Untuk ke depannya PT Bukit Asam (Persero), Tbk. memiliki rencana program CSR pemberdayaan masyarakat sekitar tambang dengan lokasi ringnya yang diperluas lagi dan lebih banyak lagi program CSR yang berkesinambungan, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Achmad Sudarto :
“Alhamdulillah, program CSR pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PT Bukit Asam (Persero), Tbk di ring I ini berhasil dan berjalan lancar, sehingga lebih memotivasi kami untuk mengembangkan program CSR ini dan lebih banyak lagi program CSR yang berkesinambungan dalam arti bukan program-program insidentil, terutama yang bersifat meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi yang dapat merasakan kemajuan dalam ekonominya bukan hanya ring I yang paling dekat dengan lokasi tambang karena memiliki dampak lebih banyak daripada ring lainnya, namun juga di ring II, III, dan seterusnya.”
Pernyataan lain juga diikuti oleh Bapak Zulfahmi mengenai ini yaitu :
“Kami senang dengan hasil positif dari program bantuan CSR pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan ini, hasil ini bukan hanya menyenangkan bagi masyarakat yang menerima bantuan saja namun juga bagi PT Bukit Asam (Persero), Tbk., dan mendengar hasil positif ini kami berencana dan termotivasi untuk memperluas lokasi bantuan CSR pemberdayaan masyarakat ini sehingga mudah-mudahan saja PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dapat memperluas bantuan dan tanggung jawabnya pada lingkungan sekitar tambang.”
Dari pernyataan tersebut di atas, Peneliti berkesimpulan bahwa PT Bukit Asam (Persero), Tbk. merencanakan perluasan lokasi dan perluasan bentuk program CSR yang bersifat pemberdayaan masyarakat sekitar tambang dan peningkatan ekonomi masyarakat dengan harapan akan memberi hasil positif seperti yang telah dilakukan sebelumnya sehingga tujuan PT Bukit Asam
(Persero), Tbk. tercapai yaitu dapat mensejahterakan masyarakat sekitar tambang secara berkesinambungan.
1.3 Pembahasan
PT Bukit Asam (Persero), Tbk. adalah perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan. Dalam menjalankan fungsi humasnya, program CSR di PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dilakukan oleh Divisi Hubungan Eksteral (Hubeks). Untuk melakukan tanggung jawab sosial perusahaannya, PT Bukit Asam (Persero), Tbk. melaksanakan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang dalam penelitian ini Peneliti sebut sebagai daerah ring I. Daerah ring I ini adalah Desa Lingga, Desa Tanjung Enim, dan Dusun Tanjung. Pelaksanaan program CSR ini dilakukan karena kesadaran dari PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sendiri, selain itu juga program CSR sudah termasuk di dalam visi dan misi perusahaan, sehingga ini menjadi tanggung jawab PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dalam mengerjakannya.
Tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. memang seharusnya dilakukan, apalagi PT Bukit Asam (Persero), Tbk. ini bergerak di bidang pertambangan sehingga pasti akan memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, baik dampak positif maupun dampak negatif. Pernyataan ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Nursahid yang mendefinisikan CSR sebagai tanggung jawab moral suatu organisasi bisnis terhadap kelompok yang menjadi pemangku kepentingan (stakeholder)-nya yang
terkena pengaruh baik secara langsung ataupun tidak langsung dari operasi perusahaan.2 Dari penelitian dan teori yang diungkapkan di atas, Peneliti berkesimpulan bahwa PT Bukit Asam (Persero), Tbk. adalah perusahaan yang memiliki tanggung jawab dan memiliki pandangan yang positif dari stakeholdernya.
Untuk menjalakankan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat, Divisi Hubeks menggunakan strategi humas yang telah dibuat untuk digunakan dalam pelaksanaan program CSR agar kegiatan yang dilakukan tepat sasaran dan apa yang diberikan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sesuai dengan harapan masyarakat sekitar tambang. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Ahmad S. Adnanputra yaitu stategi public relations adalah “Alternatif optimal yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan public relations dalam kerangka suatu rencana public relations (public relations plan).”3
Strategi pertama terlebih dulu PT Bukit Asam (Persero), Tbk. harus didukung oleh stakeholders internal atau manajemen senior dan karyawan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. Dukungan ini sangatlah penting karena dari dukungan ini Peneliti dapat mengetahui bahwa pelaksanaan program CSR ini dilakukan karena keinginan dari perusahaan sendiri yang berdasarkan visi dan misi perusahaan dan bukan paksaan atau kewajiban dari Pemerintah. Berdasarkan teori yang ada, tanpa adanya dukungan dari pemimpin perusahaan, peluang
2
Fajar Nursahid. Tanggung Jawab Sosial BUMN: Analisis Terhadap Model Kedermawanan Sosial PT Krakatau Steel, PT Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia. Depok: Piramedia. 2006
3
Rosady Ruslan. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2010 hal 133-135
keberhasilan program CSR akan menipis. Di samping itu juga penting untuk terus membangun dukungan di antara karyawan, karena merekalah yang akan memainkan peran kunci dalam implementasi CSR.4
Agar tujuan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. dalam pelaksanaan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat ini berjalan sesuai rencana, maka PT Bukit Asam (Persero), Tbk. melakukan pengamatan terhadap pihak lain yaitu masyarakat sekitar tambang. PT Bukit Asam (Persero), Tbk. mengamati masyarakat sekitar tambang agar mengetahui apa yang diharapkan mereka pada bantuan yang akan diberikan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. nantinya. Pengamatan terhadap pihak lain adalah sangat bermanfaat untuk belajar dari pengalaman dan keahlian pihak lain.
Berdasarkan teori, tiga sumber informasi yang berguna adalah perusahaan lain, asosiasi industri, dan organisasi yang khusus bergerak di bidang CSR. Mengamati visi, nilai-nilai, dan pernyataan kebijakan pesaing, demikian juga dengan produk-produk baru atau pendekatan yang berkaitan dengan CSR, serta inisiatif-inisiatif dan program-program yang mereka ikuti, dapat sangat bermanfaat.5 Dan dalam program ini PT Bukit Asam (Persero), Tbk. mengamati masyarakat sekitar tambang sebagai objek dalam penelitian Peneliti.
Tujuan strategi ini juga sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan Humas/PR, strategi kegiatan Humas/PR semestinya
4
A.B. Susanto. Reputation-Driven Corporate Social Responsibility Pendekatan Strategic Management dalam CSR. Jakarta: Erlangga. 2009 hal 51-53
5
diarahkan pada upaya menggarap persepsi para stakeholder, akar sikap tindak dan persepsi mereka. Konsekuensinya, jika strategi penggarapan itu berhasil maka akan diperoleh sikap tindak dan persepsi yang menguntungkan dari stakeholder khalayak sasaran. Pada akhirnya akan tercipta suatu opini dan citra yang menguntungkan.6 Dan dari pengamatan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. terhadap stakeholdernya yaitu masyarakat sekitar tambang, PT Bukit Asam (Persero), Tbk. mendapat persepsi yang positif dari masyarakat yang tentunya akan tercipta opini dan citra yang baik. Persepsi yang positif ini tercipta karena dari pengamatan tersebut masyarakat tahu bahwa mereka diperhatikan dan akan diberikan bantuan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. sesuai dengan harapan mereka.
Di program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat sekitar ini pun PT Bukit Asam (Persero), Tbk. mempersiapkan matriks aktivitas CSR yang diusulkan terlebih dulu. Matriks aktivitas ini membantu PT Bukit Asam (Persero), Tbk. agar pelaksanaannya memiliki alur yang jelas dan teratur sehingga tidak ada “miss” saat kegiatan ini berjalan. Sesuai dengan teori yang ada bahwa dalam mempersiapkan matriks aktivitas CSR yang diusulkan Perusahaan dapat merencanakan aktivitas CSR, baik yang sedang dilakukan pada saat ini maupun yang mungkin akan dilakukan di masa mendatang, berkaitan dengan proses produk, serta pengaruh yang mungkin ditimbulkannya.7 Matriks aktivitas CSR ini dibuat oleh Divisi Hubeks yang menjalankan fungsi humas, pengertian humas ini sejalan dengan teori Denny Griswod, editor PR News, yang mengungkapkan
6
Rosady Ruslan. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2010 hal 133-135
7
A.B. Susanto. Reputation-Driven Corporate Social Responsibility Pendekatan Strategic Management dalam CSR. Jakarta: Erlangga. 2009 hal 51-53
bahwa Public Relations adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi publik, memperkenalkan berbagai kebijakan dan prosedur dari suatu individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik, dan membuat perencanaan dan melaksanakan suatu program kerja dalam upaya memperoleh pengertian dan pengakuan publik.8 Fungsi humas yang dijalankan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. pun sesuai dengan teori Edward L. Bernay, seperti dikutip oleh Rosady Ruslan yang memiliki tiga fungsi utama humas (Public Relations), yaitu :
1. Memberikan penerangan kepada masyarakat.
2. Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat secara langsung.
3. Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan/lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat.9
Tiga fungsi tersebut sama dengan fungsi humas yang dijalankan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. yang menerangkan, mengajak, dan berupaya agar masyarakat turut serta dalam program CSR pemberdayaan masyarakat yang diadakan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk.
Setelah mengadakan program CSR bantuan pemberdayaan masyarakat ini, PT Bukit Asam (Persero), Tbk. mengembangkan opsi bagi kelanjutan program CSRnya. Dalam pengembangan opsi, berdasarkan dengan teori, pengembangan opsi bagi kelanjutan program CSR ini tersedia dua opsi, yaitu mengambil pendekatan yang sifatnya incremental ataupun memutuskan perubahan arah yang
8
Soleh Soemirat dan Elvirano Ardianto. Dasar-Dasar Public Relations. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya. 2002 hal 14
9
Rosady Ruslan. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2005 hal 18
lebih komprehensif.10 Di sini PT Bukit Asam (Persero), Tbk. memutuskan untuk perubahan arah yang lebih komprehensif yaitu berniat untuk memberdayakan masyarakat yang sudah terlatih tersebut untuk ikut serta dalam rencana PT Bukit Asam (Persero), Tbk. yang akan membuat lahan pasca tambang menjadi lahan hutan raya dan perkebunan.
Setelah PT Bukit Asam (Persero), Tbk. menjalankan strategi-strateginya, PT Bukit Asam (Persero), Tbk. membuat keputusan dalam hal arah, pendekatan, dan fokus seperti yang diterangkan pada teori yang ada. Menentukan arah berarti memutuskkan area utama dimana perhatian ditujukan. Pendekatan mengacu kepada bagaimana sebuah perusahaan berencana untuk bergerak menuju arah yang telah ditentukan. Sedangkan fokus harus diselaraskan dengan tujuan bisnis perusahaan, dan oleh karenanya harus menjadi prioritas. Dengan adanya fokus, dapat diidentifikasikan kesenjangan dalam proses-proses perusahaan, pemanfaatan peluang-peluang yang muncul, serta perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan stakeholder-stakeholder kunci tertentu.11 Dan disini PT Bukit Asam (Persero), Tbk. memiliki rencana ke depannya untuk membuat program CSR pemberdayaan masyarakat sekitar tambang lagi dengan mengembangkan atau memperluas lokasi ringnya dan lebih banyak lagi program CSR yang berkesinambungan.
Dalam melaksanakan program CSR, PT Bukit Asam (Persero), Tbk. telah melakukan tahapan fungsi-fungsi manajemen yaitu PT Bukit Asam (Persero), Tbk. memiliki tujuan dalam pelaksanaan program CSR yaitu untuk meningkatkan tingkat ekonomi serta mensejahterakan masyarakat sekitar tambang, kemudian
10
A.B. Susanto. Reputation-Driven Corporate Social Responsibility Pendekatan Strategic Management dalam CSR. Jakarta: Erlangga. 2009 hal 51-53
11
melaksanakan program CSR sesuai dengan strategi yang dibuat oleh Divisi Hubeks, dan PT Bukit Asam (Persero), Tbk. memiliki anggaran tersendiri tiap tahunnya untuk program CSR. Anggaran ini ada karena memang program CSR adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (Persero), Tbk. tiap tahunnya.
Hal ini sesuai dengan teori yang menjelaskan tahapan fungsi-fungsi manajemen, tahap pertama adalah menetapkan tujuan (objektif) yang hendak diraih, posisi tertentu atau dimensi yang ingin dicapai sesuai dengan perencanaan (statement of organization destination) yang telah diperhitungkan dengan baik oleh pihak-pihak yang terlibat dalam manajemen suatu organisasi bersangkutan. Berikutnya adalah strategi “apa dan bagaimana” yang digunakan dalam perencanaan untuk mencapai suatu tujuan organisasi/lembaga. Kemudian, program kerja (action plan) yang merupakan suatu strategi yang “dijabarkan” dalam langkah-langkah yang telah dijadwalkan (direncanakan semula). Terakhir, yang paling menentukan adalah unsur anggaran (budget) yang sudah dipersiapkan, yang merupakan “dana dan daya”, berfungsi sebagai pendukung khusus yang dialokasikan untuk terlaksananya suatu strategi program kerja Humas/PR.12
12
Rosady Ruslan. Manajemen Public Relations & Media Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2010 hal 133-135