• Tidak ada hasil yang ditemukan

Membuat Produk Animasi 3 Dimensi yang Dilengkapi Efek Audio a. Sound Sebagai Backsound

Langkah-langkah memberikan backsound pada suatu animasi sebagai berikut:

1) Sebelumnya siapkan sebuah animasi tentang bola dunia berputar untuk selanjutnya animasi tersebut diberi efek suara.

Gambar 4. 112. Menyiapkan sebuah animasi bola dunia berputar

2) Ubah view ke video sequence editor, kemudian pilih pada menu add dan pilih sound.

Gambar 4. 113. Mengubah view ke video sequence editor

3) Kemudian pilih file sound yang berektensi .wav.

Gambar 4. 114. Memilih file sound yang berektensi .wav

4) Kemudian pindah viewport ke 3D view lagi.

Gambar 4. 115. Pindah viewport ke 3D

5) Pada menu play, pilih scene yang sudah ada efek suaranya.

b. Membuat Efek Sound Pada Animasi

File suara (wav, mp3) dapat digunakan untuk menggerakkan atau menganimasikan objek dengan menggunakan fasilitas bake sound yang diubah menjadi kurva pergerakan animasi. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini:

1) Buatlah 2 buah cube dengan ukuran 1x1x1,5, kemudian tambahkan key frame untuk cube yang sebelah kiri (A) dan pilih scaling.

Gambar 4. 117. Membuat 2 buah cube

2) Ubah ke graph editor mode.

Gambar 4. 118. Mengubah ke graph editor mode

3) Klik pada Z scale, kemudian pada key pilih bake sound to F-curve dan pilih file sound yang akan digunakan.

Gambar 4. 119. Bake sound to F-curve

4) Setelah itu akan muncul di graph editor kurva sound yang dipilih sebelumnya.

Gambar 4. 120. Graph editor

5) Kemudian pilih tombol play pada timeline & playback control lihat di viewport akan ada perubahan skala cube 002 searah sumbu Z.

Gambar 4. 121. Timeline & playback control

6) Pilih cube yang sebelah kanan (B) kemudian pilih key rotscale.

Gambar 4. 122. Memilih cube yang sebelah kanan (B)

7) Viewport pindah lagi ke graph editor, akan terlihat key visual rootscale XYZ scale juga XYZ euler rotation.

Gambar 4. 123. Pindah lagi ke graph editor

8) Kemudian pada key pilih bake sound to F-curve dan pilih file sound yang akan digunakan.

Gambar 4. 124. Memilih file sound yang akan digunakan

9) Dan pada mode graph editor akan muncul kurva sound.

Gambar 4. 125. Mode graph editor

10) Kembali lagi ke 3d view mode kemudian pilih play untuk melihat hasilnya.

Gambar 4. 126. 3d view mode

11) Hasilnya, cube A berubah-ubah skalanya sesuai amplitudo dari sound dan cube B berubah rotasi dan skalanya sesuai amplitudonya.

Gambar 4. 127. Cube A dan cube B berubah-ubah

12) Kemudian pindah pada video sequence editor untuk menyisipkan backsound pada animasi.

Gambar 4. 128. Video sequence editor

13) Pilih file sound yang sama dengan yang digunakan sebagai bakesound F-curve.

Gambar 4. 129. Memilih file sound

14) Kemudian pada 3d view kemudian klik play untuk memainkan animasi, maka backsound menjadi seirama dan pergerakan animasinya.

E. Rangkuman

Dari kegiatan pembelajaran fitur aplikasi pemodelan objek 3 dimensi materi dapat dirangkum sebagai berikut:

1. Object mode, fitur ini berfungsi untuk mengubah posisi mode objek yaitu mode objek 3D bagian luar.

2. Viewport shading berfungsi untuk mengubah tampilan objek solid ke tampilan mode kerangka (wireframe).

3. menu 3D Manipulator terdapat 3 fitur yaitu, translate manipulator, rotate manipulator, scale manipulator.

4. Berbagai jenis-jenis objek pada blender, diantaranya yaitu mesh, curve, surface, metaball, text, armature, laticce, empty, speaker, camera, lamp, force field, group instance.

5. Transformation adalah upaya untuk menggeser atau memutar atau mengubah ukuran objek.

6. Menganimasikan objek pada frame-frame merupakan suatu tahapan membuat objek tersebut seolah bergerak dan tampak hidup.

Dari kegiatan pembelajaran jenis-jenis modeling objek 3 dimensi materi dapat dirangkum sebagai berikut:

1. Primitive modelling merupakan salah satu teknik dasar permodelan 3D, dengan cara membuat model dari objek standard primitive, seperti box, cone, sphere, cylinder, tube, pyramid, torus, dan plane.

2. Objek standard primitive adalah objek yang memiliki ketebalan dan objek tersebut tidak dapat dimodifikasi melalui vertex dan untuk modifikasi objek primitives, anda dapat mengonversi menjadi editable mesh.

3. Sculpting merupakan memahat model didunia maya. Perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat model sculpt diantaranya adalah ZBrush, 3D MAX, Maya, Blender dan lain-lain.

4. Nurbs Surface merupakan non-seragam rasional B-spline, atau NURBS Surface adalah model permukaan halus yang diciptakan melalui penggunaan kurva Bezier.

5. Pewarnaan sebuah objek merupakan proses pemberian warna ataupun material yang tampak pada permukaan objek tersebut.

6. Pemberian material objek ditetapkan pada properti tertentu antara lain reflectivity (pemantulan cahaya), transparency (objek tembus cahaya misal: glass) , dan refraction (pembiasan cahaya pada objek).

7. Material dapat digunakan untuk menciptakan berbagai variasi pola warna, tingkat kehalusan maupun kekasaran dari sebuah objek.

8. Material pada dasarnya adalah shader pemberian karakteristik permukaan objek, baik objek itu licin, kasar, trasparan, kesat, dan lain sebagainya. 9. Dari kegiatan pembelajaran pengolahan tekstur pada objek 3 Dimensi materi

dapat dirangkum sebagai berikut:

a. Agar objek 3D yang kita buat lebih terlihat realistis maka di aplikasi Blender telah dilengkapi fitur untuk menambah tekstur mendekati dengan tekstur aslinya.

b. Pada fitur tekstur kita juga dapat memanggil gambar(image atau movie) yang sudah kita sediakan sendiri.

c. UV Mapping adalah suatu proses pemodelan 3D membuat gambar 2D mewakili sebuah model 3D.

10. Dari kegiatan pembelajaran pengolahan tata cahaya materi dapat dirangkum sebagai berikut:

a. Pencahayaan menyediakan realisme image atau animasi melalui refleksi dan bayangan.

b. Lamp merupakan tempat sumber cahaya pada image atau animasi. c. Beberapa jenis lampu diantaranya point, sun, sport, hemi, area.

d. Beberapa cara untuk mengatur kamera, yaitu dengan drag kamera, grab batas kamera, lock camera to view, walk navigation, serta fly navigation. 11. Rigging merupakan proses pemberian tulang(penulangan) yang tersusun

dari beberapa potong tulang (Bone) yang saling berhubungan.

12. Forward kinematics merupakan pergerakan bone dimana bila bone 1 bergerak maka bone 2 dan 3 ikut bergerak.

Dokumen terkait