i
LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN
LENDAH KULON PROGO
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh Reni Yunita NIM 12108244114
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
v
MOTTO
“ 1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, 2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang
Maha Mulia, 4) Yang mengajar (manusia) dengan pena. 5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. “
vi
PERSEMBAHAN
Karya ini khusus kupersembahkan kepada :
1. Kedua orang tuaku, Bapak Tukino dan Ibu Marsilah. 2. Agama, nusa, dan bangsa.
vii
LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN
LENDAH KULON PROGO
Oleh Reni Yunita NIM 12108244114
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan perpustakaan sekolah dilihat dari tingkat kepuasan siswa terhadap layanan perpustakaan di sekolahnya, serta mengetahui minat membaca siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Lendah, Kulon Progo.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD se-Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo yang berjumlah 390 siswa dengan sampel berjumlah 198 siswa yang diambil secara acak dengan teknik propotional sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi. Instrumen penelitian ini diujicobakan kepada 61 siswa. Uji validitas instrumen yang digunakan adalah validitas isi dengan teknik expert judgment, sedangkan untuk mencari daya beda menggunakan rumus korelasi product moment. Reliabilitas instrumen menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan teknik pengkategorian yang menggunakan Mean dan Standar Deviasi.
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan penyusunan tugas akhir skripsi yang berjudul “Layanan Perpustakaan Sekolah Dan Minat Membaca Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Lendah Kulon Progo” dengan sebaik-baiknya. Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagai persyaratan guna memperoleh Sarjana Pendidikan.
Penyususnan skripsi ini dapat terselesaikan berkat do‟a, bantuan, perhatian, dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan pada peneliti untuk menyelesaikan studi di Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar Universitas Negeri Yogyakarta.
2. Bapak Dr. Haryanto, M.Pd. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta yang telah memberikan dukungan untuk menyelesaikan skripsi.
3. Bapak Drs. Suparlan, M.Pd.I. Ketua Jurusan Pendidikan Sekolah Dasar yang telah memberikan dukungan untuk menyelesaikan skripi.
4. Bapak Dr. Enny Zubaidah, M.Pd. Dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam proses penyusunan skripsi ini. 5. Kepala Sekolah SD Negeri se-kecamatan Lendah kabupaten Kulon Progo
yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan uji coba instrumen penelitian dan izin penelitian.
6. Guru kelas V SD Negeri se-kecamatan Lendah kabupaten Kulon Progo yang telah membantu dan bekerjasama dengan peneliti dalam pelaksanaan penelitian.
ix
8. Kedua orang tua, Bapak Tukino dan Ibu Marsilah yang telah memberikan doa restu, perhatian, semangat, dan nasehat kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.
9. Keluarga kelas G prodi PGSD UNY 2012 yang telah memberikan dorongan, semangat, serta pengalaman selama 4 tahun masa kuliah.
10.Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu.
x
DAFTAR ISI
hal
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERETUJUAN ... ii
HALAMAN SURAT PERNYATAAN ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
MOTTO ... v
PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 6
C. Pembatasan Masalah ... 7
D. Rumusan Masalah ... 7
E. Tujuan Penelitian ... 7
F. Manfaat Penelitian ... 7
BAB II KAJIAN TEORI A. Deskripsi Teori ... 9
1. Pelayanan Perpustakaan Sekolah ... 9
a. Hakikat Perpustakaan ... 9
b. Hakikat Perpustakaan Sekolah ... 10
c. Fungsi, Tujuan, dan Tugas/ Kegiatan Perpustakaan Sekolah ... 12
d. Koleksi Perpustakaan Sekolah ... 14
e. Ruang dan Perlengkapan Perpustakaan ... 19
f. Petugas Perpustakaan ... 23
xi
2. Membaca dan Minat Membaca ... 31
a. Hakikat Minat ... 31
b. Hakikat Membaca ... 32
c. Hakikat Minat Membaca ... 34
d. Faktor dan Aspek Minat Membaca ... 35
B.Penelitian yang Relevan ... 36
C.Kerangka Pikir ... 39
D.Hipotesis Penelitian ... 41
E. Definisi Operasional Variabel ... 41
BAB III METODE PENELITIAN A.Desain Penelitan ... 42
B.Variabel Penelitian ... 42
C.Waktu dan Tempat Penelitian ... 42
D.Populasi dan Sampel Penelitian ... 43
E. Teknik Pengumpulan Data ... 45
F. Instrumen Penelitian ... 45
G.Teknik Analisis Data ... 54
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Data ... 55
B.Penyajian Data dan Pembahasan ... 55
C.Keterbatasan Penelitian ... 71
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan ... 73
B.Saran ... 74
DAFTAR PUSTAKA ... 76
xii
DAFTAR TABEL
hal
Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Angket Pelayanan Perpustakaan Sekolah ... 46
Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Skala Minat Membaca ... 47
Tabel 3. Pedoman Pemberian Skor Skala Layanan Perpustakaan Sekolah ... 48
Tabel 4. Pedoman Pemberian Skor Skala Minat Membaca ... 49
Tabel 5. Distribusi Butir Layak dan Gugur Layanan Perpustakaan Sekolah .... 51
Tabel 6. Distribusi Butir Layak dan Gugur Minat Membaca... 52
Tabel 7. Hasil Hitung Reliabilitas Instrumen ... 53
Tabel 8. Pedoman Konversi ... 54
Tabel 9. Deskripsi Data Ukuran Kecenderungan Memusat serta Ukuran Keragaman/Variabilitas Layanan Perpustakaan Sekolah ... 56
Tabel 10. Distribusi Frekuensi Layanan Perpustakaan Sekolah ... 56
Tabel 11. Distribusi Data Layanan Perpustakaan Sekolah... 58
Tabel 12. Deskripsi Data Ukuran Kecenderungan Memusat serta Ukuran Keragaman/Variabilitas pada Masing-masing aspek Layanan Perpustakaan Sekolah ... 59
Tabel 13. Distribusi Data Layanan Perpustakaan Sekolah aspek Layanan Sirkulasi ... 59
Tabel 14. Distribusi Data Layanan Perpustakaan Sekolah aspek Layanan Referensi... 60
Tabel 15. Distribusi Data Layanan Perpustakaan Sekolah aspek Layanan Jam Buka Perpustakaan ... 61
Tabel 16. Distribusi Data Layanan Perpustakaan Sekolah aspek Layanan Bimbingan Membaca... 62
Tabel 17. Deskripsi Data Ukuran Kecenderungan Memusat serta Ukuran Keragaman/Variabilitas Minat Membaca ... 64
Tabel 18. Distribusi frekuensi Minat Membaca ... 64
Tabel 19. Distribusi Data Minat Membaca ... 66
Tabel 20. Deskripsi Data Ukuran Kecenderungan Memusat serta Ukuran Keragaman/Variabilitas pada masing-masing aspek Minat Membaca... 67
xiii
Tabel 22. Distribusi Data Minat Membaca Aspek Perhatian Terhadap
xiv
DAFTAR GAMBAR
hal
Gambar 1. Histogram Layanan Perpustakaan Sekolah ... 57
Gambar 2. Diagram Distribusi Layanan Perpustakaan Sekolah ... 58
Gambar 3. Diagram Distribusi Layanan Sirkulasi ... 60
Gambar 4. Diagram Distribusi Layanan Referensi ... 61
Gambar 5. Diagram Distribusi Layanan Jam Buka Perpustakaan ... 62
Gambar 6. Diagram Distribusi Layanan Bimbingan Membaca ... 63
Gambar 7. Histogram Minat Membaca ... 65
Gambar 8. Diagram Distribusi Minat Membaca ... 66
Gambar 9. Diagram Distribusi Minat Membaca Aspek Kesadaran Akan Manfaat Membaca ... 68
Gambar 10. Diagram Distribusi Minat Membaca Aspek Perhatian terhadap Membaca ... 69
Gambar 11. Diagram Distribusi Minat Membaca Aspek Rasa Senang ... 70
xv
DAFTAR LAMPIRAN
hal Lampiran 1. Daftar Sekolah dan Jumlah Siswa Kelas V SD N
Se-Kecamatan Lendah Kulon Progo ... 79
Lampiran 2. Daftar Distribusi Sampel Penelitian ... 80
Lampiran 3. Daftar Distribusi Responden Uji Coba Instrumen... 81
Lampiran 4. Instrumen Pra-penelitian ... 82
Lampiran 5. Uji Coba Instrumen Penelitian ... 89
Lampiran 6. Contoh Isian Hasil Uji Coba Instrumen ... 93
Lampiran 7. Data Skor Uji Coba Instrumen ... 97
Lampiran 8. Hasil Daya Deskriminasi Butir ... 102
Lampiran 9. Instrumen Penelitian ... 106
Lampiran 10. Contoh Isian Instrumen Penelitian ... 110
Lampiran 11. Data Skor Hasil Penelitian... 114
Lampiran 12. Hasil Analisis Data ... 129
Lampiran 13. Surat Ijin Penelitian ... 131
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membaca merupakan hal wajib yang harus dikuasai oleh setiap orang terlebih dengan adanya perkembangan zaman seperti saat ini, di mana semua informasi akan mudah kita serap apabila kita mampu membaca. Membaca sama dengan membuka jendela dunia, maksudnya adalah segala informasi yang ada dipenjuru dunia bisa diketahui oleh seseorang melalui membaca. Siswa yang banyak membaca akan lebih banyak memiliki informasi daripada siswa yang jarang membaca. Banyak sedikitnya informasi yang dimiliki anak melalui membaca tidak lepas dari kemampuan anak dalam memahami isi bacaan. Oleh karena itu, kemampuan membaca merupakan bekal dan kunci keberhasilan siswa dalam belajar.
2
Sebagaimana pendapat di atas, minat terhadap kegiatan membaca akan sangat menunjang bagi pemahaman membaca setiap siswa. Minat yang masih rendah terhadap kegiatan membaca tentunya akan berhubungan dengan kemampuan pemahaman isi bacaan. Siswa yang tidak mempunyai minat untuk membaca, walaupun sedang melakukan aktivitas membaca akan sulit untuk memahami isi bacaan tersebut. Hal ini yang menjadikan kemampuan membaca antara satu siswa dengan siswa yang lain menjadi berbeda, seperti yang disampaiakan oleh Yap (Darmiyati Zuchdi, 2008:25) yang menyampaikan bahwa, kemampuan membaca seseorang itu sangat dipengaruhi oleh jumlah waktu yang digunakan untuk melakukan aktivitas membaca. Semakin banyak membaca maka kemampuan untuk memahami isi bacaan akan semakin tinggi.
3
Perpustakaan sebagai fasilitas pendudukung aktivitas membaca dan aktivitas lain dalam proses belajar-mengajar di sekolah hendaknya melakukan pelayanan yang optimal. Secara umum layanan yang harus diberikan oleh perpustakaan kepada penggunanya, menurut Undang Sudarsana dan Bastiano (2010:3.23), ada tiga jenis pelayanan yang meliputi pelayanan: informasi, peminjaman (sirkulasi), dan pelayanan referensi.
Selanjutnya Undang Sudarsana dan Bastiano (2010:3.23-3.34) memaparkan, pelayanan informasi adalah pelayanan yang bersifat memberi tahu para peamakai perpustakaan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perpustakaan, sedangkan pelayanan peminjaman (sirkulasi) adalah suatu kegiatan pencatatan sebagai bukti bahwa pemakai meminjam pustaka, yang terakhir pelayanan referensi menurut Winchell (Undang Sudarsana dan Bastiano (2010:3.34)
sebagai berikut, “semua kegiatan yang ditunjukan untuk menyiapkan segala sarana (fisik dan nonfisik) adalah untuk mempermudah proses penelusuran informasi seerta membantu dan membimbing para pemakai perpustakaan dalam mencari informasi yang dibutuhkan”.
Layanan perpustakaan sekolah biasanya diberikan oleh petugas atau pustakawan. Kondisi ruang perpustakaan yang nyaman dan kondusif untuk membaca, koleksi buku yang variatif, keramahan dan kesiapan petugas dalam melayani pengunjung khususnya siswa, serta kerjasama antara guru dan petugas perpustakaan untuk mengadakan suatu kegiatan khusus yang dapat memotivasi siswa, akan membuat siswa tertarik untuk berkunjung ke perpustakaan.
4
(2010:6.19), terdapat kaitan antara perpustakaan dengan minat membaca, yaitu perpustakaan tidak berfungsi ketika tidak ada siswa yang mau membaca, begitu juga masyarakat dan siswa tidak mau dan tidak terbiasa membaca ketika perpustakaan tidak dikelola dengan baik. Hal tersebut disimpulkan bahwa perpustakaan harus dikelola dengan baik untuk memotivasi siswa agar memiliki minat untuk berkunjung ke perpustakaan.
5
membaca yang kurang yang disebabkan karena siswa memiliki keterlambatan belajar dan berkebutuhan khusus, kurangnya perhatian dari orang tua, serta siswa dengan kemampuan membaca rendah cenderung lebih senang bergaul dengan temannya yang sama-sama kurang memiliki minat membaca.
6
guru, tidak ada buku yang menarik, tidak ada teman berkunjung ke perpustakaan, tidak ada yang melayani mereka ketika akan mencari dan meminjam buku di perpustakaan, siswa juga merasa kegiatan membaca di dalam kelas sudah cukup, sehingga jam istirahat mereka manfaatkan untuk bermain dan beristrahat dari aktifitas belajar. Bagi beberapa siswa yang sekolahnya menerima bantuan dari perpustakaan keliling berupa kunjungan setiap satu minggu sekali, lebih memilih meminjam buku di perpustakaan keliling daripada meminjam buku di perpustakaan sekolah.
Dari latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang kepuasan siswa terhadap layanan perpustakaan sekolah dan minat membaca siswa kelas V SD negeri se-Kecamatan Lendah Kulon Progo.
B. Identifikasi Masalah
Sebagaimana sudah diuraikan pada bagian latar belakang masalah dapat diidentiikasikan permasalahannya sebagai berikut :
1. Beberapa siswa kelas V memiliki minat membaca yang rendah. 2. Beberapa siswa kelas V memiliki kemampuan membaca yang kurang. 3. Beberapa siswa kelas V kurang antusias untuk berkunjung ke
perpustakaan sekolah, karena pelayanan di perpustakaan masih kurang. 4. Beberpa siswa kelas V kurang antusias untuk berkunjung ke perputakaan
7
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, penelitian ini di batasi pada layanan perpustakaan sekolah dan minat membaca siswa kelas V.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan maslah, rumusan masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah:
1. Seberapa tingkat kepuasan siswa kelas V terhadap layanan perpustakaan sekolah?
2. Seberapa minat membaca siswa kelas V?
E. Tujuan Penelitian
Hasil penelitian ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui tingkat kepuasan siswa kelas V terhadap layanan perpustakaan sekolah.
2. Mengetahui minat membaca siswa kelas V.
F. Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoretis
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan bagi penelitian-penelitian sejenis di masa mendatang.
b. Manfaat Praktis
8
2) Sebagai bahan referensi lebih lanjut mengenai minat membaca untuk meningkatkan minat membaca siswa.
9
BAB II KAJIAN TEORI
A.Deskripsi Teori
1. Pelayanan Perpustakaan Sekolah
a. Hakikat Perpustakaan
Perpustakaan merupakan tempat untuk memperoleh informasi yang bersumber dari buku, majalah, koran, media noncetak, dan lainnya yang biasanya tersimpan dengan baik. Perpustakaan merupakan media berkomunikasi untuk menemukan ide penulis dengan pengguna perpustakaan berupa informasi yang dituangkan dalam bentuk tulisan seperti yang termuat dalam buku.
Menurut UU RI nomor 43 tahu 2007 pasal 1 (Wiji Suwarno, 2013:260) tentang perpustakaan, perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis, karya cetak, dan/ atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi pemustaka, selanjutnya Amin Abdullah (2007:4) menyebutkan perpustakaan secara konvensional, yaitu kumpulan buku atau bangunan fisik tempat buku dikumpulkan, disusun menurut sistem tertentu untuk kepentingan pemakai.
10
buku-buku saja melainkan mencakup juga rekaman dan cetakan lainnya yang bukan buku.
Menurut Dian Sinaga (2011:21), perpustakaan adalah suatu tempat untuk mengalih ilmu pengetahuan, menyimpan, menampung, dan memelihara serta kemudian menyebarluaskan atau meneruskan ilmu pengetahuan/ informasi itu dan satu generasi ke generasi selanjutnya.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perpustkaan adalah institusi atau suatu tempat untuk menyimpan, menampung, dan memelihara buku atau karya tulis yang lain, serta karya rekam yang dikelola secara profesioanal untuk pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi pemustaka guna menyebarluaskan ilmu pengetahuan.
b. Hakikat Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu dari beberapa jenis perpustakaan yang ada, seperti perpustakaan umum dan perpustakaan perguruan tinggi, yang membedakan hanya lokasinya yang berada di sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sumber belajar yang penting bagi siswa. Penyelenggaraan perpustakaan sekolah itu sendiri mengacu pada Pasal 35 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pawit MY dan Yaya Suhendar, 2013:2) yang menyebutkan:
11
adalah perpustakaan, yang harus memungkinkan para tenaga kependidikan dan para peserta didik memperoleh pengetahuan melalui membaca buku dan koleksi lain yang diperlukan.
Perpustkaan sekolah didefninisikan oleh Engking Mudyana dan Royani (Dian Sinaga, 2011:16), sebagai sarana penunjang pendidikan yang bertindak di satu pihak sebagai pelestari ilmu pengetahuan, dan di lain pihak sebagai sumber bahan pendidikan yang akan diwariskan kepada generasi yang lebih muda. Secara nyata perpustakaan sekolah merupakan sarana untuk proses belajar dan mengajar bagi guru maupun bagi murid.
Menurut Larasari Milburga (Undang Sudarsana dan Bastiano, 2010: 1.28), perpustakaan sekolah adalah suatu unit kerja dari sebuah lembaga penunjang proses pendidikan yang merupakan tempat menyimpan koleksi bahan pustaka penunjang proses pendidikan yang diatur secara sistematis, yang digunakan secara berkesinambungan sebagai sumber informasi untuk mengembangkan dan memperdalam pengetahuan baik oleh pendidik maupun terdidik di sekolah tersebut.
12
c. Fungsi, Tujuan, dan Tugas/ Kegiatan Perpustakaan
Perpustakaan merupakan tempat untuk melestarikan ilmu pengetahuan dan sebagai media untuk menunjang proses belajar mengajar. Berkaitan dengan pengertian perpustakaan sekolah yang menyebutkan bahwa perpustakaan sekolah menjadi media belajar dan melestarikan ilmu pengetahuan, perpustakaan sekolah tentu saja memiliki beberapa fungsi bagi penggunanya. Menurut Undang Sudarsana dan Bastiano, (2010: 1.30-1.32), fungsi perpustakaan sekolah dibagi menjadi beberapa macam fungsi, di antaranya fungsi pendidikan, fungsi informatif, fungsi penelitian, dan fungsi rekreatif yang dijabarkan seperti di bawah ini.
1) Fungsi Pendidikan
Fungsi perpustakaan sebagai pemberi pendidikan adalah mempersiapkan materi yang dapat menunjang kelancaran proses belajar mengajar, seperti buku pelajaran, kamus, ensiklopedia. Koleksi bahan pustaka di perpustakaan tersebut mampu membangkitkan, memupuk, dan mengembangkan minat baca, daya pikir, daya ekspresi siswa, serta mampu membimbing dan membina siswa dalam cara menggunakan bahan pustaka dengan baik.
2) Fungsi Informatif
13 3) Fungsi Penelitian
Perpustakaan sekolah sebagai pusat kegiatan pengajaran merupakan salah satu pusat di mana pemakai perpustakaan dapat melakukan penelusuran dan penelitian untuk kepengtingan belajarnya. 4) Fungsi Rekreatif
Perpustakaan menyediakan koleksi yang bersifat rekreatif membangun, seperti majalah pendidikan, koran, buku dongeng. Para pemakai perpustakaan sekolah mengisi waktu senggangnya dengan membaca buku yang bersifat hiburan.
Selain memiliki beberapa fungsi di atas, perpustakaan yang dibangun tentu saja memiliki tujuan. Menurut M. Idris Suryana KW (Undang Sudarsana dan Bastiano, 2010: 1.34-135), bahwa perpustakaan sekolah bertujuan untuk:
1) memupuk rasa cinta, kesadaran dan kebiasaan membaca, 2) membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan, 3) memperluas pengetahuan para siswa,
4) membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu, 5) membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan
memelihara pustaka dengan baik,
6) memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri,
7) memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif, dan efisien terutama menggunakan bahan-bahan reference,
14
Untuk mewujudkan tujuan dan fungsinya, perpustakaan sekolah juga memiliki tugas atau kegiatan sebagaimana disampaiakan oleh (Pawit MY dan Yaya Suhendar, 2013:7) di bawah ini.
Perpustakaan sekolah bertugas sesuai dengan tugas inti yaitu: 1) menghimpun atau mengumpulkan, mendayagunakan,
memelihara, dan membina secara terus menerus bahan koleksi atau sumber informasi (bahan pustaka),
2) mengolah bahan pustaka di atas dengan menggunakan sistem dan cara tertentu, sejak dari bahan-bahan tersebut datang di perpustakaan sampai kepada siap untuk disajikan atau dilayankan kepada para penggunanya (siswa dan guru) di lingkungan sekolah yang bbersangkutan. Kegiatan ini antara lain meliputi pekerjaan penginventarisasian, pengklasifiksasian atau penggolongan koleksi, pengkatalogan, pelabelan, pembuatan alat pinjam, dan lain-lain,
3) menyebarluaskan bahan pustaka kepada segenap anggota yang membutuhkannya sesuai dengan kepentingannya yang berbeda satu dengan yang lainnya. Termasuk dalam kegiatan ini adalah pelayanan referensi dan informasi, pelayanan promosi, pelayanan bimbingan kepada pembaca, dan sebagainya, termasuk pelayanan kepada para siswa dan guru dalam rangka mencari informasi yang berkaitan dengan bidang minatnya. d. Koleksi Perpustakaan Sekolah
Suatu perpustakaan sekolah akan berfungsi apabila memiliki koleksi bahan pustaka yang banyak dan lengkap. Dengan bahan pustaka yang banyak siswa akan dengan mudah untuk mencari informasi atau pengetahuan sesuai dengan yang mereka inginkan.
1) Jenis Bahan Pustaka
15
a) Ditinjau dari bentuk fisiknya, bahan-bahan pustaka bisa dibagi ke dalam dua kelompok sebagai berikut:
(1) Bahan-bahan pustaka berbentuk buku, seperti buku Bahasa Indonesia, buku tentang ilmu pengetahuan, buku tentang agama, dan lain-lain.
(2) Bahan-bahan pustaka bukan berupa buku, yang terdiri dari bahan tertulis (surat kabar, laporan, kliping, dan lain-lain) dan bahan berupa alat pengajaran (radio, recorder, projektor, dan lain-lain).
b) Ditinjau dari isinya, bahan-bahan pustaka dapat dibagi menjadi kedalam dua kelompok sebagai berikut:
(1) Bahan pustaka yang isinya fiksi atau disebut sebagai buku fiksi, seperti novel, cerpen, dan cerita anak-anak.
(2) Bahan pustakan yang isinya non fiksi, seperti buku referensi, kamus, ensiklopedi, dan majalah.
2) Pengadaan Bahan Pustaka
16
a) pemilihan koleksi, yaitu mengidentifikasi koleksi apa saja yang akan dipilih untuk dijadikan sebagai koleksi di perpustakaan sekolah,
b) teknik cara pengadaan koleksi, cara pengadaan koleksi bahan pustaka terdiri dari beberapa alternatif, mulai dari pembelian, hadiah atau sumbangan, sumbangan atau swadaya masyarakat, tukaran dengan perpustakaan lain, serta pengadaan atau reproduksi. 3) Pengolahan Bahan Pustaka
Setelah bahan pustaka tersedia, maka bahan pustaka tersebut hendaknya diperiksa, dicatat, kemudian ditata dalam rak buku agar dapat digunakan oleh penggunanya. Menurut Pawit MY dan Yaya Suhendar (2013:32-67), menjelaskan tahapan pengolahan bahan pustaka di perpustakan sekolah yang dibagi menjai beberapa bagian sesuai dengan jenis bahan pustaka adalah sebagai berikut:
a) Pengolahan Bahan Buku
Pengolahan bahan buku melalui beberapa tahapan kegiatan yang terperinci di bawah ini.
(1) Inventarisasi
17
perpustakaan. Langkah terakhir dalam proses inventarisasi adalah pendaftaran buku ke buku induk berdasarkan urutan masuknya. (2) Klasifikasi Koleksi
Proses klasifikasi koleksi atau pengelompokkan buku berdasarkan subjek atau isi buku yang berangkutan. Sistem klasifikasi yang digunakan oleh perpustakaan umum dan perpustakaan sekolah khususnya adalah adalah sistem klasifikasi persepuluhan dari Dewey yang dikenal DDC (Dewey Decimal Classification). Sistem pengelompokan ini paling banyak digunakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Proses ini dimulai dari menetapkan subjek buku, kemudian menentukan nomor klasifikasi.
(3) Katalogisasi
Katalog dalam dunia perpsutakaan adalah daftar sistematis dari sejumlah buku atau bahan lain yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi keterangan judul buku, pengarang, edisi, penerbit, tahun terbit, tempat terbit, penampilan fisik, bidang subjek, ciri-ciri khusus, dan tempat buku atau bahan tersebut disimpan. Arti katalogisasi sendir adalah proses pembuatan katalog.
(4) Penyandian (Pembuatan Nomor Buku)
18
untuk memudahkan pencarian dan penyususnan kembali buku dalam raknya.
(5) Kartu Buku, Kantong Buku, Lembar Tanggal Kembali, dan Label Buku.
Kartu buku, kanting buku, lembar tanggal kembali, dan label dibuat untuk mempermudah dalam proses pelayanan di perpustakaan. bagian-bagian tersebut diletakkan di bagian belakang setiap buku, kecuali label buku.
(6) Penyusun Kartu Katalog
Penysunan kartu katalog dibagi menjadi menjadi tiga bentuk, yaitu katalog pengarang, katalog judul, dan katalog subjek. Masing-masing kartu tersebut berdasarkan urutan abjad.
(7) Penyusunan Buku dalam Rak
Dalam penysunan buku ke dalam rak juga dikelompokkan berdasarkan jenis buku. Buku-buku fiksi disimpan ke dalam yang berbeda dengan rak untuk menyimpan buku nonfiksi. Selain itu juga dibedakan antara buku yang boleh dipinjam ke luar pepustakaan dan buku-buku yang tidak boleh dipinjam ke luar. b) Pengolahan Bahan Bukan Buku
19
majalah atau kartu koran, karena biasanya terbit secara tetap dala interval waktu tertentu. Setiap kali surat kabar atau majalah datang, maka petugas perpustakaan tinggal membubuhi tanda saja atau nomor angka saja pada tiap-tiap lajur pada kartu tadi sesuai dengan kala terbitnya.
c) Pengolahan Bahan Pandang Dengar (Auiovisual)
Apabila perpustakaan sudah memiliki bahan tersebut, maka bahan-bahan tersebut cukup didaftar pada buku tersendiri, tidak boleh dicampur dengan bahan cetakan.
e. Ruang dan Perlengkapan Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana belajar mengajar bagi warga sekolah. Dalam penyelenggaraanya tentu saja memerlukan ruang dan perlengkapan agar penyelenggaraan perpustakaan sekolah dapat berjalan lancar. Ruang dan perlengkapan dimanfaatkan untuk menempatkan koleksi berbagai macam bahan pustaka dan untuk memberikan pelayanan bagi penggunanya.
1) Ruang Perpustakaan Sekolah
20
a) fungsi utama perpustakaan sekolah adalah sebagai sumber belajar, sehingga gedung atau ruanganya berdekatan dengan kelas-kelas yang ada,
b) gedung atau ruang perpustakaan sekolah sebaiknya tidak jauh dari tempat parkir, khususnya pada sekolah-sekolah yang luas sekali, dan lebih-lebih melayanao pada sore hari,
c) gedung atau ruang perpustakaan sekolah sebaiknya jauh dari kebisingan yang menganggu ketenangan siswa yang sedang belajar di perpustakaan sekolah,
d) gedung atau ruang perpustakaan sekolah sebaiknya mudah dicapai oleh kendaraan yang akan mengangkut buku-buku, e) gedung atau ruang perpustakaan sekolah harus aman, baik
dari bahaya kebakaran, kebanjiran, ataupun pencurian, f) gedung atau ruang perpustakaan sekolah sebaiknya
ditempatkan di lokasi yang kemungkinannya mudah diperluas pada masa yang akan datang.
Selain beberapa hal yang tersebut di atas, ada faktor lain yang harus dipertimbangkan dengan seksama terutama sekali dalam perencanaan gedung baru. Menurut Undang Sudarsana dan Bastiano (2010:2.31-2.34) faktor tersebut adalah sebagai berikut.
a) Masyarakat Pemakai Perpustakaan
Jumlah masyarakat yang akan dilayani oleh perpustakan menentukan juga berapa besa ruang yang harus disediakan baginya, terutama dalam menyediakan ruang-ruang baca dan belajar.
b) Buku
21 c) Majalah
Penataan majalah biasanya disusun secara alfabetis dan disimpan di kotak majalah. Selain itu, perpustakaan harus menyediakan rak khusus untuk memamerkan majalah-majalah baru.
d) Meja dan Kursi
Meja dan kursi diusahakan yang kuat buatanyya dan berbentuk cukup menarik dengan warna yang tidak memantulkancahaya agar jangan merusak mata para pembaca.
e) Staf Perpustakaan
Ruang untuk staf seharusnya cukup luas dan mempenyuai alat-alat dan prabot yang lengkap untuk melakukan tugas masing-masing. f) Cahaya, Ventilasi, dan Bunyi
(1) Cahaya di ruang perpustakaan harus diatur dengan baik, karena apabila distribusi cahaya tidak teratur maka akan berdampak tidak baik terhadap kesehatan mata maupun mood pengunjung.
(2) Ventilasi erat hubngannya dengan pemeliharaan bahan-bahan dan kesehatan perpustakaan dan pembaca. Pemasangan ventilasi yang baik akan berpengaruh terhadap segarnya udara yang masuk ke dalam ruangan.
22
pengunjung lain. Cara yang lain adalah dengan memelihara pintu (engselnya), pembuatan lantai yang menggunakan bahan yang dapat mengurangi bunyi, dan lain-lain.
2) Perabot dan Perlengkapan Perpustakaan Sekolah
Selain memperhatikan tata ruang di perpustakaan sekolah, hal lain yang harus diperhatikan adalah perabot dan perlengkapan perpsutakaan. Jenis perabot dan perlengkapan yang perlu disdiakan oleh perpustakaan sekolah sebagaimana ditetapkan Perpustakaan Nasional RI Tahun1998/1999 (Pawit MY dan Yaya Suhendar, 2013: 103-117) meliputi sepuluh jenis, yakni: rak buku, rak majalah, lemari katalog, meja sirkulasi, rak surat kabar, rak kamus dan atlas, papan pengumuman, dan tempat penitipan barang.
23 f. Petugas Perpustakaan
Dalam penyelenggaraan kegiatan di perpustakaan sekolah, maka diperlukan seseorang untuk mengelolanya. Pengelola perpustakaan sekolah hendaknya memiliki kecakapan dan kemampuan untuk mengelola perpustakaan, karena terselenggaranya perpustakaan bergantung kepada pengelolanya. Pengelola perpustakaan sekolah biasa disebut dengan petugas perpustakaan atau pustakawan.
Menurut Ibrahim Bafadal (2008:175), petugas perpustakaan sekolah adalah seseorang yang telah diangkat oelh pejabat yang berwenang untuk menjabat atau melaksanakan tugas-tugas sehubungan dengan penyelenggaraan perpustakaan sekolah karena dianggap memenuhi syarat-syarat tertentu. Petugas perpustakaan sekolah biasanya memiliki tugas utama sebagai guru.
g. Pelayanan Perpustakaan Sekolah
Sebagai institusi hendaknya mengupayakan agar tujuan dan fungsi yang dimilikinya dapat tercapai, oleh sebab itu perpustakaan seharusnya memberikan pelayanan yang optimal sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Menurut UU RI nomor 43 tahun 2007 pasal 14 ayat 1-7 (Wiji Suwarno, 2013:268) tentang perpustakaan menjelaskan tentang layanan perpustakaan di bawah ini.
(1) Layanan perpustakaan dilakukan secara prima dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka.
(2) Setiap perpustkaan menerapkan tata cara layanan perpustakaan berdasarkan standar nasional perpustakaan.
24
(4) Layanan perpustakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikembangkan melalui pemanfaatkan sumber daya perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pemustaka.
(5) Layanan perpustakaan diselenggarakan sesuai dengan standar nasional perpustakaan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pemustaka.
(6) Layanan perpustakaan terpadu diwujudkan melalui kerjasma antar perpustakaan.
(7) Layanan perpustaksaan secara terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilaksanakan melalui jejaring telematika.
Ase S. Muchyidin (Dian Sinaga, 2011:32) mengemukakan, kegiatan pelayanan perpustakaan, yaitu usaha untuk mendayagunakan bahan-bahan bagaimana agar setiap bahan yang tersedia di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemakainya, khususnya masyarakat yang harus dilayani. Menurut Pawit MY dan Yaya Suhendar (2013: 69) bentuk pelayanan perpustakaan, diantaranya pelayanan peminjaman koleksi, pelayanan referensi dan informasi, pelayanan bimbingan kepada pembaca, dan pelayanan jam buka perpustakaan. Pawit MY dan Yaya Suhendar (2013: 69-85) juga menjelaskan tentang pelayanan perpustakaan yang dilihat dari sifatnya, antara lain:
1) Pelayanan Langsung
25 2) Pelayanan Tidak Langsung
Pelayanan tidak langsung adalah pelayanan berupa kegiatan untuk membina dan memberikan motivasi kepada pengguna perpustakaan agar pendayagunaan koleksi perpustakaan dapat terpelihara. Pelayanan tidak langsung dapat berupa kerjasama antara pengelola perpustakaan dengan guru dan pembinaan minat baca dan promosi perpustakaan.
Tidak berbeda jauh dengan pelayanan perpustakaan secara umum, kegiatan pelayanan perpustakaan sekolah menurut Dian Sinaga (2011:32), yaitu suatu upaya dari pihak school librarian untuk memberikan kesempatan kepada para pemakai perpustakaan dalam mendayagunakan bahan-bahan pustaka yang ada dan fasilitas-fasilitas perpustakaan sekolah lainnya secara optimal.
Menurut Dian Sinaga (2011:33) pelayanan perpustakaan sekolah yang potensial terhadap para siswanya meliputi pelayanan sirkulasi, pelayanan referensi, jam buka perpustakaan, dan bimbingan membaca. Kemudian Dian Sinaga (2011:33-35) menjelasakannya sebagai beriku: 1) Pelayanan Sirkulasi
26
Jenis pelayanan sirkulasi ini meliputi pelayanan peminjaman, pengembalian, pemberian sanksi, penagihan, pemberian informasi tentang peraturan-peraturan perpustakaan yang harus ditepati oleh pemakai perpustakaan sekolah, dan pelayanan pemberian pernyataan bebas pinjam.
2) Pelayanan Referensi
Pelayanan referensi menurut Sudjono Trimo (Dian Sinaga, 2011:33) adalah semua kegiatan yang ditujukan mempersiapakan segala sarana (fisik dan non-fisik) bagi mempermudah proses penelusuran informasi serta membantu dan memimbing para pemakai perpustakaan dalam mencari informasi yang dibutuhkan.
3) Jam Buka Perpustakaan
27 4) Bimbingan Membaca
Bimbingan membaca adalah suatu kegiaan pemberian bimbingan kepada para pemakai perpustakaan sekolah terutama para siswa dalam optimalisasi pendayagunaan perpustakaan sekolah.
Pemberian bimbingan ini sangat penting mengingat keberadaan perpustakaan sekolah dengan segala fasilitasnya tidak terlepas dari keseluruhan rangkaian proses belajar-mengajar. Misalnya bahan-bahan apa yang ada di perpustakaan sekolah, bagaimana cara mendayagunakannya, bagaimana cara membaca yang baik, dan sebagainya.
Pemberian pelayanan perpustakaan sekolah sudah menjadi kewajiban bagi pengelolanya atau petugas perpustakaan. Bukan hanya petugas perpustakaan saja yang memiliki kewajiban namun juga bagi para pengunjung. Kewajiban bagi pengunjung adalah mentaati tata tertb yang telah dibuat oleh pengelola perpustakaan sekolah. Tata tertib dibuat untuk mengatur kegiatan pelayanan perpustakaan sekolah.
28 1) Jam dan Hari Layanan
Jam buka dan hari pelayanan perpustakaan hendaknya dilakukan setiap hari dengan jam buka yang sesuai dengan jam kantor atau sekolah, meskipun pada kenyataanya pelayanan perpustakaan sekolah hanya dilakukan saat jam istirahat berlangsung. Hal ini terjadi karena ketika jam pelajaran, petugas perpustakaan yang merupakan guru harus mengajar di kelas.
2) Keanggotaan
Semua warga sekolah memiliki hak yang sama untuk menjadi anggota perpustakaan sekolah. Untuk itu mereka harus mendaftar terlebih dahulu sebagai anggota dengan melengkapi ketentuan atau syarat yang harus dipenuhi, seperti mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan pas foto, dikenakan biaya (jika ada), dan akan mendapat masa keanggotan yang bisa diperpanjang, lama waktu pinjam,
3) Jumlah Buku yang Dipinjam
Banyaknya buku atau koleksi perpustakaan yang dipinjam sebaiknya disesuaikan dengan kondisi koleksi perpustakaan sekolah yang bersangkutan. Dua atau tiga buku setiap kali pinjaman untuk satu kartu keanggotaan tampaknya sudah memadai untuk kondisi perpustakaan sekolah sekarang ini.
4) Lama Waktu Pinjam
29
Namun untuk buku-buku jenis bacaan atau penunjang, cukup satu atau dua minggu setiap kali pinjam.
5) Sanksi Terhadap Pelanggaran
Sanksi yang diterapkan di perpustakaan sekolah dengan tujuan untuk menerapkan kedisiplinan dan tanggungjawab pengguna perpustakaan. Sanksi di perpustakan biasanya berupa denda atas keterlambatan pengembalian buku yang dipinjam, serta sanksi harus mengganti buku yang rusak atau dihilangkan oleh peminjam.
6) Ketentuan Lainnya
Ketentuan lain bisanya berkaitan dengan tata tertib penggunaan fasilitas perputakaan, seperti ketentuan untuk menjaga ketenangan, ketertiban, dan kebersihan ruang perpustakaan sekolah, ketentuan untuk memelihara buku yang dipinjam, meminta guru untuk ikut bertanggung jawab apabila ada peminjaman buku secara kolektif di kelasnya, ketentuan untuk menyimpan tas, jaket, atau barang lain yang tidak perlu di tempat penitipan yang sudah disediakan, kecuali untuk barang berharga, dan ketentuan untuk memberitahukan kepada petugas perpustakaan apabila anggota perpustakaan sudah lulus atau meninggalkan sekolah untuk kepentingan yang lain.
30
memiliki petugas perpustakaan. Pelayanan yang disajikan dapat berupa layanan sirkulasi, yaitu layanan yang berkaitan dengan peminjaman dan pengembalian buku atau bahan pustaka, penagihan, tata tertib peminjaman maupun tata tertib dalam penggunaan perpustakaan.
Pelayanan perpustakaan selanjutnya adalah pelayanan referensi, pelayanan ini berkaitan dengan suatu proses yang membantu pengguna perpustakaan dalam mencari atau menelusuri informasi. Pelayanan ini membuthkan kecakapan petugas dalam memberikan informasi, seperti mencarikan buku yang dicari oleh siswa dan membantu siswa dalam memahami sebuah bacaan. Selain kecakapan dari petugas perpustakaan, kelengkapan koleksi perpustakaan juga dibutuhkan. Semakin banyak buku atau bahan pustaka yang tersedia maka kesempatan untuk mencari informasi yang dibutuhkan akan semakin banyak. Oleh sebab itu, perlu adanya program pengadaan dan perawatan buku atau bahan pustaka di perpustakaan yang sesuai prosedur pengolahan buku.
31
Pelayanan perpustakaan sekolah yang potensial selanjutnya adalah pelayanan bimbingan membaca. Membaca merupakan hal mendasar dalam keterampilan berbahasa yang berpengaruh dalam mengembangkan keterampilan atau pengetahuan yang lainnya. Buku dan bahan pustaka yang lain akan dapat dimanfaatkan apabila penggunanya mampu untuk membacanya, sehingga membaca merupakan hal pokok yang harus diperhatikan. Pelayanan bimbingan membaca merupakan pelayanan yang berfungsi untuk optimalisasi mendayagunakan perpustakaan. Bagaimana siswa dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan, bagaimana cara membaca yang baik dan benar, dan sebagainya. Siswa akan mau memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai tempat untuk belajar dan sarana untuk melatih keterampilan membacanya, jika kondisi di perpustakaan membuat siswa merasa nyaman dan ada motivasi. Hal yang dapat memotivasi siswa dapat berupa adanya penghargaan kepada siswa yang rajin berkunjung ke perpustakaan, lomba membaca.
2. Membaca dan Minat Membaca
a. Hakikat Minat
32
bergerak sengan sendirinya dalam melakukan sesuatu. Minat dapat diartikan sebagai sesuatu yang mempengaruhi diri seseorang.
Menurut Undang Sudarsana dan Bastiano (2010:4.24), minat diartikan sebagai keinginan memperhatikan atau melakukan sesuatu. Pendapat lainnya dikemukakan oleh Hurlock (1999: 114) yang menyatakan bahwa minat merupakan sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa minat adalah rasa ketertarikan dari dalam diri untuk memperhatikan atau melakukan suatu usaha yang menjadi sumber motivasi bagi seseorang. Minat akan menjadikan seseorang nyaman untuk melakukan pekerjaan, sehingga apa yang ia lakukan akan mendatangkan hasil yang optimal. b. Hakikat Membaca
Menurut Emerland V. Dechant (Darmiyati Zuchdi, 2008:21), membaca adalah proses pemberian makna terhadap tulisan sesuai dengan maksud penulis, sedangkan menurut H.G.Tarigan (2008:7) pengertian membaca adalah sebagai suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata – kata atau bahasa tulis.
33
berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Pendapat lain berasal dari H.G Tarigan (2008:7) yang menyebutkan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaiakan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.
Dari beberapa pendapat di atas, membaca dapat disimpulkan sebagai rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan mengenali huruf dan kata-kata, menghubungkan bunyi serta makna atau pesan yang disampaikan oleh penulis mengenai maksud bacaan.
Membaca dapat dilakukan oleh seseorang apabila di dalam diri orang tersebut memiliki hasil belajar Bahasa Indonesia (kebahasaan), minat membaca, motivasi, dan kumpulan kemampuan membaca (Johnson dan Pearson (Darmyati Zuchdi, 2008:23), selaian memiliki hasil belajar Bahasa Indonesia, motivasi, minat membaca, dan kumpulan kemampuan membaca, seseorang dikatakan mampu membaca apabila ia dapat memenuhi faktor-faktor penentu kemampuan membaca seperti yang diungkapkan oleh Tampubolon (Darmiyati Zuchdi, 2008: 24), yaitu kompetensi kebahasaan, kemampuan mata, penentuan informasi fokus, teknik-teknik dan metode-metode membaca, fleksibilitas, serta kebiasaan membaca.
34
membaca cenderung akan lebih memahami dibandingkan dengan yang tidak memiliki tujuan. Menurut Blankton dan Irwin (Farida Rahim, 2008: 11) tujuan membaca mencakup:
1) kesenangan,
2) menyempurnakan mambaca nyaring, 3) menggunakan strategi tertentu,
4) memperbarui pengetahuannya tentang suatu topik,
5) mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya,
6) memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis, 7) mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, dan
8) menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks.
c. Hakekat Minat Membaca
Sebagaimana yang telah disampaikan di atas, minat merupakan ketertarikan dari dalam diri untuk melakukan suatu hal. Berbagai macam minat hendaknya dikembangkan di dunia pendidikan, salah satunya adalah minat membaca, karena akan memberi dampak yang positif. Membaca akan mempermudah siswa dalam memperoleh ilmu pengetahuan.
35
bahwa, minat membaca dapat diartikan sebagai keinginan yang kuat yang disertai usaha untuk membaca.
d. Faktor dan Aspek Minat Membaca
Minat akan muncul apabila dalam diri seseorang memiliki ketertarikan terhadap suatu hal di luar dirinya dan ingin mempelajarinya, begitu pula dengan minat membaca, siswa akan memiliki minat membaca jika ia memiliki ketertarikan terhadap bahan bacaan. Minat membaca akan timbul ketika dalam diri siswa terbentuk suatu kebiasaan membaca serta beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi. Seperti yang diungkapkan Ebel (Darmyati Zuchdi, 2008:26-28) bahwa yang mempengaruhi tinggi rendahnya kemampuan memahami bacaan yang dicapai oleh siswa dan perkembangan minat bacanya adalah faktor-faktor berikut: kondisi siswa yang bersangkutan, kondisi keluarganya, kebudayaannya, dan situasi sekolah.
Pendapat lain berasal dari Crow and Crow (Ade Irma Nursalina, 2014: 3) yang menyebutkan faktor minat membaca pada anak adalah : 1) faktor dari dalam yaitu faktor yang berhubungan dengan
dorongan fisik,
2) faktor emosional atau perasaan yaitu faktor yang dapat menimbulkan perasaan senang, dan
36
minat membaca menurut Haris and Sipay Rebecca (Ade Irma Nursalina, 2014:3) adalah sebagai berikut:
1) aspek kesadaran akan manfaat baca yaitu seberapa jauh subyek menyadari, mengetahui, dan memahami manfaat membaca buku,
2) aspek perhatian terhadap membaca buku yaitu seberapa besar perhatian dan ketertarikan subyek dalam membaca buku, 3) aspek rasa senang yaitu seberapa rasa senang subyek
terhadap kegiatan membaca buku,
4) aspek frekuensi membaca buku yaitu seberapa sering subyek membaca buku.
Minat membaca merupakan keinginan kuat dari dalam diri seseorang untuk membaca kemudian diiringi dengan usaha untuk mewujudkan keinginan tersebut. Minat membaca dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor yang berhubungan dengan dorongan fisik, emosional, maupun faktor motif sosial. Minat membaca yang dimiliki oleh seseorang dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu kesadarannya akan manfaat membaca, perhatiannya terhadap buku dan kegiatan membaca, seberapa ia senang terhadap kegiatan membaca, serta seberapa sering ia membaca.
B. Penelitian yang Relevan
37
Subjek dan lokasi penelitian ini adalah guru, siswa, dan pustakawan di SD Negeri Kota Yogyakarta yang menjuarai Lomba Perpustakaan Sekolah pada tahun 2011. Sekolah tersebut yaitu SD Negeri Giwangan, Golo dan Ungaran I. Objek penelitian ini berupa pelayanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa SD. Metode pengumpulan data menggunakan angket
38
pembinaan minat baca kepada siswa diketahui sangat baik dengan persentase untuk SD Negeri Giwangan menurut guru sebesar 96,42% dan siswa sebesar 100%, persentase untuk SD Negeri Golo menurut guru sebesar 96,42% dan siswa sebesar 100%, persentase untuk SD Negeri Ungaran I menurut guru sebesar 89,28% dan siswa sebesar 92,02%.
39
siswa berada pada kategori baik, yaitu sebesar 64%. Hasil analisis statistik menggunakan teknik korelasi product moment diperoleh nilai r hitung sebesar 0,555. Sementara itu, harga r tabel dengan N=75 pada taraf signifikansi 5%, yaitu sebesar 0,227. Dari hasil tersebut terlihat nilai r hitung> r tabel, hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat membaca dengan keterampilan menulis narasi siswa kelas IV di SD se-Gugus kecamatan Kraton Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014.
C. Kerangka Pikir
40
perpustakaan sekoah dapat meningkat. Layanan lain yang tidak kalah penting adalah layaan bimbingan membaca, terutama kepada siswa yang memiliki kemampuan membaca dan minat membaca yang masih kurang. Meningkatkan pelayanan yang ada, memperbaiki dan menambah fasilitas yang tersedia, memberikan kenyamanan bagi para pengunjungnya, memberikan motivasi agar pengunjung tertarik untuk berkunjung dapat menjadikan perpustkaan dapat berfungsi dengan baik.
41
dapat menukung minat membaca siswa adalah perpustakaan sekolah. Pelayanan yang baik dari perpustakaan akan memberikan motivasi bagi siswa untuk berkunjung ke perpustakaan, belajar, dan meningkatkan minat membacanya.
D. Hipotesis Penelitian
Menurut Sugiyono (2013:100), hipotesis deskriptif adalah jawaban sementara dari masalah dekriptif. Rumusan hipotesis deskriptif lebih didadsarkan pada pengamatana pendahuluan. Berdasarkan pemarsalah di atas, maka hipotesis deskriptifnya adalah:
1. Layanan perpustakaan sekolah bagi siswa dalam kategori sedang atau memuaskan.
2. Minat membaca siswa dalam kategori sedang.
E. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional pada penelitian ini adalah:
1. Layanan perpustakaan sekolah adalah upaya dari pihak sekolah untuk memberikan bantuan kepada pengguna perpustakaan sebagai upaya untuk mendayagunakan perpustakaan sekolah secara optimal. Indikator pelayanan perpustakaan meliputi: pelayanan sirkulasi, referensi, jam buka perpustakaan, dan bimbingan membaca bagi siswa.
42
BAB III
METODE PENELITIAN
A.Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penlitian ini adalah peneltian deskriptif kuantitatif. Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 139), penelitian deskriptif adalah penelitian yang hanya menggambarkan keadaan atau status fenomena. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan skala sikap.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kepuasan siswa terhadap layanan perpustakaan sekolah dan tingkat minat membaca siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri se-kecamatan Lendah, Kulon Progo?
B.Variabel Penelitian
Pengertian variabel penelitian menurut Sugiyono (2013: 61) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel penelitian dalam penelitian ini adalah layanan perpustakaan sekolah dan minat membaca siswa.
C.Waktu dan Tempat Penelitian
43
D.Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Menurut Sugiyono (2013:117), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Lendah. Data dari UPTD PAUD dan DIKDAS Kecamatan Lendah tahun 2015/2016 menyebutkan bahwa terdapat 20 SD N yang tergabung di Kecamatan Lendah dengan jumlah siswa sebanyak 390 orang. Berikut ini disajikan daftar nama sekolah dan jumlah siswa yang dijadikan populasi (di lampiran).
2. Sampel
Menurut Riduwan (2003:10), sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti. Karena tidak semua data dan informasi akan diproses dan tidak semua orang atau benda akan mewakilinya. Dalam hal ini sampel harus representatif, agar tidak salah dalam melakukan penarikan kesimpulan.
Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proporsi atau sampel imbangan (proportional sampling).
44
setiap wilayah tidak sama. Oleh karena itu, untuk memperoleh sampel yang representatif, pengembalian subjek dari setiap strata atau setiap wilayah ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya subjek dalam masing-masing wilayah atau strata.
Dalam penelitian ini sampelnya adalah siswa kelas V SD N se-kecamtan Lendah yang masing-masing SD N sudah diambil sampelnya, sebanyak 198 siswa, dengan populasi sebanyak 390. Berikut ini disajikan daftar nama sekolah dan jumlah siswa yang dijadikan sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan sifat populasi. Peneliti menggunakan rumus Slovin untuk mengetahui jumlah sampel yang digunakan,yaitu:
Berikut ini penghitungan sampel menurut rumus slovin Diketahui :
45
Peneliti menggunakan sampel sebanyak 198 siswa. Berikut ini penyebaran sampel untuk masing-masing sekolah dasar di kecamatan Lendah (di lampiran).
E.Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Data penelitian yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, karena penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data alam peneliti ini adalah teknik non tes berupa skala psikologi untuk mengukur pelayanan perpustakaan dan minat membaca.
F. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2013:148), Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Instrumen penelitian sebagai alat untuk mengambil data, seharusnya memberikan informasi yang sebenarnya sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psikologi.
46 1. Perencanaan dan Penulisan Butir Soal
Sebelum menuliskan butir soal, terlebih dahulu peneliti perlu merancang tujuan, indikator, dan kisi-kisi soal dari masing-masing variabel yang akan diteliti.
a. Skala Layanan Perpustakaan Sekolah
Tujuan penyusunan adalah untuk mengungkap dan mendapatkan data tentang layanan perpustakaan sekolah yang didapat dari siswa V SD. Indikator layanan perpustakaan sekolah dalam penelitian ini adalah pelayanan sirkulasi, referensi, jam buka perpustakaan, dan pelayanan bimbingan membaca. Berdasarkan indikator tersebut, dapat ditetapkan kisi-kisi butir skala sebagai berikut:
Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Angket Pelayanan Perpustakaan Sekolah.
No Aspek Indikator Nomor Butir Soal Jumlah
soal
2 Referensi a.Kemampuan petugas
untuk memberikan
a.Jadwal kunjungan
perpustakaan bagi
47 b. Skala Minat Membca
Tujuan penyusunan instrumen ini adalah untuk mengungkap dan mendapatkan data tentang minat membaca siswa sekolah V SD. Indikator minat membaca dalam penelitian ini adalah kesadaran akan manfaat membaca, perhatian dalam membaca buku, rasa senang, serta frekuensi membaca. Berdasarkan indikator tersebut, dapat ditetapkan kisi-kisi butir minat membaca di bawah ini.
Tabel 2. Kisi-kisi Instrumen Skala Minat Membaca.
No Aspek Indikator Nomor Butir Soal Jumlah
informasi dan memecahkan
permasalahan melalui
a.Memperhatikan kondisi
tubuh dan lingkungan ketika membaca
13, 16, 28 14, 4
b.Membaca dengan kemauan
diri sendiri
3, 17 24, 36, 37 5
c.Berusaha untuk mencari
buku atau mengoleksi buku
daripada kegiatan yang lain
1, 8, 5, 33 4
b.Senang ketika mendapat
tugas dari guru yang
b.Memanfaatkan waktu luang
untuk membaca
7, 9, 23, 39 12, 5
48 2. Penyusunan dan Penyuntingan Aitem
Kegiatan penyusunan dan penyuntingan aitem-aitem butir didahului dengan kegiatan penulisan butir. Dalam penulisan butir harus menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah untuk dimengerti oleh siswa dengan tetap memperhatikan tata tulis dan tata bahasa Indonesia yang baku, serta tidak menimbulkan penafsiran ganda terhadap kata dan istilah yang digunakan. Penyusunan butir juga dilengkapi dengan penulisan petunjuk cara pengisian instrumen agar siswa lebih mudah dalam mengerjakan skala tersebut.
3. Penyekoran
Penyekoran butir untuk intrumen angket dan skala psikologi menggunakan skala likert, yaitu dengan memberikan skor secara bertingkat sesuai dengan jawaban yang diberikan oleh responden. Menurut Sugiyono (2013:134), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Pemberian skor setiap pilihan jawaban menggunakan pedoman sebagai berikut.
Tabel 3. Pedoman Pemberian Skor Skala Layanan Perpustakaan Sekolah
Pilihan Jawaban Favorabel Tidak Favorabel
Sangat Memuaskan (SM) 4 1
Memuaskan (M) 3 2
Tidak Memuaskan (TM) 2 3
49
. Tabel 4. Pedoman Pemberian Skor Skala Minat Membaca.
Pilihan Jawaban Favorabel Tidak Favorabel
Sangat Sesuai (SS) 4 1
Sesuai (S) 3 2
Tidak Sesuai (TS) 2 3
Sangat Tidak Sesuai (STS) 1 4
Aitem favorabel (favorable) menurut Saifuddin Azwar (2015:41-42) yaitu berisi konsep keperilakuan yang sesuai atau mendukung atribut yang diukur, sedangkan aitem tidak favorabel yaitu isinya bertentangan atau tidak mendukung ciri perilaku yang dikehendaki oleh indikator keperilakuannya. Pada soal yang favorabel, jika siswa memilih jawaban sangat sesuai skor 4, sesuai skor 3, tidak sesuai skor 2 dan sangat sesuai skor 1. Sebaliknya pada item tidak favorabel, jika siswa memilih jawaban sangat sesuai skor 1, sesuai skor 2, tidak sesuai skor 3, dan sangat tidak sesuai skor 4.
4. Uji Coba Instrumen
50 a. Daya Diskriminasi Aitem
Menurut Saifuddin Azwar (2016: 80), daya diskriminasi aitem adalah sejauh mana aitem mampu membedakan anatara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang diukur. Pengujian daya diskriminasi aitem dilakukan dengan cara menghitung koefisien korelasi antara distribusi skor aitem dengan distribusi skor skala itu sendiri. Bagi skala-skala yang setiap aitemnya diberi skor pada level interval dapat digunakan formula koefisien korelasi product-moment. Berikut merupakan rumus korelasi product moment pearson:
rxy= ∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ ∑
Keterangan:
rxy = koefisien korelasi antara X dan Y N = jumlah responden
X = bobot skor pada item butir
Y = total skor yang diperoleh (Sugiyono,
2013:255)
Peneliti menggunakan bantuan SPSS versi 16 for windows untuk menghitung daya bedanya. Saifuddin Azwar (2016: 86) menyatakan bahwa sebagai kriteria pemilihan aitem berdasarkan korelasi aitem-total, biasanya digunakan batasan riX ≥ 0,30. Semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya bedanya dianggap memuaskan.
1) Skala Layanan Perpustakaan Sekolah
51
disajikan distribusi butir yang layak dan gugur pada instrumen tersebut.
Tabel 5. Distribusi Butir Layak dan Gugur Layanan Perpustakaan Sekolah.
No Aspek Indikator Nomor Butir Soal Jumlah Butir Soal
Layak Gugur Layak Gugur
a. Jadwal kunjungan
perpustakaan bagi
52
Tabel 6. Distribusi Butir Layak dan Gugur Minat Membaca.
No Aspek Indikator Nomor Butir Soal Jumlah soal
Layak Gugur Layak Gugur
kemauan diri sendiri
3, 17, 24, 36, 37 kegiatan yang lain
5 8, 33 1
53
informasi apa pun. Dalam penelitian ini, reliabilitas instrumen yang digunakan adalah reliabilitas Alpha yang dihitung menggunakan bantuan SPSS versi 16 for windows, dengan rumus sebagai berikut:
ralpha
=Pada penelitian ini nilai ralpha yang diperoleh diinterpretasikan dengan indeks korelasi sebagai berikut:
Angka 0,00-0,1999 = sangat rendah
Angka 0,20-0,399 = rendah
Angka 0,4-0,599 = sedang
Angka 0,6-0,799 = kuat
Angka 0,8-1,00 = sangat kuat (Sugiyono, 2013:257)
Instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,70 atau lebih. Jadi apabila ralpha lebih kecil daripada 0,70 maka instrumen yang diujicobakan dinyatakan tidak reliabel. Berikut disajikan tabel ringkasan pengujian hipotesis dalam penelitian ini.
Tabel 7. Hasil Hitung Reliabilitas Instrumen.
No. Variabel Penelitian Koefisien
rhit
Koefisien
Alpha Keterangan
1. Layanan Perpustakaan
Sekolah 0,874 0,70 Reliabel
54
G.Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Untuk memperjelas proses analisis maka dilakukan pengkategorian. Pengkategorian tersebut menggunakan Mean dan Standar Deviasi. Menurut Saifuddin Azwar (2010: 43) untuk menentukan kriteria skor dengan menggunakan pedoman konversi yang digunakan dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar pada norma absolute skala tiga sesuai yang dikemukanan oleh Saifuddin Azwar (2016:149) sebagai berikut :
Tabel 8. Pedoman Konversi
No Interval Kategori
1 X < (µ - 1,0σ) Rendah 2 (µ - 1,0σ) ≤ X < (µ + 1,0σ) Sedang
3 (µ + 1,0σ) ≤ X Tinggi
Keterangan : X= Skor µ = mean
σ = deviasi standar
55
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Deskripsi Data
Data penelitian diperoleh dari siswa Sekolah Dasar se-Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Deskripsi data ini diuraikan data-data dari variabel bebas yaitu layanan perpustakaan sekolah (X1) dan minat membaca (X2).
Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket, skala psikologis, dan tes. Skor yang diperoleh dari masing-masing butir pernyataan tiap tabel variabel ditabulasikan dan dihitung dengan cara-cara atau rumus-rumus tertentu seperti yang telah disampaikan pada bab III. Instrumen pada penelitian ini digunakan untuk keperluan hipotesis yang sebelumnya telah di uji daya beda butir dan reliabilitasnya..
B.Penyajian Data dan Pembahasan
1. Variabel Layanan Perpustakaan Sekolah
56
Tabel 9. Deskripsi Data Ukuran Kecenderungan Memusat serta Ukuran Keragaman/Variabilitas Layanan Perpustakaan Sekolah.
Mean Median Mode Std deviation
Variance Maximum Minimum
83,2 84 85 8,534 72,837 103 58
Berdasarkan tabel di atas, dapat dideskripsikan sebagai berikut: skor terendah = 58; skor tertinggi = 103; variance = 72,837; simpangan baku = 8,534; mode = 85; median = 84; mean = 83,2. Untuk mengetahui kecenderungan rata-rata skor variabel layanan perpustakaan sekolah adalah dengan cara mengkategorikan skor rerata ideal yang seharusnya diperoleh. Jumlah butir yang dipakai untuk variabel ini yaitu 26 dengan sebaran skor 1-4, sehingga diperoleh skor maksimal 103 dan skor minimum 58.
Jumlah kelas interval dari perhitungan yang telah dilakukan, hasilnya adalah 5,24 dibulatkan menjadi 6 kelas dengan panjang interval 5. Adapun distribusi frekuensi layanan perpustakaan sekolah dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 10. Distribusi Frekuensi Layanan Perpustakaan Sekolah. No Interval Skor Frekuensi Frekuensi (%)
57
Berdasarkan tabel distribusi frekuensi tersebut dapat digambarkan histogram sebagai berikut:
Gambar 1. Histogram Layanan Perpustakaan Sekolah.
Dari histogram di atas dapat diketahui bahwa skor layanan perpustakaan sekolah yang diberikan oleh siswa adalah sebagai berikut: skor 58-63 diberikan oleh 4 siswa, skor 64-69 diberikan oleh 6 siswa, skor 70-75 diberikan oleh 19 siswa, skor 76-81 diberikan oleh 50 siswa, skor 82-87 diberikan oleh 50 siswa, skor 88-93 diberikan oleh 44 siswa, skor 94-99 diberikan oleh 20 siswa, dan skor 100-105 diberikan oleh 5 siswa.
Dari data di atas, kemudian dijadikan dasar untuk membuat tabel penggolongan kecenderungan layanan perpustakaan sekolah untuk mengetahui layanan perpustakaan sekolah di kecamatan tersebut. Layanan perpustakaan sekolah digolongkan menjadi beberapa berdasarkan pedoman konversi yang digunakan dalam mengubah skor mentah menjadi skor
58
standar pada norma absolute skala tiga sesuai yang dikemukanan oleh Saifuddin Azwar (2016:149) sebagai berikut :
X < (µ - 1,0σ) Rendah (µ - 1,0σ) ≤ X < (µ + 1,0σ ) Sedang
(µ + 1,0σ) ≤ X Tinggi
Tabel 11. Distribusi Data Layanan Perpustakaan Sekolah.
Interval Skor Kriteria Frekuensi Frekuensi Relatif (%)
91 ≤ X Tinggi 43 21,72%
66 ≤ X < 91 Sedang 151 76,26%
X < 65 Rendah 4 2,02%
Jumlah 198 100%
Berdasarkan tabel diatas kemudian dijadikan diagram lingkaran seperti bawah ini :
Gambar 2. Diagram Distribusi Layanan Perpustakaan Sekolah.
Dari diagram tersebut dapat diketahui bahwa sebanyak 21,72% siswa merasa bahwa layanan perpustakaan sangat memuaskan atau tinggi, 76,26% siswa merasa bahwa layanan perpustakaan memuaskan atau sedang dan sebanyak 2,02% merasa bahwa layanan perpustakaan kurang memuaskan rendah .
21,72%
76,26% 2,02%
Layanan Perpustakaan Sekolah
59
Penggolongan kecenderungan layanan perpustakaan sekolah secara terperinci pada masing-masing indikator adalah sebagai berikut:
Tabel 12. Deskripsi Data Ukuran Kecenderungan Memusat serta Ukuran Keragaman/Variabilitas pada Masing-masing aspek Layanan Perpustakaan Sekolah.
Berdasarkan tabel di atas tingkat kepuasaan siswa terhadap masing-masing aspek layanan perpustakaan sekolah digolongkan menjadi tiga berdasarkan pedoman konversi yang digunakan dalam mengubah skor mentah menjadi skor standar pada norma absolute skala tiga sebagai berikut.
a. Layanan Sirkulasi
Tabel 13. Distribusi Data Layanan Perpustakaan Sekolah aspek Layanan Sirkulasi.
Interval Skor Kriteria Frekuensi Frekuensi Relatif (%)
25≤ X Tinggi 53 26,77%
17 ≤ X < 25 Sedang 140 70,71%
X < 17 Rendah 5 2,53%