• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memasang dan mengkonfigurasi manageable switch / hub dan

4.5 Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi

4.5.3 Memasang dan mengkonfigurasi manageable switch / hub dan

1) Pengetahuan Kerja

Pada sub bab ini juga kita akan membahas lebih dalam cara mengkonfigurasi switch.

2) Ketrampilan Kerja

Manageable Switch / hub dan perangkatnya dirangkai berdasarkan kebutuhan jaringan

Berikut ini adalah gambaran switch dari merk CISCO :

Gambar 12 Tampilan Back Panel Swtich CISCO (Elemen Kompetensi 3) Amati dengan seksama gambar di atas :

a. Disini kita menggunakan Cisco Switch 3500XL Series

b. RJ-45 Console Port akan menjadi bagian penting dari proses konfigurasi switch.

c. Port LED akan berubah dari warna orange ke warna hijau muda apabila koneksi berjalan baik, sebaliknya akan berwarna oranye terus bila ada masalah

d. Masukkan Kabel dengan konektor RJ-45 pada posisi yang benar sesuai gambar.

Agar dapat mengkonfigurasikan switch, terlebih dahulu kita harus menghubungkannya dengan PC atau LapTop sebagai terminal konfigurasi. Untuk itu kita membutuhkan kabel penghubung dengan jenis Rollover dan adapter RJ-45 to DB-9.

Manageable Switch/ hub dikonfigurasi berdasarkan kebutuhan jaringan

Untuk mengkonfigurasinya, ikuti langkah-langkah berikut ini : a. Setelah semua terkoneksi dengan benar, nyalakan komputer. b. Jalankan program Hyper Terminal pada windows.

Gambar 14 Hyper Terminal (Elemen Kompetensi 3)

Gambar 15 Connection Description (Elemen Kompetensi 3)

c. Nama koneksi bisa di isi dengan nama apa saja, di sini kita isi dengan switch

Gambar 16 Connect To (Elemen Kompetensi 3) d. Pilih port mana yang akan di gunakan sebagai penghubung.

Gambar 17 COM1 Properties (Elemen Kompetensi 3)

e. Sebagai tahapan awal, kita gunakan saja setingan default dengan cara memilih Restore Defaults

f. Nyalakan Switch, tunggu beberapa saat.

g. Kita akan melihat proses Bootstrap pada switch

Gambar 18 Proses Bootstrap (Elemen Kompetensi 3)

h. Setelah muncul Switch>, dengan mengetikan perintah enable seperti pada gambar di bawah menjadi Switch#, maka switch telah siap untuk di konfigurasi.

Perangkat lunak pengemulasi dikonfigurasi untuk beroperasi didalam lingkungan yang baru

Konfigurasi Dasar

1. membuat hostname : switch_1 2. banner : Belajar Cisco Switch 3. previlage password : cisco 4. console password : console 5. telnet password : telnet

Untuk melakukan perintah di atas, dapat di lihat langsung pada gambar di bawah ini :

Gambar 20 Konfigurasi Dasar (Elemen Kompetensi 3) Konfigurasi VLAN 1. VLAN 10 : Direksi 2. VLAN 20 : Administrasi 3. VLAN 30 : IT 172.16.1.100/24 VLAN management

Gambar 21 Konfigurasi VLAN (Elemen Kompetensi 3)

Sebagai VLAN management, VLAN IT harus kita beri nomor IP address agar dapat di manage dengan mudah. Pada posisi config interface vlan 30, ketikan perintah ini :

switch(config-subif)#ip address 172.16.1.100 255.255.255.0

Coba anda tentukan sendiri masing-masing proses sesuai urutan perintah ☺ • Mode Access dan Trunk

1. Interface FastEthernet 0/1 : Trunk

3. Interface FastEthernet 0/4 : Access VLAN 20 4. Interface FastEthernet 0/24 : Access VLAN 30

Untuk konfigurasi port seperti di atas, perhatikan langkah-langkah di bawah ini :

Gambar 22 Konfigurasi Access dan Trunk (Elemen Kompetensi 3)

Setelah itu coba jalankan perintah switch#show vlan, seperti tampilan di bawah :

Apabila sama hasilnya, maka anda telah berhasil mengkonfigurasi Cisco Switch.

Ini hanya sebagai panduan saja, semoga saja bisa bermanfaat. Seandainya anda lebih berminat mungkin dengan menggunakan program simulasi Cisco Switch dan Router, yang banyak di sediakan oleh para vendor terkemuka, akan lebih baik.

Setelah terkonfigurasi, maka setiap komputer haruslah mempunyai nomor IP masing-masing.

Penomoran IP (Internet Protokol) Komputer

Setiap komputer yang terhubung pada LAN harus mempunyai nomor identifikasi unik sebagai pengenal antar komputer yang biasanya dikenal dengan istilah nomor IP. Dalam ilmu komputer, nomor IP dibagi menjadi 3 golongan(kelas) A,B,C. Masing-masing kelas dibedakan berdasar jangkauan(range) nomor yang tersedia dan Anda harus menggunakan salah satu kelas/golongan dalam lingkup LAN yang sama. Nomor IP pada semua komputer dapat ditentukan secara manual (statis) ataupun dapat dialokasikan secara dinamis menggunakan bantuan perangkat lain (misal : sistem DHCP ). untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dibutuhkan suatu bahasa, yakni IP Address sedangakan Pembagian kelas-kelas IP didasarakan pada dua hal, yakni network id dan host id dari suatuIP address

1. Overview

Pengalamatan bertujuan bagaimana supaya data yang dikirim sampai pada mesin yang sesuai (mesin tujuan) dan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan oleh operator dengan mudah. Untuk itu maka data dari suatu host (komputer) harus dilewatkan ke jaringan menuju host tujuan, dan dalam komputer tersebut data akan disampaikan ke user atau proses yang sesuai. TCP/IP menggunakan tiga skema untuk tugas ini :

A. Addressing

IP address yang mengidentifikasikan secara unik setiap host di jaringan, sehingga dapat menjamin data dikirim ke alamat yang benar.

B. Routing

Pengaturan gateway untuk mengirim data ke jaringan dimana host tujuan berada.

C. Multiplexing

Pengaturan nomor port dan protokol yang mengirim data pada modul software yang benar di dalam host.

Masing-masing skema penting untuk pengiriman data antar dua aplikasi yang bekerjasama dalam jaringan TCP/IP.

IP address berupa bilangan biner 32 bit dan ditulis sebagai 4 urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan tanda titik. Format penulisan IP adalah : xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx, dengan x adalah bilangan biner 0 atau 1. Dalam implementasinya IP address ditulis dalam bilangan desimal dengan bobot antara 0 – 255 (nilai desimal mungkin untuk 1 byte). IP address terdiri dari bagian jaringan dan bagian host, tapi format dari bagian-bagian ini tidak sama untuk setiap IP address.

Jumlah bit alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan, dan bilangan yang digunakan untuk mengidentifikasi host berbeda-beda tergantung kelas alamat yang digunakan. Ada tiga kelas alamat utama, yaitu kelas A, kelas B, dan kelas C. Dengan memeriksa beberapa bit pertama dari suatu alamat , software IP bisa dengan cepat membedakan kelas address dan strukturnya.

Berikut ini diberikan aturan yang membedakan kelas IP address : 1. IP Address kelas A :

bit pertama dari IP address adalah 0 jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 0 – 127. Hanya ada kurang dari 128 jaringan kelas A. Setiap jaringan kelas A bisa mempunyai jutaan host. Tepatnya 16.777.214 IP address.

2. IP Address kelas B :

bit pertama dari IP address adalah 10, jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya : 128 – 191. Terdapat ribuan jaringan kelas B. Setiap jaringan kelas B bisa mempunyai ribuan host. Tepatnya 65.532 IP address

3. IP Address kelas C :

bit pertama dari IP address adalah 110. Jadi jaringan dengan IP yang byte pertamanya 192 – 223. Terdapat jutaan jaringan kelas C. Setiap jaringan kelas C hanya mempunyai kurang dari 254 host.

bit pertama dari IP address adalah 111 nomor jaringan dengan IP yang byte pertamanya lebih dari 223 merupakan address yang dialokasikan untuk kepentingan khusus.

Tidak semua alamat jaringan dan alamat host dapat digunakan. Misalnya kita telah membicarakan bahwa alamat dengan desimal pertama lebih dari 233 dialokasikan untuk kepentingan khusus. Dua alamat kelas A, 0 dan 127, juga dialokasikan untuk kepentingan khusus. Jaringan 0 menunjukkan route default (digunakan untuk menyederhanakan aplikasi jaringan dengan membiarkan host lokal dialamatkan dengan cara yang sama seperti remote-host digunakan ketika mengkonfigurasi host) dan jaringan 127 sebagai loopback-address. Selain itu juga ada beberapa alamat host yang disediakan untuk kepentingan khusus ini, misalnya 0 dan 255 dalam semua kelas jaringan. Sebuah IP address dengan semua bit hostnya 0 menunjukkan jaringannya sendiri, misalnya 26.0.0.0 menunjukkan jaringan 26 dan 128.66.0.0 menunjukkan jaringan 128.66. Alamat dalam bentuk ini digunakan dalam tabel routing untuk menunjukkan seluruh jaringan. IP address dengan semua bit host diset satu adalah broadcast address. Suatu alamat broadcast digunakan untuk alamat setiap host dalam jaringan secara simultan. Alamat broadcast untuk jaringan 128.66 adalah 128.66.255.255.

2. Supernetting

Ada dua masalah yang saling berkaitan, antara pemberian suatu kelas alamat pada suatu lembaga. Pertama kelas alamat yang diberikan lebih kecil daripada jumlah host yang akan dihubungkan. Dan yang kedua sebaliknya, kelas alamat yang lebih besar dari host yang akan saling dihubungkan. Supernetting berkaitan dengan metode untuk memanipulasi alokasi alamat yang terbatas sedemikian sehingga semua host yang tersedia dapat dihubungkan ke jaringan. Jadi supernetting adalah menggunakan bit mask alamat asal untuk membuat jaringan yang lebih besar.

3. Subnetting

Masalah kedua yang berkaitan dengan bagaimana membuat suatu alokasi alamat lebih efisien, bila ternyata host yang akan kita hubungkan ke jaringan lebih kecil daripada alokasi alamat yang kita punyai. Yang jelas dengan menggunakan metoda subnetting, bit host IP address direduksi untuk subnet ini. Sebagai contoh, subnet mask diasosiasikan dengan alamat kelas B standart adalah 255.255.0.0. Subnet mask digunakan dengan memperluas bagian jaringan dari suatu alamat kelas B dengan byte tambahan. Misalnya sub mask 255.255.255.0 berarti dua byte pertama mendefinisikan jaringan kelas B, byte ketiga menunjukkan alamat subnet, dan yang keempat baru menunjuk pada host pada subnet yang bersangkutan. Masking yang byte-oriented lebih mudah dibaca dan diartikan, tapi sebenarnya subnet masking

bersifat bit-oriented, jadi misalnya seseorang bisa saja membuat sub-mask 255.255.255.192. Tabel 2.1 mengilustrasi efek dari subnet-mask terhadap bermacam-macam alamat jaringan :

IP Address Subnetmask Interpretasi 128.88.10.1 255.255.255.0

Host 1 pada subnet 128.66.12.0 130.97.16.132

255.255.255.192

Host 4 pada subnet 130.97.16.128 192.178.16.66

255.255.255.192

Host 2 pada subnet 192.178.16.64 132.90.132.5

255.255.240.0

Host 4.5 pada subnet 132.90.128.0 18.20.16.91

255.255.0.0

Host 16.91 pada subnet 18.20.0.0

3) Sikap Kerja

1. Merangkai manageable Switch / hub dan perangkatnya berdasarkan kebutuhan jaringan.

2. Mengkonfigurasi manageable Switch/ hub berdasarkan kebutuhan jaringan.

3. Mengkonfigurasi perangkat lunak pengemulasi untuk beroperasi didalam lingkungan yang baru.

4.5.4 Menguji Manageable switch / hub dan jaringan

Dokumen terkait