PENGELOLAAN DANA BANTUAN
E. Peruntukan Bantuan
Program pembinaan SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK secara khusus dimaksudkan untuk memberikan pendampingan/pembinaan kepada 132 SMA untuk memenuhi standar nasional pendidikan, menyelenggarakan pendidikan berbasis keunggulan lokal, dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Melalui program ini diharapkan akan diperoleh sejumlah SMA yang dapat dijadikan sebagai
benchmarking bagi sekolah lainnya dalam pemenuhan SNP, PBKL, dan pembelajaran berbasis TIK. Berdasarkan pada potensi dan kesiapan sekolah dalam melaksanakan pemenuhan SNP, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK, maka pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan prinsip bahwa mulai tahun pertama pembinaan (2010) semua sekolah (132 SMA) wajib melaksanakan program pemenuhan SNP ditambah dengan PBKL dan atau PSB. Selanjutnya pada tahun ketiga pembinaan (2012) semua sekolah wajib melaksanakan semua program pembinaan yaitu SKM, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK. Perkembangan pelaksanaan program tersebut sebagai berikut:
Program Pembinaan 2010 2011 2012
1. Pelaksanaan SNP 132 SMA 132 SMA 132 SMA
2. Pelaksanaan PBKL 33 SMA 66 SMA 132 SMA
3. Pembelajaran Berbasis TIK 34 SMA 76 SMA 132 SMA Berdasarkan pada tujuan pembinaan yaitu terpenuhinya SNP, terlaksananya PBKL dan pembelajaran berbasis TIK di 132 SMA dan tahapan pembinaan, serta sifat dana bantuan sebagai dana stimulus, maka alokasi penggunaan dana bantuan sosial tahun 2012 diprioritaskan untuk:
1. Melengkapi program kerja sekolah yang sudah dianggarkan pada RKAS tahun 2012 dalam pemenuhan/pelaksanaan SNP, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK
2. Memenuhi indikator-indikator PBKL atau pembelajaran berbasis TIK bagi SMA yang baru melaksanakan PBKL atau PSB pada tahun 2012 (PBKL = 66 SMA dan PSB = 56 SMA)
3. Mengembangkan indikator-indikator SNP, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK yang belum mencapai skor 4,00 berdasarkan hasil supervisi dan evaluasi tahun 2011
4. Meningkatkan kualitas indikator yang sudah mencapai skor 4,00 pada komponen SI, SKL, Standar Proses, Standar Pengelolaan dan Standar Penilaian.
Dana bantuan sosial pembinaan SNP, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK tahun 2012 sebesar Rp. 100.000.000,00 dialokasikan sebanyak 70,00% untuk membiayai kegiatan-kegiatan dalam rangka pemenuhan SNP, PBKL, pembelajaran berbasis TIK dan 30,00% untuk program bea siswa. Rincian alokasi dana tersebut sebagai berikut:
1. Program Pemenuhan SNP, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK (70,00%) Program pemenuhan SNP, PBKL dan pembelajaran berbasis yang dianggarkan melalui dana bansos dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu: a. Program wajib yaitu semua sekolah wajib memprogramkan kegiatan
yang telah ditetapkan Dit. Pembinaan SMA.
b. Program disarankan yaitu kegiatan yang disarankan oleh Dit. Pembinaan SMA untuk dianggarkan dalam bansos khususnya pada indikator-indikator yang belum mencapai skor 4 atau sudah mencapai skor 4 berdasarkan hasil supervisi dan evalusi tahun 2011, tetapi akan dikembangkan. Sekolah dapat mengikuti atau tidak mengikuti kegiatan yang disarankan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan.
c. Program sesuai kebutuhan sekolah yaitu kegiatan yang disusun sekolah diluar kegiatan wajib dan disarankan berdasarkan hasil supervisi dan evaluasi tahun 2011.
Kegiatan yang diprogramkan pada pemenuhan SNP, PBKL, dan pembelajaran berbasis TIK ini terdiri dari 4 kelompok dengan pembagian alokasi dana bansos sebagai berikut: (1) Pemenuhan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses, Standar Penilaian maksimum 20,00%; (2) Pemenuhan Standar Pengelolaan maksimum 15,00%; (3) Peningkatan Kemampuan Pendidik dan Tenaga Kependidikan maksimum 25,00%; (4) Pemenuhan Sarana Pendukung Pembelajaran maksimum 10,00%. Uraian keempat kelompok program tersebut sebagai berikut:
a. Pemenuhan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Proses, dan Standar Penilaian (20,00%)
Pada program ini dialokasikan dana sebesar 20,00% dari dana Bansos keseluruhan yaitu Rp. 20.000.000,00 untuk Pemenuhan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan; Pemenuhan Standar Proses; dan Pemenuhan Standar Penilaian dengan uraian sebagai berikut:
1) Pemenuhan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan:
a) Program wajib: bagi sekolah yang baru melaksanakan PBKL tahun 2012/2013
(1) Penyusunan perangkat pendukung PBKL, mencakup kegiatan: (a) Analisis potensi daerah, penentuan tema dan jenis
keunggulan lokal
(b) Inventarisasi dan penjabaran kompetensi keunggulan lokal
(c) Menentukan strategi implementasi PBKL
(e) Penyusunan/pengembangan silabus, program PBKL melalui: integrasi pada mata pelajaran yang relevan, muatan lokal, mata pelajaran keterampilan
Catatan:
Bagi sekolah yang melaksanakan PBKL tahun 2010/2011 atau 2011/ 2012 tidak diwajibkan memprogramkan kegiatan di atas kecuali jika berkeinginan untuk melakukan penyempurnaan atau pengembangan perangkat pendukung PBKL sesuai kebutuhan.
b) Program disarankan: tidak ada c) Program sesuai kebutuhan:
Sekolah dapat menyusun kegiatan lain sesuai kebutuhan dalam rangka memenuhi indikator SI dan SKL khususnya indikator yang belum mencapai skor 4, atau menyempurnakan indikator yang sudah mencapai skor 4.
2) Pemenuhan Standar Proses
a) Program wajib: bagi sekolah yang baru melaksanakan PBKL tahun 2012/2013
(1) Penyusunan RPP program PBKL untuk seluruh KD yang telah dikembangkan, melalui antara lain: (a) integrasi pada mata pelajaran yang relevan, (b) muatan lokal, (c) mata pelajaran keterampilan
b) Program disarankan:
(1) Penyusunan/Pengembangan bahan ajar berbasis TIK oleh guru
(2) Pembelian tambahan bahan praktik untuk 1 tahun pelajaran: (a) Pembelajaran IPA (Fisika, Kimia, Biologi)
(b) Pembelajaran PBKL c) Program sesuai kebutuhan:
Sekolah dapat menyusun kegiatan lain sesuai kebutuhan dalam rangka memenuhi indikator Standar Proses khususnya indikator yang belum mencapai skor 4, atau menyempurnakan indikator yang sudah mencapai skor 4.
3) Pemenuhan Standar Penilaian a) Program wajib: tidak ada b) Program disarankan:
(1) Penyusunan rancangan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan ujian sekolah
c) Program sesuai kebutuhan:
Sekolah dapat menyusun kegiatan lain sesuai kebutuhan dalam rangka memenuhi indikator Standar Penilaian khususnya indikator yang belum mencapai skor 4, atau menyempurnakan indikator yang sudah mencapai skor 4.
b. Pemenuhan Standar Pengelolaan (15,00%)
Pada program ini dialokasikan dana sebesar 15,00% dari dana Bansos keseluruhan yaitu Rp. 15.000.000,00 untuk Pemenuhan Standar Pengelolaan dengan uraian sebagai berikut:
1) Program wajib: bagi seluruh sekolah (132 SMA)
a) Keikursertaan Wakasek Kurikulum (1 orang) pada workshop tingkat nasional yang diselenggarakan Dit. Pembinaan SMA
b) Perluasan kemitraan SKM dan PBKL dengan SMA lain (5 SMA) c) Perluasan kemitraan PSB dengan SMA lain (5 SMA)
d) Implementasi pendidikan karakter dan pendidikan anti korupsi melalui kegiatan siswa (OSIS), misal : PMR, Cerdas Cermat, Kepramukaan dll.
2) Program disarankan: tidak ada 3) Program sesuai kebutuhan:
Sekolah dapat menyusun kegiatan lain sesuai kebutuhan untuk memenuhi indikator Standar Pengelolaan khususnya indikator yang belum mencapai skor 4, atau menyempurnakan indikator yang sudah mencapai skor 4.
c. Peningkatan Kemampuan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (25,00%) Pada program ini dialokasikan dana sebesar 25,00% dari dana Bansos keseluruhan yaitu Rp. 25.000.000,00 untuk Peningkatan Kemampuan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan uraian sebagai berikut:
1) Program wajib: bagi seluruh sekolah (132 SMA)
a) Workshop/IHT Peningkatan kemampuan Guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan penilaian.
Sasaran workshop adalah guru internal sekolah dengan materi mencakup pembelajaran efektif/implementasi PBKL/implementasi PSB, dan lain-lain sesuai kebutuhan sekolah.
b) Workshop/IHT peningkatan kemampuan warga sekolah mitra dalam pemenuhan SNP/SKM, PBKL dan pembelajaran berbasis TIK
Sasaran workshop adalah guru dan kepala sekolah mitra dengan materi sama dengan workshop internal sekolah atau materi lain sesuai kebutuhan sekolah mitra.
Catatan:
a) Sekolah dapat mengatur sasaran dan unit cost sesuai dengan kewajaran dan kondisi masing-masing daerah
b) Transportasi bagi peserta workshop dari luar sekolah, agar dibiayai oleh masing-masing sekolah asal peserta.
2) Program disarankan: tidak ada
3) Program sesuai kebutuhan: tidak ada
d. Pemenuhan Sarana Pendukung Pembelajaran (Maksimum 10,00%)
Pada program ini dialokasikan dana maksimum sebesar 10,00% dari dana bansos keseluruhan yaitu Rp. 10.000.000,00 untuk Pemenuhan Sarana Pendukung Pembelajaran dengan uraian sebagai berikut:
1) Program wajib: tidak ada 2) Program disarankan:
a) Pembelian buku pegangan/referensi bagi guru b) Pengelolaan website profil SMA
(1) Hosting
(2) Pemeliharaan website 3) Program sesuai kebutuhan:
Sekolah dapat menyusun kegiatan lain sesuai kebutuhan dalam rangka pemenuhan sarana pendukung pembelajaran khususnya indikator yang belum mencapai skor 4, atau menyempurnakan indikator yang sudah mencapai skor 4. Pada dasarnya Bansos Pembinaan SKM-PBKL-PSB tidak dialokasikan untuk sarana dan prasarana. Namun sekolah dapat mengalokasikan Bansos ini untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran selain dalam bentuk bangunan dan peralatan.
2. Program Bea Siswa (30,00%)
a. Program pemberian bea siswa merupakan kegiatan wajib seluruh SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK.
b. Beasiswa diberikan kepada peserta didik yang tidak mampu untuk satu tahun pelajaran. Sekolah melakukan visitasi ke peserta didik yang kurang
mampu dan hasilnya dituangkan dalam Laporan Hasil Visitasi yang dijadikan acuan dalam pemberian beasiswa.
c. Kriteria dan penetapan penerima bea siswa ditetapkan oleh sekolah.