PENGELOLAAN DANA BANTUAN
A. Mekanisme Penyaluran
Agar penyaluran dana bantuan sosial dapat berjalan dengan baik, perlu ditetapkan mekanisme penyaluran bantuan sosial sebagai berikut:
1. Pengajuan Proposal/Program Kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Sekolah mengajukan proposal/program kerja sekolah dan rencana anggaran biaya bantuan sosial pembinaan SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK di 132 SMA tahun 2012 yang disusun dengan mengacu pada:
b. Hasil supervisi dan evaluasi keterlaksanaan program kerja sekolah, yang telah dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA pada bulan Oktober-Desember 2011.
c. Naskah “Petunjuk Teknis Penyusunan Program Kerja Sekolah” dan “Panduan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS)” yang diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan SMA tahun 2010.
d. Contoh proposal/program kerja penyelenggaraan SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK tahun 2012, terlampir pada Lampiran 2.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun proposal/program kerja antara lain:
a. Rencana kerja sekolah menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu sebagai dasar pengelolaan sekolah dalam mendukung peningkatan mutu lulusan (Lampiran Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 bagian A 4);
b. Sekolah menyusun rencana kerja jangka menengah (RKJM) yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan; dan rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang disusun berdasarkan RKJM (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007, Bagian A.4 Rencana Kerja Sekolah butir A.1 dan A.2);
c. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah disetujui rapat dewan guru setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota. Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah;
d. Program kerja sekolah disusun secara menyeluruh dan komprehensif, baik yang dibiayai melalui dana rutin maupun bantuan sosial, sesuai dengan karakteristik masing-masing sekolah.
e. Program kerja harus difokuskan untuk memenuhi 8 SNP dan penerapan PBKL serta pembelajaran berbasis TIK, sesuai dengan prioritas program/kegiatan yang telah ditetapkan.
f.Prioritas program/kegiatan pencapaian SNP, pelaksanaan PBKL dan pembelajaran berbasis TIK yang akan diprogramkan pada RKAS (program tahunan) ditetapkan dengan mempertimbangkan:
1) Standar yang pengelolaan dan penyelenggaraannya sepenuhnya menjadi kewenangan sekolah (sesuai prinsip MBS) dan tidak tergantung pada kebijakan daerah atau pusat, seperti: Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, Standar Penilaian dan Standar Pengelolaan.
2) Optimalisasi sumber daya yang tersedia antara lain mencakup: tenaga, sarana dan prasarana serta pembiayaan baik yang tersedia di masing-masing sekolah (internal) maupun di luar sekolah (pemda, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pendidikan lain dan masyarakat).
2. Asistensi dan Sinkronisasi Program Kerja dan RAB Bantuan Sosial
a. Dilaksanakan oleh Direktorat Pembinaan SMA, melalui kegiatan workshop di tingkat Pusat dengan tujuan untuk:
1) Meningkatkan pemahaman tentang kebijakan pembinaan SMA tahun 2012, dan peningkatan mutu pendidikan di SMA melalui manajemen mutu.
2) Menyamakan persepsi dan pemahaman terhadap hasil supervisi dan evaluasi keterlaksanaan program SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK di 132 SMA pada tahun 2011.
3) Memantapkan dan melakukan sinkronisasi program tindaklanjut program SNP, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK yang harus dilaksanakan oleh masing-masing sekolah pada tahun 2012, berdasarkan hasil evaluasi tahun 2011.
4) Menyepakati pelaksanaan program pembinaan SNP, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK dan penggunaan bantuan sosial tahun 2012, yang dituangkan dalam naskah kesepahaman (MoU).
b. Pada kegiatan ini sekaligus akan dilakukan penandatanganan MoU antara Direktorat Pembinaan SMA dengan 132 pengelola sekolah penyelenggara dan penerima bantuan sosial program pembinaan SNP, PBKL, dan pembelajaran berbasis TIK, sebagai bukti adanya kesepakatan dalam penyelenggaraan dan penggunaan dana program pembinaan SNP, PBKL, dan pembelajaran berbasis TIK pada tahun 2012 di masing-masing sekolah.
c. Sekolah mengirimkan program kerja (RKJM dan RKAS) yang telah dibahas bersama dengan Direktorat PSMA, kepada Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/Kota yang terkait, dengan tembusan kepada Kepala Dinas Provinsi setempat.
3. Penyaluran Dana Bantuan Sosial
a. Mendukung pelaksanaan program pembinaan SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK, Direktorat Pembinaan SMA mengalokasikan dana bantuan sosial untuk 132 SMA masing-masing sebesar Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
b. Dana bantuan sosial dimaksud, bersumber dari APBN Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional tahun anggaran 2012.
c. Jangka waktu penggunaan dana bantuan sosial Program Pembinaan SNP, PBKL, dan pembelajaran berbasis TIK di 132 SMA di atas, mulai diterimanya dana s.d. 30 Juni 2013.
d. Dana bantuan sosial akan disalurkan dengan cara pembayaran langsung ke nomor rekening sekolah penerima bantuan sosial melalui KPPN setempat, oleh Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Penyediaan dan Peningkatan Pelayanan Pendidikan SMA Model Direktorat Pembinaan SMA tahun anggaran 2012.
e. Penyaluran bantuan sosial ke setiap sekolah dilakukan satu tahap sebesar 100% dari jumlah dana bantuan sosial, setelah sekolah penerima dan pemberi bantuan sosial menandatangani naskah perjanjian dan kuitansi penerimaan bantuan serta melengkapi seluruh persyaratan administrasi.
Contoh MoU dan RAB pada Lampiran 3 B. Persyaratan Penyaluran
Kelengkapan administrasi yang harus disiapkan oleh sekolah dan Direktorat Pembinaan SMA berkaitan dengan penyaluran dana bansos, meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Surat Keputusan Penetapan 132 SMA pelaksana program pembinaan SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK tahun 2012;
2. RKAS dan RAB penggunaan bantuan sosial program pembinaan SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK tahun 2012, yang telah disempurnakan sesuai dengan hasil sinkronisasi dengan Direktorat Pembinaan SMA.
3. Surat perjanjian pemberian dan penggunaan bantuan sosial program pembinaan SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK, dibuat 4 (empat) rangkap, semua bermaterai Rp. 6.000,- ditandatangani oleh pemberi dan penerima bantuan.
4. Kuitansi pembayaran dana bantuan sosial, dengan ketentuan sebagai berikut: a. Kuitansi yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah penerima bantuan
sosial, Bendahara Pengeluaran dan Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Penyediaan dan Peningkatan Layanan Pendidikan SMA Model, dan dibubuhi stempel masing-masing instansi yang terkait.
b. Kuitansi di buat dalam 6 (enam) rangkap (lembar 1, bermaterai Rp. 6.000,-).
Contoh kuitansi penerimaan bantuan sosial pada Lampiran 4 5. Foto copy rekening Bank, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Foto copy rekening yang dilegalisir oleh pejabat bank yang bersangkutan dan di stempel asli.
b. Rekening harus atas nama sekolah penerima bantuan, bukan atas nama pribadi atau yayasan.
c. Pengambilan dana atas nama 2 (dua) orang yaitu Kepala sekolah dan Bendahara sekolah yang bersangkutan.
Contoh copy rekening Bank pada Lampiran 5
6. Foto-copy Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama sekolah. 7. Foto-copy pengangkatan Kepala sekolah yang bersangkutan.