• Tidak ada hasil yang ditemukan

Membacakan Puisi Karya Sendiri

Pelajaran 5 Potret Kehidupan

A. Membacakan Puisi Karya Sendiri

Potret Kehidupan

Membaca Puisi karya sendiri

Menulis puisi karya sendiri Memahami isi puisi

Memahami teknik membaca puisi Membacakan puisi karya sendiri

Menulis Surat dinas > > > > > Menulis Resensi

Memahami teknik penulisan resensi Memilih jenis buku → Fiksi

Meresensi buku kumpulan cerpen (antologi cerpen) >

>

Memahami bagian-bagian surat dinas

Memahami sistematika surat dinas Memperbaiki kesalahan surat dinas Menulis surat dinas

> > > > Lafal Intonasi Penghayatan Ekspresi > > > > Identitas Sinopsis Ulasan Penutup > > > > Ejaan Kaidah Sistematika Keperluan > > > > > > >

A. Membacakan Puisi Karya Sendiri

7.1 Membaca (Sastra) Tujuan Pembelajaran:

Kamu akan mampu membacakan puisi karya sendiri dengan lafal, intonasi, penghayatan, dan ekspresi yang sesuai.

Pada waktu di kelas X dan XI kamu telah belajar membacakan sebuah puisi untuk orang lain. Masih ingatkah kamu? Pelajaran ini juga akan mengajakmu mempelajari lagi bagaimana membaca sebuah puisi yang baik. Namun, puisi yang akan dibacakan adalah puisi karyamu sendiri.

1. Membacakan Puisi untuk Orang Lain

Membacakan sebuah puisi disebut juga berdeklamasi. Deklamasi adalah teknik pembacaan puisi yang disertai dengan gerak dan mimik yang sesuai. Pada saat membacakan sebuah puisi, kamu tidak sekedar membacakan kata-kata dalam teks puisi, namun lebih dari itu, yaitu kamu harus mampu mengekspresikan perasaan dan pesan dalam puisi. Nah, bagaimana apabila puisi yang dibaca adalah puisi karyamu sendiri?

2. Teknik Membacakan Puisi

Pembacaan puisi menekankan pada ketepatan pemahaman, keindahan, vokal, lafal, intonasi, penghayatan, dan ekspresi yang tepat.

Sebelum membacakan puisi untuk orang lain, kamu hendaknya memaknai isi puisi secara utuh, memerhatikan lafal, tekanan, intonasi, penghayatan, dan ekspresi yang tepat sesuai dengan struktur fisik dan struktur batin puisi. Struktur fisik dan struktur batin puisi pernah kamu pelajari di kelas XI, bukan?

Nah, apa saja yang perlu kamu perhatikan saat membaca sebuah puisi? Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membaca puisi, antara lain sebagai berikut.

a. Lafal, yaitu cara seseorang mengucapkan bunyi bahasa secara tepat. b. Intonasi, yaitu naik turunnya lagu kalimat pada waktu membaca puisi. c. Tekanan, yaitu keras lembutnya pengucapan bagian ujaran.

d. Nada, yaitu tinggi rendahnya bunyi.

e. Jeda, yaitu waktu hentian sebentar dalam ujaran.

f. Gerak dan mimik wajah, harus sesuai dengan pemahaman yang terkandung dalam isi puisi.

3. Memberi Tanda-tanda pada Teks Puisi

Agar puisi karyamu lebih mudah untuk dibaca, berilah tanda-tanda pembacaannya.

Tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut. Tanda berarti dibaca dengan intonasi naik. Tanda berarti dibaca dengan intonasi turun. Tanda berarti dibaca dengan intonasi datar. Tanda / berarti jeda sebentar.

Tanda // berarti jeda agak panjang.

Sementara itu, ada beberapa sikap yang harus kamu perhatikan saat membaca puisi. Sikap tersebut adalah sebagai berikut.

a. Sikap wajar dan tenang.

b. Gerakan mimik dan anggota badan lain yang mendukung. c. Volume suara yang tepat.

d. Kelancaran dan kecepatan.

Sekarang, kamu coba membaca sebuah puisi karya orang lain dulu. Di bawah ini ada teks puisi karya seorang pelajar. Coba kamu pahami isinya dengan penuh penghayatan. Berilah tanda-tanda cara membacanya. Bacalah dengan memerhatikan teknik membaca puisi seperti di atas, sesuai dengan tanda pembacaan yang telah kamu buat. Teman-teman yang lain mendengarkan dengan saksama!

Ingin Balik

Akhir Perjalanan

Tertidurku dalam perjalanan abadiku Beralaskan tanah, beratapkan bumi: Diselimuti udara lembab yang merantaiku Hembusan nafas telah terhenti

Terikat akar-akar rapuh terpendam Di bawah nisan

Balutan kafan membungkus tubuhku

Dihiasi belatung-belatung tua yang gemut Membungkus ragaku

Terpenjara aku dalam kubur Dijeruji tanah yang membisu Tanpa suara, tanpa kata-kata Ruang gelap hampa tanpa cahaya Di sinilah aku berada

Dalam kubur tanpa suara

Aruni Dyah Utami

Doa di Balik Puisi

Bila hari ini

Aku mati dalam bahasa Mungkin esok kusemai cinta Dan menjadi lautan bahasa Kupetik buah-buah

Di malam yang paling sunyi Walau ingatan terhenti

Hingga malam menjemput mimpi Dan bila tubuhku

Terarus oleh waktu Hanya doa dan bahasa Yang bersyair dalam puisi

Nizar Aan Anshari

SMAN 2 Ngaglik Sleman, Jogjakarta

Nalam

Kupandang rona langit Malam hari

Berhiaskan halimun Dan aku

Berpegangkan nalam Kubaca nalam

Dalam genggaman jemariku Kuselami nalam

Dengan ikhlas hati Kuarungi nalam Dengan tangar Kususuri nalam Dengan kesendirian Kujejaki nalam Dengan kesepian Kulangkahi nalam Dengan kerinduan Kuakhiri nalam Dengan dawat Tinta Dan kesetiaan

Ambar Rahayu

SMAN 2 Ngaglik Sleman, Jogjakarta

Kosakata:

Rona : Wajah Tangar : Hati-hati Halimun : Kabut Dawat : Tinta Nalam : Gubahan syair

1

Kerjakan latihan berikut!

1. Buatlah sebuah puisi yang bertopik kehidupan sekitar dan budaya. 2. Tulislah apa yang kamu lihat, rasakan, pikirkan, atau alami.

3. Pilihlah kata-kata yang tepat dan mewaliki keekspresifan perasaanmu. 4. Gunakan gaya bahasa, citraan, persajakan, dan diksi yang tepat. 5. Beri judul yang menarik.

6. Berilah tanda-tanda cara membacanya.

7. Bacalah dengan memukau di depan kelas yang didengarkan oleh teman-teman yang lain.

8. Tulislah isi puisi tersebut.

9. Tulis pesan yang tersirat dalam puisi tersebut.

10. Teman-teman yang lain memberi penilaian cara membacanya.

Penilaian: b : baik c : cukup k : kurang

1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari lima anggota.

2. Masing-masing anggota membuat puisi karya sendiri dengan teknik yang telah dipelajari.

3. Tukarkan dengan sesama anggota kelompok untuk diberi tanda-tanda pembacaan.

4. Bacakan secara berantai dengan tiap anggota kelompok.

5. Kelompok lain mendengarkan sambil memberi penilaian dari segi lafal, intonasi, penghayatan, dan ekspresi.

Nama . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Penampilan b/c/k . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . No. 1. 2. 3. 4. 5.

Percaya diri Ekspresi Gesture Lengkap Intonasi Sistematis Volume Jeda Tempo Nada Tekanan

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Kerjakan di buku tugasmu!

Dokumen terkait