Desk penilaian tahap II dijadwalkan terlaksana pada bulan Mei 2021 namun terealisasi pada tanggal 5.sd 9 Juli 2021. Hal tersebut dikarenakan menyesuaikan dengan kebijakan dari KemenPANRB sesuai Surat No. B/526/RB.06/2021 tanggal 18 mei 2021 perihal mekanisme penyampaian Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) Tahun 2021. Desk tahap II dilaksanakan pada Tanggal 05 s.d 9 Juli 2021 Unit Kerja berdasarkan Surat Nomor B-PI.06.06.72.722.07.21.34 Tanggal 01 Juli 2021 perihal undangan pelaksanaan desk penilaian tahap II pembangunan zona integritas (ZI) menuju WBK/WBBM tahun 2021.
Hasil desk tahap II dilakukan pembahasan panel bersama Inspektur Utama dan TPI dari eksternal dengan hasil sebagai berikut:
1. WBK
a. Unit Kerja yang diusulkan WBK
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan
1 Dit PMPU PO Nilai TLHP 100% Diusulkan
2 Biro Hukum dan Organisasi
Nilai TLHP 100%
Diusulkan
3 Dit Std Obat Nilai TLHP 100% Diusulkan
4 BBPOM di Jayapura Nilai TLHP : 4.82 (96.45%)
TLHP sudah
menyampaikan surat pernyataan
Diusulkan
5 Ditwasprod ONPP Nilai TLHP : 2.5 (50%) TLHP sudah
menyampaikan surat pernyataan
Diusulkan
6 BBPOM di Manado Nilai TLHP 100% Diusulkan
7 BBPOM di Mataram Nilai TLHP 100% Diusulkan
8 BPOM di Ambon Nilai TLHP : 4.70 (94.05%)
TLHP sudah
menyampaikan surat pernyataan
Diusulkan
9 BBPOM di Bandar Lampung
Nilai TLHP 100%
Diusulkan
10 Dit Std OTSK Nilai TLHP 100% Diusulkan
11 BBPOM di Palangkaraya
Nilai TLHP 100%
Diusulkan
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan
Nilai TLHP 100%
Diusulkan
18 BPOM di Bengkulu Nilai TLHP 100% Diusulkan 19 BPOM di Manokwari Nilai TLHP 100% Diusulkan 20 BBPOM di
Banjarmasin
Nilai TLHP 100% Unit dapat diusulkan dengan catatan ditambahkan data dukungnya. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan Secara keseluruhan
presentasinya kurang, dan monev AoC sudah oke 2. Tata Laksana
a. Banjarmasin menonjol karena memiliki inovasi yang memiliki nilai karakteristik KerLing (Kelotok Keliling) dan diminta tambahan data dukung
b. Inovasi Kerling agar diperbaiki detail dari laporan monevnya 3. Pelayanan Publik
a. Belum implementasi dan dampak dari inovasi
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan pelayanan kepada masyarakat
b. Hasil indeks pelayanan publik pada skor 3.98 (peringkat 3 terendah) karena :
- Ketersediaan pelaksana layanan yang sesuai dengan kompetensi kebutuhan jenis layanan belum terdapat data dukung persentase gap kompetensi
- Kecepatan tindak lanjut hasil SKM (75% s.d
d. Reward and punishment agar monev dicermati kembali
21 BBPOM di Samarinda Nilai TLHP 100% Diusulkan 22 PPSDM 1. Nilai TLHP : 4.58
(91.67%)
2. Lapkin tidak tepat waktu
TLHP
3. sudah menyampaikan surat pernyataan
Unit dapat diusulkan dengan catatan ditambahkan data dukungnya. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan a. Dampak yang
disampaikan belum jelas b. Monev AoC
2. Tata Laksana
Pemanfaatan IT agar diperhatikan kembali 3. Pelayanan Publik
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan a. Terkait reward and
punishment agar bukti pemberiannya
ditambahkan b. Masih kurang
menginformasikan kepada unit terkait pemanfaatan videotron 24 Biro Sumber Daya
Manusia
Nilai TLHP 100%
(Belum ada surat usulan dari TPU)
Unit dapat diusulkan dengan catatan ditambahkan data dukungnya. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan a. Pada paparan AoC
belum terlalu ditampilkan b. Pemanfaatan e-Monev
belum terlalu terlihat kemanfaatannya 2. Tata Laksana
a. SOP agar dipastikan sudah diupdate dengan nomenklatur yang baru b. Inovasi agar
diimplementasikan, diformalkan
c. Inventarisasi daftar jenis layanan dan inovasi yang dibangun
3. SDM
Indikator kinerja belum sampai ke level individu 4. Pelayanan Publik
Perlu diperkuat lagi sinergitas pelayanan antara PPSDM dan Biro SDM
b. Unit Kerja yang belum dapat diusulkan WBK
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan
1 BBPOM di Banda Aceh
1. Inovasi masih baru, implementasi masih baru, dan belum terdapat analis dampaknya
2. Hasil penilaian kinerja individu belum dijadikan dasar untuk pemberian reward (pengembangan karir individu,
penghargaan dll)
3. Reward, punishment dan kompensasi untuk
pelayanan implementasi belum terlihat
Unit belum dapat diusulkan
Masih perlu adanya intervensi dan bimbingan pelaksanaan PMPZI. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan
Belum terlihat kemajuan dari program perubahan
2. Tata Laksana
a. SOP harus dilihat kembali apa sudah ada yang terupdate atau belum
b. e-Office masih minim dan dilengkapi monev nya
c. SK KIP agar ditinjau kembali 3. SDM
Indikator kinerja individu agar setiap karyawan ditambahkan indikator kegiatan
4. Pengawasan
Before and after agar dicermati kembali 5. Pelayanan Publik
a. UPP urutan terendah b. Belum banyak inovasi
c. Survei SKM banyak yang belum ditindaklanjuti
d. Reward and punishment agar diperhatikan kembali
e. Penerapan implementasi reward and punishment agar diperbaiki kembali
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan 2 BPOM di
Kendari
1. Inovasi belum terdapat implementasi dan analisis dampaknya 2. Monev belum terlihat
kesinambungan
Unit belum dapat diusulkan. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan
a. Pembangunan ZI seperti terputus di tahun 2020 dan tahun 2021
b. Inovasi yang tidak berkelanjutan c. Inovasi masih baru
d. Belum menyampaikan hasil dari inovasi, hasil survei PPSDM dan tidak terlihat dampaknya
2. Tata Laksana
a. SOP perlu direview kembali relevansinya b. Inovasi belum begitu kuat dengan
diperhatikan SK, monev, dan dampaknya c. KIP agar dilihat kembali SK, monev, dan
dampaknya 3. Pelayanan Publik
a. Karakteristik pelayanan publik di Kendari agar dibuat lagi TL dari SKM, dan
perkuatan pelayanan publik kepada Stakeholder
b. UPP pada peringkat 4 terbawah 3 BBPOM di
Makassar
1. Inovasi belum terdapat implementasi dan analisis dampaknya 2. Monev belum terlihat
kesinambungan
Unit belum dapat diusulkan. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan
a. Pembangunan ZI seperti terputus di tahun 2020 dan tahun 2021
b. Inovasi yang tidak berkelanjutan c. Inovasi baru dibangun
d. Tindak lanjut rekomendasi agar ditambahkan
e. LKE masih kurang dan monevnya masih belum berkesinambungan
f. Format laporan monev masih belum sesuai
2. Pelayanan Publik:
a. Inovasi belum terlihat dengan karakteristik unit
b. Implementasi belum terlihat penerapan yang berkesinambungan
c. Inovasi dipastikan dengan karakteristik, monev, dan fokus pada inovasi yang menjadi inovasi andalan
d. UPP 4,35 di peringkat 17
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan 4 BPOM di
Kupang
1. Inovasi baru terimplementasi
2. Monev formatnya masih belum jelas
Unit belum dapat diusulkan. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan
Agen perubahan kurang dieksplore dalam penjelasannya
2. Tata Laksana
Inovasi masih baru dan implementasi belum dapat dianalisis kemanfaatannya
3. Pengawasan
a. Masih minim inovasi
b. Pada semua periode TL dan monev
pembuatannya dibuat diwaktu yang sama 4. Pelayanan Publik
a. Pemotongan timeline dari pihak ketiga 3 hari, sementara di Balai lain ada yang 1 hari kerja
b. Implementasi dari inovasi belum terlihat c. Penambahan data dukung terkait reward
and punishment
d. Kanal media sosial agar lebih progresif, up to date
e. UPP dengan nilai 4,13 5 PRKOM Kurang meyakinkan:
1. Belum terdapat inovasi pada TL
2. Paparan belum terlihat jenis layanannya baik internal maupun eksternal
3. Data dukung yang dimiliki masih bias dari area yanblik (implementasi, dan analisis dampak) 4. Belum ada surat usulan
dari TPU
Unit belum dapat diusulkan. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan
AoC agar lebih ditampilkan inovasi dan dampaknya pada LKE dan paparan 2. Tata Laksana
a. SOP agar diperhatikan kembali yang masih dalam bentuk draft agar diformalkan b. e-Office agar ditampilkan inovasi yang
sesuai dengan karakteristik unit, disertakan juga monev, dan kemanfaaatannya
c. KIP agar diperhatikan proggressnya 3. Pengawasan
a. Belum terlihat adanya inovasi
b. Pembedaan pengaduan masyarakat di pengawasan dan yanblik
4. Pelayanan Publik
a. Belum terlihat dalam paparan identifikasi analisis stakeholdernya siapa
b. Agar data dukung diperhatikan kembali
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan 6 Dit Cegah
Tangkal
Nilai dibawah 80 Unit belum dapat diusulkan. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan
a. Pada saat paparan belum terlihat peran agen perubahan
b. Monev agen perubahan belum dimanfaatkan dengan maksimal 2. Tata Laksana
a. SOP agar dipastikan sudah diupdate dengan nomenklatur yang baru b. Inovasi agar diimplementasikan,
diformalkan
c. KIP agar diperhatikan kembali monevnya terkait ketersinambungannya
3. SDM
Indikator kinerja belum sampai ke level individu
4. Pengawasan
a. Pada paparan agar dihighlight inovasinya b. Agar terdapat dampak dari inovasinya 5. Pelayanan Publik
a. Pemilahan informasi agar yang bisa dipublikasikan dan yang dikecualikan kepada Stakeholder
b. Maklumat pelayanan sebatas untuk institusi tidak sesuai dengan karakter unit c. Agar dihighlight dampak dari unit sangat
bermanfaat bagi stakeholder
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan
7 Dit Intelijen Nilai dibawah 80 Unit belum dapat diusulkan. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan
a. Pada saat paparan belum terlihat peran agen perubahan
b. Monev agen perubahan belum dimanfaatkan dengan maksimal 2. Tata Laksana
a. SOP agar dipastikan sudah diupdate dengan nomenklatur yang baru b. Inovasi agar diimplementasikan,
diformalkan
c. KIP agar diperhatikan kembali monevnya terkait ketersinambungannya
3. SDM
Indikator kinerja belum sampai ke level individu
4. Pengawasan
a. Pada paparan agar dihighlight inovasinya b. Agar terdapat dampak dari inovasinya 5. Pelayanan Publik
a. Pemilahan informasi agar yang bisa dipublikasikan dan yang dikecualikan kepada Stakeholder
b. Maklumat pelayanan sebatas untuk institusi tidak sesuai dengan karakter unit c. Agar dihighlight dampak dari unit sangat
bermanfaat bagi stakeholder
2. WBBM
a. Unit Kerja yang diusulkan WBBM
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan
1 Ditwas KMEI TLHP 100% Diusulkan
2 PPPOMN TLHP 100%, namun baru 1
tahun WBK Diusulkan
3 BBPOM di Denpasar
TLHP 100%
Diusulkan 4 BBPOM di
Yogyakarta
TLHP 100%
Diusulkan 5 BBPOM di
Pontianak
Syarat WBBM 85.0 (tidak terpenuhi)
Perlu tambahan data dukung terkait tindak lanjut monev
Diusulkan
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan 6 BBPOM di
Surabaya
Syarat WBBM 85.0 (tidak terpenuhi)
1. Monev Renja, KIP, Dumas belum ditindaklanjuti
2. Belum ada inovasi e-office di pengukuran kinerja
Diusulkan
7 Ditwasdisyan ONPP
Syarat WBBM 85.0 (tidak terpenuhi)
1. TL : Dapat ditingkatkan Reviu SOP dan monev IT
2. Was : Monev WBS dan Dumas, belum ada inovasi dalam penerapan SPIP
3. Yanblik : TL dari SKM
Unit belum dapat diusulkan. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Pelayanan Publik:
a. Terkait syarat harus terdapat tindak lanjut hasil monev dari hasil survei dan
pelaksanaan survei mandiri yang bersifat spesifik.
b. Hasil SKM yang belum ditindaklanjuti 2. Pengawasan:
Digali lagi inovasi pada SPIP 8 BBPOM di
Padang
Syarat WBBM 85.0 (tidak terpenuhi)
1. TL : Inovasi pada penerapan e-office, tindak lanjut monev keterbukaan informasi public
2. SDM : Mutasi, gap kompetensi
Unit dapat diusulkan dengan catatan
penambahan data dukung. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Tata Laksana:
Aplikasi Gamalai ditambahkan analisis dampak.
2. SDM
a. Penggambaran gap kompetensi belum disatukan
b. Penambahan bukti data dukung bukti di mutasi
b. Unit kerja yang belum dapat diusulkan WBBM
No Unit Kerja Keterangan Kesimpulan
1 Ditwasdisyan ONPP
Syarat WBBM 85.0 (tidak terpenuhi)
1. TL : Dapat ditingkatkan Reviu SOP dan monev IT 2. Was : Monev WBS dan
Dumas, belum ada inovasi dalam penerapan SPIP
3. Yanblik : TL dari SKM
Unit belum dapat diusulkan. Beberapa catatan dari TPI Badan POM sebagai berikut:
1. Pelayanan Publik:
a. Terkait syarat harus terdapat tindak lanjut hasil monev dari hasil survei dan
pelaksanaan survei mandiri yang bersifat spesifik.
b. Hasil SKM yang belum ditindaklanjuti 2. Pengawasan:
Digali lagi inovasi pada SPIP
Kegiatan 15 – Pengajuan reviu kepada TPN secara online melalui aplikasi pmpzi.menpan.go.id
Pengajuan Unit Kerja untuk mendapat predikat WBK/WBBM kepada KemenPANRB secara online melalui aplikasi pmpzi.go.id dijadwalkan terlaksana sebelum tanggal 31 Mei 2021 namun dikarenakan terdapat kebijakan dari KemenPANRB sesuai Surat No. B/526/RB.06/2021 tanggal 18 mei 2021 perihal mekanisme penyampaian Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) Tahun 2021. Batas waktu pengusulan unit kerja berpredikat menuju WBK/WBBM yang semula ditetapkan tanggal 31 Mei 2021 diperpanjang menjadi 31 Juli 2021, sehingga pengajuan dilakukan pada tanggal 28 Juli 2021 berdasarkan surat Kepala Badan POM Nomor PI.06.06.1.7.07.21.67 tanggal 28 Juli 2021 perihal Pengusulan Unit kerja layanan berpredikat menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK)/wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) tahun 2021 Unit Kerja yang diajukan sebagai berikut:
1. WBK
a. BBPOM di Mataram b. BBPOM di Manado c. BBPOM di Palembang d. BBPOM di Palangkaraya e. BBPOM di Samarinda f. BPOM di Pangkal Pinang g. BBPOM di Banjarmasin h. BBPOM di Serang i. BBPOM di Jayapura
j. BBPOM di Bandar Lampung k. BBPOM di Bandung
l. BPOM di Batam m. BPOM di Ambon n. BPOM di Palu o. BPOM di Bengkulu p. BPOM di Manokwari
q. Direktorat Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif
r. Direktorat Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor
s. Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik
t. Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan u. Biro Sumber Daya Manusia
v. Biro Umum
w. Biro Hukum dan Organisasi
x. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan
2. WBBM
a. BBPOM di Surabaya b. BBPOM di Yogyakarta c. BBPOM di Padang d. BBPOM di Denpasar e. BBPOM di Pontianak
f. Direktorat Pengawasan Keamanan Mutu dan Ekspor Impor Obat Narkotika Psiotropika Prekursor dan Zat Adiktif
g. Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional
B. Kegiatan yang tidak tercapai pada triwulan II
Terdapat kegiatan yang belum dapat terlaksana sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam Road Map Pelaksanaan Penilaian Mandiri Pembangunan ZI Menuju WBK/WBBM di lingkungan Badan POM tahun 2021 yaitu:
Kegiatan 7 - Penetapan calon Unit Kerja prioritas yang akan diajukan penilaian