• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.4. Magnesium dan Tekanan Darah

2.4.1. Mekanisme Penurunan Tekanan Darah

Salah satu mekanisme penurunan tekanan darah oleh magnesium yaitu dengan bekerja seperti natural calcium channel blocker. Magnesium berkompetisi dengan kalsium di sel otot polos pembuluh darah, meningkatkan prostaglandin E, menginduksi vasodilatasi endothelial-dependent, memperbaiki disfungsi endotelium pada penderita hipertensi dan diabetes, menurunkan kalsium dan natrium intraselular, dan menurunkan tekanan darah.

Magnesium juga merupakan kofaktor esensial untuk enzim delta-6-desaturase, dimana terjadi perubahan asam linolenat menjadi gamma-LA (GLA).

GLA akan diperpanjang menjadi DGLA (dihomo-gamma-lineleic acid), prekursor untuk prostaglandin E1 (PGE1), yang keduanya berfungsi sebagai vasodilator dan

inhibisi platelet. Kadar magnesium yang rendah akan mengakibatkan ketidakcukupan jumlah PGE1 sehingga terjadi vasokonstriksi dan peningkatan tekanan darah.

Sebagai tambahannya, magnesium juga meregulasi kalsium, natrium, kalium intraselular dan pH. Magnesium dapat menekan penghambatan aktivasi sirkulasi Na+K+ATPase yang akan menurunkan tonus vaskular.32

BAB 3

KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS

3.1. Kerangka Teori

Pada penelitian ini kerangka teori tentang asupan magnesium dengan tekanan darah pada guru sekolah Budi Murni-3 digambarkan seperti skema berikut.

Gambar 3.1. Kerangka Teori Penelitian 3.2. Kerangka Konsep

Pada penelitian ini kerangka konsep tentang asupan magnesium dengan tekanan darah pada guru sekolah Budi Murni-3 digambarkan seperti skema berikut.

Gambar 3.2. Kerangka Konsep Penelitian Asupan

Magnesium Tekanan Darah

Variabel Independen Variabel Dependen

3.3. Hipotesis

Ada hubungan antara asupan magnesium dengan tekanan darah pada guru sekolah Budi Murni-3.

BAB 4

METODE PENELITIAN

4.1. Jenis/Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional (studi potong lintang) yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan asupan magnesium dengan tekanan darah pada guru sekolah Budi Murni-3 dimana asupan magnesium sebagai variabel independen dan tekanan darah sebagai variabel dependen.

4.2. Waktu dan Tempat Penelitian 4.2.1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di lingkungan sekolah Budi Murni-3 Medan.

4.2.2. Waktu Penelitian

Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan September 2016.

4.3. Populasi dan Sampel 4.3.1. Populasi

Populasi penelitian ini adalah seluruh guru sekolah Budi Murni-3 dengan jumlah 40 guru.

4.3.2. Kriteria Inklusi

1. Subjek penelitian yang berusia di atas 25 tahun.

2. Subjek penelitian yang bersedia menjadi sampel penelitian dengan menandatangani lembar persetujuan setelah penjelasan (informed consent).

3. Subjek penelitian yang berada di tempat saat penelitian dilakukan.

4.3.3. Kriteria Eksklusi

1. Subjek penelitian menopause.

4.3.4. Sampel Penelitian

Semua guru sekolah Budi Murni-3 yang masuk kriteria inklusi dan tidak termasuk kriteria eksklusi.

4.3.5 Besar Sampel Penelitian

Jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan metode total sampling.

4.4. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil data primer berupa wawancara food recall 24 jam sebanyak 2 kali dimana hari yang dipilih adalah hari kerja dan mengukur tekanan darah, yaitu dengan menggunakan tensimeter.

Setelah responden memahami isi penelitian dan mengisi lembar informed consent, peneliti mewawancarai responden tanpa diberitahu sebelumnya. Hal ini untuk memastikan respoden tidak merubah kebiasaan makan selama penelitian dilaksanakan. Peneliti menanyakan tentang semua kegiatan, makanan dan minuman yang dimakan pada 24 jam yang lalu, termasuk metode memasak dan estimasi ukuran porsi dengan bantuan food picture yang peneliti telah buat dan telah distandarisasi. Kemudian dilakukan pengukuran tekanan darah (mmHg) dengan menggunakan tensimeter sebanyak 2 kali. Seluruh data akan dicatat ke dalam food recall 24 jam.

4.4.1. Variabel dan Definisi Operasional 1. Asupan Magnesium

Definisi Operasional

Merupakan salah satu jenis mikronutrien yang terdapat dalam tubuh yang berperan dalam meregulasi tekanan darah.

Cara Ukur Wawancara

Alat Ukur

Food Recall 2x24 jam Hasil Ukur

Menurut Mahan (2004) :

 Asupan magnesium kurang bila < 270 mg

 Asupan magnesium cukup bila 270 – 350 mg

 Asupan magnesium lebih bila > 350 mg Skala Ukur

Ordinal

2. Tekanan Darah

Definisi Operasional

Merupakan hasil pengukuran tekanan darah sistol dan diastol.

Cara Ukur

1. Pasanglah manset pada lengan atas, dengan batas bawah manset 2-3cm dari lipat siku dan perhatikan posisi pipa manset yang akan menekan tepat di atas denyutan arteri dilipat siku (arteri brakialis).

2. Letakkan stetoskop tepat di atas arteri brakialis.

3. Rabalah pulsasi arteri pada pergelangan tangan (arteri brakialis).

4. Pompalah manset hingga tekanan manset mencapai 30 mmHg setelah pulsasi arteri radialis menghilang.

5. Bukalah katup manset dan tekanan manset dibiarkan menurun perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg/detik.

6. Bila bunyi pertama terdengar, ingatlah dan catatlah sebagai tekanan sistolik.

7. Bunyi terakhir yang masih terdengar dicatat sebagai tekanan diastolik.

8. Turunkan tekanan manset sampai 0 mmHg, kemudian lepaskan manset.

Alat Ukur Tensimeter Hasil Ukur

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) :

 Tekanan darah rendah (hipotensi) ≤ 90/60 mmHg

 Tekanan darah normal (normotensi) ≤ 120/80 mmHg

 Tekanan darah tinggi (hipertensi) ≥ 140/90 mmHg Skala Ukur

Ordinal

4.5. Pengolahan dan Analisis Data

Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dimasukkan ke dalam komputer. Data yang diperoleh, kadar asupan magnesium dianalisis dengan menggunakan program Nutrisurvey. Kemudian menggunakan SPSS (Statistic Product and Service Solutions) for windows untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan hubungan antara asupan magnesium dengan tekanan darah pada guru sekolah Budi Murni-3.

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di sekolah Budi Murni-3 Medan yang berlokasi di jalan Merapi no.2 Medan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia; dimana sekolah ini merupakan salah satu sekolah swasta katolik yang ada di Kota Medan. Sekolah Budi Murni-3 pertama kali berdiri tahun 1958 oleh Yayasan Pendidikan Kristen Budi Murni, yang berlokasi di kelurahan Pusat Pasar, kecamatan Medan Kota.

5.1.2. Hasil Analisa Data

Subjek penelitian ini adalah guru sekolah Budi Murni-3 Medan. Subjek penelitian yang diambil merupakan subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebelumnya.

Pada Tabel 5.1. didapatkan sebanyak 22 orang (55,0%) dengan jenis kelamin perempuan dan sisanya adalah laki-laki.

Tabel 5.1. Karakteristik Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin n %

Laki-laki 18 45,0

Perempuan 22 55,0

Total 40 100,0

Dari Tabel 5.2. didapatkan frekuensi tertinggi dari kelompok subjek penelitian adalah subjek dengan normotensi sebanyak 31 orang (77,5%).

Tabel 5.2. Karakteristik Subjek Penelitian Berdasarkan Tekanan Darah

Tekanan Darah n %

Hipotensi 1 2,5

Normotensi 31 77,5

Hipertensi 8 20,0

Total 40 100,0

Dapat dilihat dari Tabel 5.3. didapatkan frekuensi tertinggi dari kelompok subjek penelitian yaitu subjek dengan asupan magnesium kurang sebanyak 28 orang (70,0%) dan sisanya adalah asupan magnesium cukup dan lebih.

Tabel 5.3. Karakteristik Subjek Penelitian Berdasarkan Asupan Magnesium

Asupan Magnesium n %

Kurang 28 70,0

Cukup 10 25,0

Lebih 2 5,0

Total 40 100,0

Dari Tabel 5.4. menunjukkan bahwa sebaran tekanan darah berdasarkan jenis kelamin didapatkan frekuensi tertinggi dari kelompok normotensi sebanyak 31 orang (77,5%) dan sisanya adalah kelompok hipotensi dan hipertensi.

Tabel 5.4. Sebaran Tekanan Darah Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis

Pada Tabel 5.5. menunjukkan bahwa sebaran kecukupan asupan magnesium berdasarkan jenis kelamin dengan frekuensi tertinggi terdapat pada kelompok asupan magnesium kurang sebanyak 28 orang (70,0%) dan sisanya asupan magnesium cukup dan lebih.

Tabel 5.5. Sebaran Kecukupan Asupan Magnesium Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Asupan Magnesium 95% CI

Kurang Cukup Lebih

n % n % n %

Laki-laki 11 61,1 5 27,8 2 11,1 0,158- 0,442

Perempuan 17 77,3 5 22,7 0 0

Total 28 70,0 10 25,0 2 5,0

Dari tabel 5.6., dengan menggunakan uji korelasi Spearman terhadap data tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan magnesium dengan tekanan darah dengan nilai p < 0,05 (p=0,0001) dan kekuatan korelasi, dengan nilai r = 0,641, yang menyatakan hubungan yang kuat antara asupan magnesium dengan tekanan darah.

Tabel 5.6. Analisis Hubungan Asupan Magnesium dengan Tekanan Darah Asupan

Mg

Tekanan Darah Total p value Spearman

correlation Hipotensi Normotensi Hipertensi (r)

n % n % n % n %

Kurang 1 3,6 26 92,9 1 3,6 28 100,0 0,0001 0,641 Cukup 0 0 5 50,0 5 50,0 10 100,0

Lebih 0 0 0 0 2 100,0 2 100,0

5.2. Pembahasan

Hasil penelitian didapatkan karakteristik subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin sebanyak 45,0% laki-laki dan 55,0% perempuan yang mengikuti penelitian. Subjek penelitian dengan tekanan darah hipotensi sebanyak 2,5%, normotensi sebanyak 77,5% dan hipertensi sebanyak 20,0%. Berdasarkan asupan magnesium, subjek penelitian yang mempunyai asupan magnesium kurang sebanyak 70,0%, asupan magnesium cukup sebanyak 25,0% dan asupan magnesium lebih sebanyak 5,0%.

Hasil penelitian menunjukkan dari 40 sampel didapatkan angka kejadian hipertensi sebanyak 20,0%. Angka kejadian tersebut tidak jauh berbeda dengan kejadian hipertensi pada dewasa menurut data The National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) tahun 1999-2000 yaitu 29-31%.23 Berdasarkan RIKESDAS, prevalensi hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas tahun 2007 di Indonesia adalah 31,7%.37 Hal ini menunjukkan bahwa hipertensi tidak hanya terjadi pada lanjut usia tetapi dapat juga terjadi pada dewasa produktif sebagai dampak globalisasi dan perubahan sosial ekonomi yang mengubah gaya hidup masyarakat seperti pola makan dan aktifitas fisik.36

Berdasarkan jenis kelamin, dalam penelitian ini menunjukkan kejadian hipertensi lebih sering terjadi pada laki-laki dengan prevalensi 38,9%, sedangkan

wanita sekitar 4,5%. Hasil ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Yunus pada tahun 2004, pria mempunyai prevalensi hipertensi yang lebih tinggi (31,7%) berbeda secara bermakna dibandingkan dengan wanita (23,5%).38 Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan Mufunda pada tahun 2006, prevalensi hipertensi pada pria (16,88%) didapatkan hanya sedikit lebih tinggi dari wanita (15,28%).39 Berikut penelitian yang dilakukan oleh National Academy on Aging Society pada tahun 2005, mengemukakan bahwa pria dan wanita rata-rata mempunyai angka kejadian hipertensi yang sama sebelum usia 65 tahun.40 pada subjek dengan umur 25-54 tahun lebih sering terjadi pada pria tetapi pada subyek dengan umur lebih dari 54 tahun, hipertensi lebih sering terjadi pada wanita.41

Selain itu, dari hasil penelitian, diketahui bahwa sebagian besar subjek memiliki asupan magnesium yang kurang 70,0%. Hipomagnesium biasanya ditemukan pada penderita hipertensi karena defisiensi magnesium dapat menyebabkan terjadinya kontraktilitas dan mengurangi relaksasi pembuluh darah sebagai respon terhadap unsur neurohormonal seperti prostaglandin dan amina beta adrenergik.42

Efek magnesium terhadap tekanan darah sangat berperan dalam pencegahan penyakit kardiovaskuler. Magnesium bersama dengan kalium, kalsium, dan natrium berperan terhadap proses regulasi tekanan darah. Efek magnesium terhadap tekanan darah sangat kecil tetapi sangat berperan terhadap pencegahan penyakit kardiovaskuler.43 Magnesium mempunyai peranan penting dalam upaya pengontrolan tekanan darah dengan memperkuat jaringan endotel, menstimulasi prostaglandin, dan meningkatkan penangkapan glukosa sehingga resistensi insulin dapat terkurangi. Selain itu, magnesium juga berperan dalam kontraksi otot jantung, bila konsentrasi magnesium dalam darah menurun maka otot jantung tidak dapat bekerja secara maksimal sehingga mempengaruhi tekanan darah.42 Kurang optimalnya fungsi asupan magnesium yang berasal dari makanan dalam menurunkan tekanan darah dapat disebabkan oleh serat, oksalat, fitat, dan fosfor yang dapat menghambat absorpsi magnesium di dalam usus halus. Selain itu, faktor stres mental atau stres fisik juga cenderung menurunkan absorpsi magnesium dan meningkatkan ekskresinya.43

Dari hasil food recall, didapatkan sampel banyak kekurangan asupan magnesium dikarenakan pengetahuan sampel mengenai sumber magnesium minim, kadar magnesium dalam makanan menurun akibat proses pengolahan makanan seperti merebus dan mengukus yang terlalu lama dan adanya pengaruh gabungan makanan lain dengan sumber makanan magnesium yang dapat mempengaruhi absorpsi magnesium.

Setelah dilakukan uji korelasi Spearman dari tabel 5.6., hasilnya menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan magnesium dengan tekanan darah dengan nilai p < 0,05 (p=0,0001). Dengan nilai r = 0,641, artinya korelasinya memiliki hubungan yang kuat antara asupan magnesium dengan tekanan darah. Hasil ini sejalan dengan penelitian Farid pada tahun 2010 yang menemukan adanya hubungan yang signifikan antara asupan magnesium dengan tekanan darah pada remaja di SMAN 5 Semarang.44 Selain itu, hasil penelitian juga didukung oleh hasil penelitian Arlita pada tahun 2013 yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara asupan magnesium dengan tekanan darah pada lansia.

Beberapa faktor lain seperti obesitas, olahraga, pemakaian obat-obatan, asupan nutrisi lainnya juga ikut mempengaruhi asupan magnesium dengan tekanan darah. Magnesium dapat memainkan peran penting dalam mengatur tekanan darah. Diet termasuk banyak buah dan sayuran merupakan sumber kalium dan magnesium terbaik, secara konsisten terkait dengan tekanan darah rendah.45 Dari penelitian Kass et.al pada tahun 2012 dengan studi meta-analisis menggunakan suplemen magnesium selama 3-24 minggu dapat menurunkan tekanan darah sistolik 3-4 mmHg dan tekanan darah diastolik 2-3 mmHg. Efek yang didapat akan lebih besar bila asupan magnesium lebih dari 370 mg/hari.46

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian ini, adalah sebagai berikut:

1. Pada kelompok tekanan darah, yang paling banyak dijumpai adalah normotensi yaitu sebanyak 31 orang (77,5%) dan kelompok asupan magnesium yang paling banyak yaitu asupan magnesium kurang sebanyak 28 orang (70%).

2. Berdasarkan tekanan darah dapat dilihat bahwa normotensi lebih banyak didapati pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 11 orang (61,1%). Pada jenis kelamin perempuan, normotensi lebih banyak didapati yaitu sebanyak 20 orang (90,9%).

3. Berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat bahwa asupan magnesium kurang lebih banyak didapati pada jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 17 orang (77,3%), sedangkan untuk jenis kelamin laki-laki asupan magnesium kurang yaitu sebanyak 11 orang (61,1%).

4. Dari hasil penelitian ini, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan magnesium dengan tekanan darah dengan nilai p < 0,05 (p=0,0001).

6.2. Saran

Dari seluruh proses dalam menyelesaikan penelitian ini, maka dapat diungkapkan beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berperan dalam penelitian ini. Adapun saran tersebut, yaitu:

1. Tekanan darah dan asupan magnesium dipengaruhi berbagai faktor sehingga membutuhkan kriteria inklusi dan eksklusi yang lebih detail, selain itu juga diharapkan pada penelitian selanjutnya memperhitungkan IMT, asupan nutrisi serta faktor lain yang dapat mempengaruhi tekanan darah dan asupan magnesium dari subjek penelitian.

2. Diharapkan penelitian selanjutnya mendapatkan pola distribusi yang normal dan mencakup lebih banyak subjek sehingga akurasi data dapat ditingkatkan.

3. Program dan data bahan makanan nutrisurvey yang sudah kuno sebaiknya diupdate terlebih dahulu untuk menambah atau merubah bahan-bahan makanan sehingga lebih memudahkan peneliti dalam memasukkan data.

4. Peneliti mengharapkan adanya penelitian yang mengukur secara tepat konversi Ukuran Satuan Rumah Tangga ke gram sehingga data penelitian akan lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Martin EA. Oxford Concise Colour Medical Dictionary. 5th edition. New York: Oxford University Press; 2010. p.89.

2. Ting SW, Feng CF. Chinese Medicine Shenfu Injection for Heart Failure : A Systematic Review and Meta-Analysis. Journal of Evidence. 2012; Vol. 25.

3. Sherwood L.Fisiologi Manusia : dari Sel ke Sistem. 2nd edition. Jakarta : EGC;

2001. p.200, 547.

4. Darmojo. Dalam Mengamati Perjalanan Epidemiologi Hipertensi di Indonesia.

Medika. 2001;No.7.

5. Anggara FHD, Nanang P. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Tekanan Darah Di Puskesmas Telaga Murni, Cikarang Barat. Jurnal Ilmiah Kesehatan.

2012; Vol. 5, No.1.

6. Rahajeng E, Tuminah S. Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Biomedis dan Farmasi Badan Penelitian Kesehatan Departemen Kesehatan RI; 2009.

7. Yeni Y, NurDjannah S, Solikhah. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Tahun 2009. KES MAS. 2010; Vol. 4, No.2.

8. Putri EHD. Hubungan Asupan Kalium, Kalsium dan Magnesium Terhadap Kejadian Hipertensi pada Wanita Menopause di Kelurahan Bojongsalaman.

Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro; 2014. Available From:

http://eprints.undip.ac.id/45227/1/658_Etika_Hasna_Dina_Putri.pdf[Accessed 22 Mei 2016]

9. Mubin MF, Samiasih A,Hermawanti T. Karakteristik dan Pengetahuan Pasien dengan Motivasi Melakukan Kontrol Tekanan Darah di Wilayah Kerja

Puskesmas Sragi I Pekalongan. J Kesehat Masy Indones. 2010; Vol 6, No.1.

10. Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11. Jakarta:

Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2006.p.172-173, 175.

11. Sherwood L.Fisiologi Manusia. Edisi 6. Jakarta : EGC; 2011.

12. Amiruddin Muh A, Danes VR, Lintong F. Analisa Hasil Pengukuran Tekanan Darah Antara Posisi Duduk dan Posisi Berdiri pada Mahasiswa Semester VII (Tujuh) TA. 2014/2015 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.

Jurnale-Biomedik (eBm). Januari-April 2015; Vol. 3. No.1.

13. Kozier B, et al.Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis Kozier Erb. Jakarta:

EGC; 2009.

14. Perry, Potter. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik. Vol. 1. Edisi ke-4. Jakarta : EGC; 2005.

15. Berman A. Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis Kozier & Erb. Jakarta:

EGC; 2009.

16. Williams JS, Brown SM, Conlin PR. Blood-Pressure Measurement. N Engl J Med. 2009; 360: p.e6.

17. Smeltzer CS, Bare GB. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8.

Jakarta: EGC; 2001.

18. Ronny SS.Fisiologi Kedokteran: Berbasis Masalah Keperawatan. Jakarta:

EGC; 2010.

19. Ganong WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22. Jakarta: EGC; 2008.

20. National Heart Lung and Blood Institute. High Blood Pressure. United States;

2008. Available from:

http://www.nhlbi.nih.gov/health/dci/Diseases/Hbp/HBP_WhatIs.html [Accessed 23 April 2016]

21. National Heart Lung and Blood Institute.Hypotension.United States; 2008.

Available from :

http://www.nhlbi.nih.gov/health/dci/Diseases/hyp/hyp_whatis.html[Accessed 23 April 2016]

22. Joint National Committee.Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. 7th report; 2004.

23. Yogiantoro M. HipertensiEsensial. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI; 2009. p.1079-1082.

24. Wells BG, et al. Pharmacotherapy Handbook. Ninth Edition. USA: The Mc.Graw Hill Company; 2015. p.87.

25. Nuraini B. Risk Factors of Hypertension. J Majority. Februari 2015; Vol. 4.

No.5.

26. Appel LJ. Calcium, Magnesium and Blood Pressure. In:IzzoJr, J.L., and Black, H.R.Hypertension Primer: The Essential of High Blood Pressure. ed 2nd. USA: American Heart Association; 1999. p.253-255.

27. Nafrialdi. Farmakologi dan Terapi. Edisi ke-5. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran UI; 2007. p.341-360.

28. Kawano Y, Matsuoka H, Takishita S, Omae T. Effects of Magnesium

Supplementation in Hypertensive Patients Assessment by Office, Home, and Ambulatory Blood Pressure. Journal of The American Heart Association.

2016; 32: p.260-265.

29. Almatsier S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama; 2009.

30. Grober U, Schmidt J, Kisters K. Review Magnesium in Prevention and Therapy. Nutrients. 2015; 7: 8199-8226.

31. Andarini. Terapi Nutrisi Pasien Usia Lanjut yang Dirawat di RumahSakit, Di dalam: Harjodisastro D, Syam AF, Sukrisman L, editor, Dukungan Nutrisi pada Kasus Penyakit Dalam. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI; 2012.

32. Houston M. The Role of Magnesium in Hypertension and Cardiovascular Disease. The Journal of Clinical Hypertension. November 2011; Vol. 13. No.

11.

33. Gerard JT, Bryan D. Principles of Anatomy and Physiology. 11th edition.

USA: John Wiley & Sons, Inc; 2006.

34. Lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia.

Available From:

http://gizi.depkes.go.id/download/Kebijakan%20Gizi/PMK%2075-2013.pdf [Accessed 18 Juni 2016]

35. Ana. 50 Makanan yang mengandung Magnesium tinggi. HS Verified Health Information. 2015 April. Available from:

http://halosehat.com/makanan/makanan-sehat/makanan-yang-mengandung-magnesium-tinggi [Accessed 21 Juni 2016]

36. Popkin BM. Global Nutrition Dynamics: the world is shifting rapidly toward a diet linked with noncommunicable diseases. Am J Clin Nutr. 2006; 84:289-98. Available From: URL:http://www.ajcn.org [Accessed 19 November 2016]

37. Infodatin. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Indonesia;

2014.

38. Yunus MA. Prevalence of Cardiovascular Risk Factors in a Rural Community in Mukim Dengkil, Selangor. Malays J Nutr. Maret 2004; 10(1):5-11.

39. Mufunfa J. The Prevalence of Hypertension and Its Relationship with Obesity: Results from a National Blood Pressure Survey in Eritre. Journal of Human Hypertension. 2006; 20, 59-65.

40. National Academy on Aging Society. Hypertension A common condition for older Americans dalam Challenges for the 21st Century: Chronic and Disabling Condition. Washington DC, USA; 2005. p:2.

41. Monroe A. Menstruation, Menopause, and HIV. BETA Winter. 2007; p.4.

Available From: http://www.sfaf.org/beta/2007_win/menstruation.html [Accessed 19 November 2016]

42. Lestari D. Hubungan Asupan Kalium, Kalsium, Magnesium, dan Natrium, Indeks Massa Tubuh, serta Aktifitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Usia 30-40 Tahun. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro; 2010.

Available from:

http://eprints.undip.ac.id/24915/2/313_Dian_Lestari_G2C006017.pdf [Accessed 19 November 2016]

43. Rolfes SR, Pinna K, Whitney E. Water and the major mineral. In:

Understanding normal and clinical nutrition. 7th edition. USA: Thomson wadsworth; 2006. P. 411-22.

44. Farid A. Hubungan Asupan Natrium, Kalium, Kalsium, Magnesium dan Serat dengan Tekanan Darah pada Remaja SMAN 5 Semarang. Thesis. Semarang:

Universitas Diponegoro; 2010.

45. Arlita T. Hubungan Asupan Natrium, Kalium, Magnesium dan Status Gizi dengan Tekanan Darah pada Lansia di Kelurahan Makamhaji Kecamatan Kartasura. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro; 2014.

46. Kass L, Weekes J, Carpenter L. Effect of Magnesium Supplementation on Blood Pressure: A Meta-analysis. Eur J Clin Nutr. 2012; 66,411-418.

Lampiran 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Jesslyn Norberta Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat/Tanggal Lahir : Medan/8 Januari 1996 Warga Negara : Indonesia

Status : Belum Menikah

Agama : Buddha

Alamat : Jalan Sawah Lunto No.8B, Medan Nomor Handphone : 089613195941

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan :

1. SD Budi Murni-3 Medan (2001-2007) 2. SMP Methodist-2 Medan (2007-2010) 3. SMA Methodist-2 Medan (2010-2013)

4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (2013-Sekarang)

Riwayat Pelatihan :

1. Peserta PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) FK USU 2013 2. Peserta MMB (Manajemen Mahasiswa Baru) FK USU 2013

3. Peserta Seminar dan Workshop BASIC SURGICAL SKILLS TBM FK USU 2014

4. Peserta Simposium dan Workshop “Breast Cancer - Diagnosis dan Therapy” SCORA PEMA FK USU 2014

5. Peserta Seminar dan Workshop Basic Life Support & Traumatology 2014 TBM FK USU

Riwayat Organisasi :

1. Anggota Divisi Jurnal SCORE PEMA FK USU 2. Anggota TSA (Tanoto Scholars Association) Medan

3. Panitia Seksie Acara Asadha MIND (Motion In Dharma) FK USU 2014 4. Panitia Seksie Administrasi dan Kesekretariatan Waisak MIND (Motion In

Dharma) FK USU 2015

5. Panitia Seksie Acara Asadha MIND (Motion In Dharma) FK USU 2015 6. Panitia Seksie Medis Obat Bakti Sosial MIND (Motion In Dharma) FK

1. Penerima Beasiswa Tanoto Foundation National Champion Scholarship (NCS) 2015

2. Juara I PEMA Medical Olympiad 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Div. Tropical Infection

3. Finalist Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan Div. Tropical Infection

Lampiran 2

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBYEK PENELITIAN

Assalamualaikum Wr Wb/Salam Sejahtera

Dengan Hormat,

Nama saya Jesslyn Norberta, sedang menjalani pendidikan Kedokteran di Program S1 Ilmu Kedokteran FK USU. Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Asupan Magnesium dengan Tekanan Darah pada Guru Sekolah Budi Murni-3 Medan”.

Nama saya Jesslyn Norberta, sedang menjalani pendidikan Kedokteran di Program S1 Ilmu Kedokteran FK USU. Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Asupan Magnesium dengan Tekanan Darah pada Guru Sekolah Budi Murni-3 Medan”.

Dokumen terkait