• Tidak ada hasil yang ditemukan

Membaca surat setelah al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua, adapun pada rakaat ketiga dan keempat hanya membaca al-Fatihah saja.

Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca pada dua rakaat yang pertama dari shalat Zhuhur dan Ashar al-Fatihah dan surat, kadang-kadang beliau memperdengarkannya kepada kami. Dan beliau membaca al-Fatihah saja pada dua rakaat yang terakhir.” [HR. Muslim].

Bacaan pada rakaat pertama disunahkan lebih panjang dari bacaan pada rakaat kedua. Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada dua rakaat pertama dari shalat Zhuhur membaca surat al-Fatihah dan dua surat; dipanjangkannya pada rakaat pertama dan dipendekkannya pada rakaat kedua. Kadang-kadang beliau memperdengarkan ayat yang dibacanya. Pada shalat Ashar beliau membaca surat al-Fatihah dan dua surat; beliau memanjangkan pada rakaat pertama. Beliau juga memanjangkan [bacaan] pada rakaat pertama shalat Subuh dan memendekkan pada rakaat yang kedua.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Rukuk.

Rukuk adalah salah satu rukun shalat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika rukuk:

z Bertakbir ketika akan rukuk sambil mengangkat kedua tangan seperti saat takbiratul ihram.

z Meletakkan dan menggenggamkan kedua telapak tangan di kedua lutut dengan merenggangkan jari-jari tangan serta menjauhkan kedua siku dari sisi-sisi badan.

z Meratakan punggung.

z Tidak mengangkat kepala dan tidak pula menundukkannya.

z Tumakninah dalam rukuk. Maksudnya berdiam sejenak dengan tenang pada posisi rukuk sebelum bangkit menuju posisi i’tidal.

Tumakninah ini adalah rukun shalat, sehingga tidak sah shalat seseorang yang tidak tumakninah dalam rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.

Hal tersebut di atas ditunjukkan oleh dalil-dalil berikut:

Abu Humaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku yang paling tahu di antara kalian tentang shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri lalu bertakbir dan mengangkat kedua tangannya, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya ketika bertakbir untuk rukuk, kemudian beliau rukuk dan meletakkan kedua tangannya pada kedua lututnya seakan-akan beliau menggenggam keduanya. Beliau melengkungkan kedua tangannya dan menjauhkan keduanya dari kedua sisi badannya, beliau tidak mengangkat kepalanya dan tidak pula menundukkannya.” [HR. Abu Daud, shahih].

Dari Wail bin Hujr radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu

‘alaihi wasallam apabila rukuk beliau menjarangkan antara jari-jari [tangan]

nya dan apabila beliau sujud beliau merapatkan jari-jari [tangan]nya.” [HR.

Hakim dan Ibnu Majah, shahih].

Wabishah bin Ma’bad radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat, maka apabila beliau rukuk beliau meratakan punggungnya sehingga apabila dituangkan air di atasnya, maka air itu akan tinggal.” [HR. Ibnu Majah, shahih].

Dalil tumakninah dalam rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila engkau berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari al-Quran, kemudian rukuklah sampai engkau tenang dalam keadaan rukuk, kemudian bangkitlah hingga engkau tegak lurus berdiri, kemudian sujudlah hingga engkau tenang dalam keadaan sujud, kemudian bangkitlah hingga engkau tenang dalam keadaan duduk, kemudian sujudlah hingga engkau tenang dalam keadaan sujud, kemudian lakukanlah yang seperti itu dalam seluruh shalatmu.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ada beberapa macam bacaan dalam rukuk yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya:

“Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung” [dibaca 3X]. [HR. Abu Daud, shahih].

“Yang Mahasuci [dari segala keburukan] Yang Mahasuci [dari segala yang kotor] Tuhannya para malaikat dan Tuhannya ar-Ruh [malaikat Jibril].” [HR. Muslim].

“Mahasuci Engkau Ya Allah Tuhan kami dan dengan pujiMu Ya Allah ampunilah aku.” [HR. Bukhari dan Muslim].

I’tidal.

Dilakukan dengan cara mengangkat kedua tangan seperti saat takbiratul ihram sambil mengucapkan, “sami’allahu liman hamidah”, ini berlaku bagi imam dan orang yang shalat sendiri, adapun makmum, maka cukup mengucapkan, “rabbana walakal hamdu”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “… Dan apabila dia mengucapkan sami’allahu liman hamidah, maka ucapkanlah rabbana walakal hamdu…” [HR. Bukhari dan Muslim].

Beberapa bacaan i’tidal yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Ya Tuhan kami, bagiMu segala puji.” [HR. Bukhari dan Muslim].

“Ya Tuhan kami dan bagiMu segala puji.” [HR. Bukhari dan Muslim].

“Ya Allah Tuhan kami, bagiMu segala puji.” [HR. Bukhari].

“Ya Allah Tuhan kami, bagiMu segala puji sepenuh langit, dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu.” [HR. Muslim].

“Ya Tuhan kami dan bagiMu segala puji, pujian yang banyak yang baik dan penuh berkah. ” [HR. Bukhari].

Sujud.

Menyungkur sujud sambil bertakbir tanpa mengangkat tangan.

Lalu membaca bacaan sujud seperti yang diajarkan Rasulullah shallallahu

‘alaihi wasallam, di antaranya:

“Maha Suci Tuhan kami Yang Maha Tinggi.” [HR. Abu Daud, shahih].

“Yang Mahasuci [dari segala keburukan], Yang Mahasuci [dari segala yang kotor], Tuhannya para malaikat, dan Tuhannya ar-Ruh

[malaikat Jibril].” [HR. Muslim].

“Mahasuci Engkau Ya Allah Tuhan kami dan dengan pujiMu Ya Allah ampunilah aku.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Wajib tumakninah dalam sujud. Dan ketika sujud anggota-anggota tubuh berikut ini wajib menyentuh tempat sujud: jidat, hidung, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua jari-jari kaki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang; atas jidat -sambil beliau menunjuk dengan tangannya ke hidungnya-, kedua tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung atas kedua telapak kaki.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Beberapa hal yang disunahkan ketika sujud:

z Meletakkan kedua telapak tangan di atas tanah sejajar dengan kedua bahu.

z Mengangkat kedua siku [tidak merapatkan kedua siku di tanah] dan menjauhkannya dari lambung.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila engkau sujud, maka letakkanlah kedua tanganmu dan angkatlah kedua sikumu.” [HR. Muslim].

Dari Abu Humaid As Sa’idiy radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila sujud beliau meletakkan hidungnya dan jidatnya di tanah, menjauhkan kedua tangannya dari kedua lambungnya, dan meletakkan kedua tapak tangannya sejajar dengan kedua bahunya. [HR. Tirmidzi, shahih].

z Merapatkan jari-jari tangan dan menghadapkannya ke kiblat.

Al Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu

‘alaihi wasallam apabila sujud beliau meletakkan kedua tangannya di tanah dengan menghadapkan kedua tangan beliau dan jari-jari beliau ke kiblat.” [HR. Baihaqi, shahih].

z Merapatkan sisi dalam kedua telapak kaki dan menghadapkan jari-jarinya ke kiblat.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “.… aku mendapatkan beliau sedang sujud dengan merapatkan kedua kakinya dan menghadapkan ujung jari-jari kaki beliau ke kiblat ….” [HR. Baihaqi, shahih].

Dokumen terkait