• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

C. Implementasi Menurut Van Metter dan Van Horn

1. Standard dan Tujuan:

Menurut Van Metter dan Van Horn, indikator standard dan tujuan menjelaskan bahwa implementasi kebijakan memiliki standar untuk tingkat keberhasilannya yang dilihat dari realistis tidaknya kebijakan tersebut dengan kondisi di level para pelaksana kebijakan. Ketika standard dan tujuan kebijakan terlalu ideal untuk dilaksanakan maka akan sulit merealisasikan kebijakan tersebut untuk dapat dikatakan berhasil.

Setiap badan usaha apapun jenisnya, pasti memiliki SOP (Standard Operating Procedure) yang membantu mengatur kelancaran kegiatan operasional.

Istilah ini juga tidak asing bagi setiap pekerja maupun wirausahawan. SOP adalah sistem pengaturan atau prosedur yang penting dalam sebuah organisasi terstruktur Dapat dijelaskan dalam pengertian SOP yaitu suatu peraturan yang dibuat secara tertulis dalam suatu badan usaha, yang berisi peraturan dan pedoman kerja bagi setiap pekerja di dalam badan usaha tersebut, dan dijadikan sebagai standar pada kegiatan operasionalnya. SOP penting digunakan bagi pihak yang melakukan bisnis termasuk badan usaha seperti BUMDes, SOP bermanfaat sebagai landasan hukum apabila terjadi penyimpangan dalam perusahaan (badan usaha).

Namun dalam observasi peneliti yang mengamati kegiatan BUMDes di Taman Desa maupun mewawancarai anggota BUMDes untuk meminta data – data atau dokumen itu hanya berdasarkan Laporan Pertanggung Jawaban saja tetapi dalam prosesnya BUMDes tidak memiliki SOP didalam kegiatannya.

Sebagaimana wawancara peneliti dengan Doddy S. Fermana selaku Direktur BUMDes Ratu Harapan sebagai berikut :

“Dalam pembuatan SOP sebenarnya sudah saya buat, namun hanya contoh pembuatannya aja, karena setiap kegiatan kita lakukan koordinasi dengan lisan, sebenarnya kalo SOP ini ada pihak terkait yaitu Pemerintah Desa dan Perwakilan Masyarakat, namun hal ini langsung diserahkan ke BUMDes sedangkan dari segi biaya dan waktu pun BUMDes tidak sanggup karena memiliki hal – hal lain yang diurus juga.” (Wawancara dengan Bapak Doddy S. Fermana Selaku Direktur BUMDes Ratu Harapan 31 Mei 2021, 14.42 WIB di Bendungan Lama Pamarayan) Dari wawancara tersebut dijelaskan bahwa BUMDes tidak memiliki SOP dalam melaksanakan programnya termasuk program yang berkaitan dengan Taman desa. Dalam hal ini BUMDes memiliki kekurangan dari segi administratif

yang dimana hal ini merupakan salah satu dasar dari adanya BUMDes dalam pelayanannya.

Sedangkan untuk tujuan yang dibentuk oleh pengurus BUMDes Ratu Harapan mengarah pada visi BUMDes yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa melalui pengembangan usaha ekonomi dan pelayanan sosial, hal tersebut dijelaskan dalam laporan pertanggungjawaban BUMDes yang dimana didalamnya menjelaskan tema yang diangkat oleh BUMDes Ratu Harapan adalah dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya BUMDes Ratu Harapan sangat memperhatikan potensi Desa dan senantiasa melihat jauh kedepan. Hal ini memerlukan tekad, ketahanan dan inisiatif untuk selalu mencari peluang baru unuk terus bertahan hidup, merevitalisasi daya saing, memperbaharui kompetensi yang dimiliki dan mengembangkan badan usaha yang berkesinambungan. Hal tersebut sama dengan apa yang dikatakan oleh Bapak Irman Supriatman selaku Kepala Desa yaitu sebagai berikut :

“Program yang dibuat pertama terkait dengan pemberdayaan dan juga dengan visi misi saya selaku calon kepala desa terdahulu untuk pendirian BUMDesa nah disitu kita kembangkan wisata Taman Desa Sukaratu, berawal dari saung peranian menjadi Taman Desa dan menjadi Desa wisata, disitu kita serah terimakan ke BUMDes. Program utama kan pemberdayaan, terutama masyarakat kita dan juga kelembagaan BUMDes supaya ada PADes pemasukan Desa dari hasil taman tersebut dan sepenuhnya pengelolaannya diserahkan ke BUMDes” (Wawancara dengan Bapak Irman Supriatman Selaku Kepala Desa Sukaratu, 9 Maret 2020, 08.38 WIB di Kantor Pemerintahan Desa)

Dari wawancara tersebut menjelaskan bahwa program yang dibuat untuk Taman Desa Sukaratu terkait dengan pemberdayaan dan juga visi misi Kepala Desa untuk adanya pendirian BUMDes dalam hal mengembangkan wisata Taman Desa Sukaratu yang tadinya saung pertanian diubah menjadi Taman Desa Wisata

dan diserahkan ke BUMDes supaya ada PADes pemasukan Desa dari hasil taman tersebut yang tentunya pengelolaan tersebut dipegang oleh BUMDes. Tujuan dari hal tersebut kemudian diperkuat dengan dokumen dalam Rencana Kerja Program BUMDes pada tahun 2018 -2019 dengan Tujuan pelaksanaan adanya BUMDes sebagai berikut :

1. Meningkatkan Pendapatan Masyarakat desa

2. Memunculkan sumber-sumber Pendapatan Asli Desa.

3. Mengoftimalkan pertanian Perdesaan khususnya yang mempunyai potensi Pertanian dengan berorientasi pada pelestarian alam dan lingkungan hidup.

4. Mendorong terwujudnya Desa Mandiri Pangan khususnya wilayah yang mempunyai potensi pertanian.

5. Mendorong terciptanya kawasan perdesaaan yang produktif dan berdaya saing tinggi.

6. Mendorong terciptanya usaha-usaha baru bidang Pertanian dan turunannya yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat

7. Mendorong terciptanya usaha-usaha baru bidang Perikanan Air Tawar yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

8. Membantu penyediaan sarana utama dan atau penunjang aktivitas pertanian, Perikanan Air Tawar dan peternakan yang dikelola masyarakat desa dan menciptakan kawasan perdesaan dan diharapkan

akan menjadi stimulan bagi tumbuh dan berkembangkan sektor-sektor lainnya;

9. Terbentuknya anak perusahaan BUM Desa Bersama, sebagai lembaga usaha masyarakat di perdesaan yang maju dan mandiri serta dikelola oleh Sumber Daya Manusia yang integritas, inovatif, produktif, visioner.

10. Mewujudnya Perdesaan berbasis pertanian dan Perikanan Air Tawar yang menjalankan pembangunan secara terencana dan terukur dalam pola pengembangan dan pemanfaatan SDA dan lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan.

Dalam dokumen tersebut menjelaskan tujuan adanya kepengurusan BUMDes dalam mengelola taman yaitu guna memberikan kesempatan bagi BUMDes untuk dapat menjalankan usaha – usaha yang telah ditetapkan agar menjadi keuntungan bagi Desa itu sendiri. Membuka jalan bagi wirausahawan di Desa untuk mengembangkan potensi Desa yang dimiliki menjadi sesuatu yang meningkat dalam ekonomi maupun dalam bidang lainnya demi kemajuan Desanya. Sedangkan secara khusus tujuan dari adanya program pengelolaan BUMDes Ratu Harapan untuk Taman Desa Wisata di Desa Sukaratu sebagaimana dari laporan pertanggungjawaban BUMDes Ratu Harapan adalah dengan tujuan Desa Wisata diharapkan mampu melahirkan usahawan lokal Desa yang akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Sukaratu.

Menurut obervasi yang dilakukan di lapangan, tujuan dari kepengurusan BUMDes Ratu Harapan dalam mengelola Taman Desa Sukaratu yaitu guna

memberikan kesempatan bagi BUMDes untuk dapat menjalankan usaha – usaha yang telah ditetapkan agar menjadi keuntungan bagi Desa itu sendiri belum terpenuhi dikarenakan usaha BUMDes seperti membangun ternak lele atau bebek di Taman Mahkota Ratu belum terlihat, namun dalam membuka jalan bagi wirausahawan di Desa untuk mengembangkan potensi Desa yang dimiliki menjadi sesuatu yang meningkat dalam ekonomi maupun dalam bidang lainnya demi kemajuan Desanya sudah terpenuhi, dimana nilai jual bambu yang dirakit di Taman Desa Sukaratu mengalami peningkatan dari harga sebelumnya. Sedangkan secara khusus tujuan Desa Wisata diharapkan mampu melahirkan usahawan lokal Desa yang akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat ini sudah dilakukan oleh masyarakat Desa Sukaratu yang mana tidak hanya dari kekayaan bambu yang dijual mengalami peningkatan, namun dari makanan khas Desa Sukaratu pun diperjualbelikan disekitar Taman Desa Sukaratu.

Dokumen terkait