A. Deskripsi Materi
1 Melaksanakan Penilaian Sikap
2 Melaksanakan Penilaian Pengetahuan
3 Melaksanakan Penilaian Keterampilan
Pelibatan peserta didik dalam pembelajaran
1 Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
melalui interaksi guru, peserta didik, sumber belajar
2 Merespon positif partisipasi peserta didik
3 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons
peserta didik
4 Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme
LK: B.4.1.3
Format Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas ( SD/ SMP/SMA/SMK)
Nama Guru : _________________________________________
Mata Pelajaran /Tema : _________________________________________
Kelas : _________________________________________
Topik/Subtopik : __________________________________________
Aspek yang Diamati Ya Tidak Catatan Saran Perbaikan
Kegiatan Pendahuluan Apersepsi dan Motivasi
1 Mengondisikan suasana belajar yang
menyenangkan
2 Mengaitkan materi sebelumnya dengan
materi yang akan dipelajari
3 Menyampaikan manfaat materi pembelajaran
yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari
4 Menyampaikan garis besar cakupan materi
Penyampaian kompetensi, rencana kegiatan dan penilaian
1 Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
2 Menyampaikan garis besar kegiatan yang akan
dilakukan
3. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian
yang akan digunakan
Kegiatan Inti
Penguasaan materi pembelajaran
1 Kemampuan menyesuaikan materi dengan
kompetensi dasar
2 Kemampuan mengkaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang relevan, perkembangan Iptek, dan kehidupan nyata.
3 Menyajikan pembahasan materi
pembelajaran dengan tepat.
Penerapan strategi pembelajaran yang mendidik
1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai
2 Menyajikan materi secara sistematis (mudah
ke sulit, dari konkrit ke abstrak)
3 Menguasai kelas
4 Melaksanakan pembelajaran yang
menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik dalam mengajukan pertanyaan
5 Melaksanakan pembelajaran yang
menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik dalam mengemukakan pendapat
6 Melaksanakan pembelajaran yang
mengembangkan keterampilan peserta didik sesuai dengan materi ajar
7 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual
8 Melaksanakan pembelajaran yang
menumbuhkan kebiasaan dan sikap positif (nurturant effect)
9 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
alokasi waktu yang direncanakan
Penerapan Pendekatan Saintifik
1 Memfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi
peserta didik untuk mengamati
2 Memancing peserta didik untuk bertanya apa,
mengapa dan bagaimana
3 Menfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi
peserta didik untuk mengumpulkan informasi
4 Memfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi
peserta didik untuk mengasosiasikan data dan informasi yang dikumpulkan
5 Menfasilitasi dan menyajikan kegiatan bagi
peserta didik untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya
Pemanfaatan media/sumber belajar dalam pembelajaran
1 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media belajar
2 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
sumber pembelajaran
3 Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
media belajar
4 Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
sumber pembelajaran
5 Menghasilkan pesan yang menarik
Pelaksanaan penilaian pembelajaran
1 Melaksanakan Penilaian Sikap
2 Melaksanakan Penilaian Pengetahuan
3 Melaksanakan Penilaian Keterampilan
Pelibatan peserta didik dalam pembelajaran
1 Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
melalui interaksi guru, peserta didik, sumber belajar
2 Merespon positif partisipasi peserta didik
3 Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons
peserta didik
4 Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme
Masukkan terhadap Pelaksanaan Pembelajaran secara umum: ... ... ... ... ... ... ... ....
Penggunaan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran
1 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan
lancar
2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan
benar
Kegiatan Penutup Penutup pembelajaran
1 Menfasilitasi dan membimbing peserta didik
merangkum materi pelajaran
2 Menfasilitasi dan membimbing peserta didik
untuk merefleksi proses dan materi pelajaran
3 Memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran
4 Melakukan penilaian
5 Merencanakan kegiatan tindak lanjut
6 Menyampaikan rencana pembelajaran pada
pertemuan berikutnya.
Jumlah
R- 4.2 Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran ini digunakan oleh pengamat untuk menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada saat praktik pelaksanaan pembelajaran
Langkah Peniaian:
- Cermati format Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
- Berikan tanda cek (√) pada kolom pilihan YA atau TIDAK sesuai dengan penilaian Anda terhadap penyajian guru pada saat pelaksanaan pembelajaran - Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran - Setelah selesai penilaian, hitung jumlah nilai YA dan TIDAK
- Tentukan Nilai menggunakan rumus sbb:
PERINGKAT NILAI Amat Baik ( AB) 90 < AB ≤ 100 Baik (B) 80 < B ≤ 90 Cukup (C) 70 < C ≤ 80 Kurang (K) ≤ 70
Masukkan terhadap Pelaksanaan Pembelajaran secara umum: ... ... ... ... ... ... ... ....
Penggunaan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran
1 Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar
2 Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar
Kegiatan Penutup Penutup pembelajaran
1 Menfasilitasi dan membimbing peserta didik merangkum materi pelajaran
2 Menfasilitasi dan membimbing peserta didik untuk merefleksi proses dan materi pelajaran 3 Memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran 4 Melakukan penilaian
5 Merencanakan kegiatan tindak lanjut
6 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Jumlah
R- 4.2 Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
Rubrik Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran ini digunakan oleh pengamat untuk menilai kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran pada saat praktik pelaksanaan pembelajaran
Langkah Peniaian:
- Cermati format Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
- Berikan tanda cek (√) pada kolom pilihan YA atau TIDAK sesuai dengan penilaian Anda terhadap penyajian guru pada saat pelaksanaan pembelajaran - Berikan catatan khusus atau saran perbaikan pelaksanaan pembelajaran - Setelah selesai penilaian, hitung jumlah nilai YA dan TIDAK
- Tentukan Nilai menggunakan rumus sbb:
PERINGKAT NILAI Amat Baik ( AB) 90 < AB ≤ 100 Baik (B) 80 < B ≤ 90 Cukup (C) 70 < C ≤ 80 Kurang (K) ≤ 70
LK : B.4.1.4 GROW ME
Materi : Coaching (GROW ME)
Petunjuk Kegiatan :
1. Amati model pembinaan (coaching) guru dan kepala sekolah dengan model
GROW ME berikut ini.
2. Diskusikan dalam kelompok dan tuliskan maksud setiap kata G-R-O-W- M-E tersebut beserta penjelasannya.
M
onitorin g
3. Amati video yang ditayangkan fasilitator. Tuliskan dan simpulkan, apakah video tersebut sudah memenuhi langkah GROW ME, dan tuliskan pesan moral atau karakter yang dapat diperoleh dari video coaching tersebut baik dari coach maupun coachee.
4. Pelajari dan bedakan nuansa pertanyaan berikut, selanjutnya berikan tanda (√) pada pertanyaan yang paling cocok untuk coaching :
Siapa yang bertanggungjawab atas kegagalan ini?
Apakah yang bisa Saudara ceritakan mengenai kegagalan ini?
Apakah Saudara mengetahui apa yang harus Saudara lakukan?
Adakah tugas tersebut masih belum jelas menurut Saudara?
Apakah Saudara bisa menyelesaikannya sesuai jadwal?
Langkah apakah yang akan Saudara lakukan supaya selesai sesuai jadwal? 5. Buatlah pertanyaan-pertanyaan non direktif atau pertanyaan yang menggalikesadaran sesuai dengan konsep coaching berkaitan dengan masalah-masalah yang mungkin muncul dalam implementasi kurikulum 2013.
6. Setiap kelompok melakukan simulasi coaching yang telah direncanakan sesuai langkah berikut:
a. Memilih dua orang untuk berperan sebagai Guru A dan Kepala Sekolah B
b. Memilih salah satu masalah yang diberikan fasilitor (misal: masalah Rencana Pembelajaran ,masalah pembelajaran kreatif atau masalah penilaian otentik) c. Kelompok yang mendapatkan masalah sejenis melakukan kegiatan saling
simulasi dan saling menilai simulasi coaching berdasarkan rubrik penilaian yang diberikan dan menyampaikan kesimpulan hasil penilaian serta rekomendasinya.
LK : B.4.1.4 GROW ME
Materi : Coaching (GROW ME)
Petunjuk Kegiatan :
1. Amati model pembinaan (coaching) guru dan kepala sekolah dengan model
GROW ME berikut ini.
2. Diskusikan dalam kelompok dan tuliskan maksud setiap kata G-R-O-W- M-E tersebut beserta penjelasannya.
M
onitorin g
3. Amati video yang ditayangkan fasilitator. Tuliskan dan simpulkan, apakah video tersebut sudah memenuhi langkah GROW ME, dan tuliskan pesan moral atau karakter yang dapat diperoleh dari video coaching tersebut baik dari coach maupun coachee.
4. Pelajari dan bedakan nuansa pertanyaan berikut, selanjutnya berikan tanda (√) pada pertanyaan yang paling cocok untuk coaching :
Siapa yang bertanggungjawab atas kegagalan ini?
Apakah yang bisa Saudara ceritakan mengenai kegagalan ini?
Apakah Saudara mengetahui apa yang harus Saudara lakukan?
Adakah tugas tersebut masih belum jelas menurut Saudara?
Apakah Saudara bisa menyelesaikannya sesuai jadwal?
Langkah apakah yang akan Saudara lakukan supaya selesai sesuai jadwal? 5. Buatlah pertanyaan-pertanyaan non direktif atau pertanyaan yang menggalikesadaran sesuai dengan konsep coaching berkaitan dengan masalah-masalah yang mungkin muncul dalam implementasi kurikulum 2013.
6. Setiap kelompok melakukan simulasi coaching yang telah direncanakan sesuai langkah berikut:
a. Memilih dua orang untuk berperan sebagai Guru A dan Kepala Sekolah B
b. Memilih salah satu masalah yang diberikan fasilitor (misal: masalah Rencana Pembelajaran ,masalah pembelajaran kreatif atau masalah penilaian otentik) c. Kelompok yang mendapatkan masalah sejenis melakukan kegiatan saling
simulasi dan saling menilai simulasi coaching berdasarkan rubrik penilaian yang diberikan dan menyampaikan kesimpulan hasil penilaian serta rekomendasinya.
Rubrik Penilaian Simulasi Coaching
NamaKelompok : ... Nama Pengawas : ... Nama Pemeran Guru: ...
No. Aspek yang diamati Tingkat Kemampuan
1 2 3 4
1. Menggunakan pertanyaan non direktif atau menyadarkan 2. Menggunakan bahasa yang santun
3. Menggunakan bahasa tubuh yang efektif 4. Menyimak permasalahan dengan seksama 5. Menyimpulkan permasalahan dengan cermat
6. Memberikan feedback/balikan, atau saran yang kreatif dan konstruktif Total skor
Keterangan:
Berilah tanda(√) pada kolom yang sesuai.
1 = kurang 2 = cukup 3 = baik 4 = sangat baik Skor
Perolehan Predikat Keterangan/Uraian
19-24 A Jika semua aspek langkah-langkah dalam coaching dikuasai dengan sangat baik dan memuaskan
13-18 B Jika semua aspek dalam coaching telah dilakukan dengan baik, namun masih ada sedikit aspek yang belum dilakukan dengan benar
7-12 C Coaching telah dilakukan dengan baik, tetapi ada satu atau dua aspek yang dilakukan dengan langkah yang kurang benar
6 kebawah D Belum dapat melaksanakan coaching dengan baik,
E. Rangkuman
Pelaksanaan supervisi akademik pada dasarnya merupakan aktivas yang dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dalam rangka memfasilitasi guru untuk mengembangkan kompetensinya sehingga dapat melaksanakn tugas pokok secara professional. Salah satu tindakan yang dilakukan dalam supervisi akademis adalah membandingkan antara kondisi objektif pelaksanaan tugas pokok guru dengan standar yang telah ditetapkan sesuai dengan tututan regulasi yang berlaku. Hasil supervisi ditindak lanjuti dengan pemberian feed back yang berfungsi untuk memperbaiki kinerja guru agar dapat memperkecil kesenjangan antara kondisi objektif dengan tuntutan satndar (regulasi). Tujuan pemberian feed back dalam pelaksanaan supervisi akademik antara lain : (1) peningkatan kualitas proses pembelajaran, (2) mendukung peran pengawas sekolah sebagai inovator, fasilitator, motivator, inisiator, dan inspiratory. Salah satu model yang dapat digunakan atau dijadikan alternative dalam pemberian feed back yaitu melalui model GROW ME. Model GROW dapat berfungsi untuk mengembangkan kompetensi guru secara mandiri.
Rubrik Penilaian Simulasi Coaching
NamaKelompok : ... Nama Pengawas : ... Nama Pemeran Guru: ...
No. Aspek yang diamati Tingkat Kemampuan
1 2 3 4
1. Menggunakan pertanyaan non direktif atau menyadarkan 2. Menggunakan bahasa yang santun
3. Menggunakan bahasa tubuh yang efektif 4. Menyimak permasalahan dengan seksama 5. Menyimpulkan permasalahan dengan cermat
6. Memberikan feedback/balikan, atau saran yang kreatif dan konstruktif Total skor
Keterangan:
Berilah tanda(√) pada kolom yang sesuai.
1 = kurang 2 = cukup 3 = baik 4 = sangat baik Skor
Perolehan Predikat Keterangan/Uraian
19-24 A Jika semua aspek langkah-langkah dalam coaching dikuasai dengan sangat baik dan memuaskan
13-18 B Jika semua aspek dalam coaching telah dilakukan dengan baik, namun masih ada sedikit aspek yang belum dilakukan dengan benar
7-12 C Coaching telah dilakukan dengan baik, tetapi ada satu atau dua aspek yang dilakukan dengan langkah yang kurang benar
6 kebawah D Belum dapat melaksanakan coaching dengan baik,
E. Rangkuman
Pelaksanaan supervisi akademik pada dasarnya merupakan aktivas yang dilakukan oleh pengawas sekolah atau kepala sekolah dalam rangka memfasilitasi guru untuk mengembangkan kompetensinya sehingga dapat melaksanakn tugas pokok secara professional. Salah satu tindakan yang dilakukan dalam supervisi akademis adalah membandingkan antara kondisi objektif pelaksanaan tugas pokok guru dengan standar yang telah ditetapkan sesuai dengan tututan regulasi yang berlaku. Hasil supervisi ditindak lanjuti dengan pemberian feed back yang berfungsi untuk memperbaiki kinerja guru agar dapat memperkecil kesenjangan antara kondisi objektif dengan tuntutan satndar (regulasi). Tujuan pemberian feed back dalam pelaksanaan supervisi akademik antara lain : (1) peningkatan kualitas proses pembelajaran, (2) mendukung peran pengawas sekolah sebagai inovator, fasilitator, motivator, inisiator, dan inspiratory. Salah satu model yang dapat digunakan atau dijadikan alternative dalam pemberian feed back yaitu melalui model GROW ME. Model GROW dapat berfungsi untuk mengembangkan kompetensi guru secara mandiri.
V. KEGIATAN PEMBELAJARAN 4
RENCANA TINDAK LANJUT SUPERVISI MAJERIAL DAN SUPERVISI AKADEMIK
A. Deskripsi Materi
Dalam pembelajaran ini, Anda akan membaca dan mendiskusikan tentang salah satu tugas pengawas yaitu tentang penyusunan laporan hasil supervisi dan tindak lanjut dari pelaksanaan supervisi manajerial maupun supervisi akademik. Pembahasan tentang penyusunan laporan dan tindak lanjut diorientasikan secara konseptual dan praktik. Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Meteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya dan Permendikbud nomor 143 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawal dan Angka Kreditnya. Produk akhir dari pembelajaran ini adalah pengawas terampil melakukan menyusun laporan hasil tindak lanjut pelaksanaan supervisi manajerial dan supervisi akademik, B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran 4, Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah mampu membuat laporan dan tindak lanjut hasil supervisi manajerial dan supervisi akademik.
C. Uraian Materi 1. Tindak Lanjut
Setelah pengawas sekolah melakukan supervisi terhadap kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah dan terhadap guru dalam pembelajaran, langkah berikutnya adalah melakukan tindak lanjut. Tindak lanjut dalam kegiatan supervisi manajerial maupun akademik dapat berupa tindak lanjut korektif dan tindakan preventif yang memperbaiki ketidaksesuai antara kondisi objektif dengan standar yang telah ditetapkan, dan mencegah berulangnya ketidaksesuaian tersebut.
Tindak lanjut yang dilakukan oleh pengawas berdasarkan hasil pelaksanaan supervisi manajerial maupun supervisi akademik, di dasarkan pada :
a. Analisis Penyebab Masalah. Secara konseptual analisis penyebab masalah merupakan pendekatan terstruktur untuk mengidentifikasi faktor-faktor berpengaruh pada satu atau lebih kejadian-kejadian yang lalu agar dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dan dapat memudahkan pelacakan terhadap faktor yang mempengaruhi kinerja. Penyebab masalah adalah bagian dari beberapa faktor (kejadian, kondisi, faktor organisasional) yang memberikan kontribusi, atau menimbulkan kemungkinan penyebab dan diikuti oleh akibat yang tidak diharapkan.
b. Metode yang populer untuk mengidentifikasi akar penyebab (root cause) suatu kejadiaan yang tidak diharapkan (undesired outcome) dari yang sederhana sampai dengan komplek yaitu :
Is/Is not comparative analysis merupakan metoda komparatif yang digunakan untuk permasalahan sederhana, dapat memberikan gambaran detil apa yang terjadi dan telah sering digunakan untuk menginvestigasi akar masalah.
5 Why methods merupakan alat analisis sederhana yang memungkinkan untuk menginvestigasi suatu masalah secara mendalam.
Fishbone diagram merupakan alat analisis yang populer, yag sangat baik untuk menginvestigasi penyebab dalam jumlah besar. Kelemahan utamanya adalah hubungan antar penyebab tidak langsung terlihat, dan interaksi antar komponen tidak dapat teridentifikasi.
Cause and effect matrix merupakan matrik sebab akibat yang dituliskan dalam bentuk tabel dan memberikan bobot pada setiap faktor penyebab masalah.
V. KEGIATAN PEMBELAJARAN 4
RENCANA TINDAK LANJUT SUPERVISI MAJERIAL DAN SUPERVISI AKADEMIK
A. Deskripsi Materi
Dalam pembelajaran ini, Anda akan membaca dan mendiskusikan tentang salah satu tugas pengawas yaitu tentang penyusunan laporan hasil supervisi dan tindak lanjut dari pelaksanaan supervisi manajerial maupun supervisi akademik. Pembahasan tentang penyusunan laporan dan tindak lanjut diorientasikan secara konseptual dan praktik. Hal ini sesuai dengan amanat Peraturan Meteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya dan Permendikbud nomor 143 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawal dan Angka Kreditnya. Produk akhir dari pembelajaran ini adalah pengawas terampil melakukan menyusun laporan hasil tindak lanjut pelaksanaan supervisi manajerial dan supervisi akademik, B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran 4, Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah mampu membuat laporan dan tindak lanjut hasil supervisi manajerial dan supervisi akademik.
C. Uraian Materi 1. Tindak Lanjut
Setelah pengawas sekolah melakukan supervisi terhadap kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah dan terhadap guru dalam pembelajaran, langkah berikutnya adalah melakukan tindak lanjut. Tindak lanjut dalam kegiatan supervisi manajerial maupun akademik dapat berupa tindak lanjut korektif dan tindakan preventif yang memperbaiki ketidaksesuai antara kondisi objektif dengan standar yang telah ditetapkan, dan mencegah berulangnya ketidaksesuaian tersebut.
Tindak lanjut yang dilakukan oleh pengawas berdasarkan hasil pelaksanaan supervisi manajerial maupun supervisi akademik, di dasarkan pada :
a. Analisis Penyebab Masalah. Secara konseptual analisis penyebab masalah merupakan pendekatan terstruktur untuk mengidentifikasi faktor-faktor berpengaruh pada satu atau lebih kejadian-kejadian yang lalu agar dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja dan dapat memudahkan pelacakan terhadap faktor yang mempengaruhi kinerja. Penyebab masalah adalah bagian dari beberapa faktor (kejadian, kondisi, faktor organisasional) yang memberikan kontribusi, atau menimbulkan kemungkinan penyebab dan diikuti oleh akibat yang tidak diharapkan.
b. Metode yang populer untuk mengidentifikasi akar penyebab (root cause) suatu kejadiaan yang tidak diharapkan (undesired outcome) dari yang sederhana sampai dengan komplek yaitu :
Is/Is not comparative analysis merupakan metoda komparatif yang digunakan untuk permasalahan sederhana, dapat memberikan gambaran detil apa yang terjadi dan telah sering digunakan untuk menginvestigasi akar masalah.
5 Why methods merupakan alat analisis sederhana yang memungkinkan untuk menginvestigasi suatu masalah secara mendalam.
Fishbone diagram merupakan alat analisis yang populer, yag sangat baik untuk menginvestigasi penyebab dalam jumlah besar. Kelemahan utamanya adalah hubungan antar penyebab tidak langsung terlihat, dan interaksi antar komponen tidak dapat teridentifikasi.
Cause and effect matrix merupakan matrik sebab akibat yang dituliskan dalam bentuk tabel dan memberikan bobot pada setiap faktor penyebab masalah.
Root Cause Tree merupakan alat analisis sebab – akibat yang paling sesuai untuk permasalahan yang kompleks. Manfaat utama dari alat analisis tersebut yaitu memungkinkan untuk mengidentifikasi hubungan diantara penyebab masalah.
Chandler (2004) dalam Ramadhani et. al (2007) menyebutkan bahwa dalam memanfaatkan analsisi penyebab masalah terdapat empat langkah yang harus dilakukan pertama mengidentifikasi dan memperjelas definisi undesired outcome(suatu kejadiaan yang tidak diharapkan), kedua mengumpulkan data, ketiga menempatkan kejadian-kejadian dan kondisi-kondisi pada event and causal factor table, dan keempat lanjutkan pertanyaan “mengapa” untuk mengidentifikasi penyebab masalah yang paling kritis.
Metode yang mudah untuk dilaksanakan dalam melakukan analisis penyebab masalah adalah metode Why Analysis (analisa kenapa) adalah suatu metode yang digunakan dalam rangka problem solving yaitu mencari akar suatu masalah atau penyebab dari defect supaya sampai ke akar penyebab masalah.
Istilah lain dari why analysis adalah 5 why’s analysis. Metoda ini dikembangkan oleh pendiri Toyota Motor Corporation yaitu Sakichi Toyoda yang menginginkan setiap individu dalam organisasi memiliki skill problem solving dan mampu menjadi problem solver di area masing-masing.
Metoda yang digunakan oleh why analysis adalah dengan menggunakan literasi yaitu pertanyaan “MENGAPA” yang diulang beberapa kali sampai menemukan akar masalahnya.
Tahapan umum saat melakukan root cause analysis dengan why analysis:
Menentukan masalahnya dan area masalahnya
Mengumpulkan tim untuk brainstorming sehingga kita bisa memiliki berbagai pandangan, pengetahuan, pengalaman, dan pendekatan yang berbeda terhadap masalah
Melakukan gembala (turun ke lapangan) untuk melihat tempat, objek dan data aktual
Mulai bertanya menggunakan mengapa (why)
Sebagai contoh masalah : Guru Tidak membuat RPP dengan lengkah dan baik, sehingga adminsitrasi guru tidak lengkah.
Mengapa tidak membuat RPP? – Sudah membuat, tetapi belum lengkap. Mengapa RPP tidak lengkap?
Tidak ada waktu untuk membuat dan menyusahkan Mengapa menyusahkan?
Tidak ada petunjuk baku tentang RPP dan informasinya tidak jelas Terkadang untuk sampai pada akar masalah memerlukan beberapa pertanyaan. Dari contoh diatas guru belum mampu membuat RPP dan belum menerapkan permendikbud no 103 tahun 2014. Tindak lanjut yang tepat melakukan pendampinga pemahaman permendikbud 103 tahun 2014 dan penyusunan RPP.
Temuan yang mempunyai tingkat kepentingan tinggi, berdampak luas dan sering terjadi berulang kali memerlukan tindak lanjut sesegera mungkin. Efektivitas tindak lanjut supervisi manajerial dalam mengatasi ketidaksesuaian atau temuan bergantung dari ketepatan dalam melakukan analisis akar penyebab masalah dan pemilihan alternatif solusi yang dipilih untuk mengatasi permasalahan.
Bentuk tindak lanjut supervisi manajerial harus tidak menimbulkan masalah-masalah baru. Pengawas sekolah dalam memberikan saran tindak lanjut harus memperhatikan ketentuan, standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan, solusi terpilih tidak menimbulkan permasalahan yang baru. Beberapa dokumen resmi yang dapat dijadikan referensi dan standar dalam kegiatan supervisi akademik antara lain. Permendikbud no 54 tahun 2013, Permendibud no 57, 58, 59, 60 tahun 2014 , Permendikbud 103 thn 2014, Permendibud nomor 104 tahun 2014, dsb.
Root Cause Tree merupakan alat analisis sebab – akibat yang paling sesuai untuk permasalahan yang kompleks. Manfaat utama dari alat analisis tersebut yaitu memungkinkan untuk mengidentifikasi hubungan diantara penyebab masalah.
Chandler (2004) dalam Ramadhani et. al (2007) menyebutkan bahwa dalam memanfaatkan analsisi penyebab masalah terdapat empat langkah yang harus dilakukan pertama mengidentifikasi dan memperjelas definisi undesired outcome(suatu kejadiaan yang tidak diharapkan), kedua mengumpulkan data, ketiga menempatkan kejadian-kejadian dan kondisi-kondisi pada event and causal factor table, dan keempat lanjutkan pertanyaan “mengapa” untuk mengidentifikasi penyebab masalah yang paling kritis.
Metode yang mudah untuk dilaksanakan dalam melakukan analisis penyebab masalah adalah metode Why Analysis (analisa kenapa) adalah suatu metode yang digunakan dalam rangka problem solving yaitu mencari akar suatu masalah atau penyebab dari defect supaya sampai ke akar penyebab masalah.
Istilah lain dari why analysis adalah 5 why’s analysis. Metoda ini dikembangkan oleh pendiri Toyota Motor Corporation yaitu Sakichi Toyoda yang menginginkan setiap individu dalam organisasi memiliki skill problem solving dan mampu menjadi problem solver di area masing-masing.
Metoda yang digunakan oleh why analysis adalah dengan menggunakan literasi yaitu pertanyaan “MENGAPA” yang diulang beberapa kali sampai