• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

A. Membercheck Narasumber

HASIL WAWANCARA DENGAN NARASUMBER Keterangan : Doddy S. Fermana selaku Direktur BUMDes

Ratu Harapan

Catatan Lapangan : Minggu, 1 Maret 2020 di Sekretariat BUMDes Ratu Harapan

No Keterangan Wawancara

1

09.22 WIB

Apa yang menjadi standar ukuran pengelolaan BUMDesa di Desa Sukaratu?

“Untuk ukuran yang jadi pedoman BUMDes yah itu berasal dari Undang – Undang maupun peraturan lainnya tentang desa dan pengelolaan BUMDes, seperti pada Undang – Undang No 6 tahun 2014 tentang desa dan juga Peraturan Pemerintah No 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan tentang desa dan peraturan lain yang kami jadikan dasar untuk BUMDes karena didalamnya pun ada tentang BUMDes yang kemudian kami cocokan dengan situasi di desa agar tidak adanya penyimpangan dari apa yang kita lakukan dengan kondisi yang ada”.

2

09.27 WIB

Program apa yang dibuat untuk mengembangkan taman desa sukaratu di tahun 2018? Apa saja tujuannya dari setiap program?

“Tahun 2018 masih awal adanya taman desa sukaratu itu baru pembukaan awal, kita baru memajer anggaran dari gapoktan dengan anggaran dari bumdesa, itu ketampung modal awal sekitar 110 juta, jadi modal gapoktan sekitar 36% terus sisanya dari Desa dan BUMDesa, jadi modal awal yang kita kumpulkan masih rendah. di periode itu kita baru melakukan pengenalan tentang adanya taman desa sukaratu dengan keunikan-keunikan yang ada di taman”

3

09.32 WIB

Program apa yang dibuat untuk mengembangkan taman desa sukaratu di tahun 2019? Apa saja tujuannya dari setiap program?

“Tahun 2019 itu dalam perencaannya yang kesatu membangun outbond untuk sumber pendapatan baru itu wacana dari awalnya namun disisi lain banyak pembenahan yang harus dirapihkan seperti iptek – iptek, pusat perekonomiannya kaya warung-warungan juga, menyediakan lesehan. Dan sekarang flying fox sudah berjalan, sebenarnya sudah ada orangnya cuma melihat karena kita harus membangkitkan kembali mulai dari nol lagi yah mereka masih mikir untuk mundur juga karena kita tidak bisa menjamin sumber

pendapatan buat mereka”

4

09.37 WIB

Bagaimana strategi yang dilakukan pengurus untuk mengembangkan taman desa sukaratu ditahun 2018 maupun tahun 2019?

“Pada tahun 2018 kita membuka event memperkenalkan budaya – budaya banten yang ditampilkan di taman desa sekaligus

memperkenalkan taman mahkota ratu, meskipun banyak

mengeluarkan biaya tetapi feedbacknya taman mahkota dikenal orang di luar desa sukaratu dengan dibantu media – media yang ikut

mempromosikan taman desa sukaratu. Pada tahun 2019 kita membuat flying fox untuk menambah hiburan selain dari yang telah

disediakan”

5

09.42 WIB

Bagaimana bentuk promosi yang dibuat oleh pengurus taman desa sukaratu untuk pengembangan taman desa sukaratu di tahun 2018 dan di tahun 2019?

“Tahun 2018 itu kita dibantu dengan media – media seperti tim genpi, biem co, alam banten, serang explorer, yang ngebantu mengangkat promosi dari segi publikasinya, namun kalo misalnya promo sih ga gimana-gimana, karena kita hanya mengandalkan dari sumber

pendapatan tiket karena kita masih punya keterbatasan anggaran juga, ditambah juga kita baru mulai di tahun 2018. di tahun 2019 kita mengusahakan untuk mencari sumber pendapatan lainnya, namun seiring berjalannya waktu pendapatan tidak ketopang dengan biaya pengeluaran dan banyak yang tidak diperhatikan untuk biaya perawatan taman, makanya sekarang kita menyusut dan tidak bisa menjamin pengelolanya, oleh karena itu taman desa selain jadi objek wisata juga kita arahkan sebagai ladang untuk berkebun, bertani, mengelola ikan, adapun wisatawan yang datang itu menjadi bonus.”

6

09.50 WIB

Siapa sajakah orang – orang yang menjadi pengurus di taman desa sukaratu? apakah itu diluar BUMDesa atau termasuk pengurus BUMDesa?

“Untuk pengurus taman desa yah berasal dari desa sukaratu juga, yang dimana pengurus itu mau untuk menjaga taman dan juga berdasarkan rapat juga siapa yang bersedia di tempatkan untuk jadi pengurus taman desa, dari BUMDes kita ngebantu pengelolaannya cuma ga selalu stay karena program BUMDes juga ada di bidang lain selain taman desa wisata ini”

7

09.55

Apakah semua program yang terkait dengan taman desa sukaratu terlaksana atau ada beberapa program yang tidak terlaksana di tahun 2018 maupun di tahun 2019?

“Kalo dari perencanaan kerja, ada yang tidak terlaksana karena setiap

WIB tahun kan membuat program dengan berbagai macam program ada fokus pakan ternak dari tahun 2016 kemudian baru bisa di aplikasi di tahun 2020 namun itu pelan-pelan bertahap karena kondisi

pemindahan lahan. Dulu kan di tahun 2016 pakan ternak ada di lahan masyarakat karena fokus semua desa wisata, pakan ternak pindahkan ke taman desa, 2018 dari investasi pelan – pelan bikin gudangnya dan tahun 2019 bikin saungnya dan mudah-mudahan di tahun 2020 kita bisa memproduksinya. Dari taman desa kan ada petani, peternak ikan, peternak unggas dan bidang lainnya. Makanya program yang kita rencanakan itu kita usahakan namun secara bertahap”

8

10.01 WIB

Menurut anda apakah taman desa ini berkembang atau tidak, jika tidak mengapa, jika iya apakah ada perbedaan dari sebelumnya?

“Kalau melihat dari finansial itu tidak berkembang, karena

anggarannya juga pendapatan kita merosot sekitar 60%, 2018 dengan jangka waktu 8 bulan kita bisa tutup akhir tahun 128juta, di tahun 2019 ini dengan ooperasi kita selama 9 bulan sekitar 54 juta, ini kan sangat jauh sekali walaupun angkanya masih ada, memang biaya perawatan di tahun 2019 lebih tinggi karena biaya penyusutan dan biaya lainnya cukup lumayan, seperti memindahkan warung – warung yang dimana kita anggap taman ini bukan menjadi sebuah pusat transaksinya dan kita alihkan ke belakang dan itu membutuhkan anggaran juga, walaupun di tahun 2019 ini kita sudah genjot

perubahan modal atau penambahan modal kita harus mencapai 95 juta dengan riilnya 75 juta, cuma memang dengan kondisi itu masih kurang juga, banyak yang memprihatinkan kaya jembatan yang udah reot, kaya kondisi dari bambu yang penyusutannya 3 tahun namun kenyataannya bambu – bambu banyak yang harus diganti, tanaman juga harus dirawat agar tidak layu atau ditanam kembali, belu lagi unuk pembagian para pemilik modal”

9

10.10 WIB

Organisasi atau lembaga apa saja yang mendukung untuk pengembangan taman desa sukaratu?

“Dari pihak ketiga yaitu ada pak amir yang masih support, ini pun untuk tahun 2020 kita lagi buat strategi mencoba meyakinkan pemerintah desa untuk apakah taman desa ini masih layak untuk diperjuangkan atau dilepas sahamnya menjadi saham dominan, yang sekarang ini kan kita masih punya sebagian sahamnya dan mungkin di tahun 2020 jika tidak ada penambahan dari pemerintah desa dan defisit. Jika pemerintah desa tidak ikut andil kembali, kita BUMDesa menawarkan pengambil alihan saham seperti penggabungan kolam renang itu sudah termasuk saham dominan,namun nanti

manajerialnya bukan dari BUMDesa hanya memiliki andil

saham,maka dari itu kita tunggu bagaimana keputusan pemerintah

desa”

10

10.16 WIB

Bagaimana sikap para anggota pelaksana terkait kebijakan yang diberlakukan untuk taman desa sukaratu?

“Kalo perihal kebijakan sebelum kita sebagai pelaksana, itu ada yang namanya melakukan rapat dulu, rapat para pemegang sahamlah yang memiliki usaha ini, seperti pak amir, pak wawan, pak lurah, nah kita berdiskusi lah ngobrol seperti apa kebijakannya sampai kita

menetapkan model pola, pencarian pendapatannya juga dari tiket, dari pendapatan saung, dari pendapatan flying fox, itu yang kita rancang, dan dari hasil rapat itu kita memanajernya dan dari situ melakukan implementasi pelaksanaannya, jadi polanya seperti itu. Kita gak semena-mna buat kebijakan karena ini ada beberapa orang yang punya investasi juga, kita jadikan salah satu masukkan, namun harusnya dari pengurus khususnya saya harusnya membuat surat penetapan itu jadi sebuah SOP, berhubung dari segi administrasinya kita masih lemah”

11

10.22 WIB

Bagaimana komunikasi BUMDesa dengan pengurus BUMDesa lainnya?

“Kalo misalnya dengan pengurus BUMDesa untuk taman desa itu intens, malahan sering kumpul disini, keluar siang malam kesini”

12

10.25 WIB

Bagaimana komunikasi BUMDesa dengan pengurus taman desa lainnya yang bukan BUMDesa?

“Nah itu kita kembalikan kepada manajerialnya, karena saya gak bisa mengatur sampai sana, karena ada pengurusnya lagi, tetapi kita tetap ada komunikasi”

13 10.28 WIB

Bagaimana komunikasi BUMDesa dengan pemerintah desa?

“Untuk taman desa ini sudah kita coba laporkan, di tahun 2019 juga kita tetap memberikan PADes untuk desa, baik BUMDesa maupun pemerintah desa tetap berkomunikasi untuk hal – hal yang berkaitan dengan program BUMDesa”

14

10.32 WIB

Bagaimana komunikasi BUMDesa dengan pemilik saham/ investor taman desa?

“Unuk investor kita melakukan kontak juga sih, karena investor juga sebagai komisaris selain dari pemerintah desa, terkadang ada laporan juga dari manajer kepada investornya memberitahu kondisi dan kendala”

15 10.35

WIB

Bagaimana komunikasi BUMDesa dengan masyarakat?

“Yah sejauh ini tidak ada kendala, karena pak amir sebagai investor ini merupakan tokoh disitu, pak bakrum juga sebagai manajer yah dari warga situ sendiri, dan warga lainnya juga diuntungkan dengan adanya taman desa”

16

10.38 WIB

Bagaimana dampak yang terjadi akibat adanya taman desa dan akibat adanya pengembangan yang dilakukan untuk taman desa?

“Di tahun 2018 itu dapat anggaran depot pertanian, karena

konteksnya taman wisata sekaligus depot saya tempatkan disana, itu tiga musim kita pembelajaran untuk para petani disana, itu dari pupuk bibit sampai hasilnya itu mereka dibantu perusahaan, makanya

sekarang kita gak perlu memberitahu lagi petani untuk mereka bertani jajar legowo karena teman – teman petani disitu sudah terbiasa, karena kita sudah ajari mereka unuk bertani jajar legowo, jajar legowo ini kan ada 2-1 ada 4-1, jadi jajar legowo ini agak sedikit indah dilihatnya karena ada masa penerangan, jadi kalo sarjana pertanian pasti tau, jadi ada edukasi untuk keindahannya di taman desa”

17

10.43 WIB

Apakah ada pengaruh maupun dampak untuk pengembangan taman desa dengan lingkungan ekonomi?

“Kalo dampak di bidang ekonomi khususnya yang punya pohon bambu itu akan berdampak karena kebutuhan kita hamppir mayoritas besarnya disitu, itu juga bambu yang tadinya tidak ada harganya paling sekitar 3 ribu rupiah 5 rupiah karena ada program kita ini bisa sampai 10 ribu rupiah 15 ribu rupiah , jadi dampaknya dari nilai jual harga bambu menjadi meningkat”

18

10.47 WIB

Apakah ada pengaruh maupun dampak untuk pengembangan taman desa dengan lingkungan sosial?

“Dampak sosial yah jadi aman wilayah disitu, yang tadinya rawan banget, rawan bodong, rawan kejahatan, dan dengan adanya taman desa itu jadi meminimalisir kejadian – kejadian seperti itu”

HASIL WAWANCARA DENGAN NARASUMBER Keterangan : Irman Supriatman selaku Kepala Desa Sukaratu Catatan Lapangan : Senin, 9 Maret 2020 di Kantor Pemerintahan Desa

No Keterangan Wawancara

1

08.38 WIB

Program apa yang dibuat untuk mengembangkan taman desa sukaratu di tahun 2018? Apa saja tujuannya dari setiap program?

“Program yang dibuat pertama terkait dengan pemberdayaan dan juga dengan visi misi saya selaku calon kepala desa terdahulu untuk pendirian BUMDesa nah disitu kita kembangkan wisata taman desa sukaratu, berawal dari saung peranian menjadi taman desa dan menjadi taman wisata, disitu kita serah terimakan ke BUMDesa.

Program utama kan pemberdayaan, terutama masyarakat kita dan juga kelembagaan BUMDesa supaya ada PADes pemasukan desa dari hasil taman tersebut dan sepenuhnya pengelolaannya diserahkan ke

BUMDesa”

2

08.44 WIB

Program apa yang dibuat untuk mengembangkan taman desa sukaratu di tahun 2019? Apa saja tujuannya dari setiap program?

“Pengembangan taman desa sukaratu berarti mencakup beberapa pengembangan taman desa tersebut menjadi kawasan wisata. Kami selaku pemerintah desa membangun kembali yang ada di asset tanah desa dimanfaatkan untuk taman desa kedua, dimana taman desa kedua tersebut pengelolannya diserahkan ke pokdarwis, jadi sekarang ada dua pengelolaan yang satu oleh BUMDesa yang satu lagi oleh pokdarwis”

3

08.49 WIB

Bagaimana pengawasan yang dilakukan untuk pengembangan taman desa sukaratu di tahun 2018 maupun tahun 2019?

“Kalo pengawasan kia senantiasa mengawasi dan arahkan masukan dan saran terutama dari segi pembinaan dan manajemen dan juga support dan motivasi supaya lebih giat lagi lebih berkembang lagi wisata tersebut dan lebih maksimal pengelolaannya”

4

08.53 WIB

Apakah bapak sebagai pengawas mengetahui semua program yang terkait dengan taman desa sukaratu terlaksana atau ada beberapa program yang tidak terlaksana di tahun 2018 maupun di tahun 2019?

“Yang jelas ada programnya, ada yang terlaksana dan juga ada yang belum terlaksana namanya perencanaan kan, kalo yang sudah terlaksana diantaranya program – program pengembangan destinasi wisata dan Alhamdulillah yang saya sampaikan juga pengembangan

terkait dengan penambahan area dan juga wilayah taman tersebut, sekarang kan jadi ada dua taman di desa sukaratu ini, kalo yang belum terlaksana dan direncanakan itu ada termasuk pengembangan wilayah hutan, hutan milik masyarakat insyaallah kami kembangkan menjadi wisata hutan”

5

09.00 WIB

Siapa saja yang ikut andil atau berperan dalam membuat strategi atau menyusun rencana untuk pengembangan taman desa?

“Pengembangan taman desa yang jelas kan yah dari pengurus

BUMDesa dulu dan pengurus taman desanya dan elemen masyarakat yang terlibat disitu termasuk kelembagaannya serta

perangkat-perangkat yang terlibat termasuk para pemilik modal di taman desa”

6

09.04 WIB

Bagaimana bentuk promosi yang dibuat oleh pengurus taman desa sukaratu untuk pengembangan taman desa sukaratu di tahun 2018 dan di tahun 2019?

“Kita libatkan dan kita bersinergi dengan dinas – dinas terkait

termasuk program atau promosi yang dilakukan, terkait taman itu kita berkoordinasi dengan dinas – dinas termasuk dinas pariwisata

kabupaten, provinsi dan juga kita berusaha kontak dengan kementerian pariwisata dan juga dinas – dinas yang terkait juga dengan wisata seperti dinas pertanian dinas, lingkungan hidup, kita bersinergi dan berusaha mencari program – program yang bisa mengedukasikan ke taman wisata tersebut”

7

09.10 WIB

Apakah ada hambatan atau kendala yang ditemukan pada proses pengembangan taman desa sukaratu di tahun 2018 dan juga di tahun 2019?

“Kalo kendala banyak, pasti ada, contoh kendala yang kita alami kala menghadapi cuaca, perubahan cuaca, seperti cuaca kemarau kan otomatis mempengaruhi dari jumlah pengunjung disebabkan dari segi kekeringan itu, namanya juga taman kan dari segi kurang air dan juga mungkin dari segi pandangan penghijauan yah model viewnya kan pesawahan yang jelas itu banyak timbul kekeringan, kalo dihadapi dengan musim hujan itu ada permasalahan dari infrastruktur jalan karena itu belum maksimal karena infrastruktur jalan yang masuk ke wilayah kita tersebut itu masih belum ada pengalokasian program ke infrastruktur“

8

09.16 WIB

Bagaimana solusi yang dilakukan dari hambatan maupun kendala tersebut?

“Solusi yah paling kita terus berusaha untuk berkoordinasi dengan dinas – dinas terkait dan juga termasuk pecking dan termasuk pihak

kecamatan juga gimana caranya kita bisa mengalokasikan anggaran desa ke tempat tersebut”

9

09.20 WIB

Bagaimana komunikasi bapak sebagai pengawas (komisaris) dengan BUMDesa sebagai pengurus taman desa untuk pengembangan taman desa sukaratu?

“Kalo komunikasi, koordinasi kita sering dan sering kita mengadakan rapat – rapat kecil untuk membahas kemajuan atau pun evaluasi tentang manajemen pengelolaan taman desa tersebut, yang jelas kita terus bersinergi dengan BUMDes gimana caranya pengembangan itu masih terus kita lakukan dan bermanfaat dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat”

10

09.25 WIB

Bagaimana komunikasi yang dilakukan pemerintah desa dan BUMDesa dengan masyarakat taman desa sukaratu?

“Dengan masyarakat juga kami sering bersosialisasi apalagi di forum – forum yang sifatnya formal ataupun non formal yah seperti

sambutan – sambutan saya, kita sering bersosialisasi melalui program tersebut dan juga kita arahkan manfaat dari adanya taman desa yang bisa terus dirasakan oleh masyarakat itu sendiri, baik program pertaniannya program dari yang lainnya juga itu manfaatnya dari adanya taman desa Alhamdulillah, program dari dinas – dinas lainnya ke desa sukaratu makin di perioritaskan dengan adanya taman desa kami”

11

09.31 WIB

Menurut anda apakah taman desa ini berkembang atau tidak, jika tidak mengapa, jika iya apakah ada perbedaan dari sebelumnya?

“Yang jelas ada perbedaan, kalo berkembang yah kita berkembang terus cuma dari segi pendapatan mungkin kita ada pengurangan tidak seperti kaya dulu lagi nah itu lah yang perlu kita rumuskan dan musyawarahkan dan kita evaluasi apa kekurangan – kerungan yang sekarang yang perlu diperbaiki dan diperbaharui dari taman tersebut terutama dari destinasi wisatanya”

12

09.36 WIB

Bagaimana dampak yang terjadi akibat adanya taman desa dan akibat adanya pengembangan yang dilakukan untuk taman desa?

“Kalo dampak dari dampak positif Alhamdulillah dengan adanya taman desa sukaratu bisa sedikitnya ada nama dimata kementerian, provinsi dan juga kabupaten kita punya icon itu sendiri khususnya desa sukaratu dan dikenal di masyarakat umum khususnya di area kementerian umumnya di kabupaten serang dan juga tingkat provinsi dan Alhamdulillah desa sukaratu sudah banyak yang dikenal. Yang kedua dengan adanya taman desa banyak program –program yang

dijadikan prioritas oleh dinas – dinas yang lain, terutama kami merasakan program – program yang dibuat dari konteks tentang wisata, mereka memprogramkan jenis program - program seperti tentang pemberdayaan, infrastruktur, lingkungan hidup, kami

menjadikan prioritas oleh dinas – dinas terkait di taman desa sukaratu dan dampak positif lainnya juga bisa dirasakan langsung oleh

masyarakat di lingkungan sekitarnya baik pemberdayaan, dari segi perekenomian dan juga dari segi kenyamanan tatkala mau istirahat dan mengunjungi dengan keluarga bisa di taman desanya sendiri. Kalo dampak negatif pasti ada, misalnya sampah dan juga terkait

lingkungan pasti ada, kami berusaha semaksimal mungkin gimana caranya sampah bisa terurai dan bisa dijadikan contoh lingkungan kami lingkungan yang bersih “

13

09.45 WIB

Apakah ada pengaruh maupun dampak untuk pengembangan taman desa dengan lingkungan ekonomi?

“Pengaruhnya ada dari segi ekonomi, ada beberapa warga yang merasakan langsung dari segi perekonomian, kaya pelaku usaha, dagang, dan juga pekerja yang ada di taman desa itu semuanya kan dari warga kami, kita bisa sedikitnya memberi kontribusi untuk segi perekonomian mereka, terutama pemberdayaannya juga tatkala ada pengembangan kami libatkan masyarakat terutama dari segi padat karyanya yah”

14

09.50 WIB

Apakah ada pengaruh maupun dampak untuk pengembangan taman desa dengan lingkungan sosial?

“Kalo bidang sosial jelas juga ada, termasuk dibidang sosial dulu pernah kita alokasikan dana – dana CSR hasil dari pengelolaan taman tersebut kita alokasikan 5 % untuk kegiatan sosial itu pun disesuaikan dengan dana yang ada hasilnya dan juga dari musyawarah mufakat antara kami dengan BUMDesa. Pengelolaan tersebut mau di

alokasikan kemana dananya yah ada berupa santunan anak yatim, ada yang ke masjid ada yang ke bakti sosial seperti gotong royong

tergantung kebutuhan masyarakat kami”

15

10.00 WIB

Apakah ada pengaruh maupun dampak untuk pengembangan taman desa dengan lingkungan politik?

“Kalo di bidang politik, mungkin kami menjadikan desa kami

barometer untuk desa – desa lainnya terutama di kabupaten serang dan provinsi banten contoh untuk barometer sejauh mana desa kami bisa sedikitnya menjadi contoh untuk desa lain”

HASIL WAWANCARA DENGAN NARASUMBER Keterangan : Maftudin (Bakrum) selaku Manajer Taman Desa Catatan Lapangan : Jumat,5 Juni 2020 di Taman Mahkota Ratu

No Keterangan Wawancara

1

08.35 WIB

Program apa saja yang dibuat manajer taman mahkota terkait dengan taman desa sukaratu di tahun 2018 dan juga di tahun 2019?

“Program – program yah adanya pembuatan flying fox dan renovasi taman aja sih, paling tempat ini dijadikan buat rapat – rapat orang cikeusal, atau dinas – dinas atau juga bisa dari mahasiswa yang ingin mengadakan acara bisa disediakan disini”

2

08.39 WIB

Bagaimana komunikasi manajer taman mahkota dengan pengurus BUMDesa unuk pengembangan taman desa?

“Yah lancar, kadang seminggu sekali melakukan kontak kadang sebulan sekali mengadakan rapat, kadang juga sering, yah tergantung kitanya sih tergantung situasi juga”

3

08.42 WIB

Bagaimana komunikasi manajer taman mahkota dengan masyarakat terkait taman desa sukaratu?

“Yah biasa kita ada kegiatan gotong royong termasuk di taman desa juga yah Alhamdulillah lancar walaupun berkurang karena punya kesibukan yang lain”

4

08.45 WIB

Apakah ada hambatan maupun kendala yang ditemukan oleh manajer taman mahkota terkait taman desa sukaratu?

“Hambatannya ada, hambatan kemarau kan itu mempengaruhi pemandangan di taman juga”

5

08.47 WIB

Menurut bapak apakah taman desa ini berkembang atau tidak, jika tidak mengapa, jika iya apakah ada perbedaan dari sebelumnya?

“Di tahun 2019 itu kelihatannya menurun karena adanya persaingan karena kan tiap – tiap pelosok kayanya kan ada tempat wisatanya, kalo tahun 2018 kan lagi ramai – ramainya karena kan baru juga bikin orang tertarik untuk ke tempat wisata baru, kalo sekarang kan banyak wisata lainnya juga”

6 Bagaimana dampak yang terjadi akibat adanya taman desa dan akibat adanya pengembangan yang dilakukan untuk taman desa?

08.52 WIB

“Dampaknya buat karyawan juga ada yang tadinya nganggur bisa ada tambahan tapi yah seadanya tergantung pengunjung, buat masyarakat yah bisa dijadikan area wisata yang dekat di lingkungannya”

7

08.55 WIB

Apakah ada pengaruh maupun dampak untuk pengembangan taman desa dengan lingkungan ekonomi?

“Dampaknya di lingkungan ekonomi yah Alhamdulillah dapat dirasakan oleh masyarakat, apalagi yang punya tanaman disini kalo sudah panen bisa ada hasilnya dan juga ada hasil dari penjualan tiket”

8

08.58 WIB

Apakah ada pengaruh maupun dampak untuk pengembangan taman desa dengan lingkungan sosial?

“Kalo dilingkungan sosial yah jalan yang tadinya sepi karena adanya taman desa jadi rame, kadang jadi tempat kumpul tempat ngopi, kadang rapat juga disini”

9

09.02 WIB

Bagaimana hubungan desa sukaratu dengan desa lainnya, apakah desa sukaratu dengan desa lain turut bekerjasama dalam kemajuan desa?

“Desa-Desa lain juga sering mampir kesini dan kami juga sering mampir ke Desa lain, dan kami pun juga saling membantu, misalnya Desa Panyabrangan kami bantu tanaman-tanamannya agar indah dilihatnya, dan seterusnya mereka udah bisa sendiri yah tinggal dilihat hasilnya”

Dokumen terkait