• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEOR

2. Membaca dan Minat Membaca

a. Hakikat Minat

Menurut Slameto ( 2013: 180), minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu maska akan lebih cenderung memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut. Seseorang yang memiliki minat akan

32

bergerak sengan sendirinya dalam melakukan sesuatu. Minat dapat diartikan sebagai sesuatu yang mempengaruhi diri seseorang.

Menurut Undang Sudarsana dan Bastiano (2010:4.24), minat diartikan sebagai keinginan memperhatikan atau melakukan sesuatu. Pendapat lainnya dikemukakan oleh Hurlock (1999: 114) yang menyatakan bahwa minat merupakan sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa minat adalah rasa ketertarikan dari dalam diri untuk memperhatikan atau melakukan suatu usaha yang menjadi sumber motivasi bagi seseorang. Minat akan menjadikan seseorang nyaman untuk melakukan pekerjaan, sehingga apa yang ia lakukan akan mendatangkan hasil yang optimal. b. Hakikat Membaca

Menurut Emerland V. Dechant (Darmiyati Zuchdi, 2008:21), membaca adalah proses pemberian makna terhadap tulisan sesuai dengan maksud penulis, sedangkan menurut H.G.Tarigan (2008:7) pengertian membaca adalah sebagai suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata – kata atau bahasa tulis.

Farida Rahim (2008: 2) berpendapat, membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual,

33

berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Pendapat lain berasal dari H.G Tarigan (2008:7) yang menyebutkan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaiakan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.

Dari beberapa pendapat di atas, membaca dapat disimpulkan sebagai rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkan bunyi serta makna atau pesan yang disampaikan oleh penulis mengenai maksud bacaan.

Membaca dapat dilakukan oleh seseorang apabila di dalam diri orang tersebut memiliki hasil belajar Bahasa Indonesia (kebahasaan), minat membaca, motivasi, dan kumpulan kemampuan membaca (Johnson dan Pearson (Darmyati Zuchdi, 2008:23), selaian memiliki hasil belajar Bahasa Indonesia, motivasi, minat membaca, dan kumpulan kemampuan membaca, seseorang dikatakan mampu membaca apabila ia dapat memenuhi faktor-faktor penentu kemampuan membaca seperti yang diungkapkan oleh Tampubolon (Darmiyati Zuchdi, 2008: 24), yaitu kompetensi kebahasaan, kemampuan mata, penentuan informasi fokus, teknik-teknik dan metode-metode membaca, fleksibilitas, serta kebiasaan membaca.

Setalah memenuhi faktor-faktor penentu kemampuan membaca, seseorang yang membaca tentu saja memiliki tujuan dalam kegiatannya tersebut, karena seseorang yang memiliki tujuan

34

membaca cenderung akan lebih memahami dibandingkan dengan yang tidak memiliki tujuan. Menurut Blankton dan Irwin (Farida Rahim, 2008: 11) tujuan membaca mencakup:

1) kesenangan,

2) menyempurnakan mambaca nyaring, 3) menggunakan strategi tertentu,

4) memperbarui pengetahuannya tentang suatu topik,

5) mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya,

6) memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis, 7) mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, dan

8) menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks.

c. Hakekat Minat Membaca

Sebagaimana yang telah disampaikan di atas, minat merupakan ketertarikan dari dalam diri untuk melakukan suatu hal. Berbagai macam minat hendaknya dikembangkan di dunia pendidikan, salah satunya adalah minat membaca, karena akan memberi dampak yang positif. Membaca akan mempermudah siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan.

Minat membaca juga diartikan oleh Farida Rahim, (2005 : 28) sebagai keinginan yang kuat disertai usaha-usaha seseorang untuk membaca. Menurut Hasanah, dkk (Ade Irma Nursalina, 2014: 3) menyatakan bahwa minat baca merupakan hasrat yang kuat seseorang baik disadari ataupun tidak yang terpuaskan lewat perilaku membacanya. Kedua pendapat narasumber di atas dapat disimpulkan

35

bahwa, minat membaca dapat diartikan sebagai keinginan yang kuat yang disertai usaha untuk membaca.

d. Faktor dan Aspek Minat Membaca

Minat akan muncul apabila dalam diri seseorang memiliki ketertarikan terhadap suatu hal di luar dirinya dan ingin mempelajarinya, begitu pula dengan minat membaca, siswa akan memiliki minat membaca jika ia memiliki ketertarikan terhadap bahan bacaan. Minat membaca akan timbul ketika dalam diri siswa terbentuk suatu kebiasaan membaca serta beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi. Seperti yang diungkapkan Ebel (Darmyati Zuchdi, 2008:26-28) bahwa yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan memahami bacaan yang dicapai oleh siswa dan perkembangan minat bacanya adalah faktor-faktor berikut: kondisi siswa yang bersangkutan, kondisi keluarganya, kebudayaannya, dan situasi sekolah.

Pendapat lain berasal dari Crow and Crow (Ade Irma Nursalina, 2014: 3) yang menyebutkan faktor minat membaca pada anak adalah : 1) faktor dari dalam yaitu faktor yang berhubungan dengan

dorongan fisik,

2) faktor emosional atau perasaan yaitu faktor yang dapat menimbulkan perasaan senang, dan

3) faktor motif sosial yaitu faktor yang dapat membangkitkan minat untuk melakukan aktivitas demi memenuhi kebutuhan untuk diakui atau diterima oleh lingkungannya. Selain faktor-faktor yang dapat mempengaruhi seperti yang disebutkan di atas, minat membaca juga memiliki aspek-aspek. Aspek

36

minat membaca menurut Haris and Sipay Rebecca (Ade Irma Nursalina, 2014:3) adalah sebagai berikut:

1) aspek kesadaran akan manfaat baca yaitu seberapa jauh subyek menyadari, mengetahui, dan memahami manfaat membaca buku,

2) aspek perhatian terhadap membaca buku yaitu seberapa besar perhatian dan ketertarikan subyek dalam membaca buku, 3) aspek rasa senang yaitu seberapa rasa senang subyek

terhadap kegiatan membaca buku,

4) aspek frekuensi membaca buku yaitu seberapa sering subyek membaca buku.

Minat membaca merupakan keinginan kuat dari dalam diri seseorang untuk membaca kemudian diiringi dengan usaha untuk mewujudkan keinginan tersebut. Minat membaca dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor yang berhubungan dengan dorongan fisik, emosional, maupun faktor motif sosial. Minat membaca yang dimiliki oleh seseorang dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu kesadarannya akan manfaat membaca, perhatiannya terhadap buku dan kegiatan membaca, seberapa ia senang terhadap kegiatan membaca, serta seberapa sering ia membaca.

Dokumen terkait