• Tidak ada hasil yang ditemukan

Melaporkan kejadian banjir kepada balai/UPTD

Dalam dokumen OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI (Halaman 39-85)

BAB 3 PELAKSANAAN OPERASI JARINGAN IRIGASI UNTUK JURU

3.7. PEMBUATAN LAPORAN OPERASI

3.7.5. Melaporkan kejadian banjir kepada balai/UPTD

Kejadian banjir dicatat pada blangko O-12 pada kolom 30, 31 dan 32 3.7.6. Melaporkan terjadi kekurangan air yang kritis kepada balai/UPTD Kekurangan air dicatat pula pada blangko O-12 pada kolom 27, 28 dan 29.

Puslitbang Sumber Daya Air 33

BAB 4

PELAKSANAAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya melalui kegiatan perawatan, perbaikan, pencegahan dan pengamanan yang dilakukan secara terus menerus.

Jenis Pemeliharaan Jaringan Irigasi terdiri atas : 1. Pengamanan Jaringan Irigasi

2. Pemeliharaan rutin 3. Pemeliharaan berkala 4. Perbaikan Darurat

4.1. PENGAMANAN JARINGAN IRIGASI

Pengamanan Jaringan Irigasi merupakan upaya untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kerusakan jaringan irigasi yang disebabkan oleh daya rusak air, hewan, atau oleh manusia guna mempertahankan fungsi jaringan irigasi.

Kegiatan ini dilaksanakan terus menerus oleh Dinas, IP3A/GP3A/P3A, Kelompok Pendamping lapangan dan seluruh masyarakat setempat.

Pencegahan dilaksanakan agar tidak ada kegiatan yang membahayakan atau merusak jaringan irigasi berupa papan larangan, papan peringatan atau perangkat penagamanan lainnya.

Tindakan pengamanan antara lain adalah:

a. Tindakan Pencegahan

 Melarang pengambilan batu, pasir dan tanah pada lokasi ±500 m sebelah hulu dan

±1.000 m sebelah hilir bendung irigasi atau sesuai ketentuan yang berlaku.

 Melarang memandikan hewan selain ditempat yang telah ditentukan dengan memasang papan larangan.

 Menetapkan garis sempadan saluran sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

 Memasang papan larangan tentang penggarapan tanah dan pendirian bangunan di dalam garis sempadan saluran.

 Mengontrol patok-patok batas tanah pengairan supaya tidak dipindahkan oleh masyarakat.

 Memasang papan larangan untuk kendaraan yang melintas jalan inspeksi yang melebihi keras jalan.

 Melarang mandi di sekitar bangunan atau lokasi-lokasi berbahaya.

 Melarang mendirikan bangunan dan atau menanam pohon pada tanggul saluran irigasi.

Puslitbang Sumber Daya Air 34

 Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat dan instansi terkait tentang pengamanan fungsi jaringan irigasi.

b. Tindakan Pengamanan

 Membuat bangunan pengamanan di tempat-tempat berbahaya, misal: sekitar bangunan utama, siphon, ruas saluran bertebing curam, daerah padat penduduk, dan lainnya.

 Penyediaan tempat mandi hewan dan tangga cuci.

 Pemasangan penghalang di jalan inspeksi dan tanggul-tanggul saluran berupa portal, patok.

4.2. PEMELIHARAAN RUTIN

Merupakan kegiatan perawatan dalam rangka mempertahankan kondisi jaringan irigasi yang dilaksanakan secara terus menerus tanpa ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti.

Kegiatan pemeliharaan meliputi:

a. Bersifat Perawatan

 Memberikan minyak pelumas pada bagian pintu

 Membersihkan saluran dan bangunan dari tanaman liar dan semak – semak

 Membersihkan saluran dan bagunan dari sampah dan kotoran

 Pembuangan endapan lumpur di bangunan ukur

 Memelihara tanaman lindung di sekitar bangunan dan di tepi luar tanggul saluran.

b. Bersifat Perbaikan Ringan

 Menutup lubang-lubang bocoran kecil di saluran/bangunan

 Perbaikan kecil pada pasangan, misalnya siaran/plesteran yang terlepas atau beberapa batu muka yang lepas.

4.3. PEMELIHARAAN BERKALA

Merupakan kegiatan perawatan dan perbaikan yang dilaksanakan secara berkala yang direncanakan dan dilaksanakan oleh Dinas, dan dapat bekerja sama dengan IP3A/GP3A/P3A secara swakelola berdasar kemapuan lembaga tersebut atau dikontraktuilkan.

Pelaksanaan pemeliharaan ini dilaksanakan secara periodic sesuai kondisi jaringan irigasi, misal setiap tahun, 2 tahun, 3 tahun dan pelaksanaanya disesuaikan dengan jadwal musim tanam serta waktu pengeringan.

Pemeliharaan berkala terdiri atas tiga bagian yaitu pemeliharaan bersifat perawatan, bersifat perbaikan, dan bersifat penggantian.

a. Bersifat Perawatan

 Pengecatan Pintu

 Pembuangan lumpur di bangunan dan saluran b. Bersifat Perbaikan

Puslitbang Sumber Daya Air 35

 Perbaikan bendung, bangunan pengambilan dan bangunan pengatur

 Perbaikan bangunan ukur dan kelengkapannya

 Perbaikan saluran

 Perbaikan pintu-pintu dan skotbalk

 Perbaikan jalan inspeksi

 Perbaikan fasilitas pendukung seperti kantor, rumah dinas, rumah PPA, rumah PPB, kendaraan dan peralatan

c. Bersifat Penggantian

 Penggantian pintu

 Penggantian alat ukur

 Penggantian peilskal

4.4. PENANGGULANGAN/PERBAIKAN DARURAT

Perbaikan darurat dilakukan akibat bencana alam dan atau kerusakan berat akibat terjadinya kejadian luar biasa (seperti pengrusakan/penjebolan tanggul, longsoran tebing yang menutup jaringan, tanggul putus dll) dan penanggulangan segera dengan konstruksi agar jaringan irigasi tetap berfungsi.

Kejadian luar biasa/bencana alam harus segera dilaporkan oleh juru kepada pengamat dan kepala dinas secara berjenjang dan selanjutnya oleh kepala dinas dilaporkan kepada Bupati. Lokasi, tanggal/waktu, dan kerusakan akibat kejadian bencana/KLB dimasukan dalam Blangko 03-P dan lampirannya.

Perbaikan darurat ini dapat dilakukan secara gotong royong, swakelola atau kontraktual, dengan menggunakan bahan yang terdedia di Dinas/pengelola irigasi atau yang disediakan masyarakat seperti (bronjong, karung plastik, bambu bata ng kelapa, dan lain-lain).

Selanjutnya perbaikan darurat ini disempurnakan dengan konstruksi yang permanen dan dianggarkan secepatnya melalui program rehabilitasi.

Puslitbang Sumber Daya Air 36

BAB 5

PENGAMANAN SUMBER AIR, JARINGAN DAN LAHAN IRIGASI SERTA SANKSI PELANGGARANNYA

5.1. SEMPADAN MATA AIR DAN DANAU PAPARAN BANJIR

No Nomor dan Jenis Ketetapan Pasal

1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Sungai

Pasal 14

Garis sempadan danau paparan banjir ditentukan

mengelilingi danau paparan banjir paling sedikit berjarak

50 m (lima puluh meter) dari tepi muka air tertinggi yang

pernah terjadi.

Pasal 15

Garis sempadan mata air ditentukan mengelilingi mata air paling sedikit berjarak 200 m (dua ratus meter) dari pusat mata air.

5.2. SEMPADAN SITU , DANAU. WADUK DAN RAWA

No Nomor dan Jenis Ketetapan Pasal

1. Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 6 Tahun 1997 Tentang Garis Sempadan

Pasal 14

(1) Garis Sempadan Situ, Danau, Waduk dan Rawa ditetapkan sekurang-kurangnya 50 (llma puluh) meter darl tltlk pasang tertlnggl ke arah darat.

(2) Untuk rawa yang terpengaruh pasang surut alr laut, garls sempadan dltetapkan sekurang-kurangnya 100 (seratus) meter darl tepi rawa ke arah darat dan berfungsi sebagaiJalur hijau.

Puslitbang Sumber Daya Air 37

a. paling sedikit berjarak 10 m (sepuluh meter) dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 m (tiga meter);

b. paling sedikit berjarak 15 m (lima belas meter) dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai lebih dari 3 m (tiga meter) sampai dengan 20 m (dua puluh meter); dan

c. paling sedikit berjarak 30 m (tiga puluh meter) dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai lebih dari 20 m (dua puluh meter)

Pasal 10

Sungai tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan ditetapkan :.

Garis sempadan sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan ditentukan paling sedikit berjarak 3 m (tiga meter) dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai

Pasal 12

Garis sempadan sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan paling sedikit berjarak 5 m (lima meter) dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai

Puslitbang Sumber Daya Air 38

5.4. SEMPADAN IRIGASI

No Nomor dan Jenis Ketetapan Pasal

1. Peraturan Menteri

Garis Sempadan Saluran Irigasi Pasal 5 - 8

penetapkan garis sempadan saluran irigasi harus mempertimbangkan ketinggian tanggul, kedalaman saluran, dan/atau penggunaan tanggul

a. garis sempadan saluran irigasi tidak bertanggul diukur dari tepi luar parit drainase di kanan dan kiri saluran irigasi dengan Jarak garis sempadan saluran irigasi paling sedikit sama dengan kedalaman saluran irigasi, bila kedalaman kurang dari 1 (satu) meter, maka jarak garis sempadan saluran irigasi paling sedikit 1 (satu) meter b. garis sempadan saluran irigasi bertanggul diukur

dari sisi luar kaki tanggul dengan Jarak garis sempadan paling sedikit sama dengan ketinggian tanggul saluran irigasi, bila ketinggian tanggul kurang dari 1 (satu) meter, jarak garis sempadan saluran irigasi bertanggul paling sedikit 1 (satu) meter.

c. garis sempadan saluran irigasi pada lereng/tebing diukur dari titik potong antara garis galian dengan permukaan tanah asli untuk sisi lereng di atas saluran dan sisi luar kaki tanggul untuk sisi lereng di bawah saluran, dengan arak garis sempadan untuk sisi lereng di atas saluran paling sedikit sama dengan kedalaman galian saluran irigasi dan jarak garis sempadan untuk sisi lereng di bawah saluran paling sedikit sama dengan ketinggian tanggul saluran irigasi.dari 1 m³/detik.

Garis Sempadan Saluran Pembuang Irigasi (Pasal 9 - 10)

a. Penentuan jarak garis sempadan saluran pembuang irigasi tidak bertanggul, diukur dari tepi luar di kanan dan kiri saluran pembuang irigasi.

b. Penentuan jarak garis sempadan saluran pembuang irigasi bertanggul, diukur dari sisi luar kaki tanggul.

c. Jarak garis sempadan saluran pembuang irigasi dilakukan sesuai dengan jarak garis sempadan pada saluran irigasi

Garis Sempadan Bangunan Irigasi

Puslitbang Sumber Daya Air 39 Pasal 11-12

a. Bangunan yang terletak di dalam ruang sempadan jaringan irigasi, penentuan jarak sempadan bangunan irigasinya mengikuti sempadan jaringan irigasi yang bersangkutan.

b. Bila batas bangunan irigasi melebihi batas sempadan saluran, penentuan jarak sempadannya diukur dari titik terluar bangunan.

c. Bila bangunan irigasi terletak di luar daerah sempadan saluran, penentuan jarak sempadannya mengikuti desain bangunan.

d. Garis sempadan jaringan irigasi yang tidak dapat ditentukan sesuai dengan ketentuan Jarak garis sempadan maka dilakukan melalui kajian teknis yang komprehensif dan terpadu oleh Tim dari Dinas/BBWS sesuai tugasnya dengan melibatkan Instansi terkait

5.5. GAMBAR-GAMBAR RUANG SEMPADAN IRIGASI

Gambar 16. Sempadan saluran irigasi tak bertanggul

Puslitbang Sumber Daya Air 40 Gambar 17. Sempadan saluran irigasi bertanggul

Gambar 18. Sempadan saluran irigasi di lereng

Gambar 19. Perubahan fungsi jalan inspeksi

5.6. LARANGAN

No Nomor dan Jenis

Ketetapan Pasal

1. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor4 Tahun 2008 Tentang Irigasi

Pasal 33

(1) Setiap orang dilarang :

a. Menyadap air dari saluran pembawa, selain pada

Puslitbang Sumber Daya Air 41 tempat yang telah ditentukan;

b. Menggembalakan dan menambatkan ternak besar pada atau di atas jaringan irigasi;

c. Membuang benda padat dengan atau tanpa alat mekanis yang dapat berakibat menghambat aliran, merubah sifat air serta merusak bangunan jaringan irigasi, beserta tanah turutannya;

d. Membuat galian atau membuat selokan panjang, saluran dan bangunan-bangunannya di daerah sempadan jaringan irigasi, yang dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran dan mengganggu stabilitas saluran serta bangunannya;

e. Merusak dan/atau mencabut tanaman pelindung yang ditanam pada tanggul saluran dan pada tanah turutan bangunan-bangunannya;

f. Menanam jenis tanaman tertentu pada tanggul dan/atau tanah turutan bangunan yang dapat merusak tanggul;

g. Menghalangi atau merintangi kelancaran jalannya air irigasi dengan cara apapun;

h. Mendirikan bangunan di dalam daerah sempadan saluran kecuali bangunan yang mendukung peningkatan irigasi;

l. Menyewakan atau memindahtangankan sebagian atau seluruh hak guna air sebagaimana dimaksud pada Pasal 15, 16 dan 17.

(2) Untuk meningkatkan dan/atau mempertahankan fungsi irigasi, Dinas dapat mengadakan perubahan dan/atau pembongkaran bangunan-bangunan dalam jaringan irigasi maupun bangunan pelengkapnya, mendirikan, merubah atau membongkar bangunan-bangunan lain yang berada di dalam, di atas maupun melintasi saluran irigasi.

Puslitbang Sumber Daya Air 42

5.7. SANKSI DAN ANCAMAN PIDANA

No Nomor dan Jenis Ketetapan Pasal

1. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor4 Tahun 2008 Tentang Irigasi

Pasal 35

(1) Terhadap perbuatan yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 33 huruf l, dikenakan sanksi administrasi berupa pencabutan izin.

(2) Selain sanksi administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 33 huruf l dikenakan sanksi penegakan hukum berupa pembongkaran bangunan

Pasal 36

(1) Barang siapa melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 33, diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp.

50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran.

(3) Selain tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tindak pidana terhadap perusakan jaringan irigasi yang mengakibatkan kerusakan fungsi irigasi, dikenakan ancaman pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Dalam hal tindak pidana yang dilakukan diancam dengan pidana yang lebih tinggi dari ancaman pidana dalam Peraturan Daerah ini, maka diberlakukan ancaman pidana yang lebih tinggi.

(5) Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan penerimaan Daerah dan disetorkan ke Kas Daerah Provinsi Jawa Barat.

Puslitbang Sumber Daya Air

DAFTAR PUSTAKA

Undang – Undang No. 7 Tahun 2004 , Tentang Sumber Daya Air Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Irigasi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 Tentang Sungai Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur Nomor 6 Tahun 1997 Tentang Garis Sempadan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 4 Tahun 2008, Tentang Irigasi

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 32 Tahun 2007 Tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 33 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Penetapan Garis Sempadan Irigasi

Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan – Bagian Bangunan (KP-04), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Departemen Pekerjaan Umum

Spesifikasi Bangunan Ukur Cippolleti, SNI 03 – 6381 -2000

Teknik Irigasi dan Drainase, Topik 4 Efisiensi Irigasi dan Pengukuran Debit.

Buku Saku Juru 2011, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Sukabumi .

Puslitbang Sumber Daya Air

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. BAGAN ALIR KEGIATAN OPERASI 2. BLANKO OPERASI

3. BAGAN ALIR KEGIATAN PEMELIHARAAN 4. BLANKO PEMELIHARAAN

5. BUKU CATATAN PEMELIHARAAN 6. KONVERSI UKURAN

Puslitbang Sumber Daya Air L - 1

LAMPIRAN 1

BAGAN ALIR BLANKO OPERASI

Puslitbang Sumber Daya Air L - 2

LAMPIRAN 2

BLANKO OPERASI

Daerah Irigasi : ………….. Nama Org. IP3A/GP3A : ………

No. Kode DI : ………….. Pengamat/UPTD : ………

Total Luas Sawah Irigasi : ….…ha Luas Sawah Pemb. Pelaks. OP : ………ha

Kecamatan : ………

Kabupaten : ………

Periode Masa Tanam (MT) : Tahun 20………./20………. Ranting

MT1 MT2 MT3 MT1 MT2 MT3

2 3 4 5 6 7

Laporan Tahunan : Sebagai usulan IP3A/GP3A dan Keputusan Komisi Irigasi Dibuat sebelum MT. 1 dimulai

USULAN DAN KEPUTUSAN LUAS TANAM PER DAERAH IRIGASI *1)

MT. 1 : Bln ……….20…….. s/d Bln ……….. 20……….

MT. 2 : Bln ……….20…….. s/d Bln ……….. 20……….

MT. 3 : Bln ……….20…….. s/d Bln ……….. 20……….

Bero Luas sawah irigasi

1) Usulan IP/GP3A (ha) *2) 2) Keputusan Komisi Irigasi *3) Jenis Tanaman & Lain-lain

Puslitbang Sumber Daya Air L - 3

Daerah Irigasi: ………..Luas Sawah Wil. Ranting/Pengamat: …………ha No. Kode DI: ………..Kabupaten: ………… Total Luas Sawah Irigasi: ………..……ha Periode Masa Tanam*2): Bulan ……… 20…… s/d bulan ……….. 20... AdaYADAdaYADMulaiSelesai (ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)(ha)Tgl.Tgl. 123456789101112131415161718192021 XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX Tgl……… 20……… Laporan Tahunan : - Dibuat srbelum MT. 1 dimulaiMengetahui, - Data dihimpun dari Blangko 01 - OKasi OP Wilayah KabupatenRanting/Pengamat - Kasi OP Kab. Membubuhkan paraf pada klausul Mengetahui. . . .. . . . Tanda tangan :Tanda tangan : Ranting/PengamatKasi OP Kabupaten Kasi OP UPTD Prov.

PalawijaJumlah

RENCANA TANAM PER KEMANTREN/KEJURON PER MASA TANAM *1) 1) Usulan IP3A / GP3A *3) PadiTebuBeroKecamatan

Luas Sawah Irigasi

Pemberian AirPadiTebu2) Kutipan Keputusan Komisi Irigasi *4) No Jumlah Areal Kerja Ranting

BeroJumlah GolonganNama Wil. Kerja Mantri/JuruPalawijaLain-lainLain-lain Blangko 02 -O MT 1MT 2MT 3

Puslitbang Sumber Daya Air L - 4

Daerah Irigasi: ………..Meliputi :Pengamat/Ranting :=ha No. Kode DI: ………..Pengamat/Ranting :=ha Total Luas Sawah Irigasi: ………..……haPengamat/Ranting :=ha Pengamat/Ranting :=ha BPKIW: ……….. Periode Masa Tanam : Tahun 20………/20………Jumlah=ha (ha)Tgl.Tgl. 12345678910111213141516171819 Tgl……… 20……… Laporan Tahunan : - Dibuat srbelum MT. 1 dimulaiKasubdin /Ka Dinas Pengairan Kabupaten - Data dikutip dari Lampiran Keputusan Komisi Irigasi Kabupaten. . . . - Kasi OP Kabupaten membubuhkan paraf pada Tanda tangan Kasubdin/Ka Dinas Pengairan KabupatenTanda tangan : Kasubdin /Ka Dinas PengairanKasi OP UPTD Prov. Balai WS Kabupaten/Balai PSDARanting/PengamatNama : Mantri/JuruNIP :

PER DAERAH IRIGASI Pemberian Air NoPadi (ha)Luas Sawah MT2MT3MT1MT2

Palawija (ha) MT1 Jumlah

Nama Wil. Kerja Pengamat/ Ranting/UPTDNama Wil. Kerja Mantri/Juru MT1

Tebu (ha)Keperluan lain (ha)

KUTIPAN LAMPIRAN KEPUTUSAN KOMISI IRIGASI MENGENAI RENCANA TATA TANAM Jumlah Luas (MT1+MT2+M T3) (ha)Golongan MT2MT3MulaiSelesai AdaYADMT3

Blangko 03 -O

Puslitbang Sumber Daya Air L - 5

Daerah Irigasi : ………. Jumlah Petak Tersier: : ………buah

Nomor Kode DI : ………. Luas Sawah Mantri / Juru : ………ha

Total Luas Sawah Irigasi : ……….ha

Kabupaten : ………. Periode Pemberian Air Tgl. = bln ……… 20…

Bagian Pelaks. Kegiatan : ……….

Masa Tanam : MT.1 MT.2 MT.3 Bulan ……… 20…… s/d bulan ……….. 20...

1. Keputusan Target Areal Tanam (dari Blangko 01)

Padi : ………..…..ha

Tebu Muda : ………..…..ha

Tebu Tua : ………..…..ha

Palawija : ………..…..ha

Lain-lain : ………..…..ha

Jumlah Tanaman : ………..…..ha Bero : ……..………ha

2. Usulan dan Realisasi Luas Tanam (ha)

No

Jenis Areal (ha) Areal (ha) Jumlah

1 2.1 2.2 3.2 3.3

2.1 xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxx Padi Rendeng/Padi Gadu Izin : xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

Padi MT.1 a) Pengolahan Tanah + Persemaian

Padi MT.2 b) Pertumbuhan

Padi MT.3 c) Panen

2.2 xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxx Tebu : xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxx a) Pengolahan Tanah + Persemaian

Tebu Muda b) Tebu Muda

Tebu Tua c) Tebu Tua

2.3 xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxx Palawija : xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

Palawija MT.1 a) Yang perlu banyak air

Palawija MT.2 b) Yang perlu sedikit air

Palawija MT.3

2.4 Gadu Tidak Izin MT.2 Gadu Tidak Izin :

Gadu Tidak Izin MT.3

2.5 Lain-lain Lain-lain keperluan

2.6 Bero Bero

2.7 Jum : (L Sawah Irigasi) Jumlah : (Luas Sawah Irigasi) xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

Keadaan air Irigasi di Petak Tersier berlebihan cukup kurang

Kerusakan Tanaman (ha)

Tanda tangan : Tanda tangan :

Nama : Nama :

NIP : NIP :

Laporan Setengah Bulanan : Mantri/Juru ---> Ranting/Pengamat ---> Kasi OP Irigasi Kabupaten ---> Kasi OP UPT Prov ---> Balai WS

Genangan/

Kebanjiran

Tanaman Kekeringan

LAPORAN KEADAAN AIR DAN TANAMAN PADA MANTRI / JURU

Realisasi Luas Tanam s/d saat Lap. dibuat Usulan Luas Tanam pada Periode Tersebut

Jenis Tanaman 3.1

Blangko 04 - O

1 s/d 15 16 s/d ..

Puslitbang Sumber Daya Air L - 6

Daerah Irigasi: ……….. No. Kode DI: ……….. Total Luas Sawah Irigasi DI: ………..……ha Kabupaten: ……….. Bagian Pelaksana Kegiatan: ……….. Periode Pemberian Air Tgl. =bln ……… 20… Masa Tanam : MT.1/MT.2/MT.3 Bulan ……… 20…. s/d ….………….. 20... (ha)(l/det)(ha)(l/det)(ha)(l/det)(ha)(l/det)(ha)(l/det)(ha)(l/det)(ha)(l/det)(ha)(l/det)(ha)(l/det)(ha)(l/det) 123.13.245=(3.1x4)67=(3.1x6)89=(3.1x8)1011=(3.1x10)1213=(3.1x12)1415=(3.1x14)1617=(3.1x16)1819=(3.1x18)2021=(3.1x20)2223=(3.1x22) 1Padi Rendeng/Padi gadu Izin a) Pengolahan tanah + persemaian1.250 b) Pertumbuhan / Pemasakan0.725 c) Panen0 2Tebu a) Pengolahan tanah + persemaian0.850 b) Tebu Muda (MT.1)0.360 c) Tebu Tua (MT.2)0.125 3Palawija a) Yang perlu banyak air0.30 b) Yang perlu sedikit air0.20 4Gadu tanpa izin 5lain-lain 6jumlah di Sawah (l/det) 7Faktor Tersierxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 8Kebutuhan air di pintu tersierxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx 9Kerusakan tanaman (banjir/kering)xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx (dibuat setiap 15 hari) 10Tanda tangan IP3A/GP3A PENJELASAN :………., …………20… 1. Usulan luas tanam dikutip dari buku catatan IP3A/GP3APelaksana OP Irigasi . . . Laporan Setengah Bulanan : Ranting/Pengamat/UPTD ----> Mantri/JuruTanda tangan : Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP Kab. Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP UPT Prov. Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP Balai WS Jabatan Dinas : Nama : NIP :

Kemantren/Kejuron ………Kemantren/Kejuron ………

RENCANA KEBUTUHAN AIR DI PINTU PENGAMBILAN Kemantren/Kejuron ………Kemantren/Kejuron ………Kemantren/Kejuron ………Satuan keb. Air di Sawah (l/dt/ha) MT1MT2/MT3

Usulan Luas Tanam

………Kemantren/Kejuron ………Kemantren/Kejuron ………Kemantren/Kejuron Kebutuhan air di sawah

Usulan Luas Tanam

Kebutuhan air di sawah

Usulan Luas Tanam

NoUraian/Bab

Kemantren/Kejuron ………Kemantren/Kejuron ……… Kebutuhan air di sawah

Kebutuhan air di sawah

Usulan Luas Tanam

Kebutuhan air di sawah

Usulan Luas Tanam

Kebutuhan air di sawah xxxxxx

Usulan Luas Tanam

Kebutuhan air di sawah

Usulan Luas Tanam

Kebutuhan air di sawah

Usulan Luas Tanam

Kebutuhan air di sawah

Usulan Luas Tanam

Kebutuhan air di sawah

Usulan Luas Tanam

Blangko 05 -O 1 s/d 1516 s/d ..

Puslitbang Sumber Daya Air L - 7

Daerah Irigasi: ………..Nama Daerah Ranting/Pengamat: ……… No. Kode DI: ………..Nama Daerah Mantri/Juru: ……… Total Luas Sawah Irigasi DI: ………..……haLuas Sawah Mantri/Juru: ………ha Kabupaten: ……….. Bagian Pelaksana Kegiatan: ………..Bulan : ……….. 20… 123456789101112131415 16171819202122232425262728293031 Mengetahui,………., …………20… Ranting/Pengamat/UPTDMantri/Juru . . . . . . Tanda tangan :Tanda tangan : Nama :Nama : NIP :NIP : Laporan Setengah Bulanan : Mantri/Juru ----> Ranting/Pengamat Mantri/Juru ----> Kasi OP Irigasi Kab. Mantri/Juru ----> Kasi OP Irigasi UPT Prov. Mantri/Juru ----> Balai WS

Jumlah Debit (l/det)

Debit Rata- rata Setengah Bulanan (l/det)

Cara Pengukuran Debit *3) ba

PENCATATAN DEBIT SALURAN RusakBaikKondisi Alat UkurDebit (l/det) pada tanggal NoNama Bangunan Kontrol (Bagi/Bagi Sadap/Sadap)

Blangko 06 -O

Puslitbang Sumber Daya Air L - 8

Daerah Irigasi : ……….. Nama Wil Kerja Ranting/Pengamat : ………….

No. Kode DI : ……….. Luas Areal kerja Mantri : ………….ha

Total Luas Sawah Irigasi DI : ………..……ha Jumlah Petak Tersier : ………….buah

Kabupaten : ………..

Bagian Pelaksana Kegiatan : ………..

Periode Pemberian Air tanggal = bln ……… 20…

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11=(7+8+9+10) 12

PENJELASAN : ………., …………20…

1 Kolom 9 adalah kehilangan air di saluran (dari Blangko 06-O) Ranting/Pengamat

2 Kolom 11 = (7) + (8) + (9) - (10) . . .

3 Kolom 12 = (7) x K + (8) + (9) - (10) Tanda tangan :

4 Penetapan nilai K diambil dari Blangko 09-O 5 Kolom 12 apabila debit yang diberikan lebih kecil 20 l/det

maka diberikan debit minimum yang dapat diukur

Laporan Setengah Bulanan : Ranting/Pengamat/UPTD ----> Mantri/Juru

Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP Irigasi Kab. Nama :

Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP UPT Prov. NIP :

Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP Balai WS

K - ditetapkan DAN PENETAPAN PEMBERIAN AIR

Rencana kebutuhan air periode pembagian air tersebut (l/det) Luas

RENCANA KEBUTUHAN AIR DI JARINGAN UTAMA

Keb. air di

Puslitbang Sumber Daya Air L - 9

Sungai : ……….. Kabupaten : ………….

Bendung : ……….. Ranting/Pengamat : ………….ha

Daerah Irigasi : ……….. Bag. Pelaks. Kegiatan : ………….buah

Total Luas sawah Irigasi : ………..……ha

Periode Pemberian Air tanggal = bln ……… 20…

H Q

(cm) (l/det) H (cm) Q (l/det) H (cm) Q (l/det)

2 3 4 5 6 7 8 9

………., …………20…

Penjelasan : Ranting/Pengamat Petugas Operasi Bendung

1. Pencatatan debit dilakukan tiap . . . . . .

pukul 08.00 Tanda tangan : Tanda tangan :

2. Perhitungan kolom 8 dan 9 oleh Pembantu Pelaksana OP

Nama : Nama :

NIP : NIP :

Laporan Setengah Bulanan : Mantri/Juru ----> Ranting/Pengamat Mantri/Juru ----> Kasi OP Irigasi Kab.

Mantri/Juru ----> Kasi OP Irigasi UPT Prov.

Mantri/Juru ----> Balai WS

Debit Limpas bendung Debit Pintu MasukPengambilan

Kanan Kiri

PENCATATAN DEBIT SUNGAI Blangko 08 - O

1 s/d 15 16 s/d ..

Puslitbang Sumber Daya Air L - 10

Daerah Irigasi : ……… Mantri/Juru Pengairan : ………….

No. Kode DI : ……… Ranting/Pengamat : ………….

Total Luas DI : ………ha Kabupaten : ………….

Bagian Pelaksana Kegiatan : ………

Periode Pemberian Air tanggal = bln ……… 20…

1. Debit diperlukan (dari blangko 07-O) 2. Debit Tersedia (dari blangko 08-O) **)

Jumlah Faktor K

1.1 Qt Di Pintu Tersier (m3/det) (K1/K2/K3…)

1.2 Ql Kep. Lain-lain

**) Debit tersedia diperoleh dari : - Q rata-rata setengah bulanan - Q rata-rata 5 harian terakhir

- Q pada tanggal 15 dan atau 30/31 masing-masing periode

Q 100% Saluran = Debit Desain 100% rencana terakhir Nama :

Q 70% Saluran = Debit 70% desain rencana terakhir NIP :

Laporan Setengah Bulanan : Ranting/Pengamat ----> Mantri/Juru Ranting/Pengamat ----> Kasi OP Irigasi Kab.

Ranting/Pengamat ----> Kasi OP Irigasi UPT Prov.

Ranting/Pengamat ----> Balai WS

Puslitbang Sumber Daya Air L - 11

Daerah Irigasi: ………..Kabupaten: ………… No. Kode DI: ………..Luas Areal Kerja Ranting/Pengamat: ………… Total Luas Sawah Irigasi DI: ………..……haJumlah Mantri/Juru: …………Buah jumlah Petak Tersier: ………..Bagian Pelaksana Kegiatan: ………… 1. Realisasi Tanam (dari Blangko 05-O)4. Keadaan Air MT.1MT.3 (m3/det)(m3/det)(m3/det)(m3/det)(m3/det)(m3/det)(mm)(m3/det) 23456789101112131415161718192021222324 OktoberI II NopemberI II DesemberI II JanuariI II PebruariI II MaretI II AprilI II MeiI II JuniI II JuliI II AgustusI II SeptemberI II 5. Produksi Tanaman 2. Kerusakan tanam dari Blangko 05-O a) Puncak luas tanam (ha) b) Data ubinan dari Distan rata2 (t/ha) 3. Rencana tanamc) = (a) x (b) produksi padi (ton) Jumlah produksi (ton) Mengetahui,………., …………20… Kasi OP Wilayah KabupatenRanting/Pengamat . . . . . . Tanda tangan :Tanda tangan : Laporan Tahunan : Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP Kabupaten Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP UPT Prov.Jabatan Dinas : Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP Balai WS Nama :Nama : NIP :NIP :

Daerah Irigasi: ………..Kabupaten: ………… No. Kode DI: ………..Luas Areal Kerja Ranting/Pengamat: ………… Total Luas Sawah Irigasi DI: ………..……haJumlah Mantri/Juru: …………Buah jumlah Petak Tersier: ………..Bagian Pelaksana Kegiatan: ………… 1. Realisasi Tanam (dari Blangko 05-O)4. Keadaan Air MT.1MT.3 (m3/det)(m3/det)(m3/det)(m3/det)(m3/det)(m3/det)(mm)(m3/det) 23456789101112131415161718192021222324 OktoberI II NopemberI II DesemberI II JanuariI II PebruariI II MaretI II AprilI II MeiI II JuniI II JuliI II AgustusI II SeptemberI II 5. Produksi Tanaman 2. Kerusakan tanam dari Blangko 05-O a) Puncak luas tanam (ha) b) Data ubinan dari Distan rata2 (t/ha) 3. Rencana tanamc) = (a) x (b) produksi padi (ton) Jumlah produksi (ton) Mengetahui,………., …………20… Kasi OP Wilayah KabupatenRanting/Pengamat . . . . . . Tanda tangan :Tanda tangan : Laporan Tahunan : Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP Kabupaten Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP UPT Prov.Jabatan Dinas : Ranting/Pengamat/UPTD ----> Kasi OP Balai WS Nama :Nama : NIP :NIP :

Dalam dokumen OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI (Halaman 39-85)

Dokumen terkait