• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belum ada, nakes yang memiliki ijin resmi sebagai nakes yang praktek k omplementer altematif sesuai permenkes belum ada. Mereka memiliki ijin dokter

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR PENELITIAN (Halaman 47-57)

Bali

Bali

PERSVARATAN l'ENDAPAT PERSYARATAN PROSE OUR SlP l'ERPANJANGAN UIMillNGAN DAN

PENGAWASAN

sulit karena harus berpendidikan prosedur pengurusan SIP tidak belum ada yang tidak pemah dila.kukan bila terstruktur (harus memenuhi kredit sulit dan cepat bila syarat- mengajukan tcrjadinya kasus laporan dari

yang telah ditentukan. Bila dokter syaratnya sudah lengkap lalu perpanjangan ke Dinas masyarakat baru dilal.:ukan

hanya kursus 3 bin izinnya hanya divisitasi tempat praktek sesuai Kesehatan Propinsi. bimbingan dan pengawnsan.

SIPT untuk perawat izin SIPT tdk dengan syaratnya maka sipnya Karena belum ada yang bisa praktek pribadi untuk herbal dikclunrkan. Saj11pai saat ini diterbitkan SBR-TPKA

I

I

l

I

harus helajar di tawang mangu helum ada yang diterhitkan

SBR-selama 50 jam dan herhasis TPKNST-TPKNSIK-TPKA. penelitian di PKM dan herbasis Sampai saat ini izin dok-ter, dokter penelitian di PKM RS yang gigi dan tenaga kesehatan hanya

sensitifikasi jamu. jamu untuk izin pengohat tradisional. kolesterol, DM, asam urat,-hjpertensi.

di Bali haw 5(1 RS,4 PKM) yang

dikirim untuk sentifikasi jamu

syarat untuk penzman belum prosedur pengurusan SIP tidak tersosialisasi karena dana untuk itu sulit dan cepat hila syarat­

tidak ada syaratnya sudah lengkap lalu

divisitasi tempat praktek sesuai dengan syaratnya maka sipnya

dikeluarkan. Untuk perawat izin

I SIPT tapi tidak hisa praktck

l

pribadi. Seperti perawat telah

I

1 kursus akupuntur.

Mcngacu pad a Permenkcs masib jadi pertanyaan yaitu Organisasi Profesi belum semua

11 09 th 2007 disampaikan pelatihan mana saja yang bisa diakui tersosialisasi mengenai ST TPKA.

beberapa persyaratan untuk 'untuk tenaga komplementer Masih mencoha proses perijinan

memperoleh SBR-TPKA yang alternative dan herapa lama untuk mcngurus SBR-TPKA, pertama Fotocopy ijasah, kurikullumnya. Karen a hasil telaahan Sudah ada ijin Batra, haru

maksudnya hahwn telab yang memintn SBRTPKA herasal mengetahui adanya peraturan

menyelesaiknn pendidikan dari herbagai macam pelatihan, TPKA. komplementer alternatifnya belum jelas standamya yang seperti

disertai scrtifikat kompctensi apa. Sehaiknya hal ini dijelaskan karena ini kan keahlinn, STR pcrsyaratannya dalarn Permenkes.

idr/drg atau STR oakes 1Jainnya, sural keterangan

l

sehat dari dokter yang memiliki SIP, pas foto terbaru

Saat ini helum ada yang Fungsi Pengawasan harusnya melakukan proses dilakukan olch pemerintah daerah perpanjangan SBR-TPKA dan organisasi profesi. Pengaturan

namun tidak ada herfungsi melindungi masyarakat,

perbedaan persyaratan, meningkatkan dan menjaga mutu

prosedur, waktu, dan layanan scrta membcri kepastian

hiaya antara pengurusan hukum. Apapun yang kita lakukan

haru dan perpanjangan ujungnya adalah patient safety. ijin. Organisasi profesi dan pemerintah

PERSYARATAN Jabar I

I

I

I

I

I

I I

I

I

I

I

Jabnr I

I

Jabar PE!'/OAP,\T PERSYARATAN

I

Pcrsyaratan dalam perijinan harus

1 punya makna, misalnya salah satu

persyaratan adalah rekomendasi dari

organisasi profesi. Organisasi profesi

mengeluarkan rekomendasi harus

yakin bahwa anggotanya memiliki

kompetensi, mematuhi kode etik, mampu melayani, mengctahui peraturan dan hokum scrta tidak

hanya karena membayar iuran. Peraruran tersebut harus diluruskan, terkadang wacana Depkes tidak

/

sesuai dengan keadaan di lapangan, i eksekutor dilapangan yang

l

merasakan antara lain adanya dualism organisasi profesi. Selain itu juga ada yang menjalani praktek

is dan

Pcrlu penguatan dan pembinaan di

scmua organisasi profesi (OP),

karena op merupakan filter awal.

Dinkes fungsinya hanya registrasi

dan administrasi. Saat semua

persyaratan Jengkap, maka dinas

harus mengeluarkan ijin, bila tidak dikeluarkan bisa dilaporkan ke ombudsman, maka op harus selektif lmengeluarkan rekomendasi dan

benanggungjawab terhadap

kompetensi anggotanya. Dil1kes hanya bcrfungsi sehagai eksekutor administrasi, bukan kompetensi. Dinkes Kabupaten masih mengacu pada perrnenkes 1076, belum

tersosialisasi dengan perrnenkes I I 09 tentang TPKA. Persyaratan perijinan

masih mengacu pada permenkes

PROSEDUR SlP PERPANJANGAN BIMillNGAN DAN

PENGAWASAN

Di dinkes kab bel urn Pengawasan terhadap praktisi

mengeluarkan STTPKA, masih melalui pembinaan dari organisasi

STPT/SIPT. Berharap prosedumya profesi, namun kalau untuk tidak sulit. Dari organisasi pengawasan ke tempat praktek, profesinya harus jelas. Misalnya organisasi profesi tidak

pijat dengan herb�! mempunyai wewenang untuk

rekomendasinya harus 2. Perlu mclakukannya secara mandlri, ditetapkan aturan I standar yang harus bcrbarengan dengan dinkes · elas mengenai lama pelatihan kab/kota.

lD

[PERSYARATAN PE:\'DAPAT PERSYARATAN PROSEDURSIP PERPANJANGAN jBIMBINGAN DAN PENGAWASA�

Jabar Kalau unruk perijinan di Din as

kesehatan Kab/Kota tidak diperluk:an persyaratan SOP, yang penting rekomendasi. Kompetensi dan SOP iru urusan organisasi profesi, jadi

mereka yang menggodoknya. Yang

jadi masalah temyata berrnacam

-macam rekomendasinya, temyata ada .

yang pakai uji kompetensi ada yang

!PF.RSYAlUTAN I

I

I

I

I Jateng

I

I

I

I

!

I

I

I I I

i

I

I

I I i I ··t-·· ---I I I I I PERSYARATAN

I

Dari organisasi profesi sudah ada ,SOP atau prosedur praktek. Misalnya

l

batra ramuan pratama hanyn sebagai asisten, madya sudah bisa praktek

l

mandiri, kalau utama bisa bikin

1 saran a dan ada prosedur tertulis. I

l')lOSEDUR SIP IH.lrtBINGAN DAN

PENGA\'iASAN

kompetensi dari Untuk SIK TPKA masih sulit Bclum ada pelaporan bclum ada, ; organisasi profesi yang diakui dilakukan, lcbih · mudah urus permenkes ini belum jalan. B aru

i

menjadi kendala, banyak batra yang STPT sebatas saintifikasijamu.

i

tidak punya organisasi yang jelas,

I

dalam arti bel urn terdaftar secara resmi di Dinkes, struktur organisasi isampai kabupaten belum ada, • prosedur pengobatan dan etika

j

anggota profesi juga belum ada. iKetentuan kompetensi harus jelas, isiapa yang melakukan uji

I .

!kompetens1, harus ada dulu. Stnndar

[

kompetensinya sepcrti apa hams ada, :sampai saat ini belum ada.Kalau ada

t

elanggaran anggota, tidak dapat

Pendidikan pengobatan Prosedur sesuai persyaratan (lihat

komplementer altematif seperti ceklist). Terkendala pada I

I

,yang ada adalah pelatihan-pelatihan bidang pengobatan komplementer akupuntur bagi dokter bel urn ada, kompetensi, organisasi profesi di

i

yang belum terstandar, sehingga altematif yang resmi atau diakui

! kompetensi dipertanyakan. Kecuali yang mana, standar kompetensi

11

untuk jamu dalam ,I.:aitannya bel urn ada, organisasi profesi saintifikasi jamu, tetapi pesertanya belum siap.

; terbatas dokter puskesmas yang

l

menjadi program saintifikasi jamu.

Dokter akupunktur perijinannya berbeda dengan non nakes

akupunktur. Dokter dapat bekerja di pelayanan kesehatan, non nakes hanya praktek mandiri

CAM melekat di puskesmas at�u

l

rs/kli_n_ik memiliki . persyaratan 1send1n, kalau battra ·btla d1perlukan

1 dilakukan

Tidak ada pemb-inaan dan pengawasan. Pengawasan promosi batra sulit dilakukan karena hanya post audit dengan sanksi yang bel urn jelas.

Belum ada, nakes yang memiliki ijin resmi sebagai nakes yang praktek komplementer altemati sesuai permenkes belum ada. Me

:e

ka memiliki ijin dokter

Dinkes Prov. Jateng

Dinkes Prov. Jabar

Sesuai cek list yang ada : a. Fotocopy ijazah pendidikan

I

tenaga pelayanan pengobatan komplementer altematif, b.

I

Fotocopy surat tanda registrasi sebagai tenaga kesehatan, c. ; Surat keterangan sehat dari dokter yang mempunyai Surat

I'

Ijin Praktek, d.Pasfoto ukuran 4x6 em, e. Rekomendasi dari

,organisasi profesi/ asosiasi

PENDAPAT PERSYARATAN

Pers)�aratan tidak dapat dipenuhi karena pendidikan tenaga pe!ayanan pengobatan komplementer alternatif belum ada, yang ada adalah pelatihan-pelatihan yang belum terstandar, sehingga kompetensi dipertanyakan.

ITidak ada perbedaan

I

perpanjangan

persyaratan antara ijin baru dan!Kecuali untuk jamu dalam kaitannya saintifikasi jamu, tetapi pesertanya terbatas dokter puskesmas yang menjadi program saintifikasi jamu.

I

OP membuat stan dar kompetensi, hanya nakes yang sudah Ketentuan kompetensi harus jelas, siapa yang melakukan uji kompetensi,

mempunyai sertifikat kompetensi yang dapat dikeluarkan harus ada dulu. Standar kompetensinya sepe1ti apa harus ada, sampai saat

ijinnya. ini belum ada.

.(a) Fotocopy ijazah pendidikan tenaga pelayanan Pendapat tentang Pennenkes Nomor 1 109 tahun 2007 ten tang

pengobatan komplementer altematif (b) Fotocopy surat penyelenggaraan pengobatan komplementer alternatifterkait persyaratan tanda registrasi sebagai tenaga kesehatan (c) Surat ijin, prosedur, dan sistem pelaporan yaitu permenkes tersebut belum keterangan sehat dari dokter yang mempunyai Surat Ijin sepenuhnya menjelaskan ketentuan tersebut dengan jelas

Praktek (d) Pasfoto ukuran 4x6 em (e) Rekomendasi dari

organisasi profesi/ asosiasi (t) sertifikat kursus dan sertifikat kompetensi.

;· ....

iPERSYARATAN PENDAPAT PERSYARATAN

Dinkes Prop Bali iPersyaratan sesuai yang ada pada 1 109, th 2007, yaitu a. Implementasi untuk 1 !09 tahun 2007 terkait pengobat komplementer

J

Fotocopy ijazah pendidikan tenaga pelayanan pengobatan altematif belum ada , karena prosedur persyaratan yaitu dokumen yang

ikomplementer altematif; b. Fotocopy surat tanda registrasi belum bisal sulit terpenuhi dari pihak pemohon adalah dokumen

!sebagai tenaga kesehatan; c. Surat keterangan sehat dari pendidikan terstruktur yang berkai tan atau pelatihan yang terkait selama : dokter yang mempunyai Surat Ijin Praktek; d. Pasfoto 3 bulan.

j

uk:uran 4x6 em; e. rekomendasi dari organisasi profesi/ !asosiasi bahwa sudah kursus 3 bulan yang sesuai dengan !profesi nya atau pendidikan terstruktur.

I

Sarana

Dinkes ·rrov

Jateng Belum ada, yang ada battra.

Dinkes Prov belum ada standard minimal yang ditetapkan sebagai acuan

Jabar

.

Dinkes Prov Jateng

Dinkes Prov

Jabar

Dinkes Prov Bali

Dinkes Prov

Jateng

Dinkes Prov

Jabar

Dinkes Prov Bali

Dinkes Prov Jateng Dinkes Prov

Jabar

Dinkes Prov Bali

Dinkes Prov Jateng

PERSYARATAN J>ENDAPAT PERSYARATAN Bahan/obat

Belu.m ada

belum ada standard minimal yang ditetapkan sebagai acuan

belum ada standartbahan/obat untuk pengobat komplementer

Pro tap

Belum ada Belum ada

SOP untuk Komplementcr bel urn ada, Yang ada hanya SOP hanya

berupa SOP Praktek Pelayanan Kesehatan Tradisional.

Binya

Tidak ada

Sampai saat ini belum ada peraturan mengenai pembiayaan, baik itu PerDa, PerGub atau yang lainnya, schingga tidak dipungut biaya apapun dalam proses pengumsan SBR TPKA

Untuk Komplementer tidak ada, sedang untuk penzman pengobat

Tradisional di Kota Denpasar sebesar Rp. I 00 ribu, Untuk Kab. Gianyar tidak dipungut biaya.

Masa berlal<u 5 tahun

I

PROSEDUR SIP

Dinkes Prov. Sesuai permenkes. Terkendala pada kompetensi, OP di bidang Jateng pengobatan komplementer alternatif yang res i atau diakui

yang mana, standar kompetensi bel urn ada, OP belum siap.

ini SBR yang dikcluarkan adalah untuk dokter dalarn 1rangka saintifikasi jarnu.

Dink" P<ov

.l

Pcoso' peng= '"ret ijin p�gobotnn knmpl=�t" nltomn6f

Jabar dilakukan oleh Dinns Kesehatan Kabupaten/Kota, Dinas

1kesehatan Provinsi mamfasilitasi proses penerbitan Surat Bukti

TPKA, prosedurnya setelah vang bersangkutan berkas-bcrkas kelengkapan, maka SBR TPKA idiproses. Prosesnya meliputi pengisian data, pencetakan

t

dokumen dan penandatanganan oleh pejabat yang berwenang.

Surat ijin dikelola oleh dinas kesehatan kabupaten!Kota, yang

dike lola oleh din as kesehatan Provinsi adalah SBR-TPKA

PERPANJANGAN

Proses Belllm ada

Tidak ada perbedaan

persyaratan, prosedur, waktu,

dan biaya antara pengurusan

baru dan perpanjangan ijin

BIMBINGAN DAN PENGA WASAN

Bimbingan

Belum ada, nakes yang memiliki ijin resmi

sebagai nakes yang praktek komplementer

alternatif sesuai permenkcs bel urn ada.

Mereka memiliki ijin doktcr praktek, ijin

batt.ra sebagai akupunturis.

Pembinaan oleh Dinas Kesehatan Provinsi

terhadap praktek pelayanan pengobatan komplementer alternatif dilakukan melalui pertemuan dengan bebcrapa organisasi profesi terkait.

ID PROSEDUR SIP PERPANJANGAN BTMBINGAN DAN PENGA WASAN Dinkes Prop Bali pengurusan surat ijin pengobatan komplementer Secara aturan, Tidak ada Pembinaan dan pengawasan Dinkes minimal

dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Mengajukan perhedaan antara ijin baru bahkan belum ada, karena implementasi

ke Dinkes, disertai dokumen dokumen seperti yang dengan pembaharuan atau pemberian ijin untuk pengobat !dipersyaratkan, setelah dokumen lengkap akan dilakukan visitasi perpanjangan ijin komplementer alternatif belum pernah

ke lapangan dengan mengecek fasilitas tempat pelatyanan, dan dikeluarkan.

kelengkapan sarana sesuai persyaratan. Setelah visitasi proses memerlukan waktu kurang lebih sebulan untuk selesainya

l

perizinan. I

I

Lama Pengawasan

Dinkes Prov Sistim pencatatan dan pelaporan

Jateng

Sistem pelaporan belum ada, pennenkes ini

bel urn jalan. Baru sebatas saintifikasi jamu.

Dinkes Prov 2 minggu Setelah ijin keluar, sistem pencatatan

Jabar dilakukan dengan cara merekap nama-nama

tenaga medis yang menerima SBR TPKA,

sampai saat ini tercatat ada 10 orang (selama tahun 2011) sampai saat ini belum pernah

.

diterima berkas pelaporan mengenai

kegiatan mereka di lapangan.

Dinkes Prov Bali Bila dokumen lengkap lama pengajuan ijin antara 2 minggu Untuk Pengobat komplementer belum ada

.sampai 1 bulan pencatatan dan pelaporan, karena ijin

pengo bat komplementer belum jalan.

I

I Sedangkan untuk pengo bat tradisional,

I

pengawasan, pelaporan dan pencatatan

... ,.

j

PERSYARA TAN PENDAPAT PERSYARATAN

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR PENELITIAN (Halaman 47-57)