• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memelihara Jalan Kereta Api

METODOLOGI STUDI

PEMELIHARAAN JALAN REL

3.6.3 Memelihara Jalan Kereta Api

Untuk check list kebutuhan peralatan, sebagai berikut : 1. Periksa daftar hadir / rencana kerja mingguan (D.140)

2. Check alat – alat regu :

2 Bendera merah 3 Bendera hijau 2/4 Dongkrak 6 Pacul 4 Dandang 2 Arit 1 Kunci Inggris

4 Kunci dop, panpuler, palu, bor bantalan (menurut kebutuhan)

4 Linggis perjana 2 Waterpass rel 2 Mall sepur 2 Skop

1 Gergaji rel, bor rel dll.

1 Mistar angkatam lengkap dengan nylon 30 m (teriping angkatan)

2 Garuk (garpu) balas

2 Pengki balas dari seng / bambu

1 Set lengkap mesin pecok (untuk regu mekanik) 1 Handy talkie untuk regu mekanik

1 Lori lontrok (endel)

a). Pekerjaan Angkatan, langkah – langkahnya : 1. Kerasi alat – alat penambat

2. Tentukan titik tinggi sebagai pedoman

3. Angkat sesuai kebutuhan dengan menggunakan benang (pengorekan sesuai kebutuhan yang berlaku)

b). Pekerjaan Listringan Angkatan, langkah – langkahnya : 1. Kerasi alat – alat penambat

2. Mengukur lebar sepur yang melebar / menyempit dibetulkan 3. Tentukan salah satu rel sebagai pedoman

4. Mengukur besarnya geseran

5. Gorek ujung bantalan sesuai arah lestrengan 6. Melistring dengan benang dan mistar

c). Pekerjaan Ganti Bantalan, langkah – langkahnya :

1. Balas disamping bantalan digorek secukupnya sedalam 5 cm dari dasar bantalan tembus kesamping

2. Bantalan baru disiapkan ditepi dan di boor sebelah dan diter seluruhnya

3. Bantalan yang akan diganti penambatnya dilepas kemudian bantalan dikeluarkan

4. Bantalan baru dimasukkan ketempat yang telah ditentukan, penambat dipasang untuk rel sebelah / kerasi penambat 5. Pasang sepur mall/lebar sepur sesuai ukuran siku kepala rel 6. Bor bantalan untuk rel sebelah

7. Penambat pasang dan kerasi.

8. Dandangi sampai padat dan cek dengan timbangan 9. Balas masukan dan profil

10. Bantalan bekas angkut ke emplasemen setasiun terdekat d). Pekerjaan Ganti Rel, langkah – langkahnya :

1. Diawasi oleh Kepala Distrik 2. Pasang semboyan 3

3. Rel yang diganti di ukur tepat, perhitungkan siarnya

4. Rel untuk gantinya siap disamping dengan ukuran tepat sama dengan yang diganti

5. Bongkar rel yang akan diganti

6. Pasang rel pengganti tersebut lengkap dengan alat penambat 7. Selesai penggantian lapor pada Kepala Satsiun atau cabut

semboyan 3 dengan telegram (oleh Kepala Distrik) 8. Rel bekas angkut ke stasiun terdekat

9. Dalam mengganti rel laksanakan diantara KA-KA

1. Gorek balas tepat dibawah rel yang putus 2. Memasang bantalan dibawah rel yang putus 3. Memasang alat penambat tepat pada rel yang putus 4. Padatkan kedudukan bantalan tersebut

f). Pekerjaan Alat Penambat, langkah – langkahnya : 1. Penambat yang dol pada bantalan kayu 2. Penambat dilepas

3. Membuat lubang bor baru (sebelumnya bor lama ditumbeng) 4. Lubang bor lama ditumbeng (tumbeng bor lama harus di

teer)

5. Penambat dikerasi

6. Mengganti alat penambat pada bantalan kayu 7. Penambat lama dilepas

8. Penambat diteer

9. Pasang penambat / kerasi (ukur lebar sepur) g). Pekerjaan Balas Kotor, langkah – langkahnya :

1. Gorek balas sedalam 5 sm dibawah bantalan buat miring kesamping tembus kanan/kiri tubuh ban

2. Balas dikeluarkan kesamping tubuh ban

3. Balas kotor di ayak dan masukkan balas yang bersih ke tubuh ban sesuai profil

h). Pekerjaan Tubuh Baan, langkah – langkahnya : 1. Tumbuh – tumbuhan yang tinggi dibabat 2. Cabut rumput

3. Tubuh ban yang longsor diperbaiki dan dibuat tangga – tangga

4. Kantong balas

5. Badan tanah digali sedalam / sampai kantong balas selebar 50 cm sampai tembus keluar tubuh ban dan dibuat miring 6. Galian diisi batu – batu belah dan dilapisi ijuk (merupakan

drainase) secukupnya

7. diatasnya diisi balas kemudian didandang sampai padat. 8. Sesuai dengan profil balas.

i). Pekerjaan Pembuangan Air (Selokan), langkah – langkahnya : 1. Gali selokan dari tempat yang tinggi

2. Galian disesuikan dengan kemiringan selokan yang ditentukan

3. laksanakan galian selokan sebelum musim hujan permulaan turun (tiap – tiap tahun)

j). Pekerjaan Rambu / Piket, langkah – langkahnya :

1. Periksa piket – piket kilometer boog board dan patok – patok batas tanah, andreas kruis semboyan 35

2. Bila ada yang hilang segera diganti

3. Cat yang warnanya sudah kabur / pudar, untuk diperbaharui 4. tanda – tanda perlintasan, pemandangan masinis

k). Pekerjaan Jembatan / Terowongan, langkah – langkahnya : 1. Periksa jembatan atau terowongan

2. Bersihkan kotoran – kotoran (rumput dan sebagainya) 3. Bila terjadi perubahan pada jembatan / terowongan segera

laporkan pada Kepala Distrik

4. Peninjauan sungai / kali yang ada disekitarnya 5. Perubahan dan penampang aliran sungai / kali. l). Pekerjaan Semboyan 2A, 2B, 2C, langkah – langkahnya :

1. Pasang 100 m dimuka dan 100 m dibelakang bagian yang dilindungi semboyan tersebut

Pasang 100 m kanan atau kiri dari tempat yang dilindunginya dan 200 m kemuka atau kebelakang pasang semboyan 2A pasang 100 m kanan atau kiri dari tempat yang dilindunginya dan 200 m dari tempat tersebut didahului semboyan 2B dan 200 m dari tempat ini didahului lagi semboyan 2A, pemasangan semboyan 3 dalam keadaan mendadak 500 m kanan kir dari tempat yang dilindungi kalau tidak mendadak dipasang diawali dengan semboyan 2a, 2B seperti pemsangan semboyan 2C.

m). Pekerjaan Pemecokan, langkah – langkahnya : a. Pemecokan manual

1. Mengorek balas 20 cm kiri kanan rel bersilangan untuk pemecokan sampai 5 cm dibawah bantalan

2. Ukur rel dengan teropong / mistar angkatan dengan benang nylon, ukur pertinggian dengan waterpas rel

3. Pasang dongkrak tiap 6 bantalan atau 3 m’

4. Pecok oleh 4 orang untuk sebuah bantalan secara bersilangan sesuai lubang gorekan diatas arahkan daun pecok persis ke bawah bantalan dibawah rel

5. Cek kepadatan pemecokan dengan dipukul dengan linggis atau dipecok yang tumpul.

b. Pemecokan dengan Mesin Pecok Ringan (HTT)

1. Siapkan / hidupkan genset 15 menit sebelum pemecokan dimulai cek oli dan BBM sebelum mesin dihidupkan, besarnya gas mencapai tegangan 220 volt

2. Letakan genset ditengah lokasi pekerjaan diluar bebas dan tempat yang rata, uraikan kabel – kabel dalam posisi yang aman cara menghidupkan harus satu persatu tidak boleh sekaligus

3. Siapkan lokasi pecokan ditempat yang balasnya cukup minimal 5 cm dibawah bantalan

4. Angkatan dengan dongkrak diukur dengan timbangan rel, mistar angkatan atau teropong angkatan

5. Pecok secara berpasangan berhadap – hadapan 4 pecok sekaligus dioperasikan dalam satu bantalan, lamanya ±2 menit/bantalan pecokan dimulai dari dekat rel dengan jarak dari rel paling ajauh 40 cm meletakkan daun pecok berjarak 7 cm dari sisi bantalan

6. Bila angkatan tinggi lebih dari 25 mm maka pecokan harus bagian bantalan sebelah luar rel dulu kemudian sebelah dalam sisi rel.

7. Cek hasil pemecokan dengan dipukul – pukul dengan linggis 8. Ulangi pecokan bila belum padat cek dengan timbangan dan

9. Diharapkan hasil pecokan HTT tahan sampai dengan 6 bulan 2 3 3 4 1 2 1 4 Gambar 3.7. Pecokan HTT c. Pemecokan dengan Mesin Berat (MTT)

1. Pengoperasian MTT ditentukan oleh Kasi jalan rel dan jembatan atas usulan Kepala Seksi / Kepala Distrik

2. Operasi MTT harus berdasarkan telex (surat kawat) yang diatur oleh Kasi JJ (Ikd)

3. MTT harus dikawal oleh Kepala Distrik / Anak Kepala Distrik atau petugas pengawal yang ditunjuk oleh Kasi jalan rel dan jembatan

4. Jalan KA yang akan dipecok oleh MTT harus cukup balasnya dan minimal punya ketebalan balas 15 cm dibawah bantalan 5. Alat penambat harus dikencangi dulu dan bantalan harus baik

dan jaraknya teratur dan siku

6. Ada 2 metoda pecokan dengan MTT yaitu metoda persisi dan metoda kompensasi

7. Dimana metoda persisi harus dioptik dulu dengan terpong angkatan rel

8. Setelah di MTT mandor mengikuti dengan mengecek hasilnya ditimbang dengan waterpas rel dan bila timbangan tidak baik pecokan diulang lagi.

9. Waktu MTT kerja regu standby dengan bersih – bersih babat rumput beresi balas dan bila sewaktu – waktu MTT ada gangguan regu siap membantu dan melaksanakan hasil angkatan MTT.

BAB IV

Dokumen terkait