Bali
Bali
PERSVARATAN l'ENDAPAT PERSYARATAN PROSE OUR SlP l'ERPANJANGAN UIMillNGAN DAN
PENGAWASAN
sulit karena harus berpendidikan prosedur pengurusan SIP tidak belum ada yang tidak pemah dila.kukan bila terstruktur (harus memenuhi kredit sulit dan cepat bila syarat- mengajukan tcrjadinya kasus laporan dari
yang telah ditentukan. Bila dokter syaratnya sudah lengkap lalu perpanjangan ke Dinas masyarakat baru dilal.:ukan
hanya kursus 3 bin izinnya hanya divisitasi tempat praktek sesuai Kesehatan Propinsi. bimbingan dan pengawnsan.
SIPT untuk perawat izin SIPT tdk dengan syaratnya maka sipnya Karena belum ada yang bisa praktek pribadi untuk herbal dikclunrkan. Saj11pai saat ini diterbitkan SBR-TPKA
I
I
l
I
harus helajar di tawang mangu helum ada yang diterhitkan
SBR-selama 50 jam dan herhasis TPKNST-TPKNSIK-TPKA. penelitian di PKM dan herbasis Sampai saat ini izin dok-ter, dokter penelitian di PKM RS yang gigi dan tenaga kesehatan hanya
sensitifikasi jamu. jamu untuk izin pengohat tradisional. kolesterol, DM, asam urat,-hjpertensi.
di Bali haw 5(1 RS,4 PKM) yang
dikirim untuk sentifikasi jamu
syarat untuk penzman belum prosedur pengurusan SIP tidak tersosialisasi karena dana untuk itu sulit dan cepat hila syarat
tidak ada syaratnya sudah lengkap lalu
divisitasi tempat praktek sesuai dengan syaratnya maka sipnya
dikeluarkan. Untuk perawat izin
I SIPT tapi tidak hisa praktck
l
pribadi. Seperti perawat telahI
1 kursus akupuntur.
Mcngacu pad a Permenkcs masib jadi pertanyaan yaitu Organisasi Profesi belum semua
11 09 th 2007 disampaikan pelatihan mana saja yang bisa diakui tersosialisasi mengenai ST TPKA.
beberapa persyaratan untuk 'untuk tenaga komplementer Masih mencoha proses perijinan
memperoleh SBR-TPKA yang alternative dan herapa lama untuk mcngurus SBR-TPKA, pertama Fotocopy ijasah, kurikullumnya. Karen a hasil telaahan Sudah ada ijin Batra, haru
maksudnya hahwn telab yang memintn SBRTPKA herasal mengetahui adanya peraturan
menyelesaiknn pendidikan dari herbagai macam pelatihan, TPKA. komplementer alternatifnya belum jelas standamya yang seperti
disertai scrtifikat kompctensi apa. Sehaiknya hal ini dijelaskan karena ini kan keahlinn, STR pcrsyaratannya dalarn Permenkes.
idr/drg atau STR oakes 1Jainnya, sural keterangan
l
sehat dari dokter yang memiliki SIP, pas foto terbaruSaat ini helum ada yang Fungsi Pengawasan harusnya melakukan proses dilakukan olch pemerintah daerah perpanjangan SBR-TPKA dan organisasi profesi. Pengaturan
namun tidak ada herfungsi melindungi masyarakat,
perbedaan persyaratan, meningkatkan dan menjaga mutu
prosedur, waktu, dan layanan scrta membcri kepastian
hiaya antara pengurusan hukum. Apapun yang kita lakukan
haru dan perpanjangan ujungnya adalah patient safety. ijin. Organisasi profesi dan pemerintah
PERSYARATAN Jabar I
I
II
I
I
I II
II
I
Jabnr II
Jabar PE!'/OAP,\T PERSYARATANI
Pcrsyaratan dalam perijinan harus1 punya makna, misalnya salah satu
persyaratan adalah rekomendasi dari
organisasi profesi. Organisasi profesi
mengeluarkan rekomendasi harus
yakin bahwa anggotanya memiliki
kompetensi, mematuhi kode etik, mampu melayani, mengctahui peraturan dan hokum scrta tidak
hanya karena membayar iuran. Peraruran tersebut harus diluruskan, terkadang wacana Depkes tidak
/
sesuai dengan keadaan di lapangan, i eksekutor dilapangan yangl
merasakan antara lain adanya dualism organisasi profesi. Selain itu juga ada yang menjalani praktekis dan
Pcrlu penguatan dan pembinaan di
scmua organisasi profesi (OP),
karena op merupakan filter awal.
Dinkes fungsinya hanya registrasi
dan administrasi. Saat semua
persyaratan Jengkap, maka dinas
harus mengeluarkan ijin, bila tidak dikeluarkan bisa dilaporkan ke ombudsman, maka op harus selektif lmengeluarkan rekomendasi dan
benanggungjawab terhadap
kompetensi anggotanya. Dil1kes hanya bcrfungsi sehagai eksekutor administrasi, bukan kompetensi. Dinkes Kabupaten masih mengacu pada perrnenkes 1076, belum
tersosialisasi dengan perrnenkes I I 09 tentang TPKA. Persyaratan perijinan
masih mengacu pada permenkes
PROSEDUR SlP PERPANJANGAN BIMillNGAN DAN
PENGAWASAN
Di dinkes kab bel urn Pengawasan terhadap praktisi
mengeluarkan STTPKA, masih melalui pembinaan dari organisasi
STPT/SIPT. Berharap prosedumya profesi, namun kalau untuk tidak sulit. Dari organisasi pengawasan ke tempat praktek, profesinya harus jelas. Misalnya organisasi profesi tidak
pijat dengan herb�! mempunyai wewenang untuk
rekomendasinya harus 2. Perlu mclakukannya secara mandlri, ditetapkan aturan I standar yang harus bcrbarengan dengan dinkes · elas mengenai lama pelatihan kab/kota.
lD
[PERSYARATAN PE:\'DAPAT PERSYARATAN PROSEDURSIP PERPANJANGAN jBIMBINGAN DAN PENGAWASA�
Jabar Kalau unruk perijinan di Din as
kesehatan Kab/Kota tidak diperluk:an persyaratan SOP, yang penting rekomendasi. Kompetensi dan SOP iru urusan organisasi profesi, jadi
mereka yang menggodoknya. Yang
jadi masalah temyata berrnacam
-macam rekomendasinya, temyata ada .
yang pakai uji kompetensi ada yang
!PF.RSYAlUTAN I
I
I
I
I JatengI
I
II
!I
I
I I Ii
II
I I i I ··t-·· ---I I I I I PERSYARATANI
Dari organisasi profesi sudah ada ,SOP atau prosedur praktek. Misalnyal
batra ramuan pratama hanyn sebagai asisten, madya sudah bisa praktekl
mandiri, kalau utama bisa bikin1 saran a dan ada prosedur tertulis. I
l')lOSEDUR SIP IH.lrtBINGAN DAN
PENGA\'iASAN
kompetensi dari Untuk SIK TPKA masih sulit Bclum ada pelaporan bclum ada, ; organisasi profesi yang diakui dilakukan, lcbih · mudah urus permenkes ini belum jalan. B aru
i
menjadi kendala, banyak batra yang STPT sebatas saintifikasijamu.i
tidak punya organisasi yang jelas,I
dalam arti bel urn terdaftar secara resmi di Dinkes, struktur organisasi isampai kabupaten belum ada, • prosedur pengobatan dan etikaj
anggota profesi juga belum ada. iKetentuan kompetensi harus jelas, isiapa yang melakukan ujiI .
!kompetens1, harus ada dulu. Stnndar
[
kompetensinya sepcrti apa hams ada, :sampai saat ini belum ada.Kalau adat
elanggaran anggota, tidak dapatPendidikan pengobatan Prosedur sesuai persyaratan (lihat
komplementer altematif seperti ceklist). Terkendala pada I
I
,yang ada adalah pelatihan-pelatihan bidang pengobatan komplementer akupuntur bagi dokter bel urn ada, kompetensi, organisasi profesi dii
yang belum terstandar, sehingga altematif yang resmi atau diakui! kompetensi dipertanyakan. Kecuali yang mana, standar kompetensi
11
untuk jamu dalam ,I.:aitannya bel urn ada, organisasi profesi saintifikasi jamu, tetapi pesertanya belum siap.; terbatas dokter puskesmas yang
l
menjadi program saintifikasi jamu.Dokter akupunktur perijinannya berbeda dengan non nakes
akupunktur. Dokter dapat bekerja di pelayanan kesehatan, non nakes hanya praktek mandiri
CAM melekat di puskesmas at�u
l
rs/kli_n_ik memiliki . persyaratan 1send1n, kalau battra ·btla d1perlukan1 dilakukan
Tidak ada pemb-inaan dan pengawasan. Pengawasan promosi batra sulit dilakukan karena hanya post audit dengan sanksi yang bel urn jelas.
Belum ada, nakes yang memiliki ijin resmi sebagai nakes yang praktek komplementer altemati sesuai permenkes belum ada. Me
:e
ka memiliki ijin dokterDinkes Prov. Jateng
Dinkes Prov. Jabar
Sesuai cek list yang ada : a. Fotocopy ijazah pendidikan
I
tenaga pelayanan pengobatan komplementer altematif, b.I
Fotocopy surat tanda registrasi sebagai tenaga kesehatan, c. ; Surat keterangan sehat dari dokter yang mempunyai SuratI'
Ijin Praktek, d.Pasfoto ukuran 4x6 em, e. Rekomendasi dari,organisasi profesi/ asosiasi
PENDAPAT PERSYARATAN
Pers)�aratan tidak dapat dipenuhi karena pendidikan tenaga pe!ayanan pengobatan komplementer alternatif belum ada, yang ada adalah pelatihan-pelatihan yang belum terstandar, sehingga kompetensi dipertanyakan.
ITidak ada perbedaan
I
perpanjanganpersyaratan antara ijin baru dan!Kecuali untuk jamu dalam kaitannya saintifikasi jamu, tetapi pesertanya terbatas dokter puskesmas yang menjadi program saintifikasi jamu.
I
OP membuat stan dar kompetensi, hanya nakes yang sudah Ketentuan kompetensi harus jelas, siapa yang melakukan uji kompetensi,mempunyai sertifikat kompetensi yang dapat dikeluarkan harus ada dulu. Standar kompetensinya sepe1ti apa harus ada, sampai saat
ijinnya. ini belum ada.
.(a) Fotocopy ijazah pendidikan tenaga pelayanan Pendapat tentang Pennenkes Nomor 1 109 tahun 2007 ten tang
pengobatan komplementer altematif (b) Fotocopy surat penyelenggaraan pengobatan komplementer alternatifterkait persyaratan tanda registrasi sebagai tenaga kesehatan (c) Surat ijin, prosedur, dan sistem pelaporan yaitu permenkes tersebut belum keterangan sehat dari dokter yang mempunyai Surat Ijin sepenuhnya menjelaskan ketentuan tersebut dengan jelas
Praktek (d) Pasfoto ukuran 4x6 em (e) Rekomendasi dari
organisasi profesi/ asosiasi (t) sertifikat kursus dan sertifikat kompetensi.
;· ....
iPERSYARATAN PENDAPAT PERSYARATAN
Dinkes Prop Bali iPersyaratan sesuai yang ada pada 1 109, th 2007, yaitu a. Implementasi untuk 1 !09 tahun 2007 terkait pengobat komplementer
J
Fotocopy ijazah pendidikan tenaga pelayanan pengobatan altematif belum ada , karena prosedur persyaratan yaitu dokumen yangikomplementer altematif; b. Fotocopy surat tanda registrasi belum bisal sulit terpenuhi dari pihak pemohon adalah dokumen
!sebagai tenaga kesehatan; c. Surat keterangan sehat dari pendidikan terstruktur yang berkai tan atau pelatihan yang terkait selama : dokter yang mempunyai Surat Ijin Praktek; d. Pasfoto 3 bulan.
j
uk:uran 4x6 em; e. rekomendasi dari organisasi profesi/ !asosiasi bahwa sudah kursus 3 bulan yang sesuai dengan !profesi nya atau pendidikan terstruktur.I
Sarana
Dinkes ·rrov
Jateng Belum ada, yang ada battra.
Dinkes Prov belum ada standard minimal yang ditetapkan sebagai acuan
Jabar
.
Dinkes Prov Jateng
Dinkes Prov
Jabar
Dinkes Prov Bali
Dinkes Prov
Jateng
Dinkes Prov
Jabar
Dinkes Prov Bali
Dinkes Prov Jateng Dinkes Prov
Jabar
Dinkes Prov Bali
Dinkes Prov Jateng
PERSYARATAN J>ENDAPAT PERSYARATAN Bahan/obat
Belu.m ada
belum ada standard minimal yang ditetapkan sebagai acuan
belum ada standartbahan/obat untuk pengobat komplementer
Pro tap
Belum ada Belum ada
SOP untuk Komplementcr bel urn ada, Yang ada hanya SOP hanya
berupa SOP Praktek Pelayanan Kesehatan Tradisional.
Binya
Tidak ada
Sampai saat ini belum ada peraturan mengenai pembiayaan, baik itu PerDa, PerGub atau yang lainnya, schingga tidak dipungut biaya apapun dalam proses pengumsan SBR TPKA
Untuk Komplementer tidak ada, sedang untuk penzman pengobat
Tradisional di Kota Denpasar sebesar Rp. I 00 ribu, Untuk Kab. Gianyar tidak dipungut biaya.
Masa berlal<u 5 tahun
I
PROSEDUR SIPDinkes Prov. Sesuai permenkes. Terkendala pada kompetensi, OP di bidang Jateng pengobatan komplementer alternatif yang res i atau diakui
yang mana, standar kompetensi bel urn ada, OP belum siap.
ini SBR yang dikcluarkan adalah untuk dokter dalarn 1rangka saintifikasi jarnu.
Dink" P<ov
.l
Pcoso' peng= '"ret ijin p�gobotnn knmpl=�t" nltomn6fJabar dilakukan oleh Dinns Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas
1kesehatan Provinsi mamfasilitasi proses penerbitan Surat Bukti
TPKA, prosedurnya setelah vang bersangkutan berkas-bcrkas kelengkapan, maka SBR TPKA idiproses. Prosesnya meliputi pengisian data, pencetakan
t
dokumen dan penandatanganan oleh pejabat yang berwenang.Surat ijin dikelola oleh dinas kesehatan kabupaten!Kota, yang
dike lola oleh din as kesehatan Provinsi adalah SBR-TPKA
PERPANJANGAN
Proses Belllm ada
Tidak ada perbedaan
persyaratan, prosedur, waktu,
dan biaya antara pengurusan
baru dan perpanjangan ijin
BIMBINGAN DAN PENGA WASAN
Bimbingan
Belum ada, nakes yang memiliki ijin resmi
sebagai nakes yang praktek komplementer
alternatif sesuai permenkcs bel urn ada.
Mereka memiliki ijin doktcr praktek, ijin
batt.ra sebagai akupunturis.
Pembinaan oleh Dinas Kesehatan Provinsi
terhadap praktek pelayanan pengobatan komplementer alternatif dilakukan melalui pertemuan dengan bebcrapa organisasi profesi terkait.
ID PROSEDUR SIP PERPANJANGAN BTMBINGAN DAN PENGA WASAN Dinkes Prop Bali pengurusan surat ijin pengobatan komplementer Secara aturan, Tidak ada Pembinaan dan pengawasan Dinkes minimal
dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Mengajukan perhedaan antara ijin baru bahkan belum ada, karena implementasi
ke Dinkes, disertai dokumen dokumen seperti yang dengan pembaharuan atau pemberian ijin untuk pengobat !dipersyaratkan, setelah dokumen lengkap akan dilakukan visitasi perpanjangan ijin komplementer alternatif belum pernah
ke lapangan dengan mengecek fasilitas tempat pelatyanan, dan dikeluarkan.
kelengkapan sarana sesuai persyaratan. Setelah visitasi proses memerlukan waktu kurang lebih sebulan untuk selesainya
l
perizinan. II
Lama Pengawasan
Dinkes Prov Sistim pencatatan dan pelaporan
Jateng
Sistem pelaporan belum ada, pennenkes ini
bel urn jalan. Baru sebatas saintifikasi jamu.
Dinkes Prov 2 minggu Setelah ijin keluar, sistem pencatatan
Jabar dilakukan dengan cara merekap nama-nama
tenaga medis yang menerima SBR TPKA,
sampai saat ini tercatat ada 10 orang (selama tahun 2011) sampai saat ini belum pernah
.
diterima berkas pelaporan mengenaikegiatan mereka di lapangan.
Dinkes Prov Bali Bila dokumen lengkap lama pengajuan ijin antara 2 minggu Untuk Pengobat komplementer belum ada
.sampai 1 bulan pencatatan dan pelaporan, karena ijin
pengo bat komplementer belum jalan.
I
I Sedangkan untuk pengo bat tradisional,
I
pengawasan, pelaporan dan pencatatan... ,.