang dibentuk berkewajiban untuk menyampaikan informasi pelaksanaan kegiatannya kepada Pos Pendamping Nasional PDB.
52 BAB IV
PENUTUP
Petunjuk Pelaksanaan Mekanisme Penyelenggaraan Sistem Komando Penanganan Darurat untuk Bencana Alam pada Status Keadaan Darurat Bencana Kabupaten/Kota merupakan acuan bagi penyelenggara penanganan darurat bencana baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional. Dengan adanya petunjuk pelaksana ini diharapkan upaya penanganan darurat bencana dapat terlaksana secara terpadu, efektif, efisien dan berhasil guna.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal
KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA,
WILLEM RAMPANGILEI
53 Lampiran 1. Pengembangan Struktur Organisasi Posko PDB
KOMANDAN WAKIL KOMANDAN
BAGIAN SEKRETARIAT BAGIAN
DATA, INFORMASI AIR BERSIH DAN SANITASI
SEKSI
54 Lampiran 2 Contoh Surat Keputusan Pembentukan Posko PDB
BUPATI/WALIKOTA ………..(diisi nama Kabupaten/Kota bersangkutan) KEPUTUSAN BUPATI/WALIKOTA ……….. (diisi nama Kabupaten/Kotabersangkutan)
NOMOR : / / TENTANG
PEMBENTUKAN POS KOMANDO PENANGANAN DARURAT BENCANA……..(diisi jenis bencananya)
DI KABUPATEN/KOTA………. (diisi nama Kabupaten/Kota bersangkutan) BUPATI/WALIKOTA ... , Menimbang : a. bahwa status keadaan darurat bencana …(diisi jenis
bencananya) di Kabupaten/Kota … (diisi nama Kabupaten/Kota) telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati/Walikota …(diisi nama Kabupaten/Kota) nomor… tentang … tanggal …, yang diberlakukan untuk wilayah … (diisi nama kecamatan/kelurahan/desa terdampak);
b. bahwa untuk penanganan darurat bencana yang efektif, efisien, terpadu, transparan dan akuntabel, maka diselenggarakan dengan mengaktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan keputusan Bupati/Walikota tentang Pembentukan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana … (diisi jenis bencananya) di Kabupaten/Kota … (diisi nama Kabupaten/Kota);
55 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor … Tahun … tentang Pembentukan
Kabupaten/Kota …
2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4723);
3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 14)
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036) 8. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan
Bencana Nomor 03 Tahun 2016 tentang Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1777) ;
9. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota … (di isi dengan peraturan daerah yang memutuskan tentang pembentukan organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah);
10. Peraturan Daerah Nomor … Tahun … tentang Penanggulangan Bencana; dan
11. Peraturan Daerah terkait lainnya;
MEMUTUSKAN Menetapkan :
KESATU : Membentuk Pos Komando Penanganan Darurat Bencana
…(diisi jenis bencananya) di Kabupaten/Kota … (diisi nama Kabupaten/Kota) dengan bagan/struktur dan susunan
56 organisasi sebagaimana tercantum dalam lampiran I dan II keputusan ini.
KEDUA : Pos Komando sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU mempunyai tugas dan tanggungjawab:
a. melakukan kajian pemenuhan kebutuhan penanganan darurat bencana berdasarkan hasil kaji cepat dan rencana kontinjensi;
b. menyusun rencana kegiatan operasi penanganan darurat bencana;
c. mengoordinasikan instansi/lembaga terkait;
d. mengendalikan pelaksanaan penanganan darurat bencana;
e. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan penanganan darurat bencana;
f. melaksanakan manajemen informasi pelaksanaan penanganan darurat bencana;
g. melakukan kajian awal upaya/rencana kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi;
h. membentuk Pos Lapangan Penanganan Darurat Bencana sesuai kebutuhan;
i. membentuk Pos Pendukung bilamana diperlukan; dan j. Menyusun laporan kegiatan.
KETIGA : Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) … Tahun Anggaran … (diisi angka tahun berjalan), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.
KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan sampai dengan masa penetapan status keadaan darurat bencana … selesai.
Ditetapkan di………..
pada tanggal ………..
BUPATI/Walikota…….
Tanda Tangan dan Cap Jabatan NAMA LENGKAP
57 Tembusan:
1. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta;
2. Menteri/Kepala Lembaga terkait;
3. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana;
4. Gubernur……….
5. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi;
6. OPD/Lembaga terkait di Kabupaten/Kota; dan 7.
8. Dst.
58 LAMPIRAN I
KEPUTUSAN BUPATI/WALIKOTA………
NOMOR :………
TENTANG
PEMBENTUKAN POS KOMANDO
PENANGANAN DARURAT BENCANA…….
……..(diisi jenis bencana) DI KABUPATEN/KOTA…
…………..(diisi nama Kabupaten/Kota)
BAGAN/STRUKTUR ORGANISASI
POS KOMANDO PENANGANAN DARURAT BENCANA
KOMANDAN WAKIL KOMANDAN
SEKRETARIAT BAGIAN
DATA, INFORMASI DAN HUMAS
PERWAKILAN INSTANSI/LEMBAGA
TERKAIT
BIDANG
PERLINDUNGAN, DAN PEMULIHAN DINI
BIDANG LOGISTIK DAN
PERALATAN
BIDANG PELAYANAN
BIDANG PEMULIHAN PRASARANA DAN
SARANA BIDANG
PENYELAMATAN DAN EVAKUASI
SUB BAGIAN
BAGIAN PERENCANAAN
SUB BAGIAN
SUB BAGIAN
SEKSI SEKSI
SEKSI
SEKSI SEKSI
59 LAMPIRAN II
KEPUTUSAN BUPATI/WALIKOTA … NOMOR : …
TENTANG
PEMBENTUKAN POS KOMANDO PENANGANAN DARURAT BENCANA
….(diisi jenis bencana) DI
KABUPATEN/KOTA …(diisi nama Kabupaten/Kota)
SUSUNAN ORGANISASI POS KOMANDO PENANGANAN DARURAT BENCANA
URAIAN NAMA/JABATAN ASAL INSTANSI
KOMANDAN : ………. (……….)
WAKIL KOMANDAN : ………. (……….)
SEKRETARIS : ………. (……….)
KA. SUB BAGIAN ADMINISTRASI DAN RELAWAN
: ………. (……….)
ANGGOTA
1. ………. (……….) 2. ………. (……….)
Dst KA. SUB BAGIAN
KEUANGAN
: ………. (……….) ANGGOTA
1. ………. (……….) 2. ………. (……….)
Dst Dst
Dst
NAMA JABATAN,
Tanda Tangan dan Cap Jabatan NAMA LENGKAP
60 Lampiran 3. Bentuk Spanduk/Banner Posko PDB, Pos Lapangan PDB dan Pos
Pendukung PDB
Catatan :
Ukuruan spanduk/banner minimal 1,20 m x 4 m